• Tidak ada hasil yang ditemukan

PHONOLOGIE Journal of Language and Literature

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PHONOLOGIE Journal of Language and Literature"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Perubahan Semantik Kosakata Serapan Bahasa Asing dalam Bahasa Indonesia

Nadya Fitri Lestari1, Mohd. Harun2, Siti Sarah3 Universitas Syiah Kuala1,2,3

Email: [email protected]

Abstrak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perubahan makna yang terjadi pada kosakata serapan bahasa Asing dalam bahasa Indonesia. Sumber data dalam penelitian ini adalah kosakata bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa Asing yaitu bahasa Belanda dan Inggris. Data dalam penelitian ini adalah kamus kata-kata serapan asing dalam bahasa Indonesia karya J.S Badudu.

Teknik pengumpulan data menggunakan teknik penelaahan dokumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya menggunakan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini peneliti menemukan kata-kata serapan yang mengalami perubahan makna, adapun kata serapan yang mengalami perubahan makna berupa perluasan, penyempitan dan perubahan total. Perluasan makna merupakan suatu proses yang terjadi pada sebuah kata yang pada mulanya hanya memiliki sebuah makna, tetapi kemudian karena berbagai faktor menjadi memiliki makna-makna lain. Bahasa Belanda kata “paniek”

bermakna kepanikan. Penyempitan makna merupakan suatu proses yang terjadi pada sebuah kata yang pada mulanya mempunyai makna yang cukup luas, kemudian berubah menjadi terbatas hanya pada sebuah makna saja. Contoh kata emphasis tersebut dalam bahasa Inggris ialah tekanan dan titik berat, sedangkan makna dalam bahasa Indonesia ialah tekanan pada suku kata atau pada kata- kata dan penekanan akan pentingnya (sesuatu). Perubahan total makna merupakan suatu proses perubahan makna yang dimiliki sekarang sudah jauh berbeda dengan makna kata aslinya. Contoh kata

“morgem (BB)” diserap dalam bahasa Indonesia menjadi besuk. Perubahan makna yang terjadi karena pergeseran makna yaitu kata besuk berarti mengadakan kunjungan ke rumah sakit untuk menjenguk orang yang sedang sakit.

Kata kunci: Semantik, Kosa Kata Asing, Bahasa Indonesia

PHONOLOGIE

Journal of Language and Literature

E-ISSN: 2721-1835 P-ISSN: 2721-1827

Abstract. This study aims to describe the changes in meaning that occur in foreign language absorption vocabulary in Indonesian.

The data source in this study is Indonesian vocabulary absorbed from Foreign languages, namely Dutch and English. The data in this study is a dictionary of foreign absorption words in Indonesian by J.S Badudu. Data collection techniques using document review techniques.

This research uses qualitative approach and research type using descriptive method. The results of this study researchers found the words absorption that experienced a change in meaning, as for the word absorption that experienced changes in meaning in the form of expansion, narrowing and total changes. The expansion of meaning is a process that occurs in a word that at first only has a meaning, but then because various factors become have other meanings. The Dutch example of the word

"paniek" means panic. The narrowing of meaning is a process that occurs in a word that initially has a broad enough meaning, then changes to be limited to a meaning only.

Examples of such emphasis words in English are pressure and heavy points, while the meaning in Indonesian is the pressure on syllables or on words and the emphasis on importance (something). The total change of meaning is a process of changing the meaning that has now been much different from the meaning of the original word. Examples of the word "morgem (BB)" are absorbed in The Indonesian language into besuk. The change in meaning that occurs because of the shift in meaning is the word besuk means making a visit to the hospital to visit people who are sick

(2)

PENDAHULUAN

Bahasa merupakan dasar segala kegiatan yang kita lakukan. Setiap bahasa memiliki cara yang digunakan untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan atau untuk menyebutkan atau mengacu ke benda-benda di sekitarnya. Hingga pada suatu titik waktu, kosakata yang dihasilkan melalui kesepakatan masyarakat itu sendiri umumnya mencukupi keperluan itu, namun manakala terjadi hubungan dengan masyarakat bahasa lain sangat mungkin muncul gagasan, konsep, atau barang baru yang datang dari luar budaya masyarakat itu. Dengan sendirinya juga diperlukan kosakata baru. Salah satu cara memenuhi keperluan itu yang sering dianggap lebih mudah mengambil kosakata yang digunakan oleh masyarakat luar yang menjadi asal hal ihwal baru itu.

Bahasa dibentuk oleh kaidah, aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus menguasai bahasanya (Mantasiah, R.,2020). Namun, semakin suatu negara itu berkembang, maka bahasanya pun ikut mengalami perkembangan.

Perkembangan itu terjadi akibat gerakan suatu perluasan wilayah bahasa yang menembus bahasa lain yang disebut kontak bahasa.

Kontak bahasa merupakan suatu akibat yang terjadi atas kondisi ketika terjadi suatu gerakan perluasan wilayah bahasa yang menembus wilayah bahasa lain yang terjadi akibat adanya mobilisasi penduduk dari suatu wilayah geografis ke wilayah geografis lainnya (Umar, dkk, 1994:6). Sedangkan Thomason (2000:1) berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kontak bahasa adalah peristiwa penggunaan lebih dari satu bahasa dalam tempat dan pada waktu yang sama. Mackey (dalam Rahardi, 2001) menyatakan bahwa kontak bahasa merupakan peristiwa yang saling mempengaruhi antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lainnya, baik yang terjadi secara langsung maupun terjadi tidak langsung.

Kontak bahasa yang berlangsung dalam waktu yang lama itu telah mengakibatkan terjadinya kedekatan kosakata dan bahkan struktur bahasa-bahasa yang bersangkutan. Pernyataan yang disebutkan oleh Appel dan Muysken (1987:

153) bahwa kontak bahasa mengakibatkan proses peminjaman dalam beberapa komponen linguistik seperti leksikal, fonologi, sintaksis, dan semantik.

Perubahan makna meluas adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata atau leksem yang pada mulanya hanya memiliki sebuah makna, tetapi kemudian karena berbagai faktor menjadi memiliki makna-makna lain (Chaer, 1994:141; Mantasiah, R.

2020). Misalnya kata sommatie dalam bahasa Belanda yang berarti “teguran untuk membayar”. Ketika diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi perluasan makna, somasi yaitu teguran atas kelalaian atau kealpaan seseorang. Contoh lain yaitu kata mode dalam bahasa Perancis memiliki makna sempit yaitu cara hidup; selera yang sedang disenangi umum, kemudia mengalami perubahan makna meluas ketika diserap ke dalam bahasa Indonesia bermakna ragam/cara/bentuk yang terbaru pada suatu waktu tertentu.

Penyempitan makna adalah makna suatu kata semakin memiliki spesifikasi ataupun spesialisasi. Perubahan makna dari yang lebih umum atau luas ke yang lebih

(3)

khusus atau sempit. Cakupan baru/sekarang lebih sempit daripada makna lama (semula). Perubahan makna menyempit menurut Chaer (1994: 142) adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata yang pada mulanya mempunyai makna yang cukup luas, kemudian berubah menjadi terbatas hanya pada sebuah makna saja Misalnya kata dispensatie dalam bahasa Belanda berarti “kelonggaran untuk hal-hal yang khusus dari ketentuan undang-undang, ketentuan menurut undang-undang, dalam hal dispensasi dibenarkan apa-apa yang biasanya dilarang oleh pembuat undang- undang”. Namun ketika diserap ke dalam bahasa Indonesia, makna dispensasi menyempit yaitu “penyimpangan atau pengecualian terhadap ketentuan-ketentuan peraturan-peraturan hukum ataupun undang-undang yang semestinya berlaku formil (Mantasiah R, M. R., & Hasmawati, H., 2020;

Perubahan makna total adalah berubahnya sama sekali makna sebuah kata dari makna asalnya. Memang ada kemungkinan makna yang dimiliki sekarang masih ada sangkut pautnya dengan makna asalnya, tetapi sangkut pautnya tampak sudah sangat jauh sekali (Abdul Chaer, 1994 : 143). Kosakata bahasa Indonesia serapan bahasa Asing kadang memiliki makna yang berbeda dan menyisakan makna dari bahasa peminjamnya, artinya makna yang dimiliki sekarang sudah jauh berbeda dengan makna kata aslinya.

Beberapa kosakata dari bahasa Indonesia serapan bahasa Arab misalnya, yang mengalami perbedaan makna total ini. Kata jahil, misalnya, dalam bahasa Arab berarti ‘bodoh atau pandir’, namun dalam bahasa Indonesia, jahil berarti ‘usil, jahat’.

Pembicaraan kita mengenai perubahan makna yang meluas, menyempit atau perubahan makna secara total, kita berhadapan dengan sebuah kata atau sebuah bentuk yang tetap. Hanya konsep makna mengenai kata bentuk itu yang berubah.

Dalam konsep pengalusan ini kita berurusan dengan gejala yang ditampilkan makna yang lebih halus, atau sopan daripada yang akan digantikan. Kecenderungan untuk menghaluskan makna kata nampaknya gejala umum dalam masyarakat bahasa Indonesia. Misalnya kata penjara atau bui, digantikan dengan istilah yang maknanya dianggap lebih halus yaitu ‘Lembaga Permasyarakatan’ (Finoza, 2005).

Konsep pengasaran ini kebalikan dari penghalusan, yaitu usaha untuk mengganti kata yang maknanya halus atau bermakna biasa dengan kata yang maknanya kasar. Usaha atau gejala pengasaran ini biasanya dilakukan orang dalam situasi yang tidak ramah atau menemukan kejengkelan. Misalnya kata ‘mendepak’

dipakai untuk menggantikan kata ‘mengeluarkan’ (Finoza, 2005).

Kajian semantik atau makna kata dalam bahasa tertentu menurut penggolongan semantik adalah cabang linguistik yang bertugas semata-mata untuk meneliti makna kata, bagaimana asal mulanya, bahkan bagaimana perkembangan, dan apa sebab-sebabnya terjadi perubahan makna dalam sejarah bahasa. Berapa banyak bidang ilmu-ilmu lain yang mempunyai sangkut paut dengan semantik. Oleh sebab itu, makna memegang peranan tergantung dalam pemakaian bahasa sebagai alat untuk penyampaian pengalaman jiwa, pikiran, dan maksud dalam masyarakat.

Bidang semantik terbatas pada usaha memperhatikan dan mengkaji proses transposisi makna kata dalam pemakaian bahasa.

Penelitian ini berfokus pada perubahan kosakata serapan bahasa Asing yang terdapat dalam kamus Kata-Kata Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia karya Jusuf

(4)

Sjarif Badudu. Peneliti mengulas perubahan makna bahasa Asing dengan memilih dua bahasa yang akan diteliti yaitu bahasa Belanda dan bahasa Inggris. Kemudian hasil penelitiannya akan memilah perubahan makna dari kedua bahasa melihat dari tiga jenis kata yaitu kata sifat, kata kerja, dan kata benda. Langkah penelitian dilakukan peneliti yaitu; mengklasifikasi dan mengidentifikasi baik berdasarkan pergeseran semantik, maupun frekuensi penggunaan pada kosakata serapan bahasa Asing dalam bahasa Indonesia, di Kamus Kata-Kata Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia (Badudu, 2003). Tidak hanya itu, peneliti juga akan menganalisis perubahan semantik pada kosakata serapan bahasa Asing.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perubahan makna kata yang terjadi pada kosakata serapan bahasa Asing dalam bahasa Indonesia? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perubahan makna atau semantik yang terjadi pada kosakata serapan bahasa Asing dalam bahasa Indonesia? Analisis semantik dilakukan untuk melihat perubahan makna kosakata bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa Asing.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penggunaan pendekatan ini diterapkan dengan tujuan mengikuti prosedur yang menghasilkan data deskriptif berupa data tertulis (Djajasudarma, 2006:11). Melalui pendekatan ini peneliti akan menggambarkan atau memaparkan secara sistematis dan akurat mengenai data yang diteliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.

Penggunaan metode deskriptif bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengklasifikasikan variabel-variabel yang berkenaan dengan masalah yang diteliti.

Dengan kata lain, penelitian deskriptif digunakan untuk memberi gambaran secara sistematis dan akurat data penelitian.

Sumber data dalam penelitian ini adalah Kamus Kata-Kata Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia. Kamus ini ditulis oleh Jusuf Sjarif Badudu yang diterbitkan pada tahun 2003. Dalam kamus tersebut, J. S Badudu menuliskan kata-kata serapan asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti bahasa Inggris, Belanda, Perancis, China, Jepang, Italia, Arab, Sanskerta, Latin, Yunani, dan lain-lainnya.

Kamus tersebut berjumlah 377 halaman. Selanjutnya, data dalam penelitian ini adalah kosakata bahasa Inggris dan bahasa Belanda yang diserap ke dalam bahasa Indonesia. Data yang diperoleh merupakan data berbentuk tulisan.

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik penelaahan dokumen. Metode dokumentasi merupakan kumpulan data di mana peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, tabloid, surat kabar, dokumen, dan sumber perpustakaan lainnya. Cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis seperti arsip termasuk buku tentang pendapat, teori dan dalil atau hukum dan lainnya yang berhubungan dengan masalah penelitian disebut teknik dokumentasi atau studi pustaka Selain itu, penulis juga menggunakan teknik catat sebagai teknik turunan.

Langkah-langkah yang akan ditempuh dalam penganalisisan data adalah sebagai berikut. (1) Seleksi data; dilakukan untuk memilih dan menyaring data sehingga diperoleh data yang benar-benar valid. Data yang telah dikumpulkan,

(5)

ditulis, dan dibaca berulang- ulang kemudian diseleksi keseluruhannya. (2) Klasifikasi data; dilakukan untuk memilah dan mengelompokkan data berdasarkan masalah- masalah yang ingin dibicarakan. Dalam hal ini, ada penempatan data yang sesuai dengan rumusan masalah, yaitu perubahan semantik. Data yang sesuai dikelompokkan ke dalam jenisnya dan yang tidak sesuai disisihkan karena tidak sesuai dengan kajian peneliti. (3) Penyajian data; dilakukan dalam bentuk deskripsi, yaitu pemberian dalam kalimat yang jelas dan terperinci. (4) Analisis data; data dianalisis berdasarkan pengklasifikasian data dalam bentuk kata-kata. (5) Menarik kesimpulan.

HASIL PENELITIAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penulis menemukan beberapa kata yang mengalami perubahan makna ketika bahasa asing dipinjam atau diserap ke dalam bahasa Indonesia. Peneliti menguraikan perubahan makna yang terjadi pada kosakata serapan bahasa Asing dalam bahasa Indonesia berdasarkan kelas katanya, yaitu kata kerja, kata sifat, dan kata benda. Berikut adalah penjabaran yang menunjukkan perubahan makna kata serapan berdasarkan kelas katanya.

Kata Sifat

(1) Bahasa Belanda

a. Paniek (BB) menjadi Panik (BI)

Kata “panik” adalah salah satu kata sifat yang diserap dalam bahasa Indonesia dari bahasa Belanda “paniek”. Kata “paniek” biasa digunakan untuk menunjukkan pengertian “kepanikan”. Dalam bahasa Indonesia kata “paniek” menjadi “panik”

yang bermakna bingung, gugup, hilang akal karena takut atau cemas. Setelah diserap ke dalam bahasa Indonesia kata “paniek” mengalami perluasan makna.

Dalam bahasa Belanda kata “paniek” bermakna kepanikan. Setelah diserap ke dalam bahasa Indonesia kata “paniek” berubah menjadi “panik” yang bermakna bingung, gugup, hilang akal karena takut atau cemas.

b. Banaal (BB) menjadi Banal

Kata “banal” adalah salah satu kata sifat yang diserap dalam bahasa Indonesia dari bahasa Belanda “banaal”. Kata “banaal” biasa digunakan untuk menunjukkan pengertian “kampungan”. Dalam bahasa Indonesia kata “banaal” menjadi “banal”

yang bermakna kasar (tidak indah) biasa saja, misal dikatakan kepada puisi yang biasa saja. Setelah diserap ke dalam bahasa Indonesia kata “banal” mengalami penurunan makna. Dalam bahasa Belanda kata “banaal” bermakna kampungan.

Setelah diserap ke dalam bahasa Indonesia kata “banaal” berubah menjadi “banal”

yang bermakna kasar (tidak indah) biasa saja, misal dikatakan kepada puisi yang biasa saja.

c. Beslist (BB) menjadi Beslit (BI)

Kata beslist berasal dari bahasa Belanda yang diserap oleh bahasa Indonesia.

Kata beslist yang diserap ke dalam bahasa Indoenesia mengalami perubahan bentuk, yaitu beslit. Maka kata beslist dalam bahasa Belanda ialah tegas sedangkan

(6)

kata beslit dalam bahasa Indonesia ialah surat keputusan (SK) untuk pengangkatan dalam suatu jabatan pemerintah (sebagai pegawai). Dalam hal ini, kata tersebut mengalami perubahan total. Kata tersebut mengalami perubahan total dikarenakan dalam bahasa Indonesia kata beslit lebih dimaknai dengan sebagai surat keputusan untuk pengangkatan sehingga kata tersebut termasuk ke dalam jenis kata benda sedangkan beslist dalam bahasa Belanda bermakna tegas sehingga kata tersebut masuk ke dalam golongan jenis kata sifat.

2) Bahasa Inggris

a. Energenik (B. Ing) menjadi Energenik (BI) Makna B. Ing : tegas, giat

Makna BI: ilmu dan keadaan serta hukum-hukum yang menguasai pelahiran energi Kata energenik berasal dari bahasa Inggris yang diserap oleh bahasa Indonesia. Walaupun kata tersebut diserap oleh bahasa Indonesia, kata energenik tidak mengalami perbahan bentuk. Makan kata energenik dalam bahasa Inggris ialah tegas dan giat sedangkan makan kata energenik dalam bahasa Indonesia ialah ilmu dan keadaan serta hukum-hukum yang menguasai pelahiran energi. Makan kata tersebut mengalami perubahan total. Kata tersebut mengalami perubahan total dikarenakan dalam bahasa Indonesia kata energenik lebih dimaknai dengan ilmu dan keadaan serta hukum-hukum yang menguasai pelahiran energi dari pada makna giat ataupun tegas.

b. Engineer (B Ing) menjadi enjinering (BI) Makna B Ing : insnyur; ahli mesin Makna BI: ilmu teknik

Kata engineer yang diserap oleh bahasa Indonesia dari bahasa Inggris. Kata tersebut mengalami perubahan bentuk dari enginee menjadi enjinering. Makna kata enjinering dalam bahasa Inggris ialah insnyur dan ahli mesin sedangkan makna kata enjinering dalam bahasa Indonesia ialah ilmu teknik. Dilihat dari makna setiap bahasa tersebut, kata enjinering mengalami perubahan total. Hal tersebut disebakan oleh perubahan zaman yang mengharuskan bahasa Indonesia memaknai kata enjinering sebagai suatu ilmu teknik bagi seseorang yang mengampu studi di fakultas teknik.

c. Fit (B Ing) menjadi fit (BI)

Makna B Ing : pantas, sesuai, layak, menyesuaikan.

Makna BI : keadaan segar bugar tentang tubuh karena itu sanggup melakukan sesuatu Kata fit bersal dari bahasa Inggris yang diserap oleh bahasa Indonesia.

Kata fit tidak mengalami perubahan bentuk walau diserap dari bahasa Inggris.

Makan kata fit dalam bahasa Inggris ialah pantas, sesuai, layak, menyesuaikan sedangkan makna kata fit dalam bahasa Indonesia ialah keadaan segar bugar tentang tubuh karena itu sanggup melakukan sesuatu. Makna kata tersebut mengalami perubahan total. Hal tersebut disebabkan karena orang Indonesia sering menggunakan kata fit untuk menyatakan keadaan segar bugar dari pada memaknai kata fit menjadi pantas, sesuai dan layak.

(7)

Kata Kerja

1) Bahasa Belanda

a. Afdrukken (BB) menjadi Afdruk (BI)

Perubahan makna yang terjadi pada kata “Afdrukken” menjadi “afdruk”

dalam bahasa Indonesia. Makna kata “Afdrukken” dan “afdruk” dalam bahasa Indonesia yang tidak saling berhubungan. “jejak” dan “mencetak foto dari klise”

dua hal yang berbeda. Namun, apabila dianalisi bersarkan komponen makna dari keduanya dapat dikatakan bahwa keduanya memiliki kesamaan berupa “jejak”

dengan “bukti” dan penggunaan kata “mencetak foto dari klise” untuk menunjukkan ciri spesifik dari keduanya.

b. Anteken (BB) menjadi Anteken (BI)

Makna kata “Anteken” dalam bahasa Belanda “antena” sedangkan dalam bahasa Indonesia Anteken bermakna “tercatat; mencatat”. Jika dilihat berdasarkan maknanya kata Anteken dalam bahasa Belanda dan bahasa Indonesia tidak saling berhubungan. “antena” dan “tercatat; mencatat” merupakan dua hal yang berbeda. Namun, karena perubahan makna yang terjadi pada definisi kata Anteken dalam bahasa Belanda ke dalam bahasa Indonesia adalah penurunan makna. Hal ini tanpak pada turunnya makna “antenna” menjadi “tercatat atau mencatat”.

c. Aktetas (BB) menjadi Aktetas (BI)

Aktetas (BB) barmakna tas kantor dan aktetas (BI) bermakna tempat penyimpanan berkas-berkas penting, tas tempat surat-surat penting, dan lain sebagainya. Jika dilihat dari makna keduanya saling berhubungan. Aktentas (BB) dan aktentas (BI) sama-sama bermakna tas. Namun, karena BI menyerap BB maka terjadi perluasan makna pada kata aktetas, yaitu tempat penyimpanan berkas- berkas penting, tas tempat surat-surat penting, dan lain sebagainya.

2) Bahasa Inggris

a. Edit (B.Ing) menjadi edit (BI)

Makna B. Ing : membaca dan memperbaiki (naskah), memimpin redaksi

Makna BI : mengedit, menyunting, mempersiapkan naskah untuk dicetak dengan memperhatikan susunan bagian-bagiannya, pengaturan paragrafnya, perwajahannya, ejaan, dan salah-salah tiknya, dsb.

Kata edit yang diserap dalam bahasa Inggris ke bahasa Indonesia tidak mengubah bentuk katanya. Akan tetapi, makna kata tersebut terjadi perluasan makna. Makna kata edit dalam bahasa Inggris ialah membaca dan memperbaiki (naskah), memimpin redaksi. Sedangkan makna kata edit dalam bahasa Indonesia ialah : mengedit, menyunting, mempersiapkan naskah untuk dicetak dengan memperhatikan susunan bagian-bagiannya, pengaturan paragrafnya, perwajahannya, ejaan, dan salah-salah tiknya, dsb. Kata tersebut terjadi perluasan makna dalam bahasa indonesia karena bahasa Indonesia mempunyai sinonim kata yang artinya makna yang hampir sama.

b. Emphasis (B Ing) menjadi Emfasis (BI)

(8)

Makna B Ing : tekanan; titik berat

Makna BI : 1. tekanan pada suku kata atau pada kata-kata; 2.

penekanan akan pentingnya (sesuatu)

Kata emphasis merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris. Akan tetapi, kata tersebut diserap kedalam bahasa Indonesi menjadi emfasis. Makna kata tersebut mengalami penyempitan makna. Makna kata tersebut dalam bahasa Inggris ialah tekanan dan titik berat, sedangkan makna dalam bahasa Indonesia ialah tekanan pada suku kata atau pada kata-kata dan penekanan akan pentingnya (sesuatu). Makna kata tersebut mengalami penyempitan makna dikarenakan dalam bahasa Indonesia makna kata tersebut lebih khusus untuk menekankan sesuatu yang lebih penting.

c. Finish (B Ing) menjadi finis (BI)

Makna B Ing : selesai, menyudahi, penghabisan

Makna BI : 1. Bearakhir, selesai; 2. bagian akhir suatu perlombaan

Kata finis mengalami perubahan bentuk dari kata finish menjadi kata finis.

Kata finis berasal dari bahasa Inggris yang diserap oleh bahasa Indonesia. Makna kata finis dalam bahasa Inggris ialah selesai, menyudahi, dan penghabisan sedangkan kata finis dalam bahasa Indonesia ialah 1. Bearakhir, selesai; 2. bagian akhir suatu perlombaan. Makna kata tersebut mengalami perluasan makna. Hal tersebut disebabkan karena dalam bahasa Indonesia mempunyai sinonim yang artinya padanan kata atau kata yang hampir sama maknanya.

Kata Benda

1) Bahasa Belanda

a. Bijdrage (BB) menjadi Andil (BI)

Kata andil berasal dari bahasa Belanda yang berarti Bijdrage. Kata bijdrage diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi andil. Kata andil (1) saham; sero; bagian dari modal; 2) jasa, bantuan yang diberikan. Sedangkan kata bijdrage bermakna kontribusi. Dilihat berdasarkan bentuk dan maknanya kata Bijdrage mengalami perubahan total baik dari segi bentuk maupun maknanya. Setelah diserap ke dalam bahasa Indonesia kata bijdrage (BB) berubah menjadi andil (BI). Namun, tidak hanya bentuknya saja yang mengalami perubahan. Dilihat dari segi maknanya kata bijdrage dan andil memiliki makna yang berbeda. Kata bijdrage (BB) bermakna kontribusi sedangkan andil (BI) bermakna (1) saham; sero; bagian dari modal; 2) jasa, bantuan yang diberikan sehingga pada kata andil (BI) tersebut terjadinya perluasan makna.

b. Anteken (BB) menjadi Anteken (BI)

Kata anteken berasal dari bahasa Belanda yang diserap ke dalam bahasa Indonesia. Kata anteken dalam bahasa Belanda bermakna antenna. Dilihat berdasarkan maknanya kata anteken tergolong dalam jenis kata benda. Setelah diserap ke dalam bahasa Indoensia kata anteken (BB) menjadi anteken (BI) dari segi bentuk tidak ada perubahan sama sekali. Namun, jika dilihat dari segi maknanya kata anteken memiliki makna yang berbeda.

(9)

Dalam bahasa Indonesia anteken bermakna tercatat dan mencatat. Kata anteken dalam bahasa Indonesia mengalami perubahan dari segi jenis katanya.

Dalam bahasa Belanda anteken tergolong ke dalam jenis kata benda sedangkan dalam bahasa Indonesia tergolong dalam jenis kata kerja.

c. Asbakken (BB) menjadi Asbak (BI)

Perubahan makna yang terjadi pada definisi kata “asbakken” dalam bahasa Belanda ke dalam bahasa Indonesia adalah asbak. Kata “asbakken” setelah diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi asbak tidak mengalami perubahan kelas kata meskipun telah diserap ke dalam bahasa Indonesia. Kata “asbakken” dalam bahasa Belanda merupakan asbak sedangkan kata “asbak” dalam bahasa Indonesia merupakan tempat abu rokok. Oleh karena itu, keduanya tidak mengalami perubahan makna karena keduanya berfungsi sebagai tempat abu.

2) Bahasa Inggris

a. Actor (B. Ing) menjadi aktor (BI)

Makna B ing : pemain sandiwara laki-laki

Makna BI : pria yang melakonkan cerita di atas pentas (drama), di radio, televisi, atau film; 2. pelaku; orang yang berperan dalam suatu kejadian atau peristiwa penting

Kata actor yang berasal dari bahasa Inggris yang diserap dalam bahasa Indonesia menjadi kata aktor. Perubahan makna yang terjadi pada kata tersebut ialah penyempitan makna. Makna kata actor dalam bahasa Inggris ialah pemain sandiwara laki-laki. Sedangkan makna kata aktor dalam bahasa Indonesia dapat berarti keduanya. Hal ini terjadi karena kebiasan orang Indonesia itu sendiri yang menyebutkan pemain laki-laki dalam sebuah pentas baik sandiwara, drama, dan film.

b. Actress (B. Ing) menjadi aktris (BI)

Makna B.Ing : pemain sandiwara perempuan

Makna BI : lawan aktor; wanita pemegang peran dalam lakon sandiwara atau drama, radio, televisi, atau film

Kata actress yang berasal dari bahasa Inggris yang diserap dalam bahasa Indonesia menjadi kata aktris. Perubahan makna yang terjadi pada kata tersebut ialah penyempitan makna. Makna kata actress dalam bahasa Inggris ialah pemain sandiwara perempuan. Sedangkan makna kata aktris dalam bahasa Indonesia dapat berarti keduanya. . Hal ini terjadi karena kebiasan orang Indonesia itu sendiri yang menyebutkan pemain perempuan dalam sebuah pentas baik sandiwara, drama, dan film.

c. Editor (B. Ing) menjadi editor (BI) Makna B.Ing : redaktur

Makna BI : pengedit, penyunting, orang yang mengedit atau menyunting buku, majalah, atau tulisan lainnya.

Kata editor yang diserap dalam bahasa Inggris ke bahasa Indonesia tidak terjadi perubahan bentuk. Akan tetapi, makna kata tersebut terjadi perluasan

(10)

makna. Makna kata editor dalam bahasa Inggris ialah redaktur. Sedangkan makna kata editor dalam bahasa Indonesia ialah pengedit, penyunting, orang yang mengedit atau menyunting buku, majalah, atau tulisan lainnya. Kata tersebut terjadi perluasan makna dalam bahasa Indonesia karena bahasa Indonesia mempunyai sinonim kata yang artinya makna yang hampir sama.

Perubahan makna kata dapat berwujud dengan adanya penambahan dan pengurangan atas makna. Penambahan dan pengurangan terjadi tidak hanya dari segi kuantitas kata, tetapi juga dari segi kualitasnya Mansoer, 2010: 5).

Selain itu, secara sikronis, makna sebuah kata mungkin tidak akan berubah, namun secara diakronis ada kemungkinan berubah. Apalagi bila kata tersebut merupakan sebuah kata serapan yang muncul karena diserap dari bahasa lain. Hal tersebut dikatakan sebuah perubahan karena sebuah kata dari suatu bahasa daerah atau asing diserap ke dalam bahasa peminjamnya. Perubahan atau pergeseran makna tidak terjadi pada semua kosakata, melainkan hanya pada beberapa kata saja. Perubahan makna dan pergeseran makna terjadi karena berbagai sebab, antara lain, perkembangan ilmu dan teknologi, perkembangan sosial budaya, perkembangan bidang pemakaian, dan asosiasi.

Perubahan makna menyangkut banyak hal. Perubahan makna yang dimaksud meliputi: perluasan makna (generalisasi) yakni kata yang memiliki makna dari kata satu dengan yang lainnya, penyempitan makna (spesifikasi), yakni makna yang mengalami keterbatasan dibandingkan dengan makna yang semula, perubahan total yakni kata yang mengalami perubahan makna secara keseluruhan dari kata asalnya, penghalusan makna yakni kata yang mengalami pengalusan atau makna kata bersifat positif dari kata asalnya, dan pengasaran makna yakni kata yang mengalami pengasaran atau makna kata bersifat negatif dari kata asalnya.

Penelitian ini sendiri berfokus tentang perubahan semantik atau makna kata bahasa Asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia dengan memilah data berdasarkan kajian pustaka. Pengumpulan data dengan cara mencatat seluruh kosakata serapan bahasa Asing di dalam kamus Kata-Kata Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia karya J.S Badudu. Kemudian, analisis dilakukan dengan memilih dua bahasa yaitu bahasa Belanda dan bahasa Inggris. Selanjutnya, peneliti mengelompokkan kata-kata serapan dari kedua bahasa tersebut ke dalam tiga jenis kata, yaitu kata benda, kata kerja, dan kata sifat.

Pada bagian pembahasan ini, peneliti membahas tentang hasil penelitian yang telah didapatkan dari hasil analisis data. Setelah melakukan pengklasifikasian kosakata bahasa Belanda dan bahasa Inggris dapat membuktikan bahwa kontak bahasa sangat berpengaruh terhadap perkembangan pada suatu bahasa. Bahasa Belanda dan Bahasa Inggris dapat memberikan pengaruh pada bahasa Indonesia dengan adanya kosakata yang diserap dari bahasa Belanda dan bahasa Inggris.

Berdasarkan hasil analisis peneliti pada penelitian mengenai kata serapan bahasa Belanda dan Bahasa Inggris pada bahasa Indonesia dapat disimpulkan bahwa adanya perubahan makna dari kosa kata bahasa Belanda dan bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia.

Analisis kata serapan yang dilakukan dilihat berdasarkan kelas kata dari hasil perubahan makna yang telah dianalisis. Analisi hasil perubahan makna yang

(11)

dilakukan berdasarkan kelas kata dari kata-kata serapan hanya berupa penyempitan, perluasan, dan pergeseran makna. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya. Oleh karena itu, peneliti membandingkan hasil penelitiannya dengan hasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti sebelumya.

Hasil penelitian Mukhibat (2015) dengan judul “Analisis Semi-Historis Unsur- Unsur Bahasa Arab Dalam Bahasa Indonesia” menyelidiki apakah bahasa berubah di semua tingkatan kebahasaan, baik fonologi, morfologi, sintaksis, semantik dan leksikon dikarenakan faktor sejarah yang sangat erat kaitannya dengan perkembangan bahasa.

Hasil penelitian Rohbiah, dkk (2017) dengan judul “Perubahan Makna Kata Serapan Bahasa Arab dalam Bahasa Inggris pada Istilah Ekonomi” fokus pembahasan berkaitan dengan kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Inggris apa saja pada bidang ekonomi yang mengalami perubahan makna dan perubahan makna jenis apa saja yang terjadi pada kata-kata serapan tersebut. Penelitian tersebut mengambil data dari majalah Forbes edisi Agustus 2015 dan menghasilkan 10 kata serapan. Berdasarkan data tersebut, Rohbiah dkk mendapati ada 40% kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Inggris memiliki makna yang sama dengan bahasa asalnya dan 60% mengalami perubahan makna dengan bahasa asalnya.

Selanjutnya, melihat hasil penelitian dari Meysitta (2018) dengan judul

“Perkembangan Kosakata Bahasa Asing dalam KBBI” fokus penelitiannya pada mendeskripsikan perkembangan kosakata serapan bahasa asing dalam KBBI III yang paling lama digunakan dan KBBI V edisi paling baru yang meliputi perkembangan jumlah, bentuk, dan makna. Objek dari penelitian tersebut adalah kosakata serapan bahasa asing dalam KBBI III dan V yang berlabel Ar, Bld, Cn, dst.

Kemudian, hasil penelitian dari Baso, S. M. M (2019) dengan judul “Perubahan Makna Kata Serapan Bahasa Arab dalam Bahasa Indonesia Dalam Istilah Keagamaan” fokus penelitian penulis tersebut pada kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia dalam istilah keagamaan apa saja yang digunakan penceramah Indonesia “Ustad Felix Siauw”. Kemudian kata-kata serapan tersebut dianalisis, mana saja yang mengalami perubahan makna dan perubahan makna jenis apa saja yang terjadi. Dalam penelitian tersebut, ditemukan 36% kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia dalam istilah keagamaan memiliki makna yang sama dengan bahasa sumbernya dan 64% kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia dalam istilah keagamaan mengalami transformasi makna; yakni perubahan makna meluas, menyempit, dan total

Penulis juga melihat hasil penelitian dari Ukhrawiyah (2019) dengan judul

“Perubahan Makna Kosakata Bahasa Arab yang Diserap ke dalam Bahasa Indonesia“

yang berfokus pada kajian mengenai wujud kata-kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia yang mengalami perubahan makna serta faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya perubahan makna dalam kosakata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia.

(12)

KESIMPULAN

Peneliti menemukan bahwa kata-kata serapan yang mengalami perubahan makna, adapun kata serapan yang mengalami perubahan makna berupa perluasan, penyempitan dan perubahan total. Perluasan makna merupakan suatu proses yang terjadi pada sebuah kata yang pada mulanya hanya memiliki sebuah makna, tetapi kemudian karena berbagai faktor menjadi memiliki makna-makna lain. Contoh bahasa Belanda kata “paniek” bermakna kepanikan. Penyempitan makna merupakan suatu proses yang terjadi pada sebuah kata yang pada mulanya mempunyai makna yang cukup luas, kemudian berubah menjadi terbatas hanya pada sebuah makna saja. Contoh kata emphasis tersebut dalam bahasa Inggris ialah tekanan dan titik berat, sedangkan makna dalam bahasa Indonesia ialah tekanan pada suku kata atau pada kata-kata dan penekanan akan pentingnya (sesuatu).

Perubahan total makna merupakan suatu proses perubahan makna yang dimiliki sekarang sudah jauh berbeda dengan makna kata aslinya. Contoh kata “morgem (BB)” diserap dalam bahasa Indonesia menjadi besuk. Perubahan makna yang terjadi karena pergeseran makna yaitu kata besuk berarti mengadakan kunjungan ke rumah sakit untuk menjenguk orang yang sedang sakit.

DAFTAR PUSTAKA

Appel, René, dan Muysken. 1987. Language Contact and Bilingualism, Institute for General Linguistics. Amsterdam: University Amsterdam.

Badudu, J.S. 1996. Inilah Bahasa Indonesia yang Benar. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Badudu, J.S. 1996. Pelik-Pelik Bahasa Indonesia. Bandung: Pustaka Prima Badudu, J.S. 1998. Inilah Bahasa Indonesia yang Benar. Jakarta: Gramedia

Badudu, J.S. 2003. Kamus Kata-Kata Serapan Asing Dalam Bahasa Indonesia.

Jakarta: Kompas

Baso, S. M. M. (2019) PERUBAHAN MAKNA KATA SERAPAN BAHASA ARAB DALAM BAHASA INDONESIA DALAM ISTILAH KEAGAMAAN.

Chaer, Abdul. 1994. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta Djajasudarma, F. 2006. Metode Linguistik Ancangan Metode Penelitian dan

Kajian. Bandung: PT. Eresco

Finoza, Lamuddin. 2005. Komposisi Bahasa Indonesia (untuk mahasiswa non jurusan bahasa). Jakarta: DiksiIntan Media

Mantasiah R, M. R., & Hasmawati, H. (2020). Intensity of Senior High School Students using Local Language in daily life. Indonesian Journal of Educational Studies, 23(2), 101-107.

Mantasiah, R. (2020). Linguistik Mikro (Kajian Internal Bahasa Dan Penerapannya).

Deepublish.

Mantasiah, R. (2020). Semantic Feature Analysis Model: Linguistics Approach in Foreign Language Learning Material Development. International Journal of Instruction, 13(1), 185-196.

Meysitta, Lita. 2018. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (BAPALA).

Volume 05 Nomor 02 Tahun 2018, 1-10. Diakses dari

(13)

https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/download/23982/

21922

Mukhibat. 2015. Cendekia Vol. 13 No. 2, Juli - Desember 2015 325. Diakses dari http://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/cendekia/article/download/252/222 Rahardi, Kunjana. 2001. Sosiolinguistik, Kode dan Alih Kode.Yogyakarta: Pustaka

Pelajar

Rohbiah dkk. 2017. Buletin Al-Turas: Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIII No.2, Juli 2017. Diakses dari http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/al- turats/article/viewFile/5790/3918

Thomason. G, Sarah. 2000. Language Contact. Edinburg: Edinburg University Press Ltd

Ukhrawiyah, Faizetul. 2019. Al-Ma‘rifah: Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Arab, Vol. 16, No. 2, October 2019, 132–139. Diakses dari http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jba/article/download/11947/7593

Umar, Azhar dan Delvi Napitupulu. 1994. Sosiolinguistik dan Psikolinguistik (Suatu Pengantar). Jakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Firman Tuhan ini, sebagai Pelayan Yesus Kristus kami memberitakan bahwa pengampunan dosa telah berlaku dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.. Jemaat : Syukur

Selain itu, Wardani (2016) menjelaskan langkah-langkah pembelajaran media Word Wall 1). Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan 2). Siswa membentuk kelompok 3). Siswa

Terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara peran guru dalam jaringan komunikasi terhadap nilai- nilai budaya organisasi pada SLTPN di Lingkungan Dinas

ini memiliki ukuran-ukuran yang bersesuaian, maka perkalian blok-blok ini dapat diselesaikan dengan cara seperti pada perkalian

Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh data dan informasi tentang tingkat kemampuan siswa dalam

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SMA Islam Athira 1 Makassar dan berlangsung selama 1 bulan zang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan

Untuk mengatasi masalah ini, guru bersama peneliti memusatkan pada perbaikan pengalokasian waktu untuk setiap langkah-langkah pembelajaran yang terdapat pada

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dibahas pada pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa kelas XI SMA Negeri 14 Gowa pada