• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Kesadaran Merek (Brand Awareness) terhadap Citra Merek (Brand Image) pada Gitar Bermerek Ibanez.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Kesadaran Merek (Brand Awareness) terhadap Citra Merek (Brand Image) pada Gitar Bermerek Ibanez."

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Vii Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK

Dalam perkembangan industri alat musik di dunia, Ibanez merupakan salah satu pembuat gitar dari Jepang yang paling terkenal. Perusahaan gitar Ibanez di dirikan di Nagoya, Jepang pada tahun 1957 sebagai anak perusahaan Hoshino Gakki, importir alat musik jepang yang memulai gitar Ibanez untuk membuat model dan variannya tersendiri. Teknik pengambilan sampel yang peneliti gunakan adalah purposive sampling, yaitu merupakan metode penetapan sampel yang didasarkan pada kriteria-kriteria tertentu. Menurut (Hair et all, 1998) menyatakan bahwa ukuran sampel paling sedikit 50 responden atau paling baik adalah lebih dari 100 responden. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebanyak 261 orang. Setelah melakukan pengujian signifikansi dan hipotesis, maka peneliti perlu melakukan pengujian R Square untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Kesadaran Merek (Brand Awareness) terhadap Citra Merek (Brand Image). Hasil dari penelitian yang telah dilakukan yaitu adanya pengaruh Kesadaran Merek (Brand Awareness) terhadap Citra Merek (Brand Image) gitar bermerek Ibanez. Hal ini dapat dilihat lewat uji regresi sederhana (R Square) yang menunjukkan adanya pengaruh Kesadaran Merek (Brand Awareness) terhadap Citra Merek (Brand Image) sebesar 42,9%, serta 57,1% lainnya yang dipengaruhi oleh faktor lain.

(2)

ABSTRACT

In the development of musical instrument industry in the world, Ibanez is one of the guitar makers of Japan's most famous. Ibanez guitar company was founded in Nagoya, Japan in 1957 as a subsidiary of Hoshino Gakki, a Japanese musical instrument importer Ibanezstarted to create its own model and its variants. Sampling techniques that researchers

useis purposive sampling, which is a method of determination of the sample based on certain criteria. According to (Hair et al, 1998) states that the sample size of at least 50 respondents or the best is more than 100 respondents. In this study samples that used as many as 261

people. After testing the significance and the hypothesis, then researchers need to test the R Square to find out how much influence on Brand Awareness Brand Image. The results of the research has been done of the impact on Brand Awareness, Brand

Image Ibanez branded guitars. It can be seen through a simple regression test (RSquare) which shows the influence of Brand Awareness Brand Image for 42.9%, and57.1% are influenced by other factors.

(3)

Vii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

1.2 Identifikaasi Masalah ... 4

1.3 Maksud & Tujuan Penelitian ... 4

1.4 Kegunaan Penelitian ... 5

1.4.1 Bagi akademisi ... 5

1.4.2 Bagi perusahaan ... 5

1.4.3 Bagi teman-teman mahasiswa ... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6

2.1 Kajian Pustaka ... 6

2.1.1 Pemasaran ... 6

2.1.2 Merek ... 8

2.1.3 Ekuitas Merek ... 9

(4)

2.1.5 Citra Merek (Brand Image) ... 11

2.1.6 Loyalitas Merek ... 13

2.1.7 Persepsi Kualitas ... 13

2.2 Rerangka Teoritis ... 16

2.3 Rerangka Pemikiran ... 17

2.4 Pengembangan Hipotesis ... 18

2.5 Model Penelitian ... 18

BAB III METODE PENELITIAN ... 19

3.1 Jenis Penelitian ... 19

3.2 Populasi, Sampel & Teknik Pengambilan Sampel ... 20

3.2.1 Sampel ... 20

3.2.2 Teknik Pengambilan Sampel ... 20

3.3 Definisi Operasional Variabel & Pengukuran Variabel ... 21

3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 23

3.5 Metode Analisis Data ... 24

3.5.1 Uji Reliabilitas ... 24

3.5.2 Uji Validitas ... 25

3.5.3 Uji Regresi ... 25

BAB IV HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN ... 26

4.1 Hasil Penelitian ... 26

4.1.1 Karakteristik Responden ... 26

4.2 Analisis Hasil Uji Reliabilitas ... 30

4.3 Analisis Hasil Uji Validitas ... 31

4.4 Hasil Pengujian Hipotesis ... 33

4.5 Pembahasan... 37

BAB V KESIMPULAN & SARAN ... 39

5.1 Kesimpulan ... 39

(5)
(6)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Rerangka Teoritis ... 16

Gambar 2 Rerangka Pemikiran ... 17

Gambar 3 Model Penelitian ... 18

(7)

Vii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR TABEL

Tabel I Riset Terdahulu...15

Tabel II Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran Variabel...21

Tabel III Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin...26

Tabel IV Karakteristik Responden Berdasarkan Usia...27

Tabel V Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan...28

Tabel VI Karakteristik Responden Berdasarkan Pemilihan Gereja...29

Tabel VII Karakteristik Responden Berdasarkan Pemilihan Kota...29

Tabel VIII Tabel Cronbach’s Alpha...30

Tabel IX Correlations...32

Tabel X Anova...34

Tabel XI Coefficients...35

Tabel XII Uji Hipotesis...36

(8)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Artikel-artikel ... 44

Lampiran 2 Kuesioner Penelitian ... 81

Lampiran 3 Data Mentah ... 86

Lampiran 4 Hasil Pengujian Data SPSS ... 96

(9)

1

Kotler & Amstrong (2004) mendefinisikan ekuitas merek sebagai suatu efek pembeda positif dari respon konsumen atas barang & jasa sebagai akibat dari pengetahuan konsumen atas nama merek dari barang & jasa tersebut.

Hasil suatu studi di Amerika, konsumen menyatakan bahwa 72 % dari konsumen akan & bersedia untuk membayar dengan harga premium sebesar 20 % lebih tinggi terhadap merek yang telah konsumen pilih, suka & percaya dibandingkan dengan harga dari merek – merek lainnya (produk pesaing). Dari pernyataan tersebut, yang merupakan hasil penelitian Michael Adiwijaya dalam artikelnya yang berjudul Perluasan Merek: ”Strategi Jitu Peluncuran Produk Baru” dapat

diketahui bahwa sebuah produk yang memiliki ekuitas merek yang tinggi memberikan keunggulan kompetitif untuk dapat bertahan, bersaing & bahkan menjadi market leader dalam era hypercompetition.

(10)

2 BAB I PENDAHULUAN

kualitas, & aset merek lain. Maka kesadaran serta citra merek sebagai dua unsur dari berbagai komponen ekuitas merek tersebut yang akan menjadi fokus pembahasan dalam penelitian ini.

Penelitian ini lebih menekankan pada Kesadaran Merek (Brand awareness) dan Citra Merek (Brand Image) karena kedua komponen tersebut pada dasarnya memiliki hubungan yang sama-sama kuat & keduanya merupakan unsur dari ekuitas merek yang secara kuat saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung. Ada hubungan atau kausal dari kedua komponen tersebut yang begitu kuat & saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya. Hal tersebut dapat didefinisikan sebagai seperangkat aset yang pada akhirnya dapat menambahkan atau bahkan mengurangi nilai ke atau dari sebuah produk (Aaker, 1991).

Pada awalnya, pembentukan citra merek yang dirasa oleh konsumen adalah sebuah bentuk proses penyampaian suatu nilai produk yang terjadi melalui komponen kesadaran merek. Terdapat efek penerimaan, baik secara langsung maupun tidak langsung yang ditujuntukkan oleh suatu Citra Merek (Brand Image) melalui komponen Kesadaran Merek (Brand Awareness). Aaker & Alvarez (1995) menyatakan bahwa kesadaran merek secara tidak langsung mempengaruhi citra merek. Selain itu, diasumsikan hubungan antara asosiasi merek lain yang membentuk citra.

Namun Angel, Fransisco, & Manuel (1999), menyatakan bahwa kesadaran merek secara langsung mempengaruhi pembentukan citra merek. Kesadaran merek dinyatakan telah mempengaruhi citra merek tanpa melalui perantara, seperti asosiasi merek.

Berdasarkan dua perbedaan pendapat yang telah dikemukaan sebelumnya, maka peneliti

(11)

3 BAB I PENDAHULUAN

Universitas Kristen Maranatha menjadi objek penelitian ini adalah sebuah produk gitar yang terkemuka di Indonesia bahkan di dunia, bermerek Ibanez. Peneliti memilih produk gitar bermerek Ibanez karena produk ini dirasa memang merupakan sebuah produk gitar yang telah berdiri & beroperasi sejak lama serta dikenal oleh para gitaris di Indonesia maupun di dunia. Ibanez merupakan salah satu pembuat gitar dari Jepang yang paling terkenal. Perusahaan gitar Ibanez di dirikan di Nagoya, Jepang pada tahun 1957 sebagai anak perusahaan Hoshino Gakki, importir alat musik jepang yang memulai gitar ibanez untuk membuat model dan variannya tersendiri.

Pada awalnya gitar Ibanez membuat duplikat dari desain milik Amerika. Pada model model awalnya termasuk juga model 2364 yang merupakan duplikasi dari model gitar terkenal Ampeg Dan Armstrong yang terbuat dari plastik jernih. Gitar ibanez model 2347 merupakan duplikat dari model 2351 yang sangat mirip dengan model Gibson Les Paul, dan model 2348 merupakan duplikat yang hampir sempurna dari model non-reverse Gibson Firebird. Varian model kopian yang berhasil di ciptakan oleh gitar Ibanez dengan sangat baik ini hampir dapat disamakan dengan model yang asli, dan ini membuat perusahaan gitar Gibson untuk menuntut perusahaan gitar Ibanez akan pelanggaran hak cipta di tahun 1977.

Namun anehnya, gugatan tersebut tidak ditujukan kepada desain badan dari gitar Ibanez yang mirip dengan desain gitar Gibson, tetapi ditujukan untuk desain headstock dari gitar Ibanez dan kemudian di selesaikan di pengadilan pada tahun 1978. Ini memacu perusahaan gitar Ibanez untuk memperkenalkan desain milik gitar Ibanez sendiri.

Jajaran utama “superstrat” pada gitar Ibanez adalah model “RG”. Gitar ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1985 dan kemudian disatukan oleh “The Saber” dengan bentuk yang

(12)

4 BAB I PENDAHULUAN

merupakan gitar tertipis yang pernah diproduksi. Pada akhir 1980an, gitar Ibanez berkolaborasi dengan gitaris berbakat Steve Vai yang sebelumnya pernah bergabung dengan Whitesnake, David Lee Roth’s solo band, dan Solo-nya sendiri. Steve Vai telah kehilangan gitar kustom favoritnya “Chavel Guitar” yang dicuri. Sehingga ia membutuhkan gitar baru. Steve Vai dan

Ibanez berhasil mendesain superstrat dengan 24 fret, konfigurasi pickup aforementioned dan grab handle pada badan yang di kenal oleh Vai sebagai monkey grip. ia dan ibanez juga mendesain gitar dengan 7 senar bernama “the Universe”.

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya mengenai betapa besarnya Brand dari Ibanez itu sendiri dan pentingnya pengaruh antara Brand Awareness terhadap Brand Image, maka penulis tertarik untuk meneliti dan menuangkannya dalam skripsi yang berjudul “Pengaruh Kesadaran Merek (Brand Awareness) terhadap Citra Merek

(Brand Image) Secara Langsung.

1.2Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah sebelumnya, maka identifikasi permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Apakah terdapat pengaruh kesadaran merek (Brand Awareness) terhadap citra merek (Brand Image) secara langsung?

1.3Maksud & Tujuan Penelitian

(13)

5 BAB I PENDAHULUAN

Universitas Kristen Maranatha penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh Kesadaran Merek (Brand Awareness) terhadap Citra Merek (Brand Image) secara langsung.

1.4 Kegunaan Penelitian

Adapun manfaat yang akan diperoleh dari hasil penelitian ini adalah : 1.4.1 Bagi akademisi

Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi tambahan bagi penelitian lebih lanjut dalam ilmu pengetahuan bagi akademisi yang ingin meneliti mengenai masalah pengaruh Kesadaran Merek (Brand Awareness) terhadap Citra Merek (Brand Image).

1.4.2 Bagi perusahaaan

Penelitian ini dapat berguna bagi perusahaan untuk mengetahui apakah tingkat Kesadaran Merek (Brand Awareness) benar positif mempengaruhi pembentukan Citra Merek (Brand Image). Jika memang benar demikian, maka perusahan dapat merancang suatu usaha pemasaran yang dimana dapat melibatkan suatu Kesadaran Merek (Brand Awareness) dengan Citra Merek (Brand Image).

1.4.3 Bagi teman-teman mahasiswa

(14)

39

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V

KESIMPULAN & SARAN

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian yang telah penulis lakukan yaitu adanya pengaruh Kesadaran Merek (Brand Awareness) terhadap Citra Merek (Brand Image) gitar bermerek Ibanez. Hal ini dapat dilihat lewat uji regresi sederhana (R Square) yang menunjukkan adanya pengaruh Kesadaran Merek (Brand Awareness) terhadap Citra Merek (Brand Image) sebesar 42,9%, serta 57,1% lainnya yang dipengaruhi oleh faktor lain.

Citra merek yang umumnya dipengaruhi oleh tindakan dari berbagai upaya pemasaran perusahaan secara tidak langsung. Dimana sebenarnya penerimaan citra merek tersebut diterima melalui komponen kesadaran merek. Kesadaran merek yang baik merupakan sebuah penciptaan asosiasi yang ditimbulkan oleh suatu produk, yang asal-usulnya berada dalam sebuah penciptaan citra merek (Keller, 1993).

(15)

40

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Universitas Kristen Maranatha

5.2. Saran

Pada saat ini banyak sekali perusahaan baru yang bermunculan dengan inovasi terbaru bahkan bisa menyerupai pesaingnya namun unggul dalam masalah harga sehingga banyak perusahaan besar yang walaupun sudah berdiri sejak lama dapat mengalami dampak negatifnya. Oleh karena itu setiap perusahaan besar yang sudah ada dan berkembang sejak dahulu perlu melakukan inovasi-inovasi dan cara-cara baru agar produk yang merek hasilkan bisa tetap bertahan di mata para konsumen. Dengan memperkuat pemasarannya, promosinya maupun inovasi-inovasi terbaru juga akan dapat memperkuat posisi mereka sebagai perusahaan yang bagus di mata konsumennya.

(16)

41

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

(17)

42

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

Adiwijaya, Michael. (2005). Perluasan Merek: ”Strategi Jitu Peluncuran Produk Baru”. Jurnal Ekonomi MODERNISASI, Vol. 1, No. 2, Juni, hal. 1-11.

CHING-FU CHEN WEN-SHIANG TSENG. (2011). Exploring Customer-based Airline Brand Equity: Evidence from Taiwan. Current Research Journal of Social Sciences 3(1), Januari, hal. 34-43.

Nazli Alimen & A. Guldem Cerit. (2009). Dimensions of Brand Knowledge: Turkish University Students’ Consumption of International Brands. European & Mediterranean Conference on Information Systems, July 13-14, hal. 1-15.

Macdonald, Emma and Sharp, Byron. (2003). Management Perceptions of the Importance of Brand Awareness as an Indication of Advertising Effectiveness. Marketing Bulletin, 14 (2), hal. 1-11.

Santoso, Yussy & Resdianto, Ronnie. (2007). Brand sebagai Kekuatan Perusahaan dalam Persaingan Global. Business & Management Journal Bunda Mulia, Vol: 3, No. 2, September, hal. 52-63.

Villarejo-Ramos, A.F. et al. (1999). Direct & Indirect Effects of Marketing Effort on Brand Awareness & Brand Image. Journal of Brand Management, hal. 1-24

Hair, Joseph F, Jr, et.al., (1998), Multivariate Data Analysis, Fifth Edition, USA : Prentice-Hall International. Inc. Cryer,

Gozhali Ahmad. (2006). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Universitas Diponegoro.

Sugiyono (2006). ”Metode Penelitian Bisnis”. Bandung: Alvabeta www.bisniskeuangan.kompas.com

(18)

Referensi

Dokumen terkait

Dari pemaparan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk mengukur Brand Awareness (kesadaran merek) didasarkan pada tingkatan Top of Mind , Brand Recall ,

Sebagai salah satu tahap dalam hirarki komunikasi merek ( hierarchy of branding), citra merek atau lebih dikenal dengan sebutan brand image memegang peranan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra merek ( brand image ) yang terdiri dari variabel citra perusahaan, citra pemakai, dan citra produk terhadap

Dari tabel diatas dapat dilihat hasil Top Brand Index merek Aqua sebesar 75.9% hal ini menunjukkan adanya kesadaran merek, asosiasi merek, dan citra merek ( brand image ) pada

PENGARUH PERSEPSI BRAND IMAGE (CITRA MEREK) TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN TAS MEREK EIGER (Studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik

Citra Merek Brand Image Suatu perusahaan dikatakan berhasil dalam memberikan merek pada suatu produk atau jasanya dapat dilihat dari bagaimana perusahaan tersebut menanamkan citra

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel citra merek brand image mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan konsumen dalam menggunakan jasa service AC pada CV..

141 4.2.1 Pengaruh Tagline Terhadap Brand Awereness pada Konsumen HP merek Oppo Reno di Oppo Exsperience Store Tasikmalaya 141 4.2.2 Pengaruh Brand image terhadap Brand awareness pada