• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar 4.1 Context Diagram PPIC Surabaya Wire

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Gambar 4.1 Context Diagram PPIC Surabaya Wire"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

24

Order Produksi Drawing

Lap Penggunaan Sub Mat

Order Packaging & Pemakaian Sub Mat Order Poles Alokasi Keb Sub Mat

Laporan Stok Brg Jadi Order Produksi Potong

Order Produksi Paku

Laporan Stok WR

Target Produksi

Alokasi Keb WR Sisa Kapasitas Mesin

0

Sistem Informasi PPIC

+

Marketing Gudang

WR

Paku

Gudang Finish

Good

Pembelian

Poles Gudang

Sub Mat

Packaging Drawing

Potong

4. DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM

4.1. Desain Data Flow Diagram

Sebelum melakukan desain dan proses coding/pemrograman, dalam uraian berikut ini akan digambarkan dan dijelaskan desain sistem PPIC yang sengaja dirancang sedemikian rupa sebagai perwujudan sistem yang nantinya akan diimplementasikan pada PT. Surabaya Wire. Desain sistem PPIC yang diwujudkan dalam bentuk DFD (Data Flow Diagram) terbagi ke dalam beberapa level.

4.1.1. Context Diagram Sistem PPIC

Gambar 4.1 Context Diagram PPIC Surabaya Wire

(2)

25

Pada tahap ini, proses perencanaan produksi dimulai dari bagian marketing yang menginputkan order pesanan paku maupun bendrat per ukuran dan merk tiap bulannya sesuai permintaan distributor PT. Surabaya Wire. Lalu order dari marketing diolah sehingga mengetahui total order berdasarkan ukuran tiap bulannya, PPIC akan mengecek jumlah stok paku maupun bendrat pada gudang bahan jadi (finish good) dan stok pada gudang bahan baku apakah jumlah stok yang tersedia sesuai dengan jumlah kebutuhan produksi dan juga menghitung jumlah kebutuhan mesin yang dibutuhkan tiap ukurannya. Apabila ada sisa kapasitas mesin, PPIC akan menawarkan sisa kapasitas mesin tersebut kepada bagian marketing sebagai informasi untuk pembuatan pesanan khusus (job order) apabila dibutuhkan tiap bulannya.

Selain itu PPIC akan melakukan pengalokasian kebutuhan bahan baku (wire rod) kepada marketing apabila bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi tidak mencukupi dan kepada bagian pembelian untuk pengalokasian kebutuhan sub material yang dibutuhkan. Lalu bagian pembelian dan bagian marketing akan memberikan jadwal kedatangan masing- masing kebutuhan bahan pada bagian PPIC.

Sehingga PPIC dapat membuat jadwal produksi tiap ukuran dan memberikannya pada tiap-tiap bagian produksi untuk melakukan produksi dan menggunakan bahan-bahan yang telah ditetapkan.

4.1.2. Data Flow Diagram Level 0

Pada tahap ini terdapat tiga proses yaitu: proses pengalokasian kebutuhan wire rod (2), pengalokasian kebutuhan sub material (3) dan perencanaan kapasitas dan penjadwalan produksi (1). Pada proses perencanaan kapasitas dan penjadwalan produksi terdapat kekurangan bahan, maka terjadi proses alokasi kebutuhan baik itu kebutuhan wire rod maupun kebutuhan sub material. Data alokasi kebutuhan bahan dan sub material tersebut akan diproses menjadi database yang akan digunakan untuk proses yang lainnya.

(3)

26

Setelah alokasi kebutuhan wire rod ataupun sub material dilakukan, maka bagian marketing ataupun bagian pembelian akan memberi inputan berupa laporan kedatangan bahan yang dipesan pada proses perencanaan produksi.

Gambar 4.2 DFD Level 0 Sistem Informasi PPIC

4.1.3. Data Flow Diagram Level 1

Pada tahap ini terdapat dua proses. Proses pertama (1.1) adalah untuk merencanakan kapasitas mesin. Proses ini mendapatkan inputan dari marketing berupa target produksi dan memberikan output kepada marketing berupa sisa kapasitas mesin. Selain itu juga memberikan output kepada proses kedua yaitu

Report Alokasi Kebutuhan WR

Laporan Kedatangan WR

Laporan Kedatangan Sub Material Order Kebutuhan SubMat

Order Kebutuhan WR Target Produksi

Laporan Stok Brg Jadi

Store Kebutuhan Sub Mat

Order Produksi Drawing Lap Penggunaan Sub Mat

Order Packaging & Pemakaian Sub Mat

Order Poles

Order Produksi Potong OrderProduksi Paku Laporan Stok WR

Store Kebutuhan WR Alokasi Keb WR

Sisa Kapasitas Mesin Marketing

Marketing

Gudang WR

Paku

Potong

Gudang Finish

Good

Pembelian Poles

Packaging

Gudang Sub Mat

Drawing 1

Perencanaan Produksi

+

2 Alokasi Kebutuhan WR

3

Alokasi Kebutuhan Sub Mat 1 Data Alokasi

Kebutuhan WR

3 Data Alokasi Keb Sub Mat

(4)

27

perencanaan kapasitas produksi berupa data kebutuhan mesin. Dalam proses ini terjadi perencanaan kebutuhan bahan baku dan bahan sub material yang dibutuhkan pada proses produksi dan penentuan kapasitas produksi tiap mesin.

Gambar 4.3 DFD Level 1 Sistem Perencanaan Produksi

4.1.4. Data Flow Diagram Level 2

Pada level ini terdapat tiga proses. Proses pertama (1.1.1) adalah penentuan hari kerja dan kapasitas produksi. Proses ini mendapat inputan dari tabel hari kerja dan menghasilkan output berupa komposisi hari kerja kepada proses penjadwalan produksi. Dalam proses yang kedua (1.1.2) ini penjadwalan produksi dilakukan dan diproses menjadi database. Output dari proses ini berupa order pemakaian sub

Ambil Data Kapasitas Mesin Report Kapasitas Mesin

Laporan Kedatangan WR

Laporan Kedatangan Sub Material Data Kebutuhan Mesin

Target Produksi

Lap Penggunaan Sub Mat Laporan Stok Brg Jadi

Laporan Stok WR

Order Produksi Drawing Order Packaging & Pemakaian Sub Mat

Order Poles Order Produksi Potong

Order Produksi Paku Sisa Kapasitas Mesin Marketing

Gudang Paku WR

Potong

Gudang Finish Good

Poles Packaging

Gudang Sub Mat

Drawing

1

Perencanaan Kapasitas

Produksi

+

1.2

Perencanaan Kapasitas

Mesin

Pembelian

Marketing

8 Data Kapasitas Mesin

(5)

28

material dan order packaging pada bagian packaging, order poles untuk bagian poles, order produksi dan pemakaian bahan baku atau sub material pada tiap-tiap bagian produksi (paku dan drawing).

Selain mendapat inputan dari proses pertama, proses ini juga mendapat inputan dari proses ketiga (1.1.3) yaitu penentuan bahan produksi berupa pemakaian bahan baku. Proses ini mendapat inputan dari gudang wire rod berupa laporan stok wire rod, bagian pembelian berupa laporan kedatangan sub material, laporan stok barang jadi gudang finish good, laporan kedatangan wire rod dari bagian marketing, dan gudang stok sub material berupa laporan penggunaan sub material.

Gambar 4.4 DFD Level 2 Sistem Perencanaan Kapasitas Produksi

Data Bahan Report Jadwal Produksi

Laporan Kedatangan WR Laporan Kedatangan Sub Material

Pemakaian bahan Baku Store Jadwal Produksi Data Hari Kerja

Laporan Stok Brg Jadi Laporan Stok WR

Lap Penggunaan Sub Mat Komposisi Hari Kerja

Order Poles

Order Packaging & Pemakaian Sub Mat

Order Produksi Drawing

Order Produksi Potong Order Produksi Paku

Paku

Potong Poles

Packaging

Drawing 1.1.1 Penentuan Hari

Kerja & Kapasitas Produksi

1.1.2

Pembuatan Jadwal Produksi

Gudang WR

Gudang Finish

Good

Gudang Sub Mat 1.1.3

Penentuan Bahan Produksi 5 Tabel Hari Kerja

7 Data Jadwal Produksi

Pembelian

Marketing 9 Data Stok

(6)

29

4.2. Desain Entity Relationship Diagram

ERD (Entity Relationship Diagram) merupakan suatu skema yang merupakan sebuah metode yang dipakai untuk penjabaran suatu sistematika database dari suatu sistem tertentu sehingga hubungan/relasi antar tabel yang ada di dalamnya dapat diketahui secara jelas. ERD dapat dilihat pada gambar 4.5.

ERD dari sistem informasi PPIC ini menggunakan ± 29 buah tabel. Dari ke 29 tabel tersebut terdapat ± 6 buah tabel dari sistem informasi yang telah digunakan pada PT. Surabaya Wire, yaitu :

1. Tabel T_Dist,

2. Tabel Wire Rod List, 3. Tabel Wire Rod Datang, 4. Tabel Barang_JO,

5. Tabel Wire History Detail dan 6. Tabel E_Hapro Kawat Paku.

Sedangkan tabel- tabel yang tidak terdapat diatas, merupakan tabel yang didesain untuk sistem informasi PPIC. Dari tiap-tiap tabel tersebut memiliki hubungan antar tabel sebagai berikut :

1. T_Dist dengan DataPesananMaster.

Satu distributor dapat memiliki banyak kode order pada tabel DataPesananMaster. Sedangkan satu kode order hanya dimiliki oleh satu distributor. Sehingga relasi antara tabel T_Dist dengan tabel DataPesananMaster adalah one to many.

2. DataPesananMaster dengan DataPesananDetail.

Satu kode order dapat memiliki banyak kode barang yang dipesan. Sedangkan dalam satu order hanya dapat memiliki satu kode barang. Sehingga relasi antar tabelnya adalah one to many.

3. DataPesananDetail dengan DataUkuranProduk.

Satu jenis produk dapat memiliki banyak data order. Sebaliknya satu data order hanya memiliki satu produk. Sehingga relasi antara tabel

(7)

30

DataPesananDetail dengan DataUkuranProduk yaitu : many to one relationship.

4. DataUkuranProduk dengan StokBarang.

Satu periode data stok memiliki banyak data barang. Sedangkan satu stok barang memiliki satu data stok per periodenya. Sehingga tabel DataUkuranProduk dengan tabel StokBarang memiliki relasi one to many.

5. DataKebutWRMast dengan DataKebutuhanWR.

Satu kode kebutuhan dapat berisi banyak ukuran wire rod tiap periodenya.

Sedangkan satu ukuran wire rod dapat dipesan satu kali dalam tiap periodenya. Sehingga relasi tabelnya one to many.

6. DataUkuranProduk dengan DataStanSubmat.

Satu jenis produk memiliki banyak data konversi kebutuhan sub material, sedangkan satu data konversi kebutuhan sub material hanya memiliki satu jenis produksi. Karena nilai konversi tiap produk berbeda-beda. Hal ini yang membuat relasi antara tabel DataStanSubmat dengan DataUkuranProduk adalah one to many relationship.

7. DataStanSubMat dengan Barang_JO.

Dalam tabel ini satu jenis barang material dapat dimiliki pada banyak kode produksi / konversi tiap produk. Sedangkan kode produk / konversi tiap produk hanya dimiliki oleh satu barang material saja. Sehingga relasi tabelnya adalah many to one.

8. Barang_JO dengan DataKebSubmat.

Satu jenis barang dapat digunakan berulang kali dalam tabel DataKebSubmat.

Tetapi satu jadwal produksi hanya memiliki satu jenis barang saja. Relasi yang terjadi antara tabel Barang_JO dan tabel DataKebSubmat adalah one to many relationship.

9. DataKebSubmat dengan TJadwalMast.

Satu kode jadwal produksi menggunakan banyak data kebutuhan bahan sub material. Sedangkan satu jenis barang hanya digunakan sekali dalam satu kode jadwal produksi, sehingga relasinya adalah many to one.

(8)

31

10. TJadwalMast dengan TJadwalDet.

Satu kode produksi memiliki banyak data produksi per tanggal dalam tiap minggunya tiap mesin yang digunakan. Sedangkan tiap mesin hanya memiliki satu jadwal produksi tiap bulannya. Relasi yang terjadi antara tabel TJadwalMast dengan tabel TJadwalDet adalah one to many relationship.

11. TJadwalDet dengan DataKapasitasMesinMaster.

Satu jenis mesin memiliki satu jadwal produksi tiap bulannya. Sedangkan satu jadwal produksi bisa memiliki banyak jenis mesin. Relasi yang terjadi antara tabel TJadwalDet dengan tabel DataKapasitasMesinMaster adalah relasi many to one.

12. DataKapasitasMesinMaster dengan DataKapasitasMesinDetail.

Satu tipe mesin dapat mengerjakan banyak ukuran produk. Sedangkan dalam satu jenis mesin kapasitasnya hanya dapat mengerjakan satu ukuran saja.

Hubungan cardinality antara tabel DataKapasitasMesinMaster dengan tabel DataKapasitasMesinDetail adalah one to many.

13. WireRodList dengan WireRodDatang.

Satu kode wire rod memiliki satu surat jalan. Sebaliknya dalam satu surat jalan bisa terdapat banyak kode wire rod. Sehingga relasi antar tabelnya adalah one to many.

14. WireRodList dengan DataBhnProDetail.

Satu data bahan produksi memiliki banyak kode wire rod. Satu kode wire rod hanya memiliki satu kode kawat yang menggunakannya sebagai asal bahan.

Sehingga relasi antar tabelnya adalah one to many.

15. DataBhnProMaster dengan DataBhnProDetail.

Satu kode kawat produksi memiliki banyak data data asal bahan. Satu kode wire rod hanya memiliki satu kode kawat yang menggunakannya sebagai asal bahan. Sehingga relasi antar tabelnya adalah one to many.

(9)

32

16. DataBhnProMaster dengan TKonversiHaPro.

Satu kode kawat dapat menghasilkan banyak ukuran paku atau kawat. Satu ukuran paku dapat diproduksi berasal dari satu kode kawat. Sehingga relasi antar tabelnya adalah one to many.

17. TbRenPkMst dengan TbRenPkDet.

Dalam satu rencana produksi paku per tanggalnya memiliki banyak rencana produksi tiap ukuran. Sedangkan satu rencana produksi tiap ukuran per tanggalnya hanya memiliki satu jadwal. Relasinya tabel TbRenPkMst antara TbRenPkDet adalah one to many.

18. TbRenPkDet dengan TbRenPkMsn.

Satu ukuran produksi paku tiap bulannya memiliki banyak rencana mesin.

Sedangkan tiap mesin hanya memiliki satu rencana mesin dapat memproduksi satu ukuran tiap tanggalnya. Sehingga relasi antar tabelnya adalah one to many relationship.

19. TbRenPkDrw dengan TbRenBdMsn.

Satu ukuran produksi kawat tiap bulannya memiliki banyak rencana mesin.

Sedangkan tiap mesin hanya memiliki satu rencana mesin dapat memproduksi satu ukuran tiap bulannya. Sehingga relasi antar tabelnya adalah one to many relationship.

(10)

33

Gambar 4.5. Conceptual Diagram Model

Mengerjakan Memiliki

Jadwal Mingguan

Rencana Produksi

Memesan Produk

Dimiliki oleh

Asal Bahan

Menggunakan Bahan Memiliki Jadwal Produksi

Jadwal Kedatangan

Jumlah Stok per bulan

Menggunakan Sub Mat

Dipakai untuk Konversi Sub Material

Jadwal Mesin Memiliki Pesanan

Memiliki Detail Barang

Hasil Produksi

Memiliki Bahan

Jadwal produksi Data mesin

DataStanSubMatDet Specifikasi

UnitSatuan Pengali Jenis Operasi Konversi DataKapasitasMesinMaster

MesinType JenisMesin JumlahMesinTot JumlahMesinAktif Departemen Unit

<M>

DataKapasitasMesinDetail Ukuran

JenisPro MaxPro ActPro Lama Baru Korea Activasi Nilai

<M>

DataKebutWRMast KodeKebutuhan Bulan Tahun HariKerja JumTotalKebut TotalKebutAfterStok

<M>

DataKebutuhanWR UkuranWR Stock MesinTarik MesinPotong Cad TotKebut KebAfterStok

<M>

T_Dist KodeDistributor NamaDistributor Alamat Kota Propinsi T e l p

<M>

DataPesananDetail UkuranOrd Merk JumPesananKg JenisOrd SatuanOrd Tipe

JumPesananBox

Account Username Pass Name Department Acces

<M>

DataBhnProMaster KodeKwt UkuranAcuan Diameter JenisBahan Toleransi Alternukur

<M>

DataBhnProDetail NamaBhn UkuranBhn jenisBhn TKonversiHaPro

Nourut NamaBarang UkuranBarang jnsBhn KeteranganBrg

<M>

TJadwalMast KodePro KebutuhanPro Target Ukuranjdw Jpro TipeJdw StatusJdw NaPro Hari ShiftJdw

<M>

TJadwalDet Tgl Minggu Kapasitas JumMesin Tipemsn

<M>

tbRenPkMst Tanggal JumHarikerja JumShift JenisRen

<M>

tbRenPkDet UkuranPro KebutProduksi KebMsn TargMark PotensiJual TargetHari

%TargetTot

%KebutPro Stat KapMsn SelisihTgt

<M>

tbRenPkMsn TypeMesin Jumlah EffMsn

<M>

DataUkuranProduk KodeProduk UkuranProduk JenisProduk Konversikg SatuanProduk JenisBrg StatusProduk

<M>

Barang_JO KodeMtr NamaMat Spec UnitMtr

<M>

WireRodList Kode Wire Rod Nama Wire Rod Grade Ukuran WR Supp

<M>

JadwalTgl tglpro minggupro konversikgpro

<M>

DataKebBhnPro namabahan lokasi jumlahpro ukurPro nocoillabel <M>

WireRodHistoryDetail NoCoil

No TglTimbang WRKode Kontrak Order CoilTgl CoilNo HeatNo Berat LokasiWR TglPengambilan Editor FlagPakai

<M>

EHaProKawatPaku NoLabel BWG KodeKP Boom_Coil Operator Coil_No NoMesin TglHapro BeratHaPro JumlahBC Pemakai Ambil EditorHaPro Terpakai

<M>

WireRodDatang TglDatang NoSuratJalan CoilDrawing BeratDrawing CoilPotong BeratPotong CoilLainlain BeratLainlain

<M>

tbRenDrw BlnThn Ukur JumlahShift KebKwt H_Kerja TgtKwt

tbRenBdMsn TypeMsn TglSt TglFn JumKapasitas

<M>

StokBarang TglStok TotPesMark JumStok HutOrder

<M>

DataKebSubmat Kebutuhan DataPesananMaster

OrderCode Status

<M>

(11)
(12)

35

4.3. Desain Tabel Database

Untuk menyimpan data-data sistem PPIC yang akan digunakan sebagai input, untuk kemudian diproses menjadi output informasi sistem PPIC maka digunakan beberapa tabel, yaitu:

4.3.1 Tabel T_Dist

Digunakan untuk menyimpan data-data distributor PT. Surabaya Wire.

Tabel 4.1. T_Dist

Field Type Keterangan

Kode Distributor Text(3) Kode distributor

Nama distributor Text(15) Nama distributor

Alamat Text(50) Alamat distributor

Kota Text(50) Kota distributor

Propinsi Text(50) Propinsi

Telp Text(20) Telp

4.3.2 Tabel Barang_JO

Digunakan untuk menyimpan data-data barang sub material yang dipergunakan pada PT. Surabaya Wire.

Tabel 4.2. Barang_JO

Field Type Keterangan

KodeMtr Text(15) Kode material

NamaMtr Text(50) Nama material

Spec Text(50) Spesifikasi

Unit Text(5) Satuan

(13)

36

4.3.3 Tabel DataPesanan

Digunakan untuk menyimpan data-data order produksi dari distributor per bulannya pada PT. Surabaya Wire.

Tabel 4.3. DataPesanan

Field Type Keterangan

KodeOrder Text(10) Kode order

KodePro Text(10) Kode barang

KodeDistrib Text(2) Kode distributor

Ukuran Text(15) Ukuran order barang

JumPesananKg Long Integer Jumlah pesanan barang (kg)

Jenis Text(7) Jenis barang

Merk Text(30) Merk barang

Satuan Text(3) Satuan

Tipe Text(6) Tipe order

JumPesananBox Long Integer Jumlah pesanan barang (box)

Tgl DateTime Tanggal pesanan

L/E Text(1) Status (Eksport/Lokal)

4.3.4 Tabel DataUkuranProduk

Digunakan untuk menyimpan data-data barang produksi PT. Surabaya Wire dan konversi beratnya.

Tabel 4.4. DataUkuranProduk

Field Type Keterangan

KodePro Text(10) Kode barang

Ukuran Text(30) Ukuran barang

Satuan Text(6) Satuan

Jenis Text(10) Jenis

KonversiKg Single Konversi berat (kg)

JenisBrg Text(10) Tipe barang

Status Text(1) Status barang (E/L)

(14)

37

4.3.5 Tabel StokBarang

Digunakan untuk menyimpan data-data kebutuhan produksi perbulannya setelah stok barang (potensi jual) yang terdapat di gudang barang jadi setiap bulannya dikurangi total target produksi tiap bulannya.

Tabel 4.5. StokBarang

Field Type Keterangan

Kode Text(10) Kode barang

Tgl DateTime Tanggal transaksi

Ukuran Text(20) Ukuran barang

TotPesMark Long Integer Total target marketing (kg)

Jenis Text(20) Jenis

Merk Text(20) Merk

Potensijual Long Integer Stok barang yg tersedia (kg)

HutOrder Long Integer Sisa order (kg)

Flag Yes/No Flag buat potensi jual

FlagJadwal Yes/No Flag buat jadwal

4.3.6 Tabel T_Account

Digunakan untuk menyimpan kode administrator, password dan prioritas untuk mengakses program aplikasi.

Tabel 4.6. T_Account

Field Type Keterangan

Username Text(16) Nama login

Pass Text(16) Password login

Department Text(15) Nama departemen

Access Yes/No Hak Akses

4.3.7 Tabel Jadwaltgl

Digunakan untuk menyimpan data kapasitas produksi per hari dan per minggu pada PT. Surabaya Wire.

(15)

38

Tabel 4.7. Jadwaltgl

Field Type Keterangan

Tgl Date/Time Tanggal

Minggu Integer Minggu

Konversikap Single Konversi kapasitas produksi

4.3.8 Tabel TbRenPkMst

Digunakan untuk menyimpan data-data rencana produksi paku tiap bulannya pada PT. Surabaya Wire.

Tabel 4.8. TbRenPkMst

Field Type Keterangan

Tanggal Date/Time Tanggal transaksi

JumHariKerja Single Jumlah hari produksi per bulan

JumShift Single Jumlah shift per bulan

Jenis Text(7) Jenis produksi (L/E)

4.3.9 Tabel TbRenPkDet

Digunakan untuk menyimpan data-data detil rencana produksi paku tiap bulannya pada PT. Surabaya Wire

Tabel 4.9. TbRenPkDet

Field Type Keterangan

Tanggal Date/Time Tanggal transaksi

UkuranPro Text(20) Ukuran produksi

KebutProduksi Long Integer Kebutuhan produksi

KebMsn Long Integer Kebutuhan mesin

TargMark Long Integer Target marketing

Targethari Long Integer Target per hari

%TargetTot Single Prosentase target total

%KebutPro Single Prosentase kebutuhan produksi

SelisihTgt Long Integer Selisih target

(16)

39

KapMsn Integer Kapasitas produksi tiap mesin

Stat Yes/No status

4.3.10 Tabel TbRenPkMsn

Digunakan untuk menyimpan data-data detil kapasitas mesin yang direncanakan untuk produksi pada PT. Surabaya Wire.

Tabel 4.10. TbRenPkMsn

Field Type Keterangan

Tanggal Date/Time Tanggal transaksi

Ukuran Text(20) Ukuran produksi

TypeMesin Text(10) Tipe mesin yg digunakan

Jumlah Single Jumlah mesin

EffMsn Single Effisiensi mesin

4.3.11 Tabel DataKebutWRMast

Untuk menyimpan data-data order kebutuha n bahan baku wire rod tiap bulannya atau tiap periode waktu pada PT. Surabaya Wire.

Tabel 4.11. DataKebutWRMast

Field Type Keterangan

KodeKebutuhan Text(20) Kode kebutuhan

Bulan Text(10) Bulan transaksi

Tahun Text(4) Tahun transaksi

Harikerja Long Integer Jumlah hari kerja

JumTotalKebut Long Integer Jumlah total kebutuhan

TotKebutafterstok Long Integer Total kebutuhan setelah di kurangi stok

4.3.12 Tabel DataKebutuhanWR

Untuk menyimpan data-data detil kebutuhan bahan baku wire tiap bulannya berdasarkan bagian yang membutuhkan pada PT. Surabaya Wire.

(17)

40

Tabel 4.12. DataKebutuhanWR

Field Type Keterangan

Kodekebutuhan Text(10) Kode kebutuhan

Ukuran Text(10) Ukuran wire rod yg dipesan

Stock Long Integer Jumlah stok

MesinTarik Long Integer Kebutuhan utk mesin tarik

MesinPotong Long Integer Kebutuhan utk mesin potong

Cad Long Integer Cadangan kebutuhan

Totkebut Long Integer Total kebutuhan

Kebafterstok Long Integer Kebutuhan setelah stok

4.3.13 Tabel DataBhnProMaster

Digunakan untuk menyimpan data-data konversi kebutuhan bahan baku dari tiap-tiap ukuran produksi (paku dan kawat) / menyimpan asal bahan dan hasil produksi tiap ukuran pada PT. Surabaya Wire.

Tabel 4.13. DataBhnProMaster

Field Type Keterangan

KodeKwt Text(15) Ukuran kawat

Jenisbahan Text(5) Jenis bahan

Diameter Text(15) Diameter

Toleransi Text(20) Toleransi ukuran

Alternukur Text(30) Ukuran yg sama

4.3.14 Tabel DataBhnProDetail

Digunakan untuk menyimpan data-data detil asal bahan produksi dari bahan kawat pada PT. Surabaya Wire.

Tabel 4.14. DataBhnProDetail

Field Type Keterangan

KodeKwt Text(15) Ukuran kawat

KodeWR Text(20) Kode wire rod

(18)

41

Namabhn Text(12) Tipe bahan

Ukuranbhn Text(6) Ukuran bahan

4.3.15 Tabel TKonversiHapro

Digunakan untuk menyimpan data-data detil hasil produksi dari bahan kawat pada PT. Surabaya Wire.

Tabel 4.15. TKonversiHapro

Field Type Keterangan

KodeKwt Text(15) Ukuran kawat

Nourut Long Integer No urut

NamaBarang Text(30) Nama barang

Ukuran Text(15) Ukuran

JnsBhn Text(5) Jenis barang

Keterangan Text(20) Keterangan

4.3.16 Tabel Wire_Rod_List

Digunakan untuk menyimpan data-data wire rod perukuran dan supliernya pada PT. Surabaya Wire.

Tabel 4.16. Wire_Rod_List

Field Type Keterangan

Kode wire rod Text(20) Kode wire rod

Nama wire rod Text (30) Nama wire rod

Grade Text(3) Grade wire rod

Ukuran Text(3) Ukuran wire rod

Supp Text(5) Nama Supplier

4.3.17 Tabel Wire Rod Datang

Digunakan untuk menyimpan data-data kedatangan wire rod per bulannya pada PT. Surabaya Wire.

(19)

42

Tabel 4.17. Wire Rod Datang

Field Type Keterangan

No surat jalan Text(10) No surat jalan

Kode Wire rod Text(20) Kode wire rod

Tanggal Date/Time Tanggal

Coil Drawing Long Integer Jumlah coil utk drawing

Berat Drawing Long Integer Jumlah berat utk drawing

Coil Potong Long Integer Jumlah coil utk potong

Berat Potong Long Integer Jumlah berat utk potong

Coil Lain-lain Long Integer Jumlah coil utk lain-lain Berat Lain-lain Long Integer Jumlah berat utk lain-lain

4.3.18 Tabel DataKapasitasMesinMaster

Digunakan untuk menyimpan data-data kapasitas mesin pada PT. Surabaya Wire.

Tabel 4.18. DataKapasitasMesinMaster

Field Type Keterangan

MesinType Text(4) Tipe mesin

JenisMesin Text(6) Jenis mesin

JumlahMesinTot Integer Jumlah mesin total

JumlahMesinAktif Integer Jumlah mesin aktif

Departemen Text(12) Departemen

Unit Text(1) Unit

4.3.19 Tabel DataKapasitasMesinDetail

Digunakan untuk menyimpan data-data detil produksi kapasitas mesin per ukuran pada PT. Surabaya Wire.

Tabel 4.19. DataKapasitasMesinDetail

Field Type Keterangan

MesinType Text(4) Tipe mesin

(20)

43

Ukuran Text(20) Ukuran bahan

MaxTon Single Maximal tonase

ActTon Single Actual tonase

JenisPro Text(8) Jenis produksi

Jenis Text(1) Tipe produksi (E/L)

Lama Long Integer Kapasitas mesin lama

Baru Long Integer Kapasitas mesin baru

Korea Long Integer Kapasitas mesin korea

Activasi Long Integer Kapasitas yg digunakan

Nilai Text(3) Nilai max,min,avg

4.3.20 Tabel TJadwalMast

Digunakan untuk menyimpan data-data jadwal produksi pada PT. Surabaya Wire.

Tabel 4.20. TJadwalMast

Field Type Keterangan

Kodejadwal Text(20) Kode jadwal

Kebutuhan Long Integer Jumlah kebutuhan

Target Long Integer Jumlah target

Jenis Text(15) Merk

Ukuran Text(20) Ukuran produk

JPro Text(1) Status (E/L)

Tipe Text(1) Tipe Produksi (Mass/JO)

Status Text(1) Status Produksi (new,cancel,pending)

Napro Text(2) Jenis produksi

Hari Single Jumlah hari produksi

Shift Single Shift yg dipakai untuk produksi

4.3.21 Tabel TJadwalDet

Digunakan untuk menyimpan data-data detail jadwal produksi dan kapasitas mesin tiap hari pada PT. Surabaya Wire.

(21)

44

Tabel 4.21. TJadwalDet

Field Type Keterangan

Kodejadwal Text(20) Kode jadwal

Tipemsn Text(12) Tipe mesin

Tgl Date/Time Tanggal Produksi

Minggu Integer Jadwal minggu

Kapasitas Long Integer Kapasitas p roduksi

JumMesin Integer Jumlah mesin yg digunakan

4.3.22 Tabel DataKebBhnPro

Digunakan untuk menyimpan data-data bahan baku yang digunakan untuk proses produksi pada PT. Surabaya Wire.

Tabel 4.22. DataKebBhnPro

Field Type Keterangan

Kodejadwal Text(20) Kode jadwal

NoCoil/Label Text(15) No bahan

KodeBrg Text(20) Kode bahan

Lokasi Text(1) Lokasi bahan

Jumlah Single Jumlah bahan

Ukuran Text(15) Ukuran bahan

4.3.23 Tabel DataKebSubMat

Digunakan untuk menyimpan data-data kebutuhan bahan sub material yang digunakan untuk proses produksi pada PT. Surabaya Wire.

Tabel 4.23. DataKebSubMat

Field Type Keterangan

Kodejadwal Text(20) Kode jadwal

KodeMtr Text(50) Kode material

Kebutuhan Single Total kebutuhan

KodeJO Text(10) Kode JO

(22)

45

4.3.24 Tabel DataStanSubmatDet

Digunakan untuk menyimpan detil data-data bahan sub material pada tiap produksi PT. Surabaya Wire.

Tabel 4.24. DataStanSubmatDet

Field Type Keterangan

KodeProduk Text(20) Kode produk

KodeMtr Text(15) Kode material

Spec Text(20) Spesifikasi

Pengali Text(6) Faktor pengali

Jenis Operasi Text(1) Jenis operasi

Konversi Single Nilai konversi

Unit Text(4) Satuan ( Roll,Pcs,Kg,Lbr)

4.3.25 Tabel TbRenDrw

Digunakan untuk menyimpan data rencana produksi kawat tiap bulannya pada PT. Surabaya Wire.

Tabel 4.25. TbRenDrw

Field Type Keterangan

Bln/Thn Text(20) Gabungan bulan dan tahun transaksi

Ukuran Text(50) Ukuran produksi

HKerja Single Jumlah hari kerja

Shift Single Jumlah shift

Kebutuhan Long Integer Jumlah kebutuhan produksi

Target Long Integer Jumlah target produksi

4.3.26 Tabel TbRenDrMsn

Digunakan untuk menyimpan data-data dan jadwal mesin yang digunakan untuk produksi kawat tiap bulannya pada PT. Surabaya Wire.

(23)

46

Tabel 4.26. TbRenDrMsn

Field Type Keterangan

TypeMesin Text(20) Tipe mesin yang digunakan

Ukuran Text(50) Ukuran produksi

Bln/Thn Text(6) Gabungan bulan dan tahun transaksi

TglSt Date/Time Tanggal Mulai

TglFn Date/Time Tanggal Selesai

Jumlah Single Jumlah kapasitas

4.4. Implementasi Sistem

Setelah membahas mengena i desain arsitektur secara garis besar, maka pada bagian ini akan sedikit diuraikan mengenai baris-baris coding program aplikasi ini.

4.4.1. Proses Koneksi Database

Koneksi database menggunakan komponen ADOConnection yang merupakan salah satu komponen yang dimiliki oleh Borland Delphi 7.0, komponen ini selain untuk mengakses database dari Microsoft Access dapat juga digunakan untuk mengakses database dari Microsoft SQL Server dan semua database yang compatible dengan Windows. Komponen ini letaknya pada menu bar tab pages yang bertuliskan ADO.

Gambar 4.7. Tab Page ADO

Setelah menu tab page ADO terbuka, lalu klik komponen ADOConnection dan diletakkan pada form. Untuk mengatur koneksi databasenya, pilih ConnectionString pada Object Inspector.

(24)

47

Gambar 4.8. Gambar Object Inspector Delphi

Setelah itu klik pada pada tombol dan akan muncul window “ADOConnection1 ConnectionString”. Lalu klik pada tombol .

Gambar 4.9. Window ADOConnection1 ConnectionString

Setelah tombol ditekan, maka akan muncul window Data Link Properties dan memilih driver yang akan digunakan pada list OLE DB Provider(s) dengan “Microsoft Jet 4.0 OLE DB Provider” untuk driver koneksi pada database Microsoft Access.

(25)

48

Gambar 4.10. Data Link Properties

Setelah itu tombol ditekan dan akan muncul halaman Connection lalu pilih direktori file tempat database yang akan digunakan lalu tekan tombol “OK”.

Gambar 4.11 Page Connection

(26)

49

Sampai pada akhirnya muncul window “ADOConnection1 ConnectionString” dan didalam editbox “Use Connection String” terdapat text

“Provider=Microsoft.Jet.OLEDB.4.0;DataSource=C:\PPIC \PPICDBase.mdb;Persist Security Info=False”.

Segmen program 4.1. Koneksi database dari Delphi 7.0 ke Ms Access

procedure TFormMenu.Open1Click(Sender: TObject);

begin

connection1.ConnectionString:=Provider=Microsoft.Jet.OLEDB.4.0;DataSource=C:\PPIC\

PPICDBase.mdb;Persist Security Info=False’;

connection1.connected:=true;

formMenu.Open1.Enabled:=false;

formMenu.Disconnect1.Enabled:=true;

formMenu.marketing2.Enabled:=true;

formMenu.ppic2.Enabled:=true;

formMenu.Account1.Enabled:=true;

formMenu.Setting1.Enabled:=true;

formMenu.InventoryControl1.Enabled:=true;

end;

4.4.2. Proses Pengaksesan Database

Setelah melakukan koneksi dengan database, maka tahap selanjutnya adalah mengakases database yang telah terhubung tersebut. Model dari pengaksesan database dapat berupa memasukkan data, mencari data, mengubah data, dan menghapus data.

Segmen Program 4.2. Input ukuran dan jenis produksi

procedure TFrmUkuranPaku.SimpanClick(Sender: TObject);

begin

if (text1.Text <> '') and (combobox1.Text <> '') and (text2.Text <> '') then begin

if Application.MessageBox('Data yakin akan Disimpan ?','Surabaya Wire Question',mb_YESNO+mb_iconquestion)=IDYES then

begin

DModule.TUkuran.Append;

DMOdule.TUkuran['kodepro']:=kode;

Dmodule.TUkuran['ukuran']:=text1.Text;

DModule.TUkuran['jenisbrg']:=combobox1.Text;

Dmodule.Tukuran['satuan']:=Text2.Text;

DModule.TUkuran['jenis']:=combobox2.Text;

DModule.TUkuran['status']:=status;

DModule.TUkuran.FieldByName('konversikg').AsInteger:= strtoint(text3.Text);

Dmodule.TUkuran.Post;

end;

bersih(Sender);

end else

(27)

50

Segmen Program 4.3. Edit data mesin berdasarkan tipe mesin

procedure TFormDataMesin.UbahClick(Sender: TObject);

var s:byte;

begin

if (text1.Text <> '') and (Combobox1.Text <> '') and (text3.Text <> '') and (text5.Text <>'') then begin

if application.MessageBox('Apakah anda yakin akan menyimpan data ini ?','System Question',mb_YESNO+mb_ICONQuestion)=IDYES then

begin

if DModule.TDataMesinMast.Locate('MesinType',text1.Text,[locaseinsensitive]) then begin

DModule.TDataMesinMast.Edit;

DModule.TDataMesinMast['MesinType']:=text1.Text;

DModule.TDataMesinMast['jenismesin']:=Combobox1.Text;

DModule.TDataMesinMast['departemen']:=text3.Text;

DModule.TDataMesinMast.FieldByName('jumlahmesinakt if').AsInteger:=strtoint(text5.Text);

DModule.TDataMesinMast.Post;

Segmen Program 4.4. Cari data jadwal produksi berdasarkan kode jadwal.

procedure TFormRenPro.Cekkode(Sender: TObject);

var kMatStr1:string;

kMatStr2:string;

kMatInt:integer;

begin

with queryCari do begin

SQL.Clear;

SQL.Add('SELECT * FROM TJadwalMast WHERE kodejadwal = :kode');

Parameters.ParamByName('kode').DataType:=ftString;

Parameters.ParamByName('kode').Value:=text1.Text;

Open end;

if queryCari.RecordCount <> 0 then begin

if Application.MessageBox('Kode Jadwal sudah terdaftar. Apakah ingin mengubah ?','S_Wire Question',mb_YESNO+mb_ICONQuestion)=IDYES then

begin

Simpan.Enabled:=false;

edit.Enabled:=true;

text1.Text:=queryCari['kodejadwal'];

totpro:=queryCari.fieldByname('kebutuhan').AsFloat;

text7.Text:=format('%15.0n',[totpro]);

target:=queryCari.fieldbyname('target').AsFloat;

text8.Text:=format('%15.0n',[target]);

text3.Text:=queryCari['ukuran'];

text11.Text:=queryCari['jenis'];

jpro:=queryCari['jpro'];

if jpro = 'L' then RB1.Checked:=True else RB2.Checked:= true;

tipe:=queryCari['tipe'];

if tipe = 'M' then

(28)

51

radiobutton1.Checked:= True else radiobutton2.Checked := true;

status:=queryCari['status'];

if status = 'N' then RG1.ItemIndex := 0 else if status = 'P' then RG1.ItemIndex := 1 else if status = 'C' then RG1.ItemIndex := 2 else RG1.ItemIndex := 3;

napro:=queryCari['napro'];

if napro = 'PK' then CB1.Text:='PAKU' else if napro = 'PT' then CB1.Text:='POTONG' else CB1.Text:='BENDRAT';

text4.Text:=floattostr(queryCari.FieldByName('hari').AsFloat);

text6.Text:=floattostr(queryCari.FieldByName('shift').AsFloat);

4.4.3. Proses Penampilan Form

Program yang dibuat dengan bahasa pemrograman Delphi, memiliki fasilitas di mana dapat melibatkan penggunaan beberapa form, sehingga antara form yang satu dan yang lainnya meskipun terpisah tetap terintegrasi ke dalam satu modul program.

Segmen Program 4.5. Penampilan form jadwal produksi

procedure TFormMenu.JadwalProduksi1Click(Sender: TObject);

begin

Application.CreateForm(TformRenPro,FormRenPro);

end;

4.4.4. Proses Penghitungan Kapasitas Mesin dan Target Produksi

Program ini dapat melakukan forecast perhitungan kapasitas mesin produksi dan target produksi berdasarkan effisiensi mesin dan jumlah mesin yang direncanakan dan diinputkan oleh user dan mengetahui jumlah kapasitas mesin per shift per harinya.

Segmen Program 4.6. Proses penghitungan kapasitas mesin dan target produksi

procedure TFormTrialPaku.SMGrid1KeyPress(Sender: TObject; var Key: Char);

var eff:real;

coba,tipe:string;

i,j:integer;

begin

if key = char(13) then begin

kapteori:=DModule.TDataMesinDet.fieldByName('activasi').AsFloat;

end;

(29)

52

end else begin

jummesin:=0;

TDataMsnSem.Delete;

TDataMsnSem.First;

with QuTemp do begin

SQL.Clear;

SQL.Add('Select ukuran, sum(jumlah) As JumMesin from TTrialPakuMesin');

SQL.Add('Group by ukuran Order by ukuran');

Open;

end;

if qutemp.Locate('ukuran',ukuran,[locaseinsensitive]) then jummesin:= QuTemp.fieldByName('jummesin').AsFloat;

with QuTemp do begin

SQL.Clear;

SQL.Add('Select Count(ukuran) As CountUkur from TTrialPakuMesin');

SQL.Add('where ukuran = :ukur');

Prepared;

Parameters.ParamByName('ukur').DataType:=ftString;

Parameters.ParamByName('ukur').Value:=ukuran;

Open;

end;

total:=0;

eff:=0;

jummesin:=0;

TDataMsnSem.Locate('ukuran',ukuran,[locaseinsensitive]);

targethari:=round(total/harikerja);

msnshift:=round(targethari/shift);

kapmsn :=round((targethari/shift)/jummsnsblm);

TTrialPaku.First;

//hitung total kebutuhan produksi for i:=1 to TTrialPaku.RecordCount do begin

tottargetpro1:=TTrialPaku.FieldByName('kebutproduksi').AsFloat;

tottargetpro:=tottargetpro+tottargetpro1;

TTRialPaku.Next;

end;

text7.Text:=format('%2.0n',[tottargetpro]);

//hitung tot%kebutuhan TTrialPaku.First;

for i:=1 to TTrialPaku.RecordCount do begin

tottargetpro1:=TTrialPaku.FieldByName('kebutproduksi').AsFloat;

prosentot:= roundto((tottargetpro1/tottargetpro)*100,-2);

TTrialPaku.Edit;

TTrialPaku.FieldByName('%KebutPro').AsFloat:=prosentot;

TTrialPaku.Post;

prosentot1:=prosentot1+prosentot;

TTrialPaku.Next;

end;

edit2.Text:=format('%8.0n',[prosentot1]);

(30)

53

end ; end;

//mengecek jumlah data

if TDataMsnSem.RecNo = TDataMsnSem.RecordCount then begin

total1:=0;

TDataMsnSem.Append;

TDataMsnsem['ukuran'] :=TTrialPaku['ukuranpro'];

TDataMsnSem['tanggal']:=TTrialPaku['tanggal'];

TDataMsnSem.FieldByName('effmsn').AsFloat:=0;

TDataMsnSem.FieldByName('jumlah').AsFloat:=0;

TDataMsnSem.FieldByName('kapmsn').AsFloat:=0;

TDataMsnSem.Post;

SMGrid1.SelectedIndex:=1;

end else begin

if ukuran = TDataMsnSem['ukuran'] then total1:=total;

//edit4.Text:=floattostr(total);

TDataMsnSem.Next;

SMGrid1.SelectedIndex:=2;

end;

end;

4.4.5. Proses Penghitungan Penggunaan Mesin.

Program ini dapat melakukan perhitungan penggunaan mesin produksi.

Sehingga mengetahui sisa mesin produksi yang tidak digunakan.

Segmen Program 4.7. Proses penghitungan penggunaan mesin.

procedure TFormTrialPaku.HitungSisa(Sender: TObject);

var jummsnaktif,jummsnskr:real;

Y:integer;

begin //unit 1

label25.Caption:=floattostr(strtofloat(label20.Caption)-strtofloat(label8.Caption));

label26.Caption:=floattostr(strtofloat(label21.Caption)-strtofloat(label11.Caption));

label27.Caption:=floattostr(strtofloat(label22.Caption)-strtofloat(label12.Caption));

label28.Caption:=floattostr(strtofloat(label23.Caption)-strtofloat(label16.Caption));

label29.Caption:=floattostr(strtofloat(label24.Caption)-strtofloat(label18.Caption));

label36.Caption:=floattostr(strtofloat(label35.Caption)-strtofloat(label34.Caption));

//unit 2

label60.Caption:=floattostr(strtofloat(label53.Caption)-strtofloat(label46.Caption));

label61.Caption:=floattostr(strtofloat(label54.Caption)-strtofloat(label47.Caption));

label62.Caption:=floattostr(strtofloat(label55.Caption)-strtofloat(label48.Caption));

label63.Caption:=floattostr(strtofloat(label56.Caption)-strtofloat(label49.Caption));

label64.Caption:=floattostr(strtofloat(label57.Caption)-strtofloat(label50.Caption));

end;

(31)

54

4.4.6. Proses Penampilan Laporan

Laporan adalah salah satu unsur terpenting dalam dunia kerja sebuah perusahaan, karena laporan merupakan hasil pengolahan data menjadi sebuah informasi yang sangat berguna bagi penggunanya. Berikut adalah salah satu coding yang dipakai dalam proses penampilan laporan.

Segmen Program 4.8. Proses Penampilan Laporan

procedure TfrmReport.Vie wClick(Sender: TObject);

begin

if frmRepStat = 'JP' then begin

with DModule.QryView do begin

SQL.Clear;

SQL.Add('SELECT

ms.kodeJadwal,ms.Ukuran,ms.Jenis,ms.Kebutuhan,ms.Target,ms.jpro,ms.Tipe,ms.Status,ms.Hari,ms.

Shift,ms.NaPro FROM TJadwalMast ms ');

SQL.Add('INNER JOIN TJadwalDet dt ON ms.kodejadwal=dt.kodejadwal WHERE (Month([dt.tgl]) = :m AND Year([dt.tgl]) = :y) AND ms.kodejadwal = :kd ');

SQL.Add('GROUP BY

ms.kodeJadwal,ms.Ukuran,ms.Jenis,ms.Kebutuhan,ms.Target,ms.jpro,ms.Tipe,ms.Status,ms.Hari,ms.

Shift,ms.NaPro');

Parameters.ParamByName('m').DataType:=ftWord;

Parameters.ParamByName('m').Value:=month;

Parameters.ParamByName('y').DataType:=ftWord;

Parameters.ParamByName('y').Value:=strtoint(edit3.Text);

Parameters.ParamByName('kd').DataType:=ftString;

Parameters.ParamByName('kd').Value:=edit1.Text;

Open;

end;

Application.CreateForm(TfrmJdw,frmJdw);

frmJdw.QRLabel2.Caption:=combobox1.Text;

frmJdw.QRLabel3.Caption:='- '+edit3.Text;

frmJdw.QuickRep1.Preview;

frmReport.Close;

end else if frmRepStat = 'KP' then begin

Application.CreateForm(TfrmRepKapPk,frmRepKapPk);

end;

end;

4.4.7. Daftar Procedure pada Program PPIC INTEGRATED SYSTEM

Procedure atau function (fungsi) adalah suatu rutin yang biasanya dipakai sebagai alat untuk melakukan tugas tertentu dan atau mendapatkan nilai tertentu.

(32)

55

Pada saat membuat program, sebetulnya pemrogram telah membuat procedure, antara lain procedure yang berhubungan dengan event, misalnya procedure untuk mengontrol program jika ditekan tombol tertentu.

Procedure semacam ini merupakan procedure yang dibuat atau didefinisikan pemrogram. Selain dapat membuat function dan procedure sendiri, Delphi juga sudah menyediakan function dan procedure yang tinggal dipakai (built in). Function sebetulnya hampir sama dengan procedure. Bedanya adalah function mempunyai nilai kembalian (return value), sedangkan procedure tidak mempunyainya.

Pada penulisannya procedure akan ditulis sebagai satu pernyataan yang berdiri sendiri, sedangkan function biasanya ditulis di sebelah kanan pernyataan lain atau ditulis sebagai nilai yang dimasukkan ke dalam variabel.

Tabel 4.27 Tabel Daftar Procedure

No Procedure Keterangan

1. Procedure Open1Click Untuk terhubung dan

menggunakan program.

2. Procedure Disconnect1Click Untuk memutus hubungan dengan database.

3. Procedure FormBersih Untuk membersihkan form.

4. Procedure CariTarget Untuk me ncari mencari data transaksi per bulan dari tiap distributor

5. Procedure AfterSearching Untuk mengembalikan data yang dicari pada form view.

6. Procedure FormClose Untuk menutup tiap form

7. Procedure KeyPress Untuk melakukan sesuatu aktivitas tergantung tiap komponen apabila terjadi penekanan tombol.

8. Procedure SaveClick Untuk melakukan perintah(coding) untuk proses penyimpanan apabila button “save” ditekan.

9. Procedure UbahClick Untuk melakukan perintah(coding) untuk proses penyimpanan apabila button “edit” ditekan.

10. Procedure AmbilHari Untuk mengambil hari efektif produksi tiap bulannya.

(33)

56

No Procedure Keterangan

11. Procedure HapusGrid Untuk menghapus grid yang berisi data-data.

12. Procedure Cekkode Untuk mengecek kode produksi apakah tela h digunakan.

13. Procedure CariBhn Untuk mencari bahan yang dibutuhkan.

14. Procedure KebutuhanSubMat Untuk menampilkan kebutuhan dalam setiap rencana produksi.

15. Procedure SMGridChangeSelection Untuk melakukan perintah(coding) apabila terjadi pemilihan pada grid.

16. Procedure AmbilKebutuhan Untuk mengambil kebutuhan produksi kawat dari jumlah total kebutuhan paku + 10%.

17. Procedure

SMGrid DrawColumnCell

Untuk meletakkan datetimepicker yang dibutuhkan.

18. Procedure SMGridColEnter Untuk menampilkan datetimepicker dalam grid.

19. Procedure TampilTanggal Untuk menampilkan tanggal dalam satu bulan.

20. Procedure HitungBulan Untuk menghitung tgl awal dan tgl akhir dalam satu bulan.

21. Procedure CariKonversi Untuk menampilkan hari kerja bulan sebelumnya.

Referensi

Dokumen terkait

Alhamdulillah, the researcher says to Allah SWT for giving her strength and chance to complete the thesis entitled: A Study of Teachers’ Verbal Interactional Feedback Strategy

Pada tanggal 15 Maret 2010, Perusahaan melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sesuai dengan Peraturan BAPEPAM-LK No. IX.D.4, Lampiran

Penggambaran kondisi kualitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan 8 aspek standar pendidikan nasional, salah satunya adalah standar tenaga pendidik

Yang perlu kita ketahui dalam negosiasi tidak akan pernah tercapai kesepakatan kalau sejak awal masing-masing atau salah satu pihak tidak memiliki niat untuk

Proses bisnis sistem baru dimana admin hanya mengelola data bahan baku dan produk untuk mendapatkan hasil yang efektif menggunakan metode fifo terlihat seperti pada Gambar 2..

Judul Laporan : Pemberdayaan Masayarakat Desa Sukamukti Kecamatan Majalengka Berbasis Optimalisasi Potensi Hasil Pertanian Lahan Kering Nama Mahasiswa :. Disetujui : Dosen

Hasil hujan simulasi digunakan untuk menghitung debit yang tersedia di sawah tadah hujan dan debit andalan yang ada di waduk dengan metode Mock serta untuk

Pada dasarnya semua bangsa dan masyarakat di dunia ini senatiasa terlibat dalam proses modernisasi, meskipun kecepatan dan arah perubahannya berbeda-beda antara masyarakat yang