• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Kinerja Pribadi Pada Pegawai Kantor Pertanahan Kota Makassar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Evaluasi Kinerja Pribadi Pada Pegawai Kantor Pertanahan Kota Makassar"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Evaluasi Kinerja Pribadi Pada Pegawai Kantor Pertanahan Kota Makassar

Andi Nasrawati Hamid1, Fadiyah Istiqamah Hasbi2, Indah Sulsani3, Ismi Laelatul4, Jumriaty Darsa5

Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Makassar Email: [email protected]1

Abstrak. Sumber daya manusia merupakan aset berharga yang dapat membantu organisasi mampu meraih tujuan. Sehingga penting bagi organisasi untuk mengelola sumber daya manusia secara tepat guna meningkatkan produktivitas organisasi. Salah satu bentuk pengelolaan sumber daya manusia yang dilakukan oleh Kantor Pertanahan Kota Makassar adalah melalui rotasi kerja. Maka, tujuan dilakukannya evaluasi kinerja pada pegawai yaitu untuk melihat keefektifan dan keefisienan kegiatan rotasi kerja yang diadakan oleh Kantor Pertanahan Kota Makassar. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam proses evaluasi kinerja pegawai yaitu menggunakan skala psikologi dengan model Likert, yaitu skala Individual Work Performance Questionnaire kepada sampel yang berjumlah 30 orang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat 5 orang yang mencapai kategori cukup, 23 orang yang mencapai kategori sedang, dan 2 orang yang mencapai kategori buruk dengan nilai mean yaitu 57.367, median yaitu 56, modus yaitu 54, nilai mininum 48 dan nilai maksimum 69.

Kata Kunci: Evaluasi kinerja, Kantor Pertanahan Kota Makassar https://ojs.unm.ac.id/insight/index

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

(2)

PENDAHULUAN

Aset utama yang menjadi harta bernilai dalam sebuah organisasi terletak pada sumber daya manusia yang berkompeten. Dengan adanya sumber daya manusia yang professional dan berkompeten dapat mendorong organisasi menuju lebih baik lagi. Sumber daya manusia di dalam suatu organisasi sangat perlu untuk dikelola dengan baik sehingga dapat membantu organisasi memenuhi visi dan misinya (Arviana dan Muchsinati, 2016).

Organisasi juga perlu mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki guna meningkatkan produktivitas organisasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen (Evita, Muizu, & Atmojo, 2017). Maka dari itu, penting untuk organisasi dalam mengelola sumber daya manusia secara tepat agar dapat mencapai tujuannya. Salah satu bentuk pengelolaan sumber daya manusia yang dilakukan oleh Kantor Pertanahan Kota Makassar adalah melalui rotasi kerja yang dilakukan setiap 6 bulan sekali. Maka dari itu, untuk melihat keefektifan dan keefisienan kegiatan rotasi kerja pada pegawai, program kerja yang diadakan yaitu evaluasi kinerja pribadi pegawai Kantor Pertanahan Kota Makassar dalam mengerjakan tugas barunya sehari-hari.

Putra dan Wikansari (2017) mengemukakan bahwa kinerja merupakan prestasi kerja yang telah dicapai oleh karyawan dalam melaksanakan fungsi dan perannya sesuai dengan tugas yang diberikan. Wiratama dan Sintaasih (2013) menyatakan bahwa kinerja adalah hasil pekerjaan karyawan dalam menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan kepadanya meliputi kehandalan dan profesionalisme dari aspek kualitas maupun kuantitas. Shields (Yudithia, 2019) mengemukakan bahwa untuk mengukur hasil kerja pada karyawan dapat melihat dari aspek perilaku yang mengacu pada produktivitas melalui kualitas kerja dan kontribusi yang diberikan. Koopmans et al., (2011) mengemukakan bahwa kinerja merupakan perilaku yang berjalan sesuai dengan tujuan tempat kerja. Bernardin dan Russel (Sari, 2020) mengemukakan bahwa kinerja adalah hasil kerja karyawan yang diperoleh dari aktivitas yang meliputi peran serta tugas jabatan dalam kurun waktu tertentu.

Gomes (Masharyono & Senen, 2015) mengemukakan bahwa kinerja terdiri atas beberapa aspek, antara lain: (1) Quality of Work, merupakan kualitas kerja yang tercapai sesuai dengan tujuan organisasi yang membantu kemajuan perkembangan organisasi; (2) Quantity of Work, merupakan jumlah pekerjaan yang dilaksanakan oleh karyawan secara berkala; (3) Job Knowledge, merupakan pengetahuan dan wawasan yang dikuasai oleh karyawan mengenai pekerjaannya; (4) Cooperation, merupakan kesediaan karyawan untuk beradaptasi dan bekerja sama dengan rekan kerja; (5) Creativeness, merupakan kreativitas karyawan dalam melaksanakan tugas dan menyelesaikan berbagai hambatan yang timbul;

(6) Dependability, merupakan kedisiplinan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu; (7) Initiative, merupakan dorongan dari dalam diri untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan; (8) Personal Qualities, merupakan hal-hal yang bersifat pribadi seperti kepribadian, integritas, kepemimpinan, dan lain sebagainya.

Handoko (Akbar, 2018) mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan antara lain sebagai berikut: (1) Kepuasan kerja, berfokus pada perasaan

(3)

karyawan terhadap pekerjaan yang dilakukan seperti sikap positif dalam menghadapi lingkungan kerja; (2) Motivasi berasal dari dalam diri individu yang bertujuan untuk dapat memperoleh hasil terbaik dalam pekerjaannya; (3) Tingkat stres, situasi dan kondisi yang tidak kondusif dapat mempengaruhi proses kognisi dan emosi individu. Apabila tingkat stres tinggi maka dapat mempengaruhi kemampuan dan pelaksanaan pekerjaan menjadi terganggu; (4) Lingkungan kerja, seperti ventilasi, tata letak, dan pencahayaan di dalam ruang kerja; (5) Kompensasi, ketika kompensasi yang diberikan berjumlah besar maka karyawan akan semakin terdorong untuk lebih bersemangat dalam bekerja; (6) Desain pekerjaan, meliputi penetapan kegiatan kerja karyawan secara individual maupun berkelompok.

Menurut Evita, Muizu, dan Atmojo (2017) mengemukakan bahwa kegiatan evaluasi kinerja terhadap pegawai dapat memberikan gambaran kepada organisasi mengenai sikap pegawai, promosi pegawai, hingga pelatihan dan pengembangan yang diperlukan untuk pegawai. Fahmi (Nurhayati, 2018) juga menyatakan bahwa alasan dilakukannya evaluasi kinerja oleh organisasi yaitu: a) Evaluasi kinerja membantu organisasi menentukan pengembangan, pelatihan, maupun pelatihan kembali (retraining) untuk pegawainya; b) Evaluasi kinerja memberikan organisasi bahan pertimbangan untuk penetapan gaji dan promosi pegawai; c) Evaluasi kinerja dapat memberikan umpan balik kepada para petinggi maupun pegawai untuk meninjau kembali perilaku positif maupun negatif; d) Evaluasi kinerja dapat menggambarkan situasi dan kondisi orgasisasi itu sendiri yang berguna untuk pemerintah, investor, maupun lembaga pemberi pinjaman.

METODE PENELITIAN

Metode pelaksanaan program yang dilakukan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan data dengan menggunakan skala psikologi yaitu Individual Work Performance Questionnaire yang diadaptasi oleh Widyastuti dan Hidayat (2018). Teknik sampling yang digunakan dalam pelaksanaan program adalah purposive sampling.

Purposive sampling merupakan pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan yang telah ditentukan, seperti karakteristik suatu populasi (Sugiyono, 2016). Subjek yang diambil antara lain para pegawai yang mengalami perubahan tugas dan tanggung jawab sebanyak 30 orang. Pengujian data menggunakan bantuan program JASP dengan teknik analisis deskriptif.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tim penelitiamenjalankan program kerja dimulai dari mengkomunikasikan tujuan penilaian kinerja pribadi kepada Koordinator Kelompok Substansi Umum dan Kepegawaian. Setelah diberi keleluasaan untuk menjalankan kegiatan, tim pengabdi mencari skala psikologi yang kemudian digunakan, yakni Individual Work Performance Questionnaire yang diadaptasi oleh Widyastuti dan Hidayat (2018). Kegiatan selanjutnya adalah menyebarkan skala kepada para pegawai yang berjumlah 30 orang. Skala mulai disebar mulai tanggal 29 September hingga 15 Oktober 2021. Setelah itu, data yang telah

(4)

diperoleh diolah dengan menggunakan bantuan program JASP. Berikut hasil yang diperoleh:

Tabel 1. Indeks Prestasi Kinerja Kantor Pertanahan Kota Makassar

Rentang Kategorisasi

91-100 Sangat baik

76-90 Baik

61-75 Cukup

51-60 Sedang

<=50 Buruk

Tabel 2. Total Pencapaian

Kategorisasi Jumlah (Orang)

Sangat baik 0

Baik 0

Cukup 5

Sedang 23

Buruk 2

Total 30

Dari hasil analisis data Individual Work Performance Questionnaire melalui Microsoft Excel terdapat 5 orang yang mencapai kategori cukup, 23 orang yang mencapai kategori sedang, dan 2 orang yang mencapai kategori buruk.

Tabel 3. Deskripsi Statistik

Total

Valid 30

Missing 0

Mean 57.367

Median 56.000

Mode 54.000

Std. Deviation 5.346

Minimum 48.000

Maximum 69.000

(5)

Dari hasil analisis Individual Work Performance Questionnaire menggunakan program JASP diperoleh hasil mean yaitu 57.367, median yaitu 56, modus yaitu 54, nilai mininum 48 dan nilai maksimum 69.

KESIMPULAN

Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat 5 orang yang mencapai kategori cukup, 23 orang yang mencapai kategori sedang, dan 2 orang yang mencapai kategori buruk dengan nilai mean yaitu 57.367, median yaitu 56, modus yaitu 54, nilai mininum 48 dan nilai maksimum 69.

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, atas berkat dan rahmat-Nya kami mampu menyelesaikan kegiatan KKP di Kantor Pertanahan Kota Makassar. Kepada Ibu Andi Nasrawati Hamid, S. Psi., M. A. selaku dosen pembimbing KKP dan Bapak Ashadi, S. H.

selaku pembimbing lapangan yang telah memberikan arahan, motivasi, serta bimbingan selama proses KKP, Serta terima kasih kepada seluruh staf dan pegawai Kantor Pertanahan Kota Makassar atas segala bantuan informasi yang telah disediakan kepada penyusun selama kegiatan KKP.

DAFTAR PUSTAKA

Aini, N. & Tulus. (2015) Analisis Pengaruh Rotasi dan Mutasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di KJKS BMT Anda Salatiga. Jurnal Muqtasid, 6(1), 105-123.

Arviana, N. Dan Muchsinati, S., E. (2016) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perpindahan kerja karyawan ( studi kasus terhadap rumah sakit di batam). JURNAL Manajemem, 15(2), 191-215.

Aryanti, D. & Warsi, S. (2019) pengaruh rotasi kerja terhadap kepuasan kerja dalam mempengaruhi kinerja tenaga kependidikan. Jurnal ilmiah akuntansi dan keuangan, 8(1), 17-30.

Evita, N., S., Muizu, Z., O., W. & Atmojo, T., R. (2017) Penilaian Kinerja Karyawan Dengan Menggunakan Metode Behaviorally Anchor Rating Scale dan Management by Objectives (Studi Kasus Pada PT Qwords Company International). Jurnal Pekbis, 9(1), 18-32.

Haikal. (2018) pengaruh sistem rotasi kerja terhadap kinerja karyawan pt sumber alfaria trijaya tbk cabang palembang. Jurnal Management, 6(2), 1-24.

Jamil, M. (2016) rotasi pekerjaan dan kinerja karyawan peran kepuasan kerja dan variasi keterampilan kerja sebagai variabel intervening. Jurnal ekonomi manajemen dan secretary, 1(2), 96-117.

Kaymaz, Kurtulus. 2010. “The Effects of Job Rotation Practices on Motivation: A Research on Managers in the Automotive Organizations. Business and Economics Research”

Journal Vol.1, No.3 2010.

Koopmans, L., Bernaards, C., M., Hildebrandt, V., H., Schaufeli, W., B., De Vet Henrica, C., W.,

& Van Der Beek, A., J. (2011) Conceptual Frameworks of Individual Work Performance: A Systematic Review. Journal of Occupational and Environmental Medicine, 53(8), 856-866.

(6)

Nurhayati, W. (2018) Analisis Proses Penilaian Kinerja Karyawan Bagian Produksi Tablet PT.

Kimia Farma. Festival Riset Ilmiah Manajemen dan Akuntansi, November, 80-86.,

Putra, H., M. & Wikansari, R. (2017) Pengaruh Motivasi Terhadap Performansi Kerja Karyawan. Jurnal Aplikasi Manajemen, Ekonomi, dan Bisnis, 1(2), 65-78.

Rapareni, Y. (2018) pengaruh rotasi pekerjaan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada divisi SBU perkapalan pt pusri palembang. Jurnal Ekobis, 1(2), 86-95.

Santoso, B., & Riyardi, A. (2012) rotasi, rotasi dan promosi karyawan di kantor pelayanan pajak pratama klaten. Jurnal ekonomi manajemen sumber daya, 13(1), 1-30

Sari, P., W. (2020) Job Satisfaction and Job Performance Dalam Konteks Komunikasi Organisasi. Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis, 4(1), 29-39.

Sugiyono. (2016) Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: PT Alfabet.

Sutrisna, I., Zenju, S., N. & Pratidina, G. (2018) Pengaruh Rotasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Struktural di RSUD Ciawi. Jurnal Governansi, 4(1), 11-20.

Wiratama, I. & Sintaasih, K., D. (2013) Pengaruh Kepemimpinan, Diklat, dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung. Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis, dan Kewirausahaan, 7(2), 126-134.

Widyastuti, T., & Hidayat, R. (2018). Adaptation of Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ) into Bahasa Indonesia. International Journal of Research Studies in Psychology, 7(2). https://doi.org/10.5861/ijrsp.2018.3020

Gambar

Tabel 1. Indeks Prestasi Kinerja Kantor Pertanahan Kota Makassar

Referensi

Dokumen terkait

Metode swab merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengukur tingkat efektifitas dasinfeksi dan pembersihan pada alat yang akan digunakan dengan melakukan

Lebih jauh lagi dari informasi ini bisa menjadi informasi tambahan bagi penentuan lokasi pembuatan sumur, dimana penentuan titik tersebut berdasarkan log geolistrik

Bedasarkan waktu operasinya, terdapat beberapa tipe pukat cincin yang berbasis di Banda Aceh yaitu antara lain: 1) pukat cincin harian yaitu pukat cincin yang beroperasi pada siang

Yang menjelaskan bahwa pada tahap pertama dalam penelitian ini yaitu memperoleh true customer needs yang sudah dilakukan pada penelitian sebelumnya yaitu

Laporan tugas akhir ini berjudul, “Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Kayu Agung

Dari hasil penelitian ini baik pada pengamatan bulan pertama maupun kedua, didapatkan semua subjek pada kelompok lama cuti bersalin &lt; 2 bulan masih memberi ASI, sedangkan

Dalam penelitian ini penulis membahas tentang pengaruh iklan web series pada youtube Eiger Advanture terhadap respon khalayak, dimana variable X adalah iklan web series yang

Pengaruh Jumlah Uang Beredar, Inflasi dan Suku Bunga Terhadap Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar (Studi Pada Bank Indonesia Tahun 2011-2015).. Analisis Pergerakan Nilai Tukar