PENINGKATAN PENGUASAAN KOSA-KATA BAHASA ARAB MELALUI MODEL VISUALIZATION AUDITORY KINESTHETIC PADA
SISWA KELAS VIII MTS TI AL-MADANI PONTIANAK TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Subairi
Pendidikan Profesi Guru, IAIN Palangka Raya Email : [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini dilatar belakangi oleh penguasaan kosakata bahasa arab siswa kelas VIII di MTs TI Al-Madani yang masih dalam kategori rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penguasaan kosakata Bahasa Arab siswa kelas VIII MTs TI Al-Madani Pontianak menggunakan model Visualization Auditory Kinesthetic. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian tindakan kelas (Action Research) dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, dokumentasi dan pengukuran berupa test. Penelitian ini menggunakan dua siklus. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa; 1) Penguasaan kosakata Bahasa arab pada siswa kelas VIII MTs TI Al- Madani Pontianak sebelum menggunakan model Visualization Auditory Kinesthetic dengan nilai rata-rata sebesar 62,4 dengan presentase 60%
dikategorikan cukup. 2) Penguasaan kosakata Bahasa arab pada siswa kelas VIII MTs TI Al-Madani Pontianak sesudah menggunakan model Visualization Auditory Kinesthetic a) Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 76 dengan presentase 76% tergolong kategori baik. b) Pada siklus II diperoleh nilai rata- rata 87,8 dengan presentase 100% kategori baik sekali.
Kata kunci: Penguasaan Kosakata, Pembelajaran Bahasa Arab, Model Visualization Auditory Kinesthetic
PENDAHULUAN
Model pembelajaran menjadi salah satu faktor yang berpengaruh dalam pembelajaran, model pembelajaran merupakan upaya Guru untuk memastikan proses pembelajaran terlaksana dengan baik sesuai tujuan yang diharapkan. Setiap
guru menghadapi beragam masalah di dalam pembelajaran, dimensi persoalan masing-masing guru berbeda-beda, namun pada umumnya mengalami kendala dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Pembelajaran yang efektif yakni dengan menerapkan sejumlah model pembelajaran untuk membantu Guru dalam memberikan bimbingan secara sistematik dan terukur. Guna mewujudkan hal harapn tersebut, seorang guru harus memahami model pembelajaran agar dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif. Mampu menghadirkan suasana pembelajaran yang komunikatif dengan menerapkan berbagai metode dan model pembelajaran yang menarik agar siswa termotivasi dan tidak merasa bosan saat mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu, metode yang diterapkan oleh pendidik, akan berdaya guna dan berhasil apabila menggunakan metode dan strategi pembelajaran yang tepat sehingga tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan. Sesuai dengan Firman Allah Q.S. al-Nahl (16): 125
ْمُْلِْداىجىو ِةىنىسىْلْا ِةىظِعْوىمْلاىو ِةىمْكِْلِْبا ىكِ بىر ِلْيِبىس ىلَِإ ُعْدُأ ىوُه ىكَّبىر َّنِإ ُنىسْحىأ ىيِه ِتَِّلِبا
ىنيِدىتْهُمْلِبا ُمىلْعىأ ىوُهىو ِهِلْيِبىس ْنىع َّلىض ْنىِبِ ُمىلْعىأ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”.
Kemampuan seorang guru dalam menentukan metode pembelajaran yang efektif harus memperhatikan kebutuhan pembelajaran. Tidak sedikit Guru menerapkan pembelajaran yang kurang tepat sehingga kompetensi yang diharapkan tidak tercapai. Penggunaan metode konvensional tidak sepenuhnya seperti ceramah tidak sepenuhnya keliru, namun penggunaan metode tersebut untuk semua jenis tujuan pembelajaran, karakterisik materi dan lain sebagainya merupakan tindakan yang kurang tepat. Prinsip pembelajaran di abad 21 adalah menghadirkan suasana pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif, siswa diberikan peluang untuk mencoba, berfikir kritis dan melakukan aktivitas sesuai keinginan dan kebutuhannya. Guru diharapkan mampu memposisikan diri sebagai fasilitator dan membantu siswa menemukan pengetahuan di bawah bimbingan.
Merangsang siswa untuk terlibat aktif adalah dengan memberikan pembelajaran bermakna, siswa yang terlalu lengang bukan ukuran keberhasilan pengelolaan kelas. Suasana riuh dan menyenangkan sepanjang terjadi aktivitas yang menunjang kompetensi merupakan sesuatu yang positif, tidak dimaknai sebagai kegaduhan.
Pendidikan adalah proses mengkomunikasikan ilmu pengetahuan yang bersifat umum dan mengupayakan agar generasi Indonesia menjadi pribadi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan siap menyongsong kehidupan dan kearifan (Rahmap A. M., 2020). Dalam proses pencapaian kemajuan pendidikan dan bangsa tentunya diperlukan suatu model pendidikan yang efektif agar dapat mencapai tujuan secara tepat. Istilah model
pendidikan dapat diartikan sebagai kerangka kerja suatu pekerjaan konseptual yang digunakan sebagai pedoman untuk melaksanakan kegiatan (Nailul Muna, 2021).
Proses pembelajaran merupakan salah satu bagian penting dalam suatu pendidikan. Seorang pendidik Bahasa Arab misalnya, ketika memberikan materi Bahasa Arab terhadap peserta didiknya tidak terlepas dari bahan ajar Bahasa Arab, media pembelajaran, metode, strategi dan lain-lain (Arifudin, 2020). Pola interaksi guru bersama peserta didik hakekatnya adalah hubungan antara dua pihak yang setara, yaitu antara dua manusia yang sedang mendewasakan dirinya, meskipun yang satu telah pada tahap yang seharusnya lebih maju dalam aspek akal, moral, maupun emosional. Dengan kata lain guru dan peserta didik merupakan subjek, karena masing-masing memiliki kebebasan secara aktif. Dengan menyadari pola interaksi tersebut memungkinkan keterlibatan mental peserta didik secara optimal dalam merealisasikan pengalaman belajar.
Guru memiliki peran penting dalam sistem pendidikan, sebagai seorang yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan perkembangan belajar siswa serta mampu mengidentifikasi kelemahan pembelajaran. (Elita, 2022). Oleh karena itu, guru dalam mengajar tidak lepas dari metode, strategi dan model pembelajaran yang dipakai agar peserta didik memahami apa yang diajarkan. Model-model pembelajaran yang bervariasi dan inovatif, yang digunakan guru dalam setiap kali mengadakan interaksi belajar mengajar dalam mencapai tujuan. Karena keberhasilan siswa tergantung atau terletak pada begaimana seorang guru dapat mengelola kelas ketika pembelajaran berlangsung (Indah Komsiyah, 2012: 217).
Model pembelajaran mengacu pada pendekatan yang digunakan termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas (Arends, 2012 dikutip Suprijono, 2013). Joice dan Well sebagaimana dikutip (Siswanto, 2008) menggambarkan bahwa model pembelajaran merupakan suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai desain dalam pembelajaran di kelas atau pembelajaran tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajan termasuk di dalamnya buku-buku, film, tape recorder, media program komputer, dan kurikulum.
Secara umum, kurang optimalnnya hasil belajar pada pembelajaran Bahasa Arab di kelas bukanlah serta merta menjadi kesalahan peserta didik yang dianggap kurang serius dan kurang tekun dalam belajar. Dalam hal ini, pengajar juga dituntut untuk bertanggung jawab menemukan faktor lain apa yang menjadi penyebab kegagalan tersebut. Kegagalan pembelajaran di kelas mungkin saja merupakan kesalahan pengajar yang kurang kreatif dan inovatif dalam menyampaikan materi di kelas. Pengajar kurang peka untuk menyadari bahwa kegiatan pembelajaran membutuhkan sesuatu yang baru yang dapat menunjang keberhasilan proses pembelajaran dan transfer ilmu (transfer of knowledge)(Arifudin, 2020).
Secara khusus, peneliti menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik, yaitu menggunakan model pembelajaran Visualization Auditory Kinesthetic. Model ini merupakan pembelajaran yang efektif dengan memberikan ketiga hal yaitu belajar melalui sesuatu yang dilihat, didengar, dan gerak, karena mementingkan pengalaman belajar secara langsung, menyenangkan dan menggunakan alat indra yang dimiliki.
Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti pada peserta didik kelas VIII yang berjumlah 25 orang terlihat penguasaan kosakata Bahasa Arab (mufradat) siswa belum mencapai nilai minimal yakni 70 sesuai tuntutan kurikulum.
Beberapa kompetensi yang belum tercapai antara lain meliputi penguasan kosakata aktif-produktif (berbicara-menulis) maupun pasif-reseptif (membaca- menyimak). Ini dibuktikan dari rekapitulasi hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa pra penelitian berjumlah 1.560 dengan nilai rata-rata sebesar 62,4 yakni dikategorikan cukup. Berdasarkan nilai KKM yang telah ditetapkan tersebut, dapat dikatakan bahwa hanya terdapat 15 orang siswa yang dikategorikan telah memenuhi nilai KKM, sedangkan terdapat 10 orang siswa yang belum memenuhi nilai KKM.
Pada pra penelitian dapat diidentifikasi beberapa faktor yang menyebabkan kurangnya penguasaan kosakata bahasa Arab (mufradat) khususnya pada siswa kelas VIII MTs TI Al-Madani Pontianak yakni: pertama, Bahasa Arab merupakan bahasa kedua yang hanya dipelajari siswa ketika berada di sekolah; kedua, Guru menggunakan metode pembelajaran yang bkurang tepat; ketiga, penggunaan media yang kurang variatif, sehingga pembelajaran sering disampaikan secara lisan saja tanpa ada media pendukung yang dapat menarik minat siswa saat guru menjelaskan materi; dan keempat, guru cenderung sebagai pusat pembelajaran (Teacher Centered) dan siswa hanya mendengarkan materi. Metode ceramah dan tanya jawab serta penggunaan buku paket sebagai LK (Lembar Kerja) relatif belum digunakan secara maksimal saat proses pembelajaran berlangsung sehingga siswa merasa jenuh.
Salah satu bentuk inovasi yang dapat guru lakukan adalah dalam bentuk penggunaan model pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Model pembelajaran merupakan suatu perencanaan atau suatu pola yang di gunakan sebagai pedoman dan merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran. Siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, umumnya belajar melalui visual (apa yang dilihat atau diamati), auditori (apa yang dapat didengar), dan kinestetik (apa yang dapat digerakkan atau dilakukan) sehingga memerlukan perlakuan yang berbeda sesuai dengan gaya belajarnya masing-masing.
Model Pembelajaran Visual, Auditory, Kinesthetic atau yang singkat VAK merupakan model pembelajaran yang cocok untuk menyikapi permasalahan tersebut. Model VAK dalah model pembelajaran yang menggunakan 3 macam
sensori dalam menerima infromasi yaitu penglihatan, pendengaran, dan gerak dan dapat diartikan bahwa pembelajaran berlangsung dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki siswa melalui pelatihan dan pengembangannya untuk mencapai pemahaman dan pembelajaran yang efektif (Humairok, 2018).
Sejalan dengan pembelajaran di atas, dilihat dari aspek perbedaan gaya belajar tersebut merupakan kombinasi dengan menyerap sesuatu yang dilihat, didengar, dan digerakkan. Peneliti menggunakan konsep pembelajaran dengan menyusun perencanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran sebagai pendukung sekaligus untuk mengatasi perbaikan pembelajaran. Penjelasan tersebut diperjelas Cucu Suhana (2014: 37) yang mengatakan bahwa “model pembelajaran juga memiliki hubungan yang sangat erat dengan gaya belajar peserta didik (learning style) dan gaya mengajar guru (teaching style)”. Berangkat dari beragam permasalahan yang diungkapkan di atas maka dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) bertajuk “Peningkatan Penguasaan Kosa-kata Bahasa Arab Melalui Model Visualization Auditory Kinesthetic Pada Siswa Kelas VIII MTs TI AL-Madani Pontianak Tahun Pelajaran 2022/2023”.
METODOLOGI PENELITIAN
Menurut V. Wiratna (Sujarweni, 2022: 5), Metode penelitian menggambarkan rancangan penelitian yang meliputi prosedur atau langkah- langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data, serta dengan cara apa data tersebut diperoleh dan diolah atau dianalisis.
Dalam melakukan penelitian salah satu yang terpenting adalah menentukan metode dan pendekatan penelitian yang digunakan. Dalam penelitian ini, menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). PTK atau Classroom Action Research (CAR) adalah proses berpikir sempurna, pelaksanaannya haru dirancang sedemikian rupa agar hasilnya berguna untuk meningkatkan kualitas proses pembelajarannya. PTK disebut juga penelitian untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam proses pembelajaran, sehingga mutu pembelajaran dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan.
Menurut John Elliot dalam Daryanto (2014: 3) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah penelitian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas tindakan didalamnya. Seluruh prosesnya mencakup proses telaah, diagnosis, perencanaan, pemantauan, dan pengaruh yang menciptakan hubungan antara evaluasi diri dengan perkembangan sosial. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Kemmis dalam Nur Hidayah (2013: 6) menjelaskan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan bentuk inkuiri reflektif yang dilakukan untuk meneliti masalah sosial termasuk pembelajaran.
Secara rasional, penelitian tindakan kelas ini digunakan untuk meningkatkan praktik-praktik sosial atau pendidikan, memahami tentang praktik-praktik
sosial dan pendidikan, memahami tentang praktik-praktik pendidikan, dan situasi yang memungkinkan terlaksananya praktek pendidikan.
Adapun Model siklus penelitian tidakan kelas menurut Suharsimi Arikunto (2015: 46) yang terdiri dari siklus I sampai siklus II dan akan dilanjutkan ke siklus selanjutnya jika terdapat tindakan yang belum memenuhi ketercapaian tujuan pembelajaran. Model siklus pelaksanaan penelitian tindakan kelas terdapat pada gambar dibawah ini.
Sumber: Suharsimi Arikunto, dkk (2015:46)
Kemmis dan McTaggart (dalam Erna Febru Aries dan Ari Dwi Haryanto, 2012: 14) menjelaskan bahwa penelitian tindakan kelas mempunyai prosedur penelitian yang khusus. Prosedur tersebut terdiri atas perencanaan (planning), pelaksanaan (action), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting). Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
HASIL PENELITIAN
Berdasarkan data yang telah dideskripsikan, dapat disimpulkan secara keseluruhan bahwa model Visualization Auditory Kinesthetic dapat meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa arab pada siswa kelas VIII MTs TI Al-Madani
Perencanaan
Pelaksanaan Refleksi
Pengamatan
Perencanaan
Pelaksanaan
Pengamatan Refleksi
Siklus 1
Siklus 2
Pontianak tahun pelajaran 2022/2023. Pembahasan mengenai hasil penelitian dapat diketahui sebagai berikut:
1. Penguasaan kosakata Bahasa arab sebelum menggunakan model Visualization Auditory Kinesthetic pada siswa kelas VIII MTs TI Al-Madani Pontianak tahun pelajaran 2022/2023 dengan keseluruhan peserta didik berjumlah 25 orang dan nilai peserta didik berjumlah 1.560 dengan nilai rata-rata sebesar 62,4 dikategorikan baik. Namun, kategori nilai tersebut tergolong masih rendah jika dibandingkan dengan nilai KKM yang telah ditetapkan yaitu 70. Hal ini dapat dilihat bahwa terdapat 15 orang yang nilainya sudah tuntas dengan presentase sebsar 60% dan 10 orang siswa yang memiliki nilai belum tuntas.
Berdasarkan presentase nilai tersebut dapat dikatakan bahwa sebesar 40%
nilai siswa yang masih rendah belum memenuhi indikator pencapaian yang telah ditetapkan yaitu dalam penguasaan kosakata Bahasa arab terkait topik ةياوهلا. dengan baik.
2. Pelaksanaan pembelajaran Bahasa arab pada siklus I menunjukkan bahwa peneliti tidak menyampaikan tujuan pembelajaran, tidak memberikan contoh sesuai dengan materi, tidak menjelaskan, materi dengan papan tulis, tidak menunjukkan kepedulian terhadap siswa/menegur yang menganggu pembelajaran sedang berlangsung, suasana kelas yang tidak nyaman, tidak tertib dan tidak menyenangkan, tidak menyimpulkan materi dan tidak memberikan motivasi akhir. Berdasarkan kategori yang tidak terlaksana tersebut disebabkan karena peneliti belum dapat mengatur siswa dalam artian belum dapat melakukan komunikasi dan mengelola kelas dengan baik, sehingga proses pembelajaran menjadi tidak tertib, tidak efektif dan tidak menyenangkan. Sedangkan pada pelaksanaan siklus II pembelajaran telah tercapai sesuai langkah-langkah yang telah ditentukan sehingga menjadi tertib, rapi, terarah, efektif, menyenangkan dan hasilnya pun memuaskan.
3. Penguasaan kosakata Bahasa arab setelah menggunakan model Visualization Auditory Kinesthetic pada siswa kelas VIII MTs TI Al-Madani Pontianak tahun pelajaran 2022/2023, pada siklus I dilaksanakan pada 13 desember 2022. Keseluruhan nilai siswa berjumlah 1.900 dengan nilai rata- rata sebesar 76 dikategorikan baik dengan jumlah 19 orang yang sudah tuntas dengan presentase 76%. Namun, masih terdapat siswa yang nilainya belum tuntas. Hal ini dapat dilihat bahwa 6 orang siswa memiliki nilai di bawah KKM dengan presentase nilat tersebut dapat dikatakan bahwa sebesar 24%
nilai siswa yang masih rendah karena penguasaan kelas oleh peneliti yang belum terarah dengan baik serta belum memenuhi indikator keberhasilan dan tujuan pembelajaran dengan materi pokok ةياوهلا.. Sedangkan pada siklus II dilaksanakan pada tanggal 21 desember 2022 yang keseluruhan nilai siswa berjumlah 2.195 dengan nilai rata-rata sebesar 87,8 dikategorikan baik sekali.
Pelaksanaan pembelajaran yang berlangsung pada siklus II menjadi
pelaksanaan siklus yang terakhir sehingga peneliti menghentikan penelitian karena langkah-langkah pembelajaran telah dilaksanakan dengan terarah dan tertib yang sehingga siswa dapat berkonsentrasi pada pembelajaran dan 25 orang siswa sudah tuntas dan sudah memenuhi indikator keberhasilan dan tujuan pembelajaran dengan materi pokok ةياوهلا.
Setelah keseluruhan, pembelajaran yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi pada siklus I dan II dengan menggunakan model Visualization Auditory Kinesthetic sesuai dengan langkah- langkah yang telah dibuat. Aktivitas siswa, interaksi dan hasil belajar baik jika dibandingkan dengan sebelum menggunakan model Visualization Auditory Kinesthetic.
Berdasarkan uraian dan hasil yang diperoleh diatas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Visualization Auditory Kinesthetic yang digunakan sangat berpengaruh dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa dengan signifikan. Karena penelitian ini telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan, maka penelitian ini dinyatakan berhasil.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dipaparkan, maka kesimpulan umum dalam penelitian ini adalah “peningkatan penguasaan kosakata Bahasa arab melalui model Visualization Auditory Kinesthetik pada siswa kelas VIII MTs TI Al-Madani Pontianak tahun pelajaran 2022/2023” dapat dikatakan bahwa model tersebut dapat meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa arab karena menunjukkan hasil penelitian dengan kategori baik sekali. Adapun kesimpulan khusus dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Penguasaan kosakata Bahasa arab sebelum menggunakan model Visualization Auditory Kinesthetik pada siswa kelas VIII MTs TI Al-Madani Pontianak tahun pelajaran 2022/2023, dengan materi pokok ةياوهلا rata-ratanya sebesar 1.560 dikategorikan baik. Peserta didik yang belum memenuhi nilai KKM berjumlah 10 orang dengan presentase sebesar 40% dan telah memenuhi nilai KKM berjumlah 15 orang dengan presentase sebesar 60%.
2. 2. Pembelajaran menggunakan model visualization auditory kinesthetik pada siswa kelas VIII MTs TI Al-Madani Pontianak tahun pelajaran 2022/2023 dilaksanakan 2 siklus yaitu siklus I pada tanggal 12 Desember 2022 dan siklus II pada tanggal 21 Desember 2022. Dan pada masing-maisng siklus terbagi dalam empat tahap dalam pembelajaran, yaitu perencanaan tindakan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi dan tahap refleksi. Adapun pembelajaran dimulai dengan guru memasang media visual berbentuk power point dengan proyektor dipapan tulis. Peserta didik mengamati gambar visual yang ada di papan tulis tersebut. Setelah media visual ditampilkan, guru juga memberikan media auditory pada proyektor dengan
bantuan speaker untuk didengarkan oleh peserta didik. Guru mengajak peserta didik untuk bernyanyi secara bersama-sama agar membantu peserta didik lebih mudah dalam memahami dan menguasai kosakata Bahasa Arab.
Serta untuk mengasah kemampuan penguasaan kosakata peserta didik guru melakukan model kinesthetic yaitu memberikan kesempatan peserta didik bergerak langung dengan bermain tebak kosakata yang pada siklus I ditampilkan melalui media power point dan pada siklus II ditampilkan melalui media Styrofoam yang berisi soal-soal yang terkait dengan kosakata yang dipelajari. Dan sebelum mengakhiri pelajaran guru memberikan evaluasi berupa soal test kepada peserta didik.
3. Penguasaan kosakata setelah menggunakan model Visualization Auditory Kinesthetik pada siswa kelas VIII MTs TI Al-Madani Pontianak tahum pelajaran 2022/2023, dilakukan sebanyak 2 kali yaitu siklus I dan siklus II.
Pelaksanaan siklus 1 dengan nilai rata-rata sebesar 76 dikategorikan baik.
Peserta didik yang belum memenuhi nilai KKM berjumlah 6 orang dengan presentase sebesar 76%. Pelaksanaan siklus II dengan nilai rata-rata sebesar 87,8 dan keseluruhan nilai siswa telah memenuhi nilai KKM.
DAFTAR PUSTAKA A. Sumber
.يمركلا نارقلا .ةيسينودنلإا ةيروهملجا ةينيدلا نوؤلا ةرازو :تركاج . 2015
B. Sumber Arab
( .نىلما لين .) 2021
ةطسوتلما ةسردلما في ةءارقلا ةراهم ةيقترل يقرفلا ميلعتلا جذونم ةيلاعف
ىدلْا حتف ةيملاسلإا
Ringinanom Udanawu Blitar
غنوغاغنولوت نياإ
.( .ديهش دممح و نيدلا فراع و فحمر .) 2020
ىدل ميلعتلا عفاود ىلع ةيبرعلا ةغللا في ماظن رثأ
لاامرأ .يعمالجا دهعلما بلاط برعلا بدأو ميلعت ةلمج
( .ن .قايرخم .) 2018
ميلعتلا جذونم ةيلاعف
“vak”
ةباتكلا ةراهم ةيقترل )يكرح ،يعسم ،يرصب(
جنابموج طيبوموس ناسوارت ةطسوتلما "حلافلا" ةسردبِ عباسلا لصفلا بلاطل ( .يإ .د ،اتيلإ اسفلأا ددعتم قيرفلا بولسبأ نىواعتلا ميلعتلا جذونم مادختسإ .) 2022
م
(Student
Team Achievment Division
)
.راتيلب يدادونو ىدلْا راد ةيملاسلإا ةيوناثلا ةسردلمبا ةءارقلا
نياإ : غنوغاغنولوت 1
غنوغاغنولوت
C. Sumber Indonesia
Arifudin, A. (2020). Pengembangan Kamus Al-Af’Āl Dalam Meningkatkan Kemahiran Menulis Pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab Iain Pontianak. Lisanan Arabiya: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 4(01), 57–77.
https://doi.org/10.32699/liar.v4i1.1255
Arikunto, S. 1998. PROSEDUR PENELITIAN Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:
Rineka Cipta.
Cucu Suhana. 2014. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: Refika Aditama.
Komsiyah, Indah, 2012. Belajar Dan Pembelajaran. Yogyakarta: Teras.
Nur Hidayah, 2013. Panduan Praktis Penyusutan dan Pelaporan PTK. Jakarta:
PT. Prestasi Pustakakarya.
Suharsimi Arikunto, dkk. 2015. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Aditya Media.