BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Desain Penelitian 1. Jenis penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kuantitatif (Survey) dimana dalam penelitian ini, penelitiannya dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap suatu gejala atau pengumpulan informasi dari populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel sebagai mewakili data populasi tersebut. Adapun proses penelitian suevey merupakan kegiatan ilmiah yang sistematis untuk mengungkapkan suatu fenomena atau gejala sosial dalam bidang pendidikan yang menarik perhatian peneliti. (Iskndar, 2012: 22)
2. Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan yaitu desain One Shot Study, yaitu desain penelitian yang menggunakan satu kali pengumpulan data pada
“suatu saat”. (Arikunto, 2010: 122)
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Layaknya sebuah penelitian, penelitian ini memiliki tempat dan waktu penelitian yang telah terpilih, diamana penulis telah menentukan tempat dan waktu penelitian yaitu:
1. Tempat Penelitian
Dalam penelitian ini penulis mengambil lokasi di MTs Al-Hidayah Dukupuntang Kabupaten Cirebon. Beralamat di Jalan Nyi Ageng Serang No. 02 ini adalah Sekolah yang bernafaskan Islam yang didedikasikan siswa-siswinya untuk bisa terjun ke dalam masyarakat yang kian cenderung kompleks dengan permasalahan kehidupan yang makin rumit.
MTs. Al-Hidayah merupakan sebuah Yayasan Pendidikan Islam Al-
Hidayah (YAPISA) berdiri pada tanggal 22 Agustus 1983, dengan sumber dana berasal dari swadaya masyarakat.
2. Waktu penelitian
Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 22 Mei sampai 22 Agustus 2015. Tahun Ajaran 2014/2015 di kelas VIII A dan VIII B.
3. Kondisi Objektif Lokasi Penelitian a. Profil Madrasah
Nama Madrasah : MTs. Al-Hidayah Dukupuntang
NPSN : 20278809
NSM : 121.2.32.09.0042
Akreditasi : Tahun 2006 Status Akreditasi C (Cukup) Alamat Lengkap : Jalan Nyi Ageng Serang No. 02
Desa/ Kelurahan : Dukupuntang
Kecamatan : Dukupuntang
Kabupaten : Cirebon
NPWP : 20.007.943.2-426.000
Kepala Madrasah : Ahamad Hayat, S.PdI
Nomor Telepon : (0231) 8344408
Nama Yayasan : Yayasan Pendidikan Islam Al-Hidayah Alamat Yayasan : Jalan Nyi Ageng Serang No. 02
Desa/ Kelurahan : Dukupuntang Kecamatan : Dukupuntang
Kabupaten : Cirebon
Telp. Yayasan : (0231) 8344408
Tahun Berdiri Madrasah : 01 Agustus 1985 No. Akte Pendirian Yayasan : No. 166 Tahun 1983 Kepemilikan Tanah : Hak Milik
Status Bangunan : Hak Milik
Luas Bangunan : 6.480
b. Visi, Misi dan Tujuan MTs Al-Hidayah Dukupuntang 1) Visi
Visi MTs Al-Hidayah Dukupuntang, yaitu: “Mewujudkan Madrasah yang unggul” Visi Madrasah ini mencerminkan cita-cita madrasah antara lain:
a) Berorientasi pada prestasi dan memperhatikan potensi yang dimiliki.
b) Sesuai dengan norma dan harapan masyarakat.
c) Bersifat mengikat bagi setiap civitas akademika Madrasah.
d) Sebagai panduan bagi pelaksanaan Misi Madrasah.
2) Misi
Misi MTs. Al-Hidayah Dukupuntang yang disusun berdasarkan visi di atas, antara lain sebagai berikut.
a) Mengembangkan Kurikulum (SK-KD) pada Madrasah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
b) Mingkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) para guru.
c) Membina sikap percaya diri, gotong royong pada civitas akademika madrasah.
d) Guru sudah ada di depan kelas 10 menit sebelum bel masuk.
e) Siswa mampu mengoprasikan Komputer (Ms. Office) dan mengoprasikan Internet (Browsing dan Chating)
f) Siswa mampu membaca Al-Qur’an sesuai dengan Makharijal Huruf dan Tajwid dengan benar.
g) Melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah dan Istighosah rutin.
h) Siswa mampu berbicara Bahasa Inggris (Conversation Sederhana) i) Mendorong siswa mengenali potensi yang dimiliki dirinya untuk
meningkatkan motivasi dalam berprestasi.
j) Mengembangkan kegiatan ekstrakulikuler siswa.
k) Menyediakan sarana dan prasarana belajar yang representatitf.
3) Tujuan
Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikut pendidikan lebih lanjut dengan dasar sebagai berikut :
a) Unggul dalam Kegiatan Keagamaan
b) Unggul dalam persaingan masuk kejenjang Pendidikan yang lebih tinggi.
c) Unggul dalam lomba-lomba olahraga dan kesenian.
d) Unggul dalam penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informatika.
c. Struktur Madrasah, Tenaga Personil dan Jumlah Rombongan Belajar 1) Struktur Madrasah
STRUKTUR ORGANIGRAM MTs. AL-HIDAYAH DUKUPUNTANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Gambar 3.1 : Bagan Struktur Organigram MTs Al-Hidayah Dukupuntang Komite Madrasah
Ust. Badruddin Kaur Tata Usaha
Siti Khodijah, S.Ag
Wakmad Kurikulum Jaenuri, S.Ag
Wakmad Kesiswaan Duni’ah, S.Ag
Wakmad Sarpras Siti Khodijah, S.Ag
Wakmad Humas Ust. B adruddin
Kepala Perpustakaan Ida Laelah, S.Ag
Kepala Laboratorium Didi Kurniadi, S.Pdi BK/BP
Wali Kelas VII Firli Rauzi
Wali Kelas VIII-A Muhibburrahman, S.Pdi
Wali kelas VIII-B Ida Laelah, S.Ag
Wali Kelas IX-A Syatori, S.Ag. MM
Wali kelas IX-B Eliyah, S. Ag Siswa/siswi
Kepala Madrasah Ahmad Hayat, S.Pdi
2) Tenaga Personil
Tabel 3.1
REKAPITULASI DATA GURU MTs AL-HIDAYAH DUKUPUNTANG –DUKUPUNTANG – CIREBON
TAHUN AJARAN 2014 -2015
No Nama L/P Tempat Tanggal Lahir NIP-NUPTK TMT Tugas Mengajar
1 Ahmad Hayat, S.Pdi L Cirbon, 08-05-1982 0840760661200022 12-07-2004 Bahasa Inggris
2 Jaenuri, S.Ag L Cirebon, 11-11-1972 3443750653200013 12-07-2002 Akidah Akhlak dan SKI 3 Ust. Badruddin L Cirebon, 14-03-1958 2847734638200012 12-07-2004 Bahasa Arab
4 Siti Khodijah, S.Ag P Cirebon, 15-03-1971 0647749652300032 12-07-1995 Al-Qur’an Hadits, Bahasa Indonesia dan BTQ 5 Yayah Nutkhiyah, S.Ag P Cirebon, 08-04-1976 4740754655300032 12-07-1999 IPS
6 Idah Laelah, S.Ag P Cirebon, 02-10-1974 0334752653300033 12-07-1997 PKN
7 Mimas Masturoh, S.Hi P Pandeglang, 20-05-1979 1852758659300072 12-07-2004 Fiqih dan SKI
8 Didi Kurniadi, S.Pdi L Cirebon, 10-05-1978 2842756658200022 12-07-2004 TIK dan Bahasa Inggris
9 Eliyah, S.Pdi P Cirebon, 05-04-1981 4737759662300002 12-07-2007 Matematika dan B. Sunda 10 Syatori, S.Ag, MM L Cirebon, 21-08-1965 0153739641200043 12-07-2008 Matematika
11 Duni’ah, S.Ag P Cirebon, 04-12-1967 3536745650300003 12-07-2008 IPS dan Bahasa Indonesia 12 Drs. Eli Rusli, MM L Cirebon, 05-03-1965 1637743644200032 12-07-2008 Bahasa Indonesia
13 Sofwatud Danayah, S.Pdi P Cirebon, 01-07-1988 12-07-2008 Seni Budaya, dan Aswaja
14 Muhibburrohman, S.Pdi L Cirebon, 01-02-1985 12-07-2008 IPA
15 Firli Fauzi L Cianjur, 23-09-1991 12-07-2008 Penjaskes
16 Setiandi L Jakarta, 03-09-1986 0235764666200013 12-07-2007 Bahasa Cirebon
d. Data Siswa dalam 3 Tahun Terahkir dan Data Pendidik dan Tenaga Pendidik 1) Data siswa dalam 3 Tahun Terakhir
Tabel 3.2
Tahun Ajaran
Kelas I Kelas II Kelas III Jumlah Total Jumlah
Siswa
Jumlah Rombel
Jumlah Siswa
Jumlah Rombel
Jumlah Siswa
Jumlah Rombel
Jumlah Siswa
Jumlah Rombel
2010/2011 20 1 45 1 36 1 101 3
2012/2013 30 1 20 1 40 1 90 3
2013/2014 25 1 30 1 20 1 75 3
2014/2015 36 1 48 2 55 2 139 5
2) Data Pendidik dan Tenaga Pendidik Tabel 3.3
No Keterangan Jumlah
Pendidik
1 Guru PNS diperbantukan
Tetap -
2 Guru Tetap Yayasan 8
3 Guru Honorer -
4 Guru Tidak Tetap 8
Tenaga Kependidikan
1 Tata Usaha 1
2 Laboratorium 1
3 Pustakawan 1
Dst
e. Data Sarana dan Prasarana
Tabel 3.4
No Jenis Prasarana Jml Ruang
Jml R.
Kondisi Baik
Jml R.
Kondisi Rusak
Kategori Kerusakan Rusak
Ringan
Rusak Sedang
Rusak Berat
1 Ruang Kelas 5 2 3 3
2 Perpustakaan 1 1
3 R. Lab. IPA 1 1
4 R. Lab. Biologi - 5 R. Lab. Fisika - 6 R. Lab. Kimia -
7 R. Lab. Komputer 1 1 1
8 R. Lab. Bahasa -
9 R. Pimpinan 1 1
10 R. Guru 1 1
11 R. Tata Usaha 1 1
12 R. Konseling 1 1
13 Tempat Ibadah 1 14 R. UKS
15 Jamban 3 1 2 2
16 Gudang 1 1 1
17 R. Sirkulasi - 18 Tempat Olah
Raga -
19 R. Osis 1 1 1
20 R. Lainnya -
f. Dena Lokasi MTs Al-Hidayah Dukupuntang
Gambar 3.2 : Dena lokasi MTs Al-Hidayah Dukupuntang
C. Populasi dan Sempel Penelitian 1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian (Arikunto, 2010:173).
Sementara itu, (Darmawan, 2013: 137) mengemukakan bahwa populasi adalah sumber data dalam penelitian tertentu yang memiliki jumlah banyak dan luas.
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Al-Hidayah Dukupuntang yang terdiri dari 2 rombel yang berjumlah 48 siswa.
Tabel 3.5
Jumlah Siswa Kelas VIII
Rombel Kelas Jumlah Siswa
1 VIII A 24
2 VIII B 24
Total 48
2. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2010: 174). Pengertian lain sampel adalah bagian dari populasi. Dalam sampel harus tergambarkan karakteristik pupulasi. (Nassehuddien, 2011:93-94)
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini, penulis mendasarkan pada pendapatnya Arikunto (2006: 120) yang menyatakan bahwa untuk sekedar ancer – ancer maka apabila subjeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Disamping itu (Bungin 2006:111) mengemukakan bahwa ketika populasi berada pada jumlah yang sedikit maka tidak ada sampel dari populasi melainkan menggunakan sampel total yang artinya keseluruhan populasi merangkap sebagai sampel penelitian.
Maka dengan demikian, apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Studi atau penelitiannya disebut studi populasi atau studi kasus. (Arikunto, 2010: 173)
Sesuai teori di atas, dalam mengambil jumlah sampel responden dari poulasi yang ada, maka pada penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 48 siswa, yaitu dari kelas VIII A dan VIII B MTs Al-Hidayah Dukupuntang Kabupaten Cirebon.
D. Variabel Penelitian
Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 2010: 161). Dalam penelitian ini terdiri dri dua variabel yaitu:
1. Variabel bebas (independent variable), yaitu kompetensi kepribadian guru, dilambangkan dengan “X”.
2. Variabel terikat (dependent variabel) yaitu motivasi belajar, dilambangkan dengan “Y”.
E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Data artinya informasi yang didapat melalui pengukuran-pengukuran tertentu, untuk digunakan sebagai landasan dalam menyusun argumentasi logis menjadi fakta. Sedangkan fakta itu sendiri adalah kenyataan yang telah diuji kebenarannya secara empirik, antara lain melalui analisis data. (Fathoni, 2011: 104)
Teknik pengumpulan data merupakan langkah-langkah yang diperoleh oleh peneliti untuk memperoleh data dalam usaha pemecahan penelitian ini dilakukan melalui teknik-teknik, sebagai berikut:
1. Observasi
Dalam pengertian psikologik, observasi atau yang disebut pula dengan pengamatan, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra. Jadi mengobservasi dapat
dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba dan pengecap. (Arikunto, 2010: 199)
Observasi dapat dilakukan dengan dua cara, yang kemudian digunakan untuk menyebut jenis observasi, yaitu:
a. Observasi non sistematis yaitu observasi yang dilakukan oleh pengamat dengan tidak menggnakan instrument pengamatan.
b. Observasi sistematis yaitu observasi yang dilakukan oleh pengamat dengan menggunakan pedoman sebagai instrumen pengamatan.
(Arikunto, 2010: 200)
2. Wawancara
Wawanara atau interview adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara.
Wawancara digunakan peneliti untuk menilai keadaan seseorang, misalnya untuk mencari data tentang variabel-variabel yang akan diteliti. (Arikunto, 2010: 198)
Ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi arus informasi dalam wawancara yaitu pewawancara, responden, pedoman wawancara, dan situasi wawancara. Dimana pewawancara merupakan orang yang menyampaikan pertanyaan yang diharapkan dapat merangsang responden untuk menjawab semua pertanyaan dan mencatat berbagai informasi yang diperoleh dengan benar. Sedangkan responden sendiri merupakan orang yang diharapkan dapat menjawab semua pertanyaan dengan jelas dan lengkap. Berdasarkan sifat pertanyaan, wawancara dapat dibedakan menjadi:
1) Wawancara bebas
Pewancara bebas menanyakan apa saja, tetapi mengingat akan data apa yang akan dikumpulkan.
2) Wawancara terpimpin
Wawancara yang dilakukan oleh pewancara dengan membawa sederetan pertanyaan lengkap dan terperinci seperti yng dimaksudkan dalam wawancara tersusun.
3) Wawancara bebas terpimpin
Wawancara ini merupakan perpaduan antara wawancara bebas dan wawancara terpimpin. Dalam pelaksanaanya, pewawancara membawa pedoman yang hanya merupakan garis besar tentang hal – hal yang akan ditanyakan. (Arikunto, 2010: 199)
Wawancara yang dilakukan peneliti yakni dengan melakukan Tanya jawab secara langsung terhadap peserta didik dan guru mata pelajaran IPS kelas VIII dengan sifat wawancara berupa wawancara bebas terpimpin.
3. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar, maupun elektronik. (Sukmadinata, 2006: 221)
Tujuan dari dokumentasi ini adalah agar adanya bukti abstrak antara peneliti dengan objek dari penelitian yakni guru dan siswa kelas VIII di MTs Al-Hidayah Dukupuntang Kabupaten Cirebon.
4. Angket
Menurut Arikunto (2010: 194) angket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui.
Sebagian besar penelitian umumnya menggunakan kuesioner sebagai metode yang dipilih untuk mengumpulkan data. Kuesioner atau angket memang mempunyai banyak kebaikan sebagai instrumen pengumpulan data.
Dengan penelitian ini angket diberikan kepada responden dengan tujuan untuk memperoleh data mengenai kompetensi kepribadian guru terhadap motivasi belajar siswa.
F. Validitas dan Reabilitas Instrumen
Instrumen penelitian merupakan alat bantu bagi penelitian dalam mengumpulkan data, kualitas instrumen akan menentukan kualitas data yang terkumpul. Hal lain yang perlu diungkap dalam instrumen adalah cara pemberian skor atau kode terhadap masing-masing butir pertanyaan. Untuk alat dan bahan, harus disebutkan secara cermat spesifikasi teknis dari alat yang digunakan dan karakteristik bahan yang dipakai. (Sugiyono, 2008: 147)
Alat yang digunakan untuk mengumpulakan data primer yaitu data yang berasal langsung dari obyek penelitian dengan mengunakan angket yang diberikan kepada responden untuk memperoleh informan setuju atau tidaknya terhadap pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS kelas VIII di MTs Al-Hidayah Dukupuntang Kabupaten Cirebon.
Adapun langkah-langkah yang penulis tempuh untuk menuju instrumen penelitian adalah sebagai berikut:
1. Persiapan
2. Penyusunan kisi-kisi
3. Penyusunan soal-soal instrumen 4. Konsultasi dengan dosen pembimbing 5. Konsultai dengan guru IPS
6. Uji coba instrumen
7. Penggunaan instrumen penelitian
Sebagaimana telah diungkapkan diatas, instrumen yang digunakan adalah angket yang merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan-pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab.
Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket terbuka yang alternatif jawabannya telah dijawab oleh para peserta didik terdiri dari
20 butir soal yang terdiri dari indikator kompetensi kepribadian guru dan motivasi belajar siswa. Dalam penelitian ini skor yang digunakan terdiri dari tiga alternative jawaban yaitu:
1. Ya : 3
2. Kadang-kadang : 2
3. Tidak Pernah : 1
Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket yang merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan-pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab.
Angket yang sudah disusun sebelum digunakan untuk penelitian terlebih dahulu harus diujikan dengan tujuan untuk mengetahui terpenuhi tidaknya syarat – syarat instrumen sebagai alat pengumpul data yang baik.
Berikut ini merupakan beberapa pengujian yang diterapkan:
1. Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevali dan atau kesahihan suatu instrumen. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat.(Arikunto, 2010: 211) Guna mencari koefisien validitas angket, maka penulis melakukan analisis butir soal dengan menggunakan rumus korelasi product moment, sebagaimana dijelaskan (Arikunto, 2010: 113) dengan rumus:
∑ ∑ ∑
√{ ∑ ∑ } { ∑ ∑ }
Keterangan:
rxy = Tingkat validitas
N = Banyaknya siswa atau responden X = Skor variabel butir soal
Y = Skor total
Adapun kriteria yang digunakan yaitu:
Tabel 3.6 Kriteria Validitas
Nilai r xy Kriteria
0,90 < rxy ≤ 1,00 Validitas sangat tinggi 0,70 < rxy ≤ 0,90 Validitas tinggi 0,40 < rxy ≤ 0,70 Validitas sedang 0,20 < rxy ≤ 0,40 Validitas rendah 0,20 < rxy ≤ 0,20 Validitas sangat rendah
< rxy ≤ 0,00 Tidak valid
Hasil perhitungan rxy dikonsultasikan pada tabel harga tabel product moment dengan taraf signifikan (α) 5%. Jika rxy > rtabel (db - 2), n = jumlah sampel maka butir soal tersebut valid atau signifikan (Abdurrahman, 2011:
164). Untuk perhitungan menggunakan SPSS versi 16.0 dengan langkah – langkah sebagai berikut :
1) Aktifkan program SPSS 16.0 sehingga tampak spredsheet.
2) Aktifkan Variabel View dan definisikan tiap kolomnya.
3) Setelah mengisi Data View, klik Data View lalu isikan data.
4) Klik menu Analyze, pilih Scale, pilih Reliability Analysis.
5) Pindahkan semua item soal ke kotak item. Pada Model pilih Split – Half. Lalu klik Statistics.
6) Dan klik Ok. (Riduan, 2013: 195-199)
2. Reliabilitas
Reabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban- jawaban tertentu. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Apabila datanya memang benar sesuai dengan kenyataannya, maka beberapa kali diambil
akan tetap sama. Reabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan sesuatu.
(Arikunto, 2010: 221). Uji reabilitas ini menggunakan rumus Alpha sebagi berikut:
∑ Keterangan:
rt = Reabilitas instrumen
K = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal b
2 = Jumlah varians butir
t2 = Variabel total (Arikunto, 2010:239)
Kriteria suatu instrumen penelitian dikatakan reliabel yaitu:
Tabel. 3.7 Kriteria Reliabilitas
Nilai r xy Kriteria
0,80 < rxy ≤ 1,00 Reliabilitas sangat tinggi 0,60 < rxy ≤ 0,80 Reliabilitas tinggi 0,40 < rxy ≤ 0,60 Reliabilitas sedang 0,20 < rxy ≤ 0,40 Reliabilitas rendah 0,00 < rxy ≤ 0,20 Reliabilitas sangat rendah (Abdurrahman, 2011: 175)
Untuk perhitungan menggunakan SPSS Versi 16.0 dengan langkah – langkah sebagai berikut :
a. Aktifkan program SPSS 16.0 sehingga tampak spredsheet.
b. Aktifkan Variabel View dan definisikan tiap kolomnya.
c. Setelah mengisi Data View, klik Data View lalu isikan data.
d. Klik menu Analyze, pilih Scale, pilih Reliability Analysis.
e. Pindahkan semua item soal ke kotak item. Pada Model pilih Split – Half.
Lalu klik Statistics.
f. Dan klik Ok (Riduan, 2013: 195- 199)
G. Teknik Analisis Data
Dalam pndekatan kuantitatif, penulis menggunakan skala prosentase dengan rumus interval kelas sebagai berikut:
Keterangan:
P = prosentase
F = Jumlah orang yang mejawab alternative (frekuensi) N = Jumlah respon
(Sudijono, 2004: 43)
Untuk mengetahui skala rekaputulasi hasil angket penulis menggunakan ketentuan yang dikemukakaan oleh (Arikunto, 2010: 167)
100% = Seluruh responden
90%-99% = Hampir seluruhnya
60%-89% = Sebagian besar
51%-59% = Lebih dari setengahnya
50% = Setengahnya
40%-49% = Hampir setengahnya
20%-39% = Sebagian kecil
1%-9% = Sedikit sekali
0% = Tidak ada sama sekali
Sedangkan untuk menafsirkan penjelasan diatas, penulis berpedoman pada kriteria sebagai berikut:
Table 3.8
Penafsiran Nilai Prosentase
Prosentase Penafsiran
75% - 100%
55% - 74%
40% - 54%
0% - 39%
Baik Cukup Kurang Tidak baik (Arikunto, 2010: 244)
Setelah diperoleh hasil penelitian, maka untuk mengelolah data penulis akan menganalisis data-data tersebut. Adapun untuk teknik analisis data diuji melalui beberapa pengujian sebagai berikut:
1. Uji Pra Syarat a. Uji Normalitas
Untuk menguji kenormalan distribusi, penulis menggunakan rumus chi-kuadrat (X2). Menurut Riduan (2005: 57) rumus chi-kuadrat adalah sebagai berikut: X2 = ∑
Keterangan:
Fe = frekuensi harapan Fo= frekuensi pengamatan
Menentukan normalitas yaitu dengan cara, sebagai berikut:
1) Jika Sig.> α, maka data berdistribusi normal.
2) Jika Sig.< α, maka data tidak berdistribusi normal
Alfa (α) merupakan besarnya tingkat kesalahan penelitian. Adapun alfa (α) yang digunakan untuk menguji normalitas data yaitu 0,000.
Untuk perhitungannya menggunakan software SPSS versi 16.0 dengan menggunakan uji One Sampel Kolmogorov- Smirnov. Adapun langkah – langkahnya sebagai berikut:
1) Buka SPSS 16.0
2) Ketikan data pada Data View
3) Klik menu Analyze, kemudian pilih Descriptif Statistic lalu pilih Explore
4) Masukan Variabel X dan Y ke kotak Dependent List 5) Klik Plot kemudian klik pada Normality Plots with test 6) Klik Continue lalu klik Ok. (Trihendradi, 2008: 104- 109)
b. Uji Homogenitas
Pengujian homogenitas dengan rumus 𝑭=
Dengan keterangan:
F = harga normalitas yang di uji = varian terbesar
= varian terkecil
Adapun untuk pengujian homogenitas sendiri menggunakan software SPS 16.0 dengan langkah – langkah sebagai berikut:
1) Buka program SPSS versi 16.0. klik variable view dan isi kolom–
kolomnya.
2) Aktifkan Data View kemudian isikan datanya
3) Klik menu Analyze, kemudian pilih Compare Means lalu pilih One Way ANOVA
4) Masukan Variabel Y ke kotak Dependent List 5) Masukan Variabel X ke kotak Factor List
6) Klik Option kemudian klik Statistic, pilih Descriptive dan Homogenity of Variance
7) Klik Continue
8) Klik Ok (Riduan, 2013: 57-59)
c. Uji Linearitas Regresi
Uji Linearitas digunakan untuk mengetahui apakah data penelitian ini berpola linear atau tidak. Untuk pengujiannya menggunakan software SPSS Versi 16.0 dengan langkah – langkah sebagai berikut : 1) Buka program SPSS versi 16.0. klik variable view dan isi kolom–
kolomnya.
2) Aktifkan Data View kemudian isikan datanya.
3) Klik menu Analyze, kemudian pilih Regression dan pilih Linier.
4) Klik metode CIRC Reflektif (X) lalu masukan pada kolom Independent (s) dan klik Hasil Belajar (Y) lalu masukan pada kolom Dependent.
5) Klik Statistic : pilih Estimates, Model Fit dan lalu klik Continue
6) Klik Plots lalu masukan Sdresid ke kotak Y dan Zpred ke kotak X, lalu klik Next
7) Pilih Histogram dan Normal Probability Plot
8) Klik Save, pada Predicted Value pilih Unstandarized dan Prediction Intervals klik Mean dan Individu kemudian klik Continue.
9) Klik Ok (Riduan, 2013: 93- 99)
Dengan kriteria pengambilan keputusan yaitu:
Jika pada kolom Sig.< 0,05 maka data berpola linear Jika pada kolom Sig. > 0,05 maka data tidak berpola linear.
2. Analisis Korelasi Pearson
Uji korelasi dimaksudkan untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi antara kompetensi kepribadian guru (variabel X) dengan motivasi belajar siswa (variabel Y) dan juga menjawab “Bagaimana pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS kelas VIII di MTs Al-Hidayah Dukupuntang Kabupaten Cirebon?”
∑ ∑ ∑
√{ ∑ ∑ }{ ∑ ∑ }
Keterangan:
rxy = koefisien korelasi antara X dan Y
N = Jumlah sampel
∑ = Jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y
∑ = Jumlah skor total
∑ = Jumlahseluruh skor item
∑ = Jumlah kuadrat skor item
∑ = Jumlah kuadrat skor total (Arikunto, 2006: 160)
Tabel 3.9
Penafsiran Nilai Korelasi
rxy Kriteria
0,80 – 1,00 Korelasi Sangat Tinggi
0,60 – 0,79 Korelasi Tinggi
0,40 – 0,59 Korelasi moderat
0,20 – 0,39 Korelasi Rendah
0,01 - 0,19 Korelasi sangat rendah (Darmawan, 2013: 179)
Adapun untuk perhitungannya menggunakan program SPSS Versi 16.0 dengan langkah – langkah sebagai berikut :
a. Buka program SPSS 16.0 lalu destinasikan Variabel View b. Klik data view lalu ketikan datanya
c. Klik Analyze, kemudian pilih Correlate dan Bivariate d. Pindahkan variable X dan Y ke kotak Variabel
e. Tandai pada kotak Pearson, Two-Tailed dan kotak Flag significant correlations.
f. Klik option dan tandai kotak means and standart deviations g. Klik Continue, lalu klik ok.
Dengan kriterian keputusan:
a. Jika pada kolom Sig.< 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya signifikan.
b. Jika pada kolom Sig. > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak artinya tidak signifikan. (Riduan, 2013: 73-79).
3. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi adalah kuadrat dari koefisien korelasi yang dikalikan dengan 100. Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh atau kontribusi variabel X terhadap variabel Y dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
KD = r2 x 100%
Keterangan :
KD = Koefisien Determinasi
r = Nilai Koefisien Korelasi (Subana, 2000: 137)
Untuk perhitungan menggunakan SPSS versi 16.0 dengan langkah – langkah sebagai berikut:
a. Buka program SPSS versi 16.0. klik variable view dan isi kolom–
kolomnya.
b. Aktifkan Data View kemudian isikan datanya.
c. Klik menu Analyze, kemudian pilih Regression dan pilih Linier.
d. Klik metode CIRC Reflektif (X) lalu masukan pada kolom Independent (s) dan klik relektif (Y) lalu masukan pada kolom Dependent.
e. Klik Statistic : pilih Estimates, Model Fit dan lalu klik Continue
f. Klik Plots lalu masukan Sdresid ke kotak Y dan Zpred ke kotak X, lalu klik Next
g. Pilih Normal Probability Plot.
h. Klik Save, pada Predicted Value pilih Unstandarized dan Prediction Intervals klik Mean dan Individu kemudian klik Continue.
i. Klik Ok (Riduan, 2013: 93- 99)
4. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis berakhir pada penerimaan atau penolakan hipotesis (Subana, 2000: 118). Jadi hasil akhirnya yaitu dua pilihan berupa diterima atau ditolaknya suatu hipotesis (H) didampingi pernyataan lain yang berlawanan, sehingga diperoleh Hipotesis Nol (H0) dan Hipotesis Alternatif (Ha) yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu:
Ho : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara budaya local terhadap hasil karakter siswa .
Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan antara budadaya local dengan karakter siswa.
Adapun untuk pengujian hipotesis sendiri dilihat berdasarkan hasil analisis pada uji analisis regresi dengan ketentuan jika Sig. < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sebaliknya jika Sig. > 0,05 maka Hoditerima dan Ha ditolak.