39 BAB III
DESKRIPSI WILAYAH 3.1 Gambaran Umum Kabupaten Bondowoso
Kabupaten Bondowoso dengan luas daerah 1.560,10 km2 yang secara geografis terletak di daerah bagian timur Provinsi Jawa Timur dengan jarak dari Ibu Kota Provinsi Jawa Timur (Surabaya) yaitu sekitar 200km. Koordinat daerah terletak antara 113°48′10″- 113°48′26″ BT serta antara 7°50′10″- 7°56′41″ LS serta suhu udara 25°C- 15°C. Kabupaten Bondowoso memiliki batas-batas daerah dengan daerah sekitarnya yaitu :
Sebelah Utara : Kabupaten Situbondo
Sebelah Selatan : Kabupaten Situbondo serta Banyuwangi
Sebelah Barat : Kabupaten Situbondo serta Kabupaten Probolinggo Daerah Kabupaten Bondowoso tidak dilalui jalan utama Pantura yang menghubungkan Banyuwangi-Situbondo-Probolinggo-Pasuruan-Surabaya, serta pula tidak dilalui jalan selatan yang menghubungkan Banyuwangi-Jember- Lumajang-Probolinggo-Pasuruan-Surabaya. Kabupaten Bondowoso cuma dilalui jalan Situbondo-Bondowoso-Jember ataupun kebalikannya.
Gambar 3.1 Peta Batas Wilayah Administrasi Kabupaten Bondowoso
Adapun Pembagian Batas Wilayah Administrasi yang ada di Kabupaten Bondowoso yang terdiri dari 23 Kecamatan, 10 Kelurahan, 209 Desa dan 1.412 Dusun dengan pusat pemerintahan berada di Kecamatan Bondowoso. Dapat dilihat pada tabel berikut ini :
40 TABEL 3.1
Pembagian Wilayah Administrasi Kabupaten Bondowoso
No Kecamatan Ibukota Kecamatan
Jumlah Kelurahan
Jumlah Desa
Jumlah Dusun
Jarak Dari Ibukota Kecamatan
ke Ibukota Kabupaten
Luas Wilayah
(Km2)
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Maesan Maesan - 12 62 13 5.603,30
2 Grujugan Taman - 11 49 7 7.444,70
3 Tamanan Tamanan - 9 52 15 2.815,10
4 Jambesari Jambesari - 9 41 10 3.010,50
5 Pujer Kejayan - 11 80 12 3.988,90
6 Tlogosari Pakisan - 10 98 17 11.091,70
7 Sukosari Sukosari Lor - 4 31 22 2.317,27
8 Sbr.Wringin Sbr.Wringin - 6 71 27 13.794,73
9 Tapen Tapen - 9 52 16 5.704,20
10 Wonosari Wonosari - 12 72 10 4.227,20
11 Tenggarang Tenggarang 1 11 69 2 2.579,50
12 Bondowoso Dabasah 7 4 19 2 2.315,80
13 Curahdami Curahdami 1 11 111 3 5.028,59
14 Binakal Binakal - 8 51 7 3.903,91
15 Pakem Patemon - 8 47 18 6.208,20
16 Wringin Wringin - 13 92 16 5.801,00
17 Tegalampel Sekarputih 1 7 54 2 3.702,75
18 Taman Krocok
Taman - 7 47 12 5.300,35
19 Klabang Klabang - 11 49 19 9.120,40
20 Botolinggo Lumutan - 8 100 25 12.741,45
21 Ijen Sempol - 6 38 74 20.720,00
22 Prajekan Prajekan Lor - 7 34 24 5.664,55
23 Cermee Cermee - 15 93 32 12.920,40
Jumlah 10 209 1.412 156.010,0
41
0 Sumber : Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Bondowoso, 2019
3.2 Topografi Wilayah
Kabupaten Bondowoso terletak pada ketinggian 73-3.287m diatas permukaan laut (dpl), dengan rata-rata ketinggian sebesar ±253m dpl. Daerah yang paling tinggi ialah 3.287m dpl tepatnya di puncak Gunung Raung yang masuk dalam daerah Desa Gunosari Kecamatan Tlogosari, sebaliknya pada dataran rendah dengan ketinggian 73m dpl terletak di Desa Grujugan Kecamatan Cermee.
Tabel 3.2
Klasifikasi Ketinggian Tempat Menurut Kecamatan No Kecamatan Tinggi Di Atas Permukaan
Laut (M dpl)
1 2 3
1 Maesan 386,00
2 Grujugan 357,00
3 Tamanan 345,00
4 Jambesari DS 345,00
5 Pujer 371,00
6 Tlogosari 475,00
7 Sukosari 529,00
8 Sbr.Wringin 700,00
9 Tapen 184,00
10 Wonosari 253,00
11 Tenggarang 240,00
12 Bondowoso 253,00
13 Curahdami 247,00
14 Binakal 238,00
15 Pakem 500,00
16 Wringin 502,00
17 Tegalampel 240,00
42
18 Taman Krocok 225,00
19 Klabang 162,00
20 Botolinggo 128,00
21 Ijen 1.130,00
22 Prajekan 54,00
23 Cermee 116,00
Sumber : BPS Kabupaten Bondowoso, 2018
3.3 Hidrologi
Kabupaten Bondowoso terletak pada 113°48′10″-113°48′26″ BT dan antara 7°50′10″-7°56′41″ LS, yang didominasi oleh dataran besar yang bermacam-macam terdiri dari 44,4% pegunungan serta perbukitan, 30,7% dataran rendah, serta 24,9% dataran tinggi. Yang terletak diantara pegunungan Kendeng Utara dengan puncaknya Gunung Raung, Gunung Ijen di sebelah timur serta pegunungan Hyang dengan puncak Gunung Argopuro, Gunung Krincing serta Gunung Kilap di sebelah barat. Sebaliknya disebelah utara ada Gunung Alas Sereh, Gunung Biser serta Gunung Bendusa.
Pola aliran sungai dendritik tercipta akibat geomorfologi perbukitan yang sangat dominan pengaruhi keadaan daerah Kabupaten Bondowoso. Sungai utama yang lewat daerah Kabupaten Bondowoso merupakan Sungai Sampean yang membelah daerah kabupaten, Sungai Deluwang di sisi barat, serta Sungai Telaga di sisi timur. Kabupaten Bondowoso terletak pada tiga Daerah Aliran Sungai (DAS), ialah DAS Sampean, DAS Deluwang serta DAS Banyuputih (Kalipahit).
Sebagian besar daerah Kabupaten Bondowoso terletak dalam DAS Sampean. Ada 119 mata air yang tersebar di segala daerah serta tiga sumber air panas di Kecamatan Sempol, yang sebagian besar sumber tersebut sudah dimanfaatkan buat bermacam keperluan semacam air bersih, irigasi, perikanan serta pariwisata.
Keadaan daerah yang menjadikan Kabupaten Bondowoso mempunyai tingkat kerawanan yang lumayan besar terhadap terbentuknya bencana alam.
Tingkatan kemiringan serta tekstur tanah yang sedemikian, jadi salah satu pemicu terbentuknya erosi/longsor serta rendahnya jumlah cadangan air. Tanah yang
43
gampang erosi seluas 46.974,2 ha (30,1%) bisa ditemukan di nyaris segala kecamatan di Kabupaten Bondowoso. Terdapatnya dua gunung berapi yang relatif masih aktif (Raung serta Ijen), menjadikan Kecamatan Sempol, Tlogosari, Sukosari serta Sumberwringin lumayan rawan terhadap bencana vulkanis.
Sebaliknya ciri DAS Sampean yang menyempit di bagian hilir menjadikan sebagian kawasan (Klabang, Prajekan, Cermee, serta Kabupaten Situbondo) jadi rawan diterjang bencana banjir bandang.
3.4 Wilayah Rawan Bencana
Secara geografis Kabupaten Bondowoso ialah wilayah pegunungan yang berbukit dengan kelerengan yang bermacam-macam bisa membolehkan terbentuknya kawasan rawan bencana. Kawasan rawan bencana di Kabupaten Bondowoso terdiri dari daerah-daerah yang mempunyai tingkatan erosi besar, tanah gundul di kawasan hutan lindung, kawasan bantaran sungai, kawasan alur sungai (jalan) pembuangan air kawah, kawasan bersudut lereng lebih dari 40%
dengan struktur tanah relatif labil serta kawasan lain yang secara historis, geologis, serta ekologis kerap ataupun rawan hadapi banjir, longsor serta vulkanis (gunung berapi).
Ada sebagian bencana alam,bencana non alam serta bencana sosial di daerah Kabupaten Bondowoso, antara lain:
a. Bencana Gunung Berapi
Bencana gunung berapi terdapat di 6 kecamatan antara lain Tlogosari, Sumber Wringin, Ijen, Sukosari, Botolinggo serta Tapen.
b. Bencana Gempa
Bencana gempa terdapat di 23 kecamatan ialah Wringin, Tegalampel, Pakem, Binakal, Grujugan, Curahdami, Maesan, Bondowoso, Tenggarang, Tamanan, Jambesari, Pujer, Tlogosari, Sumber Wringin, Ijen, Sukosari, Botolinggo, Wonosari, Tapen, Taman Krocok, Klabang, Prajekan, serta Cerme.
44 c. Bencana Banjir
Bencana banjir terdapat di 19 kecamatan antara lain Tegalampel, Binakal, Grujugan, Curahdami, Maesan, Bondowoso, Tenggarang, Tamanan, Jambesari, Pujer, Tlogosari, Sukosari, Botolinggo, Wonosari, Tapen, Taman Krocok, Klabang, Prajekan serta Cerme.
d. Bencana Longsor
Bencana longsor terdapat di 15 kecamatan ialah Wringin, Pakem, Grujugan, Curahdami, Maesan, Bondowoso, Tenggarang, Pujer, Tlogosari, Sumber Wringin, Ijen, Sukosari, Botolinggo, Taman Krocok serta Klabang.
e. Bencana Angin Puting Beliung
Bencana angin puting beliung terdapat di 23 kecamatan ialah di Wringin, Tegalampel, Pakem, Binakal, Grujugan, Curahdami, Maesan, Bondowoso, Tenggarang, Tamanan, Jambesari, Pujer, Tlogosari, Sumber Wringin, Ijen, Sukosari, Botolinggo, Wonosari, Tapen, Taman Krocok, Klabang, Prajekan, serta Cerme.
f. Bencana Badai
Bencana badai terdapat di 13 kecamatan ialah di Wringin, Tegalampel, Pakem, Curahdami, Bondowoso, Tamanan, Tlogosari, Sumber Wringin, Ijen, Botolinggo, Klabang, Prajekan, serta Cerme.
g. Bencana Kekeringan
Bencana kekeringan terdapat di 7 kecamatan ialah di Wringin, Tegalampel, Binakal, Botolinggo, Taman Krocok, Prajekan, serta Cerme.
h. Bencana Kebakaran
Bencana Kebakaran terdapat di 21 kecamatan antara lain Wringin, Tegalampel, Pakem, Binakal, Grujugan, Curahdami, Bondowoso, Tenggarang, Tamanan, Jambesari, Pujer, Tlogosari, Sumber Wringin, Ijen, Sukosari, Botolinggo, Wonosari, Tapen, Taman Krocok, Prajekan, serta Cerme.
45 i. Bencana Kebakaran Hutan
Bencana kebakaran hutan terdapat di 14 kecamatan ialah di Wringin, Tegalampel, Pakem, Binakal, Grujugan, Curahdami, Maesan, Pujer, Tlogosari, Sumber Wringin, Ijen, Sukosari, Botolinggo, serta Klabang.
j. Bencana Epidemi
Bencana epidemi terdapat di 16 Kecamatan antara lain di Wringin, Tegalampel, Pakem, Grujugan, Curahdami, Maesan, Bondowoso, Tamanan, Tlogosari, Sumber Wringin, Ijen, Botolinggo, Wonosari, Tapen, Prajekan serta Cerme.
k. Bencana Polusi Lingkungan
Bencana polusi lingkungan terdapat di 3 kecamatan ialah Bondowoso, Tamanan, serta Prajekan.
l. Bencana Kecelakaan Industri
Bencana kecelakaan industri terdapat di 4 kecamatan ialah di Grujugan, Maesan, Ijen, serta Prajekan.
m. Bencana Kecelakaan Transportasi
Bencana kecelakaan transportasi terdapat di 14 kecamatan ialah di Pakem, Grujugan, Curahdami, Maesan, Bondowoso, Tenggarang, Tamanan, Pujer, Sumber Wringin, Ijen, Sukosari, Wonosari, Tapen, serta Prajekan.
n. Bencana Konflik Sosial
Bencana konflik sosial terdapat di 3 kecamatan ialah di Pakem, Grujugan, serta Botolinggo.
3.5 Kependudukan
Di tahun 2020 jumlah penduduk di Kabupaten Bondowoso sampai 776.151 jiwa yaitu dari 382.226 jiwa penduduk berjenis kelamin pria serta 393.925 jiwa berjenis kelamin wanita.
46
Tabel 3.5
Penduduk Kabupaten Bondowoso Menurut Kecamatan Tahun 2018
No Kecamatan Jenis Kelamin Jumlah
Laki-Laki Perempuan
(1) (2) (3) (4)
1 Maesan 24.100 25.065 49.165
2 Grujugan 18.101 18.764 36.865
3 Tamanan 18.663 19.356 38.019
4 Jambesari 17.459 18.253 35.712
5 Pujer 19.134 20.258 39.392
6 Tlogosari 22.322 23.224 45.546
7 Sukosari 7.321 7.880 15.201
8 Sumber Wringin 16.946 17.675 34.621
9 Tapen 16.119 17.432 33.551
10 Wonosari 19.457 20.550 40.007
11 Tenggarang 21.056 21.621 42.677
12 Bondowoso 35.544 37.500 73.044
13 Curahdami 16.399 16.583 32.982
14 Binakal 7.361 8.055 15.416
15 Pakem 10.484 11.244 21.728
16 Wringin 20.461 21.867 42.328
17 Tegalampel 13.340 14.315 27.655
18 Taman Krocok 7.928 8.553 16.481
19 Klabang 9.036 9.707 18.743
20 Ijen 6.129 6.177 12.306
21 Botolinggo 14.205 15.050 29.255
22 Prajekan 12.297 13.242 25.539
23 Cermee 22.121 23.852 46.064
Bondowoso 376.074 396.223 772.297
Sumber : BPS Kabupaten Bondowoso Tahun 2020
Jumlah populasi penduduk paling banyak sampai 73.044 jiwa terletak di Kecamatan Bondowoso serta jumlah populasi penduduk terkecil sebanyak 12.306 jiwa terletak di Kecamatan Ijen.
Penduduk Kabupaten Bondowoso apabila diklasifikasikan berdasar kelompok usia, sebagian besar didominasi oleh kelompok usia 15-64 tahun (umur produktif) berikutnya diiringi penduduk umur dibawah 15 tahun serta sisanya merupakan penduduk umur di atas 65 tahun.
47 Tabel 3.5
Komposisi Jumlah Penduduk Kabupaten Bondowoso Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2020
No Kelompok Umur Jenis Kelamin Jumlah
Laki-Laki Perempuan
(1) (2) (3) (4)
1 0 – 4 tahun 11.293,7 10.778,8 22.072,5
2 5 – 9 tahun 11.295,3 10.799,0 22.094,4
3 10 – 14 tahun 11.449,8 10.746,1 22.195,9
4 15 – 19 tahun 11.495,7 10.816,9 22.312,6
5 20 – 24 tahun 11.632,2 11.050,1 22.682,4
6 25 – 29 tahun 11.410,8 10.945,2 22.356,0
7 30 – 34 tahun 11.109,1 10.795,5 21.904,5
8 35 – 39 tahun 10.556,7 10.354,3 20.910,9
9 40 – 44 tahun 10.014,6 9.928,5 19.943,1
10 45 – 49 tahun 9.025,6 8.996,9 18.022,5
11 50 – 54 tahun 7.872,4 7.874,0 15.746,4
12 55 – 59 tahun 6.546,3 6.574,5 13.120,9
13 60 – 64 tahun 5.091,7 5.117,8 10.209,5
14 65 – 69 tahun 3.681,5 3.772,6 7.454,0
15 70 – 74 tahun 2.179,1 2.374,9 4.553,9
16 75+ 2.007,5 2.617,0 4.624,5
Jumlah 136.661,9 133.542,0 270.203,9 Sumber : BPS Kabupaten Bondowoso 2020
3.6 Tingkat pendidikan
Pendidikan adalah salah satu cara untuk mengembangkan keunggulan sumber daya manusia. Keberhasilan sektor tersebut menjadi tolak ukur atas pencapaian seluruh sektor pembangunan. Pendidikan membuat wawasan menjadi lebih bermanfaat, yang kemudian membawanya dalam lingkup dunia kerja.
Struktur pendidikan penduduk Kabupaten Bondowoso yang berusia di atas 10 tahun sebagian besar didominasi oleh penduduk tidak bersekolah, tidak tamat sekolah SD/MI, tamat SD/MI, dan tamat SMP yang mencapai 83,15%. Dalam hal ini menjadikan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Bondowoso sebagian besar berpendidikan setara SMP kebawah. Kondisi ini secara tidak langsung akan menjadi beban dalam upaya membangun daerah karena terbatasnya kemampuan
48
masyarakat dari sisi pendidikan. Sementara persentase penduduk menamatkan pendidikannya setingkat SMA/SMK dan Perguruan Tinggi masing-masing sebesar 12,91% dan 3,94%.
Tabel 3.6
Penduduk Usia 10 Tahun Ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan
No Uraian %
1 2 3
1 Tamat SMP sederajat kebawah 83,15%
2 Tamat SMA sederajat 12,91%
3 Perguruan Tinggi 3,94%
Sumber : BPS Jatim, 2017 3.7 Mata Pencaharian
3.7.1 Sektor Pertanian
Sektor ekonomi di Kabupaten Bondowoso adalah Sektor Pertanian yang merupakan salah satu sektor unggulan di Kabupaten Bondowoso. Ditunjukkan dengan banyaknya masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani dan buruh tani, serta luasnya pertanian di Kabupaten Bondowoso. Sektor ini telah memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kabupaten Bondowoso, bahkan bertambah tingkat meskipun pertumbuhannya relatif kecil dan stabil.
Sektor pertanian yang ada di Kabupaten Bondowoso yaitu meliputi :
a. Tanaman pangan pada produksi utama ialah padi, jagung, ketela pohon serta palawija.
b. Tanaman hortikultura atau sayur-sayuran antara lain cabe merah, cabe rawit, kentang, kubis serta tomat.
49
c. Tanaman buah-buahan antara lain durian, mangga, alpukat, pisang, stroberi, serta rambutan.
d. Tanaman perkebunan antara lain kopi, kelapa, tembakau, serta tebu.
e. Peternakan antara lain sapi, kambing, ayam serta itik.
3.7.2 Sektor Perdagangan dan Jasa
Pada sektor perdagangan serta jasa ini memberikan kegiatan ekonomi kepada masyarakat dengan mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah yang ada di Kabupaten Bondowoso, pusat perdagangan serta jasa ini salah satu contohnya adalah hotel serta restaurant, serta juga pasar desa. Tersedianya infrastruktur dan peluang perdagangan yang memadai di Kabupaten Bondowoso yang memadai yaitu adanya pertokoan, los, ruko serta pasar tradisional .
3.7.3 Sektor Perindustrian
Sektor Perindustrian ini mengarah kepada Industri Kecil dan Menengah (IKM) dengan memanfaatkan teknologi informasi dan berbagai jenis keragaman sumber daya lokal yang ada di Kabupaten Bondowoso. Peluang usaha yang ada di bidang industri ini pengolahannya masih sangat terbuka. Potensi yang ada di sektor perindustrian ini masih didominasi oleh sentra kecil dan menengah seperti :
a. Industri tekstil yaitu bordir dan batik.
b. Industri makanan yang meliputi tape, tahu, tempe, kue, krupuk dan kripik.
c. Industri galian non logam seperti batubata dan genteng.
d. Industri barang kayu serta hasil hutan antara lain mebel, anyaman bambu, serta pengelolaan kayu sengon.
e. Industri logam antara lain pande besi serta perhiasan dari kuningan.
f. Industri lainnya yaitu penggilingan gabah serta tepung.
Salah satu produk yang semakin berkembang adalah industri batik yang berada di Kecamatan Tamanan dan Maesan, batik diminati tidak hanya dari pasar lokal tetapi juga dari wisatawan asing yang tertarik dengan produknya. Merek batik ialah Batik Sumbersari di daerah Maesan dan Batik Lumbung di daerah Tamanan.
50
3.8 Gambaran Umum BPBD Kabupaten Bondowoso
Menurut Undang-Undang No.24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah merupakan lembaga pemerintah yang menjadi pengarah dan pelaksana dalam penanggulangan bencana. BPBD berada di bawah pengawasan pemerintah. BPBD ditempatkan disetiap daerah untuk menanggulangi bencana daerah, salah satunya adalah di Kabupaten Bondowoso.
Visi dan Misi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bondowoso
Visi :
Terwujudnya Penanggulangan Bencana di Kabupaten Bondowoso.
Misi :
Meningkatkan Penanggulangan Bencana secara Cepat, Tepat, dan Terpadu.
3.8.1 Tugas dan Fungsi BPBD Kabupaten Bondowoso, Struktur Organisasi
a. Tugas Utama dan Fungsi
Dalam menjalankan tugas dan fungsinya BPBD Kabupaten Bondowoso membentuk Peraturan Daerah Kabupaten Bondowoso Nomor 14 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bondowoso dalam pasal 4 BPBD yang memiliki tugas yaitu :
a) Menetapkan kebijakan dan arah yang adil dan tidak memihak mengenai inisiatif penanggulangan bencana termasuk pencegahan bencana, manajemen darurat, rehabilitasi serta rekonstruksi.
b) Perlunya pertimbangan standarisasi dan pelaksanaan penanggulangan bencana berdasarkan peraturan perundang-undangan.
c) Membuat, menentukan dan memberi tahu peta rawan bencana
51
d) Pengembangan dan pelaksanaan prosedur penanggulangan bencana yang konsisten.
e) Melaporkan pelaksanaan penanggulangan bencana kepada bupati sebulan sekali dalam kondisi normal setiap saat jika terjadi bencana.
f) Mengelola pengumpulan dan distribusi uang serta barang.
g) Bertanggung jawab atas penggunaan anggaran yang diterima dari APBD Kabupaten Bondowoso.
h) Pemenuhan kewajiban lain berdasarkan peraturan perundang-undangan yang ada.
Fungsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam menyelesaikan tugasnya adalah:
a) Menangani pengungsi dengan mengembangkan dan menetapkan kebijakan penanggulangan bencana dan bertindak cepat, tepat, efektif serta efisien.
b) Mengkoordinasikan penyelesaian kegiatan penanggulangan bencana secara menyeluruh, terencana dan terpadu.
c) Penyelesaian tugas lain yang diberikan oleh Bupati berdasarkan dengan tugas serta fungsinya.
Unsur-unsur organisasi BPBD Kabupaten Bondowoso terdiri dari : 1. Kepala
Ex-officio dijabat oleh Sekretaris Daerah 2. Unsur Pengarah
3. Unsur Pelaksana, yaitu:
1) Kepala Pelaksana 2) Sekretariat
a. Kepala Sekretariat
b. Kepala Sub Bagian Umum dan Keuangan
c. Kepala Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan 3) Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Kedaruratan
a. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan
52 b. Kepala Seksi Pencegahan
c. Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Kedaruratan 4) Bidang Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi
a. Kepala Bidang Logistik,Rehabilitasi dan Rekonstruksi b. Kepala Seksi Logistik
c. Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Berdasarkan Peraturan Bupati Bondowoso Nomor 49 Tahun 2010 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi BPBD Kabupaten Bondowoso, uraian tugas unsur-unsur organisasi BPBD Kabupaten Bondowoso sebagai berikut :
1. Kepala
Kepala Badan mempunyai tugas memimpin, melakukan koordinasi, pengawasan dan pengendalian dalam penyelenggaraan kegiatan penanggulangan bencana daerah.
2. Unsur Pengarah :
Unsur Pengarah mempunyai tugas memberi masukan dan saran kepada Kepala dalam penanggulangan bencana. Dalam melaksanakan tugas, unsur pengarah mempunyai fungsi :
a. Perumusan konsep kebijakan penanggulangan bencana nasional;
b. Pemantauan penanggulangan bencana;
c. Pengevaluasian dan penyelenggaraan penanggulangan bencana.
3.Unsur Pelaksana, terdiri dari : 1) KEPALA PELAKSANA
Tugas Utama :
Melaksanakan penanggulangan bencana secara terpadu yang meliputi prabencana, tanggap darurat serta pasca bencana.
Fungsi :
a. Mengkoordinir pelaksanaan penanggulangan bencana
53
b. Mempercayakan pelaksanaan penanggulangan bencana c. Pelaksana dalam pelaksanaan penanggulangan bencana 2) SEKRETARIAT
a. Kepala Sekretariat Tugas Utama :
Kepala sekretariat bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan program, manajemen, perencanaan sumber daya, bimbingan serta kerjasama.
Fungsi :
a) Koordinasi serta integrasi dalam lingkup BPBD.
b) Koordinasi, perencanaan serta perumusan pedoman teknis untuk BPBD.
c) Pembinaan dan pelayanan untuk pemerintah, peraturan serta perundang-undangan organisasi, administrasi, kepegawaian, keuangan, peralatan serta penganggaran untuk lembaga BPBD.
d) Hubungan masyarakat serta pembinaan dalam mengimplementasikan di ruang lingkup BPBD.
e) Sarana penyelesaian tugas serta fungsinya dalam manajemen penanggulangan bencana.
f) Mengkoordinasikan penyusunan laporan oleh BPBD.
3) BIDANG PENCEGAHAN, KESIAPSIAGAAN, DAN KEDARURATAN
a. Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan Dan Kedaruratan Tugas Utama :
Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, serta Kedaruratan bertanggung jawab mengkoordinasikan serta melaksanakan kebijakan umum di bidang penanggulangan bencana pada masa prabencana, tanggap darurat serta pemberdayaan masyarakat.
54 Fungsi :
a) Menyusun pedoman umum di bidang prabencana, tanggap darurat, tanggap pengungsi serta penanggulangan bencana untuk pemberdayaan masyarakat.
b) Mengkoordinasikan dan melaksanakan kebijakan umum dibidang penanggulangan bencana pada prabencana, tanggap darurat, penanganan pengungsi serta pemberdayaan masyarakat.
c) Membangun kemitraan di bidang penanggulangan bencana pada prabencana, tanggap darurat, serta pemberdayaan masyarakat.
d) Instruksi pelaksanaan dalam penanggulangan bencana ketika tanggap darurat.
e) Evaluasi dan analisis laporan tentang pedoman umum penanggulangan bencana untuk mengatasi prabencana, tanggap darurat, menangani pengungsi serta pemberdayaan masyarakat.
4) BIDANG LOGISTIK, REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI : a. Kepala Bidang Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Tugas Utama:
Kepala Bidang Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi bertanggung jawab mengkoordinasikan serta melaksanakan kebijakan umum dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana pada pasca bencana, dukungan logistik serta peralatan dalam penanggulangan bencana.
Fungsi :
a) Penyusunan pedoman umum di bidang penanggulangan bencana pada saat terjadi bencana, dukungan logistik serta
55
implementasi peralatan dalam pelaksanaan penanggulangan bencana.
b) Pelaksanaan persiapan perencanaan bidang logistik serta peralatan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.
c) Koordinasi dan pelaksanaan pedoman umum dalam penanggulangan bencana pada saat terjadi bencana, penyediaan logistik serta peralatan.
d) Mengawasi, mengevaluasi, dan menganalisis laporan pelaksanaan pedoman umum pada bidang logistik dalam pelaksanaan penanggulangan bencana pasca bencana.
56
Struktur Organisasi BPBD Kabupaten Bondowoso KEPALA
UNSUR PENGARAH
INSTANSI
PROFESIONAL/AHLI
UNSUR PELAKSANA KEPALA PELAKSANA
BPBD
KEPALA SEKRETARIAT
SUB BAG PERENCANAAN,
EVALUASI DAN PELAPORAN SUB BAG UMUM
DAN KEUANGAN
BIDANG LOGISTIK, REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI BIDANG PENCEGAHAN
DAN KESIAPSIAGAAN
SEKSI PENCEGAHAN
SEKSI KESIAPSIAGAAN DAN KEDARURATAN
SEKSI LOGISTIK SEKSI REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI