• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROYEK PROPOSAL PROGRAM BUDIDAYA TERNAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PROYEK PROPOSAL PROGRAM BUDIDAYA TERNAK"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

PROYEK PROPOSAL

PROGRAM BUDIDAYA

TERNAK KAMBING

Oleh:

KELOMPOK PEMUDA TANI

BERINGIN JAYA

Alamat Sekretariat:

(2)

Hp. 087834303102 / 085288753576

KELOMPOK PEMUDA TANI

BERINGIN JAYA

DUSUN TEMANGGUNG DESA KURIPAN WATUMALANG WONOSOBO

Sekretariat : Jl. Watumalang KM.11 Temanggung Watumalang Wonosobo. Telp. 087834303102 / 085288753576

No. : 012/P-KPTBJ/X/2015 Lamp. : 1 bendel proposal

Hal. : Permohonan bantuan ternak kambing

Kepada Yth.

Gubernur Provinsi Jawa Tengah

C.q. Kepala Dinas Pertanian Dan Perikanan Di Semarang

Assalamu’alaikum wr. wb.

Dengan hormat, bersama ini kami atas nama Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya dengan alamat Dusun Temanggung Rt.02/Rw.08, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo yang beranggotakan 26 orang bermaksud menyelenggarakan program budidaya ternak kambing yang dipelihara dan dikelola secara kolektif. Pertimbangan kami, desa wilayah kami mempunyai lahan sawah serta pematang sungai sebagai penyedia sumber pakan sepanjang tahun.

Demikian, atas perkenan Bapak, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Wonosobo, 05 Oktober 2015

Pengurus

Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya Ketua

Rochman

Sekretaris

Alan Setiawan

Mengetahui,

Kepala Desa

Wahyu Cahya Agung, A.Mk

Camat

Bambang Sutarno, S.Sos

(3)

PROPOSAL

BUDI DAYA TERNAK KAMBING Oleh:

KELOMPOK PEMUDA TANI BERINGIN JAYA

PENGANTAR

Guna mendorong terciptanya lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat serta meneguhkan daya saing bangsa di pentas global, maka kami bermaksud menghimpun segenap potensi yang kami punya untuk membangun bisnis usaha budi daya kambing.

Kami memandang bisnis budi daya kambing sangat prospektif untuk dikembangkan karena kambing mempunyai banyak nilai lebih, baik dari sisi protein daging maupun pemasarannya yang sangat menjanjikan.

Untuk pengembangan budi daya kambing tersebut, kami kemudian mendirikan Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya yang alamat di Dusun Temanggung Rt.02/Rw.08, Desa Kuripan, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo.

Dalam rangka untuk mengembangkan budi daya kambing ini, kami bermaksud mengajukan permohonan bantuan ternak kambing dan kebutuhan lainnya yang bisa mendukung program tersebut kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Besar harapan kami usaha yang sedang kami rintis ini bisa berjalan lebih maju dan mampu menciptakan lapangan kerja kepada para generasi muda di daerah kami.

Wonosobo, 05 Oktober 2015

Pengurus

KELOMPOK PEMUDA TANI BERINGIN JAYA

ROCHMAN

(4)

A. DATA INSTITUSI

1. Nama Usaha : Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya 2. Bidang Usaha : Budi daya ternak kambing

3. Jenis produk : Ternak kambing 4. Mulai usaha : Mei 2015

Usaha budi daya ternak kambing di Wonosobo, khususnya di Desa Kuripan, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, layak untuk dikembangkan karena selain mendapatkan keuntungan juga mempunyai manfaat yang sangat besar antara lain:

1. Selama ini pasokan daging kambing lebih banyak berasal dari daerah lain. 2. Kambing sangat baik untuk mencukupi kebutuhan protein hewani

3. Ternak kambing sangat mudah dengan Memanfaatkan limbah pertanian untuk pakan

4. Kotoran ternak kambing juga bisa dimanfaatkan untuk pupuk organik

5. Sebagai percontohan untuk warga yang lain guna meningkatkan keterampilan berwira usaha

D. ASPEK SUMBERDAYA MANUSIA (SDM)

Usaha ini dikelola secara kolektif dengan melibatkan pengelola dari anggota dan pekerja profsional. Untuk mendukung itu, maka dilakukan training anggota dan pekerja agar sesuai dengan standart yang dibutuhkan.

Sedangkan untuk memiliki kandang kami gunakan lahan yang sangat prospektif sebagai lokasi budi daya kambing yang mampu menampung puluhan ekor kambing. Dengan 4 (empat) orang pekerja dengan rincian: 2 orang memelihara ternak, dan 2 orang di bidang administrasi. Para pekerja diberi training dan standar operasional prosedur sehingga keterampilan meningkat dan mudah pengawasannya.

E. ANALISIS ASPEK LINGKUNGAN 1. Aspek Dampak Sosial

(5)

2. Aspek Dampak Lingkungan

Dampak sosial yang mungkin diakibatkan dari budidaya ternak kambing ini adalah kotorannya namun ini bisa diantisipasi dengan cara melakukan olah pupuk organik atau biogasiasi walau untuk kotoran kambing agak butuh pencairan agar tidak keras. Pupuk organik akan sangat bermanfaat bagi tumbuhan dan tanaman pangan atau pertanian sedangkan biogas bisa untuk keperluan kompor dan listrik.

F. ASPEK PENGEMBANGAN PRODUKSI DAN OPERASIONAL 1. Proses Produksi

Produk yang dihasilkan adalah kambing. Di daerah kami ada lahan yang sudah dipakai untuk budi daya kambing yang sangat berarti keberadaannya bagi kemajuan ekonomi anggota KPT. Dengan lahan yang dipunyai, maka mampu untuk berternak puluhan kambing yang akan akan dikelola secara kolektif untuk kepentingan kesejahteraan anggota.

2. Lokasi Usaha

Lokasi budi daya kambing ini akan dilaksanakan di Dusun Temanggung, Desa Kuripan, Kec.Watumalang, Kab.Wonosobo, Jawa Tengah. Lahan yang digunakan adalah lahan milik anggota yang dinilai layak untuk digunakan sebagai tempat budi daya kambing. Lokasi tempat usaha berada di lahan yang relatif datar. Lokasinya di belakang rumah, di bawah pepohonan yang sangat asri dan rindang. Jalan masuk ke lokasi usaha dapat dilalui kendaraan roda empat bak terbuka. Sumber pakan untuk keperluan budidaya peternakan kambing tersedia melimpah, baik dari sisi rumput, godong godongan dan air yang siap setiap saat.

3. Pemeliharaan dan pengawasan kualitas

Karena keberhasilan budidaya kambing bergantung pada pemilihan bibit yang baik dan sehat, maka perlu ada pemeliharaan yang intensif, pakan serta tempat yang baik. Di situlah perlunya ada pengawasan dan pembinaan dari terkait yang menanganinya. Hal ini untuk menghindari kambing dari serangan penyakit, di samping pemberian pakan dengan baik dan benar.

Pemeliharaan kambing termasuk pemeliharaan kesehatan selama masa budidaya merupakan hal yang penting, Oleh karena itu, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

- Pemberian pakan harus mencukupi - Menjaga kebersihan kandang - Memberikan makanan yang tepat - Mengecek kesehatannya secara rutin

G. WAKTU DAN TAHAPANNYA

(6)

H. ASPEK PENGEMBANGAN SARANA PRASARANA

Dalam melaksanakan program budi daya ternak kambing, kami memerlukan pengembangan sarana dan prasarana berikut:

1. KANDANG TERNAKKAMBING

Kandang kambing kami bangun di areal halaman rumah samping di lahan lapang berukuran 20x10 meter yang mampu menampung puluhan ekor kambing.

2. BANGUNANDAN PERLENGKAPAN LAINNYA.

2.1. Sebuah gudang yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan bahan baku pakan dan obat obatan serta perlengkapan lainnya.

2.2. Perlengkapan lain yang digunakan secara langsung adalah ember, lampu, skop, kabel listrik, air, pagar kandang, kelambu/waring, dan kebutuhan olah pupuk organik.

I. PENUTUP

Demikian proposal rencana usaha budi daya ternak kambing ini kami susun guna menjadi bahan acuan dan pegangan pihak-pihak terkait. Hal-hal yang belum dicantumkan dalam proposal ini akan ditentukan kemudian. Wassalam.

Wonosobo, 05 Oktober 2015

Pengurus Lembaga

KELOMPOK PEMUDA TANI BERINGIN JAYA

ROCHMAN

(7)

RENCANA ANGGARAN BIAYA BUDIDAYA TERNAK KAMBING

KELOMPOK PEMUDA TANI BERINGIN JAYA

NO JENIS KEBUTUHAN VOLUME SATUAN (Rp) NOMINAL (Rp) 1 Kambing jantan 8 ekor 2.750.000 28.900.000 2 Kambing betina 17 ekor 1.700.000 22.000.000 3 Pakan 1 tahun 3285 ikat 10.000 31.850.000 4 Bambu 15 batang 50.000 750.000 5 Papan 20 lembar 35.000 700.000

6 Paku 2 kg 20.000 40.000

7 Kawat 2 kg 15.000 30.000

8 Nutrisi ternak 1 tahun 183 botol 80.000 14.640.000

TOTAL 99.910.000

Pengurus Lembaga

KELOMPOK PEMUDA TANI BERINGIN JAYA

ROCHMAN

(8)

SUSUNAN PENGURUS

KELOMPOK PEMUDA TANI BERINGIN JAYA DESA KURIPAN KECAMATAN WATUMALANG

KABUPATEN WONOSOBO

NO NAMA JABATAN

1 Triyitno Ketua Pengawas

2 Rochman Ketua Umum

3 Sugeng Riyadi Ketua

4 Alan Setiawan Sekretaris I

5 Sackban Sekretaris II

6 Jumal Mustofa Bendahara I

7 Sabikhun Bendahara II

8 Sugiono Seksi Produksi I 9 Nijan Alif Rahman Seksi Produksi II 10 Soni Sulton Cahyono Seksi Pemasaran I 11 Sarwanto Seksi Pemasaran II 12 Sukar triyanto Seksi Usaha I 13 Parjono Seksi Usaha II

14 Mispan Seksi Humas I

15 Pujiyono Seksi Humas II 16 Tri Yitno Seksi Tabungan I 17 Santoso Seksi Tabungan II 18 Nirin Supriyadi Anggota

19 Poniman Anggota

20 Turmanto Anggota

21 Tega Anggota

22 Zaenal Arifin Anggota

23 Kuat Prihatin Anggota

24 Ahmad Suradi Anggota

25 Utomo Anggota

26 Rinto Anggota

Wonosobo, 05 Oktober 2015 Pengurus Lembaga

KELOMPOK PEMUDA TANI BERINGIN JAYA

ROCHMAN

(9)
(10)

ANGGARAN DASAR (AD)

KELOMPOK PEMUDA TANI BERIMGIM JAYA

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Anggaran Dasar (AD) ini yang dimaksud dengan :

1. Kelompok Pemuda Tani Beingin Jaya, adalah : Kelompok masyarakat yang peduli dalam pengelolaan fungsi / manfaat pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan yang meliputi : pelestarian, peternakan, perikanan, kehutanan, dan perkebunan.

2. Sentra Penyuluhan Pertanian, Peternakan, Perikanan, Kehutanan, Perkebunan, Swakarsa Masyarakat (SP4KPSM) adalah : organisasi masyarakat di tingkat Desa dan Kecamatan yang bergerak di bidang penyuluhan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, perkebunan, dibentuk berdasarkan hasil musyawarah berbagai fihak (KPSA) di wilayah Kecamatan dalam upaya melestarikan fungsi / manfaat sumberdaya alam pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, perkebunan untuk kesejahteraan masyarakat. 3. Penyuluh pertanian, penyuluh peternakan, perikanan, penyuluh kehutanan dan

perkebunan baik penyuluh PNS, swasta, maupun swakarsa yang selanjutnya disebut penyuluh, yaitu perorangan warga negara indonesia yang melakukan kegiatan penyuluhan.

4. Penyuluh swakarsa adalah pelaku utama yang berhasil dalam usahanya dan warga masyarakat lainya yang dengan kesadarannya sendiri mau dan mampu menjadi penyuluh. 5. Materi penyuluhan adalah bahan penyuluhan yang akan disampaikan oleh para penyuluh kepada pelaku utama dan pelaku usaha dalam berbagai bentuk yang meliputi informasi, teknologi, rekayasa sosial, manajemen, ekonomi, hukum, dan kelestarin lingkungan. 6. Sistem penyuluhan pertanian, oeternakan, perikanan, kehutanan, perkebunan yang

selanjutna disebut sistem penyuluhan adalah seluruh rangkaian pengembangan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, serta sikap pelaku utama dan pelaku usaha melalui penyuluhan.

7. Penyuluhan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, perkebunan yang selanjutnya disebut penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktifitas, efisiensi usaha, pendapatan/kesejahteraanya, sertameningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

8. Pertanian yang mencangkup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan yang selanjutnya disebut pertanian adalah seluruh kegiatan yang meliputi usaha hulu, usaha tani, agroindusti, pemasaran dan jasa penunjang pengelolaan sumberdaya alam hayati dalam agroekosistem yang sesuai dan berkelanjutan, dengan bantuan teknologi, modal, tenaga kerja dan manajemen untuk mendapatkan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

9. Perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan dan lingkunganya serta berkelanjutan, mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran yang dilaksanakan dalam sistem bisnis perikanan.

10. Kehutanan adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan, kawasan hutan dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu dan berkelanjutan.

(11)

12. Petani adalah perorangan warga negara indonesia beserta keluarga dan korporasi yang mengelola usaha di bidang pertanian, wanatani, minatani, agropasture, penangkaran satwa dan tumbuhan, di dalam dan di sekitar hutan, yang meliputi usaha hulu, usaha tani, agroindustri, pemasaran, dan jasa penunjang.

13. Perkebunan adalah perorangan warga negara indonesia atau korporasi yang melakukan uasaha perkebunan.

14. Peternak adalah perseorangan warga negara indonesia atau korporasi yang melakukan usaha peternakan.

BAB II ORGANISASI

(NAMA, PEMBENTUKAN, PENGUKUHAN, KEDUDUKAN, SIFAT) Pasal 2

1. Nama : Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya 2.Pembentukan : Pada tanggal 4 April 2015

3.Pengukuhan : Pada tanggal 7 April 2015, oleh Kepala Desa Kuripan

4.Kedudukan : Di Dusun Temanggung Desa Kuripan Kecamatan Watumalang Alamat Sekratariat : Jalan Watumalang KM 11, Kuripan Watumalang Wonosobo 56352. HP 085328005749.

5.Sifaf : Mandiri, swakarsa, sosial, gotong royong, pelestarian fungsi/manfaat sumberdaya alam pertanian, peternakan, perkebunan.

BAB III

ASAS, MAKSUD, TUJUAN, SASARAN Pasal 3

1. Asas Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya, yaitu berdasarkan Pancasila. 2. Maksud Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya, adalah :

a. Sebagai wujud dukungan masyarakat pedesaan dalam upaya perlindungan, pelestarian fungsi dan manfaat sumberdaya alam pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, dan perkebuna.

b. Memberdayakan kelompok tani/masyarakat pedesaan agar menjadi masyarakat yang produktif mandiri serta berperan sebagaipenyuluh swakarsa pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, perkebunan.

3. Tujuan Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya, adalah :

a. Mengembangkan swadaya masyarakat dalam kegiatan penyuluhan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, perkebunan swakarsa masyarakat serta mengembangkan kelompok kelompok masyarakat produktif mandiri (KMPM) yang berbsis sumberdaya alam pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, perkebunan. b. Menerapkan prinsip komunikasi efektif dengan kelompok/masyarakat yang

didampinginya.

c. Melakukan analisis kelembagaan secara tepat, sehingga dapat membantu kelompok/masyarakat dalam membentuk/ memfungsikan kelembagaan.

d. Melakukan metode/teknik pendampingan secara tepat, sesuan dengan kebutuhan kelompok.

(12)

f. Memahami dan menganalisis konflik yang ada dalam kelompok/masyarakat, merancang dan mengplikasikan perencanaan pendampingn shingga kelompok/masyarakat dapat terbantu permasalahannya.

g. Mitra Sinergis Penyuluh (PNS) : pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, perkebunan ,bersama-sama dengan komponen masyarakat yang lain, bisa menjebatani dan mengngkat potensi sumberdaya alam di wilayah kelompok/masyarakat.

4. Sasaran Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya, adalah :

a. Kelompok/masyarakat yang peduli pelstarian fungsi/manfaat sumberdaya alam yang meliputi pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, dan perkebunan.

LAMBANG KELOMPOKPEMUDA TANI BERINGIN JAYA Pasal 4

1. Gambar Beringin : Melambangkan kekokohan kelompok. 2. Gambar Tanah dan Air : Melambagkan kesuburan dan kemakmuran. 3. Gambar Lingkaran : Melambangkan persatuan dan kesatuan kelompok.

BAB V USAHA-USAHA

PASAL 5

1. Usaha-usaha Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya, adalah :

a. Upaya pelestarian fungsi, manfaat sumberdaya alam pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, kehutanan.

b. Mengembangkan usaha bersama yang memberikan manfaat, baik secara lingkungan maupun ekonimi anggota Kelompok Pemuda Tani Beringin jaya.

c. Mengembanhkan Kelompuk Usaha Produktif (KUP) dalam wadah Kelompok Masyarakat Produktif Mandiri (KMPM), sebagai sarana mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumberdaya lainya, sebagai upaya meningkatkan produktifitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

d. Usaha lain yang tidak bertentangan dengan hukum dan tujuan dasar kelompok.

BAB VI KEANGGOTAAN

Pasal 6

1. Keanggotaan Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya bersifat terbuka, siapapun bisa menjadi anggota Kelompok Pemuda Tani Beringin jaya asal memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dan upaya kepedulian terhadap fungsi/manfaat sumberdaya alam pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, perkebunan.

2. Organisasi Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya disusun atas dasar kepentingan bersama melalui musyawarah untuk mufakat.

(13)

baik formal maupun non formal yang peduli terhadap upaya-upaya melestarikan fungsi dan manfaat sumberdaya alam pertanian, peternakan, perikana, kehutanan, perkebunan.

BAB VII

MUSYAWARAH MUFAKAT Pasal 7

1. Musyawarah Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya membahas dan menyusun : a. AD/ART sesuai dengan keperluan dan kebutuhan.

b. Program kerja atau rancana kerja.

c. Usaha-usaha bersama untuk kepentingan kesinambungan Kelompok Pemuda Tani Beringin jaya.

d. Musyawarah kepentingan lain sesuai dengan kepentingn organisasi Kelompok Pemuda Tani Beringin jaya.

Pasal 8

Kekuasaan tertinggi terletak pada musyawarah anggota Kelompok Pemuda Tani Beringin jaya.

Pasal 9

Perubahan AD dapat dilakukan dengan syarat paling sedikit 2/3 anggota Kelompok Pemuda Tani Beringin jaya hadir dengan cara musyawarah untuk mufakat.

BAB VIII KEUANGAN

Pasal 10

1. Keuangan bersumber pada :

a. Swadaya murni dari masyarakat desa yang peduli pada kegiata pelestarian

fungsi/manfaat sumberdaya alam pertanian, peternakan, peikanan, kehutana, perkebunan.

b. Iuran anggota sesuai hasil musyawarah. c. Sumbangan dari pemerintah dan swasta.

d. Usaha-usaha Kelompok Pemuda Tani Beringin jaya yang sah, baik inisiatif dari dalam/ luarorganisasi.

e. Penyisihan keuntungan dari hasil usaha produktif masyarakat yang memproleh manfaat dari keberadaan Kelompok Pemuda Tani Beringin jaya.

(14)

BAB IX KEPENGURUSAN

Pasal 11

Masa kepengurusan Kelompok Pemuda Tani Beringin jaya selama 4 tahun, kecuali jika paling sedikit 2/3 anggota menginginkan Kelompok Pemuda Tani Beringin jaya dibubarkan dan harus diadakan rapat anggota untuk maksud tersebut.

BAB X LAIN-LAIN Pasal 12

1. Hal-hal yang belum diatur dalam AD ini , akan diatur lebuh lanjut dalam ART dan ketentuan lain selama tidak bertentangan dengan AD.

2. AD ini berlaku sejak di tetapkan

(15)

ANGGARAN TUMAH TANGGAN (ART)

KELOMPOK PEMUDA TANI BERINGIN JAYA

BAB I

PRINSIP-PRINSIP

Pasal 1

Prinsipnya, semua aturan-aturan operasional Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya tidak boleh bertentangan dengan AD/ART.

Pasal 2

AD Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya boleh diterjemahkan lebih rinci selama bersifat membangun dengan segala jenis usaha dan kegiatan yang positif.

BAB II

HAK DAN KEWAJIBAN

Pasal 3

1. Setiap pengurus/anggota Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya, berhak : a. Memperoleh perlakuan yang sama.

b. Mengeluarkan pendapat dan usul. c. Memilih dan dipilih sebagai pengurus.

d. Mengambil dan memperoleh manfaat dari Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya sesuai dengan porsinya atas dasar keputusan musyawarah.

Pasal 4

1. Setiap pengurus/anggota Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya, kewajiban : a. Memupuk, membina dan menjaga kelangsungan organisasi Kelompok Pemuda

Tani Beringin Jaya.

b. Mentaati AD/ART yang telah disepakati.

c. Taat dan melaksanakan kesepakatan Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya. d. Menggali, mengelola dan mengembangkan kepedulian terhadap pelestarian

sumberdaya alam pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, perkebunan. e. Melestarikan fungsi/manfaat sumberdaya alam pertanian, peternakan,

perikanan, kehutanan, perkebunan.

BAB III

PROSEDUR KEANGGOTAAN

Pasal 5

1. Prosedur menjadi anggota Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya, adalah : a. Mempunyai kepedulian terhadap fungsi dan manfaat sumberdaya alam

pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, perkebunan. b. Telah tau, mau dan mampu atas hak dan kewajibannya.

(16)

Watumalang khususnya dan umumnya di Kabupaten Wonosobo. d. Kelengkapan administrasi material maupun non material.

BAB IV

SUSUNAN KEPENGURUSAN

Pasal 6

1. Susunan kepengurusan Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya, terdiri atas : Penasehat, Pelindung, Pendamping, Ketua, Sekretaris, Bendahara, Koordinator/ Seksi.

Pasal 7

1. Kepengurusan pada pasal 6 disusun atas dasar musyawarah untuk mufakat dan sesuai dengan kebutuhan.

2. Sususnan kepengurusan dapat berubah sesuai dengan kepentingan dan efektifitas dilapangan setelah terlebih dahulu dimusyawarahkan.

BAB V

TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Pasal 8

1. Tugas utama Ketua Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya, adalah : a. Bertanggung jawab penuh atas keseluruhan fungsionalisasi Kelompok

Pemuda Tani Beringin Jaya dan di pertanggungjawabkan melalui rapat anggota tahunan.

b. Mewakili anggota untuk segala kegiatan yang terkait keberadaan Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya.

c. Memimpin dan memfasilitasi pertemuan-pertemuan Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya sesuai dengan kepentingannya.

d. Bersama Bendahara menandatangani dokumen kerja sama dengan pihak luar. e. Membuat laporan sesuai keperluan atas kemajuan Kelompok Pemuda Tani

Beringin Jaya.

f. Melakukan pemantauan dan evaluasi program kegiatan penyuluh swakarsa.

Pasal 9

1. Tugas utama Sekretaris Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya, adalah : a. Membantu tugas utama ketua.

b. Mewakili ketua, bila ketua berhalangan.

c. Mengontrol/mensupervisi tugas-tugas anggota/pengurus lain.

Pasal 10

1. Tugas utama bendahara Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya, adalah :

a. Pemegan kas dan iventarisasi keuangan organisasi Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya.

(17)

Pasal 11

1. Tugas utama coordinator bidang/seksi, adalah :

a. Mengkoordinasi kegiatan, sesuai dengan bidangnya masing-masing.

b. Mau berbagi kemampuan, keterampilan dengan anggotanya ,dengan penyuluh swakarsa.

c. Menguasai aspek-aspek teknis kegiatan usaha pelestarian sumberdaya alam pertanian,petrnakan, perikanan, kehutanan, perkebunan.

(18)

PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO

DESA KURIPAN

KECAMATAN WATUMALANG

SURAT KEPUTUSAN

KEPALA DESA KURIPAN KECAMATAN WATUMALANG Nomor: ………..

TENTANG

PEMBENTUKAN KELOMPOK PEMUDA TANI BERINGIN JAYA DESA KURIPAN KECAMATAN WATUMALANG KABUPATEN WONOSOBO

Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya setelah: Menimbang:

1. Bahwa dalam rangka memperkuat kelembagaan kelompok di Dusun Temanggung Desa Kuripan, maka perlu dibentuk pengurus kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya Dusun Temanggung.

2. Bahwa untuk memenuhi maksud tersebut diatas, perlu ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Desa Kuripan.

Mengingat:

1. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonomi Dalam Lingkungan Propinsi Sumatera Tengah (Lembaran Negara Tahun 1956 No. 25)

2. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih, Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.(Lembaran Negara Tahun 1999 No. 75 Tambahan Lembaran Negara No. 3851)

3. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.(Lembaran Negara Tahun 2004 No. 66 Tambahan Lembaran Negara No. 4000)

4. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. (Lembaran Negara Tahun 2004 No. 125 Tambahan Lembaran Negara No. 4437)

5. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemarintah Pusat dan Daerah. (Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih, Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.(Lembaran Negara Tahun 1999 No. 75 Tambahan Lembaran Negara No. 3851)

6. Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 No. 140 Tambahan Lembaran Negara No. 4578)

7. Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.

(19)

Pengelolaan Keuangan Daerah.

9. Peraturan Menteri Pertanian No. 273/Kpts/OT.160/4/2007 tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani.

10. Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo No. 1 Tahun 2007 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Wonosobo Tahun 2007 (Lembaran Daerah Kabupaten Wonosobo Tahun 2007 No. 1 Seri A).

Lembaran kedua Keputusan Kepala Desa Kuripan, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo

Nomor : ……….. Tanggal : 3 Juli 2009

Memutuskan: Menetapkan:

Pertama: Mengangkat pengurus kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya Dusun Temanggung dengan susunan pengurus sebagai berikut:

Pelindung : Kepala Desa Kuripan Pembina :PKL/PPL/Petugas Nakkkan Bedahara I : Jumal Mustofa Bedahara II :Sabichun Seksi Produksi I :Sugiyono

Seksi Produksi II :Nijan Alif Rahman Seksi Pemasaran I : Soni Sultan Cahyono Seksi Pemasaran II :Sarwanto

Seksi Usaha I : Sukar Triyanto Seksi Usaha II :Parjono

Seksi Humas I :Mispan Seksi Humas I I :Pujiyono Seksi Tabungan I :Tri Yitno Seksi Tabungan II :Santoso

Kedua: Kepada pengurus Kelompok Pemuda Tani Beringin Jaya Baru diserahkan segala kewajiban dalam melaksanakan kemajuan kelompok di Dusun Temanggung dan bertanggung jawab kepada Kepala Desa Kuripan. Ketiga: Surat keputusan ini berlaku mulai semenjak tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan ditinjau kembali sebagaimana mestinya.

(20)

Pada tanggal : 3 Juli 2009

Kepala Desa Kuripan

Gambar

Gambar Beringin

Referensi

Dokumen terkait

Sensus Pertanian bermanfaat untuk memberikan gambaran umum mengenai kondisi pertanian di Indonesia, mencakup subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan,

mutu/sosialisasi/seminar/latihan yang berkaitan dengan mutu dan keamanan pangan hasil pertanian (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan) sejak PNS s/d sekarang e)

1) Mengembangkan pertanian tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perkebunan pada zona kawasan pertanian Kawasan Strategis Provinsi di Kabupaten Lingga meliputi Desa

Komoditas pertanian yang meliputi sub sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan selama tahun 2015 sampai dengan 2019 terlihat mengalami

Selain itu potensi sumber daya alam pada sektor pertanian yang ada, berupa tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perikanan, perkebunan dan wisata dengan

Kepala Dinas Pertanian/Satuan Kerja Yang Melaksanakan Urusan Prasarana dan Sarana Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan/atau Peternakan di Kabupaten/Kota..

Deskripsi Klasifikasi Klasifikasi Sektor Pertanian, Subsektor, Komoditas, dan Jenis Kegiatan Merupakan pengelompokan subsektor Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Peternakan,

Deskripsi Klasifikasi Klasifikasi Sektor Pertanian, Subsektor, Komoditas, dan Jenis Kegiatan Merupakan pengelompokan subsektor Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Peternakan,