PENGARUH GLOBALISASI DALAM PENANGGULANGAN PANDEMI COVID-19
DISUSUN OLEH
Wahyu Nulhakim Hamdjah (1906015166) Muhammad Rafi Ananda (1806015083)
Ricky Kurniawan (1806015281)
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF DR HAMKA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
ILMU KOMUNIKASI 2022
A. LATAR BELAKANG
3 Tahun telah berlalui sejak pandemi COVID-19 melanda dunia Internasional. Berawal dari wilayah Wuhan, China pada tahun 2019 virus ini kemudian terus menyebar hingga ke seluruh negara di dunia. Kemunculan virus ini mengubah pola peradaban manusia. Kegiatan manusia yang bertumpu pada pertemuan tatap muka maupun aktivitas luar ruangan, seketika berubah menjadi aktivitas luring.
Pandemi COVID-19 mulai menjamah Indonesia pada awal bulan Maret 2020. Saat itu, semua negara termasuk Indonesia masih “meraba-raba” pola penanganan COVID-19 yang tepat sasaran. Hal ini dikarenakan, Pandemi COVID-19 merupakan Varian Virus yang baru dan berbeda dengan Influenza maupun jenis penyakit lainnya, sehingga diperlukan kajian serta peniliitian mendalam dalam rangka menghadirkan vaksin dan pola hidup penyesuaian pandemi/
Hadirnya, pandemi COVID-19 juga bersamaan dengan pesatnya kondsi global pasca globalisasi. Hal ini memicu, adanya pengaruh globalisasi dalam kondisi pandemi COVID-19.
Pengaruh ini meliputi awal, tengah dan pasca Pandemi COVID-19 muncul di dalam peradaban manusia. Melalui tulisan ini, kami akan menjelaskan pengaruh yang ditimbulkan dari globalisasi terhadap Pandemi COVID-19 terlebih dari aspek penanggulangan dan arus perputaran informasi saat itu.
B. RUMUSAN MASALAH
BagaimanA pengaruh globalisasi yang berdampak pada arus informasi seputar pandemi COVID-19?
Bagaimana Globalisasi mempengaruhi proses penanggulangan pandemi COVID-19?
C. KAJIAN TEORI
Banyak ahli telah mendefinisikan Globalisasi dengan sudut pandang pemahaman yang berbeda. Menurut Anthony Giddens, Globalisasi merupakan Proses radikalisasi dan universalisasi nilai-nilai modernitas peradaban Barat ke seluruh penjuru dunia, yang kemudian
berkembang menjadi modernitas global. Beliau berpendapat bahwa globalisasi membawa nilai utama yaitu peradaban barat.
Menurut Giddens, Globalisasi hadir dengan menyentuh 4 dimensi (jurnal: The Four Dimensions of Globalization According to Anthony Giddens) dalam kehidupan manusia antara lain: Pertama, Ekonomi kapitalis dunia. Pada dimensi ini, kehadiran globalisasi memungkinkan perusahaan transnasional untuk melakukan ekspansi perdagangan ke berbagai belahan dunia guna meningkatkan profit perusahaan. Jika sebelumnya, keghiatan perusahaan hanya boleh dilakukan di negara dimana perusahaan tersebut berasal, namun dengan adanya globalisasi, keterbatasan ini kemudian menghilang dan memudahkan para kapitalis global untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.
Kedua, sistem Nation-State. Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa setiap negara di dunia memiliki border line of nation. Fungsi dari garis perbatasan negara ini yaitu menjaga keamanan dankedaulatan suatu negara. Bahkan jika kita melihat kebelakang jauh sebelum era globalisasi mulai, transaksi informasi diibaratkan transaksi suatu baran dan jasa.
Artinya, informasi yang ingin disebar dari suatu negara ke negara lainnya, harus dikenakan biaya pajak suatu negara dengan mengikut regulasi negara tersebut. Dengan dimulainya era globalisasi, batas negara yang membatasi arus pertukaran informasi dan budaya seketika hilang sehingga dengan leluasanya budaya dari suatu negara, masuk ke negara lainnya.
Ketiga, kekuatan Militer. Globalisasi layaknya sebuah bioskop yang memungkinkan setiap orang didalamnya untuk dapat melihat realitas global yangditampilkan dalam sebuah layar besar dunia. Salah satu hal yang ditampilkan adalah, kekuatan militer dan kemajuan alutsista perang. Globalisasi yang ditandai dengan ekspansi kolonialisme tentu menjadi landasan utama mengapa globalisasi menyentuh aspek militer. Trauma sejarah kolonialisme bagi negara dunia ketiga menjadi alasan utama bagi negara dunia ketiga untuk meningkatkan kerjasama militeristik serta pengembangan alutsista persenjataan guna mempertahankan kedaulatan negara. Hal ini menjadikan posisi globalisasi semakin berkembang pesat dalam interaksi bilateral maupun multilateral militer negara-negara di dunia.
Keempat, Perkembangan Industri. Globalisasi hadir dengan dimotori oleh peristiwa Revolusi Industri. Adanya revolusi ini mulai melahirkan pembagian dalam dunia kerja atau
buruh. Para pekerja atau buruh mulai terbagi dalam spsesifikasi kebutuhan suatu perusahaan industri. Selain itu, globalisasi juga menghadirkan kelas pekerja yang dalam perjalanannya terus menghadapi penggerusan akibat hadirnya teknologi termutakhir akibat globalisasi. Itulah mengapa pada akhir perang dunia pertama, pergerakan Buruh semakin gencar dilakukan hingga tercetuslah Komunisme dan berbagai revolusi yang dimotori oleh para buruh. Artinya, Globalisasi membawa dampak yang cukup signifikan bagi keberlangsungan dunia industri dan sistem kerja buruh.
Pendapat Lain disampaikan oleh Thomas L. Friedman, menurutnya globalisasi merupakan suatu peristiwa transaksi ideologi dan teknologi terjadi secara massif. Baginya, kondisi bumi yang datar “The world is flat”, memungkinkan masyarakat dunia untuk saling berinteraksi dalam proses pertukara ideologi dan teknologi. Sebagai conth, masyarakat India di abad 21 yang cenderung berkiblat pada pengembangan industri teknologi di segala lini, bahkan menjadi salah satu negara besar yang mampu bersanding dengan negara adidaya dunia seperti Amerika Serikat dan Russia.
Friedman menambahkan bahwa dalam alur sejarahnya, Globalisasi telah melewati beberapa fase antara lain: Globalization 1.0, ditandai dengan jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani sehingga melahirkan kegiatan pelayaran samudera. Kegiatan pelayaran ini kemudian melahirkan masa kolonialisme dan imperialisme. Proses kolonialisme dan imperialisme merupakan perwujudan dari tabrakan globalisasi yang memungknkan hadirnya pertukaran produk peradaban manusia dari Barat ke timur dan sebaliknya.
Globalization 2.0 dimulai sejak terjadinya Revolusi Industri dan penemuan mesin uap.
Hadirnya peristiwa besar tersebut kemudian memulai fase ekspansi perdagangan. Munculnya perusahaan-perusahan besar baik dibidang manufaktur maupun hasil alam mulai merambah pada industri perdagangan. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar dan hasil alam, para perusahaan ini kemudia melakukan ekspansi perdagangan ke wilayah-wilayah yang kaya akan sumber daya alam seperti Afrika dan Asia. Penemuan mesin uap semakin meningkatkan restruktturifikasi teknologi menjadi lebih efektif dan efisien. Salah satu, hal yang perlu digarisbawahi bahwa era ini akan berdampak pada era berikutnya yaitu dengan munculnya kaum borjuis dan proletar atau persaingan Buruh dan Pemilik Modal.
Globalization 3.0 ditandai oleh penemuan teknologi Komputer yang menyederhanakan dan membantu manusia dalam melakukan aktivitas dalam kesehariannya. Kemunculan komputer perlahan menggerus aktivitas manusia yang terintegrasi pada penggunaan komputer atau komputerisasi. Di masa sekarang, adanya penemuan jejaring internet semakin meningkatkan performa sehingga dampak globalisasi yang ditimbulkan semakin uiversal.
D. PEMBAHASAN
Globalisasi membawa dampak yang cukup signifikan ketika pandemi COVID-19 muncul.
Peralihan kegiatan luring menuju daring tentu membutuyhkan peranan globalisasi didalmnya.
Koneksivitas informasi dan ilmu pengetahuan merupakan aspek krusial dalam menjalankan kegiatan pendidikan. Peralihan kegiatan pendidikan berbasis during mengakibatkan transformasi arus informasi semakin bergeser. Masyarakat pendidikan yang terpaku pada pembelajaran sekolah maupun buku pelajaran, mulai berinteraksi dengan pengetahuan di Internet.
Intensifikasi masyarakat dunia dalam mengakses pengetahuan maupun informasi skala global juga membukktikan bahwa globalisasi semakin mendapat panggung dalam peradaban manusia. Pengetahuan yang dimaksud seputar penanganan pandemi COVID-19 serta informasi vaksinasi. Selain itu, proses vaksinasi yang pada awalnya bersifat manual dapat beralih ke sistem drive thru.
Lebih lanjut, Tenaga kesehatan juga cukup terbantu dengan adanya informasi mengenai tata cara test usap yang tersebarluas di dunia internet. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk dapat melakukan tes usap tanpa harus ke fasilitas rumah sakit yang ada sehingga tidak terjadi penumpukan atau kerumunan yang dapat meningkakan pandemi COVID-19.
Dampak lain dari era globalisasi pada masa pandemi yaitu peralihan pola perdagangan berbasi online market. Jika sebelumnya online market tidak terlalu mendapat lirikan darri banyak masyarakat (animonya kurang). Namun, pada pandemi hampir seluruh jenis perdagangan berkonsep digital atau online marketting. Sehingga proses transaksi menitikberatkan pada koneksivitas jejaring internet.
Dalam aspek bilateral dan multilateral, Pandemi COVID-19 menunjukan adanya kepedulian yang nyata antar negara-negara di dunia. Kepedulian ini meliputi bantuan kemanusiaan, peralatan kesehatan dan hal-hal yang dibutuhkan selama pandemi COVID-19.
Kesadaran untuk saling bahu membahu nampak nyata ketika pandemi ini terjadi. Bisa dikatakan bahwa seluruh negara di dunia mengurungkan niat personal dalam upaya kemanusiaan dan menyudahi dampak COVID-19.
E. KESIMPULAN
Globalisasi membawa dampak yang signifikan dalam peristiwa Pandemi COVID-19. Hal ini terlebih dengan diallihkannya kegiatan berbasis luring, maka peranan Globalisasi semakin kuat. Arus pertukaran informasi semakin massif, kerjasama antar negara dalam rangka penanggulangan pandemi semakin meningkat dan tentu pengembangan teknologi di berbagai bidang khususnya di industri medis semakin meningkat.
Satu hal yang menarik adalah disamping adanya kerjasama global dalam rangka menyelesaikan permasalahan pandemi COVID-19, namun terlihat juga bahwa persaingan dagang dan industri medis antar-negara semakin intens. Setiap negara saling bersaing dan memperjualbelikan vaksin orisinil negara dalam upaya peningkatan citra suatu negara, eksistensi dalam panggung internasional serta pendapatan dari aspek ekonomi.
DAFTAR PUSTAKA
Nurhaidah, & Musa, I. M. (2015). DAMPAK PENGARUH GLOBALISASI BAGI KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA. Jurnal Pesona Dasar, 3(3). 4-9.
Larasati, D. (2018). Globalisasi Budaya dan Identitas: Pengaruh dan Eksistensi Hallyu (KoreanWave) versus Westernisasi di Indonesia. Jurnal Hubungan Internasional, 11(1). 109-112 Dewi, M. H. H. (2019). ANALISA DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP PERDAGANGAN INTERNASIONAL. Jurnal Ekonomika, 9(1). 48-52.
Suneki, S. (2012). DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP EKSISTENSI BUDAYA DAERAH. Jurnal Ilmiah CIVIS, 2(1). 309-313.
Amalia, A, & Sa’adah, N. (2020). DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI INDONESIA. Jurnal Psikologi, 13(2). 218-219.