• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dasar PBJP Perpres Nomor 16 Tahun MATERI 2 Tujuan, Kebijakan, Prinsip dan Etika PBJ. 1 of 43

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Dasar PBJP Perpres Nomor 16 Tahun MATERI 2 Tujuan, Kebijakan, Prinsip dan Etika PBJ. 1 of 43"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

1 of 43

MATERI 2 https://christiangamas.net/

Tujuan, Kebijakan, Prinsip dan

Etika PBJ

Dasar PBJP

Perpres Nomor 16 Tahun 2018

(2)

2 of 43

https://christiangamas.net/

TUJUAN PELATIHAN

Setelah Materi Ini Disampaikan, Diharapkan Peserta Mampu Mengetahui dan Memahami :

• Tujuan PBJ

• Kebijakan PBJ

• Prinsip PBJ

• Etika Pengadaan PadaPBJ

(3)

3 of 43

https://christiangamas.net/

Tujuan PengadaanBarang/Jasa

⃝ Kebijakan PengadaanBarang/Jasa

⃝ Prinsip PengadaanBarang/Jasa

⃝ Etika PengadaanBarang/Jasa

(4)

4 of 43

https://christiangamas.net/

Apa Tujuan Pengadaan Barang/Jasa ?

(5)

5 of 43

https://christiangamas.net/

Menghasilkan b/j yangtepat untuk setiap uang yangdibelanjakan dari aspek kualitas,jumlah, waktu, biaya, lokasi dan

penyedia.

Meningkatkan produksi dalamnegeri

Meningkatkan peran serta UMKM

Meningkatkan peranpelaku usaha nasional Meningkatkan

keikutsertaan industri kreatif Mendorong pemerataan ekonomi

Mendorong pengadaan berkelanjutan

Mendukung pelaksanaan penelitian dan

pemanfaatan b/j hasil penelitian

Tujuan Pengadaan

Pasal4

(6)

6 of 43

https://christiangamas.net/

1) Menghasilkan barang/jasa yang tepat dari aspek :

Tujuan Pengadaan

K U A L ITA S

Sesuai Kebutuhan dan spesifikasi

Contoh ; Fungsionalitas, Adaptabilitas dan flexibilitas,

masa pakai,

inovasi/Keunikan, Garansi dsb.

J U M L A H

Jumlah sesuai kebutuhan

Contoh : Pengadaan sesuai jumlah

kebutuhan

WA K T U

Penyelesaian pekerjaan Contoh : Pengadaan 10 unit laptop dilakukan pengiriman

sekaligus

Pasal4

(7)

7 of 43

https://christiangamas.net/

Pasal4

1) Menghasilkan barang/jasa yang tepat dari aspek :

B I AYA

Kompetitif

Contoh ; Kontrak yang sesuaidengan

harga pasar

L O K A SI

Lokasi barang/jasa manfaatkan

Contoh : Penyedia wajib mengirim sesuai lokasi penggunaan barang/jasa

P E N Y E D IA

Kualifikasi yang tepat Contoh : penyedia barang/jasa sesuai dengan kualifikasinya

misal kecil dan non kecil

Tujuan Pengadaan

(8)

8 of 43

https://christiangamas.net/

2. Meningkatkan Penggunaan Produk Dalam Negeri

• Menumbuhkembangkan produksi dalamnegeri

• Menghidupkan industri pendukung dan bahkan industri baru

• Membuka lebih banyak lapanganpekerjaan

• Dapat memperkuat terjadinya transferteknologi

• Menggerakkan roda perekonomiannasional

Tujuan Pengadaan

Pasal4

(9)

9 of 43

https://christiangamas.net/

3. Meningkatkan peran serta Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Usaha Menengah

kerja, pemerataan

• Penciptaan lapangan

pendapatan, pertumbuhan ekonomi, dan pengentasan rakyat darikemiskinan

• Menumbuhkan dan mengembangkan

kemampuan UMKM menjadi usaha yang tangguh dan mandiri;dan

• Mendorong peningkatan kualifikasi UMKM

Tujuan Pengadaan

Pasal4

(10)

10 of 43

https://christiangamas.net/

4. Meningkatkan Peran Pelaku Usaha Nasional

• Membatasi keikutsertaan pelaku usaha asing

• kewajiban pelaku usaha asing untuk bermitra dengan pelaku usahanasional.

Tujuan Pengadaan

Pasal4

(11)

11 of 43

https://christiangamas.net/

Pasal4

5.Mendukung Pelaksanaan Penelitian Dan Pemanfaatan Barang/Jasa Hasil Penelitian

• Mendorong prosespenelitian

• Proses hilirisasi dan komersialisasi produk-produk penelitian.

Tujuan Pengadaan

(12)

12 of 43

https://christiangamas.net/

Pasal4

6. Meningkatkan Keikutsertaan Industri Kreatif

Tujuan Pengadaan

• Menggalidan mengembangkan segala potensi

• yang dimiliki oleh suatu negara

• Menciptakan masyarakat yang kreatif dan inovatif

• Mengurangi tingkat kemiskinan dan jumlah pengangguran

• Memberikan dampak sosial yang positif

• Menciptakan iklim bisnis yang kondusif dan positif

• Memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan

(13)

13 of 43

https://christiangamas.net/

Pasal4

7. Mendorong Pemerataan Ekonomi

mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, baik secara geografis dan demografis melalui pemerataan pembangunan.

Tujuan Pengadaan

(14)

14 of 43

https://christiangamas.net/

Pasal4

8. Mendorong Pengadaan Berkelanjutan

• untuk mencapai nilai manfaat

ekonomis tidak

yang hanya menguntungkan secara

untuk K/L/PD sebagai penggunanya tetapi juga mengurangi untuk masyarakat, serta signifikan

dampak negatif terhadaplingkungan dalam keseluruhan sikluspenggunaannya

Tujuan Pengadaan

(15)

15 of 43

https://christiangamas.net/

Tujuan Pengadaan Barang/Jasa

Kebijakan PengadaanBarang/Jasa

⃝ Prinsip PengadaanBarang/Jasa

⃝ Etika PengadaanBarang/Jasa

(16)

16 of 43

https://christiangamas.net/

Apa yang dimaksud

dengan Kebijakan ?

(17)

17 of 43

https://christiangamas.net/

Kebijakan PBJ

Meningkatkan Kualitas Perencanaan PBJ

Melaksanakan Pbj Yang Lebih Transparan,

Terbuka DanEfektif Memperkuat

Kelembagaan & SDM PBJ Termasuk Agen

Pengadaan

Mengembangkan E- marketplace

PenggunaanTeknologi Informasi DanTransaksi Elektronik

Mendorong PPDN Dan SNI

memberikan

kesempatanUMKM

mendorong pelaksanaan penelitian dan industri kreatif;

Melaksanakan Pengadaan Berkelanjutan

Pasal5

(18)

18 of 43

https://christiangamas.net/

Memperkuat Kelembagaan dan SDM

UKPBJ

Kebijakan PBJ

• Wajib membentuk Unit Kerja

Pengadaan Barang/J asa (UKPBJ) berbentuk struktural

• SDM PBJ wajib memiliki kompetensi dibidang pengadaan barang/jasa

(19)

19 of 43

https://christiangamas.net/

Pasal5

Kebijakan PBJ

Katalog Elektronik (Nasional, Sektoral &

Lokal)

Toko Daring (Online Shop)

Pemilihan Penyedia (e-tender/e-selection)

(20)

20 of 43

https://christiangamas.net/

Pasal5

Kebijakan PBJ

• Meningkatkan efisiensi PBJ

• Mengembangkan

efektivitas dan perekonomian nasional dengan mengembangkan

e-marketplace

Menggunakan Teknologi,Informasi serta Transaksi Elektronik

(21)

21 of 43

https://christiangamas.net/

Pasal5

Kebijakan PBJ

Dalam pelaksanaan PBJ, K/L/PD wajib:

Memaksimalkan penggunaan barang/jasa hasil produksi dalam negeri, termasuk rancang bangun dan perekayasaan nasional

Dalam perencanaan pengadaan menggunakan produk dalam negeri jika TKDN dan BMP paling rendah 40 %

Dalam tender/seleksi memberikan preferensi harga

Memperbanyak pencantuman produk dalam negeri dalam katalog elektronik

Kebijakan PBJMendorong Penggunaan Barang/Jasa Dalam Negeri dan SNI

(22)

22 of 43

https://christiangamas.net/

Pasal5

Kebijakan PBJ

Kesempatan kepada UMKM

• Menetapkan sebanyak-banyaknya paket usaha kecil

• Nilai paket pekerjaan PBJ ≤ Rp 2.5 M

diperuntukkan bagi usaha mikro dan usaha kecil, kecuali menuntut kompetensi teknis

• Mencantumkan produk usaha kecil dalam katalog elektronik

• Penyedia non kecil bekerjasama dengan usaha kecil dalam bentuk kemitraan, subkontrak, atau kerjasama lainnya

(23)

23 of 43

https://christiangamas.net/

Pasal5

Penelitian Industri Kreatif PBJ diatur sendiri dalam

Peraturan Menristekdikti

Mengintegrasikan aset dan potensi industrikreatif Pelaksana diperluas Mendorong inovasi Penelitian berbasis output

sesuai kebutuhan masyarakat Meningkatkan kesadaran potensi industri kreatif

Dapat lebih dari 1 tahun

Apresiasi industri kreatif termasuk HAKI (hak atas

kekayaan intelektual

Kebijakan PBJ

Mendorong Penelitian dan Industri Kreatif

(24)

24 of 43

https://christiangamas.net/

Pasal5

• Mengurangi barang yang bersumber fosil antara lain mengeluarkan 13 SNI Ekolabel yang akan diberlakukan wajib mulai tahun2020

• Penerapan konservasi energi dengan pemberlakuan label tingkat hemat energi pada peralatan listrik rumah tangga

• Pemberlakukan UMR dan jaminan kesehatan dan keselamatankerja

Melaksanakan Pengadaan Berkelanjutan

Kebijakan PBJ

(25)

25 of 43

https://christiangamas.net/

Tujuan Pengadaan Barang/Jasa

⃝ Kebijakan PengadaanBarang/Jasa

Prinsip PengadaanBarang/Jasa

⃝ Etika PengadaanBarang/Jasa

(26)

26 of 43

https://christiangamas.net/

Prinsip Pengadaan

EFESIEN

EFEKTIF

TRANSPARAN

TERBUKA

BERSAING ADIL AKUNTABEL

Pasal6

(27)

27 of 43

https://christiangamas.net/

Tujuan Pengadaan Barang/Jasa

⃝ Kebijakan PengadaanBarang/Jasa

⃝ Prinsip PengadaanBarang/Jasa

⃝ Etika Pengadaan Barang/Jasa

(28)

28 of 43

https://christiangamas.net/

Tertib &

Tanggung Jawab

Profesional, Mandiri &

Jujur

Tidaksaling mem- pengaruhi

Menerima &

tanggungjawab Menghindari

ConflictOf Interest Mencegah

pemborosan Menghindari penyalah - gunaan wewenang

Tidak menerima, menawarkan/

menjanjikan

Etika Pengadaan

Pasal7

(29)

29 of 43

https://christiangamas.net/

Pasal7

Pertentangan Kepentingan (1)

Direksi, Dewan Komisaris, atau personel inti pada suatu badan usaha, merangkap sebagai Direksi, Dewan Komisaris, atau personel inti pada badan usaha lain yang mengikuti

Tender/Seleksi yang sama;

konsultan

perencana/penga- was bertindak sebagai pelaksana Pekerjaan Konstruksi yang

direncanakannya/

diawasinya, kecuali dalam pelaksanaan Pengadaan Pekerjaan Terintegrasi;

konsultan manajemen

konstruksi berperan sebagai Konsultan Perencana;

(30)

30 of 43

https://christiangamas.net/

Pasal7

Pertentangan Kepentingan (2)

Pengurus/Manajer koperasi yang

mengikuti Tender/Seleksi padaK/L/PD, yang mana pengurus koperasi merangkap sebagai

PA/KPA/PPK/Pokja Pemilihan/PP;

PPK/Pokja

Pemilihan/PP baik langsung maupun tidak langsung

mengendalikan atau menjalankan

perusahaan Penyedia;

beberapa

perusahaan yang mengikuti tender/

seleksi yang sama, dikendalikan baik langsung

maupuntidak

langsung oleh pihak yang sama, yang

mana sahamnya lebih dari 50% dikuasai oleh pemegang saham yangsama.

(31)

31 of 43

https://christiangamas.net/

Usaha kecil

Usaha Kecil Usaha

Mikro

Peran Serta Usaha Kecil

Pasal7

(32)

32 of 43

https://christiangamas.net/

Pasal65

• usaha produktif

• orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan

• memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Pengertian Usaha Mikro

Peran Serta Usaha Kecil

(33)

33 of 43

https://christiangamas.net/

Pasal65

Peran Serta Usaha Kecil

• Usaha ekonomiproduktif

• Berdiri sendiri dan dilakukan oleh orang perorangan atau badanUsaha

• bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak

langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar

• Memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang tentang Usaha Mikro, Kecil, danMenengah.

Pengertian Usaha Kecil

(34)

34 of 43

https://christiangamas.net/

Pasal65

Peran Serta Usaha Kecil

• Menetapkan sebanyak-banyaknya paket untuk usaha kecil tanpa mengabaikan efisiensi, persaiangan usaha yang sehat, kesatuan sistem dan kualitas kemampuan teknis

• Nilai paket pekerjaan PengadaanBarang/Jasa

≤Rp 2.5 M diperuntukkan bagi usaha mikro dan usaha kecil serta koperasi kecil, kecuali menuntut kompetensi teknis yang tidak dapat dipenuhi oleh usahakecil.

(35)

35 of 43

https://christiangamas.net/

Pasal65

Peran Serta Usaha Kecil

• Mencantumkan produk barang/jasa usaha kecil dalam katalogelektonik

• Penyedia non kecil bekerjasama dengan usaha kecil dalam bentuk kemitraan, subkontrak, atau

kerjasama lainnya, jika ada usaha kecil yang memiliki kemampuan di bidang yangbersangkutan

(36)

36 of 43

https://christiangamas.net/

Penggunaan Produk Dalam Negeri

Dalam pelaksanaan PBJ, K/L/D/I wajib:

Memaksimalkan penggunaan barang/jasa hasil produksi dalam negeri, termasuk rancang bangun dan perekayasaan

nasional

Wajib menggunakan produk dalam negeri jika TKDN dan BMP minimal 40 %

LKPP dan/atau K/L/PD mencantumkan produk dalam negeri dalam katalog elektronik

Pasal66

(37)

37 of 43

https://christiangamas.net/

Pasal66

Pengadaan Barang Impor dimungkinkan dalam hal:

1. Barang tersebut belum dapat diproduksi di dalam negeri;

2. volume produksi dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan

Penggunaan Produk Dalam Negeri

(38)

38 of 43

https://christiangamas.net/

PREFERENSI HARGA

Pengadaan

Barang/Jasa bernilai

> Rp 1M Hanya diberikan kepada

Barang/jasa dalam negeri dengan TKDN

≥25%

Barang produksi dalam negeri tercantum

dalam Daftar Inventarisasi

Barang/Jasa

Preferensi harga untuk barang produksi dalam negerimaksimal25%

Preferensi harga pekerjaan konstruksi

yang dikerjakan oleh kontraktor nasional adalah 7.5% di atas harga

penawaran

terendahdari kontraktor asing

Pasal67

(39)

39 of 43

https://christiangamas.net/

Rumus Perhitungan HEA

HEA = Harga Evaluasi Akhir

KP = Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) x Preferensi tertinggi

KP = Koefisien Preferensi

HP = Harga Penawaran setelah koreksiaritmatik

Pada HEA yang sama, pemilik TKDN terbesar menjadipemenang

Tidak mengubah harga penawaran, tetapi HEA dapat merubah urutan

peringkat pemenang pelelangan/seleksi

HEA = (1−KP )× HP

Pasal67

(40)

40 of 43

https://christiangamas.net/

Pengadaan Berkelanjutan

Pasal68

(41)

41 of 43

https://christiangamas.net/

Pengadaan Berkelanjutan

Aspek Ekonomi

• biaya produksi barang/jasa sepanjang usia barang/jasa tersebut;

Aspek Sosial

• pemberdayaan usaha kecil

• jaminan kondisi kerja yang adil

• pemberdayaan komunitas/usaha lokal

• kesetaraan, dan

• keberagama

Aspek Lingkungan Hidup

• pengurangan dampak negatif terhadap kesehatan

• kualitas udara

• kualitas tanah

• kualitas air

• menggunakan SDA

sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

Pasal68

(42)

42 of 43

https://christiangamas.net/

Pelaksanaan Pengadaan Berkelanjutan

PA/KPA

PPK/Agen Pengadaan

• merencanakan danmenganggarkan

• spesifikasi teknis/KAK dan rancangan kontrak

• DokumenPemilihan

Pasal68

Pokja Pemilihan/

PP/agen pengadaan

(43)

43 of 43

T e r i m a k a s i h

https://christiangamas.net/

Referensi

Dokumen terkait

para mujtahid, karena para mujtahid hanya terbatas pada memperjelas atau memunculkan hukum Allah serta menemukannya melalui jalan Istimbath (penetapan hukum yang berdasarkan

Cikal bakal Sistem Jaminan Sosial (SJS) atau di Jerman dikenal sebagai Kesejahteraan Sosial (social welfare) dan jaminan sosial (social security) yang dimulai

kepolisian, TNI, Bea Cukai, Perpajakan, atas dugaan perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh pihak kapal dalam hal ini termasuk tapi tidak terbatas pada yang dilakukan

Pembentukan identitas Kota Bogor dari karakter streetscape-nya, dipengaruhi oleh pola sirkulasi kota yang menyebabkan koridor tertentu menjadi lebih sering dilalui

[r]

English Department, Faculty of Education and Teacher Training of Muhammadiyah University Surabaya.. The first Advisor is Armeria Wijaya

Pardee (1969) mengusulkan super goal (sasaran super) sebagai atribut acuan dalam masalah pengambilan keputusan dengan tujuan jamak.. Super goal merupakan atribut yang

Faktor transkripsi adalah urutan khusus asam amino yang mampu berikatan dengan DNA untuk mengontrol proses penempelan RNA polymerase pada DNA sehingga akan mengontrol