• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran-1

PERJANJIAN PENGGUNAAN FASILITAS LIKUIDITAS INTRAHARI

No ...

Pada hari ini, ………., tanggal ……bulan…...…tahun……, yang bertandatangan dibawah ini : ---

1. ...Nama……….., Direktur Pengelolaan Moneter, bertempat tinggal di Jakarta, dalam hal ini bertindak dalam jabatannya tersebut, untuk dan atas nama Dewan Gubernur Bank Indonesia dan dengan demikian mewakili Bank Indonesia yang berkedudukan di Jakarta berdasarkan Pasal 39 ayat (3) Undang-undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 2 Tahun 2008, untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA ---

Dalam hal berdasarkan Anggaran Dasar PT yang bersangkutan tidak diperlukan surat kuasa maka komparisi adalah sebagai berikut :

2. ...Nama……….., Direktur .... (Jabatan)...., bertempat tinggal di ..., dalam hal ini bertindak dalam jabatannya tersebut, selaku demikian mewakili Direksi dari dan oleh karena itu untuk dan atas nama serta sah mewakili Perusahaan Perseroan PT Bank ….., berdasarkan Pasal ……. Anggaran Dasarnya yang dimuat dalam Akta Notaris ...……, Nomor ….., tanggal ….. (tanggal dalam angka), yang termuat dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal …., Nomor ….., Tambahan Nomor ….., berikut perubahan-perubahan terakhir dengan Akta Notaris ……, Nomor ….., tanggal ….., yang termuat dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal …., Nomor ….., Tambahan Nomor ….., untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA---

(2)

atau ( Jika Direksi harus mendapat persetujuan dari komisaris ) :

2. ...Nama………, Direktur ... (Jabatan)..., bertempat tinggal di ..., dalam hal ini bertindak dalam jabatannya tersebut, selaku demikian mewakili Direksi dari dan oleh karena itu untuk dan atas nama serta sah mewakili Perusahaan Peseroan PT Bank ….., berdasarkan Pasal ……. Anggaran Dasarnya yang dimuat dalam Akta Notaris ……, Nomor ….., tanggal ….., yang termuat dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal …., Nomor ….., Tambahan Nomor ….., berikut perubahan-perubahan terakhir dengan Akta Notaris ……, Nomor ….., tanggal ….., yang termuat dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal …., Nomor ….., Tambahan Nomor ….., dan untuk melaksanakan tindakan hukum dalam Perjanjian ini telah mendapatkan persetujuan tertulis dari komisaris Perseroan, sebagaimana ternyata dalam Surat Persetujuan Tertulis tanggal ….., bermeterai cukup yang dilekatkan pada Perjanjian ini, untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA---

Jika PIHAK KEDUA adalah Bank Asing maka komparisi adalah sebagai berikut : 2. ...Nama..., Jabatan, bertempat tinggal di ..., dalam hal ini bertindak

berdasarkan kekuatan Akta Power of Attorney tertanggal ...nomor ...dibuat di hadapan ..., Notaris di Jakarta, demikian bertindak untuk dan atas nama ..., cabang Indonesia, suatu bank yang didirikan berdasarkan hukum .... (negara kantor pusat bank asing)...., dan dalam hal ini bertindak melalui kantor cabangnya di Indonesia, berkedudukan di Jakarta, ...alamat...., selanjutnya disebut PIHAK KEDUA---

Keduabelah Pihak menyatakan sepakat untuk mengadakan Perjanjian Penggunaan Fasilitas Likuiditas Intrahari, dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagai berikut :

Pasal 1

(1) PIHAK PERTAMA memberikan Fasilitas Likuiditas Intrahari kepada PIHAK KEDUA paling banyak sebesar nilai Surat Berharga berupa Sertifikat Bank Indonesia dan/atau Surat Utang Negara yang digunakan untuk repurchase agreement (repo) oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA pada rekening FLI-RTGS dan FLI-Kliring di Bank Indonesia.

(3)

(2) PIHAK KEDUA menerima dan menggunakan Fasilitas Likuiditas Intrahari sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dari PIHAK PERTAMA yang besarnya tercantum dan tercetak pada Hasil Olahan Komputer (HOK) dari Scripless Securities Settlement System Central Computer (SCC) yang terdapat dalam Bank Indonesia - Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS).

(3) PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA menerima dengan baik HOK sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sebagai satu-satunya dokumen yang membuktikan besarnya Fasilitas Likuiditas Intrahari yang dapat digunakan oleh PIHAK KEDUA sekaligus merupakan dokumen yang membuktikan besarnya penggunaan Fasilitas Likuiditas Intrahari oleh PIHAK KEDUA yang timbul sebagai akibat digunakannya Fasilitas Likuiditas Intrahari oleh PIHAK KEDUA.

(4) PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menerima dan menggunakan HOK sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sebagai alat bukti yang sah, otentik, dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.

Pasal 2

(1) PIHAK KEDUA menggunakan Fasilitas Likuiditas Intrahari untuk mengatasi kesulitan pendanaan pada saat saldo rekening giro rupiah PIHAK KEDUA di Bank Indonesia tidak mencukupi untuk penyelesaian transaksi keluar (outgoing transaction) yang terjadi dalam sistem Bank Indonesia - Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan/atau kewajiban PIHAK KEDUA untuk penyelesaian akhir kliring debet.

(2) Fasilitas Likuiditas Intrahari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) yang digunakan oleh PIHAK KEDUA terdiri dari :

a. Fasilitas Likuiditas Intrahari RTGS, sejak jam Operasional BI-RTGS dibuka sampai dengan cut-off warning sistem BI-RTGS sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Bank Indonesia yang mengatur tentang BI-RTGS.

b. Fasilitas Likuiditas Intrahari Kliring, apabila PIHAK KEDUA memiliki kewajiban penyelesaian akhir kliring debet sampai dengan cut-off warning sistem BI-RTGS sepanjang PIHAK KEDUA telah menjadi peserta Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

(3) Fasilitas Likuiditas Intrahari RTGS sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a juga dapat digunakan untuk:

a. menutup kewajiban penyelesaian akhir kliring debet dalam hal pendanaan awal (prefund) dalam bentuk dana tunai (cash prefund) dan/atau surat berharga (collateral prefund) yang disediakan PIHAK

(4)

KEDUA tidak mencukupi untuk penyelesaian kewajiban PIHAK KEDUA yang timbul dari penyelesaian akhir kliring debet;

b. menutup penyelesaian akhir kliring hasil kliring yang terjadi sebelum cut off warning Sistem BI-RTGS bagi PIHAK KEDUA yang memiliki kantor sebagai peserta kliring yang berada di wilayah Kliring yang belum menerapkan SKNBI,

sepanjang PIHAK KEDUA telah memindahkan surat berharga ke rekening Fasilitas Likuiditas Intrahari RTGS dalam jumlah yang cukup sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai Fasilitas Likuiditas Intrahari.

Pasal 3

(1) PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan me-repo-kan Surat Berharga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) yang dimiliki oleh PIHAK KEDUA dengan nomor seri Surat Berharga sebagaimana tercatat dalam rekening FLI-RTGS dan FLI-Kliring, untuk menyelesaikan kewajiban kepada PIHAK PERTAMA sebagaimana mestinya sebagai akibat penggunaan Fasilitas Likuiditas Intrahari yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.

(2) PIHAK KEDUA menerima dengan baik Surat Berharga dengan nomor seri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang di-repo-kan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA sebagaimana tercatat dalam rekening FLI-RTGS dan FLI-Kliring berdasarkan pembukuan dan HOK pada Bank Indonesia sebagai bukti yang sempurna.

Pasal 4

(1) PIHAK KEDUA wajib menyelesaikan Fasilitas Likuiditas Intrahari yang digunakan pada hari penggunaannya paling lambat sampai dengan pre cut-off time Sistem BI-RTGS sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai Fasilitas Likuiditas Intrahari.

(2) PIHAK KEDUA dapat memindahkan kembali surat berharga yang di-repo-kan dari rekening FLI-RTGS ke rekening perdagangan milik PIHAK KEDUA sesuai dengan nilai penggunaan FLI yang dikembalikan oleh PIHAK KEDUA.

(3) Dalam hal PIHAK KEDUA tidak mengembalikan Fasilitas Likuiditas Intrahari yang digunakan pada hari penggunaan Fasilitas Likuiditas Intrahari sebagaimana dimaksud pada ayat (1), terhadap Fasilitas Likuiditas Intrahari

(5)

yang tidak dikembalikan oleh PIHAK KEDUA tersebut diberlakukan sebagai transaksi repo dengan Bank Indonesia dengan jangka waktu 1 (satu) hari sesuai ketentuan Bank Indonesia yang berlaku mengenai transaksi repo dengan Bank Indonesia di pasar sekunder.

Pasal 5

Dalam hal Perjanjian ini berakhir karena sebab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1), PIHAK PERTAMA berwenang untuk melakukan pendebetan rekening giro Rupiah PIHAK KEDUA pada PIHAK PERTAMA untuk penyelesaian Fasilitas Likuiditas Intrahari yang diperoleh PIHAK KEDUA.

Pasal 6

PIHAK PERTAMA mengenakan biaya atas penggunaan Fasilitas Likuiditas Intrahari sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia tentang Fasilitas Likuiditas Intrahari.

Pasal 7

(1) Perjanjian ini berakhir apabila :

a. PIHAK PERTAMA mencabut ketentuan yang mengatur tentang pemberian Fasilitas Likuiditas Intrahari;

b. PIHAK KEDUA dicabut izin usahanya atau dibekukan kegiatan usahanya oleh lembaga/instansi yang berwenang;

(2) Berakhirnya perjanjian ini tidak menghapuskan seluruh kewajiban PIHAK KEDUA yang timbul sebagai akibat dari pemberian Fasilitas Likuiditas Intrahari.

Pasal 8

(1) PIHAK KEDUA setuju bahwa PIHAK PERTAMA berwenang menentukan terjadinya pelanggaran/kealpaan PIHAK KEDUA menurut perjanjian ini. (2) Dalam hal suatu kewajiban PIHAK KEDUA menurut perjanjian ini wajib

dilakukan dalam batas tertentu, lewatnya waktu saja telah memberikan bukti cukup bahwa PIHAK KEDUA telah melalaikan kewajibannya

(3) PIHAK KEDUA menyatakan melepaskan hak-haknya untuk menyangkal jumlah kewajiban PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA.

(6)

Pasal 9

Dalam hal perjanjian berakhir sebagaimana dimaksud pada Pasal 7, para pihak sepakat bahwa :

a. pembatalan perjanjian akan berlaku secara otomatis;

b. pembatalan perjanjian tidak mengikuti ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 1266 KUHPerdata dan Pasal 1267 KUHPerdata.

Pasal 10

(1) Semua pemberitahuan dan/atau surat menyurat antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sehubungan dengan Perjanjian ini dilakukan secara tertulis dan dianggap telah disampaikan kepada yang bersangkutan jika terdapat tanda terima tertulis dari PIHAK PERTAMA dan/atau PIHAK KEDUA.

(2) Pemberitahuan dan/atau surat menyurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialamatkan kepada :

PIHAK PERTAMA : BANK INDONESIA

Direktorat Pengelolaan Moneter u.p. Biro Operasi Moneter Jl. M.H. Thamrin No. 2 Jakarta 10350

PIHAK KEDUA : ... ... ... ...

Pasal 11

(1) Apabila timbul perselisihan sebagai akibat dari pelaksanaan perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikannya secara musyawarah untuk mufakat.

(2) Apabila penyelesaian secara musyawarah untuk mufakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak tercapai, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikannya melalui pengadilan dan memilih tempat kediaman dan domisili yang tetap di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

(7)

Pasal 12

Para pihak sepakat bahwa hal-hal lain yang belum diatur dalam perjanjian ini dan segala perubahan atas kesepakatan dalam perjanjian ini akan diatur kemudian dalam bentuk addendum atau surat yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.

Pasal 13

Perjanjian ini dibuat pada hari dan tanggal sebagaimana dimaksud pada awal perjanjian, dibuat dalam rangkap 2 (dua), masing-masing bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.

PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA,

Referensi

Dokumen terkait

Pihak-pihak yang t idak memiliki rekening Surat Berharga di Cent ral Regist ry dapat melakukan t ransaksi Surat Berharga melalui BI-SSSS dengan t erlebih dahulu menunjuk

sebagaimana dimaksud dalam angka 2). 4) Bank wajib menyediakan Surat Berharga yang mencukupi sesuai seri Surat Berharga yang direpokan untuk setelmen first leg.. 5) Dalam hal

Q : Apakah perbankan syariah dapat menjual surat berharga syariah yang dimiliki. sebelum

A : Surat berharga yang dapat diajukan ke Bank Indonesia dalam transaksi USD Repo hanya Global Bond dengan denominasi USD yang diterbitkan oleh Pemerintah

10/44/DPM Tentang Tata Cara Pengajuan Repurchase Agreement (Repo) Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan Bank Indonesia, dengan ini kami mengajukan Repo

(5) Aset kredit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b hanya dapat digunakan sebagai agunan FPJP dalam hal Bank tidak memiliki surat berharga atau surat

DPM mengkredit rekening surat berharga Pemerintah atau melakukan pelunasan sebelum jatuh tempo (early redemption) atas Seri Obligasi Negara yang dibeli kembali

Penilaian kualitas Surat Berharga Syariah secara umum ditetapkan berdasarkan faktor-faktor : peringkat yang dimiliki dari Surat Berharga Syariah atau aset yang