• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENDEKATAN TAKTIS DAN TEKNIS TERHADAP PENGUASAAN BERMAIN SEPAK TAKRAW.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PENDEKATAN TAKTIS DAN TEKNIS TERHADAP PENGUASAAN BERMAIN SEPAK TAKRAW."

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENDEKATAN TAKTIS DAN TEKNIS TERHADAP PENGUASAAN

BERMAIN SEPAK TAKRAW

SKRIPSI

DiajukanSebagai Salah SatuSyarat MemperolehGelarSarjanaPendidikan

Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

oleh

ALFIAN RIZKY MAULANA

0900124

PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

PENGARUH PENDEKAATAN TAKTIS DAN TEKNIS TERHADAP PENGUASAAN BERMAIN SEPAK TAKRAW

Skripsi ini telahdisahkan dan disetujui oleh: Pembimbing I

Dr. Yudy Hendrayana.M.kes. AIFO NIP. 1962071819883031004

Pembimbing II

Didin Budiman.M.Pd NIP. 197409072001121001

Mengetahui, Ketua Program Studi

Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FPOK UPI

(3)

Pengaruh Pendekatan Taktis dan Teknis

Terhadap Penguasaan Bermain Sepak

Takraw

Oleh

Alfian Rizky Maulana

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

© Alfian Rizky Maulana 2013 Universitas Pendidikan Indonesia

Nopember 2013

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

(4)
(5)

Alfian Rizky Maulana Jurusan prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Pengaruh pendekatan taktis dan teknis terhadap penguasaan bermain sepak takraw.Pembimbing I : Dr. Yudy Hendrayana. M.Kes.AIFO II : Didin Budiman. M.pd

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendekatan taktis dan teknis terhadap penguasaan bermain sepak takraw. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP N 2 Situraja kab. Sumedang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa yang mengikuti ekstrakurikuler sepak takraw sebanyak 40 orang. 20 orang sebagai sampel dan 20 orang sebagai kontrol, tehnik pengumpulan data menggunakan observasi. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa : terdapat perbedaan pengaruh antara kelompok yang diberikan pendekatan taktis dengan kelompok yang diberikan pendekatan teknis terhadap penguasaan bermain sepak takraw. Kemudian didapatkan hasil bahwa kelompok yang menggunakan pendekatan taktis memiliki pengaruh terhadap penguasaan bermain sepak takraw dibandingkan dengan kelompok yang diberikan pendekatan teknis. Penguji diambil dengan membandingkan kelompok pendekatan taktis dengan kelompok control. Hasil simpangan baku untuk untuk pendekatan taktis adalah sebesar 87,75 sedangkan untuk pendekatan teknis adalah 80. Keberhasilan mencapai apa yang diharapkan akibat pengembangan strategi pembelajaran pendekatan. Hasil tersebut menunjukan bahwa hipotesis diterima yaitu pendekatan taktis lebih berpengaruh terhadap penguasaan bermain sepak takraw dari pada pendekatan teknis. Penguasaan bermain sepak takraw dipengaruhi juga oleh kinerja guru. Guru telah berhasil menjalankan perannya sebagai fasilitator dan motivator, melalui tindakan dan ucapannya. Penyajian bahan ajaran melalui pendekatan taktis dan berkembangnya hasil belajar siswa merupakan salah satu factor untuk mendorong tercapainya pembelajaran.

Kata kunci : Pendekatan taktis, pendekatan teknis, penguasaan bermain dan sepak takraw.

(6)

Alfian Rizky Maulana Prodi Department of Health Physical Education and Recreation . Influence tactical

and technical approach to the mastery of playing football takraw.Pembimbing I: Dr . Yudy Hendrayana . M.Kes.AIFO II : Didin Budiman . M.Pd

Abstract

The purpose of this studi was to determine the technical and tactical approach to the mastery of playing

sepak takraw. The method used is an experimental method . The study population was a class VIII student SMP N 2 Situradja district . Sumedang . The samples in this study were students who take extra sepak takraw 40 people . 20 people and 20 people in the sample as a control , using observation data collection techniques . Based on the analysis of the data found that : there is a difference between the effect of a given tactical approach with the group given the technical approach to the mastery of playing

sepak takraw . Later showed that the group using the approach having an influence on the tactical mastery of playing sepak takraw compared with the group given technical approach . Examiners taken a tactical approach by comparing the group with the control group . Results for the standard deviation for the tactical approach is at 87.75 while for the technical approach is 80 . The success of achieving what is expected due to the development of learning strategies approach . The results show that the hypothesis is accepted that more tactical approach affects the playing sepak takraw mastery of the technical approach . Mastery play sepak takraw influenced also by the performance of teachers . Teachers have

successfully carry out its role as a facilitator and motivator , through actions and words . Presentation materials and a tactical approach to teaching through the development of student learning outcomes.

(7)
(8)

DAFTAR ISI

B. Identifikasi Masalah ………... 3

C. Batasan Masalah ………. 3 A. Permainan Sepak Takraw ………....8

B. Peraturan Sepak Takraw ……… 10

C. Lapangan Sepak Takraw ……….... 13

D. Teknik-teknik Dalam Sepak Takraw ……….. 13

E. Belajaran dan Pembelajaran ………... 15

F. Pendekatan Taktis ……….. 20

G. Pendekatan Teknis ………. 23

H. Pengertian Media Pembelajaran ……… 24

I. Anggapan Dasar ……… 26

E. Langkah-langkah Penelitian ………. 30

F. Instrument Penelitian ……….... 32

G. Teknik Pengumpulan Data ……… 35

(9)

A. Deskripsi Hasil Penelitian ………. 39

B. Pembahasan Hasil Data ……… 39

C. Pengolahan dan Analisis Data ……….. 40

D. Hasil Penghitung dan Rata-rata Simpangan Baku ……… 41

E. Hasil Penghitungan Uji Normalitas ……….. 41

F. Hasil Penghitungan Uji Homogenitas ……….. 42

G. Hasil Pengujian Kesamaan Dua Rata-rata (satu pihak) …... 43

H. Diskusi Penemuan ……… 44

BAB V KESIMPULAN A. Kesimpulan ………..… 45

B. Saran ……….... 45 DAFTAR PUSTAKA ………...

LAMPIRAN ……….

(10)

1

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Permainan Sepak Takraw sampai sekarang ini masih merupakan salah satu cabang olahraga yang belum memasyarakat, belum menjadi kegemaran masyarakat dari semua lapisan. Permainan Sepak Takraw baru merambah kepada masyarakat lapisan menengah ke bawah. Hal ini disebabkan permainan ini sulit dilakukan, berisiko cidera atau sakit lebih besar, dan masih ada kelompok masyarakat yang menganggap permainan Sepak Takraw sebagai olahraga yang kasar. Namun demikian perkembangan permainan Sepak Takraw terjadi sangat pesat sekali. Hal ini dapat dilihat mulai tahun 1983, seluruh daerah di Indonesia sudah memiliki Pengurus daerah (Pengda) atau sekarang bernama Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI). Permainan Sepak Takraw secara internasional telah membentuk induk organisasi tingkat asia sejak 1982, yang perkembangannya secara internasional sekarang ini sangat hebat. Tidak hanya negara-negara Asia Tenggara yang mengembangkan olahraga ini, tapi hampir seluruh bangsa di dunia ini mengembangkan permainan Sepak Takraw, seperti Amerika, Australia, dan sebagainya.

Permainan sepak takraw saat ini masih kurang diminati siswa, apalagi siswa perempuan. Banyak yang merasa takut melkaukan kegiatan olahraga sepak takraw. Kebanyakan para siswa perempuan lebih memilih untuk diam dan tidak ikut serta dalam pembelajaran pendidikan jasmani bermain sepak takraw ataupun apabila olahraga yang tidak disukai. Sepak takraw merupakan olahraga yang membutuhkan keberanian juga skill yang cukup sulit, juga harus didasari dengan kesadaran dan kemauan dari diri sendiri, bukan dari tuntutan guru ataupun tuntutan nilai.

(11)

2

mengembalikan bola sedemikian rupa sehingga dapat jatuh di lapangan lawan atau menyebabkan lawan membuat pelanggaran atau bermain salah. Penggunaan model pendekatan taktis diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah yang telah dikemukakan pendekatan taktis, diharapkan mampu mengembangkan keterampilan tehnik dasar sepak takraw

Dalam kegiatan olahraga setiap individu mempunyai tujuan masing-masing. Ada yang bertujuan untuk menjaga kesehatan jasmani, rekreasi, pendidikan dan lebih jauh lagi olahraga bertujuan untuk berprestasi. Salah satu pembelajaran pandidikan jasmani adalah olahraga rekreasi, yang melibatkan siswa dalam setting pembelajaran menyenangkan dan meningkatkan keterlibatan anak belajar. Karena itu, olahraga rekreasi merupakan salah satu alternatif dalam melakukan kegiatan olahraga. Pendidikan disekolah cenderung masih ada yang menggunakan pendekatan teknis, yakni menitikberatkan kepada siswa untuk menguasai keterampilan teknik. Pendekatan teknis biasanya digunakan untuk melatih suatu kecabangan olahraga. Dalam pendekatan ini, biasanya siswa hanya mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru, tanpa dituntut untuk memecahkan suatu pemecahan masalah yang mungkin menghadapi pada suatu pembelajaran. Kondisi ini yang menyebabkan kurang optimalnya fungsi pengajaran dan menghambat tercapainya suatu tujuan pembelajaran penjas. Pembelajaran penjas sebenarnya merangsang siswa untuk mampu berpikir dan mampu memecahkan masalah dalam satu permasalahan dan tugas gerak yang diberikan oleh guru, serta mampu memaknai setiap apa yang telah dilakukan dalam tugas yang diberikan guru. Pembelajaran yang menjenuhkan membuat siswa menjadi kurang antusias, siswa menjadi terpaksa melakukan yang diberikan tugas-tugas yang diberikan gurunya. Hal seperti ini yang menghambat untuk tercapainya tujuan pembelajaran kesesuaian metode merupakan kunci penting agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

(12)

3

akan mampu lebih menghidupkan kelas, agar lebih antusias dalam mengikuti pendidikan jasmani di sekolah.

Penggunaan model pendekatan taktis dan teknis diharapkan mampu mengatasi masalah – masalah yang telah dikemukakan. Pendekatan taktis adalah salah satu model pembelajaran yang didalamnya menggunakan permainan, sedangkan pendekatan teknis adalah pendekatan yang kebih menitikberatkan kepada pengulangan – pengulangan latihan tehnik dasar yang sesungguhnya, seperti menurut Griffin Oslin Mitche 1997, dan Metzler yang dikutip oleh Yunyun Yudiana (2010:2) menjelaskan bahwa model latihan pendekatan tehnik yaitu model pendekatan latihan yang lebih menekankan pada penguasaan tehnik dasar terlebih dahulu sebelum pada tehnik pola – pola permainan.

Pendekatan teknis adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasi suatu metode. Berdasarkan latar belakang penulis menggunakan

judul : “Pengaruh Pendekatan Taktis dan Teknis terhadap penguasaan tehnik dasar

bermain sepak takraw”.

B. Identifikasi masalah

Berdasarkan latar belakang bahwa pembelajaran sepak takraw yang dilaksanakan di SMP N 2 Situraja terdapat masalah, diantaranya.

a. Fasilitas yang ada di sekolah kurang memadai.

b. Kurangnya waktu yang diberikan sekolah dalam belajar penjas.

c. Banyak siswa yang menungu giliran bermain. Sehingga menyebabkan siswa kurang bergerak dalam pembelajaran.

d. Guru cenderung memberikan aktivitas pelatihan cabang olahraga sepak takraw, bukan memberikan aktivitas pembelajaran permainan sepak takraw.

e. Penerapan model dan pendekatan yang kurang tepat diberikan oleh guru.

C. Batasan Masalah

. Pembatasan penelitian dilakukan agar penelitian tetap fokus dan dapat mencapai tuuan penelitian. Batasan penelitian ini adalah

1. Penelitian hanya dilakukan pada siswa kelas VIII SMPN 2 Situraja.

(13)

4

3. Variabel terikat (Y) yang diteliti sebagai dampak dari penerapan pendekatan taktis dan teknis adalah dapat mengusai tehnik dasar bermain sepak takraw.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut : a. Apakah terdapat pengaruh pendekatan taktis terhadap penguasaan bermain sepak

takraw.?

b. Apakah terdapat pengaruh pendekatan teknis terhadap penguasaan bermain sepak takraw. ?

c. Sebarapa besar perbedaan dari pendekatan taktis dan teknis dalam pembelajaran bermain sepak takraw.?

E. Tujuan Penelitian

Dalam melaksanakan penelitian ini tujuan yang akan dicapai peneliti sehubungan dengan masalah yang telah dipilih adalah :

1. untuk mengetahui pengaruh pendekatan taktis dan teknis terhadap keterampilan tehnik dasar bermain sepak takraw.

2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendekatan taktis dan teknis terhadap penguasaan bermain sepak takraw.

3. Untuk mengetahui pendekatan taktis atau teknis yang paling berpengaruh terhadap penguasaan bermain sepak takraw.

Tujuan Khusus

Untuk mengetahui gambaran pendekatan taktis yang berpengaruh terhadap keterampilan tehnik dasar sepak takraw Untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap keterampilan tehnik dasar bermain sepak takraw.

F. Manfaat Penelitian.

Berdasarkan latar belakang masalah maka diharapkan manfaat hasil penelitian ini adalah :

(14)

5

Hasil penelitian dapat memberikan gambaran tentang implementasi dari konsep pembelajaran jasmani melalui pendekatan taktis untuk menguasai keterampilan tehnik dasar sepak takraw.

Gambaran implementasi penerapan pendekatan taktis dan teknis serta hubungannya dalam pembelajaran bermain sepak takraw.

Hasil penelitian akan memperkaya pengetahuan para pendidik pendidikan jasmani dalam mengembangkan pembelajaran yang bermanfaat bagi siswa.

2. Secara praktis

a. Bagi guru pendidikan jasmani

Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai salah satu referensi bagi upaya untuk menerapkan model pembelajaran pendekatan yang tepat.

b. Bagi peneliti

Hasil penelitian akan menambah pengalaman dan pemahaman peneliti mengenai konsep pembelajaran pendidikan jasmani terutama mengenai pembelajaran dalam meningkatkan minat siswa. Interaksi dengan siswa dan sumber belajar merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi peneliti untuk memahami dunia pendidikan olahraga.

c. Bagi siswa

Hasil penelitian akan menambah pemahaman siswa bahwa pembelajaran pendidikan jasmani dapat dilakukan dengan bermain untuk meningkatkan keterampilan siswa. Pengalaman tersebut akan menambah wawasan siswa sehingga lebih dapat memaknai betapa pentingnya pendidikan jasmani.

G. Penjelasan Istilah

1. Permainan. Sukintaka (2001:1) menyatakan bahwa, “Bermain merupakan kata kerja sedangkan permainan merupakan kata benda. Individu bermain berarti individu mengerjakan suatu permainan, sedangkan permainan merupakan sesuatu yang dikenai kerja bermain. Yang termasuk permainan ialah permainan anak-anak, permainan tradisional, permainan kecil dan permainan besar.”

(15)

6

orang. Dalam permainan ini yang dipergunakan terutama kaki dan semua anggota badan kecuali tangan. Tujuan dari setiap pihak adalah mengembalikan bola sedemikian rupa sehingga dapat jatuh di lapangan lawan atau menyebabkan lawan membuat pelanggaran atau bermain salah.

3. Pendekatan taktis adalah salah satu model pembelajaran yang didalamnya menggunakan permainan.

4. Abduljabar (170:2010) dalam landasan ilmiah pendidikan intelektual dalam pendidikan jasmani menjelaskan bahwa model pembelajaran permainan taktikal menggunakan minat siswa dalam suatu struktur permainan untuk mempromosikan pengembangan keterampilan dari pengetahuan taktikal yang diperlukan untuk penampilan permainan. Lebih lanjut lagi Hoedaya (17:2010) menjelaskan bahwa secara khusus, esensi pengajaran melalui pendekatan taktis bisa dicermati sebagai berikut ini : pendekatan taktis berusaha menghubungkan kemampuan taktis bermain dan keterampilan tehnik dasar dengan menekankan pemilihan waktu yang tepat untuk melatih tehnik dasar tersebut dalam keterkaitannya dengan kemampuan taktis bermain.

5. pendekatan teknis adalah pendekatan yang kebih menitikberatkan kepada pengulangan – pengulangan latihan tehnik dasar yang sesungguhnya.

6. griffin odin Mitchel, 1997 dan Metzler (yunyun 2010:2) menjelaskan bahwa model latihan pendekatan teknik yaitu model keterampilan latihan yang lebih menekankan pada penguasaan teknik dasar terlebih dahulu sebelum pada tehnik pola-pola bermain. Pendekatan teknis adalah kebalikan dari pendekatan taktis tidak dilakukan banyak permainan dalam pembelajaran, akan tetapi lebih menekankan kepada tehnik penguasaan materi. Seperti dalam olahraga prestasi.

(16)

7

berinteraksi. Lebih lanjut, hubungan dapat menentukan tingkat kedekatan dan kenyamanan antara pihak yang berinteraksi. Semakin dekat pihak-pihak tersebut, hubungan tersebut akan dibawa kepada tingkatan yang lebih tinggi.

8. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari suatu ( orang, benda, dan sebagainya ) yang berkuasa atau berkekuatan (W.J.S Poerwadarminta dalam kamus bahasa indonesia, 1882:731).

9. Perbedaan adalah suatu yang dibandingkan antara dua karakter atau dua pendapat yang dibuktikan melaui beberapa cara. perbedaan individu penting dibahas dan dipahami oleh pendidik agar para guru bisa memahami perbedaan dari masing – masing peserta didik. Setiap individu mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga sering timbulnya permasalahan akibat itu. Permasalahan ini kita akan mengetahui berbagai macam perbedaan individu, diantaranya perbeaan kognitif, perbedaan afektif, perbedaan motorik dan lain sebagainya.

10. Pendekatan taktis adalah pendekatan yang didalamnya menggunakan permainan dalam memberikan sebuah materi kepada siswa, akan tetapi tidak sepenuhnya jam pelajaran dipakai untuk bermain, tetapi ada jeda waktu untuk menjelaskan manfaat permainan yang dilakukan oleh para siswa.

11. Pendekatan teknis ialah suatu pendekatan pembelajaran yang didalamnya sering terdapat pengulangan – pengulangan tehnik dasar olahraga yang sedang dipelajari. Masalah taktis dalam pembelajaran sepak takraw

(17)
(18)

30

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Metode yang dipilih untuk menyelesaikan masalah penelitian adalah metode eksperimen. Prosedur – prosedur yang digunakan dalam penelitian haruslah bersifat ilmiah dalam artian harus didasari oleh keilmuan dilakukan dengan cara yang dapat diamati oleh panca indra dan dalam melakukan penelitian harus menggunakan langkah – langkah yang logis,untuk memecahkan masalah yang timbul dalam sebuah penelitian maka diperlukan metode. Metode merupakan salah satu strategi yang digunakan peneliti, gunanya yaitu menghasilkan jawaban dari masalah yang akan diteliti. Nazir (2003:221) menjelaskan bahwa. “eksperimen adalah observasi kondisi dibawah kondisi buatan (artificial condition) dimana kondisi tersebut dibuat dan diatur peneliti. Sedangkan Artikunto (2007:206) menjelaskan penelitian adalah “suatu proses yang dilakukan oleh peneliti yang bertujuan mencari jawaban atas pertanyaan yang diajukan melalui prosedur ilmiah yang telah ditentukan.”

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Sugiyono (2010:72) menjelaskan bahwa penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali. Maka peneliti mencobakan suatu treatmen pendekatan taktis dan teknis untuk penguasaan tehnik dasar sepak takraw. Dalam penelitian eksperimen ini menggunakan dua variabel yaitu pendekatan taktis dan teknis sebagai variabel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi variabel terikat. Variabel terikat atau variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas yaitu hasil penguasaan bermain sepak takraw (Y). Hubungan dari semua variabel diatas, digambarkan sebagai berikut.

X

Keterangan : X = Aktivitas pendekatan taktis dan teknis. Y = penguasaan bermain sepak takraw.

(19)

31

B. POPULASI DAN SAMPEL 1. Populasi

Populasi dijelaskan oleh Arikunto (2010:173) adalah “sebagai keseluruhan subyek penelitian”. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Lebih lanjut Sugiyono (2012:117) menjelaskan:

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditark kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu.

Maka setelah memahami pemaparan diatas, dalam penelitian ini peneliti menentukan populasi yaitu siswa dan siswi kelas VII di SMP Negri 2 Situraja.

2. Sampel

Sugiyono (2012:117) menjelaskan bahwa “sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Bila sebuah populasi tergolong kedalam kategori besar maka seorang peneliti secara kasar tidak akan memaksakan mempelajari seluruh populasi yang ada, karena dibenturkan oleh beberapa keterbatasan, misalnya keterbatasan dari materi, waktu serta sumber daya manusia. Maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu dengan catatan ampel tersebut harus bersifat benar-benar mewakili dari populasi tersebut.

Sampel yang digunakan ditentukan menggunakan teknik simple random sampling (sampel acak). Adapun penjelasan mengenai simple random sampling (sampel acak) menurut Sugiyono 2012:120 adalah “dikatakan simple karena sederhana, karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen”.

(20)

32

C. Variabel Penelitian

Sugiyono (2010:38) mengemukakan bahwa variabel adalah “segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.” Dari penjelasan tersebut variabel merupakan sesuatu yang telah ditetapkan peneliti agar memperoleh informasi tentang apa yang akan diteliti juga sebagai penentuan objek penelitian. Lebih lanjutnya Sugiyono (2010:38) juga menjelaskan bahwa “secara teoritis variabel dapat sebagai atribut seseorang atau objek, yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau suatu objek dengan objek lainnya.”

Dalam variabel ada yang disebut sebagai variabel independent dan dependent, Sugiyono (2010:39) menjelaskan macam-macam variabel.

1. Variabel independent adalah variabel yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel dependent (terikat).

2. Variabel dependent yaitu variabel yang dihasilkan dari adanya variabel independent, variabel dependent merupakan variabel yang dipengaruhi.

Dari penjelasan yang telah disampaikan diatas maka peneliti menggunakan variabel independent pendekatan taktis dan teknis sedangkan variabel dependent adalah penguasaan bermain sepak takraw.

D. Desain penelitian

(21)

33

Metode Pembelajaran Tes awal Treatment Tes akhir Pendekatan taktis O1 X1 O2

Pendekatan teknis O1 X2 O2

Keterangan : O1 = Tes awal

O2 = Tes akhir

X1 = Pendekatan taktis

X2 = Pendekatan teknis.

Sesuai dengan gambaran desain diatas adalah perlakuan yang diberikan kepada siswa kelas 2 adalah kegiatan dengan pendekatan taktis dan teknis sedangkan sedangkan pada kelompok kontrol penelitimemberikan perlakuan pendekatan teknis. Kelompok perlakuan adalah kelompok (A) dan kelompok (B) adalah kelompok kontrol. Sebelum perlakuan diberikan diberikan terhadap kelompok A, terlebih dahulu tes tehnik dasar bermain sepak takraw baik terhadap kelompok A dan B (pretest). Setelah perlakuan diberikan anggota kelompok diberikan tes tehnik dasar bermain sepak takraw kembali (post test). Agar lebih jelas langkah-langkah dalam desain penelitian eksperimen sebagai berikut :

E. Langkah – langkah penelitian

Langkah – langkah dalam penelitian penting diketahui agar peneliti bisa membuat program tentang apa yang akan diteliti. Gay (1996) dalam Malik (2013:56) menuliskan secara hitam tentang langkah-langkah penelitian: "umumnya diawali dengan proses penelusuran masalah, penelusuran data dan teori, perumusan hipotesis, penentuan metode penelitian, analisis dan interpensi data, penarikan kesimpulan, implikasi dan saran".

Dari penjelasan tersebut penulis menggambarkan hal-hal yang berkaitan dengan tahap-tahap penelitian, dimuli dari tahap pertama yaitu persiapan, pelaksanaan penelitian sampai ke tahap akhir penelitian.

1. Tahap persiapan

(22)

34

penelitian yang akan dilakukan disekolah karena dengan adanya survey terlebih dahulu agar peneliti mengetahui apabila ada sarana dan prasarana yang kurang disekolah, dilanjutkan dengan mengajukan sebuah proposal penelitian. Langkah selanjutnya membuat program pembelajaran dan menentukan instrument penelitian berdasarkan tujuan yang ingin diketahui dalam pelaksanaan penelitian. Setelah itu menghubungi pihak sekolah tentang penelitian yang akan dilakukan.

2. Tahap Pelaksanaan Penelitian

Sebelum masuk kedalam langkah penelitian terlebih dahulu peneliti menentukan kelompok sampel dari sebuah populasi yang dipilih secara acak, kemudian menentukan kelompok eksperimen dan kelompok control dari sebuah sampel. Selanjutnya melakukan tes awal (pretest) kepada kedua kelompok. Setelah didapatkkan data melalui tes awal (pretest), dilanjutkan dengan memberikan perlakuna kepada kelompok eksperimen berupa pendekatan taktis dan memberikan perlakuan pendekatan teknis terhadap kelompok control.Selesai diberikan perlakuan pada akhir pertemuan diadakan tes akhir (posttest) untuk kedua kelompok penelitian, baik eksperimen maupun control. Perlu diingatkan tes yang diberlangsungkan pada tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest) adalah berupa tes keterampilan dasar bermain sepak takraw dan observasi pengamatan keterampilan dasar sepak takraw melalui bermain.

3. Tahap akhir Penelitian

(23)

35

Langkah-langkah penelitian desain penelitian eksperimen

Didalam desain penelitian eksperimen terdapat sejumlah ancaman yang mempengaruhi hasil penelitian. Creswell (2010:242) menyatakan bahwa “ada dua ancaman terhadap validitas : ancaman dalam (internal threats) dan ancaman luar (eksternal threats)”. Agar terdapat dampak dari perlakuan pendekatan taktis dan teknis terhadap penguasaan bermain sepak takraw maka peneliti menggunakan validasi internal dan eksternal guna menghasilkan penguasaan bermain sepak takraw adalah hasil perlakuan.

Pernyataan masalah dan perumusan maslaah

Perumusan Hipotesis

Tes awal tehnik dasar bermain sepak takraw

Perlakuan pendekatan taktis dan teknis

Tes akhir bermain sepak takraw

Pengelolaan dan analisis data

(24)

36

Untuk mengumpulkan data dari sampel penelitian dibutuhkan alat ukur yang disebut instrumen. Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur kemampuan siswa bermain sepak takraw setelah diberikan percobaan pendekatan taktis dan teknis. Menurut Sugiyono (2009:102) menjelaskan bahwa “instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati”. Oleh karena itu peneliti menggunakan observasi dalam mengetahui tentang keterampilan siswa bermain sepak takraw. Melakukan permainan sepak takraw dan tehnik dasarnya diaamati oleh observer. Penilaian didapat dengan memberikan skor terhadap apa yang dikuasai dalam permainan yaitu tehnik dasar bermain takraw adapun yang diamati adalah : sepak mula (service), operan, dan kontrol bola.

(25)
(26)

38

melakukan 5 kali operan.

G. Teknik Pengumpulan Data

Sesuai dengan data yang telah terkumpul kemudian data dianalisis melalui pendekatan statistik. Menurut Bambang dan Jajat (2010: 11) statistik merupakan kumpulan fakta dalam bentuk angka atau bilangan yang disusun dalam bentuk tabel atau grafik yang dapat menggambar atau melukiskan adanya suatu persoalan. Selanjutnya menurut Nurhasan (2002) statistika adalah suatu cara untuk mengatur data yang belum teratur menjadi teratur, mengolah dan menganalisis data serta memberikan arti atau makna dari data yang diperoleh dari hasil pengukuran.

a. Menghitung Rata-Rata (mean)

Menghitung skor rata-rata kelompok sampel menggunakan rumus sebagai berikut: ̅

̅ = skor rata-rata yang dicari = jumlah nilai data

n = jumlah sampel

b. Simpangan Baku (Standar Deviation)

Standar deviation (simpangan baku) adalah suatu nilai yang menujukan tingkat

(derajat) variasi kelompok atau ukuran standar penyimpangan reratanya, simbol simpangan baku populasi (σ atau σn ) sedangkan untuk sampel (s, sd atau σn-1)

(27)

39

S = ̅

Arti dari tanda-tanda dalam rumus tersebut adalah: S = simpangan baku yang dicari n = jumlah sampel

n ̅ = jumlah kuadrat nilai data dikurangi rata-rata

c. Uji Normalitas

Uji normalitas yang dipilih adalah dengan metode lilifors. Adapun langkah kerja uji normalitas dengan metode lilifors menurut Ating Somantri dan Sambas Ali Muhidin (2010: 89) sebagai berikut:

1. Susunlah data dari kecil ke besar

2. Periksa data, beberapa kali munculnya bilangan-bilangan itu (frekuensi harus ditulis).

3. Dari frekuensi susun frekuensi kumulatifnya.

4. Berdasarkan frekuensi kumulatif, hitunglah proporsi empirik. 5. Hitung nilai z untuk mengetahui theoritical proportion pada table z 6. Menghitung theoritical proportion.

7. Bandingkanempirical proportion dengan theoritical proportion, kemudian carilah selisih terbesar didalam titik observasi antara kedua proporsi.

8. Carilah selisih terbesar di luar titik observasi.

Untuk melakukan uji normalitas untuk kedua variabel tersebut dengan menggunakan bantuan Microsoft Office Excel.

d. Uji Homogenitas

Peneliti menggunakan uji homogenitas kesamaan dua varians adalah untuk mengasumsikan bahwa skor setiap variabel memiliki varians yang homogen. Uji statistika yang akan digunakan adalah Microsoft Office Excel. Kriteria yang peneliti gunakan adalah Fh> Ft, maka H0 menyatakan varians homogen ditolak dalam hal lainnya diterima.

Rumus uji statisik yang digunakan adalah :

(28)

40

2. Membuat hipotesis dalam bentuk kalimat. 3. Membuat hipotesis statistik.

4. Mencari Fhitung.

5. Menentukan kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis. 6. Membandingkan Fhitung dengan Ftabel.

7. Kesimpulan.

e. Uji Hipotesis

Adapun langkah-langkah uji hipotesis sebagai berikut:

1) Nyatakan hipotesis statistik (H0 dan H1) yang sesuai dengan penelitian

2) Gunakan statistik uji yang tepat

3) Hitung nilai statistik berdasarkan data yang terkumpul 4) Berikan kesimpulan

5) Menentukan ρ (ρ-value)

Pengujian hipotesis bertujuan untuk menguji apakah hipotesis yang diajukan dalam penelitian diterima atau tidak. Untuk pengujian dalam penelitian ini menggunakan uji t. Uji t bertujuan untuk mengetahui perbedaan dua rata-rata dari data pretes yang diperoleh. Pengolahan data dilakukan dengan ketentuan:

Jika kedua data berdistribusi normal dan homogen, maka dilakukan uji-t Statistik uji yang digunakan adalah :

̅ ̅ √

dengan √

Keterangan:

̅ : Rata-rata skor pretes kelas eksperimen. ̅ : Rata-rata skor pretes kelas kontrol.

: Simpangan baku kelas eksperimen. : Simpangan baku kelas kontrol.

(29)

41

Kriteria pengujian didapat dari daftar distribusi t dengan dan peluang ( ). H0 diterima jika dan H0 ditolak untuk nilai t

lainnya.

Dengan menggunakan taraf signifikansi 5% ( maka kriteria pengujiannya adalah:

a) Jika nilai signifikansi (Sig.) 0,05 maka H1 diterima.

b) Jika nilai signifikansi (Sig.) 0,05 maka H0 ditolak

Pasangan hipotesis nol dan tandingannya yang akan diuji adalah :

1. H0 :Tidak terdapat pengaruh pendekatan taktis terhadap hasil belajar

keterampilan bermain sepak takraw.

H1 :Terdapat pengaruh pendekatan taktis erhadap hasil belajar

keterampilan bermain sepak bola.

2. H0 :Tidak terdapat pengaruh pendekatan teknis terhadap hasil belajar

keterampilan bermain sepak takraw.

H1 :Terdapat pengaruh pendekatan teknis terhadap hasil belajar

keterampilan bermain sepak takraw.

3. H0 :Pendekatan teknis lebih berpengaruh ketika dibandingkan dengan

pendekatan taktis.

H1 :Pendekatan taktis lebih berpengaruh ketika dibandingkan dengan

(30)

48

BAB V

KESIMPULAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Aktivitas sepak takraw dengan menggunakan pendekatan taktis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penguasaan bermain sepak takraw.

2. Pendekatan teknis memiliki pengaruh signifikan terhadap penguasaan bermain sepak takraw.

3. Pendekatan taktis memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan dengan pendekatan teknis.

B. Saran

Berdasarkan hasil kesimpulan yang diperoleh maka dapat disarankan sebagai berikut :

1. Bagi guru penjas yaitu proses pembelajaran penjas adalah proses memberikan pembelajaran bagi siswa dalam rangka meningkatan kualitas pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor sehingga proses tersebut harus dirancang menyenangkan agar siswa mau berinteraksi aktif dalam pembelajaran, karena penjas yang sesungguhnya ialah pola gerak yang merata pada setiap siswa.

(31)

49

mengembangkan pembelajaran penjas dalam rangka mengembangkan rencana pembelajaran yang lebih variatif bagi siswa memiliki pengalaman yang beragam dalam pembelajaran penjas.

3. Pada masa yang akan datang sebaiknya dilakukan penelitian dengan variable yang lebih banyak dengan sampel besar sehingga diperoleh hasil penelitian yang lebih baik

4. Memilih model pembelajaran yang tepat akan lebih berguna bagi para siswa, kurangnya fasilitas sekolah bisa digunakan modifikasi alat atau modifikasi peraturan.

5. Agar pihak sekolah mendukung adanya model pembelajaran dalam pendidikan jasmani dengan menggunakan berbagai modifikasi media dan aturan dalam pembelajaran, agar tujuan pendidikan jasmani tercapai. . C. Kesan

(32)

50

(33)

DAFTAR PUSTAKA

Alief, Muhammad Nur. (2013). “Pengaruh Penerapan Model cooperative

Learning Tipe STAD Terhadap Proses dan Hasil Pembelajaran Karate

Nomor Kata”. Skripsi. FPOK UPI. Bandung. : tidak diterbitkan

Arikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur suatu pendekatan praktik. Jakarta : Rhineka Cipta

Berliana. (2007). Penelitian Pendekatan dalam pelatihan olahraga. Bandung : FPOK UPI.

Bambang, dan jajat (2010) statistika. FPOK UPI Bandung

Bompa (Yunyun, 2007). Pembelajaran Teknis Berdasarkan Teori Latihan Bandung : FPOK UPI.

Bahagia, Yoyo (2011) Media Pembelajaran . FPOK UPI Bandung.

Cholik M, Toho & Lutan Rusli. (2001). Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Bandung: CV Maulana.

Hoedaya (2010) Pendekatan taktis olahraga. Bandung ; Sinar Abadi

Husdarta, Yuda (2000) Belajar. Bandung FPOK UPI

Ibrahim dan Sudjana. 2004. Penelitian dan penilaian pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Juliantine, Tite, dkk. (2011). Model-model pembelajaran pendidikan jasmani Bandung: FPOK UPI

(34)

Setiawan, Nirwan (2012). “Implementasi pendekatan taktis pada pembelajaran

aktivitas permainan sepak bola dalam upaya meningkatkan nilai kerja

sama”. Skripsi FPOK UPI Bandung. : tidak diterbitkan

Slameto, (2010) . Belajar dan faktor-faktor yang memperngaruhinya. Jakarta: Rhineka cipta

Subroto, Toto (2001). Pembelajaran keterampilan dan konsep olahraga di Sekolah Dasar : sebuah pendekatan permainan taktis. Jakarta : Dirjen Dikdasmen bekerjasama dengan Dirjen Depdiknas.

Subroto, Toto. (2010). Belajar dan pembelajaran penjas. Bandung : FPOK UPI

Sudjana, (2005). Metode statiska. Bandung. Tarsito

Sudrajat, Akhmad (2010). Pengertian pendekatan strategi metode teknik-teknik dan metode pembelajaran (online) tersedia : http://www.psb-psma.org/ content/blog/

Yudiana, Yunyun (2010) implementasi Pendekatan Taktis dan Teknis untuk

pembelajaran permainan bola basket dalam pendidikan jasmani.

Siswa/siswi SMP. Disertasi Doktor pada sekolah pasca sarjana UPI : Tidak diterbitkan.

(35)

Gambar

Gambaran implementasi penerapan pendekatan taktis dan teknis serta hubungannya

Referensi

Dokumen terkait

Tipe-M yang lebih dikenal dengan sebutan barium heksagonal ferit (BaM) merupakan oksida keramik yang paling banyak dimanfaatkan secara komersial dan hingga kini

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN HASIL BELAJAR BAHASA ARAB.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Persalinan merupakan kejadian fisiologi yang normal dialami oleh seorang ibu berupa pengeluaran hasil konsepsi yang hidup di dalam uterus melalui vagina ke dunia luar,

Pemeringkatan bagi Asosiasi/ Himpunan Tingkat Nasional bertumpu pada fungsi dan tugasnya dalam pengembangan organisasi, peran dan fungsi di sektor masing- masing, pengembangan

Mengingat persalinan seksio sesarea adalah salah satu persalinan pada keadaan darurat, maka penting untuk diketahui penelitian tentang gambaran indikasi terbanyak persalinan

DI DUSUN JURUG / TEMUWUH / DLINGO / ANDA AKAN MENEMUKAN SENTRA PENGEMBANGAN KERAJINAN BUNGA KERING YANG KINI. JUMLAHNYA

Dengan pengukuran berdasarkan struktur internal, peneliti memperoleh hasil yang menunjukkan bahwa Relative Pitch Memory Test merupakan alat ukur yang reliabel (CR = .999;

Metode ini juga digunakan dalam penelitian yang melibatkan pengguna implan koklea atau alat bantu pendengaran pada individu yang menderita gangguan pendengaran (Wang,