ISSN : 1979-9330 (Print) - 2088-0154 (Online) 1
Implementasi Multimedia Untuk Konten Karaoke “Jaga Selalu Hatimu”
Pada Purnama Guest House
Bambang Eka Purnama1), Indah Uly Wardati2), Sutrisno3) Universitas Surakarta1) STMIK Nusa Mandiri2) STKIP PGRI Pacitan3)
[email protected], [email protected]
Abstraction - In the entertainment world yanng progressing very quickly, thanks to advances in technology and technological innovation. Perkembamgan in the entertainment industry where a lot of popping karaoke place. In addition to a special place karaoke family, now there are many karaoke places in Hotel and Guest House. In this case a lot of found content video content that does not comply with the theme of the song so that less can be enjoyed by visitors. By making video content clips that correspond to the song, making it more desirable karaoke place because visitors can enjoy not only a great audio but also video good fit with the theme song.
Keywords: Audio Video Production, Multiplex Video, Jaga Selalu Hatimu Video, Video Based Multimedia, Seventeen Band Video
Abstraksi - Dalam dunia hiburan mengalami perkembangan yanng sangat cepat berkat adanya kemajuan teknologi dan inovasi teknologi. Perkembamgan dalam industri hiburan banyak sekali bermunculan di tempat karaoke. Selain tempat khusus karaoke keluarga, sekarang tempat karaoke banyak terdapat di Hotel dan Guest House. Dalam hal ini banyak ditemukan konten video yang tidak sesuai dengan tema lagu sehingga kurang bisa dinikmati oleh pengunjung. Dengan membuat konten video klip yang sesuai dengan lagu, membuat tempat karaoke tersebut lebih diminati karena pengunjung dapat menikmati tidak hanya audio yang bagus tetapi juga video yang bagus sesuai dengan tema lagu.
Kata Kunci : Produksi Audio Video, Video Multiplek, Video Jaga Selalu Hatimu, Video Berbasis Multimedia, Video Seventeen Band
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Dalam dunia hiburan mengalami perkembangan yanng sangat cepat berkat adanya kemajuan teknologi dan inovasi teknologi. Perkembamgan dalam industri hiburan banyak sekali bermunculan tempat – tempat karaoke. Selain tempat khusus karaoke keluarga, sekarang tempat karaoke banyak terdapat di Hotel dan Guest House. Dalam hal ini banyak ditemukan konten – konten video yang tidak sesuai dengan tema lagu sehingga kurang bisa dinikmati oleh pengunjung.
Dengan membuat konten video klip yang sesuai dengan lagu, membuat tempat karaoke tersebut lebih diminati karena pengunjung dapat menikmati tidak hanya audio yang bagus tetapi juga video yang bagus sesuai dengan tema lagu.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah bisa disampaikan sebagai berikut:
1. Belum adanya konten video klip karaoke Jaga Selalu Hatimu pada Purnama Guest House.
2. Bagaimana produksi konten karaoke Jaga Selalu Hatimu berbasis multimedia yang dapat diaplikasikan pada tempat karaoke
Purnama Guest House yang memiliki konten tidak sesuai antara tema lagu dengan tema video?
1.3 BATASAN MASALAH
Dalam memproduksi konten karaoke berbasis multimedia dibutuhkan batasan masalah yang sesuai dengan teknologi aplikasi multimedia dan sistem perancangan yang detail. Batasan masalah yang akan digunakan dalam produksi konten karaoke “Jaga Selalu Hatimu” berbasis multimedia ini adalah :
Implementasi konten karaoke “Jaga Selalu Hatimu” dengan konsep multimedia pada Purnama Guest House.
1.4 TUJUAN PENELITIAN
Dalam memproduksi konten karaoke ini mempunyai. Tujuan penelitian ini adalah :
1. Menghasilkan konten karaoke “Jaga Selalu Hatimu” dalam bentuk video untuk menjadi inspirasi dalam memproduksi video klip lain.
2. Menghasilkan konten video karaoke berbasis multimedia.
3. Menghasilkan konten video karaoke yang variatif dari teknik pengambilan maupun teknik editing.
ISSN : 1979-9330 (Print) - 2088-0154 (Online) - 2088-0162 (CDROM) 2 1.5 MANFAAT PENELITIAN
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu manfaat. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Memberikan pelayanan konten karaoke yang bagus di karaoke keluarga pada Purnama Guest House.
2. Meningkatkan fasilitas pada karaoke keluarga Purnama Guest House sehingga menarik lebih banyak pengunjung.
1.6 METODE PENELITIAN
Ada beberapa langkah atau metode yang digunakan dalam penelitian tentang perancangan implementasi multimedia untuk konten karaoke, yang berguna menuju kesempurnaan dalam teknik merancang sebuah produksi konten video karaoke.
Beberapa metode penelitian yang digunakan adalah :
1. Kepustakaan
Studi kepustakaan yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan data dari catatan kuliah serta buku-buku yang berkaitan dengan dunia multimedia. Selain itu juga mencari referensi skripsi atau thesis yang membahas bagaimana memproduksi konten video karaoke, dan searching di internet atau web yang membahas tentang proses pembuatan konten video karaoke.
2. Observasi
Melalui metode observasi ini, penelitian langsung diadakan di lapangan. Yaitu dengan mengadakan pengamatan langsung pada lokasi yang akan digunakan untuk setting lokasi pengambilan video klip. Penggunaan metode ini sekaligus untuk mengurus segala macam perizinan semua lokasi yang akan digunakan dalam proses produksi konten video karaoke berbasis multimedia.
3. Wawancara
Proses wawancara dilakukan kepada para kru yang akan terlibat dalam produksi konten video klip karaoke tersebut untuk membahas teknik-teknik pengambilan yang digunakan.
4. Perancangan dan Implementasi
Dalam metode ini menerapkan langsung bagaimana membuat suatu perencanaan dalam produksi konten video klip karaoke.
Membuat kerangka langkah Pra Produksi, Produksi, dan Pasca Produksi. Setelah semua perencanaan siap, maka langsung
menerapkan implementasi memproduksi videonya.
5. Dokumentasi
Dengan metode dokumentasi, maka semua hal yang berkaitan dalam proses audio video klip multiplex tersebut, akan didokumentasikan secara hardcopy
maupun softcopy. Proses
pendokumentasian dimulai dari sejak perencanaan hingga proses finishing dan launching video klip. Dokumentasi disini diperlukan untuk sebagai data dalam membuat sebuah analisa.
2. LANDASAN TEORI 2.1 Landasan Teori
Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Multimedia banyak digunakan dalam dunia hiburan.
Multimedia dimanfaatkan juga dalam dunia bisnis, multimedia digunakan sebagai media profil perusahaan, profil produk, bahkan sebagai media pelatihan dalam sistem e- learning. (Chandra, 1996)
Multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video (Rosch.1996). Secara umum Multimedia merupakan kombinasi tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks (McCornick, 1996) atau Multimeda adalah kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output dari data, media ini dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar (Turban dkk, 2002) atau Multimedia merupakan alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengombinasi teks, grafik, animasi, audio, dan gambar video (Robin dan Linda 2001)
2.2 Unsur-Unsur Multimedia
Unsur-unsur dari sistem multimedia dalam penjabaranya adalah sebagai berikut :
1. Teks
Teks adalah kombinasi huruf yang membentuk satu perkataan yang menerangkan suatu topik dan topik ini dikenal dengan informasi berteks.
2. Citra atau image
Citra atau image juga mendukung pemahaman seseorang terhadap suatu informasi. Citra bersifat statis, jadi informasi yang akan disampaikan kepada pemirsa akan lebih mudah dipahami.
ISSN : 1979-9330 (Print) - 2088-0154 (Online) - 2088-0162 (CDROM) 3 3. Gerakan atau animasi
Animasi adalah paparan urutan lakaran yang setiap satunya terdapat sedikit perbedaan untuk menghasilkan satu pergerakan secara berterusan. (Simon, 1995 : 134)
4. Suara
Suara adalah unsur multimedia yang lain.
Dengan penambahan suara yang terproses dan tambahan sound effect generator, maka suara yang dihasilkan akan ditampilkan dengan begitu mempesona dan memukau pendengarnya.
5. Video
Video menyediakan sumber daya yang kaya dan hidup bagi aplikasi multimedia.
Ada empat macam video yang dapat digunakan sebagai objek dalam aplikasi multimedia yaitu live video feeds, videotape, videodisc, dan digital video.
Video adalah media digital yang menunjukkan susunan atau urutan gambar- gambar, dan memberikan ilusi, gambaran serta fantasi kepada gambar yang bergerak.
(Agnew dan Kallermen, 1996) 6. Story Board
Story Board adalah ilustrasi adegan dalam sebuah cerita yang dituangkan dalam gambar tangan atau komputer, dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan yang berupa tulisan, waktu kejadian, backsound yang dipakai dan durasi. (Heru Effendy, 2002)
7. Naskah (Script)
Dalam pembuatan video, naskah sangat diperlukan untuk mempermudah dan memperlancar pembuatan video. Naskah dibuat sebelum proses pengambilan gambar dan pengeditan gambar. Naskah dalam bahasa latin manuscript berisi spesifikasi suatu penyajian dalam setiap medium. Script terdiri dari rincian naskah siap produksi yang berisi sudut pengambilan secara rinci dan spesifik serta bagian-bagian kegiatan.
(Heru Effendy, 2002)
2.3 Video Klip
Perkembangan video musik umum identik dengan perkembangan indutri musik itu sendiri. Di mana sebuah negara mempunyai industri musik yang maju, bias dipastikan video musik juga dapat berkembang pesat. Sebagai contohnya Amerika Serikat, hampir seluruh dunia menikmati produknya, mulai dari indutri musiknya hingga video musiknya lewat MTV membuat video musik yang berevolusi menjadi video klip musik.
Video musik adalah media alat untuk promosi album baru seorang atau group musik. Seiring dengan perkembanganya teknologi informasi yang diawali televisi, video musik juga berkembang pesat. Jadi selain penyanyi yang baru promo album itu recording langsung di stasiun televisi, kemudian ditayangkan langsung atau tidak langsung lewat program khusus. Mereka juga membuat rekaman sendiri diluar stasiun televisi. Inilah yang kemudian dikenal dengan nama video musik.
Penayangan video musik model ini biasanya masuk kategori iklan. Jadi setiap saat bisa disisipkan pada acara atau program lain acara musik.
Kemudian disadari bahwa promosi melalui stasiun televisi saja tidak cukup. Teknologi makin maju hingga muncul temuan home video. Maksudnya, seseorang dapat memainkan video musik sendiri di rumah tanpa terikat jadwal tayangan televisi. Kapan saja, kita dapat menikmati musisi atau penyanyi favorit setiap hari dengan perngkat home video. Jadi pada level ini sebuah industri rekaman mempunyai banyak format untuk dijual kepada penggemarnya. Selain piringan hitam, ada kaset audio dan kaset video.
Awal tahun 80an video musik memulai jaman keemasan dengan hits nya Thriller oleh penyanyi Michael Jackson, dengan sutradara film Hollywood John Landis. Dimana mana orang membicarakan Thriller pada video musiknya bukan pada musik atau penyanyi itu sendiri. Dengan kata lain, pembuatan video klip musik Thriller berhasil mempengaruhi penjualan album hingga jutaan kopi. Itulah gambaran tentang begitu berpengaruh video musik pada perkembangan industri musik pada umumnya.
2.4 Kajian pustaka
Penelitian Eva Maheswara Dkk yang berjudul
“Produksi Pembuatan Video Klip Neo Pappermint Band” menyebutkan bahwa dalam proses pembuatan video klip seperti pembuatan film atau iklan televisi yaitu terdiri atas proses pra produksi yaitu tahap shoting, dan proses pasca produksi yaitu proses setelah dilakukan produksi seperti proses editing. Sebelum melakukan proses produksi ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu memilih sutradara, memperkirakan biaya dan waktu, membuat jadwal produksi, pemilihan peran, menetapkan lokasi syuting, pemilihan pakaian, mengadakan pertemuan pra produksi untuk membahas tentang proses produksi dan lain - lain.(2010)
ISSN : 1979-9330 (Print) - 2088-0154 (Online) - 2088-0162 (CDROM) 4 Analisis permaslahan yang telah diperoleh
dalam penelitian ini menyebutkan bahwa editing video sangat penting untuk memaksimalkan hasil pengambilan gambar karena kekurangan dalam pengambilan gambarnya.
Perbedaan dari kedua pendapat tersebut yaitu menurut penelitian ini dfokuskan pada editing video untuk mendapatkan hasil video yang maksimal sedangkan menurut penelitian Eva Maheswara Dkk lebih fokus terhadap
persiapan pembuatan video mulai dari pra produksi, proses produksi, pasca produksi untuk mendapatkan hasil seperti yang diinginkan.
3. PERANCANGAN 3.1 Sinopsis
Lagu jaga selalu hatimu menceritakan tentang tentang kisah dua manusia yang sedang diuji atas cintanya. Awal cerita ketika perpisahan sutris dengan wiga disebuah jalan. Sutris pergi melepaskan tangan wiga yang berdiri dan melihat sutris yang berjalan pergi.
Disebuah tempat sutris duduk sambil membayangkan saat – saat bersama wiga, saaat bercanda, makan dan tertawa bersama.
Sutris berharap dan berkata untuk selalu menjaga hatinya, cintanya, sampai sutris kembali lagi. Sutris berkata semoga hati dan cintanya hanya untuk wiga sampai akhir menutup mata atau mati.
3.2 Storyboard
Storyboard adalah sketsa dari momentum kunci aktivitas atau penjelasan tentang gerak, suara, sudut pandang kamera dan lain – lain.
4. STORYBOARD
4.1 BERPEGANGAN TANGAN
Gambar 1. Berpegangan Tangan
4.2 DUDUK BERNYANYI
Gambar 2. Duduk Bernyanyi 4.3 FOTO
Gambar 3. Foto 4.4 HASIL FOTO
Gambar 4. Hasil Foto 4.5 BERJALAN PERGI
Gambar 5. Berjalan pergi
ISSN : 1979-9330 (Print) - 2088-0154 (Online) - 2088-0162 (CDROM) 5 4.6 TAMPILAN VIDEO KLIP
Gambar 6. Berpegangan Tangan
Gambar 7. Membayangkan
Gambar 8. Pergi Meninggalkan
5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 KESIMPULAN
Berdasarkan uraian – uraian dari laporan produksi konten video karaoke “Jaga Selalu Hatimu” berbasis multimedia, maka kesimpulan yang didapat sebagai berikut :
1. Menyesuaikan lagu dengan video pada tempat karaoke keluarga Purnama Guest House.
2. Dengan dibuatnya video klip Jaga Selalu Hatimu akan dapat menambah variasi video klip pada karaoke keluarga Purnama Guest House.
3. Lebih memperkenalkan lagu Jaga Selalu Hatimu kepada masyarakat.
5.2 SARAN
Dengan adanya perkembangan yang semakin maju akan banyak band – band baru yang bermunculan, diharapkan terdapat penelitian selanjutnya sehingga kreatifitas untuk pengembangan video klip semakinbanyak, dapat memberikan motivasi untuk tempat karaoke yang lain untuk membuat video klip untuk menyesuaikan dengan tema lagu atau makna lagu.
DAFTAR PUSTAKA
[1]. Konsep Dasar Multimedia, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2012
[2]. Effendi, Heru: membuat Film, Penerbit Erlangga, Jakarta, 6, 2009.
[3]. Baksin, Askurifai: Videografi, Widya Padjadjaran, Bandung, 26, 2009.
[4]. Munir, M.IT, Prof, Dr: Multimedia Konsep dan Aplikasi Dalam Pendidikan, Alfabeta, Bandung, 2, 2012.
[5]. Nugraha, Yopie: Instan Menguasai Program Video Editing, Agogos Publishing, Jakarta, 4, 2011. Jakarta Vol.
12