3.1. Tentang PT Lion Mentari Airlines
3.1.1. Sejarah Singkat PT Lion Mentari Airlines
PT Lion Mentari Airlines yang beroperasi sebagai Lion Air adalah sebuah maskapai penerbangan bertarif rendah yang berpangkalan pusat di Jakarta, Indonesia. Lion Air merupakan maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia. PT. Lion Mentari Airlines didirikan pada tanggal 19 Oktober 1999 dan mulai beroperasi pada tanggal 30 Juni 2000. Maskapai Lion Air beroperasi pertama kalinya dengan boeing 737-200 dengan registrasi pesawat PK-LIA yang disewa untuk membuka rute ke pontianak. Maskapai penerbangan ini didirikan oleh Rusdi Kirana dan Kusnan Kirana. Dalam perkembangannya, maskapai penerbangan ini berancana untuk bergabung dengan IATA (International Air Transport Association). Sehingga maskapai ini terus berusaha mengembangkan diri dengan memperhatikan data, informasi, serta kondisi yang ada dan faktor utama yang mendorong pengembangan ini adalah masih terbukanya pasar angkutan udara.
Pengembangan yang dilakukan selalu berpedoman kepada prinsip pengelolaan perusahaan secara inovatif, efisien, efektif, serta menuju profesional.
Terkait dengan keselamatan dan keamanan maskapai ini mencoba untuk melakukan tes agar lulus ujian IATA, namun gagal karena masalah keamanan.
Tetapi lion air tak patah semangat meski sempat gagal, dan akhirnya memperoleh sertifikat IOSA (IATA Operational Safety Audit) dan ISSA (IATA Safety Standard Assaesment) pada tahun 2016. Tentu saja ini adalah prestasi yang dicapai oleh Lion Air untuk bisa masuk dan juga terdaftar dalam IOSA dan ISSA. Lion Air bersama Boeing mendesain framework untuk workshop dalam pengaplikasian prosedur Kinerja Navigasi Berpemandu (KNB) di Indonesia, tepatnya di hanggar Batam Aoero Teknik yang juga milik anak usaha Lion Air di Batam. Pada bulan November 2009, maskapai ini mendatangkan armada terbesar Boeing 747- 400 yang merupakan jenis pesawat wide body yang di beli purna pakai dari maskapai asal Cina yaitu Oasis Hongkong Airlines yang pada saat itu bangkrut di tahun 2008, pada tahun berikutnya Lion Air menambah jumlah penerbangan ke jeddah untuk charter umroh dengan armadanya yang baru di beli dari Oasis Hongkong Airlines yaitu Boeing 747- 400.
Pada tanggal 19 Juli 2011, Lion Air melakukan pemberhentian sementara untuk ke 13 armadanya akibat gagalnya maskapai ini memenuhi OTP (on time performance) yang di tetapkan oleh Dirjen Perhubungan Udara sampai Lion Air dapat memenuhi sekurang – kurangnya 80 persen dari OTP yang didapat oleh semua penerbangannya. Dalam catatan resmi Kementrian Perhubungan, OTP lion air hanya 66.45 persen dan merupakan yang terburuk dari 6 maskapai penerbangan utama dari bulan Januari hingga April tahun 2011 di 24 bandara di Indonesia. Pada tanggal 18 November 2011, lion air melakukan pemesanan 230 pesawat boeing 737 MAX dan ini tercatat sebagai pemesanan tunggal terbanyak oleh satu maskapai penerbangan komersial dengan nilai USD$ 21.7 Miliar
Pada bulan Januari 2012, Lion Air dikenakan sanksi oleh Kementrian Perhubungan setelah di temukannya beberapa pilot dan awak pesawat yang menggunakan bahan narkotika. Sebelumnya, hal ini dipicu ketika di temukannya awak maskapai (pilot dan ground staff) tertangkap basah menggunakan sabu – sabu dan metafetamin secara terpisah.
Pada 11 September 2012, Lion Air dan National Aerospace and Defence Industries Sdn Berhard (Nadi) menandatangani perjanjian Joint Venture untuk mendirikan maskapai penerbangan baru di Malaysia, dengan nama Malindo Airways dengan konsep yang sama seperti Batik Air
Pada Tahun 2013 lion air mendirikan maskapai penerbangan dengan konsep full service dengan nama Batik Air, dan beroperasi perdana pada maret 2013 dengan menggunakan pesawat barunya Boeing 737 – 900 ER. Lion air juga menandatangani komitment dengan Boeing untuk memesan lima buah pesawat 787 Dreamliner untuk maskapai baru nya yaitu Batik Air, dan ini membuat lion air menjadi maskapai penerbangan swasta Indonesia pertama yang memesan tipe ini sejak Garuda Indonesia membatalkan pemesanan 10 Boeing 787 Dreamliner pada tahun 2010, dan diperkiran akan dikirim pada tahun 2015, langkah yang dilakukan Garuda Indonesia membatalkan pemesanan 787 Dreamliner tepat karena, Boeing menggrounded produksinya yaitu Boeing 787 Dreamliner karena masalah teknis.
Sehingga lion air pun membatalkan pesanannya, sebagai gantinya lion air memesan pesawat berbadan besar ke Airbus yaitu Airbus A330. Dan secara mengecutkan Lion air kembali melakukan pemesanan Airbus narrow body sebanyak 234 unit pesawat Airbus A320 , dan A321 . Dan di saksikan langsung oleh presiden perancis Francois Hollande pada saat Rusdi Kirana melakukan tanda tangan.
Pesawat ini nantinya akan di gunakan untuk maskapai dengan layanan penuh miliknya untuk ekspansi yaitu Batik Air.
Lion Air sendiri adalah maskapai swasta terbesar di Indosesia. Dengan jaringan rute di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Arab Saudi serta jarngan rute charter menuju Cina dan Hongkong. Lion Air menjadikan dirinya sebagai pemain regional yang akan berkompetisi dengan Air Asia yang mempunyai home base di Malaysia
3.1.2. Visi dan Misi PT. Lion Mentari Airlines 1. Visi PT. Lion Mentari Airlines
Visi dari PT. Lion Mentari Airlines adalah “Menjadi perusahaan penerbangan swasta nasional yang melayani penerbangan domestik dan internasional dengan berpedoman kepada prinsip – prinsip keselamatan dan keamanan penerbangan yang telah ditetapkan”.
2. Misi PT. Lion Mentari Airlines
Misi dari PT. Lion Mentari Airlines adalah “Menjadi perusahaan penerbangan nasional inovatif, efisien, dan profesional dalam menjangkau beberapa kota yang ada di Indonesia, sehingga akan lebih banyak pengguna yang dapat terbang bersama armada kami”.
3. Brand PT. Lion Mentari Airlines
Brand dari PT. Lion Mentari Airlines yaitu “ We Make People Fly”. Brand ini memberi arti bahwa sejak PT. Lion Mentari Airlines berdiri dan beroperasi dengan armadanya semua orang dapat berpergian dengan pesawat dengan harga yang relatif terjangkau khususnya untuk masyarakat menengah kebawah.
3.1.3. Struktur Organisasi PT Lion Mentari Airlines
Struktur orgasnisasi pada PT. Lion Mentari Airlines antara lain sebagai berikut :
Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT Lion Mentari Airlines
Susunan struktur organisasi pada PT. Lion Mentari Airlines menurut fungsi dan tugasnya antara lain yaitu sebagai berikut :
1. President Director Fungsi :
a. Top managemant (Pemimpin Perusahaan) b. Memimpin perusahaan
c. Menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya.
d. Mengurangi resiko operasional yang akan menurunkan pendapatan perusahaan
2. Crew Recruitment Manager Fungsi :
a. Menseleksi kualitas calon aircrew dan aircrew
b. Mengawasi kinerja HRD tentang proses rekrutment aircrew c. Bertanggung jawab atas pelaksanaan training aircrew 3. Quality Assurance Representative Manager
Fungsi :
a. Membuat dan mengawasi tentang asuransi pagi pelanggan
President Director
Commercial Director
Information Technologi
Lion Airport Services
Lion Technic Director
Director Control
Information Safety, Security Quality Director
Business Develpoment
Director
Angkasa Trainning Center Crew Recruitment
Manager Quality Assurance
Representative Manager
b. Bertanggung jawab dalam laporan asuransi
c. Membuat laporan tentang keuangan asuransi perusahaan 4. Commercial Director
Fungsi :
a. Menghasilkan keuangan perusahaan agar mencapai keuntungan b. Mengoptimalkan slot time dari setiap pesawat
c. Mencapai target yang di inginkan oleh Chief Eksekutif Officer d. Mengoptimalkan load factor yang diinginkan perusahaan e. Megoptimalkan yield perusahaan
5. Lion Airport Services Director Fungsi :
a. Mengawasi ground handling
b. Mengoptimalkan kinerja staff bandara c. Megoptimalkan kinerja operasional bandara 6. Lion Technic Director
Fungsi :
a. Mengawasi dan menjaga perawatan pesawat b. Bertanggung jawab terhadap kerusakan pesawat c. Mengawasi secara rutin perawatan pesawat 7. Director Control Information
Fungsi :
a. Mengawasi sistem informasi pelanggan
b. Mengontrol keluhan pelanggan di dalam sistem informasi
c. Bertanggung jawab dalam menganalisis suatu masalah yang di keluhkan pelanggan
8. Safety, Security, Quality Director Fungsi :
a. Bertanggung jawab terhadap keselamatan selama dalam perjalanan di pesawat
b. Bertangung jawab terhadap keamanan selama dalam perjalanan di pesawat
c. Bertanggung jawab terhadap kualitas dan pelayanan selama dalam perjalanan di pesawat
9. Business Development Director Fungsi :
a. Mengawasi proses bisnis perusahaan b. Mencari relasi perusahaan untuk bisnis c. Mengontrol proses bisnis perusahaan 10. Information Technology
Fungsi :
a. Mengikuti perintah dari commercial director b. Mengupdate tentang teknologi informasi
c. Mengawasi serangan yang akan terjadi terhadap teknologi informasi perusahaan
11. Angkasa Trainning Center Fungsi :
a. Membuat jadwal untuk pelaksanaan training calon pramugari b. Membuat jadwal untuk pelaksanaan trining karyawan
c. Mengatur materi yang perlu di adakan untuk pelaksanaan training
3.2. Analisa PIECES
Berikut ini adalah hasil analisa kebutuhan terhadap prosedur penanganan dan pelaporan apabila terjadi delay yang dilakukan oleh pelanggan kepada petugas dengan menggunakan metode PIECES, metode ini digunakan karena lebih detail dalam segi analisa yang dijalankan untuk keluhan pelayanan, berikut ini detail analisa yang ada di sistem keluhan antara lain sebagai berikut :
Tabel 3.1 Analisa PIECES
Parameter Kendala Solusi
Performance a. Pencarian data bukti laporan delay yang telah lama, ketika data tersebut dibutuhkan, karena sistem
pengarsipan data yang kurang tertata dengan baik.
b. Petugas kesulitan untuk mengetahui status laporan delay mana saja yang belum menerima refund voucher delay .
a. Dibuatnya form Input laporan delay secara online, kemudian disimpan kedalam database.
b. Dibuatkan formreport pemberian voucher refund, maupun voucher elektronik.
dengan input data PNR pelanggan yang megklaim, Maka secara otomatis data
akan keluar secara detail.
Information a. Penyampaian informasi laporan keluhan delay sering tidak tepat waktu.
b. Bagian ground handling sering berbalik tanya ke pelanggan tentang penerbangan dengan tujuan mana, Nomor perbangan berapa yang mengalami delay.
a. Dibuatkan laporan pengiriman berdasarkan database secara online ,sehingga laporan dapat diakses secara cepat.
b. Dibuatkan form laporan secara online dan
terintegrasi dengan bagian petugas penanganan keluhan delay.
Economic a. Biaya untuk pembelian makan dan minum serta biaya penginapan apabila terlewat batas yang di tentukan oleh peraturan.
a. Meminimalisir biaya dengan penghematan operasional, seperti pembuatan laporan secara online dan penyimpanan menggunakan database, serta penumpang terlebih dahulu di informasikan apabila penerbangannya mengalami delay lebih dari 3 jam
Control a. Kurangnya pengendalian dan keamanan yang
terdapat pada informasi petugas dan ground handling
b. Tidak ada backup data jika sewaktu- waktu data tersebut hilang.
a. Pembatasan hak akses dan password untuk login ke dalam sistem agar tidak sembarang orang dapat masuk ke dalam sistem.
b. Pembuatan database dan backup data sehingga jika sewaktu – waktu data hilang, ada backupnya.
Efficiency a. Terjadi pemborosan waktu untuk pembuatan laporan keluhan delay dari setiap pelanggan ,karena masih di input secara manual
berdasarkan satu nama pelanggan.
a. Pembuatan laporan pengiriman, yang terintegrasi dengan database secara online, sehingga tidak perlu input manual.
Services a. Informasi data penerbangan yang mengalami delay sangat lambat, karena kurangnya koordinasi.
1. Dibuatkan form data penerbangan yang
sekiranya akan mengalami keterlambatan, baik karena faktor cuaca maupun karena
harus ada maintenance pesawat yang rusak dan dapat diakses informasinya secara real time.
Berdasarkan dari hasil analisis PIECES diatas, maka diperoleh identifikasi kebutuhan sistem yang akan di kembangkan antara lain sebagai berikut :
1. Kebutuhan Fungsional
Kebutuhan yang memiliki keterkaitan langsung dengan sistem tersebut, seperti : a. Sistem dapat memproses data refund voucher sendiri secara otomatis
berdasarkan ketetapan yang diatur oleh petugas
b. Sistem dapat memberikan informasi keluhan pelayanan pelanggan kepada petugas secara real time
c. Sistem dapat memberikan informasi keluhan delay pelanggan kepada petugas secara real time dan cepat
d. Sistem dapat memberikan laporan keluhan dan laporan keluhan delay pelanggan secara cepat dan akurat dengan membagi 2 bagian keluhan secara terpisah
e. Sistem dapat mengirim data keluhan pelanggan kepada management secara akurat
f. Sistem dapat memperbaiki hak akses pelanggan sesuai kebutuhan.
2. Kebutuhan Non Fungsional
Kebutuhan yang tidak secara langsung terkait dengan fitur tertentu di dalam sistem, antara lain :
a. Kebutuhan perangkat keras
Perangkat keras yang digunakan untuk membangun dan mendukung suatu sistem informasi tentang sistem complaint antara lain :
1. Processor Intel Core i5 2. VGA standar
3. Kabel RJ – 45 dan Modem 4G LTE 4. RAM 4 GB
b. Kebutuhan perangkat lunak
Perangkat lunak yang digunakan dalam membangun sistem informasi tentang sistem complaint ini sebagai berikut :
1. Sistem Operasi Windows 7 2. Balsamiq
3. Dreamweaver CS 5 (diperbantukan) 4. My SQL (diperbantukan)
5. Xammp (diperbantukan) 6. Web browser (diperbantukan)
3.3. Analisa Sistem Berjalan
Suatu tahapan yang dibutuhkan dalam pembuatan program adalah menganalisis sistem yang telah ada. Analsisis terhadap suatu sistem yang berjalan bertujuan untuk mengetahui bagaimana masalah yang terdapat pada sistem sistem tersebut dan juga bertujuan untuk dapat dijadikan suatu landasan usulan perancangan suatu sistem baru
Berdasarkan dari pengamatan pada bagian penanganan keluhan dan saran di PT.
Lion Mentari Airlines, didapatkan bahwa sistem kerja yang berjalan di dalam pemrosesan pengolahan layanan keluhan pelanggan mengenai delay serta kritik dan saran masih secara manual, baik dari segi penerimaan, proses pendataan, proses input sampai dengan prosesnya. Walaupun masih ada beberapa keluhan serta saran mengenai pelayanan dan utamanya delay yang diterima oleh petugas masih berupa kertas form dan dimasukkan kedalam kotak kritik dan saran yang telah disediakan di masing masing district daerah yang prosesnya masih berjalan secara manual, seperti di daerah Indonesia bagian timur.
3.3.1. Activity Diagram Sistem Berjalan
Pada bagian ini akan digambarkan dokumentasi alur kerja pada sistem yang sedang berjalan dan bertujuan untuk melihat proses sistem yang akan berjalan menegenai proses penangan dely terhadap pelanggan di PT. Lion Mentari Airlines
Gambar 3.2. Activity Diagram Sistem Berjalan
Penjelasan dari actifity diagram, diagram tersebut dapat diuraikan menjadi sebagai berikut:
1. Pelanggan menulis keluhan dan saran yang ingin disampaikan melalui form keluhan dan saran yang disediakan di setiap unit pelayanan dan ataupun secara online sesuai ketentuan daerah masing – masing di airport district.
2. kemudian pelanggan melakukan form keluhan dan saran yang sudah diisi dengan lengkap kedalam kotak keluhan dan saran yang telah disediakan di setiap unit pelayanan dan ataupun secara online sesuai ketentuan daerah masing – masing di airport district.
3. Petugas penanganan keluhan dan saran mengambil form keluhan dan saran yang disediakan di setiap unit pelayanan dan ataupun login di menu login secara online sesuai ketentuan daerah masing – masing ariport district.
4. Petugas penanganan keluhan dan saran mengambil form keluhan dan saran di dalam kotak yang telah disediakan untuk di berikan kepada unit terkait
mengenai keluhan dan saran dari pelanggan, namun untuk district airport yang sudah menerapkan sistem ini secara online maka petugas bisa mengirimkan langsung kepada manajeman secara online.
5. Jika petugas penanganan keluhan dan saran mengkonfirmasi kepada unit terkait mengenai keluhan dan saran dari pelanggan. Petugas akan membuat laporan mengenai keluhan dan saran. Secara manual.
6. Petugas penanganan keluhan dan saran membuat laporan perbulan berupa data dan grafik persentase yang akan diserahakan kepada pemimpin, ini berlaku di semua airport district yang menerapakan sistem baik secara online maupun manual.
3.3.2. Analisa Masalah
Dari hasil analisa pada sistem berjalan yang telah dipaparkan dengan menggunakan activity diagram dan penjelasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa beberapa masalah yang dihadapi cukup banyak, antara lain, yaitu:
1. Sistem yang ada hanya bersifat offline dimana pelanggan hanya dapat menyampaikan keluhan dan saran, maupun keluhan delay hanya melalui aduan, dan disaat pengaduan petugas jarang berada di tempat, dimana pun di seluruh bandara yang di singgahi oleh Lion Air
2. Petugas penanganan keluhan delay masih menggunakan microsft excell sehingga dalam pendataan penumpang bahkan untuk wilayah Indonesia timur khususnya masih manual dengan tulisan kertas
3. Pembuatan laporan yang ada masih menggunakan microsoft excel dan juga masih menggunakan kertas, sehingga untuk mencari data kembali atau history penumpang masih sulit dan bahaya akan hilang atau sobek kertas tersebut.
3.4. Rancangan Sistem Usulan
Setelah ditemukan beberapa permasalahan yang terdapat pada sistem berjalan saat ini, maka penulis melakukan usulan pengembangan sebuah sistem informasi kepuasan pelanggan untuk kualitas layanan secara online. Sehingga diharapkan sistem yang penulis kembangkan ini dapat digunakan dan berjalan di sistem informasi pelayanan pelanggan khususnya mengenai keluhan delay. Sistem ini mengelola data layanan yang terkait dengan informasi keluhan dan saran yang disampaikan oleh pelanggan, dan pelanggan juga dapat memberikan nilai dan komentar terhadap pelayanan terhadap pelanggan yang di terapkan oleh Lion Air. Sehingga petugas dan manajeman khususnya dapat dengan
mudah mencari data – data pelanggan yang sudah memberikan keluhan dan dapat diterima dengan mudah oleh petugas dan manajeman.
3.4.1. Use Case Diagram Usulan
Gambar 3.3. Use Case Diagram Usulan
1. Deskripsi Use Case Melakukan Login
Tabel 3.2. Skenario Use Case Melakukan Login
Nama Use Case Melakukan login
Aktor Petugas
Deskripsi Aktor melakukan login untuk masuk kehalaman utama
Post Kondisi User name dan password aktor telah tersedia di dalam database
Aktor Sistem
1. Aktor melakukan login dengan menginput username dan password
2. Melakukan validasi user name dan password
3. Proses login berhasil, aktor menuju halaman utama
2. Deskripsi Use Case Mengelola Data Petugas
Tabel 3.3. Skenario Use Case Mengelola Data Petugas Nama Use Case Mengelola data petugas
Aktor Petugas
Deskripsi Aktor mengelola laporan yang masuk dari pelanggan
Post Kondisi Data petugas berhasil disimpan
Aktor Sistem
1. Aktor mengisi data petugas 2. Mengecek kelengkapan data petugas 3. Data petugas berhasil
disimpan ke database
3. Deskripsi Use Case Menanggapi Laporan
Tabel 3.4. Skenario Use Case Menanggapi Laporan
Nama Use Case Menanggapi laporan
Aktor Petugas
Deskripsi Aktor menanggapi laporan dari pelanggan
Post Kondisi Data berhasil di pilih dengan sistem cluster
Aktor Sistem
1. Aktor memilih keluhan dari
pelanggan 2. Mengecek kelengkapan data
pelanggan 3. Mengkonfirmasi data keluhan
pelanggan
4. Deskripsi Use Case Refund Pemberian Voucher
Tebel 3.5. Skenario Use Case Refund Pemberian Voucher Nama Use Case Refund pemberian voucher
Aktor Petugas
Deskripsi Aktor melakukan refund voucher kepada pelanggan
Post Kondisi Voucher berhasil di kirim
Aktor Sistem
1. Aktor melihat laporan 2. Mengkonfirmasi data penumpang 3. Petugas melakukan
pengecekan 4. Proses refund telah berhasil
5. Deskripsi Use Case Melakukan logout
Tebel 3.6. Skenario Use Case Melakukan Logout
Nama Use Case Melakukan logout
Aktor Petugas
Deskripsi Aktor keluar dari halaman utama
Post Kondisi Memilih menu logout
Aktor Sistem
1. Aktor memilih menu
logout 2. Proses keluar dari halama
utama dan menampilkan halaman login
6. Deskripsi Use Case Memberikan Laporan Delay
Tabel 3.7. Skenario Use Case Memberikan Laporan Delay Nama Use Case Memberikan laporan delay
Aktor Pelanggan
Deskripsi Pelanggan melakukan laporan delay Post Kondisi Laporan telah dikirim
Aktor Sistem
1. Aktor melakukan
pengaduan delay 2. Silhakan masukkan laporan 3. Proses berhasil, aktor kembali
ke halaman utama
7. Deskripsi Use Case Menerima Refund Voucher
Tabel 3.8. Skenario Usde Case Menerima Refund Voucher Nama Use Case Menerima refund voucher
Aktor Pelanggan
Deskripsi Pelanggan mendapatkan voucher refund
Post Kondisi Voucher refund telah diterima
Aktor Sistem
1. Aktor menerima
voucher delay melalui 2. SMS dan E-mail telah dikirim ke pelanggan
SMS atau E-mail 3. Aktor menerima
konfirmasi
pengambilan voucher
8. Deskripsi Use Case Memberikan Nilai dan Komentar
Tabel 3.9. Skenario Use Case Memberikan Nilai Dan Komentar Nama Use Case Memberikan nilai dan komentar
Aktor Pelanggan
Deskripsi Pelanggan memberikan nilai dan komentar
Post Kondisi Nilai dan komentar berhasil dikirim
Aktor Sistem
1. Aktor melakukan pemberian nilai dan komentar
2. Mengkonfirmasi nilai dan komentar
3. Meliahat nilai dan komentar pelanggan lainnya
9. Deskripsi Use Case Menerima Laporan Keluhan Delay
Tabel 3.10. Skenario Use Case Menerima Laporan Keluhan Delay Nama Use Case Menerima laporan keluhan delay
Aktor Managemant
Deskripsi Management menerima laporan dari petugas
Post Kondisi Laporan keluhan delay telah diterima
Aktor Sistem
1. Aktor melakukan
login 2. Mengkonfirmasi dengan
password dan user name managemant
3. Meliahat keluhan delay pelanggan dari petugas
3.4.2 Activity Diagram
Activity Diagram dibuat untuk menggambarkan aliran kerja atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis yang dilakukan aktor. Selain itu Activity Diagram digunakan untuk user agar dapat membantu user dalam membuat program, sehingga skenario pembuatan suatu program dapat dengan mudah dibuat dengan berdasarkan Actifity Diagram. Berikut ini
1. Activity Diagram Melakukan Login
Gambar 3.4. Activity Diagram Melakukan Login
2. Activity Diagram Mengelola Data Petugas
Gambar 3.5. Activity Diagram Mengelola Data Petugas
3. Activity Diagram Menanggapi Laporan
Gambar 3.6. Activity Diagram Menanggapi Laporan
4. Activity Diagram Refund Pemberian Voucher
Gambar 3.7 Activity Diagram Refund Pemberian Voucher
5. Activity Diagram Memberikan Laporan Keluhan Delay
Gambar 3.8. Activity Diagram Memberikan Laporan Keluhan Delay
6. Activity Diagram Menerima Refund Voucher
Gambar 3.9. Activity Diagram Menerima Refund Voucher
7. Activity Diagram Memberikan Kritik Dan Saran
Gambar 3.10. Activity Diagram Memberikan Kritik dan Saran
8. Activity Diagram Memberikan Laporan Keluhan Pelayanan
Gambar 3.11. Activity Diagram Memberikan Laporan Keluhan Pelayanan
9. Acitivity Diagram Menerima Laporan Keluhan Delay
Gambar 3.12. Activity Diagram Menerima Laporan Delay
3.4.3 Sequence Diagram
1. Sequence Diagram Melakukan Login
Gambar 3.13. Sequence Diagram Melakukan Login
Tabel 3.11. Skenario Sequence Diagram Melakukan Login Nama Sequence Diagram Melakukan Login
Deskripsi Setiap petugas harus melakukan login
untuk menuju halaman utama dengan mengisi username dan password yang dimilikinya. Jika petugas gagal login maka akan muncul pesan ”Username atau password anda salah!”. Jika login berhasil maka akan menampilkan halaman utama
2. Sequence Diagram Mengelola Data Petugas
Gambar 3.14. Sequence Diagram Mengelola Data Petugas
Tabel 3.12. Skenario Sequence Diagram Mengelola Data Petugas Nama Sequence Diagram Mengelola Data Petugas
Deskripsi Petugas harus maintenance data
petugas dengan memilih menu petugas, kemudian mengisi data petugas secara lengkap maka data akan tersimpan ke database. Jika data petugas belum lengkap maka akan muncul pesan “Data Belum Di Isi !”
3. Sequence Diagram Menanggapi Laporan
Gambar 3.15. Sequence Diagram Menanggapi Laporan
Tabel 3.13. Skenario Sequence Diagram Menanggapi Laporan Nama Sequence Diagram Meanggapi Laporan
Deskripsi Petugas dapat menanggapi laporan
dari pelanggan, semua laporan atau tanggapan dari para pelanggan dapat di lihat dari menu ini sehingga petugas dapat melayani keluhan pelanggan dengan satu pintu
4. Sequence Diagram Refund Pemberian Voucher
Gambar 3.16. Sequence Diagram Refund Pemberian Voucher
Tabel 3.14. Skenario Sequence Diagram Refund Pemberian Voucher Nama Sequence Diagram Refund Pemberian Voucher
Deskripsi Petugas melakukan pemberian voucher
dengan memberitahu kepada pelanggan yang mengalami delay dengan melihat data yang di kirim oleh pelanggan, setelah itu petugas melakukan pengiriman voucher refund dapat berupa e-voucher ataupun dengan menginformasikan kepada pelanggan dapat mengambil refund voucher di kantor cabang maupun kantor pusat perusahaan.
5. Sequence Diagram Memberikan Keluhan Delay
Gambar 3.17. Sequence Diagram Memberikan Keluhan Delay
Tabel 3.15. Skenario Sequence Diagram Memberikan Keluhan Delay Nama Sequence Diagram Memberikan Laporan Delay
Deskripsi Pelanggan dapat melaporkan apabila
pesawat yang ditumpanginya mengalami delay dalam durasi lebih dari 3 jam waktu keberangkatan, dapat melaporakan secara online ataupun dapat juga offline dengan menuliskan laporan kedalam kotak kritik dan saran yang telah disediakan di masing masing airport district.
6. Sequence Diagram Memberikan Keluhan Pelayanan
Gambar 3.18. Sequence Diagram Memberikan Keluhan Pelayanan
Tabel 3.16. Skenario Sequence Diagram Memberikan Keluhan Pelayanan Nama Sequence Diagram Memberikan Keluhan Pelayanan
Deskripsi Pelanggan dapat melaporkan apabila
pelayanan dari staff di bandara tidak atau kurang baik, dan juga pelayanan di dalam pesawat udara yang di layani oleh pramugari pesawat tersebut, serta ruang kabin pesawat yang bersih, nyaman dan wangi
7. Sequence Diagram Memberikan Kritik dan Saran
Gambar 3.19. Sequence Diagram Memberikan Kritik dan Saran
Tabel 3.17. Skenario Sequence Diagram Memberikan Keluhan Pelayanan Nama Sequence Diagram Memberikan Kritik Dan Saran
Deskripsi Pelanggan dapat melaporkan apabila
pelayanan dari staff di bandara tidak atau kurang baik, dan juga pelayanan di dalam pesawat udara yang di layani oleh pramugari pesawat tersebut, serta ruang kabin pesawat yang bersih, nyaman dan wangi
8. Sequence Diagram Menerima Refund Voucher
Gambar 3.20. Sequence Diagram Menerima Refund Voucher
Tabel 3.18. Skenario Sequence Diagram Menerima Refund Voucher Nama Sequence Diagram Menerima Refund Voucher
Deskripsi Pelanggan menerima refund voucher
dari petugas atas dasar laporan yang telah disetujui oleh perusahaan berdasarkan laporan yang dikirim oleh pelanggan, voucher dapat dipilih oleh pelanggan, yaitu voucher elektronik atau e-voucher maupun pelanggan dapat mengambil voucher dengan mengambil di airport district dan juga kantor cabang perusahaaan
9. Sequence Diagram Menerima Laporan Keluhan Delay
Gambar 3.21. Sequence Diagram Menerima Laporan Keluhan Delay
Tabel 3.19. Skenario Sequence Diagram Menerima Laporan Keluhan Delay
Nama Sequence Diagram Menerima Laporan Keluhan Delay
Deskripsi Manajeman perusahaan dapat melihat
laporan keluhan dari pelanggan yang dikirim oleh petugas, khususnya pelanggan yang mengalami delay penerbangannya yang sebelumnya terlebih dahulu sudah di filter oleh petugas sebelum dikirim ke pihak manajeman, dengan tujuan manajeman dapat mengetahui alasan dari pelanggan yang real atau tidak megada-ada
3.4.4 Class Diagram Usulan
Untuk mendukung tampilan data yang terdapat pada sistem aplikasi, Maka disusunlah class diagram yang dapat membantu dalam pembuatan sebuah program dimana dalam class diagram ini menggambarkan class – class yang saling berelasi sehingga dapat memberikan informasi sesuai dengan kebutuhan.
Rancangan class diagram yang dibangun antara lain sebagai berikut :
Gambar 3.22. Class Diagram Usulan
3.4.5 Rancangan Struktur Tabel
Dalam pembuatan suatu perancangan sistem maupun program dibutuhkan suatu perancangan basis data yang sesuai dengan kebutuhan dari perancangan sistem atau program tersebut. Rancangan tabel secara garis besar dibuat dari beberapa tabel yang saling berinteraksi. Rancangan struktur tabel dalam aplikasi yang dibangun tersebut sebagai berikut:
1. Tabel User
Tabel 3.20. Struktur Tabel User
No. Nama Field Type Size Keterangan
1. Kode_user Varchar 20 Primary Key
2. Username Varchar 50 Username
3. Password Varchar 50 Password
2. Tabel Layanan
Tabel 3.21. Struktur Tabel Layanan
No. Nama Field Type Size Keterangan
1. Kode_layanan Varchar 20 Primary Key
2. Nama_layanan Varchar 50 Nama layanan
3. Tabel Laporan
Tabel 3.22. Struktur Tabel Laporan
No. Nama Field Type Size Keterangan
1. Keluhan_Delay Varchar 50 Nama layanan
2. Keluhan_Pelayanan Varchar 50 Nama layanan
3. Kritik_Saran Varchar 50 Nama layanan
4. Tabel Keluhan Delay
Tabel 3.23. Struktur Tabel Keluhan Delay
No. Nama Field Type Size Keterangan
1. Nama_Pelanggan Varchar 20 Nama
2. Alamat Varchar 20 Alamat
3. Nomor_Penerbangan Integer 4 Nomor Penerbangan
4. Tujuan Varchar 4 Tujuan
5. Jadwal_Keberangkatan Date 8 Jadwal
Keberangkatan
6. Kode_Booking Integer 6 Kode Booking
7. Kronologis Varchar 50 kronologis
5. Tabel Keluhan Pelayanan
Tabel 3.24. Struktur Tabel Keluhan Pelayanan
No. Nama Field Type Size Keterangan
1. Nama Varchar 20 Primary Key
2. Nomor_Penerbangan Integer 4 Nama
pelanggan 4. Jadwal_Keberangkatan Date 8 Tanggapan
5. Kode_Booking Integer 6 Tanggapan
6. Keluhan Varchar 40 Tanggapan
6. Tabel Kritik Dan Saran
Tabel 3.25. Struktur Tabel Kritik Dan Saran
No. Nama Field Type Size Keterangan
1. Nama Varchar 20 Nama
2. Alamat Date 8 Alamat
3. Kode_Booking Integer 6 Kode Booking
4. Kritik_Saran Varchar 40 Kritik dan
Saran
7. Tabel Detail
Tabel 3.26. Struktur Tabel Detail
No. Nama Field Type Size Keterangan
1. Id_keluhan Integer 5 Primary Key
2. Kode_layanan Varchar 10 Kode layanan
3. Nilai Integer 10 Nilai
4. Komentar Text 100 Komentar
5. Keterangan Varchar 50 Keterangan
8. Tabel Voucher
Tabel 3.27. Struktur Tabel Voucher
No. Nama Field Type Size Keterangan
1. Kode_voucher Varchar 10 Primary Key
2. Keterangan Varchar 20 Keterangan