PEDOMAN TEKNIS
(Penyelenggaraan Dana Dekonsentrasi)
PENGEMBANGANJABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS MUTU
BASIL PERTANIAN (PMHP)
DIREKTORAT MUTU DAN STANDARDISASI DIREKTORAT JENDERAL PENGOLAHAN DAN
PEMASARAN _ HASIL PERTANIAN
KEMENTERIAN PERTANIAN
2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya sehingga Pedoman Teknis Pengembangan Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian telah selesai disusun.
Pedoman Teknis ini merupakan pedoman penyelenggaraan kegiatan bagi Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Peternakan dan Dinas Perkebunan Provinsi yang mendapat alokasi anggaran dekonsentrasi kegiatan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian.
Dalam pedoman teknis ini mencakup penjelasan tentang pelaksanaan Sosialisasi Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian dan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian (Bimbingan Teknis Auditor).
Demikian pedoman ,ni dibuat untuk dilaksanakan
sebagaimana i:nestinya. Kami menyadari bahwa pedoman ini belum sempurna, untuk itu saran yang membangun dari pembaca sangat diharapkan untuk penyempurnaannya di masa depan.
DAFTAR ISi
Halaman KATA PENGANTAR
DAFTAR ISi ii
LATAR BELAKANG 1
II TUJUAN 3
Ill SASARAN 3
IV RUANG LINGKUP KEGIATAN 4
V HASIL YANG DIHARAPKAN 4
VI TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN 5
VII PEL.APO RAN 10
VIII PENUTUP 13
LAMPIRAN
11
PEDOMAN TEKNIS Dana dekonsentrasi
PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS MUTU HASIL PERTANIAN (PMHP)
TAHUN 2013
I. LATAR BELAKANG
Tuntutan konsumen terhadap mutu dan keamanan pangan suatu produk sudah tidak bisa dihindarkan lagi.
Penerapan jaminan mutu merupakan langkah penting bagi pelaku usaha untuk menghasilkan produk pangan dengan tingkat mutu dan keamanan pangan yang dipersyaratkan pasar.
Mutu dan keamanan pangan merupakan syarat penting yang harus melekat pada produk pangan yang hendak dikonsumsi oleh semua masyarakat Indonesia. Prociuk pangan yang bermutu dan aman dapat dihasilkan oleh produsen (petani) usaha pengolahan pangan skala kecil, menengah maupun besar. Oleh karena itu komitmen produsen pangan merupakan salah satu faktor penentu beredarnya pangan yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Mutu dan keamanan pangan bukan hanya merupakan isu dunia tapi juga menyangkut kepedulian individu. Jaminan akan mutu dan keamanan pangan merupakan hak asasi konsumen. Pangan termasuk kebutuhan dasar terpenting dan sangat esensial dalam kehidupan manusia. Walaupun pangan itu menarik, nikmat, tinggi gizinya jika tidak aman dikonsumsi, praktis tidak ada nilainya sama
sekali dan akan membahayakan kesehatan masyarakat (konsumen).
Mutu dan pertimbangan perdagangan internasional.
keamanan pangan selalu menjadi pokok dalam perdagangan, baik nasional maupun perdagangan
Dalam rangka melindungi masyarakat dari pangan yang tidak bermutu dan tidak aman dikonsumsi diperlukan peranan pemerintah untuk melakukan pengawasan mutu dan keamanan pangan. Salah satu upaya pemerintah dalam melakukan pengawasan mutu dan keamanan pangan, telah ditetapkan Jabatan Fungsional Pengawas mutu Hasil Pertanian, sebagai instrumen pengawasan dan pengujian pangan hasil pertanian mulai dari budidaya sampai dipasarkan. Sebagai dasar hukum pelaksanaan pengawasan mutu hasil pertanian, telah diterbitkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) yaitu Permenpan Nomor : Per /17 /MPAN/ 4 / 2006. Pengaturan selanjutnya ditetapkan berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Pertanian dan Kepala Sadan Kepegawain Negara (BKN) Nomor 59/PERMENTAN/OT.140/11/2006 dan Nomor 62 Tahun 2006 tentang petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional jabatan mutu hasil pertanian dan angka kreditnya, serta
Peraturan Menteri Pertanian Norn or 43/Permentan/OT.140/5/2007 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pengawas Mutu dan Angka Kreditnya.
Ketersediaan Pengawas Mutu Hasil Pertanian yang ada saat ini belum mencukupi untuk dapat menjangkau pelaku usaha di seluruh daerah di Indonesia, oleh karena itu
2
jumlah pengawas mutu hasil pertanian harus ditingkatkan sehingga dapat menjalankan tugas pengawasan dan pengujian di daerah. Diharapkan sumberdaya manusia yang bertugas mengawasi mutu pangan hasil pertanian memiliki kompetensi sesuai tugas dan fungsinya, maka diperlukan sosialisasi dan bimbingan teknis auditor.
Tahun 2013 Direktorat Mutu dan Standardisasi, Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian akan meningkatkan jumlah dan kompetensi pengawas mutu hasil pertanian melalui kegiatan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) yaitu sosialisasi dan Bimbingan Teknis Auditor.
II. TUJUAN
1. Sebagai acuan bagi penyelenggara kegiatan Dana Dekonsentrasi untuk kegiatan pengembangan Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian 2. Penyamaan persepsi dalam pelaksanaan kegiatan
pengembangan Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian
3. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para pelaksana dalam melaksanakan kegiatan pengembangan Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian
Ill. SASARAN
Terlaksananya kegiatan pengembangan jabatan fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian di 17 provinsi
IV. RUANG LINGKUP KEGIATAN
Ruang lingkup kegiatan pengembangan jabfung PMHP meliputi :
1. Sosialisasi Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian di propinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, OKI Jakarta, Jawa Barat, DI. Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo dan Papua Barat
2. Bimbingan Teknis Auditor
Bimbingan Teknis Auditor di Propinsi Sulawesi Selatan.
V. HASIL YANG DIHARAPKAN a. Output
a. Terlaksananya kegiatan Sosialisasi Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian di 16 Propinsi
b. Terlaksananya kegiatan Bimbingan Teknis Auditor di Propinsi Sulawesi Selatan
b. Outcome
a. Meningkatnya jumlah Pejabat Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian
b. Meningkatnya kemampuan Pejabat Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian dalam melaksanakan penilaian mutu dan keamanan pangan hasil pertanian
4
VI. TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Mekanisme Pelaksanaan a. Pusat
Ditjen PPHP mengkoordinasikan dan melakukan pengawalan kegiatan Sosialisasi Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian dan Simbingan Teknis Auditor
b. Daerah
Dinas provinsi lingkup pertanian penerima dana dekonsentrasi "Sosialisasi Pengembangan Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian dan Simbingan Teknis Auditor" bertanggung jawab terhadap terlaksananya kegiatan tersebut. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Dinas Provinsi penerima dana dekon dimaksud berkoordinasi dengan Dinas Lingkup Pertanian lainnya dan OKKP- 0 serta Sadan Kepegawaian Daerah setempat c. Kabupaten/Kota
Dinas Lingkup Pertanian Provinsi / Kabupaten/Kota serta Sadan Kepegawaian Dae rah Provinsi/Kabupaten/Kota Setempat memfasilitasi identifikasi dan formasi calon PMHP
2. Lokasi
a. Kegiatan sosialisasi jabatan Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian (tertera pada lampiran 1)
b. Kegiatan Simbingan teknis Auditor dilaksanakan di Propinsi Sulawesi Selatan
Bimbingan Teknis Auditor.
No. Propinsi lnstansi Peserta Penvelenooara
1. Dinas Peternakan Sulawesi Selatan
Propinsi Sulawesi Pejabat Fungsional PMHP dari Selatan Prooinsi : Sulawesi Selatan
Tabel 2 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi
No. 1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8. 9.
Pengembangan Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian
lnstansi Waktu Pelaksanaan
Penvelenaaara
Dinas Peternakan Maret Minggu Ke II Propinsi Sumatera
Utara
Dinas Perternakan Maret Minggu Ke IV Propinsi Sumatera
Barat
Dinas Peternakan April Minggu ke I Prooinsi Jambi
Dinas Peternal<an Aoril Minaau Ke II Prooinsi Benokulu Aoril Minaau ke Ill Dinas Peternakan April Minggu Ke IV Prooinsi OKI Jakarta
Dinas Perternakan Mei Minggu Ke I Provinsi Jawa Barat
Dinas Pertanian Mei Minggu Ke II Tanaman Pangan
Provinsi DI Yoavakarta
Dinas Peternakan Mei Minggu Ke IV Provinsi Jawa Timur
Dinas Peternakan Juni Minggu Ke I Provinsi Kalimantan
6
Barat
10 Dinas Pertanian Juni Minggu Ke II Tanaman Pangan
Propinsi Kalimantan Tenqah
11
Dinas Pertanian Juni minggu Ke Ill Tanaman PanganProoinsi Sulawesi Utara
12
Dinas Peternakan Juni minggu Ke IV Propinsi SulawesiTenqqara
13
Dinas Pertanian Juli Minggu Ke IV Tanaman PanganProoinsi Maluku
14
Dinas Pertanian Agustus Minggu Ke I Tanaman PanganProoinsi Maluku Utara
15
Dinas Pertanian Agustus Minggu Ke II Tanaman PanganPropinsi Gorontalo
16
Dinas Pertanian Agustus Minggu Ke Ill Tanaman PanganProoinsi Papua Barat 3. Kepesertaan
a. Peserta Sosialisasi Pengembangan Jabatan Fungsional PMHP kurang lebih berjumlah 75 orang, yang berasal dari :
1. Dinas lingkup pertanian Provinsi (Tanaman Pangan dan Hortikultura, Peternakan dan Perkebunan) dengan kriteria :
Kepala Dinas atau pejabat setingkat eselon Ill yang membidangi kepegawaian
atau yang mempunyai kebijakan terhadap pengawasan mutu
2. Dinas lingkup pertanian Kabupaten/kota (Tanaman Pangan dan Hortikultura, Peternakan dan Perkebunan) dengan kriteria :
Kepala Dinas atau pejabat setingkat eselon Ill yang membidangi kepegawaian atau yang mempunyai kebijakan terhadap pengawasan mutu
3. Kepala Sadan Kepegawaian Daerah Propinsi, dengan kriteria : Kepala SKD atau pejabat eselon Ill yang membidangi Jabatan Fungsional 4. Kepala Sadan Kepegawaian Daerah
Kabupaten/Kota dengan kriteria : Kepala SKD atau pejabat eselon Ill yang membidangi Jabatan Fungsional
5. Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKP-0) dengan kriteria Ketua OKKP-0/Kepala Sadan Ketahanan Pangan/Kepala UPTD atau pejabat setingkat Eselon Ill/ Eselon IV yang membidangi kepegawaian
6. Kepala UPTD Laboratorium Penguji Mutu dan Keamanan Pangan Hasil Pertanian (tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan) Propinsi/Kabupaten/Kota.
7. CPNS yang diangkat dengan formasi PMHP 8. Pejabat Fungsional tertentu, staf (Fungsional
Umum) dan pejabat struktural yang berminat
menjadi pejabat fungsional PMHP dengan kriteria maksimal berusia 50 tahun dan sudah melakukan kegiatan pengawasan sekurang- kurangnya 2 tahun
b. Peserta bimbingan teknis auditor adalah pejabat fungsional PMHP Ahli dan Terampil dengan persyaratan :
a. Sudah ditetapkan sebagai pejabat fungsional PMHP
b. Belum pernah mengikuti pelatihan sejenis
Penyelenggara kegiatan menyediakan alokasi anggaran untuk :
Biaya Akomodasi, konsumsi, bantuan transport dan materi peserta
4. Nara sumber :
a. Kriteria narasumber untuk kegiatan sosialisasi sebagai berikut :
1. Menguasai arah dan strategi pengembangan dan pamanfaatan jabatan Fungsional PMHP 2. Menguasai tentang tatacara pengusulan
formasi jabatan fungsional
3. Mempunyai wawasan tentang pengawasan mutu dan keamanan pangan hasil pertanian (tanaman pangan, hotikultura, perkebunan dan peternakan)
4. Menguasai tatacara pengangkatan, perpindahan, pembebasan dan mekanisme penilaian dupak PMHP
5. Menguasai tupoksi lapangan dan laboratorium jabatan fungsional PMHP
b. Nara sumber :
Narasumber untuk kegiatan Bimbingan Teknis Auditor adalah :
• Menguasai arah dan strategi pengembangan dan pamanfaatan jabatan Fungsional PMHP
• Mempunyai wawasan tentang pengawasan mutu dan keamanan pangan hasil pertanian (tanaman pangan, hotikultura, perkebunan dan peternakan)
• Mempunyai sertifikat auditor (ISO 19011 tahun 2008)dan berpengalaman sebagai auditor minimal 2 tahun
5. Materi
a. Sosialisasi Pejabat Fungsional Pengawas Mutu hasil Pertanian seperti tercantum di bawah ini :
No. Materi Jam
Pelajaran
1. Pembukaan 15 menit
2. Kebijakan Mutu dan Standardisasi 60 menit Hasil Pertanian serta Prospek
Jabatan Fungsional PMHP dalam menqhadapi pasar qlobal.
3. Manajemen Kepegawaian Jabatan 45 menit Fungsional PNS
4. Butir-butir kegiatan Jabatan 60 menit Fungsional PMHP dan Tata Cara
pengumpulan serta penyusunan Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK) PMHP Ahli dan Terampil, ruang lingkup
penqawasan dan penqujian hasil 10
pertanian
5. Diskusi 60 menit
6. Penutupan 10 menit
Jumlah 250 menit
b. Materi Bimbingan Teknis Auditor
No. Materi Jam Pelajaran
(@45 menit) 1 Kebijakan Jaminan Mutu 2jam
Pangan Hasil Pertanian
2 Standar Sistem Mutu (GAP, 8jam GHP, GMP)
3 Teknik Audit ISO GUIDE 8 jam 19011
4 Pelaporan Audit 2 jam
5 Kade etik auditor, peran dan 4 jam tanggung Jawab, Kriteria
Auditor
6 Dokumentasi Sistem Mutu 2jam 7 Praktek Audit kecukupan 3jam
8 Praktek audit Lapang 5jam
Penyusunan Laporan Hasil 2 jam Praktek Audit
9 Presentasi Laporan Hasil 2jam Audit
8 Evaluasi 2jam
Jumlah 40 jam
VII. PELAPORAN
Dinas lingkup pertanian Provinsi penyelenggara kegiatan dekonsentrasi "Pengembangan Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian " wajib memberikan laporan pelaksanaan kegiatan tersebut kepada Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran hasil Perkebunan cq Direktorat Mutu dan Standardisasi (maksimal 1 minggu) format sebagai berikut :
La po ran Pelaksanaan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian
Provinsi ... Tahun 2013
Prooinsi Alamat Tempat
Penvelenaaaraan Waktu Penvenqqaran Jumlah Peserta Asal Peserta
Lampiran Laporan : 1. Biodata peserta 2. Biodata Narasumber VIII. KETENTUAN LAIN
Peserta yang berminat menjadi Pejabat Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian segera mengirimkan persyaratan (ljazah, sertifikat prajabatan, bukti fisik kegiatan) untuk Penetapan angka kredit kepada Sekretaris Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil
12
Pertanian-Kementerian Pertanian cq sekretariat Tim Penilai Jabfung PMHP.
IX. PENUTUP.
Dengan terlaksananya kegiatan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengawasan Mutu Hasil Pertanian dapat meningkatkan jumlah dan kompetensi khususnya dalam hal pengawasan keamanan pangan.
LAMPIRAN
14
Lampiran 1
Lokasi Penerima Dana Dekonsentrasi Pengembangan Jabung PMHP Tahun 2013
No. lnstansi lnstansi Peserta Penvelenqqara
1. Dinas Peternakan Sumatera Utara
Propinsi Sumatera 1. Dinas Pertanian, Dinas
Utara Perkebunan, Dinas
Peternakan + UPT,
2. Sadan Ketahanan Pangan, Propinsi, Kabupaten/Kota di Propinsi Sumatera Utara 3. Sadan Kepegawaian
Daerah (SKD) Propinsi Kab/Kota di Propinsi Sumatera Utara
4. Kantor Ketahanan Pangan Kab/kota,
5. UPTD Lab. Pengujian Mutu dan Keamanan Panqan Hasil Pertanian 2. Dinas Perternakan Sumatera Barat
Propinsi Sumatera 1. Dinas Pertanian, Dinas
Sarat Perkebunan, Dinas
Peternakan + UPT,
2. Sadan Ketahanan Pangan, Propinsi, Kabupaten/Kota di Propinsi Sumatera Barat 3. Sadan Kepegawaian
Daerah (BKD) Propinsi
Kab/Kota di Propinsi Sumatera Barat
4. Kantor Ketahanan Pangan Kab/Kota
5. UPTD Lab. Pengujian Mutu dan Keamanan Panqan Hasil Pertanian 3. Dinas Peternakan Jambi
Propinsi Jambi 1. Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan + UPT,
2. Badan Ketahanan Pangan, Propinsi, Kabupaten/Kota di Propinsi Jambi
3. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Propinsi Kab/Kota di Propinsi Jambi
4. Kantor Ketahanan Pangan Kab/Kota
5. UPTD Lab. Pengujian Mutu dan Keamanan Panqan Hasil Pertanian 4. Dinas Peternakan Bengkulu
Propinsi Bengkulu 1. Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan + UPT,
2. Badan Ketahanan Pangan, Propinsi, Kabu paten/Ko ta di Propinsi Bengkulu
3. Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Propinsi Kab/Kota Propinsi Bengkulu
4. Kantor Ketahanan Panqan Kab/Kota
16
5.
6.
Oinas Peternakan Propinsi OKI Jakarta
Oinas Perternakan Provinsi Jawa Sarat
5. UPTO Lab. Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan Hasil Pertanian
OKI Jakarta
1. Oinas Pertanian, Oinas Perkebunan, Oinas Peternakan,
2. Sadan Ketahanan Pangan, Propinsi, Kabupaten/Kota di Propinsi OKI Jakarta 3. Sadan Kepegawaian
Oaerah (SKO) Propinsi Kab/Kota di Propinsi OKI Jakarta
4. Kantor Ketahanan Pangan Kab/Kota
5. UPTO Lab. Pengujian Mutu dan Keamanan Panqan Hasil Pertanian Jawa Sarat
1. Oinas Pertanian, Oinas Perkebunan, Dinas Peternakan + UPT,
2. Sadan Ketahanan Pangan, Propinsi, Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Sarat 3. Sadan Kepegawaian
Daerah (SKD) Propinsi Kab/Kota di Propinsi DI Yogyakarta
4. Kantor Ketahanan Panqan
Kab/Kota
5. UPTD Lab. Pengujian Mutu dan Keamanan Panaan Hasil Pertanian 7. Dinas Pertanian DI Yoavakarta
Tanaman Pangan 1. Dinas Pertanian, Dinas Provinsi DI Perkebunan, Dinas Yogyakarta Peternakan + UPT,
2. Badan Ketahanan Pangan, Propinsi, Kabupaten/Kota di Propinsi DI Yogyakarta 3. Badan Kepegawaian
Daerah (BKD) Propinsi Kab/Kota di Propinsi DI Yogyakarta
4. Kantor Ketahanan Pangan Kab/Kota
5. UPTD Lab. Pengujian Mutu dan l<eamanan Panqan Hasil Pertanian 8. Dinas Peternakan Jawa Timur
Provinsi Jawa Timur 1. Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan + UPT,
2. Badan Ketahanan Pangan, Propinsi dan Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur 3. Badan Kepegawaian
Daerah (BKD) Propinsi Kab/Kota di Propinsi Jawa Timur
4. Kantor Ketahanan Pangan 5. UPTD Lab. Pengujian
Mutu dan Keamanan Panqan Hasil Pertanian
18
1. Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan + UPT,
2. Sadan Ketahanan Pangan,
Propinsi dan
Kabupaten/Kota di Propinsi Sulawesi Selatan.
3. Sadan Kepegawaian Daerah (SKD) Propinsi Kab/Kota di Propinsi Sulawesi Selatan
4. Kantor Ketahanan Pangan 5. UPTD Lab. Pengujian
Mutu dan Keamanan Panaan Hasil Pertanian 9. Dinas Kalimantan Sarat
PeternakanProvinsi 1. Dinas Pertanian, Dinas Kalimantan Barat Perkebunan, Dinas
Peternakan + UPT,
2. Sadan Ketahanan Pangan,
Propinsi dan
Kabupaten/Kota di Propinsi Kalimantan Barat.
3. Sadan Kepegawaian Daerah (SKD) Propinsi Kab/Kota di Propinsi Kalimantan Sarat
4. Kantor Ketahanan Pangan 5. UPTD Lab. Pengujian
Mutu dan Keamanan Panaan Hasil Pertanian 10 Dinas Pertanian Kalimantan Tengah
Tanaman Pangan
h.
Dinas Pertanian, Dinas Propinsi Kalimantan Perkebunan, DinasTengah Peternakan + UPT,
2. Sadan Ketahanan Panaan, Prooinsi dan
Kabupaten/Kota di Propinsi Kalimantan Tengah.
t3 .
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Propinsi Kab/Kota di Propinsi Kalimantan T engah~ -
Kantor Ketahanan Pangan5 .
UPTD Lab. Pengujian Mutu dan Keamanan Panqan Hasil Pertanian 11 Dinas Pertanian 1. Dinas Pertanian, DinasTanaman Pangan Perkebunan, Dinas Propinsi Sulawesi Peternakan + UPT, Badan
Utara Ketahanan Pangan,
Propinsi dan
Kabupaten/Kota di Propinsi Kalimantan Tengah.
2. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Propinsi Kab/Kota di Propinsi Kalimantan Tengah
3. Kantor Ketahanan Pangan 4. UPTD Lab. Pengujian Mutu dan Keamanan Panqan Hasil Pertanian 12 Dinas Peternakan
~-
Dinas Pertanian, DinasPropinsi Sulawesi Perkebunan, Dinas
Tenggara Peternakan + UPT,
~ -
Badan KetahananPangan, Propinsi dan Kabupaten/Kota di Propinsi Sulawesi Tenggara.
~ -
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Prooinsi20
Kab/Kota di Propinsi Sulawesi T enggara
~-
Kantor Ketahanan Pangan 5. UPTD Lab. Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan Hasil Pertanian13 Dinas Pertanian
h .
Dinas Pertanian, Dinas Tanaman Pangan Perkebunan, Dinas Propinsi Maluku Peternakan + UPT,~-
Sadan KetahananPangan, Propinsi dan Kabupaten/Kota di Propinsi Maluku.
3. Sadan Kepegawaian Daerah (SKD) Propinsi Kab/Kota di Propinsi Maluku
4. Kantor Ketahanan Pangan
5.
UPTD Lab. Pengujian Mutu dan Keamanan Panqan Hasil Pertanian 14 Dinas Pertanian~ -
Dinas Pertanian, DinasTanaman Pangan Perkebunan, Dinas Propinsi Maluku Peternakan + UPT,
Utara
~ -
Sadan KetahananPangan, Propinsi dan Kabupaten/Kota di Propinsi Maluku Utara
~-
Sadan Kepegawaian Daerah (SKD) Propinsi Kab/Kota di Propinsi Maluku Utara~ -
Kantor Ketahanan Pangan5 .
UPTD Lab. Pengujian Mutu dan KeamananPangan Hasil Pertanian
15 Dinas Pertanian h. Dinas Pertanian, Dinas Tanaman Pangan Perkebunan, Dinas Propinsi Gorontalo Peternakan + UPT,
t2.
Sadan Ketahanan Pangan, Propinsi dan Kabupaten/Kota di Propinsi Gorontalot3.
Sadan Kepegawaian Daerah (SKD) Propinsi Kab/Kota di Propinsi Gorontalo~-
Kantor Ketahanan Pangan5.
UPTD Lab. Pengujian Mutu dan Keamanan Panaan Hasil Pertanian 16 Dinas PertanianH.
Dinas Pertanian, DinasTanaman Pangan Perkebunan, Dinas Propinsi Papua Sarat Peternakan + UPT,
~ -
Sadan KetahananPangan, Propinsi dan Kabupaten/Kota di Propinsi Papua Sarat
t3 .
Sadan Kepegawaian Daerah (SKD) Propinsi Kab/Kota di Propinsi~-
Papua Sarat
Kantor Ketahanan Pangan
5.
UPTD Lab. Pengujian Mutu dan Keamanan22
Pangan Hasil Pertanian