Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hlm 1 dari 12 hlm Putusan Nomor 0127 /Pdt.G/2017 /PA. Tjg
P U T U S A N
Nomor 0127/Pdt.G/2017/PA.Tjg
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Tanjung yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama dalam sidang Majelis telah menjatuhkan putusan perkara cerai gugat antara:
ISTERI, umur 26 tahun, agama Islam, pendidikan Pesantren, pekerjaan Ibu Rumah Tangga, tempat kediaman di ALAMAT Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong, sebagai Penggugat;
melawan
SUAMI, umur 36 tahun, agama Islam, pendidikan S1, pekerjaan Tidak ada, tempat kediaman di ALAMAT Kecamatan Balikpapan Tengah Kota Balikpapan Kal Tim, sebagai Tergugat;
Pengadilan Agama tersebut;
Telah mempelajari surat-surat yang berkaitan dengan perkara ini;
Telah mendengar keterangan Penggugat serta para saksi di muka sidang;
DUDUK PERKARA
Bahwa Penggugat dalam surat gugatan tanggal 08 Maret 2016 telah mengajukan cerai gugat yang telah didaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama Tanjung dengan Nomor 0127/Pdt.G/2017/PA.Tjg tanggal 08 Maret 2016 dengan dalil-dalil sebagai berikut:
1. Bahwa pada tanggal 22 Nopember 2009, Penggugat dengan Tergugat melangsungkan pernikahan yang dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong (Kutipan Akta Nikah Nomor : XXXXXX tanggal 24 Nopember 2009) setelah akad nikah Tergugat ada mengucapkan Sighat Taklik Talak;
2. Bahwa setelah pernikahan tersebut Penggugat dengan Tergugat bertempat tinggal di rumah orangtua Penggugat di Kecamatan Murung Pudak
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hlm 2 dari 12 hlm Putusan Nomor 0127 /Pdt.G/2017 /PA. Tjg
Kabupaten Tabalong selama 1 (satu) minggu, kemudian pindah ke rumah orang tua Tergugat di Balikpapan selama 5 (lima) tahun sampai pisah;
3. Bahwa selama pernikahan tersebut Penggugat dengan Tergugat telah hidup rukun sebagaimana layaknya suami istri dan dikaruniai 2 orang anak bernama :
a. ANAK I berusia 6 tahun;
b. ANAK II tahun kedua anak tersebut tinggal bersama Penggugat;
4. Bahwa sejak sejak menikah antara Penggugat dan Tergugat mulai terjadi perselisihan dan pertengkaran yang terus-menerus yang walaupun terkadang masih dapat rukun lagi dalam membina rumah tangga disebabkan antara lain:
a. Tergugat tidak dapat memberi nafkah secara layak kepada Penggugat karena Tergugat tidak mau / malas / jarang bekerja dan bekerja yang penghasilannya hanya untuk dirinya sendiri tanpa memperhatikan Penggugat dan kehidupan rumah tangganya/tidak mempunyai penghasilan tetap, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya;
b. Tergugat sering berhutang kepada orang lain tanpa sepengetahuan Penggugat, yang penggunaan uangnya tidak untuk kepentingan rumah tangga, bahkan mertua yang kemudian membayar hutang hutang Tergugat tersebut;
c. Tergugat sama sekali tidak mau memperhatikan Penggugat beserta anaknya, yakni ia lebih mementingkan diri sendiri daripada kepentingan rumah tangga seerta biaya pendidikan anaknya;
5. Bahwa ketika perselisihan dan pertengkaran tersebut terjadi Tergugat sering membentak-bentak Penggugat dengan kata-kata kasar yang menyakitkan hati, dan Tergugat sering memukul Penggugat dan Tergugat sering menyatakan akan menceraikan Penggugat;
6. Bahwa akibat perselisihan dan pertengkaran tersebut Bahwa pada bulan Februari 2015 Penggugat pergi meninggalkan Tergugat dan pulang ke rumah orang tua Penggugat sendiri dengan alamat sebagaimana tersebut di atas selama 2 (dua) tahun hingga sekarang;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hlm 3 dari 12 hlm Putusan Nomor 0127 /Pdt.G/2017 /PA. Tjg
7. Bahwa sejak sejak hingga saat ini Tergugat telah melalaikan kewajibannya sebagai seorang suami yakni sudah tidak memperdulikan Penggugat, tidak ada lagi hubungan lahir maupun batin, dan tidak ada memberikan uang atau benda berharga sebagai pengganti nafkah selama kurang lebih 2 (dua) tahun; berturut-turut. Penggugat merasa keberatan dan tidak ridha dengan kelalaian Tergugat tersebut. Hal ini sesuai dengan alasan perceraian yang terdapat pada KHI pasal 116 huruf (g) yakni pelanggaran taklik talak;
8. Bahwa Penggugat merasa keutuhan rumah tangga Penggugat dan Tergugat tidak mungkin lagi dipertahankan akibat hal tersebut di atas dan tidak ada harapan untuk hidup rukun dalam rumah tangga, kondisi ini sejalan dengan alasan perceraian sebagaimana yang terdapat pada PP No 9 tahun 1975 pasal 19 huruf (f) dan KHI pasal 116 huruf (f);
9. Bahwa Penggugat sanggup membayar seluruh biaya yang timbul akibat perkara ini;
Berdasarkan alasan/dalil-dalil di atas, Penggugat mohon agar Ketua Pengadilan Agama Tanjung Cq. Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, menjatuhkan putusan yang amarnya:
Primer :
1. Mengabulkan gugatan Penggugat;
2. Menetapkan putus perkawinan antara Penggugat dan Tergugat karena Perceraian;
3. Membebankan biaya perkara menurut hukum ; Subsider
Mohon putusan yang seadil-adilnya;
Bahwa, pada hari sidang yang telah ditetapkan Penggugat telah datang menghadap ke muka sidang, sedangkan Tergugat tidak datang menghadap ke muka sidang dan tidak menyuruh orang lain yang menghadap sebagai wakil/kuasa hukumnya meskipun telah dipanggil secara resmi dan patut yang relaas panggilannya dibacakan di dalam sidang, sedangkan tidak ternyata bahwa tidak datangnya itu disebabkan suatu halangan yang sah;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hlm 4 dari 12 hlm Putusan Nomor 0127 /Pdt.G/2017 /PA. Tjg
Bahwa, Majelis Hakim telah menasehati Penggugat agar berpikir untuk tidak bercerai dengan Tergugat, tetapi Penggugat tetap pada dalil-dalil gugatannya untuk bercerai dengan Tergugat;
Bahwa, perkara ini tidak dapat dimediasi karena Tergugat tidak pernah datang menghadap meskipun telah dipanggil secara resmi dan patut, selanjutnya dimulai pemeriksaan dengan membacakan surat gugatan Penggugat yang maksud dan isinya tetap dipertahankan oleh Penggugat;
Bahwa, untuk menguatkan dalil-dalil gugatan Penggugat telah mengajukan alat-alat bukti berupa:
A. Surat:
Fotokopi Kutipan Akta Nikah Nomor : 323/19/XI/2009 Tanggal 24 Nopember 2009 yang dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong, bermeterai cukup dan sesuai dengan aslinya, bukti P;
B. Saksi:
1. SAKSI I , tempat lahir Haruai, tanggal 28 Agustus 1968, agama Islam, pendidikan SLTA, pekerjaan Guru Pesantren, tempat kediaman di ALAMAT Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong, di bawah sumpahnya memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut :
- Bahwa saksi kenal dengan Penggugat dan Tergugat karena saksi adallah ibu kandung Penggugat;
- Bahwa Penggugat dan Tergugat tinggal sebagai suami istri di tempat orangtua Tergugat di Balikpapan sekitar 5 tahun hingga berpisah ; - Bahwa Penggugat dan Tergugat telah dikaruniai 2 (dua) orang anak,
sekarang bersama Tergugat ;
- Bahwa saksi pernah ke tempat Penggugat dan Tergugat bertempat tinggal ;
- Bahwa keadaan rumah tangga Penggugat dan Tergugat kelihatannya rukun, namun sekarang tidak rukun lagi karena sering bertengkar;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hlm 5 dari 12 hlm Putusan Nomor 0127 /Pdt.G/2017 /PA. Tjg
- Bahwa saksi tidak mengetahui, namun menurut cerita Penggugat, bahwa rumah tangganya sejak menikah sudah mulai terjadi perselisihan dan pertengkaran ;
- Bahwa penyebab pertengkaran Penggugat dan Tergugat, karena Tergugat tidak bekerja, untuk keperluan sehari-hari lebih banyak ditanggung oleh orangtua Tergugat, dan juga menurut keterangan Penggugat bahwa apabila terjadi pertengkaran Tergugat suka memukul Penggugat;
- Bahwa Penggugat dan Tergugat sekarang telah pisah tempat tinggal kurang lebih 2 (dua) tahun lamanya;
- Bahwa Penggugat dijemput orangtua Penggugat, sedangkan Tergugat masih bertempat tinggal di tempat orangtua Tergugat di Balikpapan;
- Bahwa saksi menjemput Penggugat sekitar awal tahun 2015 yang lalu;
- Bahwa Penggugat dan Tergugat sebelumnya tidak pernah berpisah tempat tinggal ;
- Bahwa selama berpisah tempat tinggal pihak keluarga sudah pernah mengusahakan Penggugat dan Tergugat untuk rukun kembali akan tetapi tidak berhasil ;
- Bahwa saksi seringkali menasehati Penggugat agar rukun kembali dengan Tergugat akan tetapi tidak berhasil ;
- Bahwa saksi tidak sanggup untuk merukunkan Penggugat dan Tergugat;
2. SAKSI II , tempat lahir Martapura, tanggal 20 Nopember 1987, agama Islam, pendidikan SMA , pekerjaan Mengurus rumah tangga, tempat kediaman di ALAMAT Kabupaten Tabalong, di bawah sumpahnya memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:
- Bahwa saksi kenal dengan Penggugat dan Tergugat karena saksi adalah saudara sepupu Penggugat;
- Bahwa Penggugat dan Tergugat tinggal sebagai suami istri di tempat orangtua Tergugat di Balikpapan;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hlm 6 dari 12 hlm Putusan Nomor 0127 /Pdt.G/2017 /PA. Tjg
- Bahwa Penggugat dan Tergugat telah dikaruniai 2 (dua) orang anak sekarang bersama Tergugat;
- Bahwa keadaan rumah tangga Penggugat dan Tergugat saksi tidak mengetahui, namun menurut keterangan Penggugat, bahwa sejak awal menikah rumah tangga sudah mulai terjadi pertengkaran;
- Bahwa menurut cerita Penggugat, bahwa Tergugat tidak mempunyai pekerjaan tetap, sehingga Tergugat tidak dapat memberikan nafkah yang layak, untuk keperluan sehari-hari lebih banyak di tanggung oleh orangtua Tergugat, dan juga apabila terjadi pertengkaran Tergugat suka memukul terhadap Penggugat;
- Bahwa Penggugat dan Tergugat sekarang telah berpisah tempat tinggal, karena Penggugat dijemput orangtua Penggugat dari tempat Tergugat tersebut;
- Bahwa Penggugat tinggal di rumah orangtua Penggugat di Kelurahan Pembataan, sedangkan Tergugat masih bertempat di rumah orangtua Tergugat di Balikpapan;
- Bahwa Penggugat dan Tergugat telah berpisah tempat tinggal selama lebih kurang 2 (dua) tahun ;
- Bahwa Penggugat dan Tergugat sebelumnya tidak pernah berpisah tempat tinggal ;
- Bahwa selama berpisah tempat tinggal Tergugat pernah datang, akan tetapi hanya menjemput anak-anak saja, tidak berusaha baik terhadap Penggugat ;
- Bahwa saksi pernah menasehati Penggugat agar rukun kembali dengan Tergugat akan tetapi tidak berhasil ;
- Bahwa saksi tidak sanggup untuk merukunkan Penggugat dan Tergugat;
Bahwa Penggugat berkesimpulan tetap pada pendirian semula dengan gugatan Penggugat untuk bercerai dengan Tergugat selanjutnya Penggugat menyatakan tidak lagi mengajukan suatu tanggapan apapun dan memohon agar Majelis Hakim menjatuhkan putusan;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hlm 7 dari 12 hlm Putusan Nomor 0127 /Pdt.G/2017 /PA. Tjg
Bahwa selanjutnya untuk mempersingkat uraian putusan ini maka ditunjuk kepada hal-hal sebagaimana tercantum dalam berita acara persidangan perkara ini;
PERTIMBANGAN HUKUM
Menimbang, bahwa maksud dan tujuan dari gugatan Penggugat adalah sebagaimana terurai di atas;
Menimbang, bahwa ternyata Tergugat, meskipun dipanggil secara resmi dan patut, tidak datang menghadap di muka sidang dan pula tidak ternyata bahwa tidak datangnya itu disebabkan suatu halangan yang sah;
Menimbang, bahwa Tergugat yang dipanggil secara resmi dan patut akan tetapi tidak datang menghadap harus dinyatakan tidak hadir dan gugatan tersebut harus diperiksa secara verstek;
Menimbang, bahwa oleh karena itu, maka putusan atas perkara ini dapat dijatuhkan tanpa hadirnya Tergugat (verstek);
Menimbang, bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 149 ayat (1) R.Bg.
yaitu putusan yang dijatuhkan tanpa hadirnya Tergugat dapat dikabulkan sepanjang berdasarkan hukum dan beralasan, oleh karena itu majelis membebani Penggugat untuk membuktikan dalil-dalil gugatannya;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dalil gugatannya, Penggugat telah mengajukan alat bukti surat P serta 2 (dua) orang saksi;
Menimbang, bahwa bukti P (Fotokopi Kutipan Akta Nikah) yang merupakan akta otentik dan telah bermeterai cukup dan cocok dengan aslinya, isi bukti tersebut menjelaskan mengenai perkawinan antara Penggugat dan Tergugat dilaksanakan pada tanggal 22 Nopember 2009 yang dicatat di Kantor Urusan Agama Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong, sehingga bukti tersebut telah memenuhi syarat formal dan materiil, serta mempunyai kekuatan pembuktian yang sempurna dan mengikat;
Menimbang, bahwa saksi 1 dan saksi 2 Penggugat, sudah dewasa dan sudah disumpah, sehingga memenuhi syarat formal sebagaimana diatur dalam Pasal 172 ayat 1 angka 4 R.Bg.;
Menimbang, bahwa keterangan saksi 1 dan saksi 2 Penggugat mengenai dalil-dalil gugatan Penggugat, adalah fakta yang dilihat sendiri dan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hlm 8 dari 12 hlm Putusan Nomor 0127 /Pdt.G/2017 /PA. Tjg
didengar sendiri serta relevan dengan dalil yang harus dibuktikan oleh Penggugat, oleh karena itu keterangan saksi tersebut telah memenuhi syarat materiil sebagaimana telah diatur dalam Pasal 308 R.Bg. sehingga keterangan saksi tersebut memiliki kekuatan pembuktian dan dapat diterima sebagai alat bukti;
Menimbang, bahwa keterangan saksi 1 dan saksi 2 Penggugat bersesuaian dan cocok antara satu dengan yang lain oleh karena itu keterangan dua orang saksi tersebut memenuhi Pasal 308 dan Pasal 309 R.Bg.;
Menimbang, bahwa berdasarkan bukti P., Saksi 1 dan Saksi 2 terbukti fakta kejadian sebagai berikut:
1. Bahwa perkawinan Penggugat dengan Tergugat dilaksanakan pada tanggal 22 Nopember 2009, yang didaftarkan pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong;
2. Bahwa sejak awal perkawinan mulai terjadi perselisihan dan pertengkaran karena Tergugat tidak bekerja, untuk keperluan sehari-hari lebih banyak ditanggung oleh orangtua Tergugat, dan juga menurut keterangan Penggugat bahwa apabila terjadi pertengkaran Tergugat suka memukul Penggugat;
3. Bahwa puncak terjadinya pertengkaran pada bulan Februari tahun 2015, Penggugat pulang meninggalkan rumah kediaman bersama atas izin Tergugat sehingga Penggugat dan Tergugat telah berpisah tempat tinggal sampai sekarang 2 (dua) tahun lebih lamanya;
4. Bahwa upaya damai telah diusahakan oleh pihak keluarga tetapi tidak berhasil;
Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta tersebut di atas dapat disimpulkan fakta hukum sebagai berikut:
1. Bahwa antara Penggugat dengan Tergugat telah terikat perkawinan yang sah sejak 22 Nopember 2009 dan belum pernah bercerai;
2. Bahwa antara Penggugat dengan Tergugat telah terjadi perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus karena masalah ekonomi, Tergugat tidak
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hlm 9 dari 12 hlm Putusan Nomor 0127 /Pdt.G/2017 /PA. Tjg
mempunyai pekerjaan tetap sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga;
3. Bahwa antara Penggugat dengan Tergugat telah terjadi pisah tempat tinggal sampai sekarang 2 (dua) tahun lebih lamanya;
4. Bahwa antara Penggugat dengan Tergugat tidak mungkin lagi didamaikan;
Menimbang, bahwa berdasarkan fakta hukum di atas, Majelis Hakim berpendapat bahwa keutuhan rumah tangga Penggugat dan Tergugat telah pecah dan tidak dapat dipersatukan lagi dalam satu rumah tangga yang bahagia, karena faktor ekonomi, akibatnya terjadi pertengkaran yang terus menerus dan tidak mungkin lagi untuk dirukunkan, antara Penggugat dan Tergugat sudah tidak ada rasa saling cinta mencintai, hormat menghormati, kesetiaaan dan saling memberikan bantuan lahir bathin antara yang satu dengan lainnya, padahal hal tersebut merupakan salah satu dasar terpenting bagi terwujudnya keharmonisan sebuah rumah tangga, dan juga menjadi kewajiban suami-istri seperti diatur dalam Pasal 33 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Sehingga dengan hilangnya hal tersebut Majelis Hakim menilai bahwa rumah tangga Penggugat dan Tergugat telah kehilangan makna sebuah perkawinan sebagai sebuah ikatan lahir bathin;
Menimbang, bahwa dengan fakta hukum di atas, majelis hakim menilai tujuan perkawinan yang dimaksud dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, jo. Pasal 3 Kompilasi Hukum Islam, jo. Al-Qur’an surah Ar-Rum ayat 21 tidak terwujud dalam rumah tangga Penggugat dan Tergugat, sehingga memaksakan rumah tangga yang sedemikian rupa untuk tetap bersatu akan menimbulkan kemudharatan bagi kedua pihak, padahal kemudharatan tersebut harus dihilangkan sebagaimana kaidah ushul fiqh yang oleh Majelis Hakim diambil alih sebagai sandaran pertimbangan, yaitu:
ءرد ﺪﺳﺎﻔﻤﻟا مﺪﻘﻣ
ﻦﻣ ﺐﻠﺟ ﺢﻟﺎﺼﻤﻟا
Artinya : “Menolak kerusakan harus didahulukan daripada menarik kemaslahatan“;
Dan Pendapat Fuqaha seperti yang terdapat dalam Kitab : 1. Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, juz VII, hlm. 320:
نإ مﺪﻋ قﺎﻔﻧﻹا ّﺪﺷأ
ارﺮﺿ ﻰﻠﻋ ةأﺮﻤﻟا ﻦﻣ ﺐﺒﺳ ﺰﺠﻌﻟا ﻦﻋ لﺎﺼﺗﻹا ﺲﻨﺠﻟا
,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hlm 10 dari 12 hlm Putusan Nomor 0127 /Pdt.G/2017 /PA. Tjg
نﻮﻜﯿﻓ ّﻖﺤﻟا ﺎﮭﻟ
ﻰﻓ ﺐﻠط ﻖﯾﺮﻀﺘﻟا ﺐﺒﺴﺑ
ﺰﺠﻌﻟا ﻦﻋ قﺎﻔﻧﻹا
Artinya: “Bahwa sesungguhnya keadaan suami tidak menjaminnafkah terhadap istrinya itu merupakan perbuatan yang sangat aniaya, sehingga istri berhak untuk meminta cerai ke pengadilan disebabkan suami tidak mampu menjamin nafkahnya.”
2. Mada Hariyatur Zaijain Juz I hal 83 :
ﺪﻗو رﺎﺘﺧا مﻼﺳﻻا مﺎﻈﻧ
قﻼﻄﻟا ﻦﯿﺣ
بﺮﻄﻀﺗ ةﺎﯿﺤﻟا
ﻦﯿﺟوﺰﻟا .
ﻢﻟو ﺪﻌﯾ ﻊﻔﻨﯾ ﺎﮭﯿﻓ
ﺢﺼﻧ ﻻو , حﻼﺻ ﺚﯿﺣو ﺢﺒﺼﺗ ﺔﻄﺑﺮﻟا جوﺰﻟا ةرﻮﺻ ﻦﻣ ﺮﯿﻏ , حور نﻻ ﻹا راﺮﻤﺘﺳ
هﺎﻨﻌﻣ نأ ﻢﻜﺤﯾ ﻰﻠﻋ ﺪﺣأ ﻦﯿﺟوز ﻦﺠﺴﻟﺎﺑ
ﺪﺑﺆﻤﻟا هﺎﺑﺄﺗاﺪھو ,
حور ﺔﻟﺪﻌﻟا .
Artinya : “Islam memilih lembaga thalaq/cerai ketika rumah tangga sudah dianggap tidak bermanfaat lagi nasehat/perdamaian dan hubungan suami istri telah hampa sebab meneruskan perkawinan berarti menghukum salah satu suami istri dengan penjara yang berkepanjangan, ini adalah aniaya yang bertentangan dengan keadilan”.
Menimbang, bahwa dalam perkara a quo Majelis Hakim telah mendengar keterangan keluarga atau orang dekat dengan Penggugat sekaligus sebagai saksi, sehingga maksud ketentuan Pasal 22 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 76 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama, yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 telah terpenuhi;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, Majelis Hakim berpendapat bahwa alasan perceraian yang diajukan oleh Penggugat telah terbukti dan memenuhi alasan hukum sebagaimana dikehendaki oleh Penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 dan Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, karenanya gugatan Penggugat dapat dikabulkan;
Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 84 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama Panitera Pengadilan Agama Tanjung,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hlm 11 dari 12 hlm Putusan Nomor 0127 /Pdt.G/2017 /PA. Tjg
diperintahkan untuk mengirimkan salinan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap kepada Pegawai Pencatat Nikah di tempat perkawinan Penggugat dan Tergugat dilangsungkan dan kepada Pegawai Pencatat Nikah dimana Penggugat dan Tergugat bertempat tinggal;
Menimbang, bahwa karena perkara a quo masuk bidang perkawinan, maka berdasarkan Pasal 89 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009, biaya perkara harus dibebankan kepada Penggugat;
Mengingat, semua pasal dalam peraturan perundang-undangan dan hukum Islam yang berkaitan dengan perkara ini;
M E N G A D I L I
1. Menyatakan bahwa Tergugat yang telah dipanggil secara resmi dan patut untuk menghadap di persidangan, tidak hadir;
2. Mengabulkan gugatan Penggugat dengan verstek;
3. Menjatuhkan talak satu bain shugra Tergugat (SUAMI) terhadap Penggugat (ISTERI);
4. Memerintahkan Panitera Pengadilan Agama Tanjung untuk mengirimkan salinan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap kepada Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong dan Kantor Urusan Agama Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan Kalimantan Timur, untuk dicatat dalam daftar yang disediakan untuk itu;
5. Membebankan biaya perkara kepada Penggugat sejumlah Rp411.000,00 (empat ratus sebelas ribu rupiah);
Demikian diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis yang dilangsungkan pada hari Selasa tanggal 09 Mei 2017 Masehi bertepatan dengan tanggal 12 Syakban 1438 Hijriah, oleh kami Drs. H. Muhammad Syaprudin, M.H.I. sebagai Ketua Majelis, Hj. Siti Maryam, S.H. dan Rahimah, S.H.I. masing masing sebagai Hakim Anggota, putusan tersebut diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis tersebut dengan didampingi oleh Hakim Anggota dan dibantu Nanang, S.Ag.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hlm 12 dari 12 hlm Putusan Nomor 0127 /Pdt.G/2017 /PA. Tjg
sebagai Panitera Pengganti serta dihadiri oleh Penggugat tanpa hadirnya Tergugat;
Hakim Anggota Ketua Majelis
Hj. Siti Maryam, S.H. Drs. H. Muhammad Syaprudin, M.H.I.
Hakim Anggota
Rahimah, S.H.I.
Panitera Pengganti
Nanang, S.Ag.
Perincian biaya :
1. Pendaftaran Rp 30.000,00
2. Proses Rp 50.000,00
3. Panggilalan Rp 320.000,00
4. Redaksi Rp 5.000,00
5. Meterai Rp 6.000,00
Jumlah Rp 411.000,00
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12