• Tidak ada hasil yang ditemukan

SURAT PENCATATAN CIPTAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SURAT PENCATATAN CIPTAAN"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

SURAT PENCATATAN

CIPTAAN

Dalam rangka pelindungan ciptaan di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, dengan ini menerangkan:

Nomor dan tanggal permohonan : EC00201945933, 15 Juli 2019

Pencipta

Nama : I Nyoman Mudana, SH.,MH, Dr Marwanto, SH., M.Hum.,

Alamat : JL Patih Nambi IIV No 6 , Denpasar , Bali, 80232

Kewarganegaraan : Indonesia

Pemegang Hak Cipta

Nama : Sentra HKI Unud

Alamat : JL P.B Sudirman No 1 Gedung Pakir Unud , Denpasar , Bali, 80232

Kewarganegaraan : Indonesia

Jenis Ciptaan : Laporan Penelitian

Judul Ciptaan : PEMAHAMAN MEREK KOLEKTIF SEBAGAI SOLUSI

PENGUATAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN

MASYARAKAT EKONOMI ASIAN (MEA) DI BALI

Tanggal dan tempat diumumkan untuk pertama kali di wilayah Indonesia atau di luar wilayah Indonesia

: 12 Juli 2019, di DENPASAR

Jangka waktu pelindungan : Berlaku selama 50 (lima puluh) tahun sejak Ciptaan tersebut pertama kali dilakukan Pengumuman.

Nomor pencatatan : 000146291

adalah benar berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Pemohon.

Surat Pencatatan Hak Cipta atau produk Hak terkait ini sesuai dengan Pasal 72 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

a.n. MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA DIREKTUR JENDERAL KEKAYAAN INTELEKTUAL

Dr. Freddy Harris, S.H., LL.M., ACCS. NIP. 196611181994031001

(2)

LAMPIRAN PENCIPTA

No Nama Alamat

1 I Nyoman Mudana, SH.,MH JL Patih Nambi IIV No 6 2 Dr Marwanto, SH., M.Hum. JL Pulau Bali No 1

(3)

LAPORAN

AKHIR

HIBAH PENELITIAN UNGGULAN UDAYANA

PEMAHA}IA\

}{EREK

KOLEKTIF' SEBAGAI

SOLUSI

PENGUATANUSAHA

N{IKRO,

KECIL

DAN MENENGAH (UMKM) DALAM MENGAHADAPI

PER.SA I

NGAN

MASYARAKAT

EKONOMI ASIAN fl\rEA)

DI

BALI

TIM

PtrNELITI

I

IIIMAN

MUDANA SH.,MH

(Ketua)

I\IDN.

00301 15509

DT

NIARWANTO .SlI., M.Hurn

(Anggora)

NIDN"

0025115711

--Dibiayaai

Oleh

DIPA

PNBP

Universitas

Udayana

TAHUN

20Ig

sesuai dengan

surat perjanjian

penugasan peraksanaan peneritian Nornor:25 27

NN

14.2.4

/p?

n}lg

ta n ggal 2 5

Juni

2 0 I g

PROGRAM

STUDI

ILMU

HUKUM

FAKULTAS

FIUKIJM

UNTVERSITAS

UDAYANA

(4)

- Jdul

Peneliti/ Pelaksana

ilama

Lengkap :

I

NYOMAN MUDANA SII',MH

(Ketua)

I\[DN

:

0030115509

Jabatatan FungsionaU

:

Lektor/Tidak ada

Program

Studi

:

52 llmu Hukum

Nomor

HP

;

085935355602

Alamat surel

(e-mail)

: nvomam mudanaS3@vahoo'com

Anggota 1

HALAMAN PESESAHAAN

PEMAHAMAN

MEREK KOLEKTIF

SEBAGAI

PENGUATANUSAHA

MIKRO,

KECIL

DAN

MENENGAH

DALAM MENGAHADAPI PERSAINGAN MASYARAKAT EKONOMI ASIAN (MEA)

DI BALI

SOLUSI

(UMKM)

Nama LengkaP NIDN

Perguruan

T^inggi

: Fakultas Hukum

lnstitusi Mitra (jika Ada) Nama lnstitusi Mitra

Alamat Penanggung Jawab Tahun Pelaksanaan Biaya diusulkan

:

Dr Marwanto,SH.,M.,Hum z0O25LL57LL

tahun ke-2 dari rencana 3 tahun

Rp 40.000.000

Mengetahui

Dekan

/

Direktur Fakultas Hukum

( Prof.

Dr.l

Made Utama, SH.,M.Hum.)

NtP: 196502211990031005

Denpasar ptember 2018 Ketua Tim ana

(r

SH.,MH)

NlP,: 1 198110111001

ffiffi'

A.*^Wm[il.

fffln:';tll

dan Pengabdian MasYarakat

aya Temaja, MP.)

(5)

*ingkasan

Menghadapi persaingan bebas pada era persaingan masyarakat ekonomi

Asia,

penguatan posisi

LIMKM

mestinya

menjadi prioritas

perhatian Pemerintah

dan

masyarakat Indonesia.peran

I']MKM

telah

terbukti

cukup

signifikan

dalam menyelamatkan ekonomi nasional dikala dilanda

hisis'

Walaupun

telah dilakukan

beberapa kebijakan yang telah mendorong kearah penguatan posisi

UMKM

seperti kebijakan kemudahan mengakses peimodalan, akses

pirur

, tetapi

jalinan

kepastian

hukum

dalam

penggunaan

merek bagi

UMKM

untuk

berbisnis

belum^ dipenuhi.

Sehingga

UMKM

berpotensi dihadapkan dengan masalah -masalah

hukum.

Ketika

keiadaran

hukum

akan pentingnya

perlindunga-n

hukum

tentang

merek belum dapat dipenuhi

maka

pelanggaran penggunaan merek akan terjadi sehingga akan mengganggu proses dalam berbisnis.

Berdasarkan

UU N0

20 tahun 2016 hakmerek harrya dapat diberikan oleh Negara setelah

dilakukan pendaftaran.Dallm

sistim

pendaftaran

merek

mempergunakan

sistim

first

to

file.

Artinya

siapa yang merrdaftarkan

lebih

dahulu

ia

yang mempeioleh hak

mereknyi. Uai

Uutan

siapa yang menggunakan lebih dahulu yang dikenal dengan sistim pendaftafan

firit

to use.rJntttk biaya pendaftaran

bagi

ukuran ekonomi

Ultff\zl

dipaniang

masih cukup berat.Hasil penelitian

terdahulu

yang berjudul "Pola

Pengaturan Penguatan

Usaha

Mikro, Kecil

Dan

Menengah

(tlMKM)

Melalui

Merek Dalam

Menghadapi Persaingan

Ekonomi

Masyarakat

Ekonomi

Asia

(Mea)",

secara

normatif ditemukan bahwa

pola

pengaturannya

dapat dilakukan

dengan

perjanjian

menggunakan

Merek

Kolektif.

Selanjutnya

melalui penelitial

ini

dengan

met;J;

empirirs

yaitu

penelitian mendekati permasalahan

dari

segi data

di

lapangan

yakni

berdasarkan

informasi yang diperoleh

dari

UMKM

mengenai pemahaman tirhadap-

keberadaan dan

pentingnya menggunakan Merek

Kolektif.

Berdasarkan hasil penelitian pemahaman masyarakat

UMKM

di Bali

tentang pemahaman

merek

kolektif

masih rendah sehingga berdampak pada

tidak

dipergunakatnya merek

kolektif

untuk

mendapatkan

merek terdaftar

dengan biaya

murah.

Sebagai saran kedepannya penting

dilakukan

sosialisasi

untuk

memberikan

pemahaman

kepada masyarakat

U14ffr4 ientan!

(6)

PRAKATA

Dengan memanjatkan

puji

dan syukur kepada Ide Sang Hyang

Widhi

Wasa/ Tuhan Yang

.-'-.

Esa,

akhirnya laporan

penelitian

ini

dapat

disusun

dengan

Judul

"pemahaman Merek

'

.

^tif

Sebagai Solusi Penguatanusaha

Mikro,

Kecil

Dan Menengah (Umkm) Dalarn Mengahadapi

:: -::ingan Masyarakat Ekonomi Asian (Mea)Di Bali

Penulis menyadarilaporan ini masih jauh darisempurna karena banyak kekurangan disebabkan

..='latasan kemampuan dan pengalaman dalam bidangteori maupn praktik. Berkenaan dengan itu

:=-:litimengharapkan kritik, saran, bimbingan,serta petunjuk-petunjuk darisemua pihak untuk

-:^

r'empurnaan lapOran ini.

Keberhasilan

dalam

penyusunan laporan

penelitian

ini

tidak

terlepas

dari

bantuan dan

dorongan dari pihak lain, baik berupa moril maupun materiil. Untuk itu dengan segala hormat peneliiti

r.mpkan terima kasih .

(7)

DAFTAR ::TTAR ISI - - _AMAN PENGESAHAAN ]AFTAR ISI ] iFTAR TABEL - iFTAR GAMBAR ] IFTAR LAMPIRAN 3AB

I

PENDAHULUAN

a.

latar Belakang

...'...'

"""""""'1

b.

Perumusan

Masalah.."'

"""""""'3

c.

Tujuan dan manfaat

penelitian

"""""""""""4

BAB. LL. TINJAUAN

PUSTAKA

""""""5

11.1. Pengertian

Merek

"""""'5

11.2. Dasar HUkum

Merek

""""""""""""6

tsAB, III. METODE

PENELITIAN

'""""14

lll.1. Jenis

Penelitian

'"""""'

1'5

lll.2. Sifat

Penelitian

""""""15

lll.3. Sumber

data

"""""""'77

lll.4. Teknik Pengumpulan

Data

""""""'L7

lll.5. Pengolahan Dan Analisa Data

"""""

""""""""19

BAB. IV. HASIL DAN LUARAN YANG DI

CAPAI

""'25

lv.l.HAStL

""""

25

1V.1.1. Manfaat Merek dalam Bisnis

""""

""""""""25

iii

(8)

V'1.2. Strategi Penguatan

UMKM

""""'26

1V.1.3 Solusi Pemiliken Merekterdaftar dengan biaya

murah

"""""""""""32

lV'l.4.PemahamanUMKMterhadappenggunaanMerekKolektif...''...34

1V.1.5. Kendala Yang Dihadapi Dalam Penggunaan Merek Kolektif

oleh UMKM

diProvinsiBali""""""

"""""""39

i

13

',r,2 LUARAN YANG

DlcAPAl

"""""""""""40

: 13. V.. KESIMPULAN DAN

SARAN"""'

""""""'41

::FTAR PUSTAKA

(9)

_

\ts

I.

PENDAHULUAN

-

Lalat Belakang'

Dalammenghadapiperkembanganekonomikl-rususnyapadatingkatAsia,tidakdapat

-

::ngkiri

peran Usaha

Mikro

dan

Menengah sangat strategis.

Dikatakan

demikia,

karena

:..:lanyabahwakomoditieksportmerupakanproduk-produkdariUMKM,sepertibarang-:::lng

kerajinan tangan' makanan' minunan'

tekstil

dan

lain

sebagainya'

Ha1 tersebut sejalan dengan pendapat Sogar Sima*rora

mengatakan ;usaha

Mikro,

Kecil,

:=

\,lenengah

(UMKM)

mempunyai fungsi yang sangat

penting dalanr perekonomian nasional.

S::ror usaha

ini

terbukti mampu

bertahan

dalam situasi

krisi

moneter.

Ketika

banyak

.:rsahaan besar gurung

tikar

diterjang

krisis

ekonomi

,

,MKM

jr'rstru bertahan dan bahkan

....::l.elamatkanperekonomiannasional.UMKMjugamempunyaiperanpentingdalam

:-::satasipenganggurankarenakontribusinyadalammenyeraptigatenagakerjasajamaka

:-:gan

jumlah

UMKM

sekitar 50

juta, jumlalr

tenaga

kerja

dalam Sectol

ini

mencapai kisaran ,I

- I ; lUt8.

Ironinya dibarik peran

strategis

sebagaimana

tersebut diatas

juga

terdapat

kendala-;.=:jala

yang pada

hakekat

bersipat intern maupun ekstern. sebagairnana

dikatakan oleh Sogar

:.:..:morayangmengutifBisnislndonesia'MinggulgFebruari20l2.bahwa:dibalik

:-::lsinya

yang besar,

terdapat

beberapa

factor-faktor yang

menghambat

pengembans..]..

..iK\,1. factor-faktor tersebut diantaranya tentang modal, manajemetr, kemampuan

sumber da,'

'

Sogar Simamora dalam Moch lsnaeni' ; Srafika Jogyakarta'hal 23'

" 2013.P E RKEM BAN G AN H U KU M P E RDATA

(10)

r':-'lusia'

termasuk didalamnya kelemahan

didalamsistim

produksi. Kurangnya informasi

atas

'-SeS pBS?r

juga

menjadi kendala bagi

UMKM

dalam memasarkan barang

produksinya.kondisi

'rg

tidak

menguntungkan

ini

masih

ditambah

lagi

dengan adanya pungutan

riar

yang

sulit

:-lapuskan'

Persoalan

lemahnh,ya

infrastruktur,

terutama

jalan,

juga

menjacli

paktor

yang

:enghambat

UMKM

dalam

menjalankan

kegiata

usaha

karena infrastruktur yang

buruk

::ngakibatkan

lambatnya pengiriman

atau penerimaan barang hasil produksi.2

Disamping

itu uMKM

juga

menghadapi

peurasalahan

dibida,g

hukum

khususnya ':ntang perlindungan

hak

kekayaan intelektuar

yaitu

mengenai

perri,dungan

hak Merek.Merek

' ang sudah dikenal

masyarakat konsumen mempunyai

nirai

ekonomi yang sangat

tinggi

bahkan

::elebihi

nilai

aset perusahannya.Periindungan

Merek

juga

dapat menghindari

masarah_masarah

:'ukum yang kemungkinan dihadapi

UMKM seperti

penggunaan

Merek

orerr

ora,g

lain

yang

:-Jak

berhak.

syarat

mendapatkan

perlindungan

Merek menurut

uu

Merek No...

harus

:idaftarkan' sehingga

untuk

mendapatkan

Hak Merek

memerruka

n

biayayang reratif

tidak

'edikit

bagi

UMKM' oleh

karena

itu

dibutuhkan adanya

sorusi

daram

rangka

meringankan

:raya pendaftaran

Merek

bagi

UMKM

tetapi tidak menyimpang dari

ketentuan hukum.

Dalam penelitian sebelumny

a

yang

berjudul

"pola

pengaturan penguatan

usaha

Mikro,

l{ecil

Dan Me,engah

(UMKM)

Melalui

Merek Dara,r

Menghaclapi

persiiingan

Ekonorni i'iasyarakat

Ekonomi Asia (Mea)",

secara

normatif

ditemukan

bahu,a pora pengaturannya dapat

:.lakukan

dengan

perjanjian

menggunakan

Merek

l(olektif.

Selanjutnya

temuan

tersebut

:-ianjutkan

dengan

kajian

empiris untuk

menemukan pemahaman

dan

kenclara-kendara yang

:'radapi

daram rangka penggunaan

Merek

Koiektif

bagi

UI'IKM

di

provinsi

Bari.

(11)

: ::

rni dilaksanakan oleh

tim terdiri

dari

I

Nyoman Mudana

SH.MH.

sebagai anggota

Tim

; ' - -.

:r ilukum

Hak Kekayaan Intelektual dan sebagai sekretaris Sentra

HKI

Unud

sejak tahun

: --!:--.3&n, hukum

Kepailitan

memungkinkan dapat memberi

kontribusi

terhadap permasalahan

---

-

::le1iiti.

Penelitian

ini

bersifat

multiyears,yaitu

dilaksanakan

tiga

tahun

dengan

perencacaan

:

;:ri

berikut: pada tahun pertama dilakukan pengkajian tentang norma pengaturan pendaftaran

::-:, )'Br1g

memungkinkan para

UMKM

mendapatkan

hak

merek dengan

biaya ringan.

Pada

-

..:

kedua dilaksanakan

penelitian empiris

untuk

mengetahni

komitmen

Pemerintah untuk

-

::-.rerdayakan

UMKM

dibidang Merek" Tahun ketiga

melakukan

pendampingan kepada

:l-\l

dalam perolehan hak merek

Berdasarkan

latar

belakang masalah tersebut diatas

perlu dilakukan peneliitian

tentang

-'emahaman

Merek Kolektif

Sebagai

Solusi

Penguatan

Usaha

Mikro,

Kecil

Dan '.lcnengah

(Umkm)

Dalam Mengahadapi

Persaingan

Masyarakat Ekonomi

Asia

(Mea)

-tr

Bali)",

yang permasalahannya dirumuskan dalam rumusan masalah dibawah ini.

:

Perumusan Masalah

tserdasarkan

latar

belakang

sebagaimana

teiah diuraikan

diatas

maka

dapat dirumuskan

leberapa masalah yaitu;

1.

Bagaimanakah pemahaman Pelakr.r Usaha

Mikro,

Kecil

dan Menengah

(UMKM)

terhadap Merek

Kolektif

sebagai solusi pengtratan persaingan dalarn

mengahadapi masyarakat ekonomi Asia

(MEA)

di Bali

?

:.

Kendala apayang dihadapi dalam meningkatkan pemahaman Pelaku

Usaha

Mikro,

Kecil

dan Menengah

(UMKM)

terhadap Merek

Kolektif

sebagai

solusi

penguatan

(12)

:-.

XT..{.\

DAN MANFAAT PENELITIAN

I

:':

.,-.:ni

mempunyai

tujuan

yang hendak dicapai yaitu:

"

,, *an Umum.

-

-

-,:_.

-rum

penelitian

ini

adalah:

:-r'

l'r''l€08etahui pemahaman Merek

Kolektif

sebagai solusi penguatan usaha

mikro, kecil

-::'

:lenengah (umkm) dalam mengahadapi persaingan masyarakat

ekonomi asian (mea)

, - t'

_ J -.11.

-::rk

mengetahui kendala-kendala

yang dihadapi oleh

masyarakat

pelaku

usaha

mikro,

,:;::1 dan menengah dalam mendapatkan pemahaman tentang

Merek

Kolektif

- -

Iujuan

Khusus

. -"

-.:

khusus penelitian

ini

adalah sebagai berikut:

'

--::uk

memberikan solusi kepemiiikan merek terdaftar bagi pelaku usaha

Mikro, Kecil

dan

I.lenengah

(UMKM),

dengan biayayang murah

--::uk

menemukan

solusi

dalam

meningkatkan pemahaman

para pelaku

UMKM

dalam

:-enggunakan Merek

Kolektif

dalam perdagangan .

.

.

:.

\{anfaat

penelitian

-

-:elitian ini

diharapkan dapat berguna untuk:

:

i.3.

Manfaat Teoritis

'

Diharapkan

hasil

penelitian

ini

dapat menambah

kontribusi bagi

pengembangan

ilmu

;rhukum perdata, khususnya hukum hak kekayaan intelektuar

:

Sebagai bahan masukan serta referensi bagi penelitian yang

dilakukan berikutnva

-

-

j.

manfaat Praktis

:

lrlemberikan sumbangan psmikiran

atau masuken bagidunia akademis mengenai

::ndaftaran

Hak Merek

Kolektif

:

)apat

memberikan informasi

bagi masyarakat khususnya bagi

uvIKM

dalam mengatasi

';endala untuk memperoleh Hak Merek terdaftar dengan biaya yang lebih ringan.

(13)

BAB

II.

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian

Merek.

! =

".t

dulu

sampai sekarang bahwa dalam dunia bisnis dan

industri,

untuk membedakan ----

-i::j

produk

sejenis dengan

produk

sejenis lainnya para pelakg

bis,is

atau inclustri akan

--'-:'(an

sebuah tanda

baik

berupa unsur gambar, nama, angka-angka,

huruf-nuruf,

kata

-

-

,,._-::-:.at atau kombinasi dari

unsur_unsur tersebut.

3:ik

unsur gambar, nama,angka_angka, huruf-huruf,

---

---s-i-unsur tersebut biasa dikenari orang dengan istilah

'

:

:.:t.t

literatur

dapat dikemukakan sebagai berikut;

kata

atau

kalimat

atau kombinasi

Merek.

Pengertian

Merek

didalam

l''lenurut Abdulkadir

Muhammad, mengatakan

bahwa merek adalah

sesuatu yang

-

::::-ltan

atau

dilekatkan

pada suatu

produk tetapi

ia

bukan

produk

itu

sendiri.

Mereknya

-''

"

:'Dat

dinikmati oleh si

pembeli.Benda

materiilnyalah

yang dapat

dinikmati.N4erek hanya

r:--:

-llrrlaterial

yang

tidak

dapat memberikan apapun secara

fisik. Inilah

yang membuktikan

:'- '

nerek

itu

merupakan kekayaan

immaterial

.

Pada

merek

memang ada

unsur

ciptaan

-

-

::-

:idang

seni, namun pada merek yang

dilindungi

bukan

hak cipta

dalam bidang seni

itu

-'

:

:':-'i?fl merek

itu

sendiri

sebagai

tanda

pembeda.Iur

Soeryatin,

merumuskan

pengertian

.-;

:i:

dengan

meninjau merek

dari

asfek

fungsinya,

yaitu dipergu,aka,

r-rntuk nre,rbedakau

'

-"

'=

1'ang bersangkutan dengan

diberi

merek

tadi

mempunyai:

tanda

asal, nama, jaminan

(14)

Berbeda dengan Hersubeno

yang telah

memberikan

penggolongan

terhadap

merek

,.:y'atakan bahwa

"Merek

Perusahaan

(fabriks mark)

atau merek perdagangan (hendels merk)

--,-ah

tanda

yang diberikan

pada barang

yang diproduksi

atau diperdaganggangkan,ataupun

---.:a

pada

pembungkusnya

untuk

membedakan barang-barang

tefientu

dari

barang-barang - :nis dari perusahaan lainnYa.

Sedangkan

OK.

Saidin memberikan

difinisi

merek sebagai berikut:

..lerek

adalah

suatu tanda (sign)

untuk

membedakan barang-barang

yang

sejenis

yang

-

:--asilkan arau diperdagangkan seorang atau kelompok orang atau badan hukum dengan

barang--

-ang

sejenis

yang dihasilkan oleh

orang

lain,

yang mempunyai daya pembeda atau sebagai

:::inan

atas mutunya dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa"'

H.M.N

Purwo Sutjipto, memberikan pengerlian tentang merek sebagai berikut:

\lerek

adalah suatu tanda, dengan mana suatu suatu benda

tertentu dipribadikan,

sehingga

-,:at

dibedakan dengan benda lain yang sejenis.

Pengerlian merek yang dirumuskan didalam Undang-undang

N0.

15 tahun 2001 Pasal 1

-

,t

1 adalah

"

Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf,angka, susunan

,:na.

atau

kombinasi dari

unsur-unsur tersebut yang

memiliki

daya pembeda dan digunakan

-.-em kegiatan perdagangan barang danjasa".

:l.lb

II.

2. Dasar

Hukum Merek

Peraturan merek secara Internasional dibentuk pefiama

kali

pada 20

Maret

1883

di

I']aris

..::

suatu

konfrensi diplomatik yang

menghasilkan sebuah

konvensi

mengenai

hah

milir

(15)

"-:-'-:3tur

mengenai

perlindungan

merek. Konvensi

ini

kemudian

menjadi tonggak

sejarah

*

-

.:nya perkembangan peraturan merek secara internasional.

Konvensi

ini

kemudian

direvisi

berulangkali seperti

di

Brussel

--.ringron pada

tahun

1911, da

Den

Haag pada

tahun

1925,

di

London

i:oon

pada

tahun

1958, Stockholm pada

tahun

1967,

Jenewa pada

"

-:khoim

lagi pada Tahun 1986.

pada

tahun

1900, di

pada

tahun

1934, di

Tahun 1979

dan di

Secara

prinsip,

konvensi

ini

berasaskan pada

perlindungan

yang

sama kepada rvarga

'---ara

dari

setiap

warga

negara pesefta

Uni

Paris

ini

bila

telah

memenuhi syarat,

prinsip ini

-. s:but prinsip asimilasi.

Berdasarkan Konvensi Paris, telah dibentuk sejumlah perstujuan seperti dibawah

ini;

Persetujuan

Madrid, untuk

menghindarkan pemberitahuan

asal

barang

secara palsu (Madrid Agreement Concerning the International Repressionof false Marks) pada tanggal

14

april

1891.

Persetujuan

Madrid

Mengatur

pendaftaran

Merek

secara Internasional

(Madraid

Agreement Concerning

the

International Registration

of

Trademarks)

baik untuk

barang

maupun

jasa, melalui

pendaftaran dengan

sistim single applikation

dengan birokrasi

internasional

dari

WTO.

Menurut sistim

Perjanjian

Madrid,

pemilik

merek

harus menaftarkan mereknya pertama

kali di

kantor merek negara asal dari pendaftar sehingga

merek tersebut

telah

menjadi merek nasionaldi negara asalnya terlebih dahulu, kemudian

pendaftar dapat

mengajukan pendaftaran internasionalnya

ke

International Bureau

di

Bern, Perancis melalui kantor merek nasionalnya. Merek terdaftar pada

biro

Internasional

(16)

---:-:aftaran

internasional memungkinkan diperolehnya perlindungan

merek

clagang

:

..-*-, :.3:ara anggota

Madrid

Agreement

melalui

satu pendaftaran saja. Yang menjadi anggota

"-*

-

"rJreement

ini jumlahnya

sangat terbatas yaitu 28 negara anggota dari peserta Konvensi

I

"--

-.:.

hdonesia sampai saat

ini

belum tercatat sebagai anggotanya.

?:Ca tanggal 12

Juni

1973

di

Wina

ditandatangani sebuah perjanjian Internasional yanga

:rkenal

dengan

Traktat

Pendaftaran

Merek

Dagang

(Trade

Mark

Registration Treaty).

T:aktat

pendaftaran

merek

dagang

itu

memungkikan diperolehnya

pendaftaran

-:rternatsional dengan satu

permohonan

saja

yang

dapat langsung

diajukan

ke

kantor

-:rternasional

di

Jenewa

tanpa

melalui

proses pendaftaran

di

negara asalnya terlebih

:ahulu.

Perjanjian internasional

mengenai

klasifikasi

internasional

berkanaan dengan

Trade

Mark

(

Nice

Arrangement Concerning the International Classification

of

Good and Services

to

Which

Trademarks

Apply).

Yang ditandatangani pada tanggal 15

Juni

1957

kemudian

diubah

di

Stockholm (1967) dan

Jenewa (1977).Denga

konvensi

iini

telah

:ianut

suatupenggolangan

baraang

dan

jasa

secara internasional

yang

berlaku

lerhadapseluruh negara anggota konvensi

ini.

Penggolongan intemasional

ini

berfungsi

untuk mempermudah perbandingan antara merek dagang dan karernaitu mempermudah

lenelitian

kemungkinan persamaan barang yang telah terdaftar dikelas ysng sama.

Konvensi Paris

untuk

perlindungan

Hak

Milik

Perindustrian temasuk

juga

didalamnya

-

,-,-:nai

merek dalam pengurusan administrasinya tunduk dalam satu manajemen,yaitu Unitecl

:

-:..:

for

the Protektion

of

Intellectual

Propertyp dalam bahasa Prancisnya aclalah Bivieaux

-

.:---:tional Reunis

pour

la

Protection

de

la

Propiete

Intellectualle

(selanjutnya

disingkat

Dalam perkembangannya

timbul

keinginan agar terbentuk suatu organisasi dunia untuk

(17)

'

: -

*

! *i1ru konvensi khusus untuk pembentuka organisasi dunia

untuk

hak

miiik

intelektual

' :""::r

Estabilishing

the World Intelelctual

Property

Organization/selanjtnya disingka:

--=':onesia meratifikasi konvensi

ini

dengan Keputusan Presiden

RI No.

24

tahun lg79 .

--':onesia sebagai negara yang

turut

serta menandatangani pelsetujuan putaran Uruguar

""-"-

:--:Eal

15 bulan

April

1994

di

Marakesh,

Maroko oleh 125

negara berhasil rnenyepakati

r:*':r.:*3n

pembenrukan organisasi perdagangan

dunia

(Agreement

Esthabilishing the

World

-

"--:

lriganization), maka dibentuklahOrganisasi Perdagangn

Dunia

(WTO),

yang selanjutny,a

;:--l-:urltuk

mengadministrasikan, mengawasi

dan

memberikan kepastian

bagi

pelaksanaan

.--'-r'ilQon dunia.

Agreement

ini

mulai berlaku

1

Januari 1995.

atau sesegera mungkin

:

-:::nYa.Dalam

struktur

lembaga

WTO

terdapat dewan

umum

yang berada clibawah

Dirjen

- -

Jeivan umum

ini

selanjutnya membawahi tiga dewan yang salah satunya dewa Trips.

Salah satu

materi

persetujuan

pendirian

WTO

adalah persetujuan tentang Asfek-Asfek

-

.:..--l

Hak

Kekayaan

Intelektual

(Agreement Trade Related Aspects

of

Intellectual

propertl'

;-:*:sr,Trips

bersipat

memperketat penerapan

perjanjian-perjanjian perlindungan

HKi

yang

-

--.Ja,

merupakan upaya untuk mempersempit kesenjangan dalam perlindunga

HKI

diseluruh

- --

-: ;an

untuk menyamakan persepsi mengenai perlindungan

HKI.

Persetujuan

TRIPs

memuat nofina-norma standar perlindungan

bagi karya

inteletualitas

--'*--sia dan

menempatkan

perjanjian

internasional

dibidang

HKI

sebagai

dasar

aturan I

:

''-Sari&€rl penegakan hukum dibidang

HKI

dengan tujuan

untuk melindungi

dan menegakkan

' .-'-..:,

HKI

guna mendorong timbulnya penemuan-penemuan baru.

(18)

':

:::ions)'

Desain

Industri

(

industral

Designs),paten

(paten), Desain

Tata Letek

Sirkuit

- _ - 1.- /f

--r:lu.(Layout-design

Topographical

of

Integrated

circuit),

dan

perlindungan

terhadap

-- -:::lasl

yang dirahasiakan (Protection

of

undisclosed

Information).

Sarah satu ketentuan yang

:::-i

diperhatikan adalah

TRIPs

memungkinkan

pemegang

hak

untuk meminta

pejabat yang

''-''e,orl$'

Bea cukai'untuk

menangguhkan pengeluaran

suatu

barang

imporyang

diduga

--: ilggar

Hak Merek atau hak

Cipta.

Indonesia

telah meratifikasi

Agreement Establishing

the

world

Trade

organization

*

-':lui

undang-Undang

No' 7

Tahun

1994

tentang pengesahan

persetujuan

pembentukan

'

':nisasi

Perdagangan Dunia,

diundangkan dalam Lembaran Negara

RI

Tahun 1994 Nomor

57

*-:*Jal

2

November

1994'

bagi

negara-negara berkembang ketentuan perarihan

dan persiapa,

::':'3entukan

perundang-undangan

di

bidang

HKI

adalah 5

Tahun

,

ini

berarli

bahwa

Indo,esia

;':'e'rvajiban meraksanakan dan berraku sejak 1 Januari

tahun

2ooo. Berlakunya peraturan

HKI

di

Indonesia merupakan

wujud dari ratifikasi

atas

adanya :):-Dakatan internasional tersebut.Ratifikasi

ini

menimbuikan beberapa konsekwensi

utamanya

- -''am

penyesuaian sistem

hukum

nasional

dengan

tatananyang

terdapat didalam

ketentuan-:

:rlu?fl

tersebut

dalam bentuk

penyempurnaan peraturaan perundangan nasionar.Indonesia

-'-':

dapat dan

tidak

diperkenankan membuat

peraturan yang

extra-teritoria

yang nreuya,gltut

: - ':l-Q perlindungan

HKI

dan semua ketentuan yang terdapat ciidaram ker:a,gka

wTo.

Peraturan mengenai

Merek

di

Indonesia

setelah

jaman

kemerdekaan

criatur dararn

-:'ng-undang

N0

21

Tahun

1961

tentang merek

perusahaan

cran

Merek

perniagaan

::r'junyadisngkat

uuN0'

21

Tahun

1g6r).uuN0.21

Tahun 1g61

i,i

mengaturklasifikasi

''--':-g-barang

dalam

35

kelas,pengklasifikasian

ini

sejaran dengan

persetujuan

(19)

rnm'l**ionaltentang

klasifikasi

barang-barang yang diatur dalam konvensi

Nice

yang diubah di

!,krolm

pada

tahun

1967 clengan penambahan satu keras

untuk penyesuaian dengan keadaan Iuionesia'

uu

N0'21

Tahun

1961 menganut

sistim

deklaratif

yaitu sistim

yang memberikan :

-..:an

hukum

kepada mereka yang menggunakan merek terlebih dahtrlu.

-[

N0'21 Tahun

1961

ini

bertahan selama 31 Tahun dan kemudian cliganti

clengan

uu

:

Tahun 7992

tentang

Merek.Alasan dicaburnya

uu

N0.21

Tahun

1g61 karena

dinilai

""'---':

memberikan

jaminan

kepastian

hukum karena

surit

membuktil<an

siapakah

yang

r:":rl1\'B

pemilik

atau pemegang hak atas

merek yang sah daalam

hal

terjadinya pelanggaran

-

:

:''"s3l-t&

sistim

ini

tidak

dapat

lagi

mengikuti

perkembangan

industri ma,uflaktur

dan jasa

- -

'

:erkembang

pesat,

sehingga menumbuhkemba,gkan

merek-merek

dagang

dan

merek-'-:';'"

jasa baru' yang mau

tidak

mau harus

segara

diajukan

pendaftaran

mereknya

agar '-

:::eroleh

perlindungan

hukum.

Lndang-undang

N0'

Tahu,

196tr tentang

Merek

perusarraan

dan Merek

perniagaan,

:

'-jian

diganti

dengan undang-Undang

N0.

19

Tahu,

1992

tentang

Merek,

mengatur

'-

:"'3r1ai

perlindungan

hukum

terhadap kelas jasa yang

jumlahnya

sesuai dengan yang dianut

:

'

x&S!.rakat

internasional atau negar a-negara

yang memberlakukan undang-undang Merek

-

'-

8 ( delapan) kelas jasa dan dikelompokkan

kedalam kelas 35 sampai dengan kelas 42.

Pada tanggal lAgustus

tahun

2001, undang-undang

Merek

kembali

mengalami

":.-lahan

menjadi suatu undang-undang

merek yang baru

yaitu

unclang-Unclang

N0.15

ta'un

-

"

-

tentang

Merek'

Perubahan

dilakuka,

dalam

rang

ka

untuk

rnenyempurnakan

undang----::9

yang

lama'

dalam

rnenghadapi era perdagangan

global,

serta

untuk

rnempertaSankan

';--: persaingan usaha yang sehat, dan juga

sebagai

tindak

lanjut penerapan konvensi-konvensi

(20)

-

'

-lal

tentang merekyang sudah

diratifikasi

oleh Indonesia. Undang-Undang

N0

15

Tah,n

--

diharapkan

menjadi single

text

dalam permasalahan

yang

menyangkut rnerek yang

-

:.:::ikan

undang-undang yang berlaku selanj utnya.

?ada saat

ini

dengan berlakunya Undang-undang

N0

15

Tahun

200o,maka

undang--'-'t

inilah yang sekarang menjadi dasar hukum dalam perlindungan terhadap merek terdaftar. undang-Undang

N0

15 tahun

2001

tentang

Merek

mengatur

juga

mengenai jenis-jenis -:,- :iantaranya diatur didalam pasar 1 butir 2, 3, dan 4 sebagai

berikut

:

\lerek

dagang adalah

merek

yang

seseorang

atao

beberapa

orang nembedakan dengan barang-barang

100 I ).

digunakan pada barang

yang

diperdagangkan oleh

secara bersama-sama

atau badan

hukum

untuk

sejenis lainnya.

(pasal

I

Butir

22UU

N0

15 Tahun

Merek Jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh sesorang

atau beberapa oranag secara bersama-sam

a

ataubadan hukum untuk membedakan dengan

jasa-jasa sejenis lainnya.(pasal

l

Butir

3

uu

N0.

r 5

Tahun

20or).

Merek

Kolektif

adarah

merek

yang

diguanakan

pada

barang atau

jasa

dengan

karakteristik yang

sama

yang

diperdagangkan

oleh

beberapa

orang atau

badan hukm

secara bersama-sama

untukk

membedakan dengan barang

dan atau

jasa

sejenis lainnya.

(Pasa 4 UU N0.15 Tahun 20Ot).

Penggolongan

jenis

merek

berdasarkan

pasal

1

UU

N0.15

tahun 2001

tesebut

diatas atau

lebih

atau badan hukum. Bahkan

tegas menentukan bahwa suatu merek

-.:-rjukkan satu merek dapat

dimiliki

oleh satu orang

:-:un

didalam Undang- undang

Merek

tidak

secara

(21)

-

--

r.i

secara bersama-sama

oleh lebih

dari

satu badan

hnkum,

hal

tersebut

tetap karena status hukum dari badan hukum adalah sama dengan orang .

(22)

BAB

III.

METODE PENELITIAN

?'esearch

yang berasal

dan

kata

re

yang artinya kembali clan

to

search

adalah

-

-:-i'Dengan

demikian

o'secara

gramatikal

berarti.

mencari

kembali.pada clasar-nya sesuatu

-

.

:icari

itu

adalah

pengetahuan

atau

lebih

tepatnya pengetahuan

yang

benar,

di

mana

" -

":ahuan

yang

benar

ini

nantinya

dapat

dipakai

untuk

menjawab

pertanyaan

atau

:

::ktahuan tertentu.3

Metode penulisan hukum adalah sebagai cara kerja keilmuan yang salah satrmya clitandai

-:--'li]

penggunaan metode.

Van

Peursen menterjemahkan pengertian metocle secara harfiah

--;

Jikutip

pada

buku

Rony

Hanitjo

Soemitro dengan

judul

Metodologi

penulisan Hukum,

--

-".-mulametode diartikan

sebagai suatu

jalan

yang harus ditempr-rh menjadi penyelidikan atau :....-tsan berlangsung menurut suatu rencana tertentu"a

Adapun

jenis-jenis

penulisan yang dilakukan dalam

penulisan ini

merupakan penulisan

'--"1*4,

sebagai

penulisan hukum

yang

bersifat empiris berkaitan

dengan

upaya

untuk

:r-rerikan

sumbangan yang berharga bagi perkembanganilmu hukum khususnya biclang

HKI.

Sebagai penulisan

hukum dalam

kegiatan akademis, dimaksudkan

untuk

membedakan

-'-'J3r1 penulisan

hukum

dalam kaitannya

dengan kegiatan

yang bersifat

praktis

yang

lebih

-

'-.ikan

untuk

memecahkan masalah-masalah

praktis. Bidang

ilmu

hukum

memiliki

karaktar

--.

lihas

yakni

dengan dengan

sifat

empirisnya.

Sifat

khas (suigeneris),

ilmu

hukum

tersebut

:

:':ikan (a)

bersifat

empirik

analitis

yakni

memaparkan

dan

menganalisis terhadap

isi

dan

:*.'--ur hukum,

(b)

sistematis gejala

hukum yakni

melakukan interprestasi terhadap substansi

*''*:1

\jang berlaku, (c)

menilai

hukum yang berlaku, (d)

arli plaktis ihnu

hukum berkaitan erat

'

Bambang sunggono, tgg7, Metodologi Penelitian Hukum, pr. Raja Grafindo persada, Jakarta, h. 2g-2g. aRony

Hanitjo Soemitro, 1988, Metodotogi penulisan Hukum, dan Jurimetri, Cet lll, Ghalia lndonesia, h. 25.

(23)

r=i

dimensi normatifnya.

Bila

dilihat

substansi

penulisannya,

menurut Rony

Hanitjo

-r-'ro

penulisan

hukum

dapat

dibedakan

menjadi

penulisan

yang bersifat normatif

dan

. :.:ll,'

Penelitian merupakan

suatu kegiatan

ilmiah

dengan

mencari data suatu

masalah,

-.:-ukan

suatu metode yang bersifat

ilmiah

yaitu

metode penelitian yang

sesuai dengan yang

-

---

iiteliti'

Inti

dari metodelogi dalam setiap penelitian hukum adalah menguraikan tentang tata

*.

cagaimana suatu

penelitian hukum

itu

harus dilakukan.6Suatu metode merumuskan cara

:

:

&t&u tata kerja untuk dapat memahami obyek yang menjadi sasaran

ilmu

pengetahuan yang

-::::ngkutan.

Jadi suatu metode

dipilih

berdasarkan dan memperlimbangkan

keserasian dengan

-

:-'nya serta metode yang digunakan sejalan dengan tujuan,sasaran,variabel dan yang hendak

-

.-.ti.

Sedangkan metode

penelitian

menguraikan secara

teknik

apa

yang

digunakan dalam

.:-:litiannya.7

Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian

ini

dapat diuraikan sebagai

-

;::'Ut

:

Bab

.III.1.

Jenis penelitian

Pada penulisan

ini,

dalam

upaya

mengkaji dan

mencari pemecahan terhadap masalah

--:

penulis

kemukakan, maka

jenis

penelitian yang

digunakan adalah penelitian

hukum

'

=':irisartinya

penelitian lapangan.ssuatu penelitian dengan mengkaji penlasalerhan ber-dasarkan

-'-::

\'ang terjadi

di

lapangan. Penelitian

ini

menitikberatkan pada Pemahaman clan pernanfaatan

.::k

Kolektif

oleh para

UMKM

di

Bali.

'tbid, h. 26.

6Bambang

Waluyo, 2008, Penelitian Hukum Dqlom Prqktek,sinar Grafika, Jakarta, h.17.

,

'Noeng Maharjid,199O, Metodelogi Penelitian Kwantitqs,Rake Sodasih, yogyakarta, h.3"

' 3ambang Waluyo op,cit,h.t6.

(24)

.

::

Iil,

2. Sifat penelitian

?enelitian

ini

bersifat

deskriptif

yang mana bertujuan untuk melggambarkan secara tepat

-

-,--t

suatu

individu,

keadaan, gejala atau kelompok tertentu

untuk

menentukan penyebaran

---.ejala,

untuk

menentukan ada

tidaknya

hubungan suatu gejala dengan gejala

lain

yang

I -:r:i

di

dalam

suatu masyarakat.ePenelitian

ini

dilakukan

dengan

mengkaji

dan menelaah

-

" 3I1g tejadi

di

lapangan, yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran nyata clari fakta yang

-..

: dengan permasalahan yang ditangani.

.

.:rs

dan sumber data

=:is data

Jenis data yang digunakan

dalam

mengkaji penulisan

penelitian

ini

adalah data primer

-

-

l3t?

sekunder. Data

primer

adalah data dasar yang diperoleh langsung

dari

objek penelitian

-

--

observasi, wawancara

dari

informan dan responden, sampel dan sebagainya.l0 Data primer

-

--:iri

penelitian

ini

diperoleh

dari

wawancara

dengan para

pihak

yang

terkait

dengan

:-::-3sal&han yang akan

diteliti

dan data sekunder adalah data yang diperoleh dari bahan-bahan

::-stakaan'll

Dalam penelitian

ada beberapa

jenis

pendekatan,

yaitu

pendekatan

perundang-'-'-:-ngan (statute approach), pendekatan kasus (case approach), pendekatan historis

(historical

-:

-cach),

pendekatan konseptual (conseptual

approach).

pendekatan

fakta (fact

approach),

--:*-- : endekatan perb andingan (c o p a r a t ifup p r o a c h ) .1

2

-Amiruddin

& Zainal Asikin, 2Q04, Pengontor Metode Penelition Hukum, pr Raja GrafinrJo persada, Jakarta,

::

:-^

--Soerjono

Soekanto dan Sri Mamudji, 2005, CetakanV, Penelition Hukum Normatif Suotu Tinjouan Singkat, : r..awali, Jakarta, h.12.

".tbid, h.t4-75. -'Peter

Mahmud Marzuki, 2005, Penelition Hukum, Kencana prenada Media, Jakarta,h.97.

(25)

l:ndekatan

yang digunakan dalam penulisan

ini

adalah pendekatan

fakta

(fact approach)

*r

*-

-r, SumberData

lata

Primer yang

digunakan

dalam penelitian

ini

sumber datanya

diperoleh

dari

r":

.-r-ir

lapangan

(/ield

research),

yaitu

data-data.

yang diperoleh

dengan

mengadakan

:1:--''ll1

langsung

ke

lapangan, yang dilaksanakan dengan metode wawancara dan kuisioner.

;: I

--rl

Terry

Hutchinson

" non

doctrinal

research is characterizecl by a lesser emphasis on the

.

''.

qnd secondary source

of

law

".t3yang artiinya

penekanan peneliti

itian

doktrinal

ditandai

'

-'

.:mber

hukum

primer

dan sumber

hukum

sekunder.

Dalam arlian penelitian

ditekankan

'-:'

s:mber lapangan

untuk

memperoleh data

primer,

sedangkan data yang bersifat sekunder

.

,::,-eh

dari

bahan-bahan

tertulis

baik dari

bahan

hukum

maupun

non hukum.

bahan-bahan

' -

-

:remberikan

penjelasan tentang bahan

hukum

primer, meliputi hasil

penelitian

hukum,

-

.::r1'a dari kalangan hukum dan seterusnya.loData sekunder yang sumber datanya diperoleh

**-

::nelitian

kepustakaan

(library

research),

yaitu

data-data ataubahan penulisan

ini

diperoleh

-

*-

--:eratur-literatur dan peraturan perundang-undangan

yang

ada kaitannya dengan masalah .- -: -.i&fl lIIl,'"

-

=.nik

Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data

di

lapangan,

teknik

yang

dipergunakan

adalah

teknik

-

::cara

atau interview. Menurut

M.

Mochtar, teknik wawancara adalah;

"Teknik

atau metode

':::sroleh

informasi untuk tujuan

penelitian

dengan

cara melakukan

tanya

jawab

secara

*-'!ing

(tatap

muka),

antara pewawancara dengan responden, Selain dengan earatatap muka

"

-:rry Hutchinson, 2002, Reseorching and writing

in law, Lawbook, co Riverwood, NSW, h.1g.

-

"' att, Robert, 200!, concise Legol Research, The Federation press, Leichhardt, NSW, h.l,

'':-'nan

Ashshofa, 2oo!,

Metode penelition Hukum, cet. lll, Rhineka cipta, Jakarta, h.103.

(26)

'|LrL',"

-"-:::

:3pat dilakukan

secara

tidak

rangsung dengan terepon

atau

surat,,.r6wawancara

"'

:iri

r:r--'-r

kebebasan yang terbatas pada para penan yal

interviewer

untukmenanyakan lain di

'iiiu

r'::--l:iil'

Namun

kebebasan tersebut tetap

terbatas sepanjang

tidak

menyimpang

clengan

:i:''".*-*

:=:elitian

yang telah

dirumuskan"lT,wawancara

dapat dibedakan

menjadi

wawancara 'lr"-r-*r-r-r':ertutup

yaitu

jawabannya

telah

disediakan

lebih dahulu dan

responden tinggal

-r:' -

:iantara

jawaban yang telah

disediakan, wawancara

tidak

berstruktur/ terbuka yaitu

'-

terbuka

yang memungkinka,

responden

untuk

menjawab

sesuai dengan keinginan

m

lo'F'ltperoleh

informasi lebih

banyak serta

lebih

mendaram.t'Data

primer

adalah

*Data

yang

numrytrttan oleh peneliti sendiri

selama

penelitian

berlangsung.Berarti

bahwa pada

waktu

prmn;*n

dimurai data berum ada,

baru

ad,a dataseterah penelitian berrangsung,,.re

Pengumpulan data sekunder melalui studi kepustakaan

atau

ribrary research,teknik

yang

hryi'nekan

adalah membaca, menganalisa

literatur-riteratur yang

terkait

dengan masarah yang

ffi'

sehingga nantinya akan

ditarik

sebuah kesimpulan

terhadap data tersebut.Studi dokumen

uE

di

istilahkan

dengan

studi

kepustakaan

yang

merupakan

bagian

penting

daram

setiap

ditian-Tujuan

studi

kepustakaan

adalah

menunjukkan

jaran

pemecahan

permasarahan

nrplifian.20

Instrumen

yang

dipergunakan

untuk

mengumpulkan

data

sekunder

adalahkartu yang

mf,

sesuai dengan

pokok

bahasan

yang

ada hubungannya dengan

permasarahan

ucitian'Datayangdiperoreh

dari

bahan-bahan pustaka mencakup sebagai berikut :

.

-"iochtar,Lggg, peng-antar Mebdorogi penerition, sinar

Karya Dharma, Jakarta, h. 7g.

-

? Joko

subagyo' L991, Metode penle,tition Dolom

reori aon

iratiot,

nineka cipra, Jakarta, h. 43

'

':,':aris' 2oog, Metode peneritian

Suotu pendekoton proposar,

BumiAksara, lakarta, h.66.

-""uhammad

Zainuddin,

,rrr,

irrrirto-gi

eenetitian, Laksbang Justitia surabaya, h. 34.

' = '-cang sunggono, 2005, Metode penerition Hukum,pr

Raja Grafindo persada, h. 42.

(27)

:':-hukumprimeryaitubahan-bahanhukumyangmengikat;

.-

--

L,,1,r1111

Sekunder yung

*.*u.r-itut,

p"nl.iuru:n

n

.t

genai bahan

hukum

primer'

- ::-:. Ilur\u

:::3:ii

misalnya,

rancangan

#il-;ilaig,"hasil-hasil

ienelitian' hasil

karya

dari

;*

T.[l,Ti;,1?i,'ffi:Xi?fr

*

vans,memb

erikan

petunj

uk

maupun penj

elasa'

:.:-aJap

bahan hukum

primer

dan

slnrrder,

contohnya adatan kamus' ensiklopedia'

,:-:3{s kumulatif,

dan seterus ny a'21

!.-

*:...,gan

dengan bahan

hukum primer,

E.

campbell,

seperti

yang dikutip

oleh

.

--:

. -:-:.1o. mengemukakan bahwa:

1

-...:.hukumprimermeliputi.dokumen.dokumenresmidar.iyangberlvenang

_"::.-:3ntUk

hukum (the

autho.ituti,..,."ords

of

the

law

made

by

the

lar,v making _ _ - -:-:arives). Demikian pula, dinyatakan oi"r-,

wuu

bahwa sutnber bahan hukum primer

_--..:_:. dokumen-dokumen

hukum

y;^iiu"",

oleh

lembaga-lembaga (badan-badan)

__.: :erwenurrg

*.rrifr.niuf. frufr*(t6-e

primary

sources of

Ialv

are

those authoritative

.:-,:iS

of

law

made

by

law

making

u"ai.tl

yang

meliputi

perundang-undaugan yang

_

:.-::

oleh

parremen,

peratrrur-p.ru,iri"r,"1..,jur:"r.an-t<euiia[an,

perintah-perintah dan

--,:-badan

p.-;;;i*i

tuturn

Oan

laporan-laporan

tlntang

keputusan-keputusan

:t-,1:Q3

yalg

berw*urrg

dan laporan-laporan tentang putusan

hakim

pengadilan yang

.

_.

-tSlfrrder,

selain memberikan penjelasan terhadap bahan hukum primer' letapi iuga

--.:tpbell

merupakan

"Bahan

hukum

yang dipublikasi,

tidak

termasuk

laporan

dari

pembentuk

hukum (the publication that

pertain

to

law

which

are not

themselves

imive

records of legal

rules)"

'23

5.Pengolahan Dan Analisis Data

-

:,---:- Pengolahan Data

.:.<nikpengolahandatadalampenulisaninidenganmengumpulkandanmengambildata

ru-r

.j-!:

lapangan meupun

dari

kepustakaan kemudian

diolah

secara

kualitatif

dan disajikan

Eq@:[,Jeskriptif

kualitatif, yaitu

dengan menggambarkan secara

lengkap sebagaimana

adanr:

ffiriMamudji,l99o,PenelitiqnHukumNormotif:SuotuTinjouonSingkat,Ra,:'..:

.

=::

lsllanjutnya disebutSoerjono Soekanto'll'-11*^11:- Dara\,2n2n perizinan dan Penegakan

i-

r-'

,

.="ilil1l,Jtil;J"'J.;,:-"Jf#;on,r,-rr",rr,

Datam perayanan Perizinan dan Penegakan

i-r-^.

|-.'.:?^lkandi

Wilayah Laul,,,Disertosl,ProgramPascasarjanaUniversitasAirlangga,Surabaya,h.

14,].-::

:.,.j3ambell,1996,Lego!ReseorchMaterialsondMethod,TheLawBookCompanyLimited,Sydnel,,.'1.:

tt : ).

(28)

.;1'.-;--spek yang berkaitan

dengan masalah

yang

dibahas sehingga dapat diperoleh

;

:r.:r.lrr dan

suatu kesimpulan.

Setelah

data sudah

terkumpul

baik

dari

penelitian

-

'-

:enelitian

kepustakaan kemudian

di

klasifikasikan

secara

kualitatif

sesuai dengan

yang

diteliti

dan kemudian

di

analisis

dengan

teori-teori

yang relevan

dengan

dan kemudian

di

simpulkan untuk menjawab permasalahan tersebut.

- - {^+^

- ----_: -: ud,Ld.

-*.lisis

data merupakan kegiatan

untuk mengkaji

atau menelaah

hasil

pengolahan data

;; *

:antu

dengan

teori-teori

hukum,

proses

untuk

menganalisis

data dilakukan

sebagai

:.

\4enggabungkan

antaru

data satu

dengan data

yang

lainnya

sesuai

dengan permasalahan yang akan

dikaji.

:.

Untuk

memahami makna

dari

keseluruhan

data

hasil

suatu penelitian

digunakan

teknik interpretasi, sehingga memperoleh gambaran permasalahan yang akan

diteliti.

.*

:::ruk

analisis yang dilakukan

merupakan penjelasan-penjelasan,

bukan

berupa

angka--"r..

.

s:atistik atau bentuk angka lainnya.2a

-

..:lk

penyajian data

Setelah menganalisis data

melalui

penafsiran atas keseluruhan data yang diperoleh dari

::*:--::an,

selanjutnya data tersebut

disajikan

secara

deskriptif

dengan menggambarkan secara

--:::

Derrnasalahan

yang

diteliti

dengan

ulasaR rnenggunakan

teori-teori

hukum.Data

yang

---'.-.-kan

adalah data

kualitatif

berupa

"lnformasi

yang bersifat

menerangkan clalam bentuk

*' =.

maka data tersebut

tidak

dapat

diwujudkan

dalam

bentuk

angka-angka, melainkan

t"

rbid,, h. 106.

(29)

i

*r:u

penjelasan

yang

menggambarkan keadaan, proses, peristiw'a teftetltu.25Searah

..--..:.

runtun,

logis

dan

efektif,

sehingga memudahkan pemahaman dan interpretasi data

data dilakukan secara komprehensif dan lengkap".26Komprehensif diartikan bahwa

-::a

secara

"Mendalam dari

berbagai aspek sesuai dengan

lingkup

penelitian.Lengkap

":"k

ada bagian yang terlupakan, semua sudah masuk dalam analisis"2T

:\

.BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN.

e,tr Biaya.

Biaya penelitian

ini

40.000.000 dengan

rincian

sebagai berikut.

-1.2

Jadwal Penelitian

-1.2.1

Tahun

Pertama

t'

rbid., h.94.

tu

Abdulkadir Muhammad, 2OO4,Hukum don Penelitian Hukum, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung,h.772.

:-I Dlo.

Gajih/upah Rp.4.000.000

B ahan/perangkat penunj ang

Rp.

16.000.000.

Perjalanan Rp. 8.000.000.

Perrgalahat

data, Laporan, Publikasi

dalam jurnal,

menghadiri seminar, Pendaftaran

HKI

dan

Lain-lain

Rp

12.000.000.

Jenis

Kegiatan

Bulan

1 ,' 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Pembuatan

Proposal Tahap

I v

-

Persiapan 2L

(30)

knelusuran

khan

F:nelitian

?enyusunan

lelaporan

707o Penelitian ? envusunan

.rporan

100% Felaporan 100% Fenelitian Jenis

Kegiatan

Pembuatan

Froposal Tahap

n Fersiapan Pengurusan

Ijin

Penelitian

1.2.2Tahun Kedua

?.laporan

707o

!

enelitian Penelusuran Bahan 22

(31)

: - :.,1.3fI

:

- SUnan

- :rn

100% :

t

",

LIiln

: :.:!ufill

,

"

.litian

.

.nis Kegiatan

Pembuatan

Proposal

TahaP

I

Persiapan Pengurusan

Ijin

P enelitian Penelusuran Bahan

Penelitian

Penvusunan

Pelaporan

70%o Penelitian r,1.3

Tahun Ketiga

10o/o

(32)

: : :'. USUtrSIl

furen

fiAyo

fbclitian

: .)

-.:elitian

24

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil pengujian dapat diambil beberapa kesimpulkan bahwa dengan menerapkan sistem Autentikasi Hotspot menggunakan Radius Server pada jaringan wireless,

Jika ingin mengubah data, langkah awal yang dilakukan adalah dengan mencari kode barang yang ingin diubah pada kolom masukkan kode barang dan klik tombol “Cari”, lalu jika data

Jenis-jenis karakteristik pola perjalanan wisatawan yang diamati dalam penelitian ini antara lain terdiri dari tujuan wisata, motivasi wisata, informasi wisata, cara berwisata,

6) Periksa kembali dengan teliti data barang yang akan dipesan, jika yakin sudah benar klik tombol Proses untuk menyimpan data tersebut. 7) Setelah klik tombol Proses maka akan

Sub menu Tambah kelas berfungsi untuk menambah kelas baru dengan mengisi data nama kelas dan nama wali kelas, kemudian klik simpan untuk menyimpan data atau kembali untuk

Untuk memenuhi pelayanan yang baik dan efisien terhadap para anggotanya, perpustakaan memerlukan suatu sistem informasi yang dapat membantu para anggota dalam

REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA SURAT PENCATATAN CIPTAAN Dalam rangka pelindungan ciptaan di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra berdasarkan

REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA SURAT PENCATATAN CIPTAAN Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun