• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. dengan udara terbuka. Salah satu metode pertambangan bawah tanah yang sering

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. dengan udara terbuka. Salah satu metode pertambangan bawah tanah yang sering"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Sistem pertambangan bawah tanah diterapkan untuk memproduksi endapan bijih yang tersimpan di bawah permukaan dan tidak mengalami kontak langsung dengan udara terbuka. Salah satu metode pertambangan bawah tanah yang sering digunakan adalah metode ambrukan (block caving) dengan memanfaatkan gravitasi. Metode ini dinilai lebih praktis, murah, mampu dikembangkan untuk usia tambang yang lama. Namun terdapat potensi bahaya yang ditimbulkan dari metode tambang ambrukan, yaitu terjadinya luncuran (spill) material lumpur basah (wetmuck) pada lubang bukaan tambang (Gambar 1.1.).

Gambar 1.1. Luncuran lumpur basah di muka drawpoint

Lumpur basah adalah salah satu potensi bahaya tinggi di tambang bawah

tanah yang dapat merusak peralatan tambang, merusak sistem konstruksi tambang,

hingga menimbulkan fatalitas. Lumpur basah terbentuk karena adanya material

(2)

berukuran butir halus dengan tingkat kompaksi rendah dan memiliki tingkat saturasi yang tinggi (Nicholas et al., 2011 dalam Silalahi et al., 2012). Material berukuran butir halus dapat terbentuk sebagai akibat dari sistem pertambangan block caving itu sendiri dimana tubuh bijih mengalami fragmentasi akibat gaya

gravitasi, sedangkan fluida yang membentuk material lumpur berasal dari air permukaan dengan kondisi curah hujan yang tinggi di daerah penelitian.

Beberapa penelitian telah dilakukan oleh Silalahi et al. (2012) untuk mengetahui material pembentuk lumpur basah, Soebari et al. (2013) mengenai migrasi material di zona ambrukan pada tubuh bijih, dan Ramadhan et al. (2015) mengenai luncuran lumpur basah yang didominasi oleh batuan dengan fragmentasi yang kasar dan berukuran bongkah. Namun pola dan mekanisme luncuran lumpur basah di tambang DOZ masih belum dapat diprediksi, dimana luncuran lumpur basah dapat terjadi secara tiba – tiba dengan luncuran yang berbeda – beda lokasi drawpoint-nya.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik geologi pada mekanisme luncuran material lumpur basah di tambang DOZ, meliputi jenis litologi, komposisi mineralogi, tipe alterasi, dan pola migrasi material di tubuh bijih. Mekanisme luncuran lumpur basah sangat dipengaruhi oleh aspek–aspek geologi di daerah pertambangan, seperti kondisi zona ambrukan pada tubuh bijih yang meliputi sumber material berukuran butir halus dan kandungan air pada zona ambrukan, persebaran litologi, kekuatan batuan pada lumpur basah, dan faktor–

faktor yang lain. Penelitian dilakukan menggunakan data luncuran yang sudah

terjadi dan dikombinasikan dengan pengambilan data geologi pada lokasi

penelitian. Diharapkan dengan adanya penelitian mengenai karakteristik geologi

(3)

mekanisme luncuran material lumpur basah dapat diketahui kondisi drawpoint yang berpotensi terjadi luncuran material lumpur basah dan mekanisme luncurannya sehingga mampu mengurangi resiko bahaya di tambang DOZ.

I.2. Maksud dan Tujuan

Maksud dari penelitian yang dilakukan yaitu untuk mengetahui karakteristik geologi yang berpengaruh pada luncuran material lumpur basah di daerah penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Mengetahui jenis litologi yang membentuk material lumpur basah

2. Mengetahui karakteristik alterasi yang membentuk litologi penyusun material lumpur basah

3. Mengidentifikasi mekanisme luncuran lumpur basah di zona ambrukan pada tubuh bijih

I.3. Batasan Masalah

Pembahasan penelitian ini dibatasi pada faktor geologi meliputi

karakteristik litologi meliputi aspek keteknikannya dan alterasi yang membentuk

material lumpur basah. Dari kedua aspek tersebut dapat ditentukan mekanisme

luncuran lumpur basah dari mulai kondisi di zona ambrukan pada tubuh bijih

hingga mencapai ke drawpoint (lubang pengambilan bijih) di level ekstraksi. Selain

itu dilakukan juga pengamatan mineralogi dan komposisi lumpur dari analisis

sampel batuan menggunakan metode sayatan tipis batuan dan X-Ray Diffraction

(XRD). Untuk mengetahui karakteristik lumpur dilakukan pengujian sifat

keteknikan pada lumpur basah meliputi uji distribusi ukuran butir dan uji batas

plastisitas.

(4)

Pengambilan data dilakukan menggunakan data sekunder berupa data riwayat luncuran lumpur basah yang terjadi selama 5 tahun terakhir dan dikombinasikan dengan data primer berupa pemetaan di area drawpoint. Data riwayat luncuran lumpur basah yang diambil meliputi persentase komposisi litologi dan material rekat pada lumpur basah, persebaran dan intensitas luncuran lumpur basah, data ketinggian kolom penarikan, dan data blok model sayatan geologi pada tubuh bijih. Pemetaan drawpoint meliputi sebaran litologi pada drawpoint dan pengambilan sampel untuk analisis laboratorium. Sampel yang digunakan untuk analisis laboratorium berada dalam kondisi kering karena kandungan air dalam lumpur yang hilang saat proses penyimpanan. Banyak hambatan yang ditemui pada saat proses pemetaan seperti litologi yang telah bercampur dan tidak teramati karena tertutup oleh debu sehingga menghalangi proses penelitian.

I.4. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Akademis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai karakteristik geologi yang membentuk material lumpur basah dari segi litologi, mineralogi, dan pada tubuh bijih

2. Manfaat Non Akademis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai potensi

bahaya terjadi luncuran lumpur basah dari segi geologi. Karakteristik geologi

luncuran lumpur basah dapat dijadikan parameter untuk penentuan tingkat

bahaya drawpoint di area tambang, sehingga dapat dilakukan langkah – langkah

antisipasi resiko bahaya luncuran lumpur basah

(5)

I.5. Lokasi dan Kesampaian Daerah

Secara administratif daerah ini berada pada wilayah Kecamatan Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Propinsi Papua dan berada pada wilayah kontrak karya A (C.O.W – A) (Gambar 1.2). Secara geografis daerah penelitian berada pada koordinat UTM antara 736800 mE – 737840 mE dan 9548640 mN – 9549300 (Sunyoto et al., 2015). Untuk mencapai daerah pertambangan PT. Freeport Indonesia dilakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat MD, maskapai penerbangan Air Fast (AVCO) dari Bandar Udara Adi Soemarmo, Solo, menuju Bandar Udara Mozes Kilangin, Timika, selama lebih kurang 6 jam perjalanan. Dari Bandar Udara Timika perjalanan dilanjutkan menuju Tembagapura sejauh 66 km melalui jalan darat yang dapat ditempuh dengan menggunakan bus perusahaan selama 2–3 jam perjalanan. Penelitian dilakukan di tambang bawah tanah DOZ dengan elevasi antara 3116 – 3146 meter dari permukaan laut.

Gambar 1.2. Peta lokasi daerah penelitian (Sunyoto et al., 2015)

Grasberg Open Pit 4285 mdpl

Ertsberg Open Pit 3200 mdpl

Mill Area 3000 mdpl

DOZ & DMLZ Mine 2500 – 3100 mdpl HEAT Road

Tembagapura

Timika

Pelabuhan Amamapare

(6)

I.6. Peneliti Terdahulu dan Keaslian Penelitian

Beberapa penelitian yang telah dilakukan di tambang DOZ meliputi kondisi geologi dan luncuran lumpur basah diantaranya :

 Coutts et al. (1999)

Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan kondisi geologi porfiri dan skarn di tambang DOZ, mengenai detail komposisi mineral dan alterasi pada batuan porfiri maupun skarn. Kondisi geologi tersebut dijadikan acuan dalam penelitian ini untuk membuat peta geologi dan penampang geologi vertikal dalam zona ambrukan

 Silalahi et al. (2012)

Penelitian ini membahas tentang aspek geologi yang berpengaruh pada pembentukan material lumpur basah di tambang DOZ. Dari penelitian ini didapatkan faktor-faktor geologi yang menjadi penyebab terbentuknya material lumpur basah, dan dijadikan acuan oleh penulis untuk menentukan faktor non geologi yang ikut berpengaruh dalam pembentukan material lumpur basah

 Wicaksono et al. (2012)

Penelitian bertujuan untuk melakukan pencegahan bahaya luncuran lumpur basah dengan cara membuat peta zonasi bahaya luncuran lumpur basah dengan kombinasi parameter dari aspek produksi dan aspek geologi. Peta zonasi bahaya tersebut dijadikan acuan dalam penelitian ini untuk menentukan migrasi material dari zona ambrukan di tubuh bijih hingga ke drawpoint

 Soebari et al. (2013)

Penelitian dilakukan untuk mengamati migrasi litologi skarn forsterit baik

secara vertikal maupun horizontal pada zona ambrukan di tubuh bijih di

(7)

tambang DOZ. Penelitian dalam skripsi ini untuk mengamati dan mengidentifikasi sumber material migrasi litologi secara horizontal dan vertikal di zona ambrukan

 Haflil et al. (2014)

Penelitian dilakukan untuk mengamati migrasi litologi secara horizontal pada zona ambrukan bijih di tambang DOZ dan dampaknya terhadap proses produksi pertambangan. Penelitian dalam skripsi ini untuk mengamati migrasi litologi secara vertikal di zona ambrukan pada tubuh bijih.

 Ramadhan et al. (2015)

Penelitian membahas tentang luncuran lumpur basah yang tersusun oleh batuan dengan kondisi fragmentasi kasar dan berukuran bongkah. Lumpur basah dengan fragmentasi kasar banyak ditemukan di tambang DOZ bagian selatan, dan dijadikan acuan oleh penulis untuk mengidentifikasi penyebab adanya luncuran lumpuran basah dengan fragmentasi kasar.

Berdasarkan studi pustaka terhadap peneliti terdahulu, penelitian tentang

luncuran lumpur basah belum pernah dilakukan secara detail, sehingga penelitian

ini dapat dilakukan. Penelitian ini mengacu kepada peta geologi dan referensi dari

peneliti terdahulu

Gambar

Gambar 1.1. Luncuran lumpur basah di muka drawpoint
Gambar 1.2. Peta lokasi daerah penelitian (Sunyoto et al., 2015)

Referensi

Dokumen terkait

mekanisme yang sudah diatur oleh Allah, yang dituangkan dalam ajaran Islam, sebagai.. perbuatan yang secara eksplisit menunjukna bahwa manusia merupakan makhluk

Sama sama menggunakan variabel tentang kualitas pelayanan yang meliputi reliability, responsinveness, assurance, empathy, tangible. Metode penelitian yang digunakan adalah

Dengan lokasi tambang yang terletak di Kalimantan Selatan, PT Adaro Energy, Tbk dan anak-anak perusahaannya selain bergerak di bisnis utama pertambangan, juga masuk

Berdasarkan uraian diatas, peneliti menganalisis pengaruh mekanisme good corporate governance (yang diukur dengan menggunakan komite audit, komisaris independen,

Museum Geologi hendaknya mempunyai fasilitas-fasilitas untuk menunjang koleksi museum yang begitu beraneka ragam dan sebagai penunjang kebutuhan serta

dalam kesiapan perintisan usaha pastry pada siswa kelas XI SMK Yapari- Aktripa Bandung berkaitan dengan kemampuan psikomotor, meliputi keterampilan peserta didik dalam

Untuk mengetahui mekanisme dari penggunaan pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulfate 5% terhadap penurunan sensitivitas sensasi rasa pada lidah..

Penelitian ini hanya membahas Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Jenis Pupuk terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Tomat (lycopersicum esculentum Mill)