PENGEMBANGAN KAPET DAS KAKAB
DI KABUPATEN BARITO SELATAN
Andrea Yuandiney
3609 100 002
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
S U R A B A Y A
Latar Belakang Penelitian
Adanya
kesenjangan antara
Kawasan
Barat
Indonesia
(KBI)
dengan Kawasan
Timur
Indonesia
(KTI)
Pemerintah pusat
membuat konsep
pengembangan
wilayah yang befokus
pada keunggulan
kawasan yaitu konsep
KAPET
KAPET diharapkan menjadi
pusat pertumbuhan yang
memiliki
kemampuan
untuk merangsang dan
mendorong pertumbuhan
daerah-daerah sekitarnya
melalui dampak tetesan
kebawah
(Adisasmita,
2012)
Kabupaten/Kota 2007 2008 2010 2011 Kotawaringin barat 12,27 12,27 11,49 11.56 Kotawaringin Timur 19,02 19,19 20,40 20,71 Kapuas 12,57 12,60 12,66 12,52 Barito Utara 5,57 5,59 5,70 5,68 Barito Selatan 5,57 5,59 5,70 5,68 Sukamara 2,89 2,67 2,69 2,65 Lamandau 2,94 2,83 2,78 2,76 Seruyan 6,48 6,28 6,34 6,29 Katingan 7,22 7,47 6,83 6,80 Pulang Pisau 3,49 3,38 3,32 3,28 Gunung Mas 3,41 3.33 3,27 3,27 Barito Timur 3,80 3,73 3,77 3,75 Murung Raya 5,39 5,44 5,38 5,50 Palangka Raya 8,78 9,03 9,27 9,27 Jumlah 100,00 100,00 100,00 100,00Tabel
PDRB Kabupaten/Kota Kalimantan Tengah Berdasarkan
harga berlaku Tahun 2007-2011
KAPET masih belum
menjadi Prime
RUMUSAN PERMASALAHAN
seberapa besar kinerja faktor-faktor penentu keberhasilan KAPET DAS KAKAB di
Kabupaten Barito Selatan dalam menunjang menjalankan fungsinya.
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk arahan pengembangan dalam
mendukung Kabupaten Barito Selatan sebagai kawasan pengembangan KAPET DAS
KAKAB.
Sasaran 1
Mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan keberhasilan KAPET DAS KAKAB di
Kabupaten Barito Selatan.
Sasaran 2
Menilai kinerja faktor-faktor penentu keberhasilan KAPET DAS KAKAB di
Kabupaten Barito Selatan
Sasaran 3
Penetuan prioritas pengembangan pada tiap kecamatan.
Sasaran 4
Menentukan arahan pengembangan KAPET DAS KAKAB
PERTANYAAN PENELITIAN
Apa saja bentuk arahan yang tepat dalam pengembangan KAPET DAS KAKAB di
Kabupaten Barito Selatan ?
Ruang Lingkup Penelitian
RUANG LINGKUP WILAYAH PENELITIAN
KAPET DAS KAKAB di Kab. BaritoSelatan
yang terdiri atas 4 kecamatan
RUANG LINGKUP SUBSTANSI
Lingkup substansi dalam penelitian ini berkaitan dengan teori pengembangan wilayah,
teori pusat pertumbuhan dan teori pertumbuhan ekonomi wilayah.
Ruang LingkupPembahasan
Penelitian ini dilakukan untukmengetahui
•
faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengembangan KAPET DAS KAKAB, Kinerja
variabel pengembangannya, prioritas pengembangan di tiap kecamatan serta menentukan
arahan pengembangan KAPET DAS KAKAB di Kabupeten Barito Selatan
Sintesa Tinjauan Pustaka
Tujuan KAPET
(Keputusan Presiden Nomor 89
Tahun 1996 dan BP KAPET)
Pengembangan Wilayah
Pertumbuhan Ekonomi Wilayah
Teori Ekonomi Klasik
Teori Harrod-Domar
Teori Pertumbuhan Neoklasik
Teori Jalur Cepat
Teori Basis Ekspor
Pusat Pertumbuhan
perroux (1955) dalam Sjafrizal (2008), Gore
(1985) dalam Kinandika (2012)
Faktor:
1. Pengembangan Komoditas unggulan
2. Teknologi dan Mutu SDM
3. Prasarana dan sarana pendukung
4. Keterkaitan antar sektor
5. Kebijakan dan pengawasan
Faktor:
1. Aksesibilitas pendukung keterkaitan input dan
output
2. Pengembangan kegiatan sektor ekonomi
3. Sarana dan prasarana pendukung
METODOLOGI PENELITIAN
Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
rasionalisme yang bersumber pada teori dan kebenaran empirik dan etik.
Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang menyajikan fakta secara sistematik
sehingga lebih mudah dipahami, kesimpulan memiliki dasar faktual yang jelas dan
dapat dikembalikan kedata secara lagsung.
VariabelPenelitian
No
Faktor
variabel
Definisi Operasional
1 Pengembangan
Komoditas
unggulan
Teknologi pengolahan
Komoditas unggulan
Teknologi yang digunakan untuk pengolahan dan
pengelolaan komoditas unggulan sehingga memberikan nilai
tambah
Kualitas
produk
unggulan
Tingkat Kualitas produk unggulan untuk bersaing dipasar
Jumlah produksi
komoditas unggulan
Kesesuaian Banyaknya komoditas yang diproduksi dengan
permintaan pasar
2 Keterkaitan antar
sektor
Kemampuan kegiatan
ekonomi utama
(leading industry)
Pengaruh dan kekuatan kegiatan industri utama baik industry
pabrik, pertanian, dan sebagainya dalam menggerakkan
perekonomian.
Keterkaitan
antar
kegiatan
Pengelolaan kegiatan utama dan kegiatan pendukung yang
saling bersinergis di dalam kawasan.
Pengembangan Unit
Kegiatan Masyarakat
(UKM) berdasarkan
kegiatan utama
Adanya UKM-UKM yang dikembangkan berdasarkan
keterkaitan dengan kegiatan utama guna menciptakan image
kawasan, mendukung kegiatan utama dan mengurangi
3 Aksesibilitas
pendukung
keterkaitan
input
dan
output
Ketersediaan
Akses
yang
menunjang
kegiatan ekonomi
Jaringan jalan yang mendukung kegiatan
ekonomi, baik akses darat maupun sungai
menuju sumber bahan baku kegiatan maupun
menuju pengolahan output selanjutnya.
Prasarana
perhubungan
yang dibutuhkan dalam menghubungkan dan
Ketersediaan pelabuhan, terminal, jaringan jalan
memenuhi kebutuhan seluruh kegiatan aktivitas
masyarakat di KAPET DAS KAKAB Barito Selatan
Sarana perhubungan Ketersediaan alat transportasi darat dan sungai
dalam mengangkut manusia dan barang baik
antar daerah di dalam KAPET maupun keluar
KAPET.
4 Sarana
dan
Prasarana
Pendukung
Ketersediaan Fasilitas
Pendukung
Adanya Fasilitas yang mendukung kegiatan
ekonomi di dalam wilayah KAPET dan wilayah
hinterland
Prasarana Dasar
Terpenuhinya prasarana dasar jaringan
transportasi, listrik, komunikasi,air bersih dan
lainnya dalam mendukung kegiatan ekonomi.
5 SDM
Jiwa Usaha Mayarakat
Kemampuan masyarakat dalam melihat
peluang usaha dan mengembangkan
usaha yang telah ada.
Kemampuan
(skill)
masyarakat
Tingkat keterampilan masyarakat sebagai
modal melakukan kegiatan ekonomi.
Moral dan keramahan
masyarakat
Tingat keramahan masyarakat yang dapat
menerima adanya investor yang masuk
dan moral masyarakat untuk menerima
perkembangan teknologi.
6
Kebijakan dan
pengawasan
Kebijakan
Kebijakan yang telah ada mendukung
kegiatan investasi yang akan masuk
kedalam KAPET DAS KAKAB di Kabupaten
Barito Selatan
Tahap Analisis
Latar Belakang
Dan
Tujuan Penelitian
KAPET DAS KAKAB belum bisa menjadi Prime Mover
Pengembangan KAPET DAS KAKAB
Diterapkannya konsepKAPET pada Kalimantan Tengah sebagai alat
pengembangan wilayah
Studi Literatur
Teori Pengembangan
Wilayah
Pertumbuhan
Teori Pusat
Teori Ekonomi
Wilayah
Pengumpulan data
Data Sekunder dan Data Primer
Tahap Analisis
menetukan faktor yang
mempengaruhi
pengembangan KAPET
1. Analisis Stakeholder
(Non-probabilitas sampling
Purposive sampling)
2. analisis delphi
menetukan kinerja
faktor yang
mempengaruhi
pengembangan KAPET
analisis service quality
(probabilitas sampling
Stratify proporsional
random sampling)
Menentukan
prioritas
pengembangan
Importance
Performance
Analysis (IPA).
Arahan
pengembangan
dengan
menggunakan
analisa
triangulasi
Arahan pengembangan KAPET DAS KAKAB di Kabupaten Barito Selatan
Hasil Penelitian
Hasil dan Pembahasan
Faktor yang mempengaruhi
Pengembangan KAPET DAS KAKAB
Kinerja variabel pengembangan
KAPET DAS KAKAB
Prioritas Pengembangan KAPET DAS
KAKAB di masing-masing Kacamatan
Arahan Pengembangan KAPET DAS
KAKAB
Faktor
Variabel
Pengembangan Komoditas
unggulan
Kualitas produk unggulan
Jumlah produksi komoditas unggulan
Teknologi pengolahan Komoditas unggulan
Pengembangan kegiatan sektor
ekonomi
Ketersediaan Akses)
Prasarana perhubungan
Sarana perhubungan
Aksesibilitas pendukung
keterkaitan input dan output
Kemampuan
kegiatan
ekonomi
utama
sebagai
penggerak ekonomi
Kegiatan yang saling mendukung
Pengembangan kegiatan (UKM) berdasarkan kegiatan
utama
Sarana dan Prasarana
Pendukung
Ketersediaan Fasilitas Pendukung
Prasarana dasar (komunikasi, listrik, air bersih)
SDM
Jiwa Usaha Mayarakat
Kemampuan (skill) masyarakat
Moral dan keramahan masyarakat
Kebijakan dan pengawasan
Kebijakan yang memberi kemudahan dalam investasi
Koordinasi
Uji Validitas dan Reliabelitas Data
Penelitian menggunakan r tabel dengan tingkat kesalahan 95% atau tingkat signifikasi 0.05
Tingkat signifikasi uji dua arah 0.05 pada:
Kecamatan
responden
R tabel
Dusun Selatan
197 orang
0.1398
Jenamas
47 orang
0,2876
Karau Kuala
51 orang
0,2759
Dusun Hilir
99 orang
0,1975
menurut Arikunto (2002) dalam susadi (2010) Data dikatakan Valid bila
:
r hitung > r tabel
menurut Arikunto (2002) dalam Sudadi (2010) tingkat reliabilitas dengan kriteria nilai alpha atau r hitung :
0,8 –sampai1,0 dinyatakan reliabilitas baik
0.60 sampai 0.800 dinyatakan reliabilitas diterima
0,400 sampai 0.600 dinyatakan reliabilitas agak rendah.
0.200 sampai 0,400 dinyatakan sangat rendah
Prioritas Pengembangan
Kecamatan Dusun Selatan
Kecamatan Jenamas
Tabel
Tabel Prioritas Penangan Tiap Kecamatan
PRIORITAS Kecamatan Dusun Selatan
Kecamatan Jenamas Kecamatan Karau Kuala Kecamatan Dusun Hilir Prioritas I 1. Akses 2. Prasarana Perhubungan 3. Jumlah Produksi SDA 4. Jiwa Usaha 5. Prasarana Dasar 6. Koordinasi 1. Akses 2. Prasarana Perhubungan 3. UKM 4. Koordinasi 1. Akses 2. Prasarana Perhubungan
3. Jumlah produksi SDA 4. Teknologi Pengolahan
SDA
1. Akses
2. Prasarana Perhubungan 3. Jumlah Produksi SDA 4. Teknologi Pengolahan SDA
Prioritas II 1. Kualitas SDA 2. Teknologi Pengelolaan SDA 3. Kegiatan Utama 1. Teknologi Pengolahan SDA 2. Sarana Perhubungan
1. Prasarana Dasar 1. Kegiatan Utama
2. Keterkaitan antara kegiatan 3. Prasarana Dasar
Prioritas III 1. UKM
2. Fasilitas Pendukung 1. Keterkaitan Kegiatan 2. Fasilitas Pendukung 3. Jiwa Usaha Masyarakat 4. Kebijakan 1. Kualitas SDA 2. Koordinasi 3. sarana perhubungan
1. Kualitas Produk unggulan 2. Sarana Perhubungan 3. Koordinasi Prioritas IV 1. Kebijakan 2. Skill Masyarakat 3. Moral dan penerimaan 4. Sarana Perhubungan 1. Kualitas SDA 2. Kegiatan Utama 3. Moral dan Keramahan 1. Fasilitas Pendukung 2. Jiwa Usaha 3. Moral dan Keramahan 4. Kebijakan 1. UKM 2. Fasilitas pendukung 3. Jiwa Usaha 4. Skill
5. Moral dan Keramahan 6. Kebijakan
Arahan Pengembangan KAPET DAS KAKAB
Prioritas 1:
Peningkatan produktitivitas tanaman pangan dengan:
intensifikasi pertanian dengan pengolahan tanah,penggunaan bibit unggul, pengairan,penanganan pasca panen,pola tanam, dan penyimpanan hasil panen
Prioritas 2:
Pelatihan pengloahan SDA dan penerapan teknologi pengolahan hasil produksi
Faktor Pengembangan SDA
Prioritas 2:
Pelatihan pengolahan hasil produksi dan penerapan teknologi dalam pengolahan hasil produksi padi,karet, dan perikanan Prioritas 4:
Pengendalian kualitas hasilproduksi dengan intensifikasi pertanian, perkebunan dan perikanan. Prioritas 1:
(jumlah dan teknologi)
• intensifikasi serta ekstensifikasi pertanian dan perikanan
•Menyediakan infrastruktur pendukung pertanian seperti irigasi, dan jalan usaha tani.
•pengembangan teknologi perikanan budidaya dan pengolahan rotan
Prioritas 1:
•intensifikasi serta ekstensifikasi pertanian dan perikanan
•Menyediakan infrastruktur pendukung seperti irigasi, dan jalan usaha tani. •pengembangan teknologi perikanan budidaya dan pengolahan padi
Faktor Pengembangan Kegiatan Utama
Prioritas 2:
(kemampuan kegiatan Utama) • pembangunan sentra produksi dan
pemasaran hasil perkebunan.
•Pengembangan kawasan minapolitan Prioritas 3
UKM berkembang baik, kinerja telah memuaskan sehingga memiliki potensi untuk pembinaan UKM baru berkaitan dengan mengolah sumberdaya potensial untuk mengurangitingkat pengangguran
Prioritas 1:
• Pembinaan terhadap UKM yang telah ada dan pembentukan UKM baru yang diarahkan untuk mengelola SDA yang potensial
Prioritas 3:
(Keterkaitan antar kegiatan)
Potensi perikanan yang terdapat di Jenamas dapat dikaitkan dengan pertanian dengan kegiatan pengolahan pakan ikan yang berasal dari sekam Pengembangan Kegiatan Utama:
Pengembangan pusat koleksi produksi
rotan.
Pengembangan kegiatan pengolahan rotan menjadi furnitur dan kerajinan rotan
Prioritas 1:
Pengembangan UKM baru dan pembinaan UKM yang telah berjalan.
Prioritas 2:
Memberikan insentif bagi kegiatan utama pertanian dan perikanan agar mampu berkembang. Dengan suntikan dana dan pengelolaan langsung dari pemerintah.
Aksesibilitas
Prioritas 1: (akses)Peningkatan akses darat yang menunjang kegiatan ekonomi masyarakat yakni : • Membangun jalan usaha tani, jalan
lokal, jalan kolektor
• membuka jalur sungai untuk mempersingkat jarak tempuh antar daerah.
(prasarana Perhubungan )
peningkatan layanan terminal penumpang di Buntok dari tipe C ke tipe B.
pembangunan pelabuhan nasional di Buntok Kota.
Prioritas 4:
(sarana Perhubungan)
Jumlah moda angkutan sudah memadai. Perlu ditambah jadwal operasi angkutan umum sungai dan menambah rute
Prioritas 1: (akses)
• membuka jalur sungai lokal dan Jalur sungai Regional.
(prasarana Perhubungan) •Pembangunan dermaga sungai Regional •Pembangunan dermaga sungai Lokal sebagai sarana penyebrangan antar desa •Pembangunan terminal Tipe C
Prioritas 1:
•Membangun jalan lokal, jalan kolektor •Membangun dermaga sungai lokal •Pembangunan terminal tipe C
Prioritas 1:
• Pembangunan pelabuhan sungai provinsi. •Pembangunan dermaga sungai lokal • terminal tipe C
•Pembuatan jalan kolektor penghubung antar pusat kegiatan.
Sarana dan Prasarana Pendukung
Prioritas 1: Prasarana dasar •Penambahan jaringan listrik dan air bersih
•Prioritas 3:
•Pembangunan pasar Regional koleksi hasil produksi kawasan
Prioritas 1:
• Pembinaan terhadap UKM yang telah ada dan pembentukan UKM baru yang diarahkan untuk mengelola SDA yang potensial
Prioritas 3:
(Keterkaitan antar kegiatan)
Potensi perikanan yang terdapat di Jenamas dapat dikaitkan dengan pertanian dengan kegiatan pengolahan pakan ikan yang berasal dari sekam Prioritas 1:
Prasarana dasar
Penambahan jaringan listrik, air bersih dan telekomunikasi
Prioritas 4:
Penambahan pasar lokal dan fasilitas pendidikan.
Prioritas 2:
• penambahan jaringan jaringan listrik, air bersih dan telekomunikasi.
Sumber Daya Manusia
Prioritas 1: Jiwa Usaha
Memberi pelatihan kepada masyarakat untuk mengolah sumber daya alam. Memberi pembekalan dalam menjalankan koperasi
Prioritas 4:
Pengembangan skill dengan penyuluhan teknologi pengolahan dan pengembangan hasil produksi
Prioritas 3:
Pelatihan menjalankan usaha ekonomi. Prioritas 4:
masyarakat memiliki skill, jiwa usaha dan penerimaan yang cukup baik.
•Perlu adanya pelatihan keterampilan
pengolahanuntuk meningkatkan sumberdaya manusia
Prioritas 4:
masyarakat memiliki skill, jiwa usaha dan penerimaan yang cukup baik.
•Perlu adanya pelatihan keterampilan
pengolahanuntuk meningkatkan sumberdaya manusia
Kebijakan dan Pengawasan
Prioritas 1: KoordinasiUntuk mengembangakan KAPET DAS KAKAB
diperlukan Koordinasi dari pihak pemerintah, swasta, dan pihakBP. KAPET . Sehingga ada sinkronisasi pengembangan yang dinginkan BP.Kapet berdasarkan kajian keseluruhan potensi KAPET DASKAKAB dengan pemerintah daerah selaku pemegang kewanangan pengembangan kawasan. Arahan :
1. Meningkatkan frekuensi koordinasi rutin antara BP.Kapet dengan pemerintah daerah.
2. Meningkatkan koordinasi program antara BP. KAPET dengan dinas yang terkait dalam membantu menyukseskan KAPET DAS KAKAB 3. Meningkatkan koordinasi program KAPET kepada
masyarakat sehingga meningkatkan jiwa usaha masyarakat
Prioritas 4 Kebijakan
Pengendalian kegiatan agar tidak mengganggu ekosistem air dengan penetapan hutan lindung dan hutan produksi serta daerah konservasi air
membatasi kegiatan masyarakat yang mencari penghasilan dari alam.
Arahan: pemerintah dapat membuka lapangan kerja
bagi masyarakat dengan memanfaatka potensi pertanian abadi, perikanan dan pengolahan.
Prioritas 3:
Koordinasi
Koordinasi tidak dirasakan masyarakat. Koordinasiperlu ditingkatkan dari pemerintah daerah ke masyarakat.
Prioritas 4: Kebijakan
Kebijakan yang dibuat untuk mendukung kegiatan ekonomi di Kecamayan Karau Kuala sudah baik. Kebijakan pengembangan perlu di realisasikan lebih lanjut.
Prioritas 4:
Kebijakan dan koordinasi
Perlu pengkoordinasian pengembangan kegiatan sehingga tidak terjadi tumpang tindih
antar program.
Prioritas 4:
peningkatan pengembangan potensi kecamatan Jenamas.
Kesimpulan
•
Pengembangan KAPET DAS KAKAB di Barito Selatan dipengaruhi oleh 6
faktor yaitu
•
1) pengembangan komoditas unggulan dengan variabel penelitian kualitas
produk unggulan, jumlah produksi komoditas unggulan, dan teknologi.
•
2)Keterkaitan antar sektor dengan variabel penelitian Kemampuan
kegiatan ekonomi utama dan kegiatan ekonomi yang berpotensi sebagai
penggerak ekonomi, Keterkaitan pada sektor lain, dan Pengembangan Unit
Kegiatan Masyarakat (UKM).
•
3) Keterkaitan pada input (backward linkage) dan output (forward linkage)
dengan variabel penelitian ketersediaan akses ,prasarana perhubungan,
dan sarana perhubungan.
•
4) sarana dan prasarana pendukung dengan variabel penelitian
ketersediaan fasilitas pendukung, prasarana dasar.
•
5) SDM dengan variabel penelitian jiwa usaha, kemampuan masyarakat,
dan moral dan keramahan masyarakat.
• Pengelompokan variabel kedalam prioritas penanganan dilakukan untuk mengetahui variabel mana yang lebih dahulu perlu untuk ditangani.
• Prioritas I
kecamatan Dusun Selatan adalah: Jumlah Produksi SDA, Akses, Prasarana Perhubungan, Jiwa Usaha, Prasarana Dasar, Koordinasi
kecamatan jenamas adalah:UKM, Akses , Prasarana, Perhubungan , Koordinasi
kecamatan Karau Kuala adalah: Jumlah produksi SDA ,Teknologi Pengolahan SDA, Ketersediaan Akses, Prasarana Perhubungan
Kecamatan Dusun Hilir adalah:.Jumlah Produksi SDA, Teknologi Pengolahan SDA, UKM, Prasarana Perhubungan.
• Prioritas 2
kecamatan Dusun Selatan adalah: Kualitas SDA , Teknologi Pengelolaan SDA, Kegiatan Utama kecamatan Jenamas adalah: eknologi Pengolahan SDA, dan Sarana Perhubungan
Kecamatan Karau Kuala adalah prasarana dasar
Kecamatan Dusun Hilir adalah Kegiatan Utama, Keterkaitan antara kegiatan, dan Prasarana Dasar
• Prioritas 3
Kecamatan Dusun Selatan adalah : UKM, Fasilitas Pendukung
Kecamatan Jenamas adalah : Keterkaitan Kegiatan , Fasilitas Pendukung , Jiwa Usaha Masyarakat danKebijakan Kecamatan Karau Kuala adalah : .Kualitas SDA , Koordinasi, dan sarana perhubungan
Kecamatan Dusun Hilir adalah : Kualitas Produk unggulan, Sarana Perhubungan, Koordinasi
• Prioritas 4
Kecamatan Dusun Selatan adalah : Kebijakan , Skill Masyarakat , Moral dan penerimaan, Sarana Perhubungan Kecamatan Jenamas adalah : Kualitas SDA ,Kegiatan Utama , Moral dan Keramahan
Kecamatan Karau Kuala adalah : Fasilitas Pendukung, Jiwa Usaha , Moral dan Keramahan , Kebijakan Kecamatan Dusun Hilir adalah : Fasilitas pendukung, Jiwa Usaha, Skil, Moral dan Keramahan, Kebijakan