• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS KEPRIBADIAN MENURUT PARA AHLI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "TUGAS KEPRIBADIAN MENURUT PARA AHLI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS KEPRIBADIAN MENURUT PARA AHLI

Untuk Memenuhi Tugas:

Mata Kuliah: Kepribadian dan Komunikasi Kelas : KEPKOM-5

Dosen : Dr. Ir. Yuni Mogot-Prahoro, M.Si.

Disusun oleh:

Rifqi Rivaldi (10116202)

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

2020

(2)

Teori - teori kepribadian menurut para ahli 1. Karen Horney (1885-1952)

Pada mulanya Horney merupakan pengikut Freud, yang kemudian terpengaruh oleh Carl Gustav Jung dan Alfred Adler. Akhirnya dia mengembangkan pendekatan kepribadian yang holistik. Manusia berada dalam satu totalitas pengalaman dan fungsinya, dan bagian- bagian kepribadian seperti fisikokimia, emosi, kognisi, sosial, kultural, spiritual, hanya dapat dipelajari dalam hubungannya satu dengan yang lain sebagai suatu kepribadian yang utuh.

Namun Horney sendiri menyatakan bahwa “tidak ada hal penting yang dapat dikerjakan diranah psikologi dan psikoterapi tanpa mengakui temuan fundamental dari Freud.” Menurut Horney, doktrin Freud yang terpenting adalah :

1. Semua proses dan event psikis bersifat ditentukan (semua terjadi karena alasan tertentu, dan bukan terjadi secara random).

2. Semua tingkah laku mungkin ditentukan oleh motivasi tak sadar.

3. Motivasi yang mendorong manusia adalah kekuatan yang bersifat emosional dan nonrasional.

STRUKTUR KEPRIBADIAN MENURUT HORNEY 1. Idealisasi self-image

Horney menyatakan bahwa kita semua, normal maupun neurotik, membangun self- image sebagai gambaran idealisasi dari diri kita sendiri yang mungkin ataupun tidak didasarkan dari realitas.Pada orang normal self-imagedibangun dalam penilaian yang realistikpada kemampuan dirinya, potensi, kelemahan, tujuan dan hubungan dengan orang lain.

Pada orang penderita neurotic yang mengalami permasalahan antara perilaku yang bertentangan, memiliki kepribadian yang ditandai dengan perpecahan dan ketidak harmonisan. Mereka membangun sebuah citra diri ideal untuk tujuan yang sama seperti orang normal lakukan untuk menyatukan kepribadiannya.

Neurotic tidak pernah puas dengan dirinya sendiri, karena mereka akhirnya menyadari bahwa dirinya tidak cocok dengan diri ideal yang mereka dambakan. Mereka kemudian mulai membenci dan memandang rendah dirinya sendiri. Horney mengemukakan 6 cara orang mengekspresikan kebencian diri itu :

(3)

a) Menuntut kebutuhan kepada diri tanpa ukuran (relentles demands on the self) Orang memunculkan kebutuhan diri yang tidak pernah berhenti. Bahkan ketika mereka mencapai keberhasilan, mereka terus mendorong dirinya sendiri untuk bergerak menuju kesempurnaan.

b) Menyalahkan diri tanpa ampun (merciless self-accusation)

Orang neurotik yang terus menerus mencaci-maki dirinya sendiri. Menyalahkan diri bentuknya bermacam-macam, mulai dari ekspresi luar biasa, misalnya merasa bertanggung jawab terhadap bencana alam, sampai menanyai secermat-cermatnya kebaikan dari motivasinya sendiri.

c) Menghina diri (self-contempt)

Diekspresikan dalam wujud memandang kecil, meremehkan, meragukan, mencemarkan, dan menertawakan diri sendiri. Menghina diri mencegah yang bersangkutan dari perjuangan untuk maju atau berprestasi.

d) Frustasi diri (self-frustation)

Orang neurotik sering membelenggu dengan tabu unruk menentang kesenangan.

e) Menyiksa diri (self-torment)

Pada dasarnya semua mekanisme diri rendah mengandung makna menyiksa diri. Namun menjadi berubah apabila tujuan orang neurotik itu membahayakan atau menyakiti diri sendiri. Banyak orang memperoleh kepuasan masokism dengan mengalami penderitaan akibat suatu keputusan, memperparah sakit kepala, melukai diri dengan pisau, menantang berkelahi dengan orang yang jauh lebih kuat atau mengundang siksaan fisik.

Penekanan Horney dalam fungsi neurotis adalah pada bagaimana individu berusaha mengatasi kecemasan dasarnya (basic anxiety). Menurut teori neurosisnya, dalam diri seorang neurotis terdapat tiga konflik antara tiga cara merespon kecemasan dasar. Ketiganya ditandai dengan rigiditas dan kurangnya pemenuhan potensi individu, yang merupakan inti dari semua neurosis. Ketiga pola ini adalah :

(4)

2. PROSES

Penekanan Horney dalam fungsi neurotis adalah pada bagaimana individu berusaha mengatasi kecemasan dasarnya (basic anxiety). Menurut teori neurosisnya, dalam diri seorang neurotis terdapat tiga konflik antara tiga cara merespon kecemasan dasar.

Ketiganya ditandai dengan rigiditas dan kurangnya pemenuhan potensi individu, yang merupakan inti dari semua neurosis. Ketiga pola ini adalah :

1) Pribadi yang selalu mengalah

Pribadi yang selalu mengalah menunjukkan gelagat dan perilaku yang mencerminkan keinginan untuk bergerak ke orang lain; keinginan untuk persejutuan, dicintai, di inginkan, diperhatikan, dan dilindungi secara terus- menerus. Walaupun mereka hanya perlu satu orang penting, sepertin teman atau pengurus. Orang yang berkepribadian seperti ini memanipulasi orang untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.

2) Pribadi yang agresif

Pribadi yang agresif bergerak melawan orang lain. Dalam dunianya, orang lain adalah musuh. Hidup itu adalah hutan rimba dimana adanya kekuatan, supermasi dan keganasan adalah hal yang penting. Walaupun keinginan mereka sama seperti pribadi yang selalu mengalah yaitu untuk mengurangi ketakutan mereka, pribadi yang agresif tidak pernah menunjukkan ketakutan mereka.

3) Pribadi yang menyendiri

Orang-orang mendeskripsikan pribadi yang menyendiri adalah orang yang pergi menjauh dari orang lain dan menjaga emosi mereka. Mereka harus tidak mencintai, membenci, dan bekerja sama dengan orang lain atau terlibat dengan orang lain.

Untuk mencapai kesendirian itu, mereka bejuang untuk menjadi orang yang menyendiri. Pribadi yang menyendiri itu hampir menginginkan rahasia mereka sendiri.

Horney mengemukakan sepuluh kebutuhan neurotik, yakni kebutuhan yang timbul sebagai akibat dari usaha menemukan pemecahan-pemecahan masalah gangguang antara hubungan manusia.

1. Kebutuhan kasih sayang dan penerimaan

(5)

2. Kebutuhan partner yang bersedia mengambil alih kehidupannya 3. Kebutuhan membatasi kehidupan dalam ranah sempit

4. Kekuasaan

5. Kebutuhan mengeksploitasi orang lain 6. Kebutuhan pengakuan sosial atau prestise 7. Kebutuhan menjadi pribadi yang dikagumi 8. Kebutuhan ambisi dan prestasi pribadi

9. Kebutuhan mencukupi diri sendiri dan independensi 10. Kebutuhan kesempurnaan dan ketaktercelaan 2. Harry Stack Sullivan

A. Struktur Kepribadian

1) Dinamisme (the dynamism): Pola tingkah lakumenetap dan berulang (kebiasaan).

2) Dinamisme: Pola spesifik dan berulang dari tingkahlaku yg menjadi ciri khas seseorang.

3) Dinamisme yg melayani kebutuhan kepuasanorganisme melibatkan bagian tubuh, yakni: alatreseptor, efektor, dan sistem syaraf.

4) Dinamisme dengki: Memusuhi orang atau kelompokorang tertentu.

5) Dinamisme ketakutan: Anak yg bersembunyidibelakang ibunya setiap menghadapi orang asing.

B. Personifikasi (Personification)

1) Personifikasi: Gambaran mengenai diri atau orang lain yg dibangun berdasarkan pengalaman ygmenimbulkan kepuasan atau kecemasan.

2) Hubungan interpersonal yg memberi kepuasancenderung membangkitkanimagepositif, sebaliknyayg melibatkan kecemasanimagenegatif.

3) Misal: Personifikasi yg dikembangkan bayi mengenaiibunya adalah gambaran ibu baik (good mother) ygdiperoleh dari pengalaman ibu menyusui dan merawat, atau ibu buruk yg diperoleh dari pengalamanpendekatan ibu yg menimbulkan kecemasan dan takut.

C. SistemSelf(Self System)

1) Sistemself (bagian dinamisme yg kompleks): Suatupola tingkah laku yg konsisten mempertahankaninterpersonal dengan menghindari atau mengecilkankecemasan.

2) Sistem ini berkembang usia 12 - 18 bulan, usia ketikaanak mulai belajar tingkah laku berhubungan, meningkatkan atau menurunkan kecemasan.

D. Proses Kognitif (Cognitive Process)

Menurut Sullivan pengalaman kognitif ada 3 :

(6)

1) rototaksis (prototaxis): Rangkaian pengalaman ygterpisah yg dialami pada masa bayi, dimana aruskesadaran mengalir dalam jiwa.

2) Parataksis (parataxis): Bayi mulai mengenalipersamaan dan perbedaan peristiwa (pengalamanasosiasi).

3) intaksis (syntaxis): Berfikir logik dan realitas, menggunakan lambang-lambang khususnya bahasa-kata-bilangan.

E. Dinamika Kepribadian

Menurut Sullivan kehidupan manusia sebagaisistem energi menghilangkan tegangan yg ditimbulkan oleh keinginan dan kecemasan.Wujud energi terdiri :

1) Tegangan (tension): Potensi untuk bertingkah laku ygdisadari atau tidak disadari.

2) Kebutuhan (needs): Tegangan yg timbul akibatketidakseimbangan biologis di dalam diri individudengan lingkungan.

3) Kecemasan (anxiety): Pengaruh pendidikan ygdisalurkan mulanya pada ibu kepada bayinya.

F. Transformasi Energi (Energy Transformations)

1) Transformasi energi: Tegangan yg ditransformasikan menjadi tingkah laku (tingkah laku terbuka atau tertutup).

2) Tingkah laku hasil transformasi meliputi gerakankasatmata dan kegiatan mental, seperti: perasaan danfikiran, persepsi dan ingatan.

3) Bentuk kegiatan yg dapat mengurangi tegangandipelajari dan ditentukan oleh masyarakat, dimanaindividu tersebut dibesarkan.

G. Perkembangan Kepribadian

7 Tahap Perkembangan (Menurut Sullivan) :

1) Bayi (infancy): Lahir – dapat berbicara (0 – 18 bulan). Bayi menjadi manusia berkat kelembutan kasih sayangyg diterima dari pemeran keibuan (ibu).

2) Anak (childhood): Dapat mengucap kata – butuh kawanbermain (1.5 – 4 tahun). Anak mulai berbicara danbelajar berfikir sintaksis, perluasan kebutuhan untukbergaul dengan kelompok sebaya.

3) Remaja Awal (juvenile). Usia sekolah – keinginanbergaul intim (4 – 10 tahun). Tahap remaja awalberlangsung sepanjang usia sekolah dasar sampaianak membutuhkan persahabatan yg akrab.

4) Preadolesen (preadolescence): Mulai bergaul akrab –pubertas (8/10 – 12 tahun).

Preadolesen ditandai olehawal kemampuan bergaul akrab dengan orang lain bercirikan persamaan yg nyata dan salingmemperhatikan.

(7)

5) Adolesen Awal (early adolescence): Pubertas – polaaktivitas seksual yg mantap (12 – 16 tahun). Tahap inipola aktivitas seksual memuaskan (sudah dapat dimiliki).

6) Adolesen Akhir (late adolescence): Kemantapan seks –tanggung jawab sosial (16 – awal 20 an). Periode iniberakhir sampai pemuda mengenal kepuasan dantanggungjawab dari kehidupan sosial dan warganegara.

7) Kemasakan (maturity): Tahap terdahulu menjadibagian penting dari kepribadian matang. Menjadidewasa hendaknya sudah belajar memuaskankebutuhan yg penting, kerjasama, dan berkompetisidengan orang lain, mempertahankan hubungandengan orang lain yg memberi kepuasan intimasi danseksual, serta berfungsi secara efektif di masyarakat.

3. Erich Fromm

A. Kebutuhan – kebutuhan Manusia 1) Keterhubungan (Relatedness)

Kebutuhan akan keterhubungan (juga disebut "frame of devotion" dalam Revolu-tion of hope, 1968) berasal dari fakta bahwa manusia dalam menjadi manusiawi telah direnggutkan dari kesatuan primer binatang dengan alam.

"Binatang diperlengkapi oleh alam untuk menanggulangi keadaan-keadaan yang harus dihadapinya"(1955), tetapi manusia dengan kemampuan berpikir dan berkhayalnya, telah kehilangan interdependensi intim dengan alam. Sebagai pengganti ikatan-ikatan instingtif dengan alam yang dimiliki binatang, manusia harus menciptakan hubungan-hubungan mereka sendiri, yang paling memberikan kepuasan adalah hubungan-hubungan yang didasarkan cinta produktif. Cinta produktif selalu mengandung perhatian, tanggung jawab, respek, dan pemahaman timbal balik.

2) Transendensi (Transendence)

Transendensi adalah kebutuhan orang untuk mengatasi kodrat binatangnya, untuk menjadi orang yang kreatif dan bukan hanya menjadi makhluk belaka.

Apabila dorongan-dorongan kreatif terhambat, maka orang menjadi perusak.

Fromm menunjukkan bahwa cinta dan benci bukan dorongan yang berlawanan;

kedua dorongan itu merupakan jawaban terhadap kebutuhan orang untuk mengatasi kodrat binatangnya. Binatang-binatang tidak dapat mencintai dan membenci, seperti manusia.

3) Keberakaran (Rootedness)

(8)

Manusia mendambakan akar-akar alamiah; mereka ingin menjadi bagian integral dunia, merasakan bahwa mereka memilikinya. Ketika kanak-kanak, mereka berakar pada ibunya, tetapi apabila hubungan ini bertahap melewati masa kanak- kanak, maka ini dipandang sebagai suatu fiksasi yang tidak sehat. Seseorang menemukan akar-akar yang paling memuaskan dan paling sehat dalam rasa sekeluarga dengan pria dan wanita lain.

4) Rasa Identitas (Sense of Identity)

Orang juga ingin memiliki suatu perasaan identitas pribadi, menjadi seorang individu yang unik. Apabila orang tidak bisa mencapai tujuan ini melalui usaha kreatifhya sendiri, ia bisa mendapatkan ciri tertentu dengan mengidentifikasikan diri dengan orang atau kelompok lain. Budak mengidentifikasikan diri dengan majikan, warga negara dengan negara, pekerja dengan perusahaan. Pada kasus semacam ini, perasaan identitas timbul dari memiliki se-seorang dan bukan dari menjadi seseorang.

5) Kerangka Orientasi (Frame of Orientation)

Manusia perlu memiliki suatu kerangka acuan, yakni suatu cara yang stabil dan konsisten dalam memandang dan memahami dunia. Kerangka acuan yang mereka kembangkan mungkin pertama-tama bersifat rasional, atau pertama-tama irasional, atau mungkin memiliki unsur-unsur dari keduanya. Bagi Fromm, kebutuhan- kebutuhan ini sungguh-sungguh manusiawi dan sungguh-sungguh objektif.

Kebutuhan-kebutuhan itu tidak ditemukan pada binatang dan tidak berasal dari pengamatan tentang apa yang dikatakan manusia tentang keinginannya. Kebutuhan- kebutuhan ini juga tidak diciptakan oleh masyarakat; tetapi telah ditanamkan dalam kodrat manusia melalui evolusi. Lalu apakah hubungan antara masyarakat dan eksistensi manusia? Fromm meyakini bahwa manifestasi-manifestasi spesifik dari kebutuhan-kebutuhan ini, yakni cara-cara aktual seseorang mewujudkan potensi- potensi batiniahnya" ditentukan oleh aturan-aturan sosial di mana ia hidup".

Kepribadian orang berkembang menurut kesempatan-kesempatan yang diberikan kepadanya oleh masyarakat tertentu. Dalam masyarakat kapitalis, misalnya, seseorang bisa mencapai perasaan identitas pri-badi dengan menjadi kaya atau mengembangkan perasaan keterberakaran dengan menjadi pekerja yang dapat diandalkan dan dipercaya dalam suatu perusahaan yang besar. Dengan kata lain, penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat biasanya meru-pakan kompromi

(9)

antara kebutuhan-kebutuhan batin dan tuntutan-tuntutan dari luar. Ia mengembangkan karakter sosial dengan memenuhi harapan-harapan masyarakat.

B. Tipe karakter social

Reseptif (Receptive): Sumber kabaikan manusia terletak di luar dirinya termasuk cinta, idea-idea, pengetahuan, hadiah-hadiah dan kepemilikan material.

Kualitas negatif pribadi reseptif mencakup kepasifan, ketundukan, kurang percaya diri.

Sifat positif, kesetiaan, penerimaan dan rasa percaya kepada orang lain, Tipe Eksploitasi: (Memaksa orang lain untuk mengikuti keinginannya), Tipe Penimbunan:

(suka mengumpulkan dan menimbun barang suatu materi), Tipe Pemasaran (suka menawarkan dan menjual barang). Tipe Produktif: (karakter yang kreatif dan selalu berusaha untuk menggunakan barang-barang untuk suatu kemajuan), Tipe Nekrofilus- biofilus: (nekrofilus: orang yang tertarik dengan kematian, biofilus: orang yang mencintai kehidupan) Kemudian Fromm mengemukakan tentang masyarakat yang seharusnya yaitu dimana manusia berhubungan satu sama lain dengan penuh cinta, dimana ia berakar dalam ikatan-ikatan persaudaraan dan solidaritas, suatu masyarakat yang memberinya kemungkinan untuk mengatasi kodratnya dengan menciptakannya bukan dengan membinasakannya, setiap orang mencapai pengertian tentang diri dengan mengalami dirinya sebagai subjek dari kemampuan-kemampuannya bukan dengan konformitas, terdapat suatu sistem orientasi dan devosi tanpa orang perlu mengubah kenyataan dan memuja berhala. Bahkan Fromm mengusulkan suatu nama untuk masyarakat yang sempurna tersebut yaitu Sosialisme Komunitarian Humanistik. Dalam masyarakat semacam itu, setiap orang akan memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi mansiawi sepenuhnya. Masyarakat kapitalis kontemporer menempatkan orang sebagai korban dari pekerjaan mereka sendiri. Konflik antara kecenderungan mandiri dengan ketidakberjayaan dapat merusak kesehatan mental. Menurut Fromm, ciri orang normal atau yang mentalnya sehat adalah orang yang mampu bekerja produktif sesuai dengan tuntutan lingkungan sosialnya, sekaligus mampu berpartisipasi dalam kehidupan sosial yang penuh cinta. Menurut Fromm, normalitas adalah keadaan optimal dari pertumbuhan (kemandirian) dan kebahagiaan (kebersamaan) dari individu.

C. Cara memperoleh makna dalam kehidupan

From mengklarifikasikan dua cara untuk memperoleh makna dan kebersamaan dalam kehidupan diantaranya :

1) Pendekatan humanistic

(10)

Mencapai kebebasan positif yakni berusaha menyatu dengan orang lain, tanpa mengorbankan kebebasan dan integritas pribadi. Ini adalah pendekatan optimistik dan altruistik, yang menghubungkan diri dengan orang lain melalui kerja dan cinta, melalui ekspresi perasaan dan kemampuan intelektual yang tulus dan terbuka.

Fromm menyebutkan dengan istilah pendekatan humanistik, yang membuat orang tidak merasa kesepian dan tertekan, karena semua menjadi saudara dari yang lain.

2) Mekanisme pelarian

Memperoleh rasa aman dengan meninggalkan kebebasan dan menyerahkan bulat-bulat individualitas dan integritas diri kepada sesuatu (bisa orang atau lembaga) yang dapat memberi rasa aman. Solusi semacam ini dapat menghilangkan kecemasan karena kesendirian dan ketidakberdayaan, namun menjadi negatif karena tidak mengizinkan orang mengekspresikan diri, dan mengembangkan diri.

Cara memperoleh rasa aman dengan berlindung di bawah kekuatan lain. Fromm menyebutnya dengan istilah mekanisme pelarian. Mekanisme pelarian sepanjang dipakai sekali waktu, adalah dorongan yang normal pada semua orang, baik individual maupun kolektif.

Referensi

Dokumen terkait

Kegunaan komputer di bidang perbankan untuk menghasilkan informasi bagi pihak manajemen bank sendiri dan juga untuk meningkatkan pelayanan kepada pihak nasabah bank Saat ini dengan

Laba Kotor belum cukup untuk menutup Beban Usaha dan Beban Pendanaan, sehingga Perseroan mengalami Rugi Usaha Setelah Beban Pendanaan sebesar Rp157,33 miliar, ditambah Beban

LQ> 1, ada tujuh sektor unggulan (dasar) yaitu: Pertambangan dan Renggalian; Pengadaan Listrik dan Gas; Konstruksi; Transportasi dan Pergudagan; Layanan

"Sehubungan dengan kejadian tidak menyenangkan pada pertandingan Persija Jakarta melawan Sriwijaya FC tadi malam (Jumat 24 Juni 2016) di Gelora Bung Karno yang

Berdasarkan pengertian kepribadian menurut para ahli diatas dapatdisimpulkan bahwa kepribadian adalah suatu tingkah laku berupa jasmani dan rohani dari diri seseorang

Berdasarkan tinjauan penelitian terdahulu dan landasan teori yang sudah dijelaskan, konsep yang akan dikembangkan dalam penelitian ini tentang pengaruh citra

Mewujudkan desa Kerobokan yang berbudaya dan bertaqwa terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui : Penggalian, pengembangan dan pembinaan seni budaya yang adi

Baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang menghasilkan jumlah alokasi DAK yang lebih tinggi ke sebagian besar daerah dibandingkan dengan existing.. Dalam jangka pendek, alokasi