• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

39

4.1. Pelaksanaan Tindakan

Penelitian ini dilaksanakan di kelas 3 SD Negeri Purworejo kecamatan Suruh kabupaten Semarang dengan jumlah siswa 21 pada mata pelajaran Matematika. Kompetensi Dasar yang akan di ambil adalah mengidentifikasi berbagai bangun datar sederhana menurut sifat/ unsurnya. Model pembelajaran yang akan digunakan dalam pelaksanaan kagiatan pembelajaran adalah dengan menggunakan Model kooperatif tipe STAD

4.1.1. Deskripsi Sebelum Tindakan

Dalam pembelajaran awal di SD Negeri Purworejo kecamatan Suruh kabupaten Semarang yang berada di lingkungan masyarakat dan berada dipinggir jalan raya, ini peneliti meneliti siswa kelas 3 yang jumlah 21 siswa. Berdasarkan pada hasil belajar Matematika kelas 3 SD Negeri Purworejo yang masih sangat rendah dan masih banyak siswa yang belum mencapai KKM, yang ditentukan oleh sekolah yaitu ≥ 65 dengan karakteristik siswa yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain namun dominan siswa lebih suka berbicara dan beraktivitas di dalam kelas maka dilakukan pembelajaran dengan menggunakan Model kooperatif tipe STAD, karena pada pembelajaran sebelumnya dalam melakukan pembelajaran di dalam kelas guru hanya menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas saja. Maka peneliti menggunakan model STAD . Hasil nilai yang memicu peneliti untuk melakukan penelitian di SDN Purworejo yaitu pada kondisi awal bisa dilihat pada Tabel 4.1.

(2)

Tabel 4.1

Tabel Distribusi Frekuensi Nilai Ulangan Harian II

Pada Kondisi Awal Sebelum Menggunakan Model Kooperatif Tipe STAD Siswa Kelas 3 Semester II Tahun 20014

Nilai Jumlah Siswa

Presentase

45-49 4 19,04

50-54 4 19,04

55-59 3 14,3

60-64 4 19,04

65-69 0 0

70-74 0 0

75-79 1 4,76

80-84 3 14,3

85-89 1 4,76

90-94 0 0

95-99 1 4,76

Jumlah 21 100

Nilai Min 45 Nilai Max 95 Rata-rata 62,85

Dari Tabel di atas dapat dilihat nilai terendah siswa adalah 45-49 dengan jumlah siswa 4 siswa dengan persentase 19,04% dan nilai tertinggi 95-99 jumlah siswa 1 dengan persentase 4,76%. Dengan rata-rata kelas yang diperoleh adalah 62,85. Dari data Tabel 4.1 maka dapat dibuat tabel ketuntasan pada kondisi awal sebagai berikut.

Tabel 4.2

Tabel Ketuntasan Belajar Pada Kondisi Awal Siswa Kelas 3 SDN Purworejo Semester II Tahun 2014

Skor Ketuntasan Jumlah Siswa Persentase (%)

≥ 65 ( Tuntas ) 6 28,58

≤65 ( Belum Tuntas ) 15 71,42

Jumlah 21 100

(3)

Rendahnya skor rata-rata yang diperoleh masih di bawah KKM yang ditentukan sekolah yaitu 65 maka tingkat ketuntasan belajar yang rendah dan nilai rata-rata kelas yang harus dicapai yaitu 70, maka penulis akan melakukan sebuah penelitian tindakan kelas sesuai dengan rancangan penelitian yaitu menggunakan model kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar Matematika kelas 3. Dalam penelitian tersebut peneliti akan menerapkan model kooperatif tipe STAD yang akan diterapakan melalui dua siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2.

4.1.2. Deskripsi Siklus I

Dalam siklus I ini dibagi dalam 3 kali pertemuan dalam setiap pertemuan tahap-tahap yang dilakukan yaitu penyusunan, implementasi, meninjau dan akan didapatkan hasil tindakan dan merefleksikannya.

4.1.2.1 Tahap Perencanaan

Kegiatan dalam siklus I ini dilakukan dalam 3X pertemuan yang didalam setiap pertemuannya dirincikan sebagai berikut :

1) Pertemuan pertama

Pertemuan pertama dilakukan peneliti pada tanggal 16 Maret 2014 dan peneliti melakukan hal yang paling utama yaitu pembuaan RPP dengan penggunaan model Kooperatif tipe STAD dengan SK 4. Memahami unsur dan sifat – sifat bangun datar sederhana, dan KD 4.1 mengidentifikasi berbagai bangun datar sederhana menurut sifat/unsurnya,dengan indikator mengidentifikasikan bangun datar. setelah peneliti menemukan SK, dan KD peneliti mencari materi yang sesuai dengan KD yang telah dipilih. Setelah menemukan materi yang sesuai peneliti membuat alat peraga atau media yang sesuai dengan materi dan bisa membantu dalam proses belajar mengajar. Disini peneliti membuat alat peraga berbentuk bangun datar yang terbuat dari kertas karton. Selain itu peneliti juga mempersiapkan perangkat pembelajaran seperti daftar presensi siswa, lembar kerja siswa, lembar kuis, lembar observasi siswa, lembar observasi kegiatan guru, lembar penilaian kuis, penghargaan dan buku pembelajaran. Selanjutnya peneliti dan guru kelas 3 mempelajari materi yang

(4)

akan di ajarkan agar pembelajaran bisa berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil yang maksimal.

2) Pertemuan kedua

Perencanaan pada pertemuan 2 ini sebagai tindak lanjut dari pertemuan 1 dengan pertemuan pertama mengidentifikasikan bangundatar sedangkan dalam pertemuan ke-2 ini indikator yang diambil yaitu tentang mengelompokkan bangun datar. Penelitian akan melakukan siklus 1 pertemuan ke-2 pada tanggal 20 Maret 2014. Hal yang dilakukan pada pertemuan ke-2 ini seperti pada pertemuan ke-2 yaitu pembuatan RPP,mencari materi yang sesuai dengan indikator yang akan dilaksanakan. Setelah mencari materi yang sesuai peneliti tidak perlu membuat alat peraga karena alat peraga yang digunakan pada pertemuan ke-2 ini masih sama dengan pertemuan 1. Selain itu peneliti juga mempersiapkan perangkat pembelajaran seperti daftar presensi siswa, lembar kerja siswa, lembar kuis, lembar observasi siswa, lembar observasi kegiatan guru, lembar penilaian kuis, penghargaan dan buku pembelajaran. Selanjutnya peneliti dan guru kelas 3 mempelajari materi yang akan di ajarkan agar pembelajaran bisa berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil yang maksimal.

3) Pertemuan ketiga

Perencanaan pembelajaran pada siklus I pertemuan ketiga sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yaitu pertemuan pertama dan pertemuan kedua.

Pada pertemuan ketiga dilakukan pada 22 Maret 2014, pada pertemuan ke-3 ini digunakan untuk tes evaluasi tentang materi yang telah dipelajari pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Sebelum kegiatan pembelajaran pada pertemuan ketiga berlangsung, peneliti menyiapkan hal-hal yang diperlukan untuk proses pembelajaran, diantaranya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar soal tes yang terdiri dari 25 soal berbentuk pilihan ganda, lembar jawab, serta ruang/lokasi yang akan digunakan yaitu di ruang kelas 3. Sebelum mengadakan tes evaluasi, guru mengulang materi tentang sifat-sifat bangun datar yang telah dipelajari pada pertemuan pertama dan

(5)

pertemuan kedua. Setelah itu guru mengadakan tes evaluasi selama 2 x 35 menit. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan menyampaiakan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

4.1.2.2 Pelaksanaan Tindakan Dan Observasi

Dalam pelaksanaan tindakan dan observasi ini berisi tentang kegiatan awal sampai akhir dalam proses belajar mengajar, yaitu observasi kegiatan guru dan siswa.

a. pertemuan pertama 1) Pelaksanaan Tindakan

pada pelaksanaan tindakan pada siklus pertama pertemuan pertama ini dilakukan pada hari Sabtu tanggal 15 Maret 2014 pukul 07.00 – 08.15 WIB.

Kegiatan Awal dengan mengucapkan salam, meminta ketua kelas untuk memimpin doa, selanjutnya guru melakukan presensi dan juga guru melakukan apersepsi (membenarkan cara duduk yang baik) dan motivasi ( Meyakinkan siswa bahwa mereka bisa mempelajari tentang bangun datar) dengan cara tanya jawab kepada siswa tentang bangun datar sederhana.

Kemudian guru menyampaikan tujuan-tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.

Setelah kegiatan awal dilaksanakan kemudian menuju kekegiatan inti yang terdiri dari eksplorasi, elaborasi, konfirmasi. Pada kegiatan eksplorasi yaitu guru mengali pengetahuan siswa tentang bangun datar. setelah bertanya jawab dengan siswa, guru menjelaskan materi tentang sifat-sifat bangun datar (persegi,persegi panjang, segitiga) dengan alat peraga bangun datar yang terbuat dari kertas karton. Setelah guru selesai memberi penjelasan dilanjutkan dengan kegiatan elaborasi didalam elaborasi ini guru membentuk siswa menjadi 5 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 4 anak dan satu kelompok terdiri dari 5 siswa (pembagian berdasarkan heterogenitas). Mereka berdiskusi dalam kelompok mengenai bangun datar, gambar bangun datar. Setelah berdiskusi diminta perwakilan dari kelompok

(6)

untuk memaparkan hasil diskusi yang mereka kerjakan, dan kelompok lain menanggapi dengan dibimbing guru. Yang selanjutnya yaitu kegiatan konfirmasi, guru memberikan kuis individu dimana siswa harus mengerjakan soal secara individu dan tidak dibolehkan bekerjasama dengan teman. Guru mengawasi jalannya kuis individu yang dikerjakan oleh siswa. Setelah siswa selesai melaksanakan kuis individu, guru dan siswa mengoreksi hasil kuis individu. Bagi kelompok yang memperoleh nilai tertinggi mendapat penghargaan dari guru. Setelah guru memberikan penghargaan kemudian guru melakukan tanya jawab mengenai kesalah pemahaman siswa tentang bangun datar. Siswa bersama dengan guru menyampaikan kesimpulan pembelajaran .

Pada kegiatan akhir pembelajaran ini guru beserta siswa melakukan refleksi tentang pembelajaran yang telah dilakukan, guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya, guru mengahiri pembelajaran dengan mengucapkan salam.

2) Hasil observasi

Hasil observasi yang telah dilakukan itu ada 2 observasi yaitu proses pembelajaran guru dalam menerapkan model pembelajaran STAD dan aktifitas siswa pada kegiatan pembelajaran. Hasil observasi guru didapat dari lembar observasi yang terdiri dari 22 aspek dan hasil observasi siswa yang terdiri dari 16 aspek. Yang didalam aspek tersebut diberi skor 1 – 4 yaitu, Skor 1 = Sangat Kurang, Skor 2 = Cukup, Skor 3 = Baik, Skor 4 = Baik Sekali, setelah nilai semua sudah diisi semua dijumlah dan diinterpretasikan berdasarkan kriteria penilaian yaitu: 90 % ≤NR≤100% A (Baik Sekali), 80 %

≤NR≤90% B (Baik), 70 % ≤NR≤80% C (Cukup baik), 60 % ≤NR≤70% D (Kurang), 0 % ≤NR≤60% E (Kurang sekali). Hasil observasi kinerja guru pada siklus I pertemuan pertama dijabarkan dalam beberapa aspek, aspek tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

(7)

Tabel 4.3

Hasil Observasi Kegiatan guru siklus I Pertemuan I

Aspek Yang Diamati

Skor Penilaian Jumlah Skor

1 2 3 4

Pra Pembelajaran 1,2,3,4 16

Kegiatan Awal 5,6,7 9

Kegiatan Inti 8,10,11 9,12 17

Bimbingan 13,15 14, 16,17 18 17

Kegiatan Akhir 19,20 21,22 14

Total 2 11 9 73

Dari tabel 4.3 dapat dilihat bahwa dari aspek yang mendapat skor 2 yaitu 2, yang mendapat skor 3 yaitu 11 dan yang mendapat skor 4 yaitu 9. Dan jika dijumlahkan semua yaitu 73, dan jika dilihat satu persatu maka dalam pra pembelajaran aspek 1, 2, 3, 4 yang keseluruhan mendapat nilai 4 sehingga jumlahnya 16. Kegiatan awalnya ada 3 aspek yaitu nomer 5, 6, 7 dan ketiga- tiganya mendapat nilai 3 jumlahnya 9. Di kegiatan intinya ada 5 aspek 3 aspek mendapat nilai 3 yaitu nomor 8, 10, 11 dan 2 aspek mendapat nilai 4, yaitu nomor 9, 12 yang dijumlahkan 17.sedangkan pada aspek bimbingan ada 6 aspek 2 aspek mendapat skor 2, yaitu nomor 13, 15. 3 aspek mendapat skor 3 yaitu nomor 14, 16, 17, dan 1 aspek mendapat nilai 4 yaitu nomor 18 sehingga jumlanya 17 dan pada kegiatan akhir ada 4 aspek yang 2 aspek mendapat nilai 3, yaitu 19, 20 dan yang 2 aspek mendapat nilai 4, yaitu nomor 21, dan 22 sehingga jumlahnya 14. Sehingga keseluruhan jumlahnya yaitu 73.

Selanjutnya hasil observasi siswa yang didapat dari lembar observasi siswa yang dijabarkan dalam beberapa aspek.

(8)

Tabel 4.4

Hasil Observasi Kegiatan siswa siklus I Pertemuan I

Aspek Yang Diamati Skor Penilaian Jumlah Skor

1 2 3 4

Kesiapan Siswa Belajar 3,4 1,2 14

Berpartisipasi Aktif 7 5,6 8,9 16

Kerjasama Dalam Kelompok 10 11 12 9

Mengerjakan Kuis 14 13 7

Membuat Kesimpulan 16 15 7

Total 2 7 7 53

Dari tabel 4.4 di atas maka dapat dianalisis bahwa aspek yang mendapat skor 2 yaitu 2, yang mendapat skor 3 yaitu 7 , yang mendapat nilai 4 yaitu 7 jika dijumlahkan skor kegiatan sisiwa siklus I pertemuan I yaitu 55 jika dilihat satu persatu maka dalam aspek kesiapan sisiwa belajar yaitu dalam kesiapan siswa belajar yang mendapat skor 3 yaitu ada 2 aspek yaitu nomor 3, 4 dan yang mendapat skor 4 yaitu 2 aspek yaitu nomor 1, 2. Berpartisipasi aktif yang mendapat skor 2 yaitu 1 aspek nomor 7, yang mendapat skor 3 2 aspek nomor 5, 6, yang mendapat skor 4 yaitu 2 aspek nomor 8, 9. Kerjasama dalam kelompok yang mendapat skor 2 yaitu 1 aspek nomor 10, yang mendapat skor 3 yaitu 1 aspek nomor 11, yang mendapat skor 4 yaitu 1 aspek nomor 12. Mengerjakan kuis yang mendapat skor 3 yaitu 1 aspek nomor 14, yang mendapat skor 4 yaitu 1 aspek nomor 13. Sedangkan dalam aspek membuat kesimpulan yang mendapat skor 3 yaitu 1 aspek nomor 16, yang mendapat skor 4 yaitu 1 aspek nomor 15 jadi keseluruhannya berjumlah 55.

b. pertemuan kedua 1) pelaksanaan tindakan

pada pelaksanaan tindakan pada siklus pertama pertemuan kedua ini dilakukan pada hari Sabtu tanggal 20 Maret 2014 pukul 09.00 – 10.15 WIB.

Kegiatan Awal denganmelakukan apersepsi yaitu menyuruh siswa untuk mengamati benda yang ada di ruan kelas, dan motivasi yaitu dengan meyakinkan siswa bahwa mereka bisa mempelajari materi yang akan

(9)

dipelajari. Kemudian guru menyampaikan tujuan-tujuan pembelajaran yang hendak dicapai(yaitu siswa dapat menggambar bangun datar persegi, persegi panjang, segitiga).

Setelah kegiatan awal dilaksanakan kemudian menuju ke kegiatan inti yang terdiri dari eksplorasi, elaborasi, konfirmasi. Pada kegiatan eksplorasi yaitu guru menggali pengetahuan siswa tentang bangun datar. Dengan cara menunjukkan gambar bangun datar sebagai alat peraga yang terbuat dari kertas karton, dan juga menunjuk benda-benda yang ada diruang kelas.

Setelah mengetahui bangun datar siswa bersama dengan guru mencari benda yang serupa dengan bangun datar yang ada di ruang kelas. Dilanjutkan dengan kegiatan elaborasi di dalam elaborasi ini guru membentuk siswa menjadi 5 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 anak (pembagian berdasarkan heterogenitas). Mereka berdiskusi dalam kelompok mengenai bangun datar yang ada dalam kehidupan sehari-hari, setelah berdiskusi diminta perwakilan dari kelompok untuk memaparkan hasil diskusi yang mereka kerjakan, dan kelompok lain menanggapi dengan dibimbing guru. Yang selanjutnya yaitu kegiatan konfirmasi, guru memberikan kuis individu dimana siswa harus mengerjakan soal secara individu dan tidak dibolehkan bekerjasama dengan teman. Setelah siswa selesai melaksanakan kuis individu, guru dan siswa mengoreksi hasil kuis individu. Bagi kelompok yang memperoleh nilai tertinggi mendapat penghargaan dari guru. Setelah guru memberikan penghargaan kemudian guru melakukan tanya jawab mengenai kesalah pemahaman siswa tentang bangun datar. Siswa bersama dengan guru menyampaikan kesimpulan pembelajaran .

Pada kegiatan akhir pembelajaran ini guru beserta siswa melakukan refleksi tentang pembelajaran yang telah dilakukan dan menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya akan diadakan tes evaluasi guru mengahiri pembelajaran dengan mengucapkan salam.

(10)

2) Hasil observasi

Hasil observasi kinerja guru pada siklus I pertemuan kedua dijabarkan dalam beberapa aspek, aspek tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.5

Hasil Observasi Kegiatan guru siklus I Pertemuan II

Aspek Yang Diamati

Skor Penilaian Jumlah

Skor

1 2 3 4

Pra Pembelajaran 1,2,3,4 16

Kegiatan Awal 5 6,7 11

Kegiatan Inti 8,10,11 9,12 17

Bimbingan 13 14,16,17 15, 18 19

Kegiatan Akhir 19,20 21,22 14

Total 1 9 12 78

Dari tabel 4.5 dapat dilihat bahwa dari aspek yang mendapat skor 2 yaitu 1, yang mendapat skor 3 yaitu 9 dan yang mendapat skor 4 yaitu 12. Dan jika dijumlahkan semua yaitu 78, dan jika dilihat satu persatu maka dalam pra pembelajaran aspek 1, 2, 3, 4 yang keseluruhan mendapat nilai 4 sehingga jumlahnya 16. Kegiatan awalnya ada 3 aspek yaitu nomer 5 mendapat skor 3, aspek nomor 6, 7 mendapat skor 4 dan jumlahnya 11. Di kegiatan intinya ada 5 aspek, 3 aspek mendapat nilai 3 yaitu aspek nomor 8, 10, 11. 2 aspek mendapat nilai 4, yaitu nomor 9, 12 yang dijumlahkan 17.sedangkan pada aspek bimbingan ada 6 aspek 1 aspek mendapat skor 2, yaitu nomor 13. 3 aspek mendapat skor 3 yaitu nomor 14, 16, 17, dan 2 aspek mendapat nilai 4 yaitu nomor15, 18 sehingga jumlanya 19 dan pada kegiatan akhir ada 4 aspek yang 2 aspek mendapat nilai 3, yaitu 19, 20 dan yang 2 aspek mendapat nilai 4, yaitu nomor 21, dan 22 sehingga jumlahnya 14. Sehingga keseluruhan jumlahnya yaitu 78.

Selanjutnya hasil observasi siswa yang didapat dari lembar observasi siswa yang dijabarkan dalam beberapa aspek.

(11)

Tabel 4.6

Hasil Observasi Kegiatan siswa siklus I Pertemuan II

Aspek Yang Diamati Skor Penilaian Jumlah Skor

1 2 3 4

Kesiapan Siswa Belajar 3, 4 1, 2 14 Berpartisipasi Aktif 5, 6, 7 8, 9 17 Kerjasama Dalam Kelompok 10, 11 12 10

Mengerjakan Kuis 14 13 7

Membuat Kesimpulan 16 15 7

Total 9 7 55

Dari tabel 4.6 diatas maka dapat dianalisis bahwa aspek yang mendapat skor 3 yaitu 9 , yang mendapat nilai 4 yaitu 7 jika dijumlahkan skor kegiatan siswa siklus 1 pertemuan II yaitu 55 jika dilihat satu persatu maka dalam aspek kesiapan sisiwa belajar yaitu dalam kesiapan siswa belajar yang mendapat skor 3 yaitu ada 2 aspek yaitu nomor 3, 4 dan yang mendapat skor 4 yaitu 2 aspek yaitu nomor 1, 2. Berpartisipasi aktif yang mendapat skor 3 yaitu 3 aspek nomor 5, 6, 7 yang mendapat skor 4 yaitu 2 aspek nomor 8, 9.

Kerjasama dalam kelompok yang mendapat skor 3 yaitu 2 aspek nomor 10, 11, yang mendapat skor 4 yaitu 1 aspek nomor 12. Mengerjakan kuis yang mendapat skor 3 yaitu 1 aspek nomor 14, yang mendapat skor 4 yaitu 1 aspek nomor 13. Sedangkan dalam aspek membuat kesimpulan yang mendapat skor 3 yaitu 1 aspek nomor 16, yang mendapat skor 4 yaitu 1 aspek nomor 15 jadi keseluruhannya berjumlah 55.

c. pertemuan ketiga

Pelaksanaan tindakan pada siklus I pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 Maret 2014 pukul 09.00-10.15 WIB. Pembelajaran pada pertemuan ketiga sebagai tindak lanjut dari pertemuan pertama dan pertemuan kedua yaitu melakukan tes evaluasi. Kegiatan pembelajaran pada pertemuan ketiga diawali dengan tanya jawab guru dan siswa untuk mengulang materi yang telah dipelajari pada pertemuan pertama dan

(12)

pertemuan kedua secara singkat. Kemudian guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya tentang materi yang belum diketahui. Setelah itu guru mengadakan tes evaluasi selama 2x35 menit kolaborasi mengawasi jalannya dan juga memberikan motivasi bahwa mereka dapat mengerjakan soal-soal evaluasi. Bagi siswa yang sudah selesai dapat mengumpulkan lembar jawab dan kembali ke tempat duduk. Kemudian kegiatan diakhiri dengan menyampaiakan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

4.1.2.4 Refleksi Siklus I

Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran Pada siklus 1 pertemuan pertama, kedua, ketiga, maka langkah selanjutnya yaitu merefleksi atas segala kegiatan yang dilakukan berdasarkan pengamatan dalam proses belajar. sintak pembelajaran yang dilakukan oleh guru belum semuanya tercapai, sintak yang belum tercapai pada siklus 1 pertemuan 1 yaitu pada aspek 7 berpartisipasi aktif yang mendapat skor 2 dan pada aspek 10 kerjasama dalam kelompok mendapat skor 2 dan 14 aspek lainnya mendapat nilai 3 dan 4 yaitu 7 aspek mendapat nilai 3 dan 7 aspek mendapat nilai 4, jumlah skor pada siklus 1 pertemuan 1 ini yaitu 53.

Sedangkan pada siklus 1 pertemuan 2 sintak yang belum tercapai yaitu pada aspek 13 yang berupa guru membimbing kelompok belajar mendapat skor 2 . Aktivitas siswa yang belum tercapai yaitu pada aspek 7 yaitu tentang keterkaitan siswa terhadap materi yang disajikan saat menggunakan alat peraga dan aspek 10 yaitu keseriusan dalam melaksanakan diskusi mendapat skor 2. Ke 12 aspek yang lain mendapat nilai 3 dan 4 yaitu 4 aspek mendapat nilai 3 dan 8 aspek mendapat nilai 4 jumlah skor siklus 1 pertemuan 2 ini yaitu 78, maka dari pertemuan 1 dan 2 mengalami peningkatan sebanyak 25 poin.

Berdasarkan hasil observasi yang diperoleh dari proses pembelajaran siklus 1 masih terdapat beberapa kekurangan yaitu sebagai berikut :

1) Guru dalam membimbing siswa masih kurang baik ini terlihat dari kurangnya skor pada aspek 7yaitu dalam berpartisipasi aktif masih memperoleh skor 2, dan nomor 13 pada aspek bimbingan masih

(13)

kurang dengan perolehan skor 2, kadang Guru masih belum menyeluruh dalam membimbing siswa.

2) Kurangnya kerjasama antar anggota kelompok ini dapat dilihat dari aspek kerjasama dalam kelompok pada nomor 10 masih mendapatkan skor 2.

Untuk memperbaiki kekurangan yang terdapat pada siklus 1, peneliti menyusun rencana perbaikan yang akan dilaksanakan pada siklus II, rencananya adalah sebagai berikut :

1) Peneliti menjelaskan secara detail kepada kolaborasi mengenai langkah-langkah pembelajaran STAD dan mengingatkan kepada guru mengenai bagian-bagian yang belum disampaikan dengan baik.

2) Peneliti dan guru mencari ide agar siswa mau secara aktif dalam proses belajar mengajar, yaitu dengan memberikan penghargaan kepada siswa yang mendapat skor tertinggi.

4.1.3 Deskripsi Siklus II

Pada siklus II ini berisi tentang perencanaan untuk perbaikan dari siklus I yang akan diuraikan dalam tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan dan

observasi, hasil tindakan dan refleksi seperti pada siklus I.

4.1.3.1 Tahap Perencanaan

Di siklus II ini merupakan perbaikan yang digunakan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika hingga memenuhi target dari peneliti. Pertemuan dari siklus II ini juga tak beda dengan Siklus I, di siklus II ini juga dilaksanakan melalui 3 pertemuan dengan rincian sebagai berikut :

a) pertemuan pertama

Pembelajaran pada pertemuan pertama ini dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2014 dengan kompetensi dasar Mengidentifikasi berbagai jenis dan besar sudut.

Sebelum melakukan pembelajaran penulis membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan mengunakan Model pembelajaran

(14)

STAD, setelah peneliti membuat RPP peneliti menyiapkan Materi, alat peraga, alat peraga yang digunakan yaitu bangun datar yang memiliki sudut yang berbeda-beda yang peneliti buat dari kertas karton, selain itu peneliti juga menggunakan busur derajat yang digunakan untuk mengukur besar sudut, selain RPP, Materi, dan Alat peraga peneliti juga mempersiapkan perangkat pembelajaran seperti : daftar presensi, lembar kerja siswa, lembar kuis, lembar observasi siswa dan guru,lembar penilaian kuis, penghargaan, dan buku pelajaran, selanjutnya peneliti, dan kolaborator mempelajari materi yang akan diajarkan di kelas 3 agar pembelajaran berjalan dengan lancar

b) pertemuan kedua

Pembelajaran pada pertemuan kedua ini dilaksanakan pada hari rabu 2 April 2014 sebagai tindak lanjut pada pertemuan pertama yang membedakan dari pertemuan pertama adalah materi yang akan dipelajari yaitu tentang mengidentifikasikan besar sudut, dipertemuan kedua ini peneliti juga membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan mencari materi yang sesuai dengan SK, kemudian peneliti juga membuat alat peraga yaitu jam dinding yang peneliti buat dari kertas karton. Selain itu peneliti juga mempersiapkan perangkat pembelajaran seperti daftar presensi siswa, lembar kerja siswa, lembar kuis, lembar observasi siswa, lembar observasi kegiatan guru, lembar penilaian kuis, buku pembelajaran, penghargaan.

c) pertemuan ketiga

Perencanaan pembelajaran pada siklus II pertemuan ketiga sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yaitu pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Pada pertemuan ketiga dilakukan pada 5 April 2014, pada pertemuan ke-3 ini digunakan untuk tes evaluasi tentang materi yang telah dipelajari pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Sebelum kegiatan pembelajaran pada pertemuan ketiga berlangsung, peneliti menyiapkan hal- hal yang diperlukan untuk proses pembelajaran, diantaranya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar soal tes yang terdiri dari 25 soal

(15)

berbentuk pilihan ganda, lembar jawab, serta ruang/lokasi yang akan digunakan yaitu di ruang kelas 5. Sebelum mengadakan tes evaluasi, guru mengulang materi tentang sifat-sifat bangun datar yang telah dipelajari pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Setelah itu guru mengadakan tes evaluasi selama 2 x 35 menit. Kegiatan pembelajaran diakhiri menutup pembelajaran.

4.1.3.2 Pelaksanaan Tindakan Dan Observasi

Pada pelaksanaan tindakan dan observasi di siklus II ini sama dengan siklus I yaitu deskripsi dari kegiatan pembelajaran dari awal sampai akhir pembelajaran dan deskripsi observasi kegiatan sisiwa, dan guru selama proses belajar mengajar. Yang menjadi pembeda dari siklus I yaitu pada materi dan alat peraga yang digunakan oleh guru.

a) Pertemuan pertama 1) Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan pada siklus II pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Sabtu 29 Maret 2014 pukul 07.00 – 08.15 WIB. Kegiatan Awal dengan mengucapkan salam, meminta ketua kelas untuk memimpin doa, selanjutnya guru melakukan presensi dan juga guru melakukan apersepsi (menunjukkan bangun segitiga dan menyuruh salah satu siswa menghitung sudut dengan menggunakan busur derajat) dan motivasi (meyakinkan siswa bahwa mereka dapat mempelajari materi yang akan disampaikan). Kemudian guru menyampaikan tujuan-tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.

Setelah kegiatan awal dilaksanakan kemudian menuju ke kegiatan inti yang terdiri dari eksplorasi, elaborasi, konfirmasi. Pada kegiatan eksplorasi yaitu guru mengali pengetahuan siswa tentang besar sudut. setelah bertanya jawab dengan siswa, guru menjelaskan materi tentang besar sudut dengan alat peraga bangun datar yang terbuat dari kertas karton. Setelah guru selesai memberi penjelasan dilanjutkan dengan kegiatan elaborasi didalam elaborasi ini guru membentuk siswa menjadi 5 kelompok yang masing-masing

(16)

kelompok terdiri dari 4 dan 5 anak (pembagian berdasarkan heterogenitas).

Mereka berdiskusi dalam kelompok mengenai besar sudut dalam suatu bangun, setelah berdiskusi diminta perwakilan dari kelompok untuk memaparkan hasil diskusi yang mereka kerjakan, dan kelompok lain menanggapi dengan dibimbing guru. Yang selanjutnya yaitu kegiatan konfirmasi, guru memberikan kuis individu dimana siswa harus mengerjakan soal secara individu dan tidak dibolehkan bekerjasama dengan teman. Setelah siswa selesai melaksanakan kuis individu, guru dan siswa mengoreksi hasil kuis individu. Kemudia nilai individu dijumlahkan dengan nilai dari anggota kelompok, Bagi kelompok yang memperoleh nilai tertinggi mendapat penghargaan dari guru. Setelah guru memberikan penghargaan kemudian guru melakukan tanya jawab mengenai kesalah pemahaman siswa tentang bangun datar. Guru juga menyampaikan kesimpulan pembelajaran .

Pada kegiatan akhir pembelajaran ini guru beserta siswa melakukan refleksi tentang pembelajaran yang telah dilakukan dan menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya, guru mengahiri pembelajaran dengan mengucapkan salam.

2) Hasil Observasi

Hasil observasi yang telah dilakukan itu ada 2 observasi yaitu proses pembelajaran guru dalam menerapkan model pembelajaran STAD dan aktifitas siswa pada kegiatan pembelajaran.

Tabel 4.7

Hasil Observasi Kegiatan guru siklus II Pertemuan I

Aspek Yang Diamati

Skor Penilaian Jumlah Skor

1 2 3 4

Pra Pembelajaran 1,2,3,4 16

Kegiatan Awal 5 6,7 11

Kegiatan Inti 8,10,11 9,12 17

Bimbingan 13 14, 16,17 18, 15 19

Kegiatan Akhir 19,20 21,22 14

Total 1 9 12 77

(17)

Dari Tabel 4.7 dapat dilihat bahwa dari aspek yang mendapat skor 2 yaitu 1, yang mendapat skor 3 yaitu 9 dan yang mendapat skor 4 yaitu 12.

Dan jika dijumlahkan semua yaitu 77, dan jika dilihat satu persatu maka dalam pra pembelajaran aspek 1, 2, 3, 4 yang keseluruhan mendapat nilai 4 sehingga jumlahnya 16. Kegiatan awalnya ada 3 aspek 1 aspek yaitu nomer 5, mendapat nilai 3, sedangkan 2 aspek nomor 6, 7 mendapat skor 4 yang jumlahnya yaitu 11. Di kegiatan intinya ada 5 aspek 3 aspek mendapat nilai 3 yaitu nomor 8, 10, 11 dan 2 aspek mendapat nilai 4, yaitu nomor 9, 12 yang dijumlahkan 17.sedangkan pada aspek bimbingan ada 6 aspek 1 aspek mendapat skor 2, yaitu nomor 13, 3 aspek mendapat skor 3 yaitu nomor 14, 16, 17, dan 2 aspek mendapat nilai 4 yaitu nomor 15, 18 sehingga jumlanya 19 dan pada kegiatan akhir ada 4 aspek yang 2 aspek mendapat nilai 3, yaitu 19, 20 dan yang 2 aspek mendapat nilai 4, yaitu nomor 21, dan 22 sehingga jumlahnya 14. Sehingga keseluruhan jumlahnya yaitu 77. Selanjutnya hasil observasi siswa yang didapat dari lembar observasi siswa yang dijabarkan dalam beberapa aspek.

Tabel 4.8

Hasil Observasi Kegiatan siswa siklus II Pertemuan I

Aspek Yang Diamati Skor Penilaian Jumlah Skor

1 2 3 4

Kesiapan Siswa Belajar 3,4 1,2 14 Berpartisipasi Aktif 5,6, 7 8,9 17 Kerjasama Dalam Kelompok 11, 10 12 10

Mengerjakan Kuis 14 13 7

Membuat Kesimpulan 16 15 7

Total 9 7 55

Dari tabel 4.8 diatas maka dapat dianalisis bahwa aspek yang mendapat skor 3 yaitu 9 , yang mendapat nilai 4 yaitu 7 jika dijumlahkan skor kegiatan sisiwa siklus II pertemuan I yaitu 55 jika dilihat satu persatu maka dalam aspek kesiapan sisiwa belajar yaitu dalam kesiapan siswa belajar yang mendapat skor 3 yaitu ada 2 aspek yaitu nomor 3, 4 dan yang

(18)

mendapat skor 4 yaitu 2 aspek yaitu nomor 1, 2. Berpartisipasi aktif yang mendapat skor 3, 3 aspek nomor 5, 6, 7 yang mendapat skor 4 yaitu 2 aspek nomor 8, 9. Kerjasama dalam kelompok yang mendapat skor 3 yaitu 2 aspek nomor 10, 11, yang mendapat skor 4 yaitu 1 aspek nomor 12.

Mengerjakan kuis yang mendapat skor 3 yaitu 1 aspek nomor 14, yang mendapat skor 4 yaitu 1 aspek nomor 13. Sedangkan dalam aspek membuat kesimpulan yang mendapat skor 3 yaitu 1 aspek nomor 16, yang mendapat skor 4 yaitu 1 aspek nomor 15 jadi keseluruhannya berjumlah 55.

b) Pertemuan kedua 1) Pelaksanaan Tindakan

Pada pelaksanaan tindakan pada siklus II pertemuan kedua ini dilakukan pada hari Rabu tanggal 2 April 2014 pukul 09.00 – 10.15 WIB.

Kegiatan Awal dengan menarik perhatian siswa dengan memperlihatkan alat peraga yang berupa jam dinding yang terbuat dari karton. selanjutnya guru melakukan motivasi dengan cara meyakinkan siswa bahwa mereka dapat memahami materi yang akan disampaikan oleh guru. Kemudian guru menyampaikan tujuan-tujuan pembelajaran yang hendak dicapai yaitu melalui kerja kelompok siswa dapat mengetahui besar sudut dari jam.

Setelah kegiatan awal dilaksanakan kemudian menuju kekegiatan inti yang terdiri dari eksplorasi, elaborasi, konfirmasi. Pada kegiatan eksplorasi yaitu guru mengali pengetahuan siswa tentang besar sudut. Dengan cara menunjukkan jam dinding sebagai alat peraga yang terbuat dari kertas karton untuk mengetahui besar sudut, dan menggambar sudut, setelah mengetahui besar sudut yang ditunjukkan dari jam dinding. Dilanjutkan dengan kegiatan elaborasi didalam elaborasi ini guru membentuk siswa menjadi 5 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 4 dan5 anak (pembagian berdasarkan heterogenitas). Mereka berdiskusi dalam kelompok mengenai bentuk sudut, setelah berdiskusi diminta perwakilan dari kelompok untuk memaparkan hasil diskusi yang mereka kerjakan, dan kelompok lain

(19)

menanggapi dengan dibimbing guru. Yang selanjutnya yaitu kegiatan konfirmasi, guru memberikan kuis individu dimana siswa harus mengerjakan soal secara individu dan tidak dibolehkan bekerjasama dengan teman. Setelah siswa selesai melaksanakan kuis individu, guru dan siswa mengoreksi hasil kuis individu. Nilai kuis individu dijumlah dengan nilai dari anggota kelompok. Bagi kelompok yang memperoleh nilai tertinggi mendapat penghargaan dari guru. Setelah guru memberikan penghargaan kemudian guru melakukan tanya jawab mengenai kesalah pemahaman siswa tentang besar sudut. Siswa di bimbing Guru menyampaikan kesimpulan pembelajaran.

Pada kegiatan akhir pembelajaran ini guru beserta siswa melakukan refleksi tentang pembelajaran yang telah dilakukan dan menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya, guru mengahiri pembelajaran dengan mengucapkan salam.

2) Pelaksanaan observasi

Hasil observasi kinerja guru pada siklus II pertemuan kedua dijabarkan dalam beberapa aspek, aspek tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.9

Hasil Observasi Kegiatan guru siklus I Pertemuan II

Aspek Yang Diamati

Skor Penilaian Jumlah

Skor

1 2 3 4

Pra

Pembelajaran 1,2,3,4 16

Kegiatan Awal 5 6,7 11

Kegiatan Inti 8,10 9,12,11 18

Bimbingan 14,16

15, 18,

13,17 22

Kegiatan Akhir 19,20 21,22 14

Total 7 15 82

(20)

Dari Tabel 4.9 dapat dilihat bahwa dari aspek yang mendapat skor 3 yaitu 7 dan yang mendapat skor 4 yaitu 15. Dan jika dijumlahkan semua yaitu 82, dan jika dilihat satu persatu maka dalam pra pembelajaran aspek 1, 2, 3, 4 yang keseluruhan mendapat nilai 4 sehingga jumlahnya 16. Kegiatan awalnya ada 3 aspek yaitu nomer 5 mendapat skor 3, aspek nomor 6, 7 mendapat skor 4 dan jumlahnya 11. Di kegiatan intinya ada 5 aspek, 2 aspek mendapat nilai 3 yaitu aspek nomor 8, 10. 3 aspek mendapat nilai 4, yaitu nomor 9, 11, 12 yang dijumlahkan 18.sedangkan pada aspek bimbingan ada 6 aspek, 2 aspek mendapat skor 3 yaitu nomor 14, 16, dan 4 aspek mendapat nilai 4 yaitu nomor13, 15,17, 18 sehingga jumlanya 22 dan pada kegiatan akhir ada 4 aspek yang 2 aspek mendapat nilai 3, yaitu 19, 20 dan yang 2 aspek mendapat nilai 4, yaitu nomor 21, dan 22 sehingga jumlahnya 14 Sehingga keseluruhan jumlahnya yaitu 82.

Selanjutnya hasil observasi siswa yang didapat dari lembar observasi siswa yang dijabarkan dalam beberapa aspek.

Tabel 4.10

Hasil Observasi Kegiatan siswa siklus I Pertemuan II

Aspek Yang Diamati Skor Penilaian Jumlah Skor

1 2 3 4

Kesiapan Siswa Belajar 3 1, 2, 4 15 Berpartisipasi Aktif 6 5, 7, 8, 9 19 Kerjasama Dalam Kelompok 10 11, 12 11

Mengerjakan Kuis 13, 14 8

Membuat Kesimpulan 16 15 7

Total 4 12 60

Dari tabel 4.10 diatas maka dapat dianalisis bahwa aspek yang mendapat skor 3 yaitu 4 , yang mendapat nilai 4 yaitu 12 jika dijumlahkan skor kegiatan siswa siklus II pertemuan II yaitu 60 jika dilihat satu persatu maka dalam aspek kesiapan sisiwa belajar yaitu dalam kesiapan siswa belajar yang mendapat skor 3 yaitu ada 1 aspek yaitu nomor 3 dan yang mendapat skor 4

(21)

yaitu 3 aspek yaitu nomor 1, 2, 4. Berpartisipasi aktif yang mendapat skor 3 yaitu 1 aspek nomor 6, yang mendapat skor 4 yaitu 4 aspek nomor5, 7, 8, 9.

Kerjasama dalam kelompok yang mendapat skor 3 yaitu 1 aspek nomor 10, yang mendapat skor 4 yaitu 2 aspek nomor 11, 12. Mengerjakan kuis yang mendapat skor 4 yaitu 2 aspek nomor 13, 14. Sedangkan dalam aspek membuat kesimpulan yang mendapat skor 3 yaitu 1 aspek nomor 16, yang mendapat skor 4 yaitu 1 aspek nomor 15 jadi keseluruhannya berjumlah 60.

c) Pertemuan ketiga 1) Pelaksanaan Tindakan

Perencanaan pembelajaran pada siklus II pertemuan ketiga ini dilaksanakan pada hari sabtu 5 April 2014, pukul 09.15-10.30 sebagai tindak lanjut dari pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Pada pertemuan ketiga ini digunakan untuk mengevaluasi siswa tentang pemahamannya pada pertemuan sebelumnya. Hal- hal yang perlu dipersiapkan Sebelum kegiatan pembelajaran pada pertemuan ketiga berlangsung, diantaranya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar soal tes yang terdiri dari 25 soal berbentuk pilihan ganda, lembar jawab, serta ruang/lokasi yang akan digunakan yaitu di ruang kelas 3.

Sebelum mengadakan tes evaluasi, guru mengulang materi tentang besar sudut yang telah dipelajari pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua.

Setelah itu guru mengadakan tes evaluasi selama 2 x 35 menit. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan menyampaiakan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

4.1.3.4 Refleksi Siklus II

Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh berdasarkan observasi kegiatan guru pada siklus II pertemuan 1 mendapat skor 2 sebanyak 1 item, mendapat skor 3 sebanyak 9 item dan skor 4 sebanyak 12 item. Pada siklus I pertemuan 2 memperoleh skor 3 sebanyak 7 dan skor 4 sebanyak 15. Secara keseluruhan model pembelajaran STAD yang diterapkan oleh kolaborator yaitu guru mata pelajaran Matematika kelas 3 sudah baik. Dari hasil observasi pada pertemuan 1

(22)

yang berjumlah 22 item mencapai persentase 87,5% dan pada pertemuan 2 meningkat menjadi 93,2%. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh berdasarkan observasi aktivitas siswa pada siklus I pertemuan 1 banyak terdapat skor 3 yaitu sebanyak 9 item dan skor 4 sebanyak 7 item. Pada siklus I pertemuan 2 memperoleh skor 3 sebanyak 4 dan skor 4 sebanyak 12. Dari skor penilaian hasil observasi aktivitas siswa pada pertemuan 1 mencapai persentase 86% dan pada pertemuan 2 meningkat menjadi 93,75 %. Hasil refleksi yang diperoleh pada proses pembelajaran siklus II berdasarkan pengamatan dari observer secara keseluruhan masih mengalami hambatan dalam proses diskusi, mereka masih egois dengan jawaban mereka sendiri – sendiri. Mereka kurang berinteraksi dengan teman satu kelompoknya, karena mekreka kurang cocok dengan teman satu kelompok, karena pembagian kelompok ini diacak secara menyeluruh dan bukan dari siswa yang memilih.

4.2.Hasil dan Analisis Data

Dari analisis data ini diperoleh dari tes evaluasi pada akhir siklus I dan siklus II. Dari data tersebut kemudian dianalisis dengan membandingkan data pada tiap siklusnya, yaitu kondisi awal, siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SDN Purworejo diketahui bahwa hasil belajar sisiwa kelas 3 ini mengalami peningkatan setelah diterapkan model pembelajaran STAD.

1) Siklus I

Hasil evaluasi pada siklus I ini diperoleh dari tes evaluasi pada pertemuan ketiga di SDN Purworejo, dari hasil tes ini dapat dilihat bahwa hasil tes awal dan tes siklus I dapat dikatakan ada perubahan yang terjadi yaitu terjadi peningkatan daftar nilai matematika (terlampir) dan dapat disajikan di Tabel 4.13 berikut :

(23)

Tabel 4.13

Distribusi Frekuensi Nilai Matematika Siklus I

No Nilai Frekuensi Presentase Keterangan

1 47-5 1 1 4,76% Belum Tuntas

2 52-56 4 19,04 Belum Tuntas

3 57-61 1 4,76 Belum Tuntas

2 62-66 2 9,54% Belum Tuntas

3 67-71 0 0%

4 72-76 0 0%

5 77-81 4 19,04% Tuntas

6 82-86 1 4,76% Tuntas

7 87-91 3 14,3% Tuntas

8 92-96 5 23,8% Tuntas

Jumlah 21 100%

Nilai Rata-Rata 74,5

Nilai Max 96

Nilai Min 47

Dari Tabel 4.13 dapat dilihat bahwa daftar frekuensi siswa pada siklus I ini mengalami peningkatan dari kondisi awal. Rata-rata pada kondisi awal 62,85 sedangkan siklus 1 mencapai 74,5 dengan frekuensi 13 siswa. Siswa yang mendapat nilai dibawah KKM yaitu 8 anak atau 38 %. Nilai yang terendah semula 45 pada siklus I mencapai peningkatan menjadi 47. Berdasarkan tabel 4.13 dapat dinyatakan dalam diagram sebagai berikut :

(24)

Diagram 4.1 Hasil Perolehan Nilai siklus I

Berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM≥65) data hasil perolehan nilai siklus I dapat disajikan dalam bentuk tabel 4.14 berikut:

Tabel 4.14 Ketuntasan Belajar Siklus I

No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Presentase %

1 Belum Tuntas 8 38

2 Tuntas 13 62

Jumlah 21 100

Dari Tabel 4.14 ketuntasan belajar kondisi pada siklus I ini dapat dilihat bahwa siswa yang belum tuntas sebanyak 8 anak yaitu 38 %. Sedangkan yang sudah mencapai ketuntasan sebanyak 13 anak yaitu 62 %. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa siswa yang tuntas lebih sedikit dari pada siswa yang belum tuntas, ketuntasan siswa pada kondisi awal dapat dilihat dari Diagram 4.4 berikut :

0 1 2 3 4 5 6

47-5 1

52-56 57-61 62-66 67-71 72-76 77-81 82-86 87-91 92-96

frekuensi

Series1

(25)

Diagram 4.2 Ketuntasan Belajar siklus I

Dari diagram ketuntasan belajar siklus I ini dapat kita lihat bahwa masih ada siswa yang belum mencapai ketuntasan yaitu sebanyak 38% sedangkan siswa yang mencapai ketuntasan yaitu 62% ini dilihat dari kondisi awal sudah mengalami peningkatan yaitu sekitar 24%.

2) Siklus II

Hasil evaluasi pada siklus II ini diperoleh dari tes evaluasi pada pertemuan ketiga di SDN Purworejo, dari hasil tes ini dapat dilihat bahwa hasil tes awal dan tes siklus II dapat dikatakan ada perubahan yang terjadi yaitu terjadi peningkatan daftar nilai matematika (terlampir) dan dapat disajikan ditabel 4.15 berikut :

Tabel 4.15 Distribusi Frekuensi Nilai Matematika Siklus II

No Nilai Frekuensi Presentase Keterangan

1 60-64 2 9,54% Belum Tuntas

2 65-69 2 9,54% Tuntas

3 70-74 2 9,54% Tuntas

4 75-84 8 38,09% Tuntas

5 85-89 2 9,54% Tuntas

6 90-94 2 9,54% Tuntas

7 95-100 3 14,3% Tuntas

Jumlah 21 100%

Nilai Rata-Rata 80,7

Nilai Max 100

Nilai Min 60

62%

38%

tuntas belum tuntas

(26)

Dari Tabel 4.14 dapat dilihat bahwa daftar frekuensi siswa pada siklus II ini mengalami peningkatan dari kondisi awal dan siklus I. Rata- rata pada kondisi awal 62,85 sedangkan siklus I mencapai 74,5 dan pada siklus II mencapai 80,7. Dengan frekuensi 19 siswa. Siswa yang mendapat nilai dibawah KKM yaitu 2 anak atau 10 %. Nilai yang terendah semula 45 pada siklus I mencapai peningkatan menjadi 48. Dan disiklus II yaitu 60 Berdasarkan tabel 4.14 dapat dinyatakan dalam diagram sebagai berikut :

Diagram 4.3 Hasil Perolehan Nilai Matematika siklus II

Berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM=65) data hasil perolehan nilai siklus II dapat disajikan dalam bentuk tabel 4.15 berikut :

Tabel 4.15 Ketuntasan Belajar Siklus II

No Ketuntasan Belajar

Jumlah Siswa Jumlah Presentase %

1 Belum Tuntas 2 10

2 Tuntas 19 90

Jumlah 21 100

0 1 2 3 4 5 6 7 8

60-64 65-69 70-74 75-84 85-89 90-94 95-100 Series1; 3

frekuensie

(27)

Dari Tabel 4.15 ketuntasan belajar kondisi siklus II dapat dilihat bahwa siswa yang belum tuntas sebanyak 2 anak yaitu 10 %. Sedangkan yang sudah mencapai ketuntasan sebanyak 19 anak yaitu 90 %. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa siswa yang tuntas lebih banyak daripada siswa yang belum tuntas, ketuntasan siswa pada kondisi awal dapat dilihat dari diagram 4.4berikut :

Diagram 4.4 Ketuntasan Belajar siklus II

Dari diagram ketuntasan belajar siklus II maka dapat disimpulkan bahwa siswa yang mencapai ketuntasan sebanyak 90% sedangkan siswa yang belum mencapai ketuntasan sebanyak 10% ini dibandingkan dengan siklus 1 sudah mengalami peningkatan sebanyak 28%.

d) Analisis Komparatif

Dalam bagian ini akan dipaparkan hasil belajar siswa antar siklus.

Pembahasan antar siklus dapat dijelaskan menggunakan tabel di bawah ini

90%

10%

tuntas belum tuntas

(28)

Tabel 4.16 Perbandingan Nilai Hasil Belajar Matematika Kondisi awal, Siklus I, dan Siklus II

Ketuntasan

Kondisi Awal Siklus 1 Siklus 2

Frekuen si siswa

Persentase Frekuen

si Persentase (%)

Frekuensi Siklus 2

Persentase (%) (%) Siklus 1

Tuntas 6 28,58 13 62 19 90%

Tidak Tuntas 15 71,42 8 38 2 10%

Jumlah 21 100 21 100 21 100

nilai tertinggi 95 96 100

nilai terendah 45 48 60

rata-rata 62,85 74,5 80,7

Berdasarkan tabel di 4.16 nilai rata-rata dari tiap siklus mengalami peningkatan, pada siklus I nilai rata-rata kelas sebesar 74,5 yang semula 62,85 pada pembelajaran kondisi awal sedangkan pada siklus II nilai rata-rata menjadi 80,7.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram berikut:

Diagram 4.5 Peningkatan Rata-Rata Hasil Belajar Matematika Kondisi Awal, Siklus I dan Siklus II

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

kondisi awal

siklus I siklus II

rata-rata 62,85 74,5 80,7

Frekuensi

(29)

Sedangkan ketuntasan hasil belajar Matematika dapat dijelaskan bahwa pada kondisi awal ada 15 siswa (71,42%) yang belum tuntas karena mendapat nilai di bawah KKM (65), sedangkan 6 siswa (28,58%) telah tuntas karena mendapat nilai di atas KKM (65). Pada Siklus I terlihat peningkatan tentang ketuntasan pembelajaran siswa yang cukup banyak dibanding kondisi awal, siswa kelas 3 SDN Purworejo telah mencapai ketuntasan belajar sebanyak 62% karena dari 21 siswa yang memperoleh nilai mencapai KKM 65 sebanyak 13 siswa dan 8 siswa lainnya masih memperoleh nilai di bawah KKM. Kemudian tindakan dilanjutkan dengan Siklus II agar ketuntasan belajar Matematika siswa bisa mencapai lebih dari indikator kinerja yang diharapkan yaitu 90%. Pembelajaran Matematika pada siklus II siswa yang memperoleh nilai lebih dari KKM yang ditentukan yaitu 65 sebanyak 19 (90%). Sedangkan siswa yang tidak mencapai KKM 65 hanya 2 siswa (10%). Perbandingan ketuntasan belajar tiap siklus dapat dilihat pada gambar diagram 4.8 di bawah ini:

Diagram 4.6 Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Kondisi Awal, Siklus I, dan Siklus II

Dari diagram perbandingan ketuntasan belajar Matematika kondisi awal, siklus 1 dan siklus 2 dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas 3 mengalami peningkatan secara signifikan yang semula siswa yang tuntas

0 5 10 15 20 25

kondisi awal siklus I siklus II

belum tuntas 15 8 2

tuntas 6 13 19

JUMLAH SISWA

(30)

hanya 6 siswa kemudian mengalami peningkatan pada siklus 1 yaitu 13 siswa dan mengalami peningkatan lagi pada siklus 2 yaitu siswa yang tuntas mencapai 19 siswa.

4.3.Pembahasan

Hasil observasi sebelum tindakan yang dilakukan di kelas 3 SD Negeri Purworejo ditemukan bahwa hasil belajar Matematika siswa masih rendah, hal ini disebabkan pemahaman tentang materi yang diajarkan oleh guru selalu tidak bisa dipahami siswa karena proses pembelajaran guru menggunakan metode konvensional. Siswa belum secara aktif terlibat dalam pembelajaran. Proses pembelajaran sebelum tindakan menunjukkan bahwa siswa masih pasif, siswa lebih cenderung mendengarkan ceramah guru sehingga siswa terkesan bosan pada proses pembelajaran. Siswa masih bekerja secara individual, tidak tampak kreatif dan tidak dibiasakan mengembangkan keterampilan bekerjasama dalam sebuah kelompok kecil.

Siswa terlihat jenuh karena pembelajaran selalu monoton sehingga nilai rata-rata pelajaran Matematika kurang dari KKM yang ditentukan.

Nilai rata-rata yang didapatkan siswa sebelum tindakan adalah 62,85 Siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM ≤ 65) hanya 6 siswa atau 28,58%, sedangkan siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal sebanyak 15 siswa atau 71,42%. Nilai tertinggi yang berhasil di dapatkan oleh siswa sebelum tindakan adalah 95 sedangkan nilai terendahnya adalah 45.

1) Siklus I

Siklus I dengan penerapan Model STAD (student Teams achived davision) siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ≤ 65) sebanyak 13 siswa atau 62% dan 8 atau 38% siswa yang mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal. Nilai rata-ratanya adalah 74,5 sedangkan nilai tertinggi adalah 96 dan nilai terendahnya adalah 48.

2) Siklus II

Siklus II dengan penerapan Model STAD (student Teams achived davision) siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ≤ 65) sebanyak 19 siswa atau 90% dan siswa yang tidak mencapai nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal

(31)

ada 2 siswa atau 10%. Nilai rata-ratanya adalah 80,7 sedangkan nilai tertinggi adalah 100 dan nilai terendahnya adalah 60.

Adapun tabel dari pemaparan peneliti yaitu sebagai berikut :

4.17 Tabel ketuntasan Siklus I dan Siklus II

Ketuntasan

Siklus 1 Siklus 2

Frekuensi siklus I

Persentase (%)

Frekuensi Siklus 2

Persentase (%)

Tuntas 13 62 19 90

Tidak Tuntas 8 38 2 10

Jumlah 21 100 21 100

Nilai tertinggi 96 100

Nilai terendah 48 60

Rata-rata 74,5 80,7

Dari tabel ketuntasan siklus 1 dan 2 dapat dilihat bahwa siswa yang mengalami ketuntasan pada siklus 1 sebanyak 62% dan pada siklus 2 mengalami peningkatan yaitu 90%.. perbandingan siklus 1 dan 2 dapat kita lihat pada diagram 4.7 .

4.7 Diagram ketuntasan Siklus I dan Siklus II

71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82

1 2 3 4

presentase

siklus

(32)

Berdasarkan paparan penelitian yang telah disajikan, maka dalam penggunaan Model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran Matematika pada kelas 3 semester II SDN Purworejo ini selaras dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Intan Putri yaitu rata- rata hasil belajar matematika meningkat menjadi 72,3 dan penelitian yang dilakukan oleh Noor Azizah pada penerapan model STAD pada Mata Pelajaran Matematika nilai rata-ratanya naik menjadi 78,4. Selain itu penelitian juga dilakukan oleh wiwin kustiyani mencapai ketuntasan 94%. Dari hasil penelitian tersebut terbukti bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa.

Selain hasil belajar yang diamati disini juga mengamati tentang kinerja guru dan siswa yang di amati melalui lembar observasi, adapun data yang diperoleh yaitu :

Tabel 4.18 Lembar Observasi Guru dan Siswa

Siklus I Siklus 2

Pertemuan Ke-1

Pertemuan Ke-2

Pertemuan Ke-3

Pertemuan Ke -1

Pertemuan Ke -2

Pertemuan Ke-3

Guru Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru Siswa

82,95 85,9 88,6 85,9 89 87,6 87,5 85,9 93 93,7 94 94

Dari tabel 4.17 di atas dari setiap pertemuan selalu mengalami peningkatan namun pada lembar observasi siswa pada siklus ke-2 pertemuan pertama malah mengalami penurunan, yang pada siklus ke-1 pertemuan ketiga yaitu 87,6 menjadi 85,9. Namun pada siklus ke-2 pertemuan kedua dan ketiga mengalami peningkatan lagi. Adapun diagram yang menunjukkan lembar observasi siswa dan guru adalah :

(33)

4.8 Diagram Perbandingan Lembar Observasi Siswa Dan Guru

Dari diagram perbandingan lembar observasi siswa dan guru dapat dilihat bahwa pada siklus 1 dan siklus 2 mengalami peningkatan yang signifikan yang selalu mengalami peningkatan yaitu pada lembar observasi siswa, namun pada lembar observasi guru sempat mengalami penurunan yaitu pada siklus 2 pertemuan 1 mengalami penurunan dari kondisi pada siklus 1 pertemuan 2.

75 80 85 90 95

guru siswa guru siswa guru siswa guru siswa guru siswa guru siswa pertemuan

ke-1

pertemuan ke-2

pertemuan ke-3

pertemuan ke -1

pertemuan ke -2

pertemuan ke-3

Gambar

Diagram 4.2 Ketuntasan Belajar siklus I
Diagram 4.3 Hasil Perolehan Nilai Matematika siklus II
Tabel 4.16  Perbandingan Nilai Hasil Belajar Matematika Kondisi awal,  Siklus I, dan Siklus II
Diagram 4.6 Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Kondisi  Awal, Siklus I, dan Siklus II
+2

Referensi

Dokumen terkait

Responden dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelompok, yaitu 30 wanita hamil trimester tiga dari Poli obsgin dan kelompok kontrol adalah wanita tidak hamil

Hasil tangkapan kapal pancing tonda di sekitar rumpon pada periode April – Juli (sebanyak 121 trip) di Palabuhanratu didominasi jenis ikan madidihang (yellowfin tuna) sebesar

Observasi lapangan adalah dimana penelitian dilakukan dengan terjun langsung ke tempat penelitian di UPTD Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, tujuan

Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa kejadian obesitas pada SDN 08 Alang Lawas, Padang dikategorikan tinggi, sebagian besar siswa SDN 08

Dari rumusan masalah yang ada bahwa lebih populernya prodak buku bergambar luar negeri yang lebih di minati oleh anak-anak dibandingkan dengan prodak lokal maka tujuan

Penanda dalam monolog film yang terdapat di scene pada film ialah kehati- hatian serta ketelitian Umar bin Khattab dalam memilih orang-orang dipercayainya. Petanda dalam monolog

Bila diaktifkan, Anda harus geser layar, sentuh dan tahan ikon, melihat perangkat, menggambar pola, atau memasukkan PIN numerik atau katasandi untuk membuka kunci layar ponsel dan

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengevaluasi kesesuaian tingkat kenyamanan termal, visual, dan akustik lingkungan pabrik dengan standard yang berlaku, dan