• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN Tabel 1.1. Anggaran APBN Untuk Infrastruktur Periode Tahun

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN Tabel 1.1. Anggaran APBN Untuk Infrastruktur Periode Tahun"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu aspek penting dari pertumbuhan ekonomi suatu negara adalah baik atau buruknya infrastruktur negara tersebut. Pembangunan infrastruktur merupakan dasar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan infrastruktur yang baik dan merata maka semakin luas pula masyarakat yang merasakan kesejateraan. Seperti yang terjadi di Indonesia dalam 1 dekade terakhir ini, pemerintah indonesia sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, jembatan, jalan layang hingga bendungan. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur dengan cara mengalokasikan dana untuk melakukan pembangunan infrastruktur berkelanjutan dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat dan berharap mendapatkan keuntungan dari pembangunan infrastruktur tersebut. Namun terkadang pembangunan infrastruktur tersebut terkendala masalah dana, karena anggaran yang diberikan oleh pemerintah terbatas.

Tabel 1.1. Anggaran APBN Untuk Infrastruktur Periode Tahun 2015-2020

No Tahun Anggaran Infrastruktur 1 2015 256.100.000.000.000 2 2016 269.100.000.000.000 3 2017 381.200.000.000.000 4 2018 394.000.000.000.000 5 2019 394.100.000.000.000 6 2020 281.100.000.000.000 Sumber : Kemenkeu (diolah 2022)

Berdasarkan tabel 1.1 di atas dapat diketahui bahwa jumlah anggaran APBN yang digunakan untuk biaya pembangunan infrastruktur mengalami kenaikan terus menerus dari tahun 2015 hingga 2019.

Terbatasnya anggaran pembangunan, pemerintah memerlukan dukungan

(2)

dari pihak swasta dalam hal ini yaitu investor untuk menginvestasikan modal pada perusahaan sektor infrastruktur yang bekerja sama dengan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur tersebut.

Perusahaan infrastruktur dapat menerbitkan saham pada pasar modal untuk memperoleh dana, saham tersebut ditujukan oleh para investor. Menurut (Fahmi, 2012) Pasar Modal adalah tempat di mana modal ekuitas dan surat hutang diperdagangkan, investasi yang banyak dilakukan di pasar modal yaitu investasi saham. Pertumbuhan saham perusahaan infrastruktur telah menarik perhatian para investor, hal tersebut disebabkan oleh permintaan dan kebutuhan atas pembangunan infrastruktur seperti pembangunan gedung, jalan, ataupun fasilitas publik.

Ketika permintaan dan kebutuhan atas pembangunan mengalami peningkatan maka perusahaan infrastruktur akan mengharapkan keuntungan yang besar.

Saham-saham pada sektor infrastuktur sangat menarik, karena pembangunan dan pengembangan negara di sektor infrastruktur merupakan visi misi utama pemerintah menjadi salah satu faktor peningkatan ekonomi, seperti pembangunan infrastuktur jalan tol.

Peningkatan harga saham pada sektor infrastuktur tidak lepas dari faktor fundamental yaitu laporan kinerja keuangan. Sebelum melakukan investasi para investor akan mempertimbangkan beberapa faktor, maka dari itu para investor akan membutuhkan informasi yang relevan mengenai kinerja keuangan perusahaan sebagai dasar keputusannya untuk melakukan investasi pada perusahaan tersebut. Laporan kinerja keuangan perusahaan digunakan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Kinerja keuangan merupakan gambaran suatu keuangan perusahaan pada satu periode tertentu yang meliputi aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana yang dapat diukur menggunakan indikator kecukupan modal, likuiditas dan profitabilitas (Jumingan, 2006).

(3)

Dari laporan kinerja keuangan investor dapat melihat pergerakan harga saham, harga saham yang cenderung naik dapat memotivasi atau dapat menarik perhatian para investor. Harga Saham adalah hargas dari cerminan ekspetasi para investor terhadap faktor earning, aliran kas bahkan tingkat return yang disyaratkan oleh investor. (Tandelilin, 2010).

Berdasarkan data yang dilansir oleh id.investing bahwa harga saham sektor infrastruktur periode tahun 2016-2020 mengalami kondisi fluktuasi, yaitu memperlihatkan naik dan turunnya harga. Di mana pada tahun 2016 harga saham sektor infrastruktur sebesar Rp. 1.055,59, lalu naik menjadi Rp. 1.183,71 pada tahun 2017, pada tahun 2018 sebesar Rp.

1.064,29, lalu pada tahun 2019 mengalami kenaikan menjadi Rp. 1.137,54 dan pada tahun 2020 mengalami penurunan kembali menjadi Rp.

1.001,02.

Perubahan pada harga saham tersebut dapat kita lihat dan analisa kinejra keuangan yang ada pada laporan keuangan perusahaan tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh (Martono, 2008) kinerja keuangan perusahaan sangat bermanfaat bagi berbagai pihak seperti investor, kreditur, analis, konsultan keuangan, pialang, pemerintah, dan pihak manajemen sendiri. Kita dapat mengetahui kondisi keuangan perusahaan dengan cara menganalisa rasio-rasio kinerja keuangan antara lain Rasio Likuiditas, Rasio Rentabilitas, Rasio Solvabilitas dan Rasio Aktivitas.

Penelitian ini menggunakan 4 rasio kinerja keuangan, yaitu Current Ratio, Net Profit Margin, Debt to Equity Ratio dan Receivable Turnover.

Current Ratio (CR) alah satu dari rasio yang ada pada Rasio Likuiditas, Current Ratio digunakan untuk mengukur sejauhmana kemampuan perusahaan dalam memenuhi hutang jangka pendek dengan menggunakan aset lancar perusahaan. Menurut (Harahap, 2002) semakin tinggi rasio ini maka perusahaan dapat dikatakan dapat menyelesaikan tagihan hutang dengan menggunakan aset perusahaan, apabila perusahaan dapat menyelesaikan tagihan hutangnya dengan baik maka akan menarik minat para investor untuk berinvestasi. Current Ratio mampu menaikkan

(4)

harga saham jika aset lancar lebih besar daripada hutang jangka pendek, dimana ketika kondisi tersebut perusahaan akan mendapat profit yang lebih besar sehingga dapat melunasi hutang jangka pendek. Ketika para investor mengetahui bahwa perusahaan tersebut dapat melunasi hutang perusahaan dengan baik dan dapat menghasilkan profit yang besar, maka para investor akan tertarik berinvestasi dan secara tidak langsung akan mempengaruhi harga saham karena banyak para investor yang tertarik untuk berinvetasi kepada perusahaan.

Hasil penelitian dari Rika Herawati (2021) yang menyatakan CR memiliki pengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Penelitian tersebut sesuai dengan teori yang dikemukan (Houston & Brigham, 2010) yang menyatakan nilai saham terdapat peluang yang tinggi sesuai dengan prediksi apabila rasio likuiditas, pengolahan aset, manajemen hutang serta profitabilitas terpantau baik dan stabil. Maka dari itu naik atau turunnya harga saham dapat dipengaruhi oleh rasio likuiditas atau Current Ratio.

Net Profit Margin (NPM) salah satu dari rasio yang ada pada Rasio Profitabilitas, Net Profit Margin digunakan untuk mengukur sejauhmana kemampuan perusahaan laba bersih pada suatu periode. Pada umumnya, para investor yang ingin berinvestasi akan menganalisis laporan keuangan dengan menggunakan analisis rasio profitabilitas untuk mengetahui kemampuan perusahaan laba dari operasi perusahaan (Husnan, 2005).

Semakin besar perusahaan dalam memperoleh laba maka semakin besar pula pembagian deviden kepada para investor, hal tersebut akan menarik minat para investor untuk membeli saham perusahaan.

(5)

Tabel 1.2. Harga Saham & Tingkat NPM PT Adhi Karya Tbk

No. Tahun NPM Harga

Saham

1 2011 2,73 492

2 2012 2,80 1493

3 2013 4,17 1281

4 2014 3,77 2953

5 2015 4,95 2140

6 2016 2,85 2080

7 2017 3,41 1885

8 2018 4,12 1585

9 2019 4,34 1175

10 2020 0,22 1535

Sumber : Idx diolah (2022)

Berdasarkan tabel 1.2 dapat kita ketahui harga saham dan tingkat NPM salah satu perusahaan sektor infrastruk yaitu PT Adhi Karya Tbk.

Dari tabel 1.1 tersebut dapat kita ketahui bahwa terdapat ketidak konsistenan antara data dengan teori. Data tersebut tidak sejalan dengan teori dari (Arifin, 2002) yang menyatakan bahwa investor dalam mengambil keputusan investasi akan lebih menekankan pada kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan efisiensi operasional.

Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio yang terdapat pada Rasio Solvabilitas, Debt to Equity Ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mempertanggungjawabkan seluruh hutangnya dengan menggunakan seluruh modal perusahaan. Para investor cenderung menghindari berinvestasi pada saham perusahaan yang memiliki Debt to Equity Ratio yang tinggi, apabila semakin tinggi tingkat hutang perusahaan maka semakin besar pula beban bunga, sehingga akan mempengaruhi keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan dan pada akhirnya akan mempengaruhi minat para investor untuk berinvestasi. Hasil

(6)

penelitian dari Murdhaningsih (2018) berpendapat bahwa DER berpengaruh positif tidak signifikan terhadap harga saham.

Receivable Turnover (RETO) salah satu rasio yang ada pada Rasio Aktivitas, Receivable Turnover adalah rasio yang digunakan untuk mengetahui cepat atau lambatnya suatu perusahaan dalam penagihan piutang dalam satu periode. Ketika tingkat penagihan piutang perusahaan lambat maka akan menurunkan minat para investor untuk berinvestasi karena lamanya penagihan piutang, lalu laba yang diperoleh akan terhambat karena kas masih dalam bentuk piutang, sehingga kas yang dalam bentuk piutang tersebut tidak dapat dioleh menjadi laba. Cepat atau lambatnya penagihan piutang akan berpengaruh terhadap perusahan piutang menjadi kas dan semakin cepat penagihan piutang suatu perusahaan akan semakin cepat modal kembali dan semakin efisien modal yang digunakan (Sartono, 2016). Hasil penelitian Ayu dan Oetomo (2019) berpendapat bahwa Receivable Turnover berpengaruh negatif terhadap harga saham perusahaan.

Adapun penelitian ini dibuat untuk memberikan informasi secara teknikal kepada pihak yang ingin melakukan investasi, secara yang teknikal yang dimaksud yaitu dengan cara menganalisis kinerja keuangan perusahaan, terutama pada perusahaan infrastruktur yang selama ini hanya sedikit bagian masyarakat yang mengetahuinya. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti mengambil judul “Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Sektor Infrastruktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode Tahun 2011-2020”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas maka ditetapkan rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, bagaimana pengaruh Current Ratio (CR), Net Profit Margin (NPM), Debt to Equity Ratio (DER) dan Receivable Turnover (RETO) terhadap harga saham sektor infrastuktur?

(7)

C. Batasan Masalah

1. Perusahaan yang diteliti yaitu perusahaan sektor infrastuktur yang konsisten melaporkan laporan keuangannya dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2011-2020.

2. Peneliti meneliti kinerja keuangan perusahaan sektor infrastuktur dengan menggunakan 4 rasio kinerja keuangan, yaitu CR, NPM, DER dan RETO.

3. Harga saham yang digunakan yaitu harga penutup pada akhir bulan Desember.

D. Tujuan & Manfaat Penelitian 1. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dalam penelitian ini yaitu bagaimana pengaruh Current Ratio (CR), Net Profit Margin (NPM), Debt to Equity Ratio (DER) dan Receivable Turnover (RETO) terhadap harga saham sektor infrastuktur.

2. Manfaat

Adapun manfaat yang diharapkan peneliti yaitu dapat bermanfaat baik dari segi teoritis maupun praktis.

a. Manfaat Teoritis

Penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber informasi bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian yang relevan dengan pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham perusahaan.

b. Manfaat Praktis

1) Bagi Perusahaan

Dapat dipergunakan sebagai sumber informasi perusahaan dalam memperhatikan faktor- faktor apa saja yang dapat mempengaruhi harga

(8)

saham dan menjadi pedoman untuk memperbaiki akun-akun keuangan yang dapat mempengaruhi harga saham.

2) Bagi Para Investor

Dapat digunakan sebagai pengetahuan atau informasi ketika akan melakukan investasi pada saham.

3) Bagi Akademisi

Dapat menambah pengetahuan mengenai faktor-faktor apa saja yang dapat digunakan untuk mengatahui perkembangan harga saham.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian(Ningsih,2013) berupaya mengetahui keterkaitan kepemilikan manajerial dengan nilai perusahaan. dalam penelitiannya menyatakan bahwa meningkatnya kepemilikan

investor bahwa operasi perusahaan dapat menghasilkan kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar dividend an

Dengan melihat latar belakang masalah dan pokok masalah yang telah penulis paparkan pada bab sebelumnya, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa Pendekatan yang digunakan

tegas.co- ACEH TIMUR – Puluhan aparat dari seluruh jajaran Kodim 0104 mendatangi Kabupaten Aceh Timur untuk membenahi rumah warga yang tertimpa bencana dalam kurun waktu

Masih menurut Dwijoseputro (1979) jka medium selalu diadakan pembaruan dan kondisi lingkungan disekitar bakteri selalu dijaga kondusif, beberapa jenis

Hasil penelitian ini diharapkan dapatdimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan yang berkenaan dalam mengembangan kurikulum tingkat satuan

Oleh karena kinerja saham menjadi salah satu pertimbangan investor dalam melakukan investasi, maka penelitian ini ingin menganalisis kembali temuan penelitian

sudah mulai mengembangkan pendidikan di wilayah Kecamatan Selogiri, hal itu dibuktikan dengan kiprah Pondok Pesantren Mamba’ul Hikmah dalam mendirikan sekolah-sekolah yang