• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN KAPET DAS KAKAB DI KABUPATEN BARITO SELATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGEMBANGAN KAPET DAS KAKAB DI KABUPATEN BARITO SELATAN"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN KAPET DAS KAKAB

DI KABUPATEN BARITO SELATAN

Andrea Yuandiney

3609 100 002

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

S U R A B A Y A

(2)

Latar Belakang Penelitian

Adanya

kesenjangan antara

Kawasan

Barat

Indonesia

(KBI)

dengan Kawasan

Timur

Indonesia

(KTI)

Pemerintah pusat

membuat konsep

pengembangan

wilayah yang befokus

pada keunggulan

kawasan yaitu konsep

KAPET

KAPET diharapkan menjadi

pusat pertumbuhan yang

memiliki

kemampuan

untuk merangsang dan

mendorong pertumbuhan

daerah-daerah sekitarnya

melalui dampak tetesan

kebawah

(Adisasmita,

2012)

Kabupaten/Kota 2007 2008 2010 2011 Kotawaringin barat 12,27 12,27 11,49 11.56 Kotawaringin Timur 19,02 19,19 20,40 20,71 Kapuas 12,57 12,60 12,66 12,52 Barito Utara 5,57 5,59 5,70 5,68 Barito Selatan 5,57 5,59 5,70 5,68 Sukamara 2,89 2,67 2,69 2,65 Lamandau 2,94 2,83 2,78 2,76 Seruyan 6,48 6,28 6,34 6,29 Katingan 7,22 7,47 6,83 6,80 Pulang Pisau 3,49 3,38 3,32 3,28 Gunung Mas 3,41 3.33 3,27 3,27 Barito Timur 3,80 3,73 3,77 3,75 Murung Raya 5,39 5,44 5,38 5,50 Palangka Raya 8,78 9,03 9,27 9,27 Jumlah 100,00 100,00 100,00 100,00

Tabel

PDRB Kabupaten/Kota Kalimantan Tengah Berdasarkan

harga berlaku Tahun 2007-2011

KAPET masih belum

menjadi Prime

(3)

RUMUSAN PERMASALAHAN

seberapa besar kinerja faktor-faktor penentu keberhasilan KAPET DAS KAKAB di

Kabupaten Barito Selatan dalam menunjang menjalankan fungsinya.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk arahan pengembangan dalam

mendukung Kabupaten Barito Selatan sebagai kawasan pengembangan KAPET DAS

KAKAB.

Sasaran 1

Mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan keberhasilan KAPET DAS KAKAB di

Kabupaten Barito Selatan.

Sasaran 2

Menilai kinerja faktor-faktor penentu keberhasilan KAPET DAS KAKAB di

Kabupaten Barito Selatan

Sasaran 3

Penetuan prioritas pengembangan pada tiap kecamatan.

Sasaran 4

Menentukan arahan pengembangan KAPET DAS KAKAB

PERTANYAAN PENELITIAN

Apa saja bentuk arahan yang tepat dalam pengembangan KAPET DAS KAKAB di

Kabupaten Barito Selatan ?

(4)

Ruang Lingkup Penelitian

RUANG LINGKUP WILAYAH PENELITIAN

KAPET DAS KAKAB di Kab. BaritoSelatan

yang terdiri atas 4 kecamatan

RUANG LINGKUP SUBSTANSI

Lingkup substansi dalam penelitian ini berkaitan dengan teori pengembangan wilayah,

teori pusat pertumbuhan dan teori pertumbuhan ekonomi wilayah.

Ruang LingkupPembahasan

Penelitian ini dilakukan untukmengetahui

faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengembangan KAPET DAS KAKAB, Kinerja

variabel pengembangannya, prioritas pengembangan di tiap kecamatan serta menentukan

arahan pengembangan KAPET DAS KAKAB di Kabupeten Barito Selatan

(5)

Sintesa Tinjauan Pustaka

Tujuan KAPET

(Keputusan Presiden Nomor 89

Tahun 1996 dan BP KAPET)

Pengembangan Wilayah

Pertumbuhan Ekonomi Wilayah

Teori Ekonomi Klasik

Teori Harrod-Domar

Teori Pertumbuhan Neoklasik

Teori Jalur Cepat

Teori Basis Ekspor

Pusat Pertumbuhan

perroux (1955) dalam Sjafrizal (2008), Gore

(1985) dalam Kinandika (2012)

Faktor:

1. Pengembangan Komoditas unggulan

2. Teknologi dan Mutu SDM

3. Prasarana dan sarana pendukung

4. Keterkaitan antar sektor

5. Kebijakan dan pengawasan

Faktor:

1. Aksesibilitas pendukung keterkaitan input dan

output

2. Pengembangan kegiatan sektor ekonomi

3. Sarana dan prasarana pendukung

(6)

METODOLOGI PENELITIAN

Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

rasionalisme yang bersumber pada teori dan kebenaran empirik dan etik.

Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang menyajikan fakta secara sistematik

sehingga lebih mudah dipahami, kesimpulan memiliki dasar faktual yang jelas dan

dapat dikembalikan kedata secara lagsung.

(7)

VariabelPenelitian

No

Faktor

variabel

Definisi Operasional

1 Pengembangan

Komoditas

unggulan

Teknologi pengolahan

Komoditas unggulan

Teknologi yang digunakan untuk pengolahan dan

pengelolaan komoditas unggulan sehingga memberikan nilai

tambah

Kualitas

produk

unggulan

Tingkat Kualitas produk unggulan untuk bersaing dipasar

Jumlah produksi

komoditas unggulan

Kesesuaian Banyaknya komoditas yang diproduksi dengan

permintaan pasar

2 Keterkaitan antar

sektor

Kemampuan kegiatan

ekonomi utama

(leading industry)

Pengaruh dan kekuatan kegiatan industri utama baik industry

pabrik, pertanian, dan sebagainya dalam menggerakkan

perekonomian.

Keterkaitan

antar

kegiatan

Pengelolaan kegiatan utama dan kegiatan pendukung yang

saling bersinergis di dalam kawasan.

Pengembangan Unit

Kegiatan Masyarakat

(UKM) berdasarkan

kegiatan utama

Adanya UKM-UKM yang dikembangkan berdasarkan

keterkaitan dengan kegiatan utama guna menciptakan image

kawasan, mendukung kegiatan utama dan mengurangi

(8)

3 Aksesibilitas

pendukung

keterkaitan

input

dan

output

Ketersediaan

Akses

yang

menunjang

kegiatan ekonomi

Jaringan jalan yang mendukung kegiatan

ekonomi, baik akses darat maupun sungai

menuju sumber bahan baku kegiatan maupun

menuju pengolahan output selanjutnya.

Prasarana

perhubungan

yang dibutuhkan dalam menghubungkan dan

Ketersediaan pelabuhan, terminal, jaringan jalan

memenuhi kebutuhan seluruh kegiatan aktivitas

masyarakat di KAPET DAS KAKAB Barito Selatan

Sarana perhubungan Ketersediaan alat transportasi darat dan sungai

dalam mengangkut manusia dan barang baik

antar daerah di dalam KAPET maupun keluar

KAPET.

4 Sarana

dan

Prasarana

Pendukung

Ketersediaan Fasilitas

Pendukung

Adanya Fasilitas yang mendukung kegiatan

ekonomi di dalam wilayah KAPET dan wilayah

hinterland

Prasarana Dasar

Terpenuhinya prasarana dasar jaringan

transportasi, listrik, komunikasi,air bersih dan

lainnya dalam mendukung kegiatan ekonomi.

(9)

5 SDM

Jiwa Usaha Mayarakat

Kemampuan masyarakat dalam melihat

peluang usaha dan mengembangkan

usaha yang telah ada.

Kemampuan

(skill)

masyarakat

Tingkat keterampilan masyarakat sebagai

modal melakukan kegiatan ekonomi.

Moral dan keramahan

masyarakat

Tingat keramahan masyarakat yang dapat

menerima adanya investor yang masuk

dan moral masyarakat untuk menerima

perkembangan teknologi.

6

Kebijakan dan

pengawasan

Kebijakan

Kebijakan yang telah ada mendukung

kegiatan investasi yang akan masuk

kedalam KAPET DAS KAKAB di Kabupaten

Barito Selatan

(10)

Tahap Analisis

Latar Belakang

Dan

Tujuan Penelitian

KAPET DAS KAKAB belum bisa menjadi Prime Mover

Pengembangan KAPET DAS KAKAB

Diterapkannya konsepKAPET pada Kalimantan Tengah sebagai alat

pengembangan wilayah

Studi Literatur

Teori Pengembangan

Wilayah

Pertumbuhan

Teori Pusat

Teori Ekonomi

Wilayah

Pengumpulan data

Data Sekunder dan Data Primer

Tahap Analisis

menetukan faktor yang

mempengaruhi

pengembangan KAPET

1. Analisis Stakeholder

(Non-probabilitas sampling

Purposive sampling)

2. analisis delphi

menetukan kinerja

faktor yang

mempengaruhi

pengembangan KAPET

analisis service quality

(probabilitas sampling

Stratify proporsional

random sampling)

Menentukan

prioritas

pengembangan

Importance

Performance

Analysis (IPA).

Arahan

pengembangan

dengan

menggunakan

analisa

triangulasi

Arahan pengembangan KAPET DAS KAKAB di Kabupaten Barito Selatan

Hasil Penelitian

(11)

Hasil dan Pembahasan

Faktor yang mempengaruhi

Pengembangan KAPET DAS KAKAB

Kinerja variabel pengembangan

KAPET DAS KAKAB

Prioritas Pengembangan KAPET DAS

KAKAB di masing-masing Kacamatan

Arahan Pengembangan KAPET DAS

KAKAB

(12)

Faktor

Variabel

Pengembangan Komoditas

unggulan

Kualitas produk unggulan

Jumlah produksi komoditas unggulan

Teknologi pengolahan Komoditas unggulan

Pengembangan kegiatan sektor

ekonomi

Ketersediaan Akses)

Prasarana perhubungan

Sarana perhubungan

Aksesibilitas pendukung

keterkaitan input dan output

Kemampuan

kegiatan

ekonomi

utama

sebagai

penggerak ekonomi

Kegiatan yang saling mendukung

Pengembangan kegiatan (UKM) berdasarkan kegiatan

utama

Sarana dan Prasarana

Pendukung

Ketersediaan Fasilitas Pendukung

Prasarana dasar (komunikasi, listrik, air bersih)

SDM

Jiwa Usaha Mayarakat

Kemampuan (skill) masyarakat

Moral dan keramahan masyarakat

Kebijakan dan pengawasan

Kebijakan yang memberi kemudahan dalam investasi

Koordinasi

(13)

Uji Validitas dan Reliabelitas Data

Penelitian menggunakan r tabel dengan tingkat kesalahan 95% atau tingkat signifikasi 0.05

Tingkat signifikasi uji dua arah 0.05 pada:

Kecamatan

responden

R tabel

Dusun Selatan

197 orang

0.1398

Jenamas

47 orang

0,2876

Karau Kuala

51 orang

0,2759

Dusun Hilir

99 orang

0,1975

menurut Arikunto (2002) dalam susadi (2010) Data dikatakan Valid bila

:

r hitung > r tabel

menurut Arikunto (2002) dalam Sudadi (2010) tingkat reliabilitas dengan kriteria nilai alpha atau r hitung :

0,8 –sampai1,0 dinyatakan reliabilitas baik

0.60 sampai 0.800 dinyatakan reliabilitas diterima

0,400 sampai 0.600 dinyatakan reliabilitas agak rendah.

0.200 sampai 0,400 dinyatakan sangat rendah

(14)

Prioritas Pengembangan

Kecamatan Dusun Selatan

Kecamatan Jenamas

(15)

Tabel

Tabel Prioritas Penangan Tiap Kecamatan

PRIORITAS Kecamatan Dusun Selatan

Kecamatan Jenamas Kecamatan Karau Kuala Kecamatan Dusun Hilir Prioritas I 1. Akses 2. Prasarana Perhubungan 3. Jumlah Produksi SDA 4. Jiwa Usaha 5. Prasarana Dasar 6. Koordinasi 1. Akses 2. Prasarana Perhubungan 3. UKM 4. Koordinasi 1. Akses 2. Prasarana Perhubungan

3. Jumlah produksi SDA 4. Teknologi Pengolahan

SDA

1. Akses

2. Prasarana Perhubungan 3. Jumlah Produksi SDA 4. Teknologi Pengolahan SDA

Prioritas II 1. Kualitas SDA 2. Teknologi Pengelolaan SDA 3. Kegiatan Utama 1. Teknologi Pengolahan SDA 2. Sarana Perhubungan

1. Prasarana Dasar 1. Kegiatan Utama

2. Keterkaitan antara kegiatan 3. Prasarana Dasar

Prioritas III 1. UKM

2. Fasilitas Pendukung 1. Keterkaitan Kegiatan 2. Fasilitas Pendukung 3. Jiwa Usaha Masyarakat 4. Kebijakan 1. Kualitas SDA 2. Koordinasi 3. sarana perhubungan

1. Kualitas Produk unggulan 2. Sarana Perhubungan 3. Koordinasi Prioritas IV 1. Kebijakan 2. Skill Masyarakat 3. Moral dan penerimaan 4. Sarana Perhubungan 1. Kualitas SDA 2. Kegiatan Utama 3. Moral dan Keramahan 1. Fasilitas Pendukung 2. Jiwa Usaha 3. Moral dan Keramahan 4. Kebijakan 1. UKM 2. Fasilitas pendukung 3. Jiwa Usaha 4. Skill

5. Moral dan Keramahan 6. Kebijakan

(16)

Arahan Pengembangan KAPET DAS KAKAB

Prioritas 1:

Peningkatan produktitivitas tanaman pangan dengan:

intensifikasi pertanian dengan pengolahan tanah,penggunaan bibit unggul, pengairan,penanganan pasca panen,pola tanam, dan penyimpanan hasil panen

Prioritas 2:

Pelatihan pengloahan SDA dan penerapan teknologi pengolahan hasil produksi

Faktor Pengembangan SDA

Prioritas 2:

Pelatihan pengolahan hasil produksi dan penerapan teknologi dalam pengolahan hasil produksi padi,karet, dan perikanan Prioritas 4:

Pengendalian kualitas hasilproduksi dengan intensifikasi pertanian, perkebunan dan perikanan. Prioritas 1:

(jumlah dan teknologi)

• intensifikasi serta ekstensifikasi pertanian dan perikanan

•Menyediakan infrastruktur pendukung pertanian seperti irigasi, dan jalan usaha tani.

•pengembangan teknologi perikanan budidaya dan pengolahan rotan

Prioritas 1:

•intensifikasi serta ekstensifikasi pertanian dan perikanan

•Menyediakan infrastruktur pendukung seperti irigasi, dan jalan usaha tani. •pengembangan teknologi perikanan budidaya dan pengolahan padi

(17)

Faktor Pengembangan Kegiatan Utama

Prioritas 2:

(kemampuan kegiatan Utama) • pembangunan sentra produksi dan

pemasaran hasil perkebunan.

Pengembangan kawasan minapolitan Prioritas 3

UKM berkembang baik, kinerja telah memuaskan sehingga memiliki potensi untuk pembinaan UKM baru berkaitan dengan mengolah sumberdaya potensial untuk mengurangitingkat pengangguran

Prioritas 1:

• Pembinaan terhadap UKM yang telah ada dan pembentukan UKM baru yang diarahkan untuk mengelola SDA yang potensial

Prioritas 3:

(Keterkaitan antar kegiatan)

Potensi perikanan yang terdapat di Jenamas dapat dikaitkan dengan pertanian dengan kegiatan pengolahan pakan ikan yang berasal dari sekam Pengembangan Kegiatan Utama:

Pengembangan pusat koleksi produksi

rotan.

Pengembangan kegiatan pengolahan rotan menjadi furnitur dan kerajinan rotan

Prioritas 1:

Pengembangan UKM baru dan pembinaan UKM yang telah berjalan.

Prioritas 2:

Memberikan insentif bagi kegiatan utama pertanian dan perikanan agar mampu berkembang. Dengan suntikan dana dan pengelolaan langsung dari pemerintah.

(18)

Aksesibilitas

Prioritas 1: (akses)

Peningkatan akses darat yang menunjang kegiatan ekonomi masyarakat yakni : • Membangun jalan usaha tani, jalan

lokal, jalan kolektor

membuka jalur sungai untuk mempersingkat jarak tempuh antar daerah.

(prasarana Perhubungan )

peningkatan layanan terminal penumpang di Buntok dari tipe C ke tipe B.

pembangunan pelabuhan nasional di Buntok Kota.

Prioritas 4:

(sarana Perhubungan)

Jumlah moda angkutan sudah memadai. Perlu ditambah jadwal operasi angkutan umum sungai dan menambah rute

Prioritas 1: (akses)

• membuka jalur sungai lokal dan Jalur sungai Regional.

(prasarana Perhubungan) •Pembangunan dermaga sungai Regional •Pembangunan dermaga sungai Lokal sebagai sarana penyebrangan antar desa •Pembangunan terminal Tipe C

Prioritas 1:

Membangun jalan lokal, jalan kolektor Membangun dermaga sungai lokal •Pembangunan terminal tipe C

Prioritas 1:

Pembangunan pelabuhan sungai provinsi. •Pembangunan dermaga sungai lokal • terminal tipe C

•Pembuatan jalan kolektor penghubung antar pusat kegiatan.

(19)

Sarana dan Prasarana Pendukung

Prioritas 1: Prasarana dasar •Penambahan jaringan listrik dan air bersih

•Prioritas 3:

•Pembangunan pasar Regional koleksi hasil produksi kawasan

Prioritas 1:

• Pembinaan terhadap UKM yang telah ada dan pembentukan UKM baru yang diarahkan untuk mengelola SDA yang potensial

Prioritas 3:

(Keterkaitan antar kegiatan)

Potensi perikanan yang terdapat di Jenamas dapat dikaitkan dengan pertanian dengan kegiatan pengolahan pakan ikan yang berasal dari sekam Prioritas 1:

Prasarana dasar

Penambahan jaringan listrik, air bersih dan telekomunikasi

Prioritas 4:

Penambahan pasar lokal dan fasilitas pendidikan.

Prioritas 2:

penambahan jaringan jaringan listrik, air bersih dan telekomunikasi.

(20)

Sumber Daya Manusia

Prioritas 1: Jiwa Usaha

Memberi pelatihan kepada masyarakat untuk mengolah sumber daya alam. Memberi pembekalan dalam menjalankan koperasi

Prioritas 4:

Pengembangan skill dengan penyuluhan teknologi pengolahan dan pengembangan hasil produksi

Prioritas 3:

Pelatihan menjalankan usaha ekonomi. Prioritas 4:

masyarakat memiliki skill, jiwa usaha dan penerimaan yang cukup baik.

•Perlu adanya pelatihan keterampilan

pengolahanuntuk meningkatkan sumberdaya manusia

Prioritas 4:

masyarakat memiliki skill, jiwa usaha dan penerimaan yang cukup baik.

•Perlu adanya pelatihan keterampilan

pengolahanuntuk meningkatkan sumberdaya manusia

(21)

Kebijakan dan Pengawasan

Prioritas 1: Koordinasi

Untuk mengembangakan KAPET DAS KAKAB

diperlukan Koordinasi dari pihak pemerintah, swasta, dan pihakBP. KAPET . Sehingga ada sinkronisasi pengembangan yang dinginkan BP.Kapet berdasarkan kajian keseluruhan potensi KAPET DASKAKAB dengan pemerintah daerah selaku pemegang kewanangan pengembangan kawasan. Arahan :

1. Meningkatkan frekuensi koordinasi rutin antara BP.Kapet dengan pemerintah daerah.

2. Meningkatkan koordinasi program antara BP. KAPET dengan dinas yang terkait dalam membantu menyukseskan KAPET DAS KAKAB 3. Meningkatkan koordinasi program KAPET kepada

masyarakat sehingga meningkatkan jiwa usaha masyarakat

Prioritas 4 Kebijakan

Pengendalian kegiatan agar tidak mengganggu ekosistem air dengan penetapan hutan lindung dan hutan produksi serta daerah konservasi air

membatasi kegiatan masyarakat yang mencari penghasilan dari alam.

Arahan: pemerintah dapat membuka lapangan kerja

bagi masyarakat dengan memanfaatka potensi pertanian abadi, perikanan dan pengolahan.

Prioritas 3:

Koordinasi

Koordinasi tidak dirasakan masyarakat. Koordinasiperlu ditingkatkan dari pemerintah daerah ke masyarakat.

Prioritas 4: Kebijakan

Kebijakan yang dibuat untuk mendukung kegiatan ekonomi di Kecamayan Karau Kuala sudah baik. Kebijakan pengembangan perlu di realisasikan lebih lanjut.

Prioritas 4:

Kebijakan dan koordinasi

Perlu pengkoordinasian pengembangan kegiatan sehingga tidak terjadi tumpang tindih

antar program.

Prioritas 4:

peningkatan pengembangan potensi kecamatan Jenamas.

(22)

Kesimpulan

Pengembangan KAPET DAS KAKAB di Barito Selatan dipengaruhi oleh 6

faktor yaitu

1) pengembangan komoditas unggulan dengan variabel penelitian kualitas

produk unggulan, jumlah produksi komoditas unggulan, dan teknologi.

2)Keterkaitan antar sektor dengan variabel penelitian Kemampuan

kegiatan ekonomi utama dan kegiatan ekonomi yang berpotensi sebagai

penggerak ekonomi, Keterkaitan pada sektor lain, dan Pengembangan Unit

Kegiatan Masyarakat (UKM).

3) Keterkaitan pada input (backward linkage) dan output (forward linkage)

dengan variabel penelitian ketersediaan akses ,prasarana perhubungan,

dan sarana perhubungan.

4) sarana dan prasarana pendukung dengan variabel penelitian

ketersediaan fasilitas pendukung, prasarana dasar.

5) SDM dengan variabel penelitian jiwa usaha, kemampuan masyarakat,

dan moral dan keramahan masyarakat.

(23)

• Pengelompokan variabel kedalam prioritas penanganan dilakukan untuk mengetahui variabel mana yang lebih dahulu perlu untuk ditangani.

• Prioritas I

kecamatan Dusun Selatan adalah: Jumlah Produksi SDA, Akses, Prasarana Perhubungan, Jiwa Usaha, Prasarana Dasar, Koordinasi

kecamatan jenamas adalah:UKM, Akses , Prasarana, Perhubungan , Koordinasi

kecamatan Karau Kuala adalah: Jumlah produksi SDA ,Teknologi Pengolahan SDA, Ketersediaan Akses, Prasarana Perhubungan

Kecamatan Dusun Hilir adalah:.Jumlah Produksi SDA, Teknologi Pengolahan SDA, UKM, Prasarana Perhubungan.

• Prioritas 2

kecamatan Dusun Selatan adalah: Kualitas SDA , Teknologi Pengelolaan SDA, Kegiatan Utama kecamatan Jenamas adalah: eknologi Pengolahan SDA, dan Sarana Perhubungan

Kecamatan Karau Kuala adalah prasarana dasar

Kecamatan Dusun Hilir adalah Kegiatan Utama, Keterkaitan antara kegiatan, dan Prasarana Dasar

• Prioritas 3

Kecamatan Dusun Selatan adalah : UKM, Fasilitas Pendukung

Kecamatan Jenamas adalah : Keterkaitan Kegiatan , Fasilitas Pendukung , Jiwa Usaha Masyarakat danKebijakan Kecamatan Karau Kuala adalah : .Kualitas SDA , Koordinasi, dan sarana perhubungan

Kecamatan Dusun Hilir adalah : Kualitas Produk unggulan, Sarana Perhubungan, Koordinasi

• Prioritas 4

Kecamatan Dusun Selatan adalah : Kebijakan , Skill Masyarakat , Moral dan penerimaan, Sarana Perhubungan Kecamatan Jenamas adalah : Kualitas SDA ,Kegiatan Utama , Moral dan Keramahan

Kecamatan Karau Kuala adalah : Fasilitas Pendukung, Jiwa Usaha , Moral dan Keramahan , Kebijakan Kecamatan Dusun Hilir adalah : Fasilitas pendukung, Jiwa Usaha, Skil, Moral dan Keramahan, Kebijakan

(24)

Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, saran yang dapat

diberikan adalah:

kinerja dari variabel-variabel penelitian masih kurang dalam memenuhi

kepuasan pelaku ekonomi diharapkan dilakukan peningkatan kinerja pada

variabel yang berpengaruh terhadap pengembangan KAPET DAS KAKAB.

Variabel Prioritas perkembangan dapat menjadi masukan bagi Pemerintah

Daerah dalam menentukan prioritas pengembangan kawasan, yaitu pada

peningkatan pengembangan akses dan prasarana perhubungan.

perlu adanya koordinasi rutin antara BP KAPET sebagai pengkaji dan

pemerintah daerah sebagai pemegang keputusan dalam pengembangan

Kabupaten Barito Selatan untuk mengomunikasikan konsep dan program

KAPET DAS KAKAB dari BP KAPET kepada Pemerintah daerah agar program

pengembangan KAPET dapat dimasukan kedalam Tugas Pokok dan Fungsi

pada tiap-tiap dinas, dan dari dinas pemerintah dapat mensosialisasikan

program KAPET DAS KAKAB kepada masyarakat Kabupaten Barito Selatan

Referensi

Dokumen terkait

Maka bersama ini kami mengundang Saudara untuk pembuktian kualifikasi tersebut yang akan dilaksanakan pada : Menunjuk hasil Evaluasi dan Penelitian Dokumen Penawaran &

Jika otak diibaratkan sebagai komputer dan pikiran adalah software yang terinstal di dalam komputer, maka Quantum Mind Technology adalah cara untuk meng-instal pikiran positif ke otak

Pada periode 1945-1950, implementasi Pancasila bukan saja menjadi Pada periode 1945-1950, implementasi Pancasila bukan saja menjadi masalah, tetapi lebih dari itu

Fishing di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia perlu dilakukan analisis dan evaluasi terhadap kapal perikanan yang pembangunannya di luar

Realisasi dari pemecahan masalah diatas, yang telah dilakukan antara lain penyuluhan kesehatan dengan ceramah tentang menopause dan berbagai penyakit yang

Atribut Produk memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,001. Dari hasil uji t pada variabel atribut produk menyatakan bahwa signifikansi uji t lebih kecil dari 0,05 dan

Problcms of this rypc arc bcst trcatcd by a branch of mathcmatics known as diffcrcntial calculus, r.'hich is conccrncd.. Wc shall restrict our discrrssion of diffcrcnrial

Fokus penelitian yaitu (1) Bagaimanakah implementasi model pembelajar -an Pendidikan Agama Islam siswa tuna rungu di SMPLB Negeri Salatiga?, (2) Metode apa saja yang