24 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penyelesaian masalah ini yaitu pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif digunakan sebab informasinya berbentuk angka-angka serta dilakukan analisis statistik (Alfianika, 2018).
Penelitian kuantitatif pula bertujuan guna membantu menemukan hubungan antar variabel dalam suatu populasi.
3.2 Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Museum Nasional Sejarah Alam yang dikelolah oleh Lembaga Smithsonian, Amerika Serikat yaitu data awal erupsi Gunung Api Anak Krakatau hingga akhir erupsi dan juga nilai Volcanic Explosivity Index (VEI). Data tersebut merupakan data sejarah letusan Gunung Api Anak Krakatau dari tahun 1883 hingga tahun 2018. Sumber data lainnya yaitu stellarium web yang berupa data jarak bulan ke bumi, jarak matahari ke bumi, dan fase bulan saat erupsi terjadi.
3.3 Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini adalah variabel yang digunakan dalam membangun dan mengkaji model regresi polinomial antara hubungan bumi, bulan, dan matahari terhadap aktivitas Gunung Api Anak Krakatau. Adapun pembagian variabel yaitu variabel terikat dan variabel bebas yang terdiri dari:
1. 𝑌1: Durasi Erupsi (Te)
Durasi erupsi adalah waktu lamanya Gunung Api megalami erupsi, yang dihitung dari tanggal awal erupsi Gunung Api Anak Krakatau hingga tanggal berakhirnya erupsi Gunung Api Anak Krakatau.
2. 𝑌2: Durasi Istirahat (Tr)
Durasi istirahat adalah waktu lamanya Gunung Api tidak erupsi, yang dihitung dari tanggal akhir erupsi Gunung Api Anak Krakatau hingga tanggal awal erupsi selanjutnya.
25 3. 𝑌3: Nilai VEI
Nilai VEI merupakan skala numerik yang mengukur besarnya daya erupsi Gunung Api Anak Krakatau yang bernilai dari angka 1 sampai 8.
4. 𝑋1: Jarak Bumi-Bulan
Jarak Bumi-Bulan adalah jarak dari bumi ke bulan saat awal erupsi Gunung Api Anak Krakatau terjadi, yang dilihat dari bawah Gunung Api Anak Krakatau yang dapat dilihat dengan menggunakan Stellarium Web.
5. 𝑋2: Jarak Bumi-Matahari
Jarak Bumi-Matahari adalah jarak dari bumi ke matahari saat awal erupsi Gunung Api Anak Krakatau terjadi, yang dilihat dari bawah Gunung Api Anak Krakatau yang dapat dilihat dengan menggunakan Stellarium Web.
6. 𝑋3= Fase Bulan
Perhitungan Fase bulan dilihat dengan menggunakan Stellarium Web pada awal erupsi Gunung Api Anak Krakatau Meletus.
Tabel 3. 1 Variabel Penelitian
Variabel Keterangan Satuan
𝑌1 Durasi Erupsi Hari
𝑌2 Durasi Istirahat Hari
𝑌3 Nilai VEI -
𝑋1 Jarak Bumi-Bulan Km
𝑋2 Jarak Bumi-Matahari Km
𝑋3 Fase Bulan Persen
3.4 Metode Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi polinomial dengan model yang digunakan merupakan modifikasi dari model regresi linier berganda. Tujuan dari metode analisis regresi polinomial ini adalah membangun dan mengkaji model terbaik regresi polinomial bagi permasalahan aktivitas Gunung Api Anak Krakatau dan melihat ada tidaknya pengaruh antara jarak bumi, bulan dan matahari terhadap aktivitas Gunung Api Anak Krakatau.
26
Dalam melakukan analisis ini dapat mengetahui besarnya korelasi hubungan antara jarak bumi, bulan dan matahari terhadap aktivitas Gunung Api Anak Krakatau.
Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Menentukan Variabel Terikat dan Variabel Bebas
Menentukan variabel terikat mana saja yang akan dianalisis regresi, variabel terikat dan variabel bebas pada penelitian ini ada tiga yaitu durasi erupsi, durasi istirahat, nilai VEI, jarak bumi-bulan, jarak bumi-matahari, dan fase bulan.
2. Melihat Pola Hubungan
Dari variabel bebas dan terikat yang telah ditentukan, selanjutnya adalah melihat pola hubungan dengan tujuan model mana yang paling tepat untuk menganalisis data. Pola hubungan yang digunakan pada penelitian ini yaitu model linier dan model polinomial ordo ke-𝑘.
3. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui model yang didapat sudah dianggap baik atau belum dengan terdiri dari tiga uji yaitu uji normalitas, uji heterokedastisitas, dan uji autokorelasi.
4. Uji Koefisien Regresi Polinomial
Melakukan uji simultan (Uji F) untuk mengetahui hubungan secara simultan antara variabel bebas dengan variabel terikatnya, dilakukan pula uji secara parsial (Uji t) untuk mengetahui hubungan secara parsial antara variabel bebas dengan variabel terikatnya, dilakukan pula perhitungan koefisien determinasi dan korelasi ganda untuk mengetahui besar hubungan dan arah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikatnya.
5. Interpretasi Model Regresi Polinomial
Model yang telah dianggap baik dapat dianalisis dengan menjelaskan maksud dari setiap koefisien dan variabel yang didapat.
27 6. Penarikkan Kesimpulan
Pada akhir metode ini dilakukan penarikan kesimpulan sebagai jawaban dari permasalahan yang ditetapkan.
3.5 Diagram Alir Analisis Regresi
Input Data
Penentuan Variabel Terikat dan Variabel Bebas
Mulai
Melihat pola hubungan antar variabel terikat dengan varibel bebas (Linier atau Polinomial
ordo ke-𝑘)
Pengujian Asumsi Klasik Uji Normalitas
Data telah memenuhi uji normalitas?
Transformasi Data
Ya
Tidak
1
Pengujian Asumsi Klasik Uji Heteroskedastisitas
Data telah memenuhi uji heteroskedastisitas?
Transformasi Data
Ya
Tidak
28 Pengujian Asumsi Klasik
Uji Autokorelasi
Uji Run Test
Ya
Tidak
Interpretasi Model Regresi
Kesimpulan
Selesai
Gambar 3. 1 Diagram Alir Analisis Regresi 1
Data telah memenuhi uji autokorelasi?
Uji F (Uji Simultan)
Uji t (Uji Parsial)
Koefisien Determinasi
Koefisien Korelasi Ganda
Legenda:
: Connector
(penyambung proses) : Processing (proses yang dilakukan) : Terminator (permulaan
dan akhir suatu proses) : Proses Input atau Output
: Decision (pemilihan proses berdasarkan kondisi)