• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. mengenai pengaruh earning per share, price earning ratio, dan dividend

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II KAJIAN PUSTAKA. mengenai pengaruh earning per share, price earning ratio, dan dividend"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

7 BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Reviu penelitian Terdahulu

(Innafisah, Afifuddin, & Mawardi, 2019) membuktikan secara empiris mengenai pengaruh earning per share, price earning ratio, dan dividend payout ratio terhadap nilai perusahaan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode dokumentasi dari data laporan keuangan perusahaan yang tergabung dalam jakarta islamic index yang terdaftar di BEI tahun 2014-2017. Hasil penelitian ini menunjukan price earning ratio positif signifikan terhadap nilai perusahaan.

(Kurniawan & Mawardi, 2017) membuktikan secara empiris mengenai pengaruh profitabilitas, keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode dokumentasi dari data laporan keuangan perusahaan yang tergabung dalam jakarta islamic index yang terdaftar di BEI tahun 2011-2015. Hasil penelitian ini menunjukan keputusan investasi berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, dan kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

(2)

(Dhani & Utama, 2017) membuktikan secara empiris mengenai pertumbuhan perusahaan struktur modal terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan metode dokumentasi dari data laporan keuangan perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Hal ini menunjukan bahwa pertumbuhan perusahaan tidak dapat digunakan sebagai prediksi nilai perusahaan.

(Sinaga & Mustafa, 2019) membuktikan secara empiris mengenai pengaruh kebijakan hutang, kebijakan dividen, dan pertumbuhan perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan pembiayaan yang terdaftar di BEI. Jenis data pada penelitian ini adalah data kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah kebijakan dividen dan pertumbuhan perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap Nilai Perusahaan.

Penelitian lain yang dilakukan (Nelwan & TuLung, 2018) membuktikan secara empiris mengenai pengaruh kebijakan dividen, keputusan pendanaan, dan keputusan investasi terhadap nilai perusahaan pada perusahaan saham bluechip yang terdaftar di BEI. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, yaitu dengan melihat laporan keuangan yang telah di publish di BEI. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwan kebijakan dividen tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, dan keputusan investasi berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

(3)

B. Tinjauan pustaka

1. Teori sinyal (signaling theory)

Teori sinyal (Signalling Theory) dikemukakan pertama kali oleh Spence 1937 yang menyatakan bahwa pemilik informasi memberikan sinyal atau suatu isyarat terkait informasi yang mencerminkan kondisi sebuah perusahaan yang bermanfaat bagi para penerima informasi (Investor). Signalling Theory merupakan suatu tindakan yang diambil oleh seorang manajemen perusahaan untuk memberikan petunjuk atau informasi kepada investor bagaimana seorang manajemen menilai prospek perusahaan tersebut (Brigham & Houston, 2011).

Teori sinyal ini menunjukkan bahwa adanya dorongan perusahaan untuk memberikan informasi karena adanya informasi asimetris antara manajemen dan pihak-pihak yang berkepentingan. Informasi asimetris merupakan informasi yang dimiliki seorang manajer lebih baik dari pada investor (Brigham & Houston, 2011). Informasi asimetris memiliki pengaruh bagi struktur modal yang optimal. Untuk dapat melihat dua situasi, satu seorang manajer dapat melihat prospek akan sangat menguntungkan dan situasi lainnya seorang manajer tahu bahwa masa depan terlihat tidak menguntungkan.

Teori sinyal ini mengemukakan tentang bagaimana sebuah perusahaan memberikan informasi kepada pengguna laporan keuangan, khususnya para investor yang akan melakukan investasi.

(4)

Sinyal ini diberikan berupa informasi mengenai apa yang dilakukan manajemen untuk merealisaikan keinginan investor. Asumsi utama dari teori sinyal ini adalah memberikan ruang untuk para investor untuk mengambil keputusan terkait dengan nilai perusahaan tersebut.

2. Price Earning Ratio

Investasi merupakan salah satu tindakan melepaskan dana yang sekarang untuk menghasilkan dana yang lebih baik di masa yang akan datang yang jumlah lebih besar dari dana yang dilepaskan pada saat investasi (Jawat, 1999). Investasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu investasi bebas resiko dan investasi yang berisiko. Investasi bebas resiko merupakan investasi yang memperoleh keuntungan secara pasti. Contohnya seperti pembelian obligasi, karena obligasi ini akan tetap menerima bunga yang pasti kepada pemiliknya tanpa memperhatikan perusahaan yang mengeluarkan obligasi mampu memperoleh keuntungan atau tidak. Sedangkan investasi yang berisiko adalah saham, karena dengan memiliki saham tertentu, itu berarti pemegang saham ikut memiliki perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut. Apabila perusahaan itu rugi maka para pemegang saham juga ikut memikul kerugian tersbut. Tetapi jika perusahaan itu untung maka keuntungan itu dapat dinikmati para pemegang perusahaan.

Price earning ratio merupakan ratio yang merupakan rasio pengukuran untuk mengukur bagaimana para investor dapat menilai prospek pertumbuhan perusahaan dimasa mendatang yang tercermin

(5)

dari harga saham yang akan dibayarkan oleh para investor disetiap laba yang di peroleh perusahaan (Sudana, 2011).

Laba bersih per lembar saham diperoleh dari laba yang dihasilkan oleh perusahaan dengan jumlah saham yang beredar. Price earning ratio mnunjukan hubungan antara pasar saham dengan laba per lembar saham. Perusahaan yang memiliki nilai PER yang tinggi menunjukan bahwa perusahaan memiliki pertumbuhan yang baik dimasa mendatang. price earning ratio ini digunakan untuk menilai harga saham di pasar modal murah atau mahalnya sebuah saham, semakin rendah PER sebuah saham maka harga saham semakin murah, begitupun sebaliknya jika semakin tinggi PER sebuah saham maka harga saham semakin mahal dan itu mengakibatkan tingkat pertumbuhan perusahaan yang baik sehingga dapat meningkatkan kepercayaan investor.

Price earning ratio ini selalu dikaitkan dengan pertumbuhan perusahaan dimasa mendatang. Semakin tinggi nilai PER maka perusahaan dapat dikatakan memiliki tingkat pertumbuhan yang baik sehingga dapat menarik kepercayaan investor. Hal ini menunjukan bahwa investor memiliki harapan pertumbuhan laba dimasa mendatang. Begitupun sebaliknya, jika PER semakin rendah maka maka perusahan memiliki pertumbuhan yang rendah. PER menjadi rendah diakibatkan oleh harga saham semakin menurun atau dikarenakan laba bersih yang diperoleh perusahaan. Semakin kecil PER maka harga saham semakin menurun, hal ini menunjukkan ketertarikan para investor untuk menanamkan modalnya pada sebuah

(6)

perusahaan. Namun, semakin tinggi PER maka akan meningkatkan kepercayaan investor sehingga dapat meningkatkan sebuah nilai perusahaan dengan harga saham yang tinggi. Harga saham yang tinggi pada sebuah perusahaan akan meningkatkan nilai perusahaan dihadapan investor.

3. Kebijakan dividen

Kebijakan dividen merupakan sebuah keputusan pembagian laba perusahaan berupa dividen maupun laba ditahan. Kebijakan dividen merupakan hal terpenting bagi sebuah perusahaan karena kebijakan ini melibatkan kedua belah pihak yang memiliki kepentingan berbeda. Yaitu dengan pihak pemegang saham dan manajemen perusahaan. Kebijakan dividen ini diartikan sebagai pembayaran laba kepada pemegang saham. Menurut (Brigham & Houston, 2011) Ketika seorang manajer mulai memutuskan berapa besar jumlah kas yang akan didistribusikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen, seorang manajer juga harus mengingat bahwa tujuan sebuah perusahaan adalah mengoptimalkan nilai pemegang saham.

Ketika harus memutuskan untuk berapa banyak kas yang harus didistribusikan kepada pemegang saham ada beberapa yang perlu diingat. (1) tujuan utama yang mendasari untuk memaksimalkan nilai para pemegang saham. (2) arus kas perusahaan menjadi milik para pemegang saham. Besarnya dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham akan meningkatkan nilai perusahaan. Namun jika

(7)

pembayaran dividen lebih besar, maka hal tersebut dapat mengakibatkan kecilnya sisa dana perusahaan yang digunakan untuk pengembangan perusahaan dalam reinvestasi. Karena laba yang ditahan merupakan sumber dana intern yang dapat digunakan untuk pembelanjaan perusahan. jika laba ditahan semakin rendah, maka akan memperkecil tingkat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan yang pada akhirnya akan memperkecil pertumbuhan dividen. Oleh karena itu penentuan besarnya dividen yang diberikan perusahaan menjadi hal yang sangat penting bagi seorang manajer keuangan untuk mengambil sebuah kebijakan dividen yang optimal.

Ketika membuat sebuah kebijakan dividen, perusahaan dapat menghasilkan keuntungan jumlah besar tetapi memiliki peluang investasi yang terbatas. Hal ini berlaku bagi perusahaan yang mampu menghasilkan keuntungan yang sudah mapan dimana hanya sedikit peluang untuk tumbuh. Perusahaan seperti itu biasanya mendistribusikan sebagian besar keuntungannya kepada para pemegang saham. Hal ini dapat menarik para investor yang menyukai jumlah dividen yang tinggi (Brigham & Houston, 2011).

4. Pertumbuhan perusahaan

Pertumbuhan perusahaan yang baik merupakan tanda perusahaan memiliki aspek yang dapat menguntungkan bagi para investor, karena dianggap mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang tinggi. Pertumbuhan perusahaan yang baik merupakan tanda bagi

(8)

perkembangan perusahaan. Jika pertumbuhan perusahaan berkembang dengan baik, maka para investor dapat menilai bahwa perusahaan mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih banyak atas investasi yang dilakukan. Menurut (Jawat, 1999) tujuan perusahaan itu tidak hanya memaksimalkan kemakmuran para pemegang saham, melainkan bersifat multipel, yaitu : Profitabilitas (profitability), Pertumbuhan ( growth), dan Kelangsungan hidup (survival.

Kelangsungan hidup tanpa pertumbuhan hanya menempatkan sebuah perusahaan sebagai hidup segan mati tak mau. Sedangkan profitabilitas tanpa pertumbuhan itu adalah tidak mungkin. Karena untuk mencapai sebuah tujuan kelangsungan hidup sulit untuk dianalisis secara numerik yang memerlukan sebuah pembahasan secara mendalam adalah pertumbuhan. Karena pertumbuhan menganadung arti bahwa perusahaan itu sudah pasti profit dan mengarah kepada kelangsungan hidup perusahaan.

Untuk dapat hidup dalam waktu yang lama, maka perusahaatn tidak mempunyai pilihan lain kecuali terus bertumbuh. Untuk meningkatkan pertumbuhan secara sehat, perusahaan perlu mempunyai sebuah strategi pertumbuhan yang jitu. Top manajemen bertanggung jawab atas strategi perusahaan. Pertumbuhan perusahaan memerlukan komitmen dan proses, baik dari waktu maupun tenaga dan biaya. Tidak ada perusahaan yang menjadi besar tanpa kerja keras. Untuk menjadikan perusahaan lebih besar, perusahaan harus melakukan

(9)

kegiatan investasi, investasi harus sesuai dengan strategi perusahaan dan tepat sasaran agar target perusahaan dapat terealisai.

5. Nilai perusahaan

Menurut (Jawat, 1999) tujuan suatu perusahaan adalah untuk meningkat nilai perusahaan. Dengan nilai perusahaan yang tinggi maka akan meningkatkan kesejahteraan pemegang saham.. Meningkatkan kesejahteraan para pemegang saham merupakan tujuan jangka pendek, karena hanya meliputi satu periode tertentu. Tujuan untuk memaksimalkan keuntungan jangka pendek mengarah pada maksimum keuntungan jangka panjang. Artinya jika perusahaan mampu menghasilkan keuntungan yang maksimal setiap tahunnya maka nilai perusahaan juga akan meningkat. Tetapi jika perusahaan menghasilkan keuntungan yang tidak menentu dimana pada beberapa tahun keuntungan itu meningkat tapi pada tahun-tahun yang tidak ada keuntungan atau rugi, maka tujuan itu tidak ekuivalen atau tidak sebanding.

Tujuan untuk memaksimumkan nilai perusahaan memiliki beberapa keuntungan terutama dalam pembelian perusahaan dan penggabungan perusahaan. Bagi perusahaan yang go publik, akan lebih mudah mengukur nilai perusahan dari pada perusahaan yang tidak go publik. Nilai perusahaan yang tidak go publik dapat diukur dengan harga jual jika perusahaan tersebut akan dijual yang tidak hanya mencerminkan nilai aset tetapi meliputi tingkat resiko, prospek

(10)

perusahaan, manajeman lingkungan dan faktor-faktor lainnya. Hal ini dapat dikatakan bahwa harga jual itulah yang dapat dipergunakan untuk mengukur nilai perusahan. Menurut (Sartono, 2008) nilai perusahaan sangatlah penting karena mencerminkan besarnya nilai aset yang dimiliki perusahaan dan menggambarkan kinerja sebuah perusahan sehingga mampu mempengaruhi penilaian investor terhadap bagaimana perusahaan tersebut.

C. Pengembangan hipotesis

Pengaruh Price Earning Ratio terhadap Nilai Perusahaan

Price Earning Ratio merupakan rasio untuk mengukur bagaimana investor dapat melihat prospek pertumbuhan perusahaan dimasa mendatang yang tercermin dari harga saham.. semakin tinggi Price Earning Ratio maka akan mengakibatkan harga saham yang tinggi yang akan meningkatkan Nilai Perusahaan.

Menurut penelitian (Innafisah, Afifuddin, & Mawardi, 2019) menyatakan bawha Price Earning Ratio berpengaruh positif signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Price Earning Ratio yang tinggi akan meningkat Nilai perusahaan yang tercermin dari harga saham yang tinggi. Harga saham yang tinggi juga akan meningkatkan kemakmuran para investor, semakin besar PER maka semakin besar kemungkinan perusahaan untuk berkembang sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan.

(11)

H1 : Price Earning Ratio berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan.

Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan

Kebikan dividen merupakan kebijakan sebuah perusahaan mengenai hasil labanya yang didalamnya ada hak investor. Kebijakan pembagian laba tersebut dapat berupa deviden maupun laba ditahan. Tentunya kebijakan deviden yang telah ditetapkan sebuah perusahaan akan menjadi proksi bagi investor untuk menanamkan sahamnya untuk memperoleh keuntungan di masa yang akan datang.

(Arizki, Masdupi, & Zulvia, 2019) menemukan bahwa kebijakan deviden berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian (Andriani & Ardini, 2017) yang menyatakan bahwa kebijakan dividen berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen merupakan faktor penting bagi sebuah perusahaan untuk meningkatkan nilai perushaaan yang lebih baik. Semakin tinggi tingkat komitmen sebuah perusahaan dalam membagikan deviden kepada pemegang saham semakin tinggi pula tingkat nilai perusahaan. Keadaan yang seperti ini akan meningkatkan pembagian dividen dan kemakmuran pemegang saham.

H2 : Kebijakan Dividen berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan.

(12)

Pertumbuhan perusahaan merupakan kemampuan sebuah perusahaan untuk meningkatkan size. Pertumbuhan sangat diharapkan bagi pihak-pihak yang berkepentingan karena pertumbuhan perusahaan yang baik akan memberikan tanda perkembangan sebuah perusahaan.

Menurut (Dhani & Utama, 2017) menyatakan bahwa pertumbuhan perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini tidak didukung oleh penelitian (Suryandani, 2018) yang menyatakan bahwa pertumbuhan perusahaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Dalam meningkatkan nilai perusahaan. Pertumbuhan dengan pertumbuhan aset adalah perusahaan yang mampu menghasilkan keuntungan sehingga dapat menambah aset yang dimiliki. Perusahaan yang memiliki pertumbuhan yang baik maka perusahaan itu dapat menciptkan kinerja yang baik dalam menghasilkan profit.

H3 : Pertumbuhan Perusahaan berpengaruh positif terhadap Nilai

(13)

D. Kerangka berpikir

Gambar 2.1 Kerangka konseptual

Hipotesis

H1 : Price Earning Ratio berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan

H2 : Kebijakan Dividen berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan

H3 : Pertumbuhan Perusahaan berpengaruh positif terhadap Nilai perusahaan

Price Earnin Ratio (X1) Kebijakan Dividen (X2) Pertumbuhan Perusahaan (X3) Nilai Perusahaan (Y) H1 H2 H3

Gambar

Gambar 2.1  Kerangka konseptual

Referensi

Dokumen terkait

Fokus pada penelitian ini adalah dimana guru berinteraksi dengan peserta didik kelas VII saat pembelajaran fikih berlangsung dengan penerapan teknik POGIL (Process Oriented

Data istilah makanan dalam bahasa Inggris dikumpulkan dari beberapa penelitian sebelumnya dan melalui internet, sedangkan data tentang istilah-istilah makanan dalam

Eksistensi Pendidikan Islam Tradisional di Tengah Arus Modernisasi Pendidikan Studi Terhadap Kelangsungan Madrasah Hidayatul Mubtadiin Lirboyo Kediri Jawa Timur, dalam

Oleh karena hal tersebut dan karena tidak terjadi perubahan yang signifikan pada spektrum XRD hasil iradiasi hingga 50 kGy dibandingkan kontrol, hal ini mengindikasikan

Tujuan penelitian ini untuk menentukan efisiensi penyisihan COD dan mempelajari pengaruh faktor variasi material organik dalam campuran tanah pada lapisan anaerob dan variasi

رظنن نأ نكتم زييمتلا ةقيرط مادختسا لبق ةيبرعلا ةغللا ةجمرت ىلع ذيملاتلا ةردق طسوتم اله ةقرفلا هذه و .ةيبيرجتلا ةقرفلا فى يلبقلا رابتخلاا جئاتن لىإ ةميق نم

PENGARUH MODIFIKASI BOLA DALAM PROSES PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR PERMAINAN SEPAK TAKRAW.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Pada kondisi flypaper Effect ini, pemerintah Kota Medan memperlihatkan perilaku yang tidak seperti biasanya, sehingga adanya kecenderungan menganggarkan pengeluaran