ANALISIS PERKEMBANGAN ANGGARAN BELANJA NEGARA (APBN) REPUBLIK INDONESIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP
BEBERAPA INDIKATOR PENTING MDGs/SDGs TAHUN 2007- 2017
SKRIPSI
Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Sains
FRENGKI PANDIANGAN 160823004
DEPARTEMEN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2018
Judul : Analisis Perkembangan Anggaran Belanja Negara (APBN)Republik Indonesia dan pengaruhnya terhadap beberapa Indikator penting MDGs dan SDGs tahun 2007 – 2017.
Kategori : SKRIPSI
Nama : Frengki Pandiangan
Nomor Induk Mahasiswa : 160823004
Program Studi : SARJANA (S1) MATEMATIKA
Departemen : MATEMATIKA
Fakultas : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Medan, Oktober 2018
Komisi Pembimbing:
Pembimbing
Drs. Gim Tarigan, M.Si NIP.
Disetujui Oleh:
Departemen Matematika FMIPA USU Ketua,
Dr. Suyanto, M.Kom
NIP. 19590813 198601 1 002
PERNYATAAN
ANALISIS PERKEMBANGAN ANGGARAN BELANJA NEGARA (APBN) REPUBLIK INDONESIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP
BEBERAPA INDIKATOR PENTING MDGs/SDGs TAHUN 2007- 2017
SKRIPSI
Saya mengakui bahwa Skripsi ini adalah hasil kerja saya sendiri. Kecuali Beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.
Medan, Oktober 2018
Frengki Pandiangan 160823004
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa Karena berkat rahmat dan karunia- Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya.
Adapun judul skripsi adalah ―Analisis Perkembangan Anggaran Belanja Negara (APBN) Republik Indonesia dan pengaruhnya terhadap beberapa Indikator penting MDGs dan SDGs tahun 2007 – 2017.‖, sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana sains.
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada istri tercinta Denny Pane dan anak - anak ku , Kedua Orang Tua saya dan Mertua saya, ito ku, Lae ku, adek-adekku yang selalu memberikan dukungan baik moril dan materil, do’a yang tiada henti serta limpahan kasih sayang yang tiada terhingga sampai detik ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Dr. Suyanto, M.Kom dan Bapak Drs. Rosman Siregar, M.Si selaku ketua dan sekertaris Departemen Matematika FMIPA USU.
2. Bapak Drs. Gim Taringan, M.Si selaku dosen pembimbing skripsi yang telah menyediakan tenaga, pikiran dan waktunya untuk mengarahkan penulis dalam penyusunan skripsi ini.
3. Bapak Drs. Ujian Sinulingga, M.Si dan Bapak Dr. Agus Salim Harahap, M.Si, selaku dosen pembanding skripsi.
4. Bapak Wien Kusdiatmono,M.M dan Dr.Syech Suhaimi,SE,M.Si selaku kepala BPS Provinsis Sumatera Utara atas bantuannya dalam mengizinkan penulis untuk tugas belajar dan mengambil data dalam penyelesaian skripsi ini.
5. Ibu Dra.Enny Nuryani Nasution Kepala BPS Kabupaten Serdang Bedagai beserta kepala sub bagian tata usaha, dan Para kepala seksi serta seluruh pegawai BPS Kabupaten Serdang Bedagai yang memberikan motifasi.
6. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Matematika Ekstensi Stambuk 2016 yang telah banyak membantu dengan kebaikan yang berlipat ganda.
Medan, Oktober 2018
Penulis
Frengki Pandiangan
Analisis Perkembangan Anggaran Belanja Negara (APBN) Republik Indonesia dan pengaruhnya terhadap beberapa Indikator penting MDGs dan SDGs
tahun 2007 – 2017.
ABSTRAK
Metode Analisis perkembangan Anggaran Belanja Negara (APBN) Republik dan Pengaruhnya terhadap beberapa indikator pentiong MDGs/SDGs adalah Deskriftif dan korelasi serta regresi linear. Ada pun tujuan analisis untuk mengetahui perkembangan perubahan anggaran belanja Negara terhadap indikator MDGs/SDGs yang menjadi prioritas Negara Indonesia seperti Pengagguran, kemiskinan, Inflasi, Melek Hruf, Harapan hidup, Gini Rasio, dan Tindak Kejahatan. Sejak tahun 2007 negara Indonesia telah berkembang secara politik demokrasi yang terbuka yaitu pemilihan presiden secara langsung. Perkembangan Anggaran Belanja Negara Indonesia memiliki peran penting dalam beberapa kebijakan baik secara langsung maupun tak langsung untuk mewujudkan tercapainya MDGs /SDGs yang lebih baik di dunia internasional.
Deklarasi Milenium yang disepakati kepala Negara dan perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada September 2000 lalu. Tujuan Pembangunan Milenium (bahasa Inggris : Millennium Development Goals atau disingkat dalam bahasa Inggris MDGs) memiliki delapan butir tujuan untuk dicapai pada tahun 2015 dan sudah mulai dijalankan pada September 2000. Targetnya adalah tercapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015. Target ini merupakan tantangan utama dalam pembangunan di seluruh dunia yang diadopsi oleh 189 negara serta ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York pada bulan September 2000 tersebut. dan Indonesia telah berhasil mencapai MDGs tersebut sehingga Indonesia pada tahun 2015 sampai sekarang masuk dalam program SDGs dengan 8 Tujuan dan 169 Target sampai tahun 2030. Hal ini perlu diperhatikan dalam pencapaian program tersebut adalah menganalisis perkembangan Anggaran Belanja Negara.
ABSTRACT
Method of Analysis of the development of the Republican State Budget (APBN) and its effect on several MDGs / SDGs attention indicators are descriptive and correlation and linear regression. There is also the purpose of the analysis to determine the development of changes in the State budget for MDGs / SDGs which are the priorities of Indonesia such as unemployment, poverty, inflation, literacy, life expectancy, Gini Ratio, and crime. Since 2007 the Indonesian state has developed politically an open democracy, namely direct presidential elections. Development of the State Budget Indonesia has an important role in several policies both directly and indirectly to realize the achievement of better MDGs / SDGs in the international world.
The Millennium Declaration which was agreed upon by the head of state and representatives of 189 United Nations (UN) countries in September 2000. The Millennium Development Goals (English: Millennium Development Goals or abbreviated in English MDGs) have eight goals to be achieved in 2015 and have started in September 2000. The target is to achieve people's welfare and community development in 2015. This target is a major challenge in development throughout the world which was adopted by 189 countries and signed by 147 heads of government and heads of state at the Millennium Summit in New York in September 2000 is. and Indonesia has succeeded in achieving the MDGs so that Indonesia in 2015 is now included in the SDGs program with 8 Goals and 169 Targets until 2030. This need to be considered in achieving the program is analyzing the development of the State Budget.
DAFTAR ISI
Halaman
PERSETUJUAN i
PERNYATAAN ii
PENGHARGAAN iii
ABSTRAK iv
ABSTRACT
DAFTAR ISI vi
DAFTAR TABEL viii
DAFTAR GAMBAR ix
DAFTAR LAMPIRAN x
BAB 1 PENDAHULUAN1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Perumusan Masalah 3
1.3 Batasan Masalah 3
1.4 Tujuan Penelitian 4
1.5 Manfaat Penelitian 5
1.6 Tinjauan Pustaka 8
1.7 Metodologi Penelitian 8
BAB 2 LANDASAN TEORI 10
2.1 Data 10
2.1.1 Jenis Data 12
2.1.2 Skala Pengukuran 13
2.1.3 Metode Pengumpulan 14
2.1.4 Populasi dan Sampel 14
2.2 Statistik Deskriptif 14
2.2.1 Macam – macam Statistik Deskriptif 15
2.3 Uji Normalitas 17
2.3.1 Pengertian Normalisasi 17
2.4 Analisi Korelasi 17
2.4.1 Pengertian Korelasi 17
2.5 Regresi Linear Berganda 18
2.5.1 Pengertian Regresi Linear Berganda 18
2.6 Uji Anova 19
2.5.1 Pengertian Uji Anova 17
BAB 3 PEMBAHASAN 20
3.1 Pengumpulan Data 20
3.1.1 Populasi dan Sampel 20
3.1.2 Sumber Data 20
3.2 Analsisi Statistik Deskriptif 20
3.2.1 Anggaran Belanja Negara Tahun 2007 - 2017 21
3.2.4 Perkembangan Pengagguran Tahun 2007 – 2017 35 3.2.5 Perkembangan Kemiskinan Tahun 2007 – 2017 39 3.2.6 Perkembangan Inflasi Tahun 2007 – 2017 44 3.2.7 Perkembangan Geni Rasio Tahun 2007 – 2017 48 3.2.8 Perkembangan Jumlah Penduduk Tahun 2007 – 2017 52 3.2.9 Perkembangan Nilai Impor Tahun 2007 – 2017 56 3.2.10 Perkembangan Nilai Ekspor Tahun 2007 – 2017 60 3.2.11 Perkembangan Melek Huruf Tahun 2007 – 2017 64 3.2.12 Perkembangan KemiskinanAngka Harapan Hidup
Tahun 2007 – 2017 68
3.2.13 Perkembangan Tindak Korupsi Tahun 2007 – 2017 72 3.2.14 Perkembangan Tindak Kejahatan Tahun 2007 – 2017 76
3.3 Uji Normalitas 80
3.4 Analisis Korelasi 82
3.5 Regresi Linear Berganda 97
3.6 Uji Anova 101
BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN 105
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
4.1 Kesimpulan 105
4.2 Saran 110
DAFTAR TABEL
Nomor Judul Halaman Tabel
Tabel 1 Anggaran Belanja Negara Repbulik Indonesia
Tahun 2007 - 2017 21
Tabel 2 Persentase Kenaikan / Penurunan
Anggaran Belanja Negara Tahun 2007 - 2017 23 Tabel 3 Pertumbuhan Ekonomi Nasional Tahun 2007 - 2017 26 Tabel 4 Persentase Kenaikan / Penurunan Pertumbuhan Ekonomi
Tahun 2007 – 2017 28
Tabel 5 Utang Negara Republik Indonesia Tahun 2007 – 2017 32 Tabel 6 Persentase Kenaikan / Penurunan Utang Negara Tahun
Tahun 2007 – 2017 34
Tabel 7 Pengangguran Republik Indonesia Tahun 2007 – 2017 36 Tabel 8 Persentase Kenaikan / Penurunan Jumlah Pengangguran
Tahun 2007 – 2017 38
Tabel 9 Jumlah Penduduk miskin Republik Indonesia
Tahun 2007 – 2017 41
Tabel 10 Persentase Kenaikan / Penurunan Jumlah Kemiskinan
Tahun 2007 – 2017 43
Tabel 11 Inflasi Republik Indonesia Tahun 2007 – 2017 46 Tabel 12 Persentase Kenaikan / Penurunan Inflasi
Tahun 2007 – 2017 38
Tabel 13 Genio rasio Republik Indonesia Tahun 2007 – 2017 50 Tabel 14 Persentase Kenaikan / Penurunan Genio Rasio
Tahun 2007 – 2017 52
Tabel 15 Jumlah Penduduk Indonesia Tahun 2007 – 2017 54 Tabel 16 Persentase Kenaikan / Penurunan Jumlah Penduduk
Tahun 2007 – 2017 56
Tabel 17 Perkembangan impor Tahun 2007 – 2017 57 Tabel 18 Persentase Kenaikan / Penurunan Impor
Tahun 2007 – 2017 59
Tabel 19 Perkembangan ekspor Republik Indonesia
Tahun 2007 – 2017 61
Tabel 20 Persentase Kenaikan / Penurunan ekspor
Tahun 2007 – 2017 63
Tabel 21 Perkembangan melek huruf
Republik Indonesia Tahun 2007 – 2017 65 Tabel 22 Persentase Kenaikan / Penurunan melek huruf
Tahun 2007 – 2017 67
Tabel 23 Perkembangan Harapan hidup Republik Indonesia
Tahun 2007 – 2017 69
Tabel 24 Persentase Kenaikan / Penurunan Harapan hidup
Tahun 2007 – 2017 71
Tabel 25 Perkembangan Tindak Pidana Korupsi
Republik Indonesia Tahun 2007 – 2017 73
Tabel 27 Tindak Pidana Kejahatan Republik Indonesia
Tahun 2007 – 2017 77
Tabel 28 Persentase Kenaikan / Penurunan Tindak Pidana Kejahatan
Tahun 2007 – 2017 79
Tabel 29 Persentase Perubahan Perkembangan Indikator Penting MDGs/SDGs Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 -2017 83
DAFTAR GRAFIK
Nomor Judul Halaman Tabel
Grafik 1 Grafik 2
Anggaran Belanja Negara Repbulik Indonesia Tahun 2007 - 2017
Persentase Kenaikan / Penurunan
Anggaran Belanja Negara Tahun 2007 - 2017
24 24 Grafik 3
Grafik 4
Pertumbuhan Ekonomi Nasional Tahun 2007 - 2017 Persentase Kenaikan / Penurunan Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2007 – 2017
29 29 Grafik 5
Grafik 6
Utang Negara Republik Indonesia Tahun 2007 – 2017 Persentase Kenaikan / Penurunan Utang Negara Tahun
34
Tahun 2007 – 2017 35
Grafik 7 Pengangguran Republik Indonesia Tahun 2007 – 2017 38 Grafik
Grafik 8 9
Persentase Kenaikan / Penurunan Jumlah Pengangguran Tahun 2007 – 2017
Jumlah Penduduk miskin Republik Indonesia
39
Grafik 10
Tahun 2007 – 2017
Persentase Kenaikan / Penurunan Jumlah Kemiskinan
43
Tahun 2007 – 2017 43
Grafik 11 Inflasi Republik Indonesia Tahun 2007 – 2017 48 Grafik 12 Persentase Kenaikan / Penurunan Inflasi
Tahun 2007 – 2017 48
Grafik 13 Genio rasio Republik Indonesia Tahun 2007 – 2017 52 Grafik 14 Persentase Kenaikan / Penurunan Genio Rasio
Tahun 2007 – 2017 53
Grafik 15 Jumlah Penduduk Indonesia Tahun 2007 – 2017 56 Grafik 16 Persentase Kenaikan / Penurunan Jumlah Penduduk
Tahun 2007 – 2017 57
Grafik 17 Perkembangan impor Tahun 2007 – 2017 60 Grafik
Grafik 18 19
Persentase Kenaikan / Penurunan Impor Tahun 2007 – 2017
Perkembangan ekspor Republik Indonesia
60
Grafik 20
Tahun 2007 – 2017
Persentase Kenaikan / Penurunan ekspor
64
Grafik 21
Tahun 2007 – 2017
Perkembangan melek huruf
64
Grafik 22
Republik Indonesia Tahun 2007 – 2017 Persentase Kenaikan / Penurunan melek huruf
68
Grafik 23
Tahun 2007 – 2017
Perkembangan Harapan hidup Republik Indonesia
68
Grafik 24
Tahun 2007 – 2017
Persentase Kenaikan / Penurunan Harapan hidup
72
Grafik 25
Tahun 2007 – 2017
Perkembangan Tindak Pidana Korupsi
72 Republik Indonesia Tahun 2007 – 2017 76
Grafik 27 Tindak Pidana Kejahatan Republik Indonesia
Tahun 2007 – 2017 80
Grafik l 28 Persentase Kenaikan / Penurunan Tindak Pidana Kejahatan
Tahun 2007 – 2017 81
Grafik 29 Persentase Perubahan Perkembangan Indikator Penting MDGs/SDGs Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 -2017 83
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor Judul
Lampiran 1 Surat Penelitian
Lampiran 2 Data Tindak Korupsi dari Publikasi KPK Lampiran 3 Data Anggaran Belanja Negara dari BPS Lampiran 4 Data Pertumbuhan Ekonomi dari BPS Lampiran 5 Data Inflasi dari BPS
Lampiran 6 Data Melek Huruf dari BPS
Lampiran 7 Data Angka Harapan Hidup dari BPS Lampiran 8 Data Impor dari BPS
Lampiran 9 Data Ekspor dari BPS
Lampiran 10 Data Pengangguran dari BPS Lampiran 11 Data Geni Rasio dari BPS Lampiran 12 Data Kemiskinan dari BPS Lampiran 13 Data Penduduk dari BPS
Lampiran 14 Data Tindak Kejahatan dari BPS
Lampiran 14 Hasil Output SPSS
xii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejak masa reformasi banyak hal – hal yang penting yang dialami oleh bangsa negara Indonesia baik dari segi politik, APBN dan beberapa indikator penting. Sehingga pada tahun 2004 negara Republik Indonesia mempunyai sistem Demokrasi yang sangat maju dan Demokratis dimana presiden dipilih oleh rakyat melalui Pemilihan Umum (Pemilu). Adapun beberapa Pemilihan Umum Presiden antara lain :
1. Pertama pada tahun 2004 dengan presiden RI yang terpilih adalah Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono dengan periode 2004- 2009,
2. Kedua Pada tahun 2009 presiden yang terpilih adalah Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono, dengan Periode 2009-2014
3. Ketiga Pada tahun 2014 presiden yang terpilih adalah Joko Widodo, dengan Periode 2014 -2019
Dari ketiga Periode pemerintahan Presiden tersebut maka banyak kebijakan – kebijakan pemerintah yang menjadi dasar pembangunan di berbagai aspek kehidupan masyarakat indonesia.
Salah satu untuk mengukur kinerja suatu Negara yang telah disepakati oleh Perserikatan Bangsa – Bangsa adalah Millennium Development Goals atau disingkat dalam bahasa Inggris MDGs). MDGs
adalah Deklarasi Milenium hasil kesepakatan kepala negara dan perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mulai dijalankan pada September 2000, berupa delapan butir tujuan untuk dicapai pada tahun 2015. Targetnya adalah tercapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015.
2
Dalam mewujudkan kesejahteraan dan pembangunan masyarat Indonesia dibutuhakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). APBN adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. APBN berisi daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun anggaran (1 Januari - 31 Desember). APBN, perubahan APBN, dan pertanggungjawaban APBN setiap tahun ditetapkan dengan Undang-Undang.
Anggaran Belanja Negara terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat dan Transfer ke Daerah.
Dari Anggaran tersebut dapat di hitung beberapa indikator statistik untuk pencapaian MDGs Indonesia di tingkat Internasional. Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan salah satu alat Negara untuk menentukan atau menghitung tingkat indikator MGDs Negara Indonesia secara sah menurut Undang – undang.
Dan ada beberapa indikator penting yang menjadi prioritas pemerintah dalam terwujudnya perkembangan pembangunan (MGDs/SGDs) yaitu ; Indikator Gini Ratio, Tingkat Penganguran, Kemiskinan, Angka Melek Huruf, Angka Harapan Hidup, Jumlah Penduduk, Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Ekspor, import( Sumber data BPS RI).
Pada tahun 2007 – 2017 perkembangan Pembangunan MDGs/SDGs Nasional sebagai berikut rata – rata Indikator Genio Ratio sebesar 2,13; Rata – rata Tingkat pengagguran nasional sebesar 6,79 %; Rata – rata Tingkat Kemiskinan Nasional sebesar 30,46 Juta Jiwa; Rata – rata Angka Melek Huruf Nasional sebesar (97,76) ; Rata – rata Jumlah Penduduk Nasional sebesar 244,41 Juta Jiwa; Rata – rata inflasi Nasional sebesar 5,69 ; Rata – rata pertumbuhan ekonomi sebesar 5,54 ; Rata – rata impor nasional sebesar 206,89 Juta Dolar; Rata – rata Ekspor Nasional sebesar 158,35 Juta Dolar.
Dalam melaksanakan pembangunan MDGs/SDGs untuk lebih baik maka dibutuhkan program – program pemerintah yang handal, sehingga pemerintah harus membutuhkan Anggaran yang maksimal atau cukup. Anggaran Belanja Dan Pendapatan Negara (APBN) Republik Indonesia terdiri dari Pendapatan,
Belanja Rutin Negara, dan Utang Negara (Sumber data Kemenkeu RI dalam laporan Tahunan). Sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2017 anggaran pemerintah terus meningkat dalam belanja Negara baik di kementerian maupun lembaga/dinas dengan rata – rata kenaikan anggaran belanja sebesar 11,62 %.
Dalam anggaran belanja yang cukup besar dan mengalami kenaikan setiap tahunnya pemerintah perlu melaksanakan pengawasan yang efektif dan efisien, untuk menjalankan pengawasan pembangunan suatu negara maka diperlukan suatu lembaga yang mengawasan anggaran tersebut agar tidak terjadi penyalah gunaan anggaran yaitu KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi ). Pada Tahun 2007 – 2017 KPK telah melaksanakan penyidikan sebesar 883 kasus korupsi, dengan rata – rata kejahatan korupsi yang di tanggani sebesar 80,27 Kasus korupsi per tahun. Sedanngkan tidak kejahatan kriminalitas yang ditanggani oleh kepolisian mengalami penurunan dengan rata – rata per tahunnya sebesar 0,97%. Sehingga penulis membuat penelitian dengan judul‖
Analisis Perkembangan Anggaran Belanja Negara (APBN)Republik Indonesia dan pengaruhnya terhadap beberapa Indikator penting MDGs dan SDGs tahun 2007 – 2017
1.2 Rumusan Masalah
Permasalahan yang ingin diketahui oleh peneliti adalah untuk menganalisis perkembangan APBN terhadap beberapa indikator MDGs/SDGs Republik Indonesia. Sehingga penulis dapat mengetahui sejauh mana APBN mempengaruhi dan dipengaruhi oleh Indikator MDGs/SDGs tersebut.
1.3 Batasan Masalah
Agar permasalahan yang dikaji lebih fokus dan menjadi lebih jelas maka permasalahan dibatasi oleh :
1. Data Anggaran Belanja Negara Tahun 2007 - 2017 pada kementerian Keuangan Republik Indonesia.
2. Data Pertumbuhan Ekonomi , Data Penganguran, Data Kemiskinan, Data Inflasi, Data Geni Ratio , Data Jumlah Penduduk, Data Melek
4
Huruf, Angka Harapan Hidup, Data Nilai Impor, Data Nilai Ekspor dengan periode tahun 2007-2017.
3. Data Tindak Korupsi Tahun 2007 - 2017 pada Komisi Pemberantas Korupsi Indonesia
4. Data Tindak Kejatahan Tahun 2007 - 2017 pada Kepolisian Republik Indonesia
5. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder hasil laporan Tahunan dari instansi KPK, dan Buku Statistik Indonesia dari BPS.
6. Penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS guna mempermudah pengolahan data.
1.4 Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan, maka penulis ini memiliki tujuan sebagai berikut : Tujuan dari Penelitian ini adalah :
1) Untuk memahami dan mendalami masalah – masalah di bidang Pembangunan khususnya berkaitan dengan kebijakan pemerintah terhadap APBN.
2) Untuk memahami dan mendalami masalah – masalah di bidang pembangunan terkait indikator penting MGDs/SDGs khususnya berkaitan dengan kebijakan pemerintah.
3) Diharapkan penenlitian ini dapat bermanfaat sebagai referensi bagai peneliti – peneliti melakukan penenilitian yang lebih lanjut.
4) Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam pengambilan kebijakan, khususnya kebijakan dalam pembangunan Indikator Penting MDGs/ SDGs.
1.5 Tinjauan Pustaka
1. Statistik deskriptif
Statistik deskriptif adalah analisis yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian data sehingga dapat memberikan informasi yang berguna. Analisis ini bertujuan menguraikan tentang sifat-sifat atau karakteristik dari suatu keadaan dan untuk membuat deskripsi atau gambaran yang sistematis dan akurat mengenai fakta-fakta, siafat-sifat dari fenomena yang diselidiki. Beberapa bentuk penyajian statistik deskriptif adalah tabel, diagram, grafik, histogram dan lainnya.
2. Uji Normalitas
Konsep dasar dari uji normalitas Kolmogorov Smirnov adalah dengan membandingkan distribusi data (yang akan diuji normalitasnya) dengan distribusi normal baku. Distribusi normal baku adalah data yang telah ditransformasikan ke dalam bentuk Z-Score dan diasumsikan normal. Jadi sebenarnya uji Kolmogorov Smirnov adalah uji beda antara data yang diuji normalitasnya dengan data normal baku.
p(z) = –
c
p < 0,05 distribusi data tidak normal p ≥ 0,05 distribusi data normal
3. Analisis Korelasi
Korelasi merupakan suatu teknik statistik yang dipergunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara 2 variabel dan juga untuk dapat mengetahui bentuk hubungan keduanya dengan hasil yang bersifat kuantitatif. Kekuatan hubungan antara 2 variabel yang dimaksud adalah apakah hubungan tersebut erat, lemah, ataupun tidak erat. Sedangkan bentuk hubungannya adalah apakah bentuk korelasinya linear positifataupun linear negatif.
6
r
Nilai korelasi berkisar antara 1 sampai -1, nilai semakin mendekati 1 atau -1 berarti hubungan antara dua variabel semakin kuat. Sebaliknya, jika nilai mendekati 0 berarti hubungan antara dua variabel semakin lemah. Nilai positif menunjukkan hubungan searah (X naik, maka Y naik) sementara nilai negatif menunjukkan hubungan terbalik (X naik, maka Y turun).
Data yang digunakan dalam korelasi parsial biasanya memiliki skala interval atau rasio. Berikut adalah pedoman untuk memberikan interpretasi serta analisis bagi koefisien korelasi menurut Sugiyono:
0.00 - 0,199 = sangat rendah 0,20 - 0,3999 = rendah 0,40 - 0,5999 = sedang 0,60 - 0,799 = kuat 0,80 - 1,000 = sangat kuat
4. Regresi Liner Berganda
Kegunaan Analisis Regresi Linear Berganda Analisis Regresi Linear Berganda digunakan untuk mengukur pengaruh antara lebih dari satu variable prediktor (variable bebas) terhadap variable terikat
Rumus:
yi = b0 + b1Xi,1+ b2Xi,2+ …+ bp-1 Xi,p-1 + ei
Yi adalah variable tidak bebas untuk pengamatan ke-i untuk i= 1, 2, …n.
b0 , b1, b2, bp-1adalah parameter Xi,1, Xi,2, Xi,p-1 adalah Variabel Bebas
n ( X [ n X2 i ) ( X ) i Yi ( Xi
2 n ( Y i ) ( Yi 2 ) i ( Y ) ) ] i 2
ε1adalah sisa (error) untuk pengamatan ke-i yang diasumsikan berdistribusi normal yang saling bebas dan identik dengan rata-rata 0 (nol) dan variansi.
Dalam penelitian diambil beberapa variable yaitu : y
X1 X4 X6
= Anggaran Belanja Negara ,
= Pertumbuhan Ekonomi ,
= Kemiskinan ,
= Geni Ratio,
X2
X3 X5 X7
= Utang Negara.
= Penganguran
= Inflasi
= Jumlah Penduduk
X8 = Nilai Impor, X9 = Ekspor
X10 = Melek Huruf X11 = Angka Harapan Hidup
X12 = Tindak Korupsi, X13 = Tindak Kejatahan
5. Uji ANOVA
Anova adalah sebuah analisis statistik yang menguji perbedaan rerata antar grup. Grup disini bisa berarti kelompok atau jenis perlakuan. nova merupakan singkatan dari Analysis of variance. Merupakan prosedur uji statistik yang mirip dengan t test. Namun kelebihan dari Anova adalah dapat menguji perbedaan lebih dari dua kelompok. Berbeda dengan independent sample t test yang hanya bisa menguji perbedaan rerata dari dua kelompok saja. Anova digunakan sebagai alat analisis untuk menguji hipotesis penelitian yang mana menilai adakah perbedaan rerata antara kelompok. Hasil akhir dari analisis ANOVA adalah nilai F test atau F hitung. Nilai F Hitung ini yang nantinya akan dibandingkan dengan nilai pada tabel f. Jika nilai f hitung lebih dari f tabel, maka dapat disimpulkan bahwa menerima H1 dan menolak H0 atau yang berarti ada perbedaan bermakna rerata pada semua kelompok
8
1.6 Kontribusi Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan berkontribusi bagi : 1. Pemerintah
Memperikan evaluasi kinerja Pemerintah Republik Indonesia terhadap kebijakan yang pro rakyat, khususnya untuk meningkatkan Indikator penting MDGs/SDGs dengan memperhatikan anggaran negara yang efektif dan efisien.
2. Bagi Penulis
Memberikan kesempatan kepada penulis untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam bidang pemerintaahn khususnya dalam hal perhitungan indikator penting untuk peningkatan MDGs/SDGs Negara RI. Dan salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi yang dapat menjadi bahan perbandingan dalam penelitian lebih lanjut dimasa mendatang.
1.7 Metodologi Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah :
1. Memahami Metode Statistik Deskriptif, Analisis Korelasi, Uji Normalitas, Regresi Liner Berganda dan Uji Anova berupa buku, junal, dan situs internet yang berhubungan.
2. Melakukan studi lapangan secara online atau email ke Dinas terkait 3. Identifikasi dan rumusan masalah
4. Pengumpulan data dengan surat ke Dinas
Online / email
Statistik Deskriptif :
Grafik, Tabel
Regresi Linear Berganda:
Yi = β0 + β1Xi,1+ β2Xi,2+
…+
βp-1 Xi,p-1 + εi
Analisis
Implementasi SPSS dan Exel
Uji Anova:
n ( Y ) (Y )
i i i i
2 2 2 2
n (X ) ( X )
[ n Xi Yi ( Xi ) (Yi ) ]
r
Korelasi :
P(z) = – c
Uji Normal
1. BPS 2. Kemenkeu 3. KPK 4. Kepolisian Pengumpulan Data
Selesai Kesimpulan
5. Uji Normalitas data untuk menguji tingkat signifikan pengaruh variable.
6. Penarikan kesimpulan
Diagram Proses Metodologi :
Mulai
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Data
Data merupakan bentuk jamak dari datum yang merupakan informasi yang diperoleh dari satu satuan amatan.Pada umumnya informasi ini diperoleh melalui observasi (pengamatan) yang dilakukan terhadap sekumpulan individu.
Informasi yang diperoleh memberikan gambaran, keterangan, atau fakta mengenai suatu persoalan dalam bentuk kategorik, huruf atau bilangan (Sugiarto, dkk, 2001)
2.1.1. Jenis Data
Data dapat golongan menurut jenisnya berdasarkan krikteria, yaitu : 1) Data kualitatif dan kuantitatif
a. Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang sifatnya hanya menggolongkan saja.Termasuk dalam klasifikasi data tipe ini adalah data yang berskala ukur nominal dan ordinal.Sebagai contoh adalah data kepuasan pelanggan (tinggi, sedang, rendah).
b. Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka.Termasuk dalam klasifikasi data tipe ini adalah data yang berskala ukur interval dan rasio.
Sebagai contoh data kuantitatif adalah data tinggi badan siswa, misalnya : 130 cm, 135 cm, 140 cm, dan sebagainya.
2) Data internal dan eksternal
a. Data Internal merupakan data yang didapat Dari dalam perusahaan atau organisasi yang melakukan riset. Data ini menggambarkan keadaan dalam organisasi tersebut.
b. Data Eksternal merupakan data mengenai keadaan diluar organisasi, pada umumnya didapat dari pihak lain yang digunakan sebagai pembanding. Data eksternal itu sendiri terbagi atas dua bagian, yaitu :
1. Data Primer
Data primer adalah data yang langsung dikumpulkan oleh orang yang berkepentingan atau yang memakai data tersebut.Data ini diperoleh dari hasil wawancara atau kuesioner.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data primer yang diperoleh dari pihak lain atau data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan.
Sebagai contoh adalah data jumlah produksi suatu produk.
3) Data time series dan cross section
a. Data Time Series merupakan data yang dikumpulkan dari beberapa tahapan waktu secara kronologis, misalnya mingguan, bulanan, atau tahunan.
b. Data Cross Section merupakan data yang dikumpulkan pada waktu dan tempat tertentu saja, misalnya data hasil pengisian kuesioner tentang perilaku pembelian suatu produk shampo oleh responden pada bulan Juni 2011.
2.1.2. Skala Pengukuran
Skala merupakan suatu prosedur pemberian angka atau simbol lain kepada sejumlah ciri tersebut. Diantara bermacam-macam pengukuran untuk respon- respon yang diamati terhadap obyek-obyek, yang sering dipergunakan ialah
12
ukuran-ukuran cacah, peringkat, panjang, volume, waktu, bobot dan lainya, dalm statistik dibedakan empat macam skala pengukuran yang mungkin dihasilkan, yaitu :
a. Skala Nominal
Skala ini menggolongkan obyek-obyek atau kejadian-kejadian ke dalam berbagai kategori untuk menunjukan kesamaan atau perbedaan ciri- ciriobjek.Kategori-kategori tersebut dilambangkan dengan kata-kata, huruf simbol, atau angka.
Contoh : 1. Pria
2. Wanita b. Skala Ordinal
Seperti halnya dalam skala nominal, kelompok-kelompok yang sudah didefinisikan sebelumnya juga menggunakan lambang angka tau huruf.Ukuran pada skala ordinal tidak memberikan nilai absolut pada obyek, tetapi hanya urutan (ranking) relatif saja.Contoh : ingin diketahui status sosial seseorang yaitu A rendah, B sedang dan C tinggi.
c. Skala Interval
Skala interval memberikan ciri angka kepada kelompok obyek yang mempunyai skala nominal dan ordinal, ditambah dengan jarak yang sama pada urutan obyeknya. Skala interval diberikan apabila kategori yang digunakan bisa dibedakan, diurutkan, mempunyai jarak tertentu, tetapi tidak bisa dibandingkan.
d. Skala Rasio
Skala rasio menggunakan titik baku mutlak (titik nol mutlak). Angka pada skala rasio menunjukan nilai sebenarnya dari obyek yang diukur, sedangkan satuan ukurnya ditetapkan dengan perjanjian tertentu.
2.1.3. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data menunjukan cara-cara yang dapat ditempuh untuk memperoleh data yang dibutuhkan (Sugiarto dkk,2001). Seperti yang telah dipelajari metode pengumpulan data terdiri dari metode pengumpulan data primer dan metode pengumpulan data skunder.
a. Metode Pengumpulan Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh dari sumber pertama baik dari individu atau perorangan seperti hasil wawancara atau hasil dari pengisian kuesioner yang biasa dilakukan oleh peneliti.Pelaksanaannya dapat dilakukan dengan melakukan survei atau percobaan.
1. Survei
Survei dilakukan apabila data yang dicari sebenarnya sudah ada dilapangan. Teknik pengumpulan data dengan cara survei bisa dilakukan dengan :
Wawancara dengan responden. Wawancara atau interview adalah suatu cara mengumpulkan data dengan menanyakan langsung kepada responden dalam suatu permasalahan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut telah disiapkan terlebih dahulu sebagai kuesioner.
Angket atau kuesioner. Angket atau kuesioner adalah jawaban tertulis dari responden atas kuesioner yang diberikan. Dengan kuesioner, informasi yang dikumpulkan dapat lebih banyak dan tersebar merata dalam satu wilayah walaupun kenyataannya tidak semua kuesioner dikembalikan kepada peneliti.
Pooling (menggunakan telepon) atu melakukan observasi langsung.
2. Percobaan (experiment)
14
Cara percobaan dilakukan apabila data yang ingin diperolehbelum tersedia dan dengan demikian variabel yang akan diukur harus dibangkitkan melalui suatu percobaan.
b. Metode Pengumpulan Data Skunder
Metode ini sering disebut dengan metode dengan menggunakan bahan dokumen, karena dalam hal ini peneliti tidak secara langsung mengambil data sendiri tetapi meneliti dan memanfaatkan data atau dokumen yang dihasilkan dari pihak-pihak lain. Data skunder pada umumnya digunakan oleh peneliti untuk memberikan gambaran tambahan, gambaran perlengkapan ataupun untuk diproses lebih lanjut.
2.1.4 Populasi dan Sampel
Populasi merupakan keseluruhan unit atau individu dalam ruang lingkup yang ingin diteliti sedangkan sampel adalah sebagian anggota populasi yang dipilih dengan menggunakan prosedur tertentu sehingga diharapkan dapat mewakili populasinya (Sugiato dkk, 2001).
Suatu sampel yang baik atau benar akan dapat memberikan gambaran yang sebenarnya tentang populasi. Sehingga jika suatu penelitian sampelnya tidak diambil secara benar, maka hasilnya tidak akan dapat digeneralisasikan dan tidak dapat memberikan hasil yang tepat dalam menggambarkan keadaan sebenarnya dari populasi yang diteliti.
Pengambilan sampel (sampling) adalah suatu proses yang dilakukan untuk memilih dan mengambil sampel secara benar dari suatu populasi, sehingga dapat mewakili populasi tersebut.
2.2 Statistik deskriptif
Statistik deskriptif adalah analisi yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian data sehingga dapat memberikan informasi yang berguna.Analisis ini
bertujuan menguraikan tentang sifat-sifat atau karakteristik dari suatu keadaan dan untuk membuat deskripsi atau gambaran yang sistematis dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat dari fenomena yang diselidiki.Beberapa bentuk penyajian statistik deskriptif adalah tabel, diagram, grafik, histogram dan lainnya (Walpole, 1993).
Iqbal Hasan (2001:7) menjelaskan bahwa statistik deskriptif adalah bagian dari statistika yang mempelajari cara pengumpulan data dan penyajian data sehingga mudah dipahami. Statistika deskriptif hanya berhubungan dengan hal menguraikan atau memberikan keterangan-keterangan mengenai suatu data atau keadaan.Dengan kata statistika deskriptif berfungsi menerangkan keadaan, gejala, atau persoalan.Penarikan kesimpulan pada statistika deskriptif (jika ada) hanya ditujukan pada kumpulan data yang ada.
Bambang Suryoatmono (2004:18) menyatakan Statistika deskriptif adalah statistika yang menggunakan data pada suatu kelompok untuk menjelaskan atau menarik kesimpulan mengenai kelompok itu saja.
Menurut Sugiyono (2004:169) Analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.
2.2.1 Macam-macam Statistik Deskriptif
1. Ukuran Numerik
Ukuran numerik dibagi menjadi dua, yaitu ukuran pemusatan data, meliputi mean, median, modus, serta ukuran penyebaran data, meliputi rentang, variansi, dan simpangan baku.
a) Ukuran Pemusatan
Ukuran pemusatan atau ukuran lokasi adalah beberapa ukuran yang menyatakan dimana distribusi data tersebut terpusat.(Howell, 1982).Ukuran pemusatan berupa nilai tunggal yang bisa mewakili suatu kumpulan data dan karakteristiknya (menunjukkan pusat dari nilai data).
16
Jenis-Jenis Ukuran Pemusatan antara lain:
1. Rata-rata (Mean)
Rata-rata merupakan ukuran pemusatan yang sangat sering digunakan.Keuntungan dari menghitung rata-rata adalah angka tersebut dapat digunakan sebagai gambaran atau wakil dari data yang diamati.Rata-rata peka dengan adanya nilai ekstrim atau pencilan.
Dengan rumus sebagai berikut :
= ∑ yi ...
n (1)
2. Median atau Nilai Tengah
Median merupakan suatu nilai ukuran pemusatan yang menempati posisi tengah setelah data diurutkan
3. Modus
Modus adalah nilai yang paling sering muncul dari serangkaian data.Modus tidak dapat digunakan sebagai gambaran mengenai data (Howell, 1982).
b) Ukuran Penyebaran Data/Dispersi (Dispersion)
Ukuran penyebaran adalah suatu ukuran baik parameter atau statistika untuk mengetahui seberapa besar penyimpangan data.Melalui ukuran penyebaran dapat diketahui seberapa jauh data-data menyebar dari titik pemusatannya.
Jenis-Jenis Ukuran Penyebaran antara lain:
1. Rentang (Range = R)
Rentang (Range) dinotasikan sebagai R, menyatakan ukuran yang menunjukkan selisih nilai antara maksimum dan minimum.Rentang cukup baik digunakan untuk mengukur penyebaran data yang simetrik dan nilai datanya menyebar merata.Ukuran ini menjadi tidak relevan jika nilai data maksimum dan minimumnya merupakan nilai ekstrim.
R = Nilai Tertinggi – Nilai Terendah ... (2)
2. Variansi (Variance=s2 atau σ2)
Variansi (variance) dinotasikan sebagai s2 atau σ2 adalah ukuran penyebaran data yang mengukur rata-rata kuadrat jarak seluruh titik pengamatan dari nilai tengah (meannya) dengan rumus sebagai berikut:
s2 = n i=1
n−1
2 ……….(3)
3. Simpangan Baku ( s )
Simpangan baku (standar deviation) dinotasikan sebagi s atau σ, menunjukkan rata-rata penyimpangan data dari harga rata-ratanya.
Simpangan baku merupan akar pangkat dua dari variansi.
s = √ n i=1
n−1
2 ………(4)
2.3 Uji Normalitas
2.3.1 Pengertian Normalitas
Konsep dasar dari uji normalitas Kolmogorov Smirnov adalah dengan membandingkan distribusi data (yang akan diuji normalitasnya) dengan distribusi normal baku. Distribusi normal baku adalah data yang telah ditransformasikan ke dalam bentuk Z-Score dan diasumsikan normal. Jadi sebenarnya uji Kolmogorov Smirnov adalah uji beda antara data yang diuji normalitasnya dengan data normal baku.
P(z) = 𝑥−𝑥 ...
𝑠 (5)
p< 0,05 distribusi data tidak normal p ≥ 0,05 distribusi data normal
2.4 Analisis Korelasi
2.4.1 Pengertian Analisis Korelasi
∑ (yi− y)
∑ (yi− y)
18
Korelasi merupakan suatu teknik statistik yang dipergunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara 2 variabel dan juga untuk dapat mengetahui bentuk hubungan keduanya dengan hasil yang bersifat kuantitatif. Kekuatan hubungan antara 2 variabel yang dimaksud adalah apakah hubungan tersebut erat, lemah, ataupun tidak erat. Sedangkan bentuk hubungannya adalah apakah bentuk korelasinya linear positifataupun linear negative
ryx ……….(6)
Nilai korelasi berkisar antara 1 sampai -1, nilai semakin mendekati 1 atau -1 berarti hubungan antara dua variabel semakin kuat. Sebaliknya, jika nilai mendekati 0 berarti hubungan antara dua variabel semakin lemah. Nilai positif menunjukkan hubungan searah (X naik, maka Y naik) sementara nilai negatif menunjukkan hubungan terbalik (X naik, maka Y turun).
Data yang digunakan dalam korelasi parsial biasanya memiliki skala interval atau rasio. Berikut adalah pedoman untuk memberikan interpretasi serta analisis bagi koefisien korelasi menurut Sugiyono:
0.00 - 0,199 = sangat rendah 0,20 - 0,3999 = rendah 0,40 - 0,5999 = sedang 0,60 - 0,799 = kuat 0,80 - 1,000 = sangat kuat
2.5 Regresi Linear Berganda
2.5.1 Regresi Linear Berganda
Kegunaan Analisis Regresi Linear Berganda Analisis Regresi Linear Berganda digunakan untuk mengukur pengaruh antara lebih dari satu variable prediktor (variable bebas) terhadap variable terikat Rumus:
yi = b0 + b1Xi,1+ b2Xi,2+ …+ bp-1 Xi,p-1 + ei ... (7)
n (X ) ( X ) [ n Xi 2 i Yi (Xi
2 n (Y ) ( Y ) i ) ( Yi 2 i ) ] i 2
yi adalah variable tidak bebas untuk pengamatan ke-i untuk i= 1, 2,.n.
b0 , b1, b2, bp-1adalah parameter Xi,1, Xi,2, Xi,p-1 adalah Variabel Bebas
e1adalah sisa (error) untuk pengamatan ke-i yang diasumsikan berdistribusi normal yang saling bebas dan identik dengan rata-rata 0 (nol) dan variansi.
Dalam penelitian diambil beberapa variable yaitu :
y = Anggaran Belanja Negara , X2 = Utang Negara.
X1 = Pertumbuhan Ekonomi , X3 = Penganguran
X4 = Kemiskinan , X5 = Inflasi
X6 = Geni Ratio, X7 = Jumlah Penduduk
X8 = Nilai Impor, X9 = Nilai Ekspor X10 = Melek Huruf X11 = Angka Harapan Hidup X12 = Tindak Korupsi, X13 = Tindak Kejatahan
2.6 Uji Anova
2.6.1 Uji Anova
Anova adalah sebuah analisis statistik yang menguji perbedaan rerata antar grup. Grup disini bisa berarti kelompok atau jenis perlakuan.
nova merupakan singkatan dari Analysis of variance. Merupakan prosedur uji statistik yang mirip dengan t test. Namun kelebihan dari Anova adalah dapat menguji perbedaan lebih dari dua kelompok. Berbeda dengan independent sample t test yang hanya bisa menguji perbedaan rerata dari dua kelompok saja. Anova digunakan sebagai alat analisis untuk menguji hipotesis penelitian yang mana menilai adakah perbedaan rerata antara kelompok. Hasil akhir dari analisis ANOVA adalah nilai F test atau F hitung. Nilai F Hitung ini yang nantinya akan dibandingkan dengan nilai pada tabel f. Jika nilai f hitung lebih dari f tabel, maka dapat disimpulkan bahwa menerima H1 dan menolak H0 atau yang berarti ada perbedaan bermakna rerata pada semua kelompok.
BAB 3 PEMBAHASAN
3.1. Pengumpulan Data 3.1.1 Populasi dan Sampel
Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data sekunder dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Serdang Bedagai. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dari Instansi Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, POLRI, KPK, Kementrian Keuangan tahun 2007 - 2017.Pengumpulan data dilaksanakan secara Online.Jumlah periode times series laporan tahunan setiap instansi.
3.1.2 Sumber Data
Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dari Badan Pusat Statistik , KPK, Kemenkeu, Polri :
Data diperoleh dari Download file melalui Website. Adapun website seperti :
1. www.bps.go.id 2. www.kpk.go.id
3. www.kemenkeu.bps.go.id
3.2 Analisis Statistik Deskriptif
Statistika deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna. Pengklasifikasian menjadi statistika deskriptif dan statistika inferensia dilakukan berdasarkan aktivitas yang dilakukan.
Statistika deskriptif hanya memberikan informasi mengenai data yang dipunyai dan sama sekali tidak menarik inferensia atau kesimpulan apapun tentang gugus induknya yang lebih besar. Contoh statistika deskriptif yang sering muncul adalah, tabel, diagram, grafik, dan besaran-besaran lain di
majalah dan koran-koran. Dengan Statistika deskriptif, kumpulan data yang diperoleh akan tersaji dengan ringkas dan rapi serta dapat memberikan informasi inti dari kumpulan data yang ada. Informasi yang dapat diperoleh dari statistika deskriptif ini antara lain ukuran pemusatan data, ukuran penyebaran data, serta kecenderungan suatu gugus data. Berikut analisis statisti deskriptif sederhana pada data variabel Y dan X.
3.2.1 Anggaran Belanja Negara Tahun 2007 – 2017
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. APBN berisi daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun anggaran (1 Januari - 31 Desember). APBN, perubahan APBN, dan pertanggungjawaban APBN setiap tahun ditetapkan dengan Undang-Undang.
Sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2017 negara Indonesia mengalami perkembangan Anggaran Belanja cukup meningkat setiap tahun. Anggaran Belanja Negara terbesar terdapat pada tahun 2017 Rp.
2.220.657.000.000 dan Anggaran Belanja Negara terendah tahun 2007 sebesar Rp. 763.571.000.000. Data Anggaran Belanja Negara tahun 2007 – 2017 sebagai berikut :
Tabel 1.Anggaran Belanja Negara Republik Indonesia Tahun 2007 - 2017
Tahun (n)
Anggaran Belanja Negara / Y
( Juta Rp)
2007 763.571
2008 854.660
2009 1.037.067
2010 1.047.666
2011 1.229.558
2012 1.435.407
2013 1.683.011
22
(yi − y )2
i=1
n − 1
∑n s2 =
2014 1.876.900
2015 2.095.725
2016 2.080.451
2017 2.220.657
∑ yi 16.324.673
n
∑(yi − y )2
i=1
292.621.048.714.030
Dari tabel diatas dapat dianalisis secara statistik Deskriptif : a. Rata – rata (Mean)
Dengan menggunakan rumus (1) sebagai berikut :
= Nilai Rata − rata yi = Nilai Amatan ke i n = 1,2,3…,n
sehingga diperoleh nilai rata – rata Anggaran Belanja Republik Indonesia tahun 2007 – 2017 sebagai berikut :
∑ yi
= =
n
∑ yi
n = 16.324.673
11
= 1.484.061 = 1.484,061 triliun
b. Varians
untuk nilai varians Anggaran Belanja Republik Indonesia tahun 2007 – 2017 digunakan rumus (3) sebagai berikut :
∑ yi
= n
292.621.048.714.030 s2 =
10
s2 = 29.262.104.871.403 c. Standar Deviasi
∑n (yi − y )2
s = √ i=1 n − 1
26601913519457.3 s = √
10
= √29.262.104.871.403 s = 5.409.445.89
d. Rentang (Range = R)
untuk nilai Rentang digunakan rumus (2) sebagai berikut :
R = 2.080.0451 – 763.571
R = 1.457.086 (Miliar) = Rp 1.457,087 Triliun
e. Persentase Kenaikan / penurunan Rumus :
P = Persen kenaikan/penurunan N = Nilai tahun awal
N-1 = Nilai Tahun sebelumnya
Tabel 2. Persentase Kenaikan / Penurunan Anggaran Belanja Negara Tahun 2007 - 2017
Tahun (n)
Anggaran Belanja Negara / Y
(Juta Rp)
Persentase Kenaikan
%
{n/(n-1)} x 100%
2007 763.571
R = Nilai Tertinggi – Nilai Terendah
P= {(N/N-1)* 100)-100)
24
74
1.02
(0.73)
2007- 2008 854.660 11,94
2008- 2009 1.037.067 21,34
2009- 2010 1.047.666 1,02
2010- 2011 1.229.558 17,36
2011- 2012 1.435.407 16,74
2012- 2013 1.683.011 17,24
2013- 2014 1.876.900 11,52
2014- 2015 2.095.725 11,66
2015- 2016 2.080.451 - 0,72
2016- 2017 2.220.657 6,73
Grafik 1.Anggaran Belanja Negara Tahun 2007 -2017
Grafik 2. Persentase Perubahan Anggaran Belanja Negara Tahun 2007 -2017
25.00
20.00 21.34
15.00 17.36 16.74 17.25
10.00
11.93 11.52 11.66
5.00 6.
- (5.00)
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 Anggaran 11.93 21.34 1.02 17.36 16.74 17.25 11.52 11.66 (0.73 6.74
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
1,435,407 1,229,558 1,047,666 1,037,067
763,571 854,660
2,080,451 1 1,876,900
1,683,01
2,220,657 2,095,725
2,500,000 2,000,000 1,500,000 1,000,000 500,000 0
3.2.2 Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2007 – 2017
Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu
negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara umum yaitu:
Faktor produksi, yaitu harus mampu memanfaatkan tenaga kerja yang ada dan penggunaan bahan baku industri dalam negeri semaksimal mungkin
Faktor investasi, yaitu dengan membuat kebijakan investasi yang tidak rumit dan berpihak pada pasar
Faktor perdagangan luar negeri dan neraca pembayaran, harus surplus sehingga mampu meningkatkan cadangan devisa dan menstabilkan nilai rupiah
Faktor kebijakan moneter dan inflasi, yaitu kebijakan terhadap nilai tukar rupiah dan tingkat suku bunga ini juga harus di antisipatif dan diterima pasar
Faktor keuangan negara, yaitu berupa kebijakan fiskal yang konstruktif dan mampu membiayai pengeluaran pemerintah
Kebanyakan negara berkembang menghadapi banyak masalah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. Hambatan-hambatan terpenting yang dialami adalah
Kegiatan sektor pertanian masih tetap tradisonal dan produktivitasnya sangat rendah
Kebanyakan negara masih menghadapi masalah kekurangan dana modal dan barang modal (peralatan produksi) yang modern
Tenaga terampil, terdidik dan keahlian keusahawanan penawarannya masih jauh dibawah jumlah yang diperlukan
Perkembangan penduduk sangatlah pesat
Berbagai masalah institusi, sosial, kebudayaan dan politik yang
26 Beberapa teori telah dikemukakan yang merangkan mengenai hubungan diantara berbagai faktor produksi dengan pertumbuhan ekonomi. Pandangan teori tersebut adalah:
1. Teori klasik : menekankan tentang pentingnya faktor fator produksi dalam menaikkan pendapatan nasional dan mewujudkan pertumbuhan. Akan tetapi yang terutama diperhatikan ahli ekonomi klasik adalah peranan tenaga kerja. Menurut mereka tenaga kerja yang berlebihan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi
2. Teori Schumpeteer : menekankan tentang peranan usahawan yang akan melakukan inovasi dan investasi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi.
3. Teori Harrod-Domar : menekankan peranan investasi sebagai faktor yang menimbulkan pertambahan pengeluaran agregat. Teori ini pada dasarnya menekankan peranan segi permintaan dakam mewujudkan pertumbuhan.
4. Teori neo klasik : melaluinkajian empirikal teori ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dan peningkatan kemahiran masyarakat merupakan faktor yang terpenting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi
(https://belajarekonomiyukk.weebly.com/pertumbuhan- ekonomi.html)
Sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2017 negara Indonesia mengalami perkembangan perekonomian cukup meningkat setiap tahun.
Pertumbuhan ekonomi terbesar terdapat pada tahun 2007 yaitu 6,36 % dan Anggaran Belanja Negara terendah tahun 2009 sebesar 4,60%. Data Pertumbuhan ekonomi tahun 2007 – 2017 sebagai berikut :
Tabel 3. Pertumbuhan Ekonomi Nasional Tahun 2007 - 2017 Tahun
(n)
Pertumbuhan Ekonomi
2007 6,36
2008 6.01
(xi − x )2
∑i=1 n
s2 =
∑ xi
= n
2009 4,63
2010 6,22
2011 6,49
2012 6,26
2013 5,78
2014 5,00
2015 4,79
2016 5,02
2017 5,07
∑ xi 61,63
n
∑( i − X)2
i=1
3,15
Dari tabel diatas dapat dianalisis secara statistik Deskriptif :
Rata – rata (Mean)
berdasarkan rumus (1) sebagai berikut :
= Nilai Rata − rata xi = Nilai Amatan ke i n = 1,2,3…,n
sehingga diperoleh nilai rata – rata Pertumbuhan Ekonomi Indonesia tahun 2007 – 2017 sebagai berikut :
= =
∑ xi
n
∑ xi
n = 61,63
11
Varians
x = 5,60
Untuk nilai varians pertumbuhan ekonomi Republik Indonesia tahun 2007 – 2017 digunakan rumus (3) sebagai berikut :
28
P = {(N/N-1)* 100)-100) s2 = 4.96
10
s2 = 0,496
Standar Deviasi
Dengan menggunakan rums (4) sebagai berikut :
∑n (xi − x )2
s = √ i=1 n − 1
4.96 s = √
10
Rentang (Range = R)
s = 0,70
R = 6,36 – 4,60 R = 1,76
Persentase Kenaikan / penurunan Rumus :
P = persen kenaikan/penurunan N = Nilai tahun awal
N-1 = Nilai Tahun sebelumnya
Tabel 4. Persentase Kenaikan / Penurunan Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2007 – 2017
Tahun
(n) Pertumbuhan Ekonomi
Persentase Kenaikan
%
{n/(n-1)} x 100%
2007 6.36
R = Nilai Tertinggi – Nilai Terendah
2008 6.01 -5.50
2009 4.63 -22.96
2010 6.22 34.34
2011 6.49 4.34
2012 6.26 -3.54
2013 5.78 -7.67
2014 5.00 -13.49
2015 4.79 -4.20
2016 5.02 4.80
2017 5.07 1.00
Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2007 -2017
6.36 6.01
4.63
6.22 6.49 6.26 5.78
5.00 4.79 5.02 5.07 6
5 4 3 2 1 0
2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 Series1 6.36 6.01 4.63 6.22 6.49 6.26 5.78 5.00 4.79 5.02 5.07
Grafik 4. Persentase Perubahan Pertumbuhan Ekonomi Nasional Tahun 2007 -2017
3.2.3 Utang Negara Tahun 2007 – 2017
Utang negara (Inggris: Sovereign debt) adalah utang yang dijamin oleh pemerintah, sering disebut sebagai utang luar negeri.[1] Dalam rangka mengumpulkan uang, pemerintah akan menerbitkan obligasi dan
-22.96
-13.49 8 -4.20 9 10 6 -7.677
1.00 5 -3.54
4 1 -5.502 3
4.80 4.34
34.34 40.00
30.00 20.00 10.00 0.00 -10.00 -20.00 -30.00
30 instrumen utang yang harus dibayar kembali pada waktu tertentu (bisa selama sepuluh tahun atau satu tahun) dengan pokok utang ditambah bunga.[1] Untuk membayar utang, pemerintah harus mengembalikannya
dalam mata uang asing saat ia menjual
obligasi.[1](https://id.wikipedia.org/wiki/Utang_negara)
Utang luar negeri bukanlah suatu hal yang asing lagi bagi Indonesia selaku Negara yang masih dalam tahap berkembang.Sejarah telah membuktikan bahwa setiap masa pemerintahan Presiden Ir. Soekarno hingga saat ini, Presiden Joko Widodo, Indonesia masih belum lepas dari riwayat utang luar negeri. Setidaknya memang ada dua alasan mengapa Indonesia, dalam hal ini pihak pemerintah, harus melakukan utang luar negeri, yaitu:
1. Utang luar negeri memang dibutuhkan Indonesia sebagai tambahan modal Negara yang menyangkut dengan pembangunan prasarana fisik.
Sebagaimana telah diketahui bahwa infrastruktur merupakan investasi yang mahal dalam sebuah pembangunan, terlebih pembangunan yang dilakukan dalam tingkat Negara.
2. Utang luar negeri dapat digunakan sebagai penyeimbang neraca pembayaran Negara. Tentunya dalam hal ini pemerintah memang berusaha untuk melakukan penyeimbangan pada neraca pembayaran Negara Indonesia sendiri.
Namun terlepas dari dua alasan tersebut, sebenarnya ada beberapa alasan lainnya yang menjadi penyebab utang luar negeri yang dilakukan Indonesia antara lain:
1. Defisit Transaksi Berjalan (TB)
Transaksi Berjalan (TB) merupakan perbandingan antara jumlah pembayaran yang diterima dari luar negeri dengan jumlah pembayaran yang dikeluarkan ke luar negeri. Artinya, operasi total perdagangan luar negeri, neraca perdagangan, dan keseimbangan antara ekspor dan impor, serta pembayaran transfer.
Dalam hal ini defisit yang semakin meningkat akan menjadi penyebab semakin meningkatnya atau bertambahnya utang luar negeri, termasuk Indonesia. Dengan kata lain, pengeluaran yang dikeluarkan oleh Negara
lebih besar daripada pemasukan yang diterima oleh Negara sendiri.
Sedemikian sehingga defisit antara pengeluaran dan pemasukan semakin besar dan salah satu solusi untuk bisa menutupi defisit tersebut ialah dengan melakukan utang luar negeri.
2. Meningkatnya Kebutuhan Investasi
Investasi merupakan penanaman modal yang dilakukan untuk satu atau lebih aktivitas yang dimiliki oleh Negara, di mana biasanya memiliki jangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan pada masa yang akan datang. Kasus yang terjadi di Indonesia setiap tahunnya pun hampir serupa, yaitu kekurangan dana untuk melakukan investasi tersebut. Padahal hampir setiap tahun pula kebutuhan investasi semakin meningkat. Sedemikian sehingga dengan semakin meningkatnya kebutuhan investasi sedangkan modal investasinya tidak dimiliki, maka akan memicu Negara untuk melakukan utang luar negeri. Dengan kata lain, kekurangan modal dengan kebutuhan investasi yang semakin meningkat tiap tahunnya akan menyebabkan utang luar negeri semakin meningkat pula. Selain kebengkakan dana yang dibutuhkan, utang luar negeri yang meningkat juga disebabkan dengan berbedanya tingkat suku bunga yang diterapkan oleh masing-masing Negara lain selaku pemberi pinjaman.
3. Meningkatnya Inflasi
Inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum, di mana hal tersebut secara terus-menerus memiliki kaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Yang mana, laju inflasi mempengaruhi tingkat suku bunga nominal.Kasus yang terjadi di Indonesia ialah trand inflasi yang meningkat sehingga memaksa Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga. Sedemikian sehingga dengan rendahnya suku bunga, maka minat orang ataupun Negara lain untuk melakukan investasi di Indonesia semakin rendah pula. Dengan keadaan tersebutlah, maka pemerintah mengambil tindakan untuk memenuhi belanja Negaranya melalui utang luar negeri.
4. Struktur Perekonomian Tidak Efisien
Struktur perekonomian yang tidak efisien, dalam hal ini di Indonesia, tampak
32 memerlukan investasi besar. Hal inilah yang kemudian akan mendorong pemerintah mengambil tindakan utang luar negeri untuk memenuhi investasi besar tersebut akibat pemakaian modal yang tidak efisien.
Sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2017 negara Indonesia mengalami perkembangan Utang Negara cukup meningkat setiap tahun.
Utang Negara terbesar terdapat pada tahun 2017 yaitu Rp 352.200 Miliar dan Utang Negara terendah tahun 2007 sebesar 141.180 Data Utang Negara tahun 2007 – 2017 sebagai berikut :
Tabel 5. Utang Negara Republik Indonesia Tahun 2007 – 2017 Tahun
(n) Utang Negara
(Juta $)
2007 141.180
2008 155.080
2009 172.871
2010 202.413
2011 225.375
2012 252.364
2013 266.109
2014 293.328
2015 310.730
2016 316.407
2017 352.200
Dari tabel diatas dapat dianalisis secara statistik Deskriptif :
Rata – rata (Mean)
= Nilai Rata − rata xi = Nilai Amatan ke i n = 1,2,3…,n
sehingga diperoleh nilai rata – rata Utang Negara Indonesia tahun 2007 – 2017 dengan menggunakan rumus (1) sebagai berikut :
∑ xi
= n
∑ xi
= n
(xi − x )2
i=1
n − 1
∑n s2 =
= ∑ xi
n = 2.688.057
11
Varians
= 244.368,82
Untuk nilai varians Utang Negara Repbulik Indonesia tahun 2007 – 2017 dengan menggunkan rumus (3) sebagai berikut :
s2 = 50.007.848.849,64 10
s2 = 5.000.784.884,96
Standar Deviasi
Dengan menggunakan rumus (4) sebagai berikut :
∑n (xi − x )2
s = √ i=1 n − 1
50.007.848.849,64 s = √
10
= √5.000.784.884,96 s = 70.716.23
Rentang (Range = R)
Dengan menggunakan rumus (2) sebagai berikut :
R = 352.200- 141.180 R = 211.020
Persentase Kenaikan / penurunan Rumus :
R = Nilai Tertinggi – Nilai Terendah