• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of Penerapan Model Project Based Learning (PJBL) Pada Mata Pelajaran Tematik Kelas III Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banyuwangi Tahun Pelajaran 2021/2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "View of Penerapan Model Project Based Learning (PJBL) Pada Mata Pelajaran Tematik Kelas III Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banyuwangi Tahun Pelajaran 2021/2022"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

180 Indonesian Journal of Islamic Teaching, Vol. 5, No. 2, November 2022: 180-194

PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL)

PADA MATA PELAJARAN TEMATIK KELAS III DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 1

BANYUWANGI TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Renita Fitria Damayanti Nino Indrianto

Universitas Islam Negeri KH Achmad Shiddiq Jember, Jawa Timur, Indonesia

ABSTRACK

MIN 1 Banyuwangi is a school located in Banyuwangi city and a school that has implemented a project based learning model in the classroom, the results of observations show that there are students who are less active because they are not involved in learning in the classroom. Therefore, the application of the project-based learning model aims to make students more active in learning.

This research has a focus such as: 1) How to implement the Project Based Learning (PjBL) Model in Class III Thematic Subjects at Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banyuwangi in the 2021/2022 academic year; 2) How is the Evaluation in the Project Based Learning (PjBL) Model in Class III Thematic Subjects at Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banyuwangi for the 2021/2022 Academic Year. Meanwhile, the goal is to find out the Implementation and Evaluation in the Project Based Learning (PjBL) model in Class III thematic subjects at Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banyuwangi in the 2021/2022 academic year.

This approach uses qualitative and uses case study research. Determination of subjects in this study include: principals, third grade students, and third grade guardians. The collection includes observation, interviews, and documentation. The data analysis technique is an interactive model from Miles, Huberman and Saldana.

The results of the research on the application of the project based learning model show that: 1) The implementation of the project based learning model has several stages, namely learning planning which includes teachers making lesson plans and syllabus in schools with other teachers, with the aim that the learning process runs optimally, then on implementation There are also three learning activities, namely preliminary activities in the form of teachers providing motivation, teachers checking student attendance, and others, the two core activities include (determining questions, designing plans, making schedules, monitoring students, testing results, and evaluating experiences), c) and lastly, the closing activity here is where the teacher reflects and provides reinforcement so as not to forget the material that has been given, as well as providing motivation and collecting the work then praying together before going home; 2) Evaluation of the project based learning model, namely an attitude assessment in the form of spiritual and social, the second is an assessment of knowledge in the form of written and non-written tests, the last is an assessment of skills in the form of the initial process of making a project until the end of making a project.

(2)

181 Abstrak

MIN 1 Banyuwangi adalah sekolahan yang terletak di banyuwangi kota dan sekolah yang sudah menerapkan model project based learning di dalam kelas, hasil observasi menunjukan bahwa terdapat peserta didik yang kurang aktifnya karena tidak terlibat dalam pembelajaran di dalam kelas. Maka dari itu penerapan model project based learning ini bertujuan agar peserta didik lebih aktif untuk belajar.

Penelitian ini memiliki fokus seperti : 1) Bagaimana Pelaksanaan dalam Model Project Based Learning (PjBL) Pada Mata Pelajaran Tematik Kelas III di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banyuwangi Tahun Pelajaran 2021/2022; 2) Bagaimana Evaluasi dalam Model Project Based Learning (PjBL) Pada Mata Pelajaran Tematik Kelas III di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banyuwangi Tahun Pelajaran 2021/2022. Sedangkan tujuannya, untuk mengetahui Pelaksanaan dan Evaluasi dalam model Project Based Learning (PjBL) pada mata pelajaran tematik Kelas III di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banyuwangi Tahun Pelajaran 2021/2022

Pendekatan ini menggunakan kualitatif dan memakai jenis penelitian studi kasus. Penentuan subyek pada penelitian ini meliputi: kepala sekolah, peserta didik kelas III, dan wali kelas III. Pengumpulannya meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu model interatif dari Miles, Huberman dan Saldana.

Hasil penelitian penerapan model project based learning menunjukan bahwa:

1) Pelaksanaan model project based learning terdapat beberapa tahapan yaitu perencanaan pembelajaran yang meliputi guru membuat RPP dan silabus di sekolah dengan guru-guru lainnya, dengan tujuan agar proses pembelajaran berjalan dengan maksimal, kemudian pada pelaksanaan pembelajaran juga terdapat tiga kegiatan yaitu kegiatan pendahuluan berupa guru memberikan motivasi, guru megecek kehadiran peserta didik, dan lain-lain, kedua kegiatan inti meliputi (menentukan pertanyaan, mendesain perencanaan, membuat jadwal,memonitoring peserta didik, menguji hasil, dan mengevaluasi pengalaman), c) dan yang terakhir kegiatan penutup disini guru melakukan refleksi memberikan penguatan agar tak lupa dengan materi yang sudah di berikan, sekaligus memberikan motivasi dan mengumpulkan hasil karya kemudian berdoa bersama sebelum pulang; 2) Evaluasi model project based learning yaitu penilaian sikap yang berupa spiritual dan sosial, yang kedua penilaian pengetahuan yang berupa tes tulis dan non tulis, yang terakhir penilaian keterampilan yang berupa proses awal membuat proyek sampai akhir membuat proyek

Korespondensi: Renita Fitria Damayanti, Nino Indrianto

Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, UIN KH Achmad Shiddiq Jember [email protected],[email protected]

Hak Cipta © 2022 Indonesian Journal of Islamic Teaching, ISSN 2615-7551

(3)

182 PENDAHULUAN

Setiap orang terlibat dalam belajar sebagai proses atau upaya untuk mengubah perilaku mereka dengan memperoleh pengetahuan dan keterampilan.

1

Guru dan siswa adalah dua aktor yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Melihat, mengamati, menalar, mencoba, mengomunikasikan, dan memahami sesuatu adalah semua aspek pembelajaran. Perilaku guru adalah proses menciptakan kondisi dan lingkungan belajar, dan perilaku siswa adalah belajar. Bagaimana bahan ajar dibuat mempengaruhi tingkah laku. Belajar adalah perpaduan antara mengajar (teaching) dan belajar.

2

Aspek mendasar dari pendidikan adalah pembudayaan dan pendidikan siswa. Tujuan dari arahan ini adalah untuk membantu siswa dalam memahami dan menerapkan bahan ajar yang mereka terima

.3

Jika beberapa topik digabungkan menjadi satu, ini disebut tema. Tematik diarahkan pada jenis pembelajaran tertentu dengan mengadaptasi tema tertentu.

Menurut Muhammad Muklis, pembelajaran tematik adalah jenis pembelajaran yang menggabungkan beberapa mata pelajaran menjadi satu tema. Ini menekankan pada keterlibatan siswa dalam pembelajaran, memberi mereka kemampuan untuk memecahkan masalah, dan menumbuhkan kreativitas sesuai dengan kemampuan dan preferensi masing-masing.. 4 Abdul Majid juga mendefinisikan istilah “pembelajaran tematik” sebagai pembelajaran terpadu yang menggunakan tema-tema untuk menghubungkan beberapa mata pelajaran guna memberikan pengalaman yang bermakna kepada peserta didik5 .

1 Ahdar Djamaluddin dan Wardana, Belajar dan pembelajaran, (Sulawesi selatan:2019), 6

2 Rusman, Belajar dan pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2017), 1

3 Andi Rasyid Pananrangi, Manajemen Pendidikan, (Makassar:Celebes Media Perkasa, 2017). 9 https://books.google.co.id/books?id=LwA2DwAAQBAJ&pg=PR4&dq=Andi+Rasyid+Pananrangi,+Manajemen +Pendidikan,+(Makassar:Celebes+Media+Perkasa,+2017).&hl=jv&sa=X&ved=2ahUKEwjL0af8rYz6AhUUEb cAHU5EBb4Q6AF6BAgDEAI#v=onepage&q=Andi%20Rasyid%20Pananrangi%2C%20Manajemen%20Pendi dikan%2C%20(Makassar%3ACelebes%20Media%20Perkasa%2C%202017).&f=false

4 Muhammad Shaleh Assingkily, Uni Sahara, “Pembelajaran tematik bagi anak usia dasar(metodologi dalam islam) jurnal file:///C:/Users/User/Downloads/548-1666-3-PB.pdf , Vol. IX No. 2, juli-desember 2019, 17

5 Abdul Majid, Pembelajaran Tematik Terpadu (Bandung:PT Remaja Rosdakarya, 2014), h.80

(4)

183 Tujuan pembelajaran tematik adalah menggabungkan beberapa mata pelajaran sekaligus (antar mata pelajaran) untuk mempertemukan kegiatan belajar. Tujuan pembelajaran tematik adalah untuk memudahkan siswa dalam mempelajari topik dan menumbuhkan semangat belaja.6 Pada hakekatnya siswa berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sebagai bagian dari proses belajar mengajar. Melalui model atau media pembelajaran guru, guru harus berusaha melibatkan proses belajar mengajar.7

Model pembelajaran berbasis proyek, di sisi lain, dapat digunakan oleh pendidik atas kebijaksanaan mereka sendiri. Karena kenyataan bahwa model pembelajaran berbasis proyek ini mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam mengkomunikasikan proyek dan materi mereka kepada siswa lain. Anda dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang pembelajaran, mempertahankan konsep unik, dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan menarik dengan menerapkan model pembelajaran berbasis proyek.8 Untuk mengatasi hal ini, siswa harus terlibat dalam proses pembelajaran yang lebih bermakna yang melampaui sekadar menghafal fakta.B. Menghasilkan barang dan membuat belajar lebih menyenangkan. Pembelajaran yang signifikan adalah sesuatu yang harus dicoba oleh setiap instruktur. Karena anak-anak akan bersemangat untuk belajar ketika mereka menemukan sesuatu yang bermakna.

Beberapa perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Anisa Yunita Sari dan Retno Astuti adalah sama dalam penggunaan model pembelajaran berbasis proyek yang digunakan, yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Perbedaan lebih fokus pada kelas atas.

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pelaksanaan dalam model project based learning (PjBL) pada mata pelajaran tematik kelas III di madrasah ibtidaiyah negeri 1 banyuwangi Tahun Pelajaran 2021/2022! Yang kedua untuk mengetahui evaluasi dalam model Project Based Learning (PjBL) pada mata pelajaran tematik kelas III di madrasah ibtidaiyah negeri 1 banyuwangi tahun pelajaran 2021/2022, penelitian ini akan bermanfaat bagi siswa, sekolah, guru, dan

6 Maulana Arafat Lubis dkk,2020, Pembelajaran Tematik SD/MI, Jakarta:Kencana,hal 8, https://books.google.co.id/books?id=bBwREAAAQBAJ&printsec=frontcover&dq=pembelajaran+tematik&hl=i d&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=pembelajaran%20tematik&f=false

7 Syaiful Djamarah Bahri, dkk, 2010, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta, hal.36

8 Ahmad Khoiruddin dan Djoko Suwito, Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan Aktifitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Kompetensi Dasar Aksi Dan Reaksi Gaya SMK Negeri 7 Surabaya, Vol 11 No 01 Tahun 2021, hal 41

(5)

184 bahkan peneliti itu sendiri. Dari sisi kegunaan teoritis diharapkan dapat menghasilkan khazanah keilmuan yang relevan dengan pengajaran, khususnya penerapan model pembelajaran berbasis proyek.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, di mana perilaku subjek penelitian, persepsi, motivasi, tindakan, dan fenomena pengalaman lainnya diuraikan sekaligus dalam hal kata-kata dan bahasa untuk itu dimaksudkan untuk pemahaman holistik. Situasi khusus yang alami dan menggunakan metode ilmiah yang berbeda.9 Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi Kasus, peneliti mengambil jenis penelitian Studi Kasus karena peneliti tidak ikut serta dalam penelitian. Data tersebut disusun menjadi laporan yang naratif dan kronologis.

Lokasi penelitian merupakan fokus penelitian seorang peneliti, dan untuk mencapai hasil yang sempurna peneliti hanya menggunakan satu lokasi penelitian.10 Lokasi pada penelitian ini bertempat di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banyuwangi Kecamatan Sobo, Kabupaten Banyuwangi, Provisi Jawa Timur.

Penentuan lokasi ini tentunya dengan berbagai pertimbangan dan observasi serta informasi yang di dapatkan oleh peneliti bahwa masih banyak peserta didik yang kurang aktif dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Penentuan subyek pada penelitian ini yaitu menggunakan purpusive. Purpusive sendiri merupakan teknik yang menggunakan sumber data dengan pertimbangan tertentu. Misalnya, pertimbangan khusus ini mengandaikan bahwa orang tersebut paling tahu apa yang kita harapkan, atau mungkin yang dominan menjadi lebih mudah.11 peneliti kualitatif dijelaskan menurut Lincon dan Mengutip Meleon, Guba mengatakan bahwa karena penelitian dimulai dengan asumsi bahwa penelitian kualitatif erat kaitannya dengan faktor kontekstual, informan untuk penelitian ini dikumpulkan sebanyak mungkin dari berbagai sumber dan komponen, kami mengharapkan Anda mengumpulkan informasi.12 Seperti kepala sekolah, wali kelas 3 dan peserta didik.

Karena memperoleh data merupakan tujuan utama penelitian, maka metode pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis. Peneliti tidak bisa

9 Lexy J.Holeong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung:PT Remaja Rosdakarya, 2017)

10 Rukin Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi (Surabaya:CV, Jakad Media Publishing 2021), 66

11 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung:alfabeta, 2021), 95-96

12 Meleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, 165

(6)

185 mendapatkan data yang memenuhi standar data yang telah ditetapkan jika tidak mengetahui cara pengumpulannya. Sumber data primer dan metode yang digunakan dalam kualitatif penelitian adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pengumpulan data berlangsung dalam pengaturan alami.13 Menggunakan teknik pengumpulan data miles hubermen dan saldana.

HASIL DAN PEMBAHASAN TEMUAN

Berdasarkan hasil lapangan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banyuwangi, bahwa pelaksanaan model project based learning pada mata pelajaran tematik di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banyuwangi ini ada beberapa pelaksanaan model project based learning meliputi perencanaan dan pelaksanaan.

Perencanaan yang dilakukan oleh guru kelas 3 dalam model pembelajaran project based learning ini sebelumnya sering di lakukan dalam pembelajarn tematik, pada penelitian ini peneliti menggunakan mata pelajaran tematik yang di dalamnya membuat proyek tentang kincir angin, yang nantinya akan mengikuti langkah- langkah yang ada di buku tematik masing-masing peserta didik. Perencanaan pelaksanaan model project based learning ini yang dilakukan oleh ibu tri kafida selaku wali kelas 3 bertujuan untuk mendidik peserta didik agar lebih aktif dan kreatif, kemudian untuk menambah wawasan agar mereka lebih memahami tentang project based learning ini.

Pada hakikatnya silabus adalah rencana pembelajaran pada satu semester.14 Jadi silabus itu sendiri adalah garis besar atau penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi dan kemampuan dasar yang ingin dicapai dan silabus ini dipersiapkan untuk keperluan selama satu semester. Sedangakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana pelajaran rinci dari mata pelajaran atau topik tertentu yang terkait dengan silabus. 15 Rencana pembelajaran adalah kegiatan pembelajaran pribadi untuk satu atau lebih pertemuan. Saat ini, RPP ini telah dikembangkan dari kurikulum untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa

13 Sugiyono,Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, (Bandung : Alphabeta 2018 hal 224

14Dr. Setiadi Cahyono Putro dan Ahmad Mursyidun Nidhom, Perencanaan

Pembelajaran,https://books.google.co.id/books?id=zQXEAAAQBAJ&pg=PA48&dq=silabus+adalah&hl=jv&sa=X

&ved=2ahUKEwjs4uqy6qT4AhXGR2wGHaqSBbsQ6AF6BAgJEAI#v=onepage&q=silabus%20adalah&f=false, hal.49

15 Permendikbud RI No. 81a tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum

(7)

186 untuk mencapai kompetensi dasar (KD). Oleh karena itu, setiap guru hendaknya membuat RPP selama pembelajaran agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar hingga selesai.16

Temuan tersebut kemudian di samakan dengan teori oleh Rusman yaitu:

“Rencana pembelajaran adalah rencana kegiatan pembelajaran digunakan satu atau lebih pertemuan. Rencana pembelajaran dikembangkan dari silabus dan membimbing siswa melalui kegiatan belajar mereka untuk mencapai kompetensi yang dipersyaratkan (KD). interaktif, merangsang, menyenangkan, menantang, memotivasi, melibatkan siswa secara aktif, dan mendorong inisiatif, kreativitas, dan otonomi, tergantung pada kemampuan, minat, perkembangan fisik dan psikologis siswa Semua guru melakukan kegiatan pembelajaran yang memberikan ruang yang cukup bagi peserta didik.”17

Berdasakan uraian di atas, dari hasil penelitian dengan teori yang di kemukan oleh rusman memiliki kesamaan antara model pembelajaran berbasis proyek untuk mata pelajaran tematik, seperti untuk silabus dan RPP secara lengkap. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat ditemukan bahwa terdapat langkah-langkah perencanaan model project based learning dalam mata pelajaran tematik kelas 3 di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banyuwangi bahwa di dalam perencanaan terdapat 3 persiapan, yang pertama silabus, RPP di dalamnya terdapat model project based learning dan terdapat alat dan bahan meliputi gunting,lem,kertas origami, sedotan, dan lain-lain.

Didalam kegiatan pendahuluan ini, dibuka dengan guru memberi salam, kemudian memimpin peserta didik untuk berdoa sebelum pembelajaran di mulai dan memberikan motivasi kepada peserta didik sekaligus menanyakan kabar mereka lalu memberikan menguatan tentang materi sebelumnya, yang terakhir adalah melakukan ice breaking agar peserta didik lebih bersemangat.

Temuan tersebut di kemukakan dengan teori abdul majid yang di kembangkan sebagai beikut:

“Pada kegiatan pendahuluan ini yang pertama guru menarik perhatian peserta didik, yang dapatt dilakukan dengan cara seperti menyakinkan peserta didik bahwa materi atau pengalaman belajar yang akan dianggap oleh peserta didik,

16 Permendikbud RI No. 65 Tahun 2013 tentang standar proses.

17 Rusman Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta, Prenadamedia Group,2017 ,hal 66-67

(8)

187 terlibat dalam interaksi yang menyenangkan. Yang kedua adalah menumbuhkan inspirasi belajar peserta didik yang harus dimungkinkan dalam sopan santun, misalnya, menciptakan suasana alami sehingga peserta didik merasa dekat, misalnya menyapa dan berbagi sebagai keluarga, menciptakan minat, untuk misalnya menyambut peserta didik untuk mempelajari sesuatu, menghubungkan materi atau pengalaman. Pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Ketiga memberikan referensi atau tanda-tanda tentang penemuan yang akan diselesaikan, yang seharusnya dimungkinkan dalam cara, misalnya, mengungkapkan tujuan yang ingin dicapai dengan mencapai tujuan.”18

Berdasarkan uraian di atas, menunjukan bahwa teori yang di kembangkan oleh abdul majid memiliki kesamaan dan berbedaan, kesamaan seperti guru menarik perhatian peserta didik, dan guru memberikan motivasi,dan yang terakhir guru memberikan penguatan tentang materi sebelumnya, sedangkan perbedannya pada teori ini tidak ada doa bersama sebelum pembelajaran, dan tidak memberikan ice ketikadi dalam kelas.

Selanjutnya didalam kegiatan ini terdapat langkah-langkah dalam model Project Based Learning, Kegiatan utama adalah kegiatan inti. Dalam kegiatan inti, siswa terlibat dalam pengalaman belajar yang bermakna dengan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pembelajaran yang menggunakan berbagai metode dan media untuk membahas tema dan subtema. Selain itu, guru harus dapat melayani sebagai panutan yang baik bagi peserta didik dalam hal pembelajaran. Artinya guru perlu berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran bersama peserta didik guna mempelajari tema atau subtema yang sedang dipelajari. Oleh karena itu, guru menggunakan strategi pembelajaran pada langkah kegiatan inti ini untuk mencoba menciptakan lingkungan belajar yang berkaitan dengan tema dan subtema. 19

Di dalam kegiatan inti ini terdapat tahapan project based learning, Ada enam yaitu : Pertama menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek, jadi langkah awal agar peserta didik mengamati tentang proyek yang ada seperti yang terdapat dalam buku tematik tentang kincir angin dari kertas origami atau kertas lipat, yang kedua mendesain perencanaan project sebagai langkah nyata pertanyaan yang akan disusun sebagai suatu perencanaan proyek, hasil penelitian menunjukan bahwa guru dan

18 Abdul Majid, Pembelajaran Tematik Terpadu, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017).129.

19 Abdul Majid, Pembelajaran Tematik Terpadu, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017).129-130.

(9)

188 peserta didik untuk mendesain rencana proyek yang akan dibuat nantinya, disini guru meminta peserta didik untuk memahami langkah-langkah dalam membuat kincir angin yang terbuat dari kertas origami dan mengeluarkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam membuat proyek. Yang ketiga menyusun jadwal penjadwalan sangat penting agar proyek berjalan sesuai target, yang keempat memonitoring atau memantau peserta didik terhadap pelaksanaan dan perkembangan proyek, di dalam hasil penelitian ini menunjukan bahwa guru juga membantu proses pembuatan proyek jika ada peserta didik yang merasa kesulitan dalam proses pembuatan proyek, mulai dari alat dan bahan atau cara membuatnya dan guru mencari solusi agar pekerjaan mereka cepat selesai. Yang kelima menilai hasil jadi disini guru menilai hasil proyeknya mulai dari awal pembuatan hingga akhir pembuatannya sekaligus melihat ketika peserta didik mempresentasikan hasil proyek yang terkait dengan model project based learning ini dan langkah yang terakhir mengevaluasi pengalaman atau merefleksi pembelajaran yang terkait dengan mata pelajaran ini.

Hal tersebut bertujuan untuk melatih peserta didik agar mempunyai rasa percaya diri ketika mereka presentasi di hadapan temanya, selanjutnya i guru memberikan saran tentang hasil proyek mereka seperti kerapian dalam menggunting dan lem dan yang terpenting apa kincir angin bisa berputar atau tidak.

Sebanding dengan teori rusman yang mengatakan bahwa ada beberapa langkah-langkah dalam project based learning ada enam langkah sebagai berikut: a) Penentuan Pertanyaan Mendasar, b) Mendesain Perencanaan, c) Menyusun Jadwal, d) Memonitoring peserta didik dan kemajuan Proyek, e) Menguji Hasil, f) Mengevaluasi pengalaman.20

Berdasarkan hasil penelitian tentang pelaksanaan project based learning pada mata pelajaran tematik tersebut di temukan kesamaan dengan teori rusman, seperti : 1) di mulainya dengan pertanyaan esensial, 2) mendesain rencana proyek, 3) membuat jadwal, 4) memonitoring peserta didik atau memantau pekerjaan peserta didik, 5) menilai hasil, 6) mengevaluasi pengalaman.

Kegiatan akhir guru dapat dilihat sebagai cara untuk mengakhiri pelajaran dengan memberikan gambaran yang komprehensif tentang apa yang telah dipelajari siswa dan bagaimana kaitannya dengan pengalaman sebelumnya, serta mengukur keberhasilan guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran. Guru dapat

20 Rusman Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta, Prenadamedia Group,2017 ,hal 407-408

(10)

189 menyimpulkan pelajaran dengan meninjau dan mengevaluasi materi di akhir. Dalam kegiatan evaluasi ini, guru dapat menggunakan formulir untuk mendemonstrasikan keterampilan atau memberikan konsep baru untuk situasi lain dalam kegiatan meninjau apa yang dapat dilakukan dengan meringkas esensi dari pelajaran.

pelajaran atau membuat ringkasan.21

Kemudian guru melakukan refeksi dengan bertanya kepada peserta didik, dan memberikan penguatan agar mereka ingat apa saja yang sudah di pelajari sekaligus memberikan motivasi kepada mereka, selanjutnya peserta didik mengumpulkan hasil proyeknya ke depan lalu berdoa bersama yang di pimpin oleh ketua kelas.

Sebanding dengan teori Dr Akrim yang mengatakan bahwa refleksi merupakan cara berpikir tentang apa yang baru saya di pelajari atau berfikir ke belakang tentang hal-hal yang telah dilakukan pada pembelajaran sebelumnya. Atau refleksi bisa di artikan sebagai respon terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan yang baru di terima atau ditemukan.22

Pada kegiatan penutup guru mengefleksi pembelajaran yang sudah dilakukan dengan menanyakan pengalaman peserta didik ketika proses pembelajaran, apakah menyenangkan atau tidak dalam membuat proyek ini dan berdoa bersama ketika pembelajaran selesai.

jadi kesimpulan dari fokus penelitian dapat diketahui bahwa pelaksanaan project based learning ini dalam mata pelajaran tematik kelas 3 di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banyuwangi tahun pelajaran 2021/2022 yaitu perencananan seperti guru merencanakan RPP dan silabus, dan guru membuat RPP di sekolah dengan guru-guru lainnya, dengan tujuan agar proses pembelajaran berjalan dengan maksimal, kemudian terdapat pelaksanaan yang meliputi : kegiatan pendahuluan yang berisi guru memberikan motivasi, guru megecek kehadiran peserta didilk, dan lain-lain, selanjutnya kegiatan inti yang berisi langkah-langkah pada proyek sebagai berikut : pertama penentuan pertanyaan, kedua mendesain perencanaan proyek, ketiga menyusun jadwal, keempat memonitor atau memantau peserta didik pada kemajuan proyek yang akan dibuat, kelima menguji hasil, dan keenam mengevaluasi pengalaman. Dan terakhir. kegiatan penutup disini guru melakkukan

21 Abdul Majid, Pembelajaran Tematik Terpadu, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017).129-130- 131.

22 Dr. Akrim, Strategi Pembelajaran (Umsu Press: 2022) hal 234 https://books.google.co.id/books?id=bzZgEAAAQBAJ&pg=PT125&dq=buku+tentang+teori+refleksi+pembela jaran&hl=jv&sa=X&ved=2ahUKEwjFsr_Z35b5AhUGSWwGHf2jDxE4ChDoAXoECAEQAg#v=onepage&q=

buku%20tentang%20teori%20refleksi%20pembelajaran&f=false

(11)

190 refleksi, memberikan penguatan agar tak lupa dengan materi yang sudah di berikan, sekaligus memberikan motivasi dan mengumpulkan hasil karya kemudian berdoa bersama sebelum pulang.

Model pembelajaran tidak akan terlepas dari evaluasi terutama dalam model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada mata pelajaran tematik ini. Salah satu teknik pengendalian mutu tersebut dapat diperoleh melalui evaluasi , penilaian, dan lain-lain, Penilaian seperti ini dapat diharapkan sebagai instrument. Seorang guru melakukan evaluasi memakai yang namanya penilaian, penilaian itu sendiri merupakan suatu penilaian yang dilakukan untuk menentukan suatu kompetensi dasar yang mengacu ke hasil belajar. Disini penilaian yang di pakai oleh bu kafida yaitu penilaian sikap, penilaian pengetahuan, penilaian keterampilan.

Penilaian otetik adalah cara pengumpulan, pelaporan, dan pemanfaatan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik melalui penerapan penilaian, pelaksanaan berkelanjutan, dan bukti yang asli, akurat, dan konsisten sebagai akuntabilitas publik. Hal ini sejalan dengan pendapat Johnson , yang menyatakan bahwa peserta didik memiliki banyak kesempatan untuk mendemonstrasikan apa yang telah mereka pelajari dan apa yang telah mereka pelajari selama proses pembelajaran melalui penelitian otentik.23

Di dalam penilaian sikap ini, guru pertama kali memantau peserta ddik dalam membuat produk(sosial) mulai dari awal membuat produk sampai selesai membuat produk, dan guru melihat peserta didik ketika berdoa (spiritual).

Sebanding dengan teori abdul majid yang menjelaskan bahwa penilaian sikap yaitu :

“penilaian yang bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu atau objek. Sikap terdiri dari tiga komponen yakni afektif, kognitif dan perilaku. Komponen efektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang terhadap sesuatu objek.”24

Berdasarkan paparan diatas menunjukan bahwa teori yang di kembangkan oleh abdul majid memiliki persamaan dan perbedaan, kesamaannya seperti guru memantau peserta didik ketika di dalam kelas, mulai dari pembelajaran di mulai sampai selesai pembelajaran. Sedangkan perbedaannya yaitu tidak ada spiritualnya

23 Abdul Majid, Pembelajaran Tematik Terpadu, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017), 236.

24 Abdul Majid, Pembelajaran Tematik Terpadu, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017).127

(12)

191 yaitu di teori abdul majid tidak ada berdoa bersama mulai dari awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran.

Selanjutnya di dalam penilaian pengetahuan guru memakai instrument penilaian tes tulis dalam bentuk soal dan tes lisan dalam bentuk ucapan, penilaian jenis ini cenderung digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik yang berkaitan dengan soal dan jawaban yang diberikan oleh guru.

Sebanding dengan teori rusydiyah yang menjelaskan bahwa penilaian pengetahuan yaitu :

“penilaian pengetahuan merupakan jenis tes yang digunakan lembaga pendidikan: tes objektif dan tes non-objektif. Tes objektif adalah jenis yang paling umum, sedangkan tes deskripsi sering digunakan di bidang sains dan teknologi dan ilmu sosial, di mana hanya ada satu jawaban yang benar untuk pertanyaan tersebut. Dalam ilmu-ilmu sosial, tes deskripsi non-objektif sering digunakan, dengan beberapa jawaban yang benar dan bukan hanya satu berdasarkan argumen peserta didik“25

Berdasarkan paparan di atas menunjukan bahwa teori yang di kembangkan oleh abdul majid memiliki persamaan yaitu sama sama menggunakan penilaian tulis dan non tulis yang berda di dalam buku tematik dan membrikan soal pertanyaan menggunakan lisan.

Yang terakhir yaitu penilaian keterampilan atau membuat proyek, disini guru meggunakan penilaian keerampilan dengan tujuan agar peserta didik lebih percaya diri dan guru menilai dari awal membuat proyek sampai selesai membuat proyek.

Sebanding dengan teori dari abdul majid yang menjelaskan bahwa penilaian keterampilan yaitu :

“proyek merupakan salah satu bentuk penilaian otentik yang berupa pemberian tugas kepada peserta didik dengan cara berkelompok. Kegiatan ini merupakan tugas yang harus di selesaikan oleh peserta didik dengan waktu yang telah di tentukan mulai dari awal pembuatan hingga akhir pembuatan”26 Berdasarkan paparan di atas menunjukan bahwa teori yang di kembangkan oleh abdul majid memiliki persamaan yaitu di dalam penilaian keterampilan ini sama-sama mendahulukan proses membuat proyek mulai dari awal membuat hingga akhir membuat proyek.

25 Rusydiyah, pengertian penilaian, hal 210

26 Abdul Majid, Pembelajaran Tematik Terpadu, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017).250.

(13)

192 Jadi kesimpulan dari fokus penelitian dapat diketahui bahwa evaluasi project based learning ini dalam mata pelajaran tematik kelas 3 di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banyuwangi tahun pelajaran 2021/2022 yaitu guru melakukan 3 penilaian yaitu, penilaian sikap yang berisi spiritual dan sosial, kemudian penilaian pengetahuan yang berisi tulis dan non tulis dan yang terakhir penilaian keterampilan dimana yang dilakukan guru mulai dari proses pembelajaran sampai akhir membuat proyek.

SIMPULAN

Pelaksanaan pada Model Project Based Learning (PjBL) pada Mata Pelajaran Tematik kelas III di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banyuwangi terdapat perencananan seperti guru membuat rencanana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan silabus, dan guru membuat RPP di sekolah dengan guru-guru lainnya, dengan tujuan agar proses pembelajaran berjalan dengan maksimal, kemudian terdapat pelaksanaan yang meliputi : kegiatan pendahuluan yang berisi guru memberikan motivasi, guru megecek kehadiran peserta didilk, dan lain-lain, selanjutnya kegiatan inti yang berisi langkah- langkah pada proyek sebagai berikut : pertama penentuan pertanyaan, kedua mendesain perencanaan proyek, ketiga menyusun jadwal, keempat memonitor atau memantau peserta didik pada kemajuan proyek yang akan dibuat, kelima menguji hasil, dan keenam mengevaluasi pengalaman. Dan terakhir kegiatan penutup, di dalam kegiatan penutup ini guru melakkukan refleksi, memberikan penguatan agar tak lupa dengan materi yang sudah di berikan, sekaligus memberikan motivasi dan mengumpulkan hasil karya kemudian berdoa bersama sebelum pulang. Sedangkan evaluasi pada model Project Based Learning (PjBL) pada Mata Pelajaran Tematik Kelas III di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banyuwangi tahun pelajaran 2021/2022 yaitu guru melakukan 3 penilaian yaitu, penilaian sikap yang berisi spiritual dan sosial, kemudian penilaian pengetahuan yang berisi tulis dan non tulis dan yang terakhir penilaian keterampilan dimana yang dilakukan guru mulai dari proses pembelajaran sampai akhir membuat proyek

DAFTAR PUSTAKA

Assingkily Muhammad Shaleh, dkk, Pembelajaran Tematik Bagi Anak Usia Dasar (Metodologi Dalam Islam) Vol. IX No 2, juli-Desember 2019,

(14)

193 Akrim, Strategi Pembelajaran, Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara,Press,

2022

Ananda Rusydi, Evalusi Pembelajaran: Citapustaka Media, 2015

Djamaluddin Ahdar dan Wardana, Belajar dan Pembelajaran, Sulawesi Selatan, 2019

Syaiful Djamarah Bahri, dkk, 2010, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta

Holeong, Lexy J, Metodologi Penelitian Kualitatif Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2017

Khoiruddin Ahmad, dkk, Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan Aktifitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Kompetensi Dasar Aksi Dan Reaksi Gaya SMK Negeri 7 Surabaya, Jurnal Vol 11 No 01 Tahun 2021

Lubis Arafat Maulana, dkk Pembelajaran Tematik SD/MI Jakarta : Kencana 2020 Miles, Mettew B, Qualitative Data Analysis A Methods Sourcebook Amerika :

Arizona State University, 2014

Mahmud, Choirul, Pendidikan Multi Kultural Yogyakarta : Pustaka Belajar, 2010 Majid, Abdul, Pembelajaran Tematik Terpadu Bandung : PT Remaja

Rosdakarya, 2014

Majid, Abdul, Pembelajaran Tematik Terpadu Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2017

Permendikbud RI No. 81a tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum Permendikbud RI No. 65 Tahun 2013 tentang standar proses.

Rukin, Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi Surabaya : CV Jakad Media Publishing, 2021

Rusman, Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan Jakarta : Prenada Media Group, 2017

Rasyid Andi, Manajemen Pendidikan : Celebes Media Perkasa, 2017

Setiadi Chyono Putro, Perencanaan Pembelajaran : Ahli Media Press, 2021 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif Bandung : Alfabeta, 2021, Metode

Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaitf, Kualitatif dan R&D Bandung : Alfabeta, 2018

(15)

194 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif Bandung : Alfabeta, 20 17, Metode

Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaitf, Kualitatif dan R&D Bandung : Alfabeta, 2021

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penyuluhan dan pelatihan kepada kelompok UKM pengolahan pangan dan Kelompok UKM Batik menunjukkan bahwa pemahaman peserta sesudah pelaksanaan penyuluhan dan

Pada Tabel 7.2 tersebut memperlihatkan tidak adanya homologi DNA di.. antara organisme yang berbeda. Homologi DNA tidak akan melebihi tingkat genus atau famili. Di lain

Cabor olahraga senam di Indonesia mewarisi sejarah dan tradisi yang cukup panjang dalam perkembangannya. Diawali dari perkembangan yang didorong oleh militer di masa-masa

 Konsumsi semen yang merupakan bahan dari beton pada tahun 2012 di Indonesia mencapai 50 juta ton dan terus mengalami kenaikan permintaan terutama di luar Pulau Jawa.. 

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: Relationship Marketing berpengaruh signifikan dan positif terhadap Kepuasan Pelanggan, Brand Image berpengaruh signifikan dan positif

Dari analisis koefisien determinasi dapat dijelaskan bahwa citra merek, harga, dan kualitas produk mempengaruhi keputusan pembelian handphone Xiaomi di Kota Langsa

Berdasarkan analisa data dari hasil in-depth interview, didapatkan petugas memahami tentang pengertian, manfaat, dan jenis alat pelindung diri yang harus digunakan selama

3 Evaluasi Isolat Bakteri Asam Laktat Asal Susu Kambing sebagai Starter untuk Produksi Susu Fermentasi (Anggota dari 4 Peneliti).. 2016 Hibah