• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar II. 1. Stuktur kulit Sumber:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Gambar II. 1. Stuktur kulit Sumber:"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

4 BAB II. PENYAKIT KULIT PANU

II.1 Kulit

Kulit adalah sebuah suatu organ yang terletak diluar dan melapisi seluruh seluruh tubuh. Kulit juga di perkirakan memiliki sekitar 7% dari total berat tubuh. Pada area kulit bagian luar terdapat sebuah pori-pori (rongga) yang memiliki fungsi sebagai tempat keluarnya keringat. Kulit juga mempunyai banyak fungsi, di antaranya sebagai berikut:

- Sebagai pelingdung tubuh dari segala macam bahaya dari luar - Sebagai alat indra peraba

- Salah satu organ memiliki peran dalam ereksi - Sebagai pengatur suhu tubuh

- Sebagai penyimpan lemak

Kulit juga memiliki 3 lapisan secara umum yaitu Epidermis (kulit ari), dermis (kulit jangat) dan (Hipodermis) sebuah lapisan lemak bawah kulit (Bitar, 2018).

Gambar II. 1. Stuktur kulit

Sumber: http://theconversation.com/kulit-organ-terpenting-dan-paling-besar-apa-saja- fungsinya-93728

(Diakses pada tahun 2018)

(2)

5 II.2 Penyakit Kulit

Penyakit kulit merupakan sebuah kelaianan kulit yang disebabkan oleh beberapa faktor misalnya jamu, kuman, parasit, virus dan infeksi yangdapat menyerang siapa saja dari segala umur. Pada umumnya seluruh maupun sebagian tubuh tertentu dapat terserang penyakit kulit. Penyakit tersebut ketika tidak ditangani dengan secara serius dapat memperburuk kondisi penderita. Penyebab gangguan pada pada kulit karena beberapa faktor misalnya iklim, linkungan, tempat tinggal, gaya hidup yang kurang sehat, alergi dan lain-lain. Adapun jenis-jenis penyakit kulit diantaranya bisul, kudis, ketombe, panu, sariawan, kurap, jerawat, lepra dll (Bitar, 2018).

II.2.1 Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur

Beberapa jenis jamur dapat terjangkit oleh kulit manusia. Ada sebagian jamur dapat menyerang jaringan yang terdapat kandungan zat tanduk misalnya kulit, kuku dan rambut. Namun ada juga infeksi jamur yang sering disebut dengan panu, pada umumnya kulit yang berlembab mudah terserang jamur. Area kulit yang sering terjangkiti jamur adalah area lipatan-lipatan tubuh yang mudah lembab, orang gemuk, lipatan-lipatan perut atau payudara. Berikut beberapa faktor seseorang rentan terinfeki jamur adalah kulit lembab, daya tahan tubuh turun, konsumsi obat tertentu, diabetes mellitus atau kencing manis berlebihan tidak terkontrol dan lan- lain (dr. Regina, 2019)

II.2.2 Jamur Pada Manusia

Jamur sudah begitu erat dengan kehidupan manusia, jamur juga dapat hidup dan tumbuh dimana saja seperti di udara, tanah, air, pakaian, hingga di tubuh manusia.

Perkembangan biak jamur sendiri tidak terlepas dari lingkungan hidup (Dr Bramono K, 2007).

Penyakit yang disebabkan oleh jamur bisa berakibat fatal bagi maanusia, diantaranya mikosis yang menyerang langsung pada kulit, adapun mikotositosis yang di akibatkan oleh konsumsi toksin dari jamur yang terdapat di suatu produk makanan dan misetismus akibat konsumsi jamur beracun. Pada lapisan tanduk manusia jamur berkembang biak, jamur tersebut melepaskan toksin dapat

(3)

6 menimbulkan perandangan dan iritasi berupa berwarna dan gatal. Infeksi yang ditimbulkan bisa berupa bentuk bercak-bercak warna putih, merah dan hitam.

(Wed, 2004).

II.2.3 Penyakit Kulit Panu

Panu adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur Malassezia furfur yang ditemukan pada bagian permukaan kulit dengan bercak yang dapat juga menimbulkan rasa gatal ketika sedang berkeringat. Pada umumnya jamur penyebab penyakit kulit panu sudah berkembang biak dikulit manusia tapi dengan jumlah yang normal, misalnya jamur Malassezia furfur, hal tersebut tidak minimbulkan masalah kesehatan. Microbiota dan organisme mikroskopik, merupakan jamur yang berperan melindungi manusia dari infeksi pada kulit yang dapat membahayakan dan bisa terserang penyakit, sebernarnya jamur dapat hidup berdampingan dengan sel tubuh dalam hubungan simbiotik. Tetapi, jamur juga dapat berkembang biak di luar batas normal yang dapat memengaruhi warna atau juga pigmentasi alami pada kulit. Ketika hal tersebut terjadi maka kulit penderita akan menimbulkan bercak berwarna terang atau gelap dibandingkan warna kulit pada umumnya. Kondisi demikian disebut dengan tinea versicolor atau pityriasis versicolor yang dikenal dengan penyakit kulit panu (widyawinata, 2018)

II.2.4 Penyebab, Gejala-Gejala dan Pengobatan Penyakit Kulit Panu A. Penyebab

Ditimbulkan oleh infeksi jamur pada kulit, yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh, perubahan hormon atau kekurangan nutrisi.

Selain hal tesebut terdapat beberapa faktor lain seseorang terjangkit penyakit panu (dr. Wily), antara lain:

• Berkeringat berlebihan

• Kulit yang mudah berkeringat secara berlebihan

• Malnutrisi

• Memiliki riwayat penyakit kulit panu secara turun temurun

(4)

7 B. Gejala-Gejala

Gejala yang timbul akibat penyakit kulit panu adalah munculnya bercak berupa warna yang tidak normal dari warna alami kulit, umumnya terjadi di area kulit yang suka lembab misalnya dilipatan lengan, dada, leher dan punggung. Berikut beberapa gejala yang timbulkan oleh panu:

• Warna kulit lebih terang atau gelap dibandingkan warna kulit alami di sekitarnya

• Warna yang ditimbulkan merah muda, merah, gelap atau coklat

• Bersisik, gatal dan kering

• Di cuaca dingin dan tidak lembab rentan menghilang

• Terlihat jelas ketika berjemur di tempat panas

Munculnya panu pada seseorang ditandai dengan perubahan warna kulit dan dapat menyebabkan kehilangan warna kulit alami. Keadaan tersebut dikenal sebagai hipopigmentasi. Di beberapa orang yang terserang area kulit yang terkena panu menjadi warna gelap, bukannya terang. Kedaan tersebut dikenal sebagai hiperpigmentasi (Widyawinata R, 2018)

Adapun gejala berdasarkan temuan di literatur dari buku karangan “S.

Siregar DTM & H, yang berjudul saripati penyakit kulit panu”. Dan karangan “Ayu Maharani yang berjudul Penyakit Kulit Panu”. Berikut beberapa temuan mengenai penyakit kulit panu diantaranya sebagai berikut:

• Lembab dan lingkungan yang panas, pakaian ketat atau pakaian yang tidak menyerap keringat.

• Mudah berkeringat atau kegemukan

• Trauma minor contoh gesekan pada paha orang gemuk

• Keseimbangan tubuh terganggu akibat penggunaan antibotik dalam jangka waktu yang lama

• Penggunaan pakaian /handuk secara bersamaan dengan penderita panu

• Kebersihan diri terjaga misalnya penggunaan pakaian dalam jangka waktu yang lama secara terus menerus

(5)

8 Dari temuan tersebut dapat disimpulkan penyakit kulit panu rentan terkena disebabkan oleh pengaruh lingkungan yang lembab dan gaya hidup yang tidak menjaga kebersihan diri.

Gambar II. 2. Penyebaran Panu Sumber: Data Pribadi

C. Pengobatan

Ketika terkena penyakit kulit panu penderita harus berkonsultasi dengan dokter spesialis dikarenakan pengobatan panu membutuhkan waktu yang cukup lama bisa sampai 3 mingguan, hal demikian dikarenakan jamur penyebab yang sudah terinfeksi pada kulit sudah mengakar di lapisan organ dalam kulit yang sudah sampai ke pembuluh darah oleh kerena itu pengobatan panu sendiri tidak hanya bagian luar kulit saja tapi dibutuhkan juga pengobatan dari dalam juga. Untuk pengobatan luar bisa menggunakan obat salep anti jamur di apotik, akan tetapi untuk pengobatan dari balam tidak diperbolehkan menggunakan obat tanpa resep dokter berikut beberapa obat yang sering disarankan dokter.

(6)

9 Terdapat banyak obat yang tersedia untuk pengobatan panu salah satunya dengan cara dioleskan pada kulit penderita, berikut beberapa obat oles:

• Clotrimazole (Lotrimin, Myceles)

• Miconazole (Lotrimin)

• Topikal econazole (Spectazole)

• Ciclopirox (Ciclodan)

Selain pengobatan dari luar penderita memerlukan pengobatan dari dalam dengan meminum obat. Obat yang diminum lebih praktis penggunaannya dibandingkan dengan obat luar, berikut beberapa obat yang bisa digunakan:

• Ketoconazole

• Itrakonazole

Ada juga pengobatan penyakit kulit panu menggunakan beberapa pengobatan tradisional dengan mengunakan bahan-bahan dari alam misalnya:

• Tea tree oil

Pohon teh atau melaleuca merupakan sebuah tanaman yang menandung antiseptic yang tinggi sehingga mampu membunuh bakteri, virus hingga jamur.

• Cuka apel

Kandungan zat yang terdapat pada cuka apel dapat berguna sebagai anti- mikroba. Anti-mikroba memiliki peran yang berguna untuk mengontrol pertumbuhan jamur pada kulit.

• Bawang putih

Bawang putih sudah dikenal sebagai obat alami menghilangkan panu terdapat kandungan allicin yang merupakan sebuah komponen biologis akitf anti bakteri, ada juga kandungan antioksidan pada bawang putih sehingga bawang butih dikenal sebagai anti virus, anti bakteri hingga anti jamur.

(7)

10 II. 3 Analisis Pengetahuan dan Penderita Penyakit Kulit Panu

II. 3. 1 Analisis Kuisoner

Dari analisis kuisoner google docs yang disebarkan secara online kepada remaja usia 15-18 tahun di area bandung dengan 41 tanggapan. Sebagai berikut:

• Dari hasil pertama kuisoner google diketahui bahwa 45,2 % tidak mengetahui tentang penyakit kulit panu sedangkan 1,5 % mungkin tahu atau tidak tahu dan 49,3 % yang mengetahui apa itu penyakit kulit panu

• Dari hasil kedua kuisoner google diketahui bahwa 46,6 % tidak mengetahui tentang gejala-gajala yang timbul akibat penyakit kulit panu sedangkan 50,7

% yang mengetahui gejala-gajala yang timbul akibat penyakit kulit panu

• Dari hasil ketiga kuisoner google diketahui bahwa 46,6 % tidak mengetahui penyebab penyakit kulit panu sedangkan 16,3 % mungkin tahu atau tidak tahu dan 46,6 % yang mengetahui penyebab penyakit kulit panu

• Dari hasil keempat kuisoner google diketahui bahwa 35,6 % tidak mengetahui manfaat mempelajari penyakit kulit panu sedangkan 21,9 % mungkin tahu atau tidak tahu dan 42,5 % yang mengetahui manfaat mempelajari penyakit kulit panu

• Dari hasil kelima kuisoner google diketahui bahwa 45,2 % tidak mengetahui dampak negatif dari minimnya pengetahuan penyakit kulit panu dan 46,6 % yang mengetahui dampak negatif dari minimnya pengetahuan penyakit kulit panu

II. 3. 2 Analisis Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Penulis juga melakukan observasi berdasarkan pengalaman pribadi remaja yang pernah mengidap penyakit kulit panu untuk mencari data-data fakta dilapangan mengenai penyakit kulit panu khususnya remaja di daerah kecamatan coblong, dari pengamatan tersebut ditemukan fakta baru yang nantinya akan berguna untuk kelengkapan data berikut beberapa data yang ditemui dilapangan:

• masyarakat usia 15-18 tahun hanya sekedar tau menganai penyakit kulit panu tapi tidak secara detail apa itu penyakit kulit panu

(8)

11

• remaja merasa tidak nyaman khusus penampilan estetik ketika terkena penyakit kulit panu.

• Banyak remaja yang menyatakan penyebab penyakit kulit panu karena pengaruh aktifitas yang berkeringat dan gaya hidup yang buruk.

• Akibat pemakian pakain yang tidak menyerap keringat misalnya baju yang ketat, dan berlapis-lapis.

II. 3. 3 Analisis Data Wawancara

Analisis dengan metode wawancara ini digunakan guna mendapatkan data yang dibutuhkan secara benar dan akurat. Menurut Sugiono wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data yang bertujuan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti untuk mengetahui hal-hal dari responden lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit. Teknik wawancara dapat dilakukan melalui tetep muka maupun dengan menggunakan telepon.

• Hasil wawancara yang didapatkan oleh dokter Yuli di puskesmas sekeloa penyakit kulit panu adalah penyakit yang autoimun, Panu merupakan penyakit yang menyerang sel-sel tubuh diri sendiri dan tidak menular menurutnya panu menular apabila sudah terinveksi selama tidak terinveksi panu tidak akan menular. Menurutnya juga yang sering penderita mengeluh tiba-tiba ada bercak-bercak di wajahnya biasanya karna masalah estetik atau penampilan penderita. Panu juga suka didaerah lembah sama aja kaya pohon yang lembab atau lingkungan yang jarang dibersihkan banyak jamurnya apalagi bandung adalah daerah yang tigkat kelembapannya tinggi, apabila terkena panu harus diobati pengobatan panu sendiri membutuhkan waktu yang kurang lebih 3 minggu dari resep dokter. Karena jamur panu mengakar pada kulit manusia dan menyebar kebagian tubuh yang lain melalui pembuluh peradaran darah oleh karena itu pengobatannya juga tidak hanya dibagian luar kulit yang terkena saja harus menggunakan obat tablet lagi untuk mengobati dari dalam, akan sia-sia kalau yang di obati bagian luarnya saja.

(9)

12

• Hasil wawancara dengan dr. Vina Feriza, SpKK di klinik Erha. Panu sebauah penyakit yang disebabkan oleh jamur. Ternyata jamur penyebab panu sudah ada di kulit manusia cuman dengan jumlah yang normal, pada kondisi tertentu tergantung kondisi kulit seseorang misalnya genetik kulit bawaannya lembab dan itu menyababkan jamur panu lebih aktif untuk berkembang sebagai contoh illustrasi misalkan rumah dengan fentilasi udara yang tidak bagus pengap dan lembab pasti di tembok rumah terebut berjamuran. Begitu juga dengan dengan kulit manusia jadi sebenarnya penyebab panu dikarenakan kulit lembab. Bahkan individu yang tubuh yang bersih juga masih memiliki resiko jamuran dan terkena penyakit kulit panu hal itu disebabkan karena kulitnya yang lembab, pemakaian baju yang berlapis-lapis dan ketat sehingga membuat kulit menjadi lembab. Dari umur yang sering terserang juga biasanya pada remaja yang sering berkeringat dan itu membuat jamur dengan mudah. Panu juga bukan penyakit yang menular terkecuali terkena infeksi jamur dari individu lainnya melalui pakaian, gejala yang sering muncul berupa bercak warna hitam atau putih itu tergantung kulit penderita misalkan kulit penderita gelap biasanya bercak yang muncul berwarna putih tapi kalau kulit penderita warna putih cenderung ke bercak yang muncul berwarna gelap dan besisik pada kulit penderita, dapat juga menyababkan rasa gatal juga ketika berkeringat tapi rasa gatal muncul hanya ketika berkeringat saja tapi kalau lagi diam biasanya tidak ada gejala apapun.

II. 4 Resume

Dari hasil survey yang dilakukan dapat disimpulkan penyakit kulit panu yang disebabkan oleh jamur. Ternyata jamur tersebut sudah ada di kulit manusia dengan jumlah yang normal sehingga hal ini dapat memastikan resiko manusia yang terserang panyakit kulit masih sangat besar dan resiko yang paling besar ada pada masa-masa remaja. Sebagian remaja juga tidak mengetahui apa itu penyakit kulit panu dari mulai penyebab dan gejala-gejalanya. Maka dari itu dibutuhkan sebuah

(10)

13 media yang dapat mengubah perilaku dan memberikan informasi untuk mencegah dan mengedukasi remaja terkait penyakit kulit panu.

II. 5 Solusi Perancangan

Berdasarkan temaun permasalahan yang ditemui dapat disimpulkan bahwa penyakit kulit panu sangat berpotensi untuk terserang didaerah lembab khususnya bandung. Tetapi masyarakat menganggap penyakit kulit panu sebagai masalah biasa, maka dari itu solusi perancangan yang akan dibuat yaitu perancangan pencegah penyakit kulit panu melalui media poster yang bertujuan untuk mengingatkan khalayak lagi mengenai penyakit kulit panu, agar khalayak dapat mencegah untuk terserang penyakit kulit panu.

Gambar

Gambar II. 1. Stuktur kulit
Gambar II. 2. Penyebaran Panu   Sumber: Data Pribadi

Referensi

Dokumen terkait

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,