-1-FREQUENTLY ASKED QUESTIONS (FAQS)
Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 12/24/DPM tanggal 30 Agustus 2010 perihal Perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 10/44/DPM tanggal 10 Desember 2008 perihal Tata Cara Transaksi Repurchase Agreement (Repo) Surat Berharga Syariah
Negara (SBSN) dengan Bank Indonesia
Q : Perubahan apakah yang dilakukan dalam Surat Edaran ini?
A : Ketentuan yang berubah adalah romawi III angka 1 mengenai perubahan sisa jangka waktu SBSN yang dapat direpokan serta romawi VI angka 1 huruf b, romawi VI angka 2 dan Lampiran 3 mengenai pengenaan sanksi.
Q : Penambahan apakah yang dilakukan dalam Surat Edaran ini?
A : Ketentuan yang bertambah adalah romawi V angka 3 huruf b.8) mengenai perhitungan nilai transaksi outright atas pemenuhan kewajiban Bank untuk penyelesaian Repo SBSN jatuh tempo yang diakibatkan karena pembatalan setelmen second leg, dimana SBSN yang batal dibeli kembali oleh Bank diberlakukan sebagai transaksi jual putus (outright selling) secara otomatis dengan Bank Indonesia melalui BI-SSSS.