NOTA DINAS
Nomor: 02573/RO/01/2021/62
Kepada : Yth. Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Yth. Inspektur Wilayah IV
Tembusan : Yth. Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler (sebagai laporan) Dari : Sekretaris Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
Lampiran : 1 (satu) berkas
Perihal : Penyampaian dokumen Rencana Strategis (Renstra) Sekretariat Ditjen Protokol dan Konsuler Tahun 2020 - 2024
Merujuk perihal tersebut di atas dan menindaklanjuti Nota Dinas Sekretaris Jenderal Nomor:
25339/RO/12/2020/03 perihal Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) 2020 – 2024 Unit Eselon I dan II, bersama ini dengan hormat disampaikan dokumen Renstra Sekretariat Ditjen Protokol dan Konsuler tahun 2020 – 2024.
Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasama Saudara, diucapkan terima kasih.
Jakarta, 22 Januari 2021
Dyah Lestari Asmarani
NIP. 19750509 200012 2 001
RENCANA STRATEGIS
SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PROTOKOL DAN KONSULER
TAHUN 2020 - 2024
DIREKTORAT JENDERAL PROTOKOL DAN KONSULER
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala karunia dan rahmat-Nya, sehingga dokumen Rencana Strategis ( R e n s t r a ) Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Tahun 2020 - 2024 dapat disusun dan ditetapkan sebagai bagian dari 8 area perubahan Reformasi Birokrasi dalam hal penguatan akuntabilitas kinerja dan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel.
Rencana Strategis Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler disusun berdasarkan Renstra Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri, yang mengacu pada Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Strategis Kementerian/Lembaga Tahun 2020 - 2024 dan Peraturan Menteri Luar Negeri Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pedoman Sistem Manajemen Kinerja Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI. Dalam Rencana Strategis S ek r eta r iat Direktorat Jenderat Protokol dan Konsuler Tahun 2020 - 2024 menyajikan visi, misi, tujuan, sasaran strategis, strategi, target kinerja serta pendanaan.
Sesuai Rencana Strategis Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Tahun 2020 - 2024, ditegaskan Visi Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
“Menjadi Penyelenggara Layanan Dukungan Manajemen yang Profesional dalam upaya Pelindungan WNI di Luar Negeri dan Pelayanan Publik yang Prima, untuk mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong”.
Dalam proses mewujudkan visi tersebut, dilakukan pemantauan dengan m ekanisme monitoring serta evaluasi program/kegiatan pada Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler yang berkesinambungan. Selanjutnya guna memastikan terwujudnya visi Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler, perlu meningkatkan dan memperkuat sinergitas koordinasi dan memperluas kerja sama dengan berbagai pihak/para pemangku kepentingan.
Kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh jajaran di Sekretariat Direktorat Jenderat Protokol dan Konsuler serta semua pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam penyusunan Rencana Strategis Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Tahun 2020 - 2024. Semoga Rencana Strategis Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Tahun 2020 - 2024 dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan pada satuan/unit kerja di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler sampai dengan 5 (lima) tahun mendatang, serta memberikan arah dan sinergitas sebagai upaya perbaikan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
Jakarta, 22 Januari 2021 Sekretaris Direktorat Jenderal
Protokol dan Konsuler,
DYAH LESTARI ASMARANI
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
I.1. Kondisi Umum 1
I.2. Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) 3 BAB II VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS
II.1 Visi Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler 4 II.2 Misi Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler 4 II.3 Tujuan Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler 5 II.4 Sasaran Strategis Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler 7
LAMPIRAN
Lampiran 1: Matriks Strategi Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler 9
Lampiran 2: Matriks Target Kinerja 10
1 BAB I
I.1 Kondisi Umum
Selaras dengan visi Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler serta agenda Nawacita Prioritas Nasional 2015 – 2019 yaitu,"Menjadi penggerak utama pelayanan publik dan perlindungan WNI BHI yang prima", Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler sebagai Satuan Kerja Eselon II mempunyai visi "Menjadi Penyelenggara Pelayanan di Bidang Dukungan Manajemen yang Profesional”. Dalam upaya mewujudkan visi Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler tersebut, ditetapkan 2 (dua) misi sebagai berikut:
1. Menyediakan layanan Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler yang cepat, efektif, dan akuntabel.
2. Memperkuat strategi dan implementasi perencanaan dan organisasi.
Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai Satuan Kerja Eselon II di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler, telah menerapkan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) yang selanjutnya disebut Sistem Manajemen Kinerja. Hal tersebut merujuk Permenlu Nomor 4 tahun 2018 tentang Pedoman Sistem Manajemen Kinerja (SMK) Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan Republik Indonesia, setiap unit/satuan kerja dan pegawai di lingkungan Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI wajib menerapkan sistem manajemen kinerja berbasis balanced scorecard (BSC) dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.
Terkait hal tersebut, selama periode tahun 2015 – 2019 pelaksanaan kegiatan di Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler menggunakan rumusan Sasaran Strategis (SS), Indikator Kinerja Utama (IKU) dan target kinerja, sbb:
Sasaran
Strategis Indikator Kinerja Utama Target
2015 2016 2017 2018 2019 Meningkatkan
Kualitas dan Kapasitas Pelayanan Dukungan Manajemen dan Teknis
Administrasi serta Kualitas
Prasarana, Sarana dan Kelembagaan Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
Persentase Realisasi Anggaran
Ditjen Protkons 100% 100% 100% 100% 100%
Persentase Pemenuhan Kebutuhan Sarana dan Prasarana di Ditjen Protkons
100% 100% 100% 100% 100%
Persentase Penyelesaian Laporan
sesuai SOP 100% 100% 100% 100% 100%
Nilai Evaluasi Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah (AKIP) 70 71 72 73 74 Persentase Pegawai yang
ditempatkan sesuai Kompetensinya 100% 100% 100% 100% 100%
Persentase Penyelesaian Ucapan Selamat dan Simpati dari dan kepada Presiden, Wapres/Menlu sesuai SOP
100% 100% 100% 100% 100%
Seiring dinamika unit organisasi, efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan program dan kegiatan di Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler, pada periode tahun anggaran 2018 – 2019 terdapat beberapa perubahan SS, IKU dan target IKU, sbb:
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Target
2018 2019 Tata Kelola Organisasi di
Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler yang Baik
Nilai AKIP Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler 75 77 Indeks Engagement Pegawai di Direktorat Jenderal
Protokol dan Konsuler 3.7 3.75
SDM di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler yang Kompeten
Persentase Pejabat di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler yang Telah Memenuhi Standar Kompetensi Jabatan
80% 100%
Sarana dan Prasarana yang Memadai di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
Persentase Sarana dan Prasarana yang Dipenuhi sesuai dengan Rencana Kerja di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
100% 100%
2 Pengelolaan Anggaran
Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler yang Optimal dan Akuntabel
Persentase Realisasi Anggaran di Direktorat Jenderal
Protokol dan Konsuler 100% 100%
Tata Kelola Organisasi di Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler yang Baik
Nilai AKIP Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan
Konsuler 75 77
Pengelolaan Anggaran Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler yang Optimal dan Akuntabel
Persentase Realisasi Anggaran di Sekretariat
Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler 100% 100%
Dalam penyelenggaraan Layanan Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler selama periode 2015 – 2019, Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler selaku koordinator kegiatan telah melaksanakan kegiatan koordinasi dan konsultasi dengan unit/satker terkait dalam hal, sebagai berikut:
a. Penyusunan dokumen Rencana Kerja (Renja) Program dan Kegiatan serta penyusunan TOR dan RAB dari Satker Eselon II di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler yang diinput dan diupload dalam aplikasi KRISNA Bappenas.
b. Penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKAKL) yang disinergikan dengan dokumen Renja dalam aplikasi; KRISNA, SATUDJA, RKAKL (offline), SAKTI, TPNBP.
c. Penyusunan Peta Strategi yang berisikan Sasaran Strategis, Indikator Kinerja Utama, Target Kinerja, Rencana Aksi (Renaksi) serta Manual IKU yang merupakan alat bantu untuk mengukur capaian kinerja unit organisasi/satuan kerja.
d. Penyusunan dokumen Perjanjian Kinerja (PK) yang merupakan komitmen dan kesepakatan antara pimpinan dan bawahan dalam pencapaian target kinerja, serta upaya mewujudkan visi dan misi di Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler sebagai Penyelenggara Layanan Dukungan Manajemen yang Profesional.
Dokumen PK disusun dari level Eselon I s/d Pejabat Fungsional dan PK Individu.
e. Penyusunan realisasi Rencana Aksi (Renaksi) dan informasi capaian kinerja yang diinput dan diupload dalam aplikasi e-Monev Bappenas, e-Kinerja Kemenlu dan SMART Monev Anggaran – Kemenkeu.
f. Penyusunan dokumen Laporan Kinerja (LKj) Tahunan level Kemenlu, Eselon I dan Eselon II di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler.
g. Pelaksanaan evaluasi dan penyempurnaan SOP di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler.
h. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan penyusunan Register Risiko (RR) serta Rencana Penanganan Risiko (RPR) berdasarkan IKU pada Satuan Kerja Eselon II di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler.
i. Pengelolaan dan pengembangan tata persuratan melalui aplikasi e-Office.
j. Penataan arsip aktif, in-aktif dan pemusnahan arsip oleh Tim Arsiparis Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler bekerja sama dengan BHAKP.
k. Penyusunan Buku Himpunan Ucapan Selamat dari dan kepada Kepala Negara/Kepala Pemerintahan Negara Sahabat.
l. Pengadaan barang dan jasa di lingkungan Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler.
m. Pengelolaan administrasi perlengkapan dan rumah tangga kantor melalui; aplikasi Persediaan, SIMAKBMN, SAIBA.
n. Pengelolaan administrasi kepegawaian, pengembangan kompetensi SDM, pelantikan dan serah terima jabatan.
o. Pengelolaan pelaksanaan anggaran melalui aplikasi; SAS, OMSPAN, SIMPONI, SPRINT, e-SPM, Monev PA.
p. Pengelolaan akuntansi dan pelaporan anggaran melalui aplikasi; SMART Monev, e-Rekon Laporan Keuangan (LK), SAIBA.
q. Penyusunan Buku Diplomatic and Consular List, merupakan bagian dari layanan Sistem Informasi Terpadu (SIT) di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler.
r. Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Reformasi Birokrasi terkait peningkatan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan ruang pelayanan terpadu.
3 I.2 Analisis STRENGTHS, WEAKNESSES, OPPORTUNITIES, THREATS (SWOT)
Selaras dengan visi, misi, tujuan serta arah kebijakan Kementerian Luar Negeri yang selanjutnya dituangkan dalam Sasaran Strategis Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler yaitu “Pelindungan WNI di Luar Negeri dan Pelayanan Publik yang Prima”, diimplementasikan melalui strategi:
a. Memperkuat organisasi dan tata kelola yang baik di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler berbasis teknologi informasi, yang didukung knowledge management berupa penyimpanan data terintegrasi/ data bank, guna menunjang Peningkatan Kualitas Pelindungan WNI di Luar Negeri serta Pelayanan Publik (Pelayanan Keprotokolan, Kekonsuleran dan Fasilitas Diplomatik).
b. Memperkuat dukungan sarana dan prasarana yang memadai serta pengelolaan kinerja dan anggaran yang optimal guna menunjang penyelenggaraan Pelindungan WNI di Luar Negeri dan Pelayanan Publik (Pelayanan Keprotokolan, Kekonsuleran dan Fasilitas Diplomatik) yang Prima.
Sasaran Strategis “Pelindungan WNI di Luar Negeri dan Pelayanan Publik yang Prima”
disinergikan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler sebagai unit pelaksana dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya di Ditjen Protkons, dalam bentuk peningkatan kapasitas kelembagaan, baik dari unsur organisasi, manajemen dan sumber daya manusia.
Fungsi layanan dukungan manajemen di Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler berkontribusi pada capaian kinerja Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler sebagai Unit Pelayanan Publik di Kementerian Luar Negeri, agar terlaksana secara optimal.
Guna memberikan pelayanan dukungan manajemen yang profesional, perlu diformulasikan strategi dan analisis internal dan eksternal melalui analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) yang dapat dijabarkan sebagai berikut:
Strengths (S)
Faktor Kekuatan Internal Weaknesses (W)
Faktor Kelemahan Internal
S1. SDM berkualitas dan kompeten. W1. Belum terpenuhinya SDM sesuai Peta Jabatan, baik dari sisi jumlah maupun kelas jabatannya
S2. Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Unit Kerja/Satker
W2. Dinamika organisasi dan perubahan SOTK belum didukung sepenuhnya dengan regulasi dan prosedur yang tepat guna.
S3. Koordinasi dan sinergitas dengan para pemangku kepentingan maupun unit kerja terkait di
lingkungan Kementerian Luar Negeri.
W3. Pemahaman SDM Ditjen Protkons terkait tata cara/prosedur pemberian pelayanan publik masih memerlukan peningkatan.
S4. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan
Komunikasi. W4. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi belum sepenuhnya didukung sarana dan prasarana yang memadai serta belum sepenuhnya dikuasai oleh SDM yang menangani.
S5. Pendanaan pelindungan WNI dan BHI yang
memadai. W5. Penganggaran pada Unit Pelayanan Publik lainnya di
Ditjen Protkons belum memadai.
Opportunities (O) Faktor Peluang Eksternal
Threats (T) Faktor Ancaman Eksternal O1. Potensi dukungan dan kerja sama dengan unit
kerja terkait di lingkungan Kemenlu dan perwakilan RI.
T1. Regulasi yang ada belum sepenuhnya mendukung mekanisme koordinasi antar unit kerja baik di pusat maupun perwakilan.
O2. Kerja sama yang intens dengan Kementerian Keuangan, Bappenas, BPK dan BPKP dalam rangka penyelenggaraan pelayanan publik yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
T2. Pengelolaan kinerja dan anggaran yang belum optimal sehubungan dengan perubahan sistem perencanaan program/kegiatan dan anggaran.
O3. Harapan dan tuntutan masyarakat terhadap pelaksanaan pelaksanaan Pelindungan WNI dan Pelayanan Publik yang Prima.
T.3 Percepatan pemberian pelayanan yang tidak diimbangi dengan pengawasan yang memadai berpotensi memunculkan gratifikasi.
O4. Tuntutan percepatan Reformasi Birokrasi yang Tinggi.
T4. Belum maksimalnya partisipasi publik untuk turut mewujudkan tuntutan Reformasi Birokrasi.
4 BAB II
VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN STRATEGIS
SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PROTOKOL DAN KONSULER
II.1 Visi Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler merupakan satuan kerja Eselon II di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler, mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas substansi dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler, serta mempunyai fungsi sebagai penyelenggara Layanan Dukungan Manajemen, antara lain: Layanan Organisasi dan Tata Laksana, Layanan Perkantoran serta Layanan Sarana dan Prasarana. Dalam hal tersebut, Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler berkontribusi memberikan dukungan layanan manajemen atas penyelenggaraan program/kegiatan Pelindungan WNI di luar negeri dan Pelayanan Publik.
Untuk mendukung visi Pemerintah periode 2020 - 2024, “Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian, Berlandaskan Gotong Royong”, dan selanjutnya diselaraskan dengan visi Kementerian Luar Negeri dan visi Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler, maka Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler, menetapkan visi:
“Menjadi Penyelenggara Layanan Dukungan Manajemen yang Profesional dalam upaya Pelindungan WNI di Luar Negeri dan Pelayanan Publik yang Prima, untuk mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong”
Penyelenggara Layanan adalah pihak yang berwenang memberikan pelayanan.
Dukungan adalah sokongan atau bantuan.
Manajemen mencakup perencanaan, pengorganisasian, implementasi rencana, koordinasi, dan pengendalian penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran strategis organisasi dengan cepat dan tepat.
Profesional adalah pekerjaan yang dilakukan dengan keahlian/ketrampilan khusus, dikerjakan atau diselesaikan sesuai target waktu yang ditetapkan, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pelindungan WNI di Luar Negeri adalah segala upaya yang dilakukan untuk melayani dan melindungi kepentingan WNI dan BHI di luar negeri termasuk penyediaan bantuan informasi/hukum/dan/atau sosial dengan memperhatikan prinsip mengedepankan keterlibatan pihak yang bertanggungjawab dan/atau berwenang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan; tidak mengambil alih tanggungjawab pidana dan/atau perdata WNI;
dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, hukum negara setempat serta hukum dan kebiasaan internasional.
Pelayanan Publik adalah segala bentuk pelayanan yang diberikan oleh pemerintah pusat/daerah, BUMN/BUMD dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat.
II.2 Misi Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
Dalam upaya mewujudkan visi tersebut, Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler menetapkan misi sebagai berikut:
a. Meningkatkan Layanan Dukungan Manajemen, Layanan Perkantoran serta Layanan Sarana dan Prasarana di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
Meningkatkan adalah upaya mencapai kondisi bertambah tinggi/kuat/baik dari kondisi sebelumnya.
Layanan Dukungan Manajemen adalah serangkaian aktivitas satuan kerja/unit organisasi yang menyediakan layanan administratif dan menunjang dalam proses
5 perencanaan, implementasi rencana, pengorganisasian, pengendalian, pengawasan dengan menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.
Layanan Perkantoran adalah penyediaan/penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan perkantoran.
Layanan Sarana dan Prasarana adalah penyediaan sarana (contoh: komputer, printer, scanner) sebagai alat atau media serta prasarana (contoh: gedung) sebagai penunjang utama terselenggaranya suatu proses/usaha organisasi dalam mencapai tujuan.
b. Memperkuat Tata Kelola Organisasi yang Baik serta Meningkatkan Pengelolaan Kinerja dan Anggaran yang Optimal di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Memperkuat adalah menjadikan lebih kuat dari kondisi sebelumnya.
Tata Kelola merupakan rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan, dan institusi yang memengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu organisasi.
Tata kelola juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan (stakeholders) yang terlibat dalam pengelolaan tujuan organisasi.
Organisasi adalah kesatuan bagian yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
Meningkatkan adalah upaya mencapai kondisi bertambah tinggi/kuat/baik dari kondisi sebelumnya.
Pengelolaan Kinerja adalah rangkaian kegiatan pemanfaatan sumber daya untuk meningkatkan kinerja dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. Dalam hal kinerja merupakan hasil dari pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi dan pegawai selama periode tertentu.
Pengelolaan Anggaran adalah rangkaian kegiatan dimulai dengan penyusunan rencana kerja, dituangkan dalam dokumen pelaksanaan anggaran, dilakukan pengawasan atas realisasinya, pencatatan dalam sistem akuntansi pemerintah, dan penyusunan Laporan Keuangan.
Optimal berarti paling baik dan tertinggi
II.3 Tujuan Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
Sebagai implementasi dan penjabaran misi Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler, tujuan jangka menengah Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler periode 2020 – 2024, yaitu:
a. Meningkatnya Layanan Dukungan Manajemen, Layanan Perkantoran serta Layanan Sarana dan Prasarana di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler yang menunjang penyelenggaraan Pelindungan WNI di Luar Negeri dan Pelayanan Publik.
Meningkatnya adalah keadaan/kondisi bertambah tinggi/kuat/baik dari kondisi sebelumnya.
Layanan Dukungan Manajemen adalah serangkaian aktivitas satuan kerja/unit organisasi yang menyediakan layanan administratif dan menunjang dalam proses perencanaan, implementasi rencana, pengorganisasian, pengendalian, pengawasan dengan menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.
Layanan Perkantoran adalah penyediaan/penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan perkantoran.
Layanan Sarana dan Prasarana adalah penyediaan sarana (contoh: komputer, printer, scanner) sebagai alat atau media serta prasarana (contoh: gedung) sebagai penunjang utama terselenggaranya suatu proses/usaha organisasi dalam mencapai tujuan.
6 Menunjang adalah mendukung, membantu, menyokong.
Pelindungan WNI di Luar Negeri adalah segala upaya yang dilakukan untuk melayani dan melindungi kepentingan WNI dan BHI di luar negeri termasuk penyediaan bantuan informasi/hukum/dan/atau sosial dengan memperhatikan prinsip mengedepankan keterlibatan pihak yang bertanggungjawab dan/atau berwenang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan; tidak mengambil alih tanggungjawab pidana dan/atau perdata WNI; dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, hukum negara setempat serta hukum dan kebiasaan internasional.
Pelayanan Publik adalah segala bentuk pelayanan yang diberikan oleh pemerintah pusat/daerah, BUMN/BUMD dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat.
b. Terwujudnya Organisasi dan Tata Kelola yang baik serta Pengelolaan Kinerja dan Anggaran berbasis Tehnologi Informasi di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler yang menunjang penyelenggaraan Pelindungan WNI di Luar Negeri serta Pelayanan Publik
Organisasi adalah kesatuan bagian yang bekerja sama untukmencapai tujuan tertentu.
Tata Kelola adalah rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan, dan institusi yang mempengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pemantauan suatu organisasi. Tata kelola juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan (stakeholders) yang terlibat dalam pengelolaan tujuan organisasi.
Pengelolaan Kinerja adalah rangkaian kegiatan pemanfaatan sumber daya untuk meningkatkan kinerja dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. Dalam hal kinerja merupakan hasil dari pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi dan pegawai selama periode tertentu.
Pengelolaan Anggaran adalah rangkaian kegiatan dimulai dengan penyusunan rencana kerja, dituangkan dalam dokumen pelaksanaan anggaran, dilakukan pengawasan atas realisasinya, pencatatan dalam sistem akuntansi pemerintah, dan penyusunan Laporan Keuangan.
Tehnologi informasi adalah perangkat komponen (hardware, software dan brainware) yang digunakan untuk mendukung pengolahan data dan informasi secara cepat dan berkualitas.
Menunjang adalah mendukung, membantu, menyokong.
Pelindungan WNI di Luar Negeri adalah segala upaya yang dilakukan untuk melayani dan melindungi kepentingan WNI dan BHI di luar negeri termasuk penyediaan bantuan informasi/hukum/dan/atau sosial dengan memperhatikan prinsip mengedepankan keterlibatan pihak yang bertanggungjawab dan/atau berwenang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan; tidak mengambil alih tanggungjawab pidana dan/atau perdata WNI; dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, hukum negara setempat serta hukum dan kebiasaan internasional.
Pelayanan Publik adalah segala bentuk pelayanan yang diberikan oleh pemerintah pusat/daerah, BUMN/BUMD dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat.
7 Dalam pencapaian tujuan dimaksud melalui strategi dan indikator kinerja, sebagai berikut:
No. Strategi Sekretariat Ditjen Protokol dan Konsuler Indikator Kinerja 1 Meningkatkan capaian kinerja dan anggaran di Direktorat Jenderal
Protokol dan Konsuler dalam rangka implementasi sistem manajemen kinerja (SMK) dan manajemen risiko sebagai bagian dari Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).
Nilai Evaluasi AKIP Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
2 Meningkatkan capaian kinerja dan anggaran di Sekretariat Ditjen Protokol dan Konsuler dengan menyelenggarakan layanan dukungan manajemen eselon I dan dukungan teknis lainnya Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
Nilai Evaluasi AKIP di
Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler 3 Meningkatkan pengelolaan anggaran yang optimal di Direktorat
Jenderal Protokol dan Konsuler, guna mendapatkan nilai kinerja anggaran (NKA) sebagai hasil perhitungan nilai evaluasi kinerja anggaran dan nilai kinerja pelaksanaan anggaran.
Nilai Kinerja Anggaran di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
4 Terpenuhinya sarana dan prasarana yang memadai guna
menunjang penyelenggaraan Pelindungan WNI di Luar Negeri dan Pelayanan Publik.
Persentase Sarana dan Prasarana yang Dipenuhi sesuai dengan Rencana di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
II.4 Sasaran Strategis Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
Berdasarkan tujuan dan strategi Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler tersebut, dijabarkan dalam Sasaran Strategis, yaitu
a. Tata Kelola Organisasi di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler dan Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler yang Baik
Tata Kelola adalah rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan, dan institusi yang mempengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pemantauan suatu organisasi. Tata kelola juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan (stakeholders) yang terlibat dalam pengelolaan tujuan organisasi.
Organisasi adalah kesatuan bagian yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
b. Sarana dan Prasarana yang Memadai di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan; alat; media: masjid merupakan salah satu sarana pembangunan mental spiritual yang sangat penting.
Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses.
Memadai adalah kuantitas dan kualitas yang terpenuhi dengan layak dan berfungsi untuk menunjang kegiatan perkantoran sehari-hari.
c. Pengelolaan Anggaran di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler yang Optimal
Pengelolaan Anggaran adalah kegiatan yang diawali dengan penyusunan rencana kerja, penuangannya dalam dokumen pelaksanaan anggaran, pengawasan atas realisasinya, pencatatan dalam sistem akuntansi pemerintah, dan penyusunan Laporan Keuangan.
Optimal berarti paling baik dan tertinggi.
8 Sasaran Strategis tersebut diukur melalui Indikator Kinerja Utama (IKU) disertai target setiap tahunnya sampai dengan 2024, sebagai berikut:
Sasaran Strategis (SS) Indikator Kinerja Utama (IKU) Target
2020 Target
2021 Target
2022 Target
2023 Target 2024 Tata Kelola Organisasi di
Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler yang Baik
Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
78
(BB) 79
(BB) 80
(BB) 81 (A) 82 (A)
Sarana dan Prasarana yang Memadai di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
Persentase Sarana dan Prasarana yang Dipenuhi sesuai dengan Rencana di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
100% 100% 100% 100% 100%
Pengelolaan Anggaran di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Optimal
Nilai Kinerja Anggaran Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
90 91 92 93 94
Tata Kelola Organisasi di Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler yang Baik
Nilai AKIP di Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
78
(BB) 79
(BB) 80
(BB) 81 (A) 82 (A)
9 Lampiran 1: Matriks Strategi Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
No. Strategi Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
No. Strategi Sekretariat Ditjen Protokol dan Konsuler I Memperkuat organisasi dan tata
kelola yang baik di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler berbasis teknologi informasi, yang didukung knowledge management berupa
penyimpanan data terintegrasi/
data bank, guna menunjang Peningkatan Kualitas
Pelindungan WNI di Luar Negeri serta Pelayanan Publik.
1 Meningkatkan capaian kinerja dan anggaran di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler dalam rangka implementasi sistem manajemen kinerja (SMK) dan manajemen risiko sebagai bagian dari Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).
2 Meningkatkan capaian kinerja dan anggaran di Sekretariat Ditjen Protokol dan Konsuler dengan menyelenggarakan layanan dukungan manajemen eselon I dan dukungan teknis lainnya Ditjen Protokol dan Konsuler.
II Memperkuat dukungan sarana dan prasarana yang memadai serta pengelolaan kinerja dan anggaran yang optimal guna menunjang penyelenggaraan Pelindungan WNI di Luar Negeri dan Pelayanan Publik yang Prima.
3 Meningkatkan pengelolaan anggaran yang optimal di Ditjen Protokol dan Konsuler, guna mendapatkan nilai kinerja anggaran (NKA) sebagai hasil perhitungan nilai evaluasi kinerja anggaran dan nilai kinerja pelaksanaan
anggaran.
4 Terpenuhinya sarana dan prasarana yang memadai guna menunjang penyelenggaraan pelindungan WNI di luar negeri dan pelayanan publik.
10 Lampiran 2: Matriks Target Kinerja Sekretariat Ditjen Protokol dan Konsuler
PROGRAM/
KEGIATAN
SASARAN PROGRAM/
SASARAN KEGIATAN/
INDIKATOR
TARGET
SATU AN
ALOKASI (JUTA RUPIAH)
UNIT ORGANISASI
PELAKSANA
2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024
Kegiatan : Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen Protokol dan Konsuler
40,933.00 39,954.30 45,560.80 48,300.00 51,000.00 Sekretariat
Ditjen Protokol dan
Konsuler Sasaran
Kegiatan :
Organisasi dan Tata Kelola yang Baik di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
1 NIlai Evaluasi AKIP Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
78 78 78 78 78 Nilai
2 Nilai Kinerja Anggaran di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
90 90 90 90 90 Nilai
3 Persentase Ketersediaan Sarana dan Prasarana sesuai DIPA di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
100 100 100 100 100 Perse
ntase
4 Nilai Evaluasi AKIP di Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
78 78 78 78 78 Nilai