1
PENGARUH PENERAPAN MODEL MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA
KELAS VIII SMPN 30 PADANG
Putri Fadillah, Rahmi, Hamdunah
Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected]
ABSTRACT
The purpose of this research was to identify what was students’
mathematic learning outcome by implementing Missouri Mathematics Project (MMP) model be better than students’ mathematic learning outcome by conventional learning at the eight grade SMP 30 Padang. Kind of the research was experiment, research with design is random by the subject. Sample of the research was VIII2 as experiment class, VIII1 as control class. Instrument of the research was test which essay form with reliability test was r11= 0,817. Technique data analysis was t-test of the parties. Hypothesis test result obtain tcount=2,01 and ttable
= 1,67 by α = 0,05, then tcount ˃ ttable so hypothesis research was received. So, it was concluded students’ mathematic learning outcome by implementing Missouri Mathematics Project (MMP) model be better than students’ mathematic learning outcome by implementing conventional learningat eighth grade in SMPN 30 Padang.
Keywords: Mathematic Learning Outcome, Missouri Mathematics Project (MMP)
PENDAHULUAN
Matematika adalah salah satu ilmu dasar yang mempunyai peranan penting dalam upaya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Untuk menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini. Matematika juga merupakan mata pelajaran yang dapat melatih cara berfikir siswa
yaitu berfikir secara logis, kritis dan sistematis. Mengingat begitu pentingnya matematika sebagai seorang guru diharapkan mampu memfasilitasi peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran matematika. Dengan terciptanya pembelajaran yang berkualitas diharapkan hasil belajar siswa juga akan meningkat.
2
Hasil belajar merupakan tolak ukur yang digunakan untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam mengetahui dan memahami suatu mata pelajaran, biasanya dinyatakan dengan nilai yang berupa huruf atau angka-angka.
Hasil belajar dapat berupa keterampilan, nilai dan sikap setelah siswa mengalami proses belajar.
Hasil observasi yang dilakukan di kelas VII SMPN 30 Padang pada tanggal 17 sampai 20 Oktober 2016, ditemukan bahwa hasil belajar siswa masih rendah dan masih banyak yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Siswa malu bertanya kepada guru, sehingga siswa memilih bertanya kepada teman. Hal ini dikarenakan siswa cenderung bersikap terbuka kepada teman sejawatnya.
Solusi mengatasi permasalahan diatas, dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP). Gitaniasari dalam Marliani (2015: 22), “model pembelajaran MMP juga didefinisikan sebagai suatu program yang didesain untuk membantu guru dalam hal efektivitas
penggunaan latihan-latihan agar siswa mencapai peningkatan yang luar biasa”. Selanjutnya Convey dalam krismanto (2003:11) menyatakan bahwa model pembelajaran MMP merupakan suatu model pembelajaran yang terstruktur.
Menurut Convey dalam Krismanto (2003:11) menjelaskan secara rinci, langkah-langkah MMP sebagai berikut :
1) Review
Guru dan siswa meninjau ulang apa yang telah tercakup pada pelajaran yang lalu. Yang ditinjau adalah pekerjaan rumah, mencongak, atau membuat prakiraan, khususnya materi yang berkaitan dengan pembelajaran yang sedang dilakukan.
2) Pengembangan
Guru menyajikan ide baru dan perluasan konsep matematika terdahulu. Siswa diberi tahu tujuan pembelajaran yang memiliki “antisipasi” tentang sasaran pelajaran. Penjelasan dan diskusi interaktif antar guru- siswa harus disajikan termasuk demonstrasi konkret yang sifatnya piktorial atau simbolik.
Guru merekomendasikan 50%
waktu pelajaran untuk pengembangan. Pengembangan akan lebih bijaksana bila dikombinasikan dengan kontrol latihan untuk meyakinkan bahwa siswa mengikuti penyajian materi baru itu.
3) Kerja Kooperatif
3
Siswa diminta merespon satu rangkaian soal dalam kelompok, sedangkan guru mengamati jika terjadi miskonsepsi. Pada latihan terkontrol ini respon setiap siswa sangat menguntungkan bagi guru dan siswa. Pengembangan dan latihan terkontrol dapat saling mengisi dengan total waktu 20 menit. Guru harus memasukkan rincian khusus tanggung jawab kelompok dan ganjaran individual berdasarkan pencapaian materi yang dipelajari. Siswa bekerja sendiri atau dalam kelompok belajar kooperatif.
4) Seat Work/ Kerja mandiri
Guru memberikan soal/ ide dan peserta didik bekerja sendiri untuk latihan perluasan mempelajari konsep yang disajikan guru pada langkah (pengembangan).
5) Penugasan/PR
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan di rumah (PR).
Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah hasil belajar matematika siswa kelas VII SMPN 30 Padang yang pembelajarannya menerapkan model Missouri Mathematics Project (MMP) lebih baik daripada pembelajaran konvensional di kelas VIII SMPN 30 Padang.
Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Miftakhul Jannah
(2013), yang berjudul “Penerapan Model Missouri Mathematic Project (MMP) Untuk Meningkatkan Pemahaman dan Sikap Positif pada Materi Fungsi”.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan random terhadap subjek.
Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 30 Padang Tahun Pelajaran 2017/2018 terpilih kelas VIII 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII 1 sebagai kelas kontrol.
Variabel penelitian adalah model Missouri Mathematics Project (MMP), hasil belajar, dan pembelajaran konvensional.
Instrumen penelitian adalah tes akhir dengan 9 butir soal esai.
Soal tes diuji cobakan di kelas VIII SMPN 25 Padang yang diikuti sebanyak 32 orang siswa pada tanggal 29 Desember 2017.
Berdasarkan hasil analisis tingkat kesukaran soal maka diketahui bahwa 9 soal mempunyai kriteria sedang dan hasil perhitungan daya pembeda soal maka diperoleh 9 soal diterima/baik.
4
Hasil perhitungan reliabilitas soal diperoleh 𝑟11= 0,91 dan 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 0,367 berarti tes hasil belajar yang sedang diuji reliabilitasnya dinyatakan reliable.
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis tes kelas sampel pada Tabel 1 diperoleh data sebagai berikut :
Tabel 1. Hasil Analisis Tes Kelas Sampel
Kelas Sampel 𝐗̅ S 𝐗𝐦𝐚𝐤𝐬 𝐗𝐦𝐢𝐧 Eksperimen 73 18,8 100 33
Kontrol 63,3 19,7 96 26
Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat bahwa nilai rata-rata siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dari nilai rata-rata kelas kontrol dan simpangan baku siswa pada kelas eksperimen lebih rendah daripada simpangan baku kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen memiliki keragaman yang rendah, artinya nilai yang diperoleh siswa tidak tersebar jauh dari nilai rata-rata kelas.
Sebelum dilakukan uji hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas variansi. Uji normalitas dilakukan menggunakan uji liliefors (Sudjana 2005:466), diperoleh kelas
eksperimen Lhitung = 0,1515 dan Ltebel
= 0,1566, sedangkan kelas kontrol diperoleh Lhitung = 0,0983 dan Ltebel = 0,1542. Ini berarti kedua sampel berdistribusi normal karena Lhitung
lebih kecil dari Ltabel.
Hasil uji homogenitas menggunakan uji F (Walpole 1993:314) menunjukkan bahwa 𝐹(1−𝛼
2)(𝑛1−1,𝑛2−1) < F <
𝐹(𝛼
2)(𝑛1−1,𝑛2−1) berarti kedua kelas sampel mempunyai variansi yang homogen. Hasil uji homogenitas menggunakan uji F. Hasil perhitungan uji F diperoleh 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔= 0,91, dengan 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 adalah 𝐹(0,975)(31,32) = 1
𝐹0,025(30,28) = 0,49 dan F(0,025)(31,32) = 2,03 berarti kedua kelas sampel mempunyai variansi yang homogen.
Setelah dilakukan uji normalitas dan homogenitas terhadap kelas sampel, diketahui bahwa kedua kelas berdistribusi normal dan mempunyai variansi yang homogen, kemudian dilakukan uji t (Sudjana 2005:239), diperoleh 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 2,01 dan 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 =1,67, 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka tolak H0 sehingga hipotesis
5
penelitian diterima. Dengan demikian hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan model Missouri Mathematics Project (MMP) lebih baik daripada rata-rata hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan pembelajaran konvensional pada SMPN 30 Padang.
Proses pembelajaran pada kelas eksperimen dimulai guru menyampaikan tujuan pembelajaran kemudian guru mengintruksikan kepada sisiwa untuk mengingat dan meninjau ulang materi pelajaran yang lalu yaitu materi segitiga dan persegi yang berhubungan pada materi teorema pythagoras yaitu pada langkah review melalui tanya jawab. Pada langkah review guru juga membuat prakiraan, khususnya materi yang berkaitan dengan teorema Pythagoras dengan materi khusus segitiga dan persegi.
Selanjutnya pada langkah pengembangan, guru menjelaskan materi Pythagoras dan mendemonstrasikan dengan menggunakan media gambar sebagai perluasan konsep serta melakukan diskusi interaktif antar guru-siswa.
Kemudian guru memberikan contoh soal kepada siswa apakah siswa mengikuti dan paham dengan materi yang disampaikan.
Pada langkah pengembangan masih ada siswa yang belum memahami secara sempurna yang disampaikan. Untuk itu diadakan diskusi dengan teman lain dengan membentuk kelompok. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok belajar. Setelah siswa berada dalam kelompoknya, pada langkah kerja kooperatif ini guru memberikan latihan untuk dikerjakan secara berkelompok. Guru memberikan latihan kelompok kepada masing-masing kelompok berupa lembar latihan kelompok.
Sebelum menyelesaikan lembar latihan kelompok, guru menekankan siswa untuk mengerjakan soal secara bersama-sama dan saling tukar pikiran. Guru hanya memberikan bantuan seperlunya jika ada siswa yang bertanya. Guru menunjuk secara acak kembali kelompok yang akan mempresentasikan hasil diskusi didepan kelas.
Setelah siswa menyelesaikan
latihan kelompok dan
6
mempresentasikan, kemudian siswa diberikan latihan untuk dikerjakan secara mandiri pada langkah seat work. Guru memberikan latihan dan siswa bekerja sendiri sebagai latihan perluasan konsep yang disajikan guru pada langkah pengembangan.
Diakhir pembelajaran guru memberikan pekerjaan rumah pada langkah penugasan.
Berdasarkan peningkatan ketuntasan belajar siswa dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) yang diterapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap hasil belajar .
Pembelajaran di kelas kontrol pada kegiatan pembelajaran kurang melibatkan siswa, dimana guru menjelaskan materi di depan kelas dan memberikan latihan sebagai pemahaman materi oleh siswa.
Pertama guru menjelasakan materi pelajaran dan memberikan contoh soal, kemudian siswa diberi latihan.
Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih baik karena pada pembelajaran MMP siswa terlihat aktif dalam proses belajar mengajar.
Sejalan dengan yang dilakukan Arief
(2013:75) bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran matematika yang mengacu MMP lebih tinggi dari rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran ekspsitori, hal ini karena siswa yang diajar menggunakan pembelajaran matematika yang mengacu pada MMP terlibat secara aktif dalam pembelajaran.
Pada langkah kerja kooperatif/
latihan terkontrol, keberhasilan dalam menyelesaikan masalah tergantung pada usaha yang dilakukan oleh kelompok. Adanya partisipasi dan komunikasi melatih siswa dapat aktif dalam pembelajaran dan diperlukan tanggung jawab perseorangan karena keberhasilan kelompok sangat bergantung pada anggota kelompoknya. Ada beberapa siswa yang patah semangat ketika tidak mampu menyelesaikan masalah.
Namun, berkat adanya kerja kelompok sangat membantu dalam mengantisipasi.
Pada langkah seat work (latihan mandiri) siswa mampu mengerjakan latihan yang diberikan
7
guru secara mandiri dan penuh rasa tanggung jawab terhadap tugas tersebut. Dengan adanya kemandirian dari siswa tersebut maka siswa telah menerapkan konsep gaya belajar mandiri .
Pertemuan berikutnya siswa sudah memperhatikan penjelasan guru dengan baik dan bersedia bekerja sama dengan guru maupun sesama siswa sehingga proses pembelajaran berjalan lancar, siswa sering bertanya tentang hal yang belum jelas, dan penyelesaian tugas secara kelompok maupun individual sudah baik.
Berdasarkan uji perbedaan dua hasil belajar, tes akhir dilaksanakan di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Siswa yang mengikuti tes akhir sebanyak 32 orang pada kelas eksperimen dan 33 orang pada kelas kontrol. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan nilai rata-rata siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari pada nilai rata-rata kelas kontrol.
Jawaban tes akhir siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Lembar Jawaban Kelas Eksperimen Untuk Siswa RB
Berdasarkan Gambar 1, terlihat bahwa siswa pada kelas eksperimen sudah mampu menyelesaikan soal nomor 4 dengan benar tentang menerapkan Teorema Pythagoras pada panjang sisi segitiga siku-siku.
Sedangkan untuk kelas kontrol dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Lembar Jawaban Kelas Kontrol Untuk Siswa JR
Gambar 2 siswa JR kelas kontrol mampu untuk menyelesaikan soal nomor 4 dangan benar tetapi dalam menyimpulkan jawaban siswa JR belum bisa, seperti memberi pernyataan tigaan Pythagoras atau tidak tigaan pythagoras.
8
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Padang.
DAFTAR PUSTAKA
Agoestanto, Arief, Savitri, Soviana Nur. 2003. Keefektifan Pembelajaran Matematika Mengacu pada Missouri Mathematics Project Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah.
Universitas Negeri Semarang. Prosiding Seminar Nasional Matematika 2013 ISBN 978-602-14724-7-7
Jannah, Miftahul, Triyanto, & Ekana, H. 2013. Penerapan Model Missouri Mathematics Project (MMP) untuk Meningkatkan Pemahaman dan Sikap Positif Siswa pada Materi Fungi. FKIP Universitas Sebelas Maret.
Jurnal Pendidikan Matematka Vol.1 No.1 Maret 2013
Krismanto. Al. 2003. Beberapa Teknik, Model, dan
Strategi dalam
Pembelajaran
Matematika. Yogyakarta:
DPN Dikjen.
Marliani, Novi. 2015. Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa
Melalui Model
Pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP). Universitas Indraprasta PGRI. Jurnal Formatif, 5(1): 14-25.
Sudjana. 2005. Metode Statistik.
Bandung: Tarsito.
Walpole, Ronald E. 1982. Pengantar Statistik. Jakarta: PT Gramedia