• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. Kemudian pada 18 mei 2005, 99% sahamnya dibeli oleh M Cashback Limited dan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. Kemudian pada 18 mei 2005, 99% sahamnya dibeli oleh M Cashback Limited dan"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

33

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN BAB 3

ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

3.1 Latar Belakang Perusahaan

Pada awal didirikan tanggal 11 November 2004 PT. M Cashback Indonesia didirikan dengan nama PT. Tekno Futura Prima yang modalnya berasal dari PMDN dengan Akta nomor 33 yang dibuat dihadapan notaris Ny. Djumini Setyoadi, SH., Mkn. Kemudian pada 18 mei 2005, 99% sahamnya dibeli oleh M Cashback Limited dan berubah namanya menjadi PT. M Cashback Indonesia.

PT. M Cashback Indonesia atau yang biasa di sebut juga M Cashback adalah perusahan perusahaan multinasional yang bergerak dalam bidang teknologi informasi. PT. M Cashback mempunyai produk dan layanan utamanya adalah menyediakan teknologi switching antara perusahaan telekomunikasi dengan modern ritel. Di Indonesia PT. M Cashback Indonesia bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi seperti Telkomsel, Indosat, XLcomindo, Bakrie Telecom, Telkom Flexi, dan lain-lain, selain itu juga bekerja sama dengan modern retailer seperti Carrefour, Indomaret, Hero Group, Matahari, dan lain-lain.

3.1.1 Visi

Visi dari perusahaan M Cashback adalah :

“to provide a unique mobile-based proprietary delivery technology that is focused on modern consumer lifestyles.”

(2)

34

Menawarkan sesuatu yang unik dgn kepada pemilik mobile-based dengan mengantarkan teknologi yang berfokus berdasarkan gaya hidup moderen.

3.1.2 Misi

Misi dari perusahaan M Cashback adalah :

“Provide our clients with enabling technologies and applications that facilitate mobile telephone marketing and service delivery directly to the end user.”

Misi M Cashback adalah memberikan layanan kepada pelanggan dengan menggunakan teknologi dan aplikasi yang tepat guna, yang difasilitasi oleh mobile telephone marketing dan pelayanan langsung kepada pelanggan.

3.1.3 Critical Success Factor

Dalam operasi perusahaan ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan dari sebuah perusahaan. Demikian juga pada M Cashback Indonesia ada beberapa hal yang menjadi faktor kritis yang menjamin keberhasilan bisnisnya, antara lain:

1. Penjualan top up mencapai target yang ditentukan.

2. Tingkat keberhasilan minimal 95%.

3. Tingkat kecepatan pengisian pulsa di bawah satu menit.

4. Jumlah proses top up yang dibantu oleh call center di bawah 5%.

5. Strategi promosi marketing yang meningkatkan penjualan minimal sama dengan periode sebulan atau setahun sebelumnya.

6. Performance indicator untuk mempercepat penyelesaian permasalahan yang terjadi pada transaksi.

(3)

35 3.2 Profil Perusahaan

Gambar 3.1 Struktur Perusahaan M Cashback

PT. M Cashback Indonesia merupakan salah satu cabang dari regional M Cashback Asia yang berada dibawah korporasi internasional M Cashback, Ltd. M Cashback, Ltd berkedudukan di Inggris membawahi lima regional M Cashback, yaitu Eropa, Amerika, Asia, Afrika Selatan, dan China. Dalam hal ini PT. M Cashback Indonesia berkedudukan di Jakarta dan bertanggung jawab sepenuhnya kepada M Cashback regional Asia yang berkedudukan di Thailand.

Seperti M Cashback pada negara-negara lain, PT. M Cashback Indonesia juga berfokus pada technology switching antara perusahaan-perusahaan operator telekomunikasi dengan perusahaan-perusahaan retail.

M Cashback menjadi perantara di antara operator dan retail yang menghasilkan produk-produk kreatif melalui penjualan pulsa operator. Produk-produk kreatif ini maksudnya adalah M Cashback tidak hanya melakukan penjualan pulsa, tetapi juga

(4)

36

melakukan aksi penawaran yang lain melalui penjualan pulsa. Contohnya adalah reward belanja oleh konsumen pada perusahaan retail dapat diberikan dalam bentuk isi ulang pulsa.

3.2.1 Tugas dan Wewenang

Gambar 3.2 Struktur O1rganisasi M Cashback

Pada pelaksanaannya M Cashback dipimpin oleh seorang pemimpin tertinggi yaitu CEO(Chief Executive Officer) yang merangkap sebagai chairman yang berkedudukan di Inggris. Adapun tugas dan tanggung jawab dari masing struktur organisasi M cashback Indonesia adalah sebagai berikut :

1. Chairman & CEO

Chairman atau CEO berada di kantor pusat M Cashback di Inggris, bertanggung jawab atas perencanaan Global menentukan kerjasama dengan retail retail global, dan bertanggung jawab atas perencanaan bisnis ke depannya.

(5)

37 2. Board of Director

Dewan direksi yang bertanggungjawab langsung kepada CEO. Dewan direksi ini terdiri dari beberapa orang direksi yang bertugas untuk tugas specific, misalnya International Development Director, Telecommunication Director, Managing and Marketing Director, IT Director, Director of Business Planning and NPD, dan Regional Director yang berada di setiap cabang M Cashback, Ltd.

3. Managing Director

Managing Director terdapat pada setiap cabang, yaitu jabatan direktur yang bertanggungjawab kepada Board of Director. Merupakan manajer umum yang memimpin seluruh departemen pada regional.

4. Finance and Accounting Department

Finance and Accounting Department dipimpin oleh seorang finance and accounting manager. Finance and accounting manager bertugas mengawasi dan mengarahkan proses akuntansi yang dilakukan staf keuangan serta penyusunan administrasi keuangan di dalam perusahaan. Data dari proses akuntansi dan keuangan dilaporkan kepada Managing Director secara berkala.

5. Operational department

Departemen operasional dipimpin oleh seorang operational manager. Departemen ini akan bertanggung jawab untuk mengatur operasional perusahaan setiap hari dan melaporkannya kepada Managing Director.

(6)

38

Departemen Teknologi Informasi yang dipimpin seorang manajer IT (information technology). Bertanggung jawab dalam merancang, membangun, serta memelihara teknologi informasi yang merupakan tulang punggung perusahaan. Manajer IT juga harus melapor kepada managing director.

7. Sales and Marketing department

Sales and Marketing department yang dipimpin oleh seorang manajer sales dan marketing. Departemen ini bertugas menentukan strategi penjualan, promosi, pengenalan produk, serta berbagai program untuk meningkatkan penjualan. Manajer sales dan marketing juga harus melapor kepada managing director.

3.2.1.1 Product

PT. M Cashback Indonesia berfokus pada pelanggan modern market. Dengan kata lain PT. M Cashback Indonesia berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan dengan mengunakan teknologi mobile. Produk utama M Cashback Indonesia adalah M System. Beberapa produk lagi yang mendukung bisnis M Cashback antara lain :

1. M Rewards

M Rewards merupakan salah satu bagian dari M System yang menyediakan layanan pemberian bonus kepada pelanggan setelah melakukan pembelian yang sesuai dengan kualifikasi.

2. M Top up

M Top up merupakan salah satu bagian dari M System yang menyediakan layanan pengisian ulang pulsa pelanggan.

(7)

39 3. M National Promotions

M National Promotions membantu kesempatan untuk menawarkan dalam satu paket “free mobile airtime”, terbuka untuk semua pengguna layanan telepon genggam yang jaringannya di-support oleh M System.

3.2.1.2 Price

PT. M Cashback Indonesia mempunyai strategi penetapan harga yang bersaing atau competitive pricing. Penetapan harga ini disesuaikan dengan harga dari telco yang merupakan supplier dan perbandingan dengan pesaing yang menjual produk serupa.

3.2.1.3 Place

PT. M Cashback Indonesia menggunakan konsep Business to business (B2B) marketing concept dalam menempatkan penjualan produknya. Dimana PT. M Cashback Indonesia melakukan bisnis dengan menggunakan jasa perusahaan ritel yang sudah mapan untuk melakukan bisnis dengan user yang menggunakan produk yang dijual oleh PT. M Cashback Indonesia

3.2.1.4 Promotion

Untuk mendukung persaingan dengan pesaing PT. M Cashback Indonesia menggunakan strategi direct selling ke pelanggan dengan perantara rekan bisnis. Target pemasaran PT. M Cashback Indonesia adalah golongan masyarakat menengah ke atas yang menggunakan telepon genggam sebagai kebutuhan sehari-hari. Strategi persaingan harga yang dilakukan yaitu dengan mengadakan promo dalam bentuk bonus pulsa dan potongan harga, serta promosi yang dilakukan berkaitan dengan produk yang dijual oleh retailer.

(8)

40 3.3 Sistem yang Berjalan

Berikut ini merupakan deskripsi sistem yang sedang berjalan pada PT M Cashback Indonesia. Sistem yang berjalan yang diuraikan pada bagian ini terdiri dari prosedur, sistem dan infrastruktur.

3.3.1 Prosedur

Seperti yang telah dijelaskan diatas PT M Cashback adalah penyedia aplikasi switching antara penyedia layanan telekomunikasi dalam menjual produknya di modern retailer. PT M Cashback menyediakan teknologi yang menjadi perantara antara kedua partnernya tersebut.

Seperti yang telah dijelaskan diatas PT M Cashback adalah penyedia aplikasi switching antara penyedia layanan telekomunikasi dalam menjual produknya di modern retailer. PT M Cashback menyediakan teknologi yang menjadi perantara antara kedua partnernya tersebut. Prosedur PT M Cashback dibagi menjadi 4 bagian:

 Pelanggan membeli Top up dari kasir

 Pelanggan mengirimkan permintaan kepada System M  Rekonsilisasi dengan retailer.

(9)

41 3.3.1.1 Pelanggan membeli Top up

Gambar 3.3 Pelanggan membeli Topup

Berikut penjelasan rich picture diatas:

1. Pelanggan membeli top up di mesin kasir (EPOS).

2. Kasir memasukan kode SKU berdasarkan nilai yang diinginkan pelanggan. Kode top up dicetak pada kertas.

(10)

42 3.3.1.2 Pelanggan mengirimkan permintaan

Gambar 3.4 Pelanggan mengirimkan permintaan

Berikut penjelasan rich picture diatas:

1. Pelanggan mengirim kode tersebut melalui sms ke M System.

2. M Sistem melakukan pengecekan terhadap code yg dikirimkan oleh pelanggan

3. Jika kode benar M System akan melakukan permintaan top up kepada provider berdasarkan produk yang dibeli pelanggan.

4. Provider melakukan proses top up terhadap nomor pelanggan.

5. M System mengirim sms konfirmasi ke pelanggan.

3.3.1.3 Rekonsiliasi dengan Retailer

(11)

43 Berikut penjelasan rich picture diatas:

1. Retailer mengirimkan transaksi detil kepada M Cashback.

2. M Cashback melakukan proses rekonsiliasi.

3. M Cashback mengirimkan tagihan ke retailer untuk semua transaksi.

4. MCashback menerima pembayaran dari retailer.

3.3.1.4 Rekonsiliasi dengan Provider

Gambar 3.6 Rekonsiliasi dengan Provider

Berikut penjelasan rich picture diatas:

1. Provider mengirimkan transaksi detil kepada M Cashback.

2. Provider mengirimkan tagihan ke M Cashback untuk semua transaksi.

3. M Cashback melakukan proses rekonsiliasi.

(12)

44 3.3.2 Perangkat Lunak

M-in-a-Box (MIAB) atau Sistem M adalah sebuah framework yang integrasi untuk menangani semua bisnis usaha M Cashback terutama produk top up. Fasilitas MIAB yaitu dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan bisnis seperti

a. Menawarkan kontrol, fleksibilitas, dan nilai jual. b. Pendekatan umum untuk semua implementasi.

c. Penambahan interface baru baik retailer maupun provider telekomunikasi.

Sistem M dibangun dengan menggunakan teknologi Microsoft terbaru, berikut merupakan teknologi Microsoft yang digunakan untuk membangun sistem:

1. Team Foundation Server (TFS)

Merupakan aplikasi yang digunakan untuk kolaborasi programmer dan kontrol kode sumber.

2. VS 2005 C#

Merupakan aplikasi IDE (Interface Development Development) dalam lingkungan .NET Framework

3. SQL Server 2005

4. Reporting Services 2005

Merupakan komponen pelaporan dari SQL Server 2005 5. Service Broker

(13)

45 6. Replication

Merupakan komponen untuk replikasi data antar SQL Server database. 7. MOM 2005 (Microsoft Operations Manager)

Merupakan aplikasi membantu pengguna mengatur infrastruktur IT dan mengelola desain dan implementasi teknologi server Windows.

3.3.2.1 Modul

PT M Cashback mengintegrasikan teknologi penjualan top up di sistem EPOS modern retailer. Di dalam Sistem M dibagi menjadi 2 (dua) modul. Berikut modul yang terdapat Sistem M:

1. Retailer Connector 2. Telco Connector

Setiap modul bersifat modular sehingga setiap penambahan mitra baru baik itu retailer maupun provider telekomunikasi tidak mengggangu sistem yang sedang berjalan.

3.3.2.2 Retailer Connector

Retailer Connector adalah subsistem yang bertanggung jawab dalam pengelolaan transaksi retailer. Retailer connector terdiri dari 2 jenis Offline Connector dan Online Connector. Jika Sebuah retailer memilih online connector setiap toko-toko yang dimiliki oleh retailer tersebut harus online dan terkoneksi dengan kantor pusat, sehingga persedian kode diambil dari server di kantor pusat, sedangkan offline connector mengirimkan persedian kode secara offline ke setiap toko. Pengiriman dapat

(14)

46

menggunakan teknologi ftp, web ataupun email. Berikut prosedur yang dilakukan oleh retailer connector.

1. Mendefinisikan toko baru dan melakukan update data jika toko tersebut tutup

2. Mendistribusikan kode-kode semua produk ke toko-toko, jika retailer connector online maka kode dikirimkan ke CDS (Code Distribution Service) yang berada di kantor pusat.

3. Mengunduh semua transaksi log(tlog) yang berasal dari toko.

4. Mengirimkan lagi kode pengganti berdasarkan jumlah kode yang telah dijual oleh setiap toko.

3.3.2.3 Telco Connector

Telco Connector adalah subsistem dari M System yang berlaku jawab melakukan permintaan pengisian top up ke provider telekomunikasi. Telco connector terdiri dari 3 (tiga) bagian:

1. Telco SMS Interface

2. Telco CIR interface

3. Telco Network Enquiry Interface

3.3.2.3.1 Telco SMS Interface

Telco SMS Interface merupakan aplikasi yang digunakan untuk sms masuk dan sms keluar. Semua masuk adalah sms merupakan sms request yang datang dari pelanggan, sedangkan sms keluar adalah sms kembalian dari Sistem M kepada pelanggan, baik itu berhasil atau gagal.

(15)

47 3.3.2.3.2 Telco CIR Interface

Telco CIR Interface adalah aplikasi yang bertanggung jawab melakukan pengisian top up kepada pelanggan. Pengisian dilakukan setelah dilakukan validasi kode M.

3.3.2.3.3 Network Enquiry

Network Enquiry adalah aplikasi yang digunakan untuk mengecek status status jaringan.

Berikut ini diagram yang menggambarkan Sistem M.

(16)

48 3.3.3 Infrastruktur Jaringan

Sistem M terdiri dari server cluster yang menggunakan teknologi network balancing untuk mengatur lalu lintas transaksi terdistribusi secara normal. Berikut ini server-server yang digunakan dalaM System M :

1. Router

Merupakan server yang menangani permintaan yang masuk dari pelanggan. Server ini juga menangani pesan notifikasi untuk pelanggan. Komponen Sistem M yang terdapat dalam server ini adalah Telco SMS Interface.

2. Processor

Merupakan server yang menangani permintaan pengisian top up kepada provider telekomunikasi

3. Reconciler

Merupakan server yang menangani proses rekonsilasi dan finalisasi transaksi

4. SMS Forwarder

Merupakan server yang menangani pemisahan lalu lintas transaksi antar live server dan UAT server.

5. UAT

UAT server merupakan server yang digunakan untuk uji coba setiap penambahan connector baru baik itu telco connector maupun retailer connector.

Setiap server terhubung ke dunia luar melalui sebuah firewall yang digunakan untuk mengamankan lalu lintas data dan akses dari luar system M.

(17)

49

Gambar 3.8 Diagram Infrastruktur Jaringan

3.4 Kebutuhan Informasi

Direktur Utama PT. M Cashback Indonesia ingin menganalisis statistik yang tersedia dari M System. Alat analisis yang interaktif akan lebih mudah digunakan daripada laporan yang dicetak, kemudian dapat diakses oleh semua pihak yang terkait. Pada tabel berikut adalah kebutuhan data untuk mendukung keputusan yang efektif.

(18)

50 No Kebutuhan Informasi Direktur Utama Divisi Marketing dan Sales Divisi Operasional

1. Jumlah top up berdasarkan produk, ritel, dan waktu

2. Jumlah top up dibandingkan dengan target berdasarkan produk, ritel, dan waktu.

3. Peringkat operator atau telco berdasarkan ritel dan waktu.

4. Sepuluh toko teratas berdasarkan ritel dan waktu

5. Analisis tren

6. Analisis perbandingan dengan data sebelumnya, yaitu:

1. Tahun sebelumnya dengan tanggal yang ditentukan (last year to date)

2. Bulan sebelumnya dengan

(19)

51 tanggal yang ditentukan (last month to date).

7. KPI :

1. Persentase kesuksesan dari seluruh top up yang dilakukan.

2. Persentase manual credit top up.dari seluruh top up yang sukses.

3. Pencapaian rata-rata kecepatan top up dalam satuan waktu.

4. Persentase pencapaian target penjualan dalam satuan waktu.

(20)

52 8. Persentase kesuksesan top up pada

setiap retailer per telco.

9. Persentase kesuksesan top up pada setiap telco per retailer.

10. Persentase jumlah manual credit pada top up pada setiap retailer per telco.

11. Persentase jumlah manual credit pada top up pada setiap telco per retailer.

12. Kecepatan rata-rata top up setiap telco

13. Tingkat pencapaian target berdasarkan retailer.

14. Perbandingan penjualan semua retailer atau provider berdasarkan:

1. Waktu

2. Kesuksesan pengisian

3. Manual credit

4. Kecepatan rata-rata top up

(21)

53 15. Sistem Alert untuk perubahan yang

signifikan berdasarkan tingkat toleransi tertentu yang dapat di-drill down menjadi:

1. Kesuksesan pengisian

2. Manual credit

3. Kecepatan rata-rata top up

Tabel 3.1 Kebutuhan Informasi

3.5 Permasalahan

Permasalahan yang dihadapi M Cashback Indonesia selama ini adalah sebagai berikut:

 Data aktivitas penjualan masih diproses secara manual, sehingga sering terjadi keterlambatan dalam pengambilan keputusan strategis

 Informasi yang diberikan formatnya tidak dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna secara cepat.

 Pengguna kesulitan menganalisa performa yang membutuhkan perhatian, karena tidak adanya sistem alert.

 Manajemen level atas sulit melakukan analisa jangka panjang karena butuh waktu lama menghasilkan laporan dari sumber data yang sangat besar.

(22)

54

 M Cashback mempunyai sistem operasional yang banyak, sehingga analisa sulit dilakukan dari sumber data yang berbeda.

3.6 Alternatif Pemecahan Masalah

Pemecahan yang diusulkan adalah membuat sebuah digital dashboard untuk informasi top up, dimana data akan dikumpulkan dalam sebuah data warehouse yang kemudian dikelola secara otomatis, sehingga manajemen dapat menggunakan data tersebut kapan saja dibutuhkan.

Gambar

Gambar 3.1 Struktur Perusahaan M Cashback
Gambar 3.2 Struktur O1rganisasi M Cashback
Gambar 3.3 Pelanggan membeli Topup
Gambar 3.4 Pelanggan mengirimkan permintaan
+5

Referensi

Dokumen terkait

Robert Alexander Jaffray adalah seorang misionari the Christian and Missionary Alliance (CMA) dari Kanada yang melayani di bagian selatan Tiongkok selama 32 tahun.  Setelah

Karena-Nya, penyusun dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Kajian Pengaruh Tinggi Bukaan Pintu Air Tegak Terhadap Kondisi Aliran Di Bagian Hilir Saluran

 Dari hasil penelitian dan pengujian yang sudah dilakukan oleh peneliti diperoleh hasil bahwa tingkat ketebalan tertinggi didapat pada campuran Varnish Galaxy HS 2800

Bila suhu ruangan lebih rendah dari suhu yang disetel : Pengeringan udara akan bekerja pada suhu yang disetel sedikit lebih rendah dari suhu ruangan.. Fungsi ini akan berhenti

1) Bentuk Kegiatan Magang. Bagian ini menjelaskan secara spesifik tentang bentuk/jenis/bidang kerja; termasuk tempat/bagian/unit kerja; dan peraturan kerja yang berlaku

Dengan ergonomi akan dapat meningkatkan produktivitas dan di isisi lain akan memberikan kenyamanan dan keamanan dalam bekerja sehingga karyawan bisa bekerja dengan

Berdasarkan hasil identifikasi faktor, aktor, sasaran dan kebijakan maka strategi pengembangan sistem produksi pupuk organik pada UPPO di Desa Bangunsari adalah pengelola UPPO bersama

Produk yang akan kami buat cocok dengan iklim relatif di Yogyakarta karena Iklim di Yogyakarta cenderung panas sehingga para penduduk akan sangat memerlukan minuman