• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Kasus Manajemen Agribisnis

N/A
N/A
fajar rahmat

Academic year: 2024

Membagikan " Studi Kasus Manajemen Agribisnis"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Meki Hr, S.P., M.Si

Zulhamid Rd, S.P., M.Si

(2)

pertumbuhan ekspor sepuluh Tahun terakhir menurun,

Fluktuasi harga tinggi

Indonesia sbg acuan mutu dan pemasok terbesar Lada

Internasional (sebelum th 1990)

Komoditas ekspor tradisional tertua, konsumsi dalam negeri Kecil (26%) dan melibatkan

Banyak petani

Latar Belakan

g

PENDAHULUAN

(3)

Harga ditingkat petani rendah Krn pemasaran tdk efisien

Sebagian besar Perkebunan rakyat swadaya

Permasala han

pengemba ngan

perkebuna n

Kualitas rendah

Konflik pertanahan menghambat investor

Kelembagaan ekonomi petani lemah

(4)

Keragaan Lada Indonesia

Luas tanaman menurun

adopsi inovasi rendah

kenaikan nilai Tukar harga

naik

Supply kompetitor naik

Penurunan Harga

Kebun Swasta dominan

(5)
(6)

Subsistem agribisnis hulu

(upstream)

Benih, agro- chemical, agro-

automotive

Subsistem agribisnis on-

farm

pangan, hortikultura,

prkebunan kehutanan Peternakan,

perikanan

Subsistem hilir processing

Makanan, minuman, tembakau, serat alam, biofarmasi, agrowisata

Subsistem pmasaran marketing

Distribusi, promosi, info pasar, kebijakan,

struktur pasar

Subsistem penunjang agribisnis:

Pertanahan, penyuluhan, keuangan, penelitian, pendidikan, transportasi,

kebijakan pemerintah

REVIEW

Diagram Subsistem Agribisnis :

(diadaptasi dari Gumbira-Said dan Prastiwi, 2005 dan Nainggolan, 2005)

(7)

Subsistem agribisnis hulu

(upstream)

Bibit, pupuk

Tenaga kerja

Modal

Subsistem agribisnis on-

farm

Produktif 3-13 tahun

Monokultur 47,5%

Subsistem hilir processing

Panen manual

Pengolahan 9- 17 hari

Rendemen 15- 45%

Mutu rendah

Subsistem pemasaran

marketing

93,4% melalui pengumpul

Harga 90,2%

ditentukan pedagang

Mengetahui lembaga penyuluhan

hanya 18 persen petani yang merasakan adanya penyuluhan

REVIEW

Diagram Subsistem Agribisnis :

(diadaptasi dari Gumbira-Said dan Prastiwi, 2005 dan Nainggolan, 2005)

(8)

1.

Penggunaan Input Produksi

a. Bibit yang dipergunakan petani umumnya (52,5 persen) berasal dari hasil sendiri,

 Masalah:produktivitas rendah

(9)

b. Hampir seluruh petani menggunakan pupuk buatan

Masalah : harga mahal, sulit diperoleh dan adanya pupuk palsu.

sikap petani: mengurangi pupuk atau mengurangi dosis.

Perilaku ini berdampak pada:

penurunan

produktivitas

(10)

39,3% TKDK

45,9% upah di usahatani lada lebih mahal

apabila tenaga kerja mahal:

mengurangai luas tanaman (23,7%)

mengurangi pemakaian TKLK ( 28,9%)

memaksimalkan TKDK (15,8%)

bertahan (31,6%).

(11)

Sebagian petani beralih menjadi pekerja tambang timah. Petani yang cukup modal membuka tambang dan mempekerjakan petani lain atau pendatang.

bekerja sebagai buruh tambang cukup

menguntungkan dibandingkan buruh tani.

(12)

hampir seluruhnya menggunakan modal sendiri, belum ada lembaga keuangan yang memberikan

pinjaman

Modal paling banyak dikeluarkan

untuk pembelian pupuk dan pestisida

(13)

pola tanam monokultur 47,5% dan campuran dengan karet 52,5%

Penanggulangan hama dan penyakit

menggunakan pestisida (67,2%)

mencabut tanaman (20,7%),

membuang tanaman (1,7%) dan

membakar (17,2%).

(14)

Terdiri dari 4 jenis keputusan yang harus saling melengkapi (bauran pemasaran) :

Product (Produk)

Price (Harga)

Place (Tempat)

Promotion (Promosi) Saluran Pemasaran:

Jejak perpindahan barang dari produsen ke konsumen akhir

(15)

Petanipengumpul desapedagang

kecamatanpedagang kabupaten (±10kg).

Petanipedagang kecamatanpedagang kabupateneskportir (<100 kg)

Petanipedagang kabupateneksportir

(>100kg)

(16)

(93,4 persen) petani menjual ke pedagang

mayoritas petani (65,1 persen) menjual langsung ke toko/gudang pengumpul.

Harga ditentukan pedagang (90,2 persen),

Harga tergantung:kualitas (63,9%) dan jumlah produk (31,2%).

Penentuan harga:warna (85,2%),

kebersihan(19,7%),dan ukuran buah (9,8%).

(17)

menanam lada karena:

usaha turun temurun (60,7%),

tanah dan iklim cocok (19,7%).

Sebagian kecil krn harga lada lebih bagus

(42,6%) yakin komoditas ini menjanjikan (peluang ekspor 85,7%)

sebaliknya 57,4% tidak yakin krn tdk

menguntungkan

(18)

Berdasarkan contoh kasus:

1.

Bagaimanakah integrasi vertikal dan horizontal kelembagaan ekonomi

pemasaran lada?

2.

Bagaimana seharusnya peran

pemerintah dalam sistem pemasaran agribisnis lada? (manajemen

pemasaran lada)

(19)

Berdasarkan contoh kasus:

1.

Sektor mana dari sistem agribisnis yang perlu mendapat perhatian?

(masukan, usahatani, keluaran, pelancar)

2.

Bagaimana seharusnya peran

pemerintah dalam sistem agribisnis

lada?

(20)

CARI 1 JURNAL YANG BERHUBUNGAN SUBSISTEM AGRIBISNIS KEMUDIAN DI

JABARKAN SEPERTI DIATAS DALAM BENTUK PPT

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian memperlihatkan kondisi agribisnis karet di daerah penelitian, yaitu: (1) Pada subsistem hulu, bibit unggul yang digunakan hanya dari bantuan pemerintah,

Hasil penelitian yaitu usaha sapi potong di Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo memiliki potensi agribisnis untuk dikembangkan pada subsistem hulu: potensi pakan

Berdasarkan hasil penelitian pengembangan usaha ternak sapi perah di Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali, maka dapat diambil kesimpulan bahwa subsistem agribisnis peternakan

Deputi  Produksi  BPS  dituntut  untuk  menyediakan  data  statistik  tanaman  pangan,  hortikultura,  perkebunan,  peternakan,  perikanan,  kehutanan,  industri 

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui perubahan pendapatan sample akibat pendampingan agribisnis yang di laksanakan di beberapa peternakan

Adapun pengertian Agribisnis secara umum adalah rangkaian kegiatan usaha pertanian yang terdiri atas 4 (empat) sub-sistem, yaitu (a) subsistem hulu yaitu kegiatan ekonomi

Pertanian yang mencangkup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan yang selanjutnya disebut pertanian adalah seluruh kegiatan yang meliputi usaha hulu, usaha

Indragiri Hulu Sasongko L SMKN 1 KUALA CENAKU Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura..