TRANSPORTATION PROBLEM
D0104 Riset Operasi I
Kuliah XXIII - XXV
Pendahuluan
Transportation Problem merupakan aplikasi dari programa linier untuk menentukan bagaimana
mendistribusikan bahan, produk dari suatu lokasi ke lokasi-lokasi yang lain dengan biaya yang
minimum.
Metoda penyelesaian transportation problem dapat digunakan dua cara, yaitu :
Menggunakan metoda simpleks.
Menggunakan metoda yang khusus untuk
transportation problem
Contoh Transportation Problem
TUJUAN ASAL
Transportation Model
Ada m sumber dan n tujuan, ai jumlah unit yang tersedia pada tiap sumber dan akan dikirim tujuan. bj merupakan permintaan dari tiap tujuan. cij merupakan biaya transportasi per unit yang dikirim. Model Matematik untuk transportasi sbb :
mi
n
j
ij ij
x c x
1 1
0
0 ,...., 2
, 1
;
,...., 2
, 1
;
1 1
ij m
i
ij n
j
i ij
x
n j
bj x
m i
a x
Obyektif
Pembatas
Kesetimbangan Model Transportasi
Pernyataan ini berarti bahwa jumlah yang disuplai dari sumber harus sama dengan jumlah permintaan pada tujuan.
Pada kenyataannya bahwa jumlah yang disuplai tidak sama dengan
permintaannya, dapat lebih besar atau lebih kecil. Kondisi disebut tidak setimbang.
Kondisi tidak setimbang harus dibuat setimbang dengan menambahkan sumber atau tujuan yang bersifat dummy
Jika suplai demand, tambahkan tujuan dummy untuk menerima sejumlah
ai - bj. Jika demand suplai, tambahkan sumber dummy untuk mensuplai sejumlah bj - ai.
m
i
i m
i
n
j
ij n
j
m
i
ij n
j
j x x a
b
1
1 1
1 1
1
Teknik Transportasi
(Lanjutan) Biaya
dari i ke j Cara Penyelesaian :
Dengan Tabulasi
S U M B E R
T U J U A N
1
2
3
1 2 3 4
b1
b2
b3 Jumlah
dari i ke j
a1 a2 a3 a4
K a p a s i t a s
Teknik Transportasi
(Metoda Penyelesaian)
Mendapatkan Solusi Awal
Northwest Corner (NWCR)
Least Cost
Vogel Approximation (VAM)
Mendapatkan Solusi Optimal (Akhir)
Stepping Stone
Multiplier (UV Method)
Mendapatkan Solusi Awal
Ada Tiga Cara yang dapat digunakan yang
tujuannya adalah untuk memperoleh variabel basis (dalam metoda simplex membentuk matrix
satuan).
Variabel-variabel basis ini merupakan solusi awal untuk mendapat solusi akhir yang kondisinya
feasibel dan optimal.
Pada penyelesaian awal ini bisa saja kondisi sudah
feasibel dan optimal, tapi untuk menyatakan hal
tersebut harus diuji terlebih dulu.
Mendapatkan Solusi Awal
Menggunakan Northwest Corner
Metoda Northwest Corner (NWCR) merupakan
metoda yang pengisian sel pada tabel penyelesaian masalah transportasi dimulai dari pojok kiri atas.
Kemudian dilanjutkan pada sel sebelah kanan atau bawah bergantung pada kapasitas yang tersedia.
Pengisian sel berakhir pada sel pojok kanan bawah.
Sel-sel yang terisi merupakan variabel basis yang
jumlahnya adalah : m + n –1 (m = jumlah lokasi
sumber, n = jumlah lokasi tujuan).
Contoh: Pengisian Dengan NWCR
Sebuah perusahaan mempunyai tiga lokasi pabrik yaitu : A, B, C. untuk membuat produknya. Produk yang dibuat ini akan didistribusikan ke empat lokasi pasar, yaitu : P1, P2, P3, P4. Kapasitas dari masing-masing pabriknya dan permintaan dari masing-masing pasar terlihat pada tabel.1 dan biaya angkut per-unit produk ada pada tabel.2
Pabrik Kapasitas Pasar Permintaan
A 100 P1 50
B 150 P2 125
C 75 P3 100
P4 50
Ke Dari
P a s a r
P1 P2 P3 P4 P
a b r
i k
A 10 15 5 20
B 15 5 10 5
C 25 10 5 15
Untuk penyelesaiannya dibuat tabel transportasi sbb :
Contoh: Pengisian Dengan NWCR
10 15
15 5 20
5 10 5
25 10 5 15
A B C
P1 P2 P3 P4
75 150 100
50 125 100 50 325
50 50 50
75
75 75 75
25
25 50 50
Total Biaya Distribusi = 50 * 10 + 50 * 15 + 75 * 5 + 75 * 10 + 25 * 5 + 50 * 15
= 3250
Contoh: Pengisian Dengan Least-Cost
10 15
15 5 20
5 10 5
25 10 5 15
A B C
P1 P2 P3 P4
75 150 100
50 125 100 50 325
125 25
100
25
25
25 50
50
Total Biaya Distribusi = 100 * 5 + 125 * 5 + 25 * 5 + 50 * 25 + 25 * 15
= 2875
Contoh: Pengisian Dengan VAM
10 15
15 5 20
5 10 5
25 10 5 15
A B C
P1 P2 P3 P4
75 150 100
50 125 100 50 325
Penalti :
Penalti :
5 5 0 10
5 0 10 100
10 5 10
50
5 0
10 5
10 15 75
50 50
Contoh: Pengisian Dengan VAM
10 15
15 5 20
5 10 5
25 10 5 15
A B C
P1 P2 P3 P4
75 150 100
50 125 100 50 325
100
50 75
50 50
Total Biaya Distribusi = 100 * 5 + 50 * 15 + 50 * 5 + 50 * 5 + 75 * 10
= 2500
Mendapatkan Solusi Akhir
1. Berawal dari hasil untuk medapatkan solusi awal yang diperoleh menggunakan NWCR, LC, dan VAM dapat ditetapkan variabel-variabel yang termasuk basis.
2. Jumlah variabel basis yang dapat digunakan untuk
melanjutkan ketahapan mencari solusi akhir adalah m + n – 1 3. Bila jumlah variabel basisnya kurang dari m + n –1, harus
ditambahkan variabel basis dengan meletakan nilai 0 pada variabel non basis dengan nilai biaya paling kecil.
4. Setelah jumlah variabel basis sesuai dengan syarat, maka dapat dilanjutkan dengan menggunakan salah satu metoda (Stepping Stone atau Multiplier).
Lihat Contoh
Solusi Akhir
100
Contoh hasil solusi awal yang jumlah Variabel basisnya kurang dari m + n - 1
10 15
15 5 20
5 10 5
25 10 5 15
A B C
P1 P2 P3 P4
75 150 100
50 125 100 50 325
50 75
50 50
Pada tabel diatas ada 5 variabel basis, sehingga kurang satu dari m + n – 1, oleh karena itu perlu ditambahkan 1 variabel dengan meletakan nilai 0 di kotak yang mempunyai ‘cost’ paling kecil
0
Mendapatkan Solusi Akhir (Metoda Stepping Stone)
Dengan menggunakan contoh hasil dari mencari solusi awal dengan metoda NWCR, ditetapkan 6 variabel basis (ditandai dengan lingkaran warana hijau).
Langkah berikut mencari nilai untuk variabel non basis (kotak yang belum terisi) dengan cara sebagai berikut :
1. Menetapkan nilai Var.Non Basis dengan
menggunakan suatu loop, yang mulai dari kotak var.non basis menuju ke kotak-kotak var. basis dan kembali lagi ke kotak tersebut.
Contoh: Kotak Var. Non Basis (A,P3) mempunyai loop sbb :
(A,P3) (B,P3) (B,P2) (A,P2)
(A,P3)
2. Loop dapat bergerak searah jarum jam atau berlawanan jarum jam.
Mendapatkan Solusi Akhir (Metoda Stepping Stone)
3. Nilai yang dituliskan pada kotak tersebut dihitung dari nilai-nilai ‘cost’ dari kotak yang dilalui loop dengan memperhatikan tanda dari tiap kotak.
4. Pada contoh, loop dimulai kotak (A,P4) diberi tanda +, kemudian kotak berikut tandanya -, dan seterusnya
sampai kembali ke kotak awal.
5. Contoh :
(A,P3) (B,P3) (B,P2) (A,P2) (A,P3) tandanya
+ - + - +
Mendapatkan Solusi Akhir (Metoda Stepping Stone)
10 15
15 5 20
5 10 5
25 10 5 15
A B C
P1 P2 P3 P4
75 150 100
50 125 100 50 325
50 50
75 75
25 50
Nilai Variabel non-basis untuk (A,P3) adalah : 5 – 10 + 5 – 15 = -15.
Penetapan nilai variabel non basis lainnya mengikuti langkah-langkah 1 sampai 5
Mendapatkan Solusi Akhir (Metoda Stepping Stone)
10 15
15 5 20
5 10 5
25 10 5 15
A B C
P1 P2 P3 P4
75 150 100
50 125 100 50 325
50 50
75 75
25 50
-15
(A,P4) = (A,P4)(C,P4) (C,P3) (B,P3) (B,P2) (A,P2) (A,P4)
= 20 – 15 + 5 – 10 + 5 – 15 = -10
Dan seterusnya untuk variabel non basis lain….
Dari tabel diatas kotak (A,P3) dipilih karena paling negatif untuk pengalokasian baru
-10
-5 -5
30 10
Mendapatkan Solusi Akhir (Metoda Stepping Stone)
10 15
15 5 20
5 10 5
25 10 5 15
A B C
P1 P2 P3 P4
75 150 100
50 125 100 50 325
50 50
75 75
25 50
-15 -10
-5 -5
30 10
Jumlah produk yang akan di alokasikan ke kotak (A,P3) berasal dari kotak- kotak yang dilalui loop dengan tanda -.(Pilih nilai terkecil dari kotak-kotak bertanda -)
(A,P3)(+) (B,P3)(-) (B,P2)(+) (A,P2)(-)
Komposisi alokasi yang baru ada pada pada tabel berikut.
Mendapatkan Solusi Akhir (Metoda Stepping Stone)
10 15
15 5 20
5 10 5
25 10 5 15
A B C
P1 P2 P3 P4
75 150 100
50 125 100 50 325
50 50
125 25
25 50
Total Biaya
= 2500
Langkah berikutnya adalah mengisi kembali kotak-kotak
variabel non basis seperti pada langkah-langkah sebelumnya, sampai tidak ada variabel non basis yang bernilai negatif.
(Berarti kondisi feasibel dan optimal)
Mendapatkan Solusi Akhir (Metoda Stepping Stone)
Hasil optimalnya adalah
10
15
15 5 20
5 10 5
25 10 5 15
A B C
P1 P2 P3 P4
75 150 100
50 125 100 50 325
50 100 50
50 50
Total Biaya 2000
25
5 5
10 10
15 0
Kondisi Feasibel dan Optimal
Solusi Akhir Dengan
Metoda Multiplier (UV)
1. Metoda Multiplier atau UV merupakan salah satu metoda untuk mendapatkan solusi akhir yang feasible dan optimal dari permasalahan transportasi.
2. Metoda ini dapat digunakan bila variabel basis sudah
ditetapkan (menggunakan metoda NWCR, Least Cost atau VAM).
3. Apabila variabel basis telah ditetapkan, kemudian ditentukan nilai Ui untuk baris dan Vj untuk kolom.
i = 1 … m dan j = 1… n
4. Tetapkan terlebih dulu salah satu nilai Ui atau Vj sebesar 0
Solusi Akhir Dengan
Metoda Multiplier (UV)
5. Nilai Ui dan Vj lainnya ditetapkan berdasarkan rumus berikut :
Ui + Vj = Cij
Cij = merupakan nilai ‘cost’
dari kotak variabel basis
6. Setelah semua nilai Ui dan Vj diperoleh, kemudian
menetapkan nilai untuk variabel non basis berdasarkan rumus :
Cij – Ui – Vj
Cij = merupakan nilai ‘cost’ pada dari kotak variabel non basis
7. Bila nilai pada kotak variabel non basis ada yang negatif berarti kondisi belum optimal, kemudian pilih nilai
variabel non basis yang paling negatif.
Solusi Akhir Dengan
Metoda Multiplier (UV)
8. Berawal dari kotak variabel non basis, buat suatu loop tertutup. Loop dapat searah jarum jam atau berlawanan.
9. Tetapkan tanda + atau – bergantian sesuai dengan kotak yang dilalui loop. Berawal pada kotak variabel non basis dengan tanda +.
10. Kotak yang bertanda + berarti sejumlah unit ditambahkan pada kotak tersebut. Besarnya unit yang ditambahkan
adalah sama dengan nilai terkecil pada kotak yang mempunyai tanda negatif.
11. Kotak variabel basis yang tidak dilalui loop, nilainya tetap.
12. Ulangi langkah 4 sampai 11, bila masih terdapat nilai variabel non basis yang masih negatif
Solusi Akhir Dengan Metoda Multipler (UV)
V1= V2= V3= V4=
U1=
U2=
U3=
0
10 15
-10
20
-15
15
10 15
15 5 20
5 10 5
25 10 5 15
A B C
P1 P2 P3 P4
75 150 100
50 125 100 50 325
50 50
75 75
25 50
-15 5
0 10
25 10
Loop : (A,P3) (B,P3) (B,P2) (A,P2) (A,P3) + - + -
Iterasi I
10
15
15 5 20
5 10 5
25 10 5 15
A B C
P1 P2 P3 P4
75 150 100
50 125 100 50 325
V1= V2= V3= V4=
U1=
U3=
U2=
50 125 25
25 50
0 50
10 5
5
Iterasi II
0
0
15
15 5
-5 -15
10 10
Total Biaya 2500
Loop : (B,P4) (C,P4) (C,P3) (B,P3) (B,P4) + - + -
0
Kondisi Feasibel, belum Optimal
Iterasi III
10
15
15 5 20
5 10 5
25 10 5 15
A B C
P1 P2 P3 P4
75 150 100
50 125 100 50 325
V1= V2= V3= V4=
U1=
U3=
U2=
50 125 25
25 50
0 50
10 5
-10
15
0
15
Total Biaya 2250
0 5
15 15
15 -5
Loop : (C,P2) (B,P2) (B,P4) (C,P4) (C,P2) + - + -
Kondisi Feasibel, belum Optimal
Iterasi IV
10
15
15 5 20
5 10 5
25 10 5 15
A B C
P1 P2 P3 P4
75 150 100
50 125 100 50 325
V1= V2= V3= V4=
U1=
U3=
U2=
50 100 50
50
0 50
10 5
-5
10
0
15
Total Biaya 2000
25
5 5
10 10
15 0
Kondisi Feasibel dan Optimal