PENUGASAN
Ari Darmawan, Dr. SAB. MAB
TE O R I P G B . K EP U TU SA N
PENDAHULUAN
• Metode penugasan (assignment atau Hungarian method) merupakan metode untuk menentukan alokasi sumber daya ke suatu tugas tertentu
secara satu per satu (one by one).
• Misalkan, tersedia 5 orang perawat yang harus ditugaskan pada 5 klinik yang tersedia,
bagaimana penugasan terbaiknya?
PENDAHULUAN
• Tergantung kepada informasi yang ada,
penyelesaian masalah ini dapat diarahkan kepada maksimasi atau minimasi.
• Bila berkait dengan kesalahan, kerugian, cacat, dan hal-hal yang negatif, itu berarti persoalan minimasi.
• Sebaliknya, bila berkait dengan perolehan, prestasi, dan hal-hal yang positif, itu berarti persoalan maksimasi.
• Pada sebuah bengkel tersedia 4 orang mekanik yang harus dapat ditempatkan pada 4 bengkel yang ada (1 mekanik untuk 1 bengkel). Pemilik bengkel telah memperoleh data nilai prestasi
keempat mekanik pada keempat bengkel sebagai berikut.
CONTOH KASUS MAKSIMASI
• Prestasi mekanik M, di bengkel B3 adalah 82,
prestasi mekanik M3 di bengkel B. adalah 77, dan seterusnya (prestasi maksimal 100).
CONTOH KASUS MAKSIMASI
Mekanik (M)
BengkeI (B)
B1 B2 B3 B4
M1 67 76 82 75
M2 80 70 65 77
M3 77 68 70 74
M4 70 73 78 80
• Bagaimana penugasan terbaiknya yang dapat menghasilkan prestasi mekanik bengkel
keseluruhan adalah yang terbesar?
• Dengan cara coba- coba, satu per satu dapat ditampilkan 4 x 3 x 2 x 1 (= 16 atau 4 faktorial) altematif.
CONTOH KASUS MAKSIMASI
• Misal untuk kasus tersebut:
Penugasan 1: M1, di B1; M2 di B2; M3 di B3;
dan M4 di B4 dengan total prestasi = 287
Penugasan 2: M1, di B1; M2 di B2; M3 di B4;
dan M4 di B3 dengan total prestasi = 289
Seterusnya hingga ke ....
Penugasan 16: M1 di B4; M2 di B3; M3 di B2;
dan M4 di B1 dengan total prestasi = 278
CONTOH KASUS MAKSIMASI
• Metode Hungarian dapat lebih memastikan jawaban secara cepat dan akurat.
• Langkah penyelesaian metode Hungarian (untuk maksimasi), adalah:
1. Lakukan operasi baris, yaitu dengan
mengurangkan semua nilai pada baris dengan nilai terbesanya (operasi per baris untuk
mendapatkan nilai 0 pada tiap barisnya).
2. Lakukan operasi kolom untuk memastikan bahwa pada tiap kolom ada nilai 0 (lakukan pengurangan terhadap nilai terbesar hanya pada kolom yang tidak memiliki nilai 0).
CONTOH KASUS MAKSIMASI
3. Lakukan penugasan terbaiknya (merujuk
kepada elemen yang bernilai 0 atau terbesar, dipilih dan dipilah sendiri), dengan cara:
a. Penugasan pertama kali pada baris dan kolom yang memiliki satu-satunya nilai 0.
b. Penugasan berikutnya pada baris saja atau kolom saja yang memiliki satu-satunya nilai 0.
c. Kerjakan terus hingga selesai dan diperoleh nilai terbesar.
CONTOH KASUS MAKSIMASI
• Hasil langkah a, b dan c untuk persoalan mekanik bengkel adalah sebagai berikut:
Data awal :
CONTOH KASUS MAKSIMASI
67 76 82 75
80 70 65 77
77 68 70 74
70 73 78 80
Operasi baris: mengurangkan nilai pada semua elemen baris dengan nilai tertinggi pada elemen baris
a. Semua elemen pada baris 1 dikurangi dengan 82 b. Semua elemen pada baris 2 dikurangi dengan 80 c. Semua elemen pada baris 3 dikurangi dengan 77 d. Semua elemen pada baris 4 dikurangi dengan 80
CONTOH KASUS MAKSIMASI
Maka:
CONTOH KASUS MAKSIMASI
67 76 82 75
80 70 65 77
77 68 70 74
70 73 78 80
67-82 76-82 82-82 75-82
Hasilnya adalah sebagai berikut:
CONTOH KASUS MAKSIMASI
-15 -6 0 -7
0 -10 -15 -3
0 -9 -7 -3
-10 -7 -2 0
Operasi kolom: pada kolom 2 masih ada yang belum memiliki nilai 0, lakukan operasi kolom, yaitu dengan mengurangi semua nilai pada
kolom 2 dengan -6 (nilai tertinggi) CONTOH KASUS MAKSIMASI
Maka:
CONTOH KASUS MAKSIMASI
-15 -6 0 -7
0 -10 -15 -3
0 -9 -7 -3
-10 -7 -2 0
-6 – (-6) -10 – (-6)
-7 – (-6) -9 – (-6)
• Hasilnya adalah sebagai berikut:
Setelah operasi baris dan kolom, kini semua baris dan kolom telah mempunyai nilai 0 (inilah tujuan dari operasi baris dan/atau kolom)
CONTOH KASUS MAKSIMASI
-15 0 0 -7
0 -4 -15 -3
0 -3 -7 -3
-10 -1 -2 0
Langkah selanjutnya:
1. Beri tanda pada baris atau kolom yang hanya memiliki satu-satunya nilai 0 (sebagai berikut)
CONTOH KASUS MAKSIMASI
-15 0 0 -7
0 -4 -15 -3
0 -3 -7 -3
-10 -1 -2 0
2. Menentukan prioritas utama (prioritas 1), dan prioritas kedua (prioritas 2)
CONTOH KASUS MAKSIMASI
-15 0 0 -7
0 -4 -15 -3
0 -3 -7 -3
-10 -1 -2 0
Prioritas 1 Prioritas 2
Prioritas 2
Maka:
CONTOH KASUS MAKSIMASI
Mekanik (M)
BengkeI (B)
B1 B2 B3 B4
M1 67 76 82 75
M2 80 70 65 77
M3 77 68 70 74
M4 70 73 78 80
Untuk menentukan penempatan mekanik pada suatu bengkel, dengan cara melihat nilai pada
data awal dan penempatannya berdasarkan pada nilai terbesar.
CONTOH KASUS MAKSIMASI
Data awal:
CONTOH KASUS MAKSIMASI
Mekanik (M)
BengkeI (B)
B1 B2 B3 B4
M1 67 76 82 75
M2 80 70 65 77
M3 77 68 70 74
M4 70 73 78 80
Hasil penugasan terbaik adalah:
CONTOH KASUS MAKSIMASI
Mekanik - Bengkel Nilai Prestasi M1
M2 M3
M4 B4 80
Data awal:
CONTOH KASUS MAKSIMASI
Mekanik (M)
BengkeI (B)
B1 B2 B3 B4
M1 67 76 82 75
M2 80 70 65 77
M3 77 68 70 74
M4 70 73 78 80
Data awal:
CONTOH KASUS MAKSIMASI
Mekanik (M)
BengkeI (B)
B1 B2 B3 B4
M1 67 76 82 75
M2 80 70 65 77
M3 77 68 70 74
M4 70 73 78 80
Berdasarkan pada data awal, maka mekanik 1
(M1) memiliki nilai tertinggi pada bengkel 3 (B3), maka hasil penugasan yang terbaik, adalah:
CONTOH KASUS MAKSIMASI
Mekanik - Bengkel Nilai Prestasi
M1 B3 82
M2 M3
M4 B4 80
Data awal:
CONTOH KASUS MAKSIMASI
Mekanik (M)
BengkeI (B)
B1 B2 B3 B4
M1 67 76 82 75
M2 80 70 65 77
M3 77 68 70 74
M4 70 73 78 80
Data awal:
CONTOH KASUS MAKSIMASI
Mekanik (M)
BengkeI (B)
B1 B2 B3 B4
M1 67 76 82 75
M2 80 70 65 77
M3 77 68 70 74
M4 70 73 78 80
Berdasarkan pada data awal, maka mekanik 2
(M2) memiliki nilai tertinggi pada bengkel 1 (B1), maka hasil penugasan yang terbaik, adalah:
CONTOH KASUS MAKSIMASI
Mekanik - Bengkel Nilai Prestasi
M1 B3 82
M2 B1 80
M3
M4 B4 80
Data awal:
CONTOH KASUS MAKSIMASI
Mekanik (M)
BengkeI (B)
B1 B2 B3 B4
M1 67 76 82 75
M2 80 70 65 77
M3 77 68 70 74
M4 70 73 78 80
Data awal:
CONTOH KASUS MAKSIMASI
Mekanik (M)
BengkeI (B)
B1 B2 B3 B4
M1 67 76 82 75
M2 80 70 65 77
M3 77 68 70 74
M4 70 73 78 80
Berdasarkan pada data awal, maka mekanik 3
(M3) memiliki nilai tertinggi pada bengkel 2 (B2), maka hasil penugasan yang terbaik, adalah:
CONTOH KASUS MAKSIMASI
Mekanik - Bengkel Nilai Prestasi
M1 B3 82
M2 B1 80
M3 B2 68
M4 B4 80
Data awal:
CONTOH KASUS MAKSIMASI
Mekanik (M)
BengkeI (B)
B1 B2 B3 B4
M1 67 76 82 75
M2 80 70 65 77
M3 77 68 70 74
M4 70 73 78 80
• Pada sebuah rumah sakit ada 5 klinik spesialis (THT, Anak, Kandungan, Mata, dan Gigi) yang dibantu oleh 5 orang perawat (sebut saja Nia, Ani, Tia, Ita, dan Ati).
• Data nilai kesalahan yang dibuat oleh kelima perawat bila ditempatkan pada masing-masing klinik tersebut adalah sebagai berikut.
CONTOH KASUS MINIMASI
• Data
• Nia memiliki nilai kesalahan 28 bila di klinik
kandungan, Ani memiliki nilai kesalahan hanya 26 bila di klinik THT, dan seterusnya
CONTOH KASUS MINIMASI
Perawat Klinik
THT Anak Kandungan Mata Gigi
Nia 33 30 28 41 23
Ani 26 33 36 28 30
Tia 28 33 25 25 34
Ita 37 30 29 32 25
Ati 30 28 40 30 28
• Bagaimana penugasan terbaiknya yang dapat
menghasilkan nilai kesalahan total yang terkecil?
CONTOH KASUS MINIMASI
Langkah metode Hungarian untuk minimasi adalah sama dengan langkah pada maksimasi, dengan
mengubah faktor pengurangnya kepada nilai terkecil sebagai berikut.
1. Lakukan operasi baris, yaitu dengan
mengurangkan semua nilai pada baris dengan nilai terkecilnya (operasi per baris untuk
mendapatkan nilai 0 pada tiap baris).
2. Lakukan operasi kolom untuk memastikan bahwa pada tiap kolom ada nilai 0 (lakukan
pengurangan terhadap nilai terkecil hanya pada kolom yang tidak memiliki nilai 0).
CONTOH KASUS MINIMASI
3. Lakukan penugasan terbaiknya (merujuk kepada elemen yang bernilai 0 atau terbesar, dipilih dan dipilah sendiri) dengan cara:
a. Penugasan pertama kali pada baris dan kolom yang memiliki satu-satunya nilai 0 b. Penugasan berikutnya pada baris saja atau
kolom saja yang memiliki satu-satunya nilai 0 c. Kerjakan terus hingga selesai dan diperoleh
nilai terkecil
CONTOH KASUS MINIMASI
• Data awal:
CONTOH KASUS MINIMASI
33 30 28 41 23
26 33 36 28 30
28 33 25 25 34
37 30 29 32 25
30 28 40 30 28
Operasi baris: mengurangkan nilai pada semua
elemen baris dengan nilai terendah pada elemen baris
a. Semua elemen pada baris 1 dikurangi dengan 23 b. Semua elemen pada baris 2 dikurangi dengan 26 c. Semua elemen pada baris 3 dikurangi dengan 25 d. Semua elemen pada baris 4 dikurangi dengan 25 e. Semua elemen pada baris 5 dikurangi dengan 28
CONTOH KASUS MINIMASI
• Maka:
CONTOH KASUS MINIMASI
33 30 28 41 23
26 33 36 28 30
28 33 25 25 34
37 30 29 32 25
30 28 40 30 28
33-23 30-23 28-23 41-23
23-23
• Hasilnya adalah sebagai berikut:
• Kebetulan semua kolomnya juga sudah ada nilai 0 sehingga tidak perlu lanjut ke operasi kolom
CONTOH KASUS MINIMASI
10 7 5 18 0
0 7 10 2 4
3 8 0 0 9
12 5 4 7 0
2 0 12 2 0
Langkah selanjutnya:
1. Beri tanda pada baris atau kolom yang hanya memiliki satu-satunya nilai 0 (sebagai berikut)
CONTOH KASUS MINIMASI
10 7 5 18 0 √
0 7 10 2 4 √
3 8 0 0 9
12 5 4 7 0 √
2 0 12 2 0 √
√ √ √ √
2. Menentukan prioritas utama (prioritas 1),
prioritas kedua (prioritas 2), dan prioritas ketiga (prioritas 3)
CONTOH KASUS MINIMASI
10 7 5 18 0
0 7 10 2 4
3 8 0 0 9
12 5 4 7 0
2 0 12 2 0
Prioritas 1 Prioritas 2
Prioritas 2
Prioritas 3
Data awal:
CONTOH KASUS MINIMASI
Perawat Klinik
THT Anak Kandungan Mata Gigi
Nia 33 30 28 41 23
Ani 26 33 36 28 30
Tia 28 33 25 25 34
Ita 37 30 29 32 25
Ati 30 28 40 30 28
Untuk menentukan penempatan perawat pada suatu klinik, dengan cara melihat nilai pada data awal dan penempatannya berdasarkan pada nilai terkecil.
CONTOH KASUS MINIMASI
Data awal:
CONTOH KASUS MINIMASI
Perawat Klinik
THT Anak Kandungan Mata Gigi
Nia 33 30 28 41 23
Ani 26 33 36 28 30
Tia 28 33 25 25 34
Ita 37 30 29 32 25
Ati 30 28 40 30 28
Hasil penugasan terbaik adalah:
CONTOH KASUS MINIMASI
Perawat - Klinik Nilai Kesalahan Nia
Ani THT 26
Tia Ita Ati
Data awal:
CONTOH KASUS MINIMASI
Perawat Klinik
THT Anak Kandungan Mata Gigi
Nia 33 30 28 41 23
Ani 26 33 36 28 30
Tia 28 33 25 25 34
Ita 37 30 29 32 25
Ati 30 28 40 30 28
Data awal:
CONTOH KASUS MINIMASI
Perawat Klinik
THT Anak Kandungan Mata Gigi
Nia 33 30 28 41 23
Ani 26 33 36 28 30
Tia 28 33 25 25 34
Ita 37 30 29 32 25
Ati 30 28 40 30 28
Hasil penugasan terbaik adalah:
CONTOH KASUS MINIMASI
Perawat - Klinik Nilai Kesalahan Nia
Ani THT 26
Tia Mata 25
Ita Ati
Data awal:
CONTOH KASUS MINIMASI
Perawat Klinik
THT Anak Kandungan Mata Gigi
Nia 33 30 28 41 23
Ani 26 33 36 28 30
Tia 28 33 25 25 34
Ita 37 30 29 32 25
Ati 30 28 40 30 28
Data awal:
CONTOH KASUS MINIMASI
Perawat Klinik
THT Anak Kandungan Mata Gigi
Nia 33 30 28 41 23
Ani 26 33 36 28 30
Tia 28 33 25 25 34
Ita 37 30 29 32 25
Ati 30 28 40 30 28
Hasil penugasan terbaik adalah:
CONTOH KASUS MINIMASI
Perawat - Klinik Nilai Kesalahan Nia
Ani THT 26
Tia Mata 25
Ita
Ati Anak 28
Data awal:
CONTOH KASUS MINIMASI
Perawat Klinik
THT Anak Kandungan Mata Gigi
Nia 33 30 28 41 23
Ani 26 33 36 28 30
Tia 28 33 25 25 34
Ita 37 30 29 32 25
Ati 30 28 40 30 28
Data awal:
CONTOH KASUS MINIMASI
Perawat Klinik
THT Anak Kandungan Mata Gigi
Nia 33 30 28 41 23
Ani 26 33 36 28 30
Tia 28 33 25 25 34
Ita 37 30 29 32 25
Ati 30 28 40 30 28
Hasil penugasan terbaik adalah:
CONTOH KASUS MINIMASI
Perawat - Klinik Nilai Kesalahan
Nia Gigi 23
Ani THT 26
Tia Mata 25
Ita
Ati Anak 28
Data awal:
CONTOH KASUS MINIMASI
Perawat Klinik
THT Anak Kandungan Mata Gigi
Nia 33 30 28 41 23
Ani 26 33 36 28 30
Tia 28 33 25 25 34
Ita 37 30 29 32 25
Ati 30 28 40 30 28
Data awal:
CONTOH KASUS MINIMASI
Perawat Klinik
THT Anak Kandungan Mata Gigi
Nia 33 30 28 41 23
Ani 26 33 36 28 30
Tia 28 33 25 25 34
Ita 37 30 29 32 25
Ati 30 28 40 30 28
Hasil penugasan terbaik adalah:
CONTOH KASUS MINIMASI
Perawat - Klinik Nilai Kesalahan
Nia Gigi 23
Ani THT 26
Tia Mata 25
Ita Kandungan 29
Ati Anak 28
Data awal:
CONTOH KASUS MINIMASI
Perawat Klinik
THT Anak Kandungan Mata Gigi
Nia 33 30 28 41 23
Ani 26 33 36 28 30
Tia 28 33 25 25 34
Ita 37 30 29 32 25
Ati 30 28 40 30 28