• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS TINGKAT KONTRIBUSI PENERIMAAN PAJAK DAERAH TERHADAP PAD KOTA PADANG TAHUN 2008-2012.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS TINGKAT KONTRIBUSI PENERIMAAN PAJAK DAERAH TERHADAP PAD KOTA PADANG TAHUN 2008-2012."

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

i

ANALISIS TINGKAT KONTRIBUSI PENERIMAAN PAJAK

DAERAH TERHADAP PAD KOTA PADANG

TAHUN 2008-2012

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pada Program Studi S1

Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Andalas

Oleh:

DANU AMMALIK

1010532033

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG

(2)

No Alumni Universitas 1010532033 f). Tanggal Lulus : 21 Juli 2014 g). Predikat lulus : Sangat Memuaskan h). IPK : 3,11 i). Lama Studi : 3 Tahun 11 Bulan j). Alamat Orang Tua: Jalan Sutan Syahrir Komp Pelindo No 10 Rawang Padang Selatan

Analisis Tingkat Kontribusi Penerimaan Pajak Daerah Terhadap PAD Kota Padang Tahun 2008-2012

Skripsi oleh: Danu Ammalik

Pembimbing: Drs. H. Fauzi Saad, MM, Ak

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kontribusi pajak daerah terhadap penerimaan PAD di kota Padang dan juga untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang bias mempengaruhi penerimaan pajak daerah di kota Padang. Data yang digunakan adalah data sekunder yang didapatkan dari DPKA kota Padang dan BPS kota Padang. Sedangkan metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif / comparative. Hasil analisis data yang didapatkan penulis adalah bahwa setiap tahunnya pajak daerah berkontribusi terhadap PAD rata-rata sebesar lebih dari 63%. Dalam 3 tahun terakhir pajak daerah kota Padang terus mengalami pertumbuhan dimana pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2011 yaitu sebesar 31,90%. Pajak Penerangan Jalan adalah pajak daerah yang memiliki kontribusi terbesar terhadap PAD kota Padang dimana tiap tahunnya memberikan kontribusi rata-rata lebih dari 25%. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penerimaan pajak daerah di kota Padang adalah bencana alam, jumlah wisatawan, nilai investasi, dan perekonomian kota Padang.

(3)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Negara Republik Indonesia menganut asas desentralisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dengan memberikan keleluasaan pada daerah untuk menyelenggarakan otonomi daerah. Menurut Undang-undang No.22 Tahun 1999 Pasal 1 dikatakan bahwa yang dimaksud otonomi daerah adalah kewenangan daerah otonom, yang selanjutnya disebut daerah, untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan perundang-undangan. ,Dengan adanya otonomi, daerah dipacu untuk dapat berkreasi mencari sumber penerimaan daerah. Pemerintah Daerah sebagai satuan yang diberi wewenang untuk mengatur diri sendiri sesuai otonomi daerah membutuhkan sumber-sumber pembiayaan yang cukup. Namun, Pemerintah Pusat tidak dapat memberikan sepenuhnya pembiayaan kepada daerah, maka kepada daerah diberikan kewajiban dan wewenang untuk menggali sumber-sumber keuangan daerahnya sendiri.

(4)

Tabel 1.1 Target dan Realisasi Penerimaan PAD Kota Padang

Tahun 2008 - 2012

Tahun Target Penerimaan Realisasi Persentase 2008 128.469.134.954 117.866.279.170 91,71% 2009 133.164.556.383 113.268.654.182 85,06% 2010 120.926.262.740 116.435.656.590 96,29% 2011 164.935.233.893 150.151.686.556 91,04% 2012 187.627.806.660 189.450.840.075 100,97%

Dari berbagai alternatif sumber penerimaan yang mungkin dipungut oleh daerah (dalam hal ini Kota Padang), Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah menetapkan pajak dan retribusi daerah menjadi salah satu sumber penerimaan yang berasal dari dalam daerah (Pendapatan Asli Daerah) dan dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi masing-masing daerah. Dalam sejarah Pemerintahan Daerah Indonesia, sejak Indonesia merdeka sampai saat ini pajak dan retribusi daerah telah menjadi sumber penerimaan yang dapat diandalkan bagi daerah. Sejak tahun 1948 berbagai Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah dan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah telah menempatkan pajak dan retribusi daerah sebagai sumber penerimaan daerah.

(5)

3 pemberian wewenang yang lebih besar kepada daerah di bidang perpajakan, dan peningkatan efektivitas pengawasan. Ketiga hal ini berjalan secara bersamaan, sehingga upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dilakukan dengan sesuai dan konsisten terhadap prinsip-prinsip perpajakan yang baik dan tepat.

Pajak daerah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 adalah sebagai berikut :

1. Jenis Pajak Provinsi terdiri atas : Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Pajak Air Permukaan, dan Pajak Rokok.

2. Jenis Pajak Kabupaten / kota terdiri atas : Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Parkir, Pajak Air Tanah, Pajak Sarang Burung Walet, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan, dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan

(6)

Kota Padang sendiri dalam pemungutan Pajak Daerah, mengeluarkan beberapa peraturan daerah agar lebih bisa menggali sisi potensial dari penerimaan pajak daerah yaitu : Perda Kota Padang nomor 8 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah, Perda Kota Padang nomor 3 Tahun 2011 tentang Pajak Restoran, Perda kota Padang nomor 1 Tahun 2011 tentang Bea Perolehan Tanah Hak atas Tanah dan Bangunan.

Adanya penambahan beberapa unsur pokok dari Pajak Daerah seperti BPHTB dan pajak atas kos yang memiliki kamar lebih dari 10 kamar, serta peningkatan tarif Pajak atas Mineral Bukan Logam dan Batuan akan meningkatkan penerimaan pajak daerah di Kota Padang. Berdasarkan hal ini, penulis tertarik untuk meneliti, menganalisa, dan membahas lebih lanjut tentang penerimaan pajak daerah di kota Padang dalam bentuk penulisan skripsi yang berjudul :

Analisis Tingkat Kontribusi Penerimaan Pajak Daerah Terhadap

PAD di Kota Padang”

B. Rumusan Masalah

Pajak Daerah merupakan salah satu sektor yang potensial untuk penerimaan PAD Kota Padang. Namun perlu diteliti lebih lanjut tentang :

1. Sejauh manakah kontribusi penerimaan Pajak Daerah terhadap PAD di Kota Padang?

(7)

5 C. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui sejauh mana kontribusi penerimaan Pajak Daerah terhadap PAD di Kota Padang.

2. Mengetahui faktor apa sajakah yang bisa mempengaruhi penerimaan Pajak Daerah di Kota Padang.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Menambah wawasan mahasiswa tentang Pajak Daerah.

2. Sebagai bahan masukan bagi pemerintahan Kota Padang dalam menetapkan kebijakan dan bagaimana sebaiknya pemerintahan Kota Padang memperlakukan Pajak Daerah ini agar meningkat dari tahun ke tahun.

3. Sebagai bahan rujukan atau tambahan referensi untuk penelitian selanjutnya.

E. Sistematika Penulisan

Bab I merupakan pendahuluan yang melatarbelakangi masalah tentang kontribusi pajak daerah terhadap PAD Kota Padang. Dalam bab ini juga menerangkan tentang rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta sistematika penulisan.

(8)

bab ini juga menerangkan tentang review penelitian terdahulu yang menjadi pedoman dalam penelitian ini.

Bab III berisi metode penelitian yang menjelaskan tentang jenis penelitian, variable penelitian, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, dan metode analisis data.

Bab IV menjelaskan tentang keadaan Kota Padang secara singkat dan analisis terhadap data-data yang didapatkan mengenai penerimaan masing-masing pajak daerah serta kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah Kota Padang.

Referensi

Dokumen terkait

[r]

[r]

-> KONDISI BAWAH = SUHU DIDffl CAMPURAN HASIL BAWAH MENARA = ( SUHU, TEKANAN, KOMPOSISI HASIL BAWAH) Sebagai seorang designer, komposisi hasil bawah tidak perlu

Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan pergaulan teman sebaya dengan perilaku minuman keras pada remaja di Dusun Padan Keji Muntilan Magelang Jawa

Model struktur DNA yang tepat ditunjukkan oleh. Enzim yang berperan dalam menyambungkan fragmen-fragmen DNA saat replikasi DNA adalah. Senyawa yang terdiri atas satu gula pentosa

Dengan ini diberitahukan bahwa setelah diadakan evaluasi terhadap Dokumen Penawaran oleh Panitia Pengadaan Barang/Jasa Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten

The paper reveals that there are huge opportunities for both countries to further strengthen bilateral trade relations.Based on the RCA Index analysis, the paper

efisiensi biaya pada agroindustri susu sapi perah yang telah mampu mengolah.. produk susu segar menjadi susu pasteur dalam kemasan siap