MODEL PENJADWALAN DALAM PEMETIKAN PUCUK TEH
(STUD I KASUS PERKEBUNAN GUNUNG MAS PTPN VIII JAWA
BARAT)
AMALIA RESTIATI
Tesis
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains pada
Program Studi Teknologi Industri Pertanian
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2006
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis saya yang berjudul Model Penjadwalan dalam Pemetikan Pucuk Teh (Studi Kasus Perkebunan Gunung Mas PTPN VIII Jawa Barat) adalah karya saya sendiri dengan bimbingan Komisi Pembimbing.
Tesis ini belum pernah diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir tesis ini.
Bogor, Desember 2005
Amalia Restiati
ABSTRACT
AMALIA RESTIATI. Models of Leave-Tea Plucking Schedule (The Case Study
on Perkebunan Gunung Mas PTPN VIII West Java). Under the direction of
MARIMIN, MACHFUD, and MUHAMMAD ZEIN NASUTION.
The purpose of this research is to formulate scheduling model of leave-tea plucking, at which Gunung Mas Plantation, West Java is used as the case study. Linear programming and fuzzy linear programming were used as the basis for the model formulation. The objective function of linear programming formulation is to maximize leaves production with two constraints. The first constraint is the extent of plucking area and the second one is numbers of pluckers.
The solutions of this scheduling model are maximum values of leaves production which are achieved by using LINDO. In this case, fuzzy linear programming gives better results than non-fuzzy linear programming because it is relevant with the condition of the plantation. Productivities of tea are higher in rainy seasons than dry season. The productions of tea leaves increase in the second and third pruning year (TP 2 and TP 3) and decrease in the fourth year (TP 4).
There were two scenarios involved in this research. Scenario 1 is aimed to maximize leaves production in order to meet plant capacity. Scenario 2 has an objective to maximize the extent of plucking area to increase leaves production that could also reach plant capacity. The result of Scenario 1 shows that daily maximum productivity which must be reached by Gunung Mas is 912,72 kg/ha to 2.500 kg/ha (in dry season) and 363,27 kg/ha to 4.266,67 kg/ha (in rainy season) in order to meet plant capacity. While the result of Scenario 2 shows that maximum width of area which must be plucked by the plantation per day is 119,31 ha to 288,34 ha (in dry season) and 64,96 ha to 222,41 ha (in rainy season) in order to meet plant capacity.
Key words: Scheduling model, leave-tea plucking, pruning year, fuzzy linear programming, productivity.
RINGKASAN
Teh merupakan salah satu komoditas perkebunan yang menghasilkan devisa non migas terbesar disamping karet, kelapa sawit dan kopi. Namun, dalam perkembangannya ekspor teh Indonesia mengalami penurunan. Beberapa pasar utama teh yang telah dikuasai Indonesia telah diambil alih oleh negara produsen teh lainnya. Penurunan pangsa pasar ekspor tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh lemahnya daya saing dan citra teh Indonesia yang antara lain merupakan akibat dari mutu produk yang belum sesuai dengan selera pasar. Untuk itu perlu dilakukan penyempurnaan kegiatan terutama dalam peningkatan mutu pucuk teh. Mutu pucuk teh sangat ditentukan oleh pemetikan. Kegiatan pemetikan dalam agroindustri teh harus mendapat penanganan yang tepat, baik dari waktu, teknologi, pelaksanaan maupun tenaga pelaksana.
Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model penjadwalan pemetikan pucuk teh yang merupakan studi kasus di perkebunan Gunung Mas PTPN VIII Jawa Barat. Metode yang dipergunakan untuk menyusun model penjadwalan tersebut ialah formulasi program linier non-fuzzy dan program linier fuzzy dengan fungsi tujuan memaksimumkan produksi pucuk basah dan dua buah fungsi kendala yaitu kendala luas lahan dan kendala tenaga pemetik yang tersedia. Program linier non-fuzzy dan program linier fuzzy tersebut memberikan solusi berupa luas areal petik yang menghasilkan nilai maksimum. Nilai maksimum berupa jumlah pucuk basah yang diproduksi oleh perkebunan diperoleh dengan menggunakan LINDO release 6.0.
Areal petik pada afdeling Gunung Mas I (GM I) yang menghasilkan pucuk teh dalam jumlah maksimum adalah areal dengan gilir petik 12 hari pada tahun pangkas ke-2. Afdeling Gunung Mas II (GM II) dapat memproduksi pucuk dalam jumlah maksimum pada areal dengan gilir petik 8 dan 12 hari pada tahun pangkas ke-4. Sedangkan pada afdeling Cikopo Selatan (CS), areal yang memproduksi pucuk dalam jumlah maksimum ialah areal dengan gilir petik 12 hari pada tahun pangkas ke-1 dan ke-2.
Model penjadwalan pemetikan pucuk teh yang disusun dengan menggunakan program linier fuzzy memberikan hasil berupa produktivitas pucuk basah yang lebih tinggi dibandingkan hasil yang diperoleh perkebunan Gunung Mas saat ini yaitu rata-rata sebesar 51% pada musim kemarau dan 42% pada musim hujan. Pada penelitian ini, model optimisasi program linier fuzzy memberikan hasil yang lebih baik daripada program linier non-fuzzy karena lebih relevan dengan kondisi di perkebunan. Berdasarkan data yang diperoleh, batasan untuk kendala luas areal pemetikan dan kendala jumlah tenaga pemetik tidak merupakan batasan yang tegas.
Produktivitas pucuk teh pada musim hujan lebih tinggi daripada musim kemarau. Dalam hubungannya dengan tahun pangkas, produksi pucuk basah secara umum menunjukkan peningkatan pada tahun pangkas 2 dan tahun pangkas 3 (tahun 2 dan 3 setelah pemangkasan) dan menunjukkan penurunan pada tahun pangkas ke-4.
Produksi pucuk basah di perkebunan Gunung Mas saat ini sekitar 16.000 hingga 18.000 kg perhari. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan kapasitas pabrik sebesar 32.000 kg perhari. Sehubungan dengan hal tersebut, pada penelitian ini dikembangkan dua buah skenario yang dapat membantu perkebunan meningkatkan produksi pucuk teh sehingga jumlah pucuk yang dihasilkan setiap hari dapat memenuhi kapasitas pabrik. Skenario 1 bertujuan untuk memaksimumkan produktivitas pucuk basah agar dapat memenuhi
kapasitas pabrik. Sedangkan skenario 2 bertujuan untuk memaksimumkan luas
areal petik sehingga jumlah pucuk basah yang dihasilkan dapat memenuhi kapasitas pabrik. Berdasarkan skenario 1, produktivitas maksimum harian yang harus dicapai oleh perkebunan Gunung Mas ialah 912,72 kg/ha hingga 2.500 kg/ha pada musim kemarau dan 363,27 kg/ha hingga 4.266,67 kg/ha pada musim hujan agar kapasitas pabrik terpenuhi. Hasil dari skenario 2 memperlihatkan bahwa luas areal maksimum yang harus dipetik perhari ialah 119,31 hektar hingga 288,34 hektar pada musim kemarau dan 64,96 hektar hingga 222,41 hektar pada musim hujan.
Upaya lain yang dapat disarankan untuk meningkatkan produksi pucuk basah ialah melakukan peremajaan tanaman teh pada beberapa areal yang tidak produktif dengan melakukan kajian kelayakan terlebih dahulu. Beberapa areal di perkebunan Gunung Mas yang saat ini kurang produktif terdapat di afdeling Cikopo Selatan.
Kata kunci: Model penjadwalan, pemetikan pucuk teh, tahun pangkas, program linier fuzzy, produktivitas.
Judul Tesis : Model Penjadwalan dalam Pemetikan Pucuk Teh
(Studi Kasus Perkebunan Gunung Mas PTPN VIII Jawa Barat) Nama : Amalia Restiati
NRP : F351020361
Disetujui Komisi Pembimbing
Prof. Dr. Ir. Marimin, M.Sc. Ketua
Dr. Ir. Machfud, M.S. Ir. M. Zein Nasution, M.App.Sc.
Anggota Anggota
Diketahui
Ketua Program Studi Dekan Sekolah Pascasarjana Teknologi Industri Pertanian
Dr. Ir. Irawadi Jamaran Prof.Dr.Ir. Syafrida Manuwoto, M.Sc.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini dapat diselesaikan sebagaimana mestinya. Tema yang dipilih untuk penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Agustus 2004 ini ialah jadwal pemetikan pucuk teh di perkebunan Gunung Mas PTPN VIII Jawa Barat.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada Bapak Prof. Dr. Ir. Marimin, MSc. selaku ketua komisi pembimbing dan kepada Bapak Dr. Ir. Machfud, MS. serta Bapak Ir. M. Zein Nasution, MAppSc. selaku anggota komisi pembimbing yang telah memberikan arahan, bimbingan dan dukungan moril sejak awal penyusunan proposal hingga penulisan tesis, juga kepada Bapak Dr. Ir. Irawadi Jamaran selaku penguji luar komisi. Ucapan terima kasih disampaikan pula kepada Ibu Ir. Dwi Sutanti, Kepala Bagian SDM PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero), yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian di perkebunan Gunung Mas. Terima kasih kepada Bapak Dadang Rukmana, SP (sinder afdeling Gunung Mas I), Bapak Ir. Dedi Kusramdani (sinder pabrik Gunung Mas) serta Administratur perkebunan Gunung Mas yang telah memberikan informasi dan data-data yang sangat menunjang penelitian.
Penghargaan yang tak terhingga penulis sampaikan kepada suami tercinta, Joko Budianto Dumairi, SE dan anak-anak tersayang, yaitu Ashila Rafi Muhammadi, Ayuni Zahra Nuruldini dan Muhammad Irfan Tauhid atas segala do’a, kasih sayang, perhatian, pengertian, kesabaran, pengorbanan dan dukungan selama penulis menempuh pendidikan. Penghargaan yang tinggi juga disampaikan kepada Ayahanda Ir. H. Baryono Hardjosuwito, Ibu Sri Yuhaeni, Ibu Hj. Mimien Suminah Dumairi serta kakak-kakak dan adik-adik yang dengan tulus ikhlas selalu memberikan do’a, perhatian, kasih sayang dan dukungan kepada penulis. Disamping itu, penulis akan selalu mengenang jasa, kasih sayang serta teladan yang sangat baik dari almarhumah Ibunda, dr. Hj. Surati Baryono.
Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa Sekolah Pascasarjana IPB Program Studi Teknologi Industri Pertanian dan Statistika atas kerjasama dan kebersamaannya serta kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan kepada penulis. Semoga ALLAH SWT membalas segala kebaikan yang telah diberikan.
Akhir kata, penulis berharap semoga karya ilmiah ini bermanfaat.
Bogor, Desember 2005 Amalia Restiati
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Bandung pada tanggal 26 Februari 1972 sebagai anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Ir. H. Baryono Hardjosuwito dan dr. Hj. Surati Baryono (alm). Penulis lulus dari SMA Negeri I Bogor pada tahun 1990 dan pada tahun yang sama diterima di Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Penulis menyelesaikan program S1 pada tahun 1995.
Tahun 1995-1999 penulis bekerja sebagai staf pendataan iklan di PT. Era Media Informasi, penerbit majalah berita mingguan Gatra. Selanjutnya penulis bekerja sebagai staf riset pemasaran di perusahaan yang sama pada tahun 1999-2001.
Penulis diterima di Program Studi Statistika Program Pascasarjana IPB pada tahun 2002. Pada awal tahun 2003 penulis pindah ke Program Studi Teknologi Industri Pertanian Program Pascasarjana IPB.
DAFTAR ISI
Halaman DAFTAR TABEL ……….. DAFTAR GAMBAR ……….. DAFTAR LAMPIRAN ……… PENDAHULUAN Latar Belakang ……… Tujuan ……….. Ruang Lingkup Penelitian ………. Output dan Manfaat Penelitian………. TINJAUAN PUSTAKAPemetikan Pucuk Teh ……….. Model………. Penjadwalan dan Teknik Heuristik………... Program Linier………. Program Linier Fuzzy………. Keadaan Umum Perkebunan Gunung Mas ………. Penelitian Terdahulu………. METODOLOGI PENELITIAN
Kerangka Pemikiran ……….. Formulasi Program Linier Fuzzy ………. Metode Pengumpulan Data ………. Metode Pengolahan dan Analisa Data ………. PENYUSUNAN MODEL
Model Pemetikan Pucuk Teh……… Produktivitas Pucuk Teh………. Formulasi Fungsi Tujuan……….. Formulasi Kendala……… Model Program Linier Fuzzy……… Verifikasi Model……… HASIL DAN PEMBAHASAN
Jadwal Pemetikan Optimum……….. Optimisasi Program Linier non-Fuzzy……… Optimisasi Program Linier Fuzzy……… Kualitas Pucuk Teh………. Implikasi Manajerial……… KESIMPULAN DAN SARAN……… DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN………. x xii xiii 1 2 2 3 4 8 9 10 11 13 14 16 16 21 21 23 25 27 30 35 39 40 40 44 48 49 58 60 62
DAFTAR TABEL
Halaman
1 Kendala non-fuzzy dan kendala fuzzy untuk persoalan maksimasi….…… 18
2 Kendala non-fuzzy dan kendala fuzzy untuk persoalan minimasi...….…. 20
3 Jenis data dan alat analisis ………. 22
4 Toleransi interval (p) kendala luas hanca untuk afdeling GM I, GM II dan CS………. 34
5 Toleransi interval (p) kendala pemetik untuk afdeling GM I, GM II dan CS………. 34
6 Jumlah produksi pucuk basah maksimum (pada t=0) ………. 35
7 Jumlah produksi pucuk basah maksimum (pada t=1) ………. 36
8 Hasil pengurangan Z pada saat t=1 dan Z pada saat t=0……… 36
9 Kendala non-fuzzy dan kendala fuzzy afdeling GM I……… 36
10 Kendala non-fuzzy dan kendala fuzzy afdeling GM II
………...
3711 Kendala non-fuzzy dan kendala fuzzy afdeling CS
………...
3712 Areal petik pada afdeling GM I yang menghasilkan produksi maksimum pada musim kemarau
……….………
4013 Areal petik pada afdeling GM I yang menghasilkan produksi maksimum pada musim hujan
………..
4114 Areal petik pada afdeling GM II yang menghasilkan produksi maksimum pada musim kemarau
……….
4215 Areal petik pada afdeling GM II yang menghasilkan produksi maksimum pada musim hujan
………..
4216 Areal petik pada afdeling CS yang menghasilkan produksi maksimum pada musim kemarau
………
4317 Areal petik pada afdeling CS yang menghasilkan produksi maksimum pada musim hujan
………..
4418 Produksi pucuk basah maksimum afdeling GM I pada musim kemarau.. 45