• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (PPDB SMP) TAHUN PELAJARAN 2021/2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (PPDB SMP) TAHUN PELAJARAN 2021/2022"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

PETUNJUK TEKNIS

PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA

DIDIK BARU SEKOLAH MENENGAH

PERTAMA (PPDB SMP)

TAHUN PELAJARAN 2021/2022

P E M E R I N T A H K A B U P A T E N T E G A L D I N A S P E N D I D I K A N D A N K E B U D A Y A A N

(2)

PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Jln. Gajah Mada No. 2 Telp. (0283) 491270 Slawi 52416 Email. : dikbud@tegalkab.go.id http://www.dikbud.tegalkab.go.id

PERATURAN KEPALA DINAS

PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN TEGAL NOMOR : 422.1/04/09284

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA SATUAN PENDIDIKAN JENJANG SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

KABUPATEN TEGAL TAHUN PELAJARAN 2021/2022

KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN TEGAL,

Menimbang: a. bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 01 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan, maka Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Sekolah Menengah Pertama dilaksanakan dalam rangka memberi kesempatan yang sama bagi calon peserta didik untuk mengakses layanan pendidikan di Kabupaten Tegal;

b. bahwa pelaksanaan Penerimaam Peserta Didik Baru pada Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Tegal dilaksanakan secara obyektif, transparan, akuntabel, dan non diskriminatif;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, maka perlu menetapkan Peraturan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Jenjang Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Tegal

Mengingat :1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah - Daerah Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 42);

(3)

2.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

3.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

4.

Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 Tentang Wajib Belajar Pendidikan Dasar;

5.

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Daerah Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan ;

6.

Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 99, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5149);

7.

Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 114 Tahun 2016, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);

8.

Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.

9.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 50 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Pemerintah Daerah

10.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota ;

(4)

11.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 28 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1263).

12.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan.

13.

Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 04/KB/2020, Nomor 737 Tahun 2020, Nomor HK.01.08/Menkes/7093/2020, Nomor 420-3987 Tahun 2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

14.

Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta pelaksanaan Ujian Sekolah dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Disease 19 ( Covid-19);

15.

Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru.

16.

Peraturan Daerah Kabupaten Tegal Nomor 09 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan;

17.

Peraturan Daerah Kabupaten Tegal Nomor 07 Tahun 2017 Tentang Pendidikan Keagamaan;

18.

Peraturan Bupati Tegal Nomor 27 Tahun 2016 Tentang Tata Cara dan Persyaratan Untuk Dapat Mengikuti Pendidikan Formal.

19.

Peraturan Bupati Tegal Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada jenjang Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama.

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA SATUAN PENDIDIKAN JENJANG SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KABUPATEN TEGAL TAHUN PELAJARAN 2021/2022

(5)

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Kepala Dinas ini yang dimaksud dengan :

1.

Daerah Kabupaten adalah Daerah Kabupaten Tegal.

2.

Pemerintah Daerah adalah Bupati sebagai unsur penyelenggara pemerintahan

daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom.

3.

Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten

Tegal.

4.

Dinas adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal.

5.

Satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang

menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.

6.

Taman Kanak-kanak yang selanjutnya disingkat TK adalah salah satu bentuk

satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal.

7.

Sekolah Dasar yang selanjutnya disingkat SD adalah salah satu bentuk

satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum pada jenjang pendidikan dasar.

8.

Sekolah Menengah Pertama yang selanjutnya disingkat SMP adalah salah

satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum pada jenjang pendidikan dasar sebagai lanjutan dari SD, MI, atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama atau setara SD atau MI.

9.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

10.

Pendidikan keagamaan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik

untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama dan mengamalkan ajaran agamanya.

11.

Penerimaan peserta didik baru yang selanjutnya disingkat PPDB adalah

penerimaan peserta didik baru pada SMP.

12.

Moda dalam jaringan yang selanjutnya disingkat moda daring adalah

mekanisme pelaksanaan dengan memanfaatkan teknologi jaringan komputer dan internet.

(6)

13.

Moda luar jaringan yang selanjutnya disingkat moda luring adalah

mekanisme pelaksanaan dengan tidak sama sekali terhubung dengan jaringan internet maupun intranet.

14.

Rombongan belajar adalah kelompok peserta didik yang terdaftar pada satuan

kelas dalam satuan pendidikan.

15.

Ijazah adalah sertifikat pengakuan atas prestasi belajar dan kelulusan dari

suatu jenjang pendidikan formal atau pendidikan nonformal.

16.

Perpindahan peserta didik adalah penerimaan peserta didik baru pada satuan

pendidikan dari satuan pendidikan lain yang kelas dan jenjangnya sama.

17.

Piagam/sertifikat prestasi adalah piagam/sertifikat kejuaraan lomba bidang

akademis maupun non-akademis yang dikeluarkan oleh Perangkat Daerah, instansi, lembaga, atau organisasi resmi.

18.

Data Pokok Pendidikan, yang selanjutnya disingkat Dapodik adalah suatu

sistem pendataan yang dikelola oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang memuat data satuan pendidikan, peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan, dan substansi pendidikan yang datanya bersumber dari satuan pendidikan yang terus menerus diperbaharui secara online.

19.

Madrasah Diniyah Takmilyah Ula yang selanjutnya disingkat MDTU adalah

lembaga pendidikan keagamaan Islam pada jalur pendidikan formal yang diselenggarakan secara terstruktur dan berjenjang sebagai pelengkap pelaksanaan pendidikan agama Islam pada jenjang pendidikan dasar.

20.

Jalur Zonasi adalah jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

menggunakan jarak tempat tinggal.

21.

Jalur Afirmasi adalah jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk

siswa penerima program keluarga tidak mampu yang disediakan oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah.

22.

Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali adalah jalur Penerimaan Peserta

Didik Baru (PPDB) untuk calon peserta didik yang mengikuti tugas orang tua/Wali dan anak guru.

23.

Jalur Prestasi adalah jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk

calon peserta didik yang memiliki prestasi akademik dan non akademik serta nilai rata-rata rapor terbaik.

Pasal 2 Pedoman PPDB bertujuan untuk:

a. Memberikan pedoman pelaksanaan PPDB agar terjaminnya proses penerimaan berjalan secara objektif, transparan, akuntabel dan non-diskriminatif, sehingga mendorong peningkatan akses layanan pendidikan.

(7)

b. Memberikan pedoman bagi Panitia Penyelenggara PPDB sekaligus kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi yang terkait dengan berbagai proses dan tahapan penyelenggaraan PPDB.

BAB II PERSYARATAN

Pasal 3

Persyaratan calon peserta didik kelas VII SMP meliputi:

a.

telah lulus SD/MI/sederajat yang dibuktikan dengan Ijazah atau surat yang

berpenghargaan sama dengan ijazah SD/MI/sederajat;

b.

paling tinggi berusia 15 tahun pada tanggal 1 Juli 2021; dan

c.

mendaftar dengan melampirkan:

1.

foto copy akte kelahiran atau surat kelahiran dari desa yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang;

2.

foto copy legalisir kartu keluarga yang diterbitkan minimal 1 (satu) tahun sebelum pelaksanaan PPDB atau surat keterangan domisili (jika terjadi bencana alam atau bencana sosial);

3.

surat keterangan lulus asli yang diterbitkan oleh SD/MI/sederajat;

4.

surat keterangan nilai raport 5 (lima) semester terakhir yang disertai peringkat;

5.

Ijasah/atau Sertifikat Pendidikan Keagamaan atau Surat Keterangan sedang dalam Pendidikan Keagamaan atau Surat Kesanggupan Mengikuti Pendidikan Keagamaan (contoh: MDTU bagi calon peserta didik yang beragama Islam dan Surat Keterangan Keagamaan lainnya dari Agama Non Islam);

6.

foto copy KIP, KKS dan/atau PKH (bagi yang memilikinya); dan

7.

Piagam/atau Sertifikat Kejuaraan (bagi yang memilikinya).

Pasal 4

(1) Surat Keterangan Domisili hanya boleh digunakan untuk keadaan khusus, yaitu bencana alam atau bencana sosial.

(2) Surat Keterangan domisili sebagaimana tersebut pada ayat (1) diterbitkan oleh ketua RT/RW yang dilegalisir oleh kepala desa/lurah atau pejabat setempat yang berwenang.

(3) Ketentuan surat Keterangan domisili sebagaimana tersebut pada ayat (1) adalah calon peserta didik yang berdomisili di tempat kejadian bencana paling singkat 1 (satu) tahun sejak diterbitkannya surat keterangan berdomisili;

(8)

Pasal 5

(1) Calon peserta didik yang beragama Islam dipersyaratkan memiliki ijasah MDTU; (2) Calon Peserta didik melampirkan fotocopi Ijazah MDTU yang dilegalisir oleh

Kementerian Agama atau pejabat yang berwenang dibawahnya.

(3) Bagi calon peserta didik yang sedang menempuh pendidikan MDTU, maka harus membuat surat keterangan sedang mengikuti MDTU.

(4) Bagi calon peserta didik yang belum memiliki ijasah MDTU, maka harus membuat surat pernyataan kesediaan mengikuti MDTU selama menempuh pendidikan di SMP.

(5) Surat Keterangan sedang mengikuti MDTU dan Surat Pernyataan Kesediaan sebagaimana tersebut pada ayat (2), dan (3) diketahui oleh Kepala MDTU.

(6) Ijasah MDTU bagi yang beragama Islam mendapat tambahan poin untuk jalur pendaftaran prestasi senilai 10, dan untuk jalur pendaftaran zonasi mengurangi jarak sebesar 1000 (seribu) Meter.

(7) Bagi Non Muslim, ijasah pendidikan non formal keagamaan sesuai dengan Agama yang dianut mendapatkan tambahan nilai untuk pendaftaran jalur prestasi senilai 10, dan untuk pendaftaran jalur zonasi mengurangi jarak sebesar 1000 (seribu) meter.

BAB III

DAYA TAMPUNG DAN KUOTA PESERTA DIDIK Bagian Kesatu

Daya Tampung Pasal 6

(1)

Jumlah peserta didik baru dalam satu rombongan belajar pada SMP dalam

setiap rombongan belajar paling sedikit 20 (dua puluh) orang dan paling banyak 32 (tiga puluh dua) orang.

(2)

Untuk menentukan jumlah peserta didik baru yang diterima/daya tampung,

maka dihitung dengan kalkulasi Jumlah calon Peserta Didik per Rombel pada kelas 7 dikalikan jumlah rombel yang akan diterima, dikurangi jumlah peserta didik yang tinggal kelas pada tahun pelajaran sebelumnya

Bagian Kedua Kuota Peserta Didik

Pasal 7

(1)

Setiap SMP Negeri/Swasta dapat menerima peserta didik baru kelas VII Tahun

Pelajaran 2021/2022 maksimal 11 (sebelas) rombongan belajar/kelas dengan mempertimbangkan ruang kelas dan tenaga pendidik; dan

(9)

(2)

Bagi sekolah yang akan menambah rombel wajib mengajukan ijin tertulis ke

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum PPDB dimulai.

(3)

Bagi sekolah yang akan menambah rombel sebagaimana tersebut pada ayat (2)

tidak boleh menggunakan ruang perpustakaan, laboratorium, atau ruang lain yang tidak diperuntukkan untuk ruang kelas.

BAB IV

PENYELENGGARAAN Bagian Kesatu Penyelenggaraan

Pasal 8

(1) PPDB Tahun Pelajaran 2021/2022 berdasarkan Manajemen Berbasis Sekolah yang dikoordinasikan oleh Dinas.

(2) PPDB SMP Negeri dilaksanakan melalui mekanisme dalam jaringan (online) kecuali tidak terdapat fasilitas jaringan menggunakan mekanisme luar jaringan (Offline).

(3) SMP Negeri wajib menyelenggarakan Penerimaan Peserta Didik Baru secara daring/online, kecuali SMP Negeri sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 422.1/04/08442 tentang Penetapan Sekolah Menengah Pertama Negeri Pelaksana Penerimaan Peserta Didik Baru Secara Luar Jaringan Tahun Pelajaran 2021/2022.

Bagian Kedua Kepanitiaan

Pasal 9

(1)

Pelaksanaan PPDB di Kabupaten Tegal di koordinasikan oleh Panita Penerimaan Peserta Didik Baru tingkat Kabupaten.

(2)

Panitia tingkat Kabupaten ditetapkan oleh Kepala Dinas.

(3)

Ruang lingkup tugas panitia tingkat Kabupaten:

a. Mengkoordinasikan kegiatan penyelenggaraan PPDB satuan pendidikan di tingkat kabupaten;

b. Menyusun regulasi yang dijadikan pedoman dalam PPDB; c. Merumuskan dan menetapkan jadwal penyelenggaran PPDB; d. Membantu memfasilitasi penyelenggaraan PPDB Daring/Online; e. Membantu memfasilitasi pelayanan akses informasi pada masyarakat; f. Melaksanakan sosialisasi PPDB kepada Satuan Pendidikan dan

masyarakat;

(10)

h. Melakukan monitoring penyelenggaraan PPDB Tingkat Satuan Pendidikan; dan

i. Memberikan sanksi sesuai kewenangannya.

(4)

Dinas mengkoordinasikan dan memantau pelaksanaan PPDB.

Pasal 10

(1) Pelaksanaan PPDB dilaksanakan oleh Panitia PPDB di masing-masing SMP. (2) Panitia PPDB sebagaimana tersebut pada ayat (1) ditetapkan dengan

Keputusan Kepala Sekolah.

(3) Kepanitiaan Penerimaan Peserta Didik Baru di tingkat Satuan Pendidikan terdiri atas Penanggungjawab, Ketua, Sekretaris, Bendahara, Seksi Pendataan, Seksi Daftar Ulang, Seksi Informasi, Seksi Verifikasi, dan Seksi Pengaduan disesuaikan dengan kebutuhan masing – masing SMP.

Pasal 11

Satuan pendidikan melaksanakan PPDB melalui tahapan :

a.

membentuk dan menetapkan panitia PPDB dengan keputusan kepala sekolah

disertai berita acara, daftar hadir, notulen rapat dan dokumen pendukung lainnya;

b.

menyelenggarakan sosialisasi dan diseminasi;

c.

menyelenggarakan PPDB sesuai peraturan perundangan yang berlaku;

d.

mengolah data bakal calon peserta didik baru;

e.

menetapkan calon peserta didik yang diterima sesuai kuota dan ketentuan

melalui mekanisme rapat dewan pendidik dan komite sekolah, ditetapkan dengan keputusan kepala sekolah, berita acara, dan dokumen pendukung lainnya; dan

f.

melaksanakan pengumuman calon peserta didik yang dinyatakan diterima;

Bagian Ketiga Pelaksanaan

Pasal 12

(1) Pendaftaran PPDB dilaksanakan melalui jalur sebagai berikut: a. Jalur zonasi;

b. Jalur Afirmasi;`

c. Jalur perpindahan tugas orang tua/wali; dan d. Jalur prestasi.

(2) Jalur zonasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari daya tampung Sekolah.

(11)

(3) Jalur Afirmasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, paling banyak 20% (dua puluh persen ) dari daya tampung sekolah.

(4) Jalur perpindahan tugas orang tua/wali sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c paling banyak 5% (lima persen) dari daya tampung Sekolah.

(5) Jalur prestasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, paling banyak 25% (dua puluh lima persen) dari daya tampung Sekolah.

(6) Peserta didik yang melalui jalur afirmasi merupakan peserta didik yang berdomisili di dalam dan di luar wilayah zonasi sekolah yang bersangkutan. (7) Peserta didik yang melalui jalur prestasi merupakan peserta didik yang

berdomisili di dalam dan luar zonasi selama memenuhi ketentuan persyaratan.

(8) Calon peserta didik dalam jalur perpindahan tugas Orangtua/wali diprioritaskan pada jarak tempat tinggal calon peserta didik yang terdekat dengan sekolah.

(9) Jalur Perpindahan Tugas Orangtua/Wali merupakan peserta didik dari dalam dan luar kabupaten paling lama 1 (satu) tahun sebelum pelaksanaan PPDB. (10) Jalur Perpindahan Tugas Orangtua/Wali merupakan jalur perpindahan tugas

orangtua / wali itu sendiri diikuti oleh perpindahan tempat tinggal keluarga. (11) Dalam hal jalur afirmasi, jalur prestasi dan jalur perpindahan tugas orang

tua/wali tidak terpenuhi maka sisa kuota dialihkan ke jalur zonasi.

Pasal 13

Calon peserta didik hanya dapat memilih 1 (satu) jalur pendaftaran PPDB dalam 1 (satu) wilayah zonasi.

Pasal 14

Satuan Pendidikan wajib mengumumkan secara terbuka proses pelaksanaan dan informasi PPDB antara lain terkait: laman pendaftaran PPDB kepada masyarakat, sistem zonasi, persyaratan, seleksi, daya tampung berdasarkan ketentuan rombongan belajar, serta hasil PPDB melalui papan pengumuman sekolah, laman sekolah, maupun media lainnya.

Bagian Keempat

Ketentuan Jalur Pendaftaran Zonasi Pasal 15

(1) Ketentuan Zonasi yaitu wilayah terdekat Satuan Pendidikan dengan jarak terdekat domisili calon peserta didik berdasarkan alamat yang tertulis dalam Kartu Keluarga.

(12)

(2) Penetapan wilayah Dalam Zonasi memperhatikan sebaran sekolah, data sebaran domisili calon peserta didik, dan kapasitas daya tampung dengan jumlah peserta didik dalam suatu wilayah yang merupakan lulusan SD/MI atau sederajat.

(3) Jalur Zonasi diperuntukkan bagi peserta didik yang berdomisili di dalam wilayah zonasi yang ditetapkan oleh Dinas.

(4) Dalam hal calon peserta didik tidak memiliki Kartu Keluarga karena keadaan tertentu (bencana alam dan/atau bencana sosial), maka dapat diganti dengan surat keterangan domisili. yang diterbitkan oleh ketua RT/RW yang dilegalisir oleh kepala desa/lurah atau pejabat setempat yang berwenang dengan ketentuan bahwa calon peserta didik telah berdomisili di tempat kejadian bencana paling singkat 1 (satu) tahun sejak diterbitkannya surat keterangan berdomisili.

(5) Sekolah memprioritaskan peserta didik yang memiliki kartu keluarga dalam wilayah Kabupaten Tegal atau Surat Keterangan domisili jika dalam keadaan tertentu (bencana sosial dan/bencana alam) dalam wilayah Kabupaten.

(6) Jalur zonasi paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari daya tampung Sekolah, diperuntukkan bagi calon peserta didik yang berdomisili di dalam zonasi.

(7) Jika hasil perhitungan menunjukkan zonasi yang sama, maka usia calon peserta didik baru menjadi dasar pertimbangannya.

Pasal 16

(1) Calon Peserta Didik dari Panti Asuhan/Sosial, zonasi mengikuti tempat kedudukan Panti dengan dibuktikan Surat Keterangan dari Lembaga Pengelola Panti.

(2) Calon Peserta Didik dari Pondok Pesantren, zonasi mengikuti tempat kedudukan Pondok Pesantren dengan dibuktikan Surat Keterangan dari Lembaga Pengelola Pondok Pesantren.

(3) Calon Peserta Didik dari daerah bencana nasional dan daerah, zonasi mengikuti tempat domisili sementara dengan dibuktikan Surat Keterangan dari Lurah/Kepala Desa.

Bagian Kelima Ketentuan Jalur Afirmasi

Pasal 17

(1) Jalur afirmasi paling banyak 20 % (dua puluh persen) dari daya tampung sekolah diperuntukkan bagi peserta didik yang berdomisili di dalam dan luar zonasi.

(2) Jalur Afirmasi diperuntukkan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dan Penyandang Disabilitas.

(13)

(3) Calon Peserta didik Penyandang Disabilitas bisa diterima selama syarat ketentuan fisik terpenuhi yang dibuktikan dengan surat keterangan/rekomendasi dari psikiater dan/atau hasil assesmen dari pihak sekolah.

(4) Calon Peserta didik yang berasal dari keluarga tidak mampu wajib menyertakan bukti keikutsertaan peserta didik dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari pemerintah pusat/pemerintah daerah seperti Kartu Program Keluarga Harapan (Kartu PKH), Kartu Program Indonesia Pintar (KIP) dari Kementerian Sosial RI dan Kartu Keluarga Sejahtera dari Dinas Sosial.

(5) Orangtua/ wali calon peserta didik wajib menyertakan surat pernyataan yang menyatakan bersedia diproses secara hukum jika terbukti memalsukan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu.

Bagian Keenam

Ketentuan Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali Pasal 18

(1) Jalur perpindahan tugas orang tua/wali paling banyak 5% (lima persen) dari daya tampung Sekolah.

(2) Jalur perpindahan tugas orangtua/wali merupakan perpindahan tugas orangtua/wali diikuti oleh perpindahan tempat tinggal keluarganya.

(3) Dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan dilampiri dengan surat keterangan domisili dari RT/RW.

(4) Dalam hal terdapat sisa kuota jalur perpindahan tugas orangtua/wali, maka sisa kuota dapat dialokasikan untuk calon peserta didik pada sekolah tempat orang tua/wali mengajar.

(5) Penentuan peserta didik dalam jalur perpindahan tugas orang tua/wali diprioritaskan pada jarak tempat tinggal calon peserta didik yang terdekat dengan sekolah.

Bagian Ketujuh Ketentuan Jalur Prestasi

Pasal 19

(1) Jalur PPDB Prestasi adalah jalur PPDB yang menggunakan seleksi prestasi calon peserta didik.

(2) Calon peserta didik pada jalur prestasi yang diterima adalah paling banyak 25 % (dua puluh lima persen) dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.

(3) Komponen penilaian yang dijadikan dasar dalam penghitungan nilai akhir untuk PPDB SMP pada Jalur Prestasi terdiri:

(14)

a. nilai rata–rata rapor 5 (lima) semester terakhir dengan keterangan peringkat nilai rapor dari sekolah asal peserta didik yang dituangkan dalam surat keterangan nilai rapor.

b. Hasil kejuaraan/perlombaan dan/atau penghargaan di bidang akademik maupun non akademik pada tingkat internasional, tingkat nasional, tingkat provinsi, tingkat kabupaten/kota, dan/atau tingkat kecamatan.

Pasal 20

(1) Nilai kejuaraan yaitu merupakan nilai yang diberikan kepada calon peserta didik karena yang bersangkutan memiliki prestasi di bidang akademik dan/atau non akademik yang diperolehnya pada jenjang pendidikan SD/MI atau yang sederajat.

(2) Ketentuan Nilai Kejuaraan sebagaimana tersebut pada ayat (1) yaitu :

a. Juara Internasional 1, 2, 3 dan Juara Nasional 1, 2, 3 diberikan point 100 (langsung diterima dengan tidak memperhitungkan nilai Rata-rata Rapor); dan

b. Nilai kejuaraan selain tersebut pada ayat 1 akan diberikan pembobotan prestasi sebagai berikut

No Event/ Jenjang Peringkat Perorangan Perorangan Beregu 1 P Provinsi I 40 30 II 35 25 III 30 20 2 Kabupaten I 25 17,5 II 20 15 III 15 12,5 3 Kecamatan I 10 7,5 II 7,5 5 III 5 2,5 Pasal 21

(1) Kejuaraan yang diberikan nilai tambahan harus memenuhi kriteria sebagai berikut :

a. Tambahan nilai kejuaraan hanya diambil dari salah satu prestasi tertinggi tiap jenis cabang dari nilai kejuaraan yang diperoleh ;

b. Kejuaraan yang diraih di bidang akademik maupun non akademik pada tingkat internasional, tingkat nasional, tingkat provinsi, tingkat kabupaten/kota dan/atau tingkat kecamatan yang diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 3 (tiga) tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB; dan

(15)

c. Kejuaraan/lomba/invitasi/pemilihan/sayembara sebagaimana tersebut pada ayat (3) point b adalah kejuaraan yang dilaksanakan secara berjenjang dan berkelanjutan, dengan penjelasan :

1. tingkat kecamatan diselenggarakan oleh instansi di tingkat kecamatan yang ditetapkan sebagai agenda pemerintah kecamatan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi ;

2. tingkat kabupaten/kota diselenggarakan oleh instansi di tingkat kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai agenda pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan tugas pokok dan fungsi;

3. tingkat provinsi diselenggarakan oleh instansi di tingkat provinsi yang ditetapkan sebagai agenda Pemerintah Provinsi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Kejuaraan ini dicapai dalam kapasitas mewakili kabupaten/kota pada kejuaraan/lomba/ invitasi/pemilihan/sayembara di tingkat provinsi;

4. tingkat Nasional diselenggarakan oleh Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang ditetapkan sebagai agenda nasional sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Kejuaraan ini dalam kapasitas mewakili Pemerintah Provinsi pada kejuaraan/ lomba/invitasi/pemilihan/sayembara di tingkat Nasional; dan 5. tingkat Internasional yang diakui oleh Kementerian/Lembaga

Pemerintah Non Kementerian yang ditetapkan sebagai agenda internasional sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Kejuaraan ini dicapai dalam kapasitasnya mewakili Pemerintah Republik Indonesia pada kejuaraan/ lomba/ invitasi/ pemilihan/ sayembara di tingkat Internasional.

(2) Kategori kejuaraan dikelompokkan menjadi:

a. Kejuaraan bidang akademis adalah sains (ilmu pengetahuan) b. Kejuaraan bidang non akademis meliputi :

1. teknologi tepat guna ; 2. seni dan budaya; 3. olahraga;

4. keteladanan;

5. bela negara, nasionalisme, dan kepramukaan; dan 6. keagamaan.

Pasal 22

(1) Penelitian, pengesahan/legalisasi perlu dilakukan untuk menghindari pemalsuan piagam/sertifikat penghargaan kejuaraan.

(16)

(2) Ketentuan sebagaimana tersebut pada ayat (1) yaitu: a. Kejuaraan akademik:

1. tingkat kecamatan oleh Panitia tingkat kecamatan setempat, dengan dilakukan verifikasi oleh Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan setempat dan menunjukkan aslinya;

2. tingkat kabupaten/Kota pengesahan dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat; dan

3. tingkat provinsi,nasional, dan/atau internasional disahkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat.

b. Kejuaraan Non Akademik:

1. tingkat kecamatan, pengesahan dilakukan oleh Induk Organisasi yang bersangkutan di tingkat kecamatan dengan dilakukan verifikasi oleh Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan setempat dan menunjukkan aslinya, bila tidak ada induk organisasi dimaksud ditingkat Kecamatan pengesahan dialakukan di tingkat kabupaten; 2. tingkat kabupaten/kota, pengesahan dilakukan oleh Induk Organisasi

yang bersangkutan di tingkat kabupaten/kota atau Organisasi Perangkat Daerah yang membidangi di Kabupaten/Kota setempat; dan 3. tingkat provinsi, nasional, dan internasional pengesahan dilakukan oleh

Induk Organisasi yang bersangkutan di tingkat kabupaten atau Organisasi Perangkat Daerah yang membidangi di kabupaten.

BAB IV

SELEKSI, PENETAPAN DAN PENGUMUMAN Bagian Kesatu

Seleksi Pasal 23

(1) Seleksi calon peserta didik dilakukan apabila calon peserta didik yang mendaftar melebihi daya tampung.

(2) Seleksi PPDB SMP Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2021/2022 dilaksanakan melalui 2 (dua) tahap.

(3) Seleksi Tahap I meliputi Seleksi untuk Jalur Pendaftaran Afirmasi, Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali, dan Jalur Prestasi.

(17)

Bagian Kedua Seleksi Jalur Afirmasi

Pasal 24

Seleksi Jalur Afirmasi sebagaimana dijelaskan pada Pasal 17, memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah.

Bagian Ketiga

Seleksi Jalur Perpindahan Tugas OrangTua/Wali Pasal 25

(1) Kuota jalur perpindahan tugas orang tua/wali dapat dipergunakan untuk calon peserta didik anak guru.

(2) Anak Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan anak dari orangtua/wali tempat orangtua/wali itu mengajar.

(3) Apabila seleksi pada jalur perpindahan orangtua/wali sebagaimana tersebut pada pasal 18 adalah sama, maka yang diprioritaskan adalah peserta didik yang jarak tempat tinggal ke sekolah terdekat.

Bagian Keempat Seleksi Jalur Prestasi

Pasal 26

(1) Calon peserta didik pada Jalur Prestasi sebagaimana tersebut dalam Pasal 19, adalah calon peserta didik dengan Skor Tertinggi;

a. Nilai rata-rata raport 5 (lima) semester terakhir SD/MI atau yang sederajat (A);

b. Nilai Prestasi tertinggi (B);

c. Ijasah Pendidikan Keagamaan Non Formal (C)

d. Berdasarkan komponen penilaian tersebut selanjutnya diformulasikan ke dalam rumus:

(2) Calon peserta didik yang jarak tempat tinggal dengan Sekolah terdekat; (3) Usia calon peserta didik yang tertua.

Bagian Kelima Seleksi Jalur Zonasi

Pasal 27

(1) Calon Peserta Didik Baru jalur zonasi ditentukan berdasarkan alamat yang tercantum pada Kartu Keluarga.

(18)

(2) Calon peserta didik yang memiliki ijasah pendidikan non formal keagamaan bagi yang beragama Kristen/Protestan/Hindu/Budha dan ijasah MDTU untuk yang beragama Islam akan mendapatkan poin pengurangan jarak sebesar 1000 (seribu) meter;

(3) Usia calon peserta didik, yang diprioritaskan adalah Calon peserta didik dengan usia tertua.

(4) Seleksi dilakukan secara terpisah melalui Jalur Zonasi, Jalur Afirmasi, Jalur Prestasi, dan Jalur Perpindahan Tugas Orangtua/Wali.

(5) Pemeringkatan dilakukan terpisah untuk setiap jalur pendaftaran.

(6) Seleksi dalam PPDB Daring/Online ataupun Luring/Offline oleh masing-masing SMP pelaksana PPDB.

(7) Surat Keterangan Lulus yang diterbitkan oleh SD/MI atau yang sederajat, yang asli, digunakan untuk mendaftar hanya pada satu SMP Negeri.

(8) Apabila calon peserta didik dalam PPDB menggunakan Surat Keterangan Lulus asli lebih dari satu dan diterima sebagai peserta didik baru pada lebih dari satu SMP Negeri, maka berakibat dibatalkan haknya sebagai peserta didik baru di semua SMP Negeri tempat dia mendaftar.

Pasal 28

Sekolah berwenang melakukan konfirmasi, klarifikasi, dan validasi terhadap keabsahan berkas calon peserta didik baru yang disertakan dalam pendaftaran.

Bagian Keenam Penetapan Hasil Seleksi

Pasal 29

(1) Penetapan peserta didik baru yang diterima oleh satuan pendidikan dilakukan setelah proses seleksi selesai dilaksanakan sesuai dengan jalur pendaftaran PPDB.

(2) Penetapan peserta didik baru dilakukan berdasarkan hasil rapat dewan guru dan ditetapkan melalui keputusan Kepala Sekolah atau oleh pejabat yang berwenang;

(3) Surat Keputusan tentang penetapan peserta didik baru diverifikasi oleh Pengawas Dabin dan dikoordinasikan dengan Dinas.

(19)

Bagian Ketujuh Pengumuman Hasil Seleksi

Pasal 30

(1) Pengumuman hasil seleksi yang sudah ditetapkan disampaikan kepada masyarakat secara terbuka melalui moda daring dan/atau luring.

(2) Jalur Zonasi berisi tentang : nomor pendaftar, nama calon peserta didik, asal satuan pendidikan, jarak sekolah dengan domisili, dan keterangan memiliki ijasah Pendidikan Keagamaan Non Formal bagi yang beragama Kristen Katolik/Protestan/Hindu/Budha dan ijasah MDTU bagi yang beragama Islam, diperingkat dari jarak yang terdekat.

(3) Jalur Afirmasi berisi tentang : nomor pendaftar, nama calon peserta didik, asal satuan pendidikan, jarak sekolah dengan domisili, keterangan kepemilikan KIP/ PKH/PKS dan keterangan memiliki ijasah Pendidikan Keagamaan Non Formal bagi yang beragama Kristen Katolik/Protestan/Hindu/Budha dan ijasah MDTU bagi yang beragama Islam.

(4) Jalur Perpindahan Orangtua/Wali berisi tentang : nomor pendaftar, nama calon peserta didik, asal satuan pendidikan, jarak terdekat dengan sekolah, dan keterangan memiliki ijasah Pendidikan Keagamaan Non Formal bagi yang beragama Kristen Katolik/Protestan/Hindu/Budha dan ijasah MDTU bagi yang beragama Islam.

(5) Jalur Prestasi berisi tentang : nomor pendaftar, nama calon peserta didik, asal satuan pendidikan, Nilai rata-rata raport 5 semester terakhir, Nilai Prestasi Kejuaraan, dan keterangan memiliki ijasah Pendidikan Keagamaan Non Formal bagi yang beragama Kristen Katolik/Protestan/Hindu/Budha dan ijasah MDTU bagi yang beragama Islam diperingkat dari Nilai Akhir (NA) yang tertinggi.

BAB V DAFTAR ULANG

Pasal 31

(1) Peserta didik yang diterima disatuan pendidikan wajib melakukan daftar ulang, dan bagi yang mengundurkan diri mendaftar ulang dianggap mengundurkan diri.

(2) Persyaratan daftar ulang bagi calon peserta didik yang dinyatakan diterima adalah sebagai berikut:

a. Menunjukkan kartu pendaftaran asli; dan

b. Menunjukkan Ijazah asli/Surat Keterangan yang berpenghargaan sama dan dokumen-dokumen asli lainnya

(3) Pendaftaran ulang tidak dipungut biaya

(20)

BAB VI SANKSI Pasal 32

Pelanggaran terhadap Peraturan ini diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yangb yang berlaku.

BAB VII

PELAKSANAAN PPDB DALAM MASA DARURAT COVID -19 Pasal 33

(1) PPDB dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid–19 dengan meminimalisir berkumpulnya tamu, calon peserta didik, orang tua, dan warga sekolah secara fisik di sekolah;

(2) Apabila terpaksa dibutuhkan kegiatan tatap muka dan berkumpul, maka wajib memberlakukan sosial dan physical distancing, diantaranya sebagai berikut:

a. Mengatur jadwal kegiatan sehingga tidak terlalu banyak calon peserta didik, orang tua, tamu dan warga sekolah yang berkumpul pada waktu dan tempat yang sama;

b. Menyediakan sarana untuk cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol di berbagai lokasi strategis di sekolah sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan;

c. Membersihkan ruangan dan lingkungan sekolah secara rutin sebelum dan sesudah kegiatan dengan desinfektan, khususnya handel pintu, saklar lampu, komputer, meja, keyboard, mouse dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan;

d. Mengatur jarak tempat duduk dan sistem antrian minimal 1 (satu) meter; e. Mewajibkan warga sekolah, tamu, calon peserta didik dan/atau

orangtua/wali menggunakan masker;

f. Menginstruksikan kepada warga sekolah, tamu, calon peserta didik dan/atau orang tua/wali untuk menghindari kontak fisik langsung (bersalaman, cium tangan, berpelukan, dsb);

g. Memonitor warga sekolah, tamu, calon peserta didik dan/atau orang tua/wali sakit dengan gejala demam/batuk/pilek sakit tenggorokan/sesak napas disarankan untuk segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memperiksakan diri;

h. Memberikan himbauan kepada tamu, calon peserta didik dan/atau orangtua/wali yang sakit dengan gejala demam/batuk/pilek/sakit tenggorokan/sesak napas untuk mengisolasi diri dirumah dengan tidak banyak kontak dengan orang lain;

i. Memastikan makanan yang disediakan di sekolah merupakan makanan yang sehat dan sudah dimasak sampai matang;

(21)

j. Menghimbau seluruh tamu, calon peserta didik dan/atau orang tua/wali untuk tidak berbagi makanan, minuman termasuk peralatan makan, minum dan alat musik tiup yang akan meningkatkan risiko terjadinya penularan penyakit; dan

k. Menyiapkan fasilitas usaha kesehatan sekolah (UKS).

BAB VIII

PENDATAAN ULANG DAN PEMUTAKHIRAN DATA Pasal 34

(1) Sekolah melakukan pendataan ulang untuk memastikan status peserta didik lama pada sekolah yang bersangkutan.

(2) Pendataan ulang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak boleh memungut biaya.

Pasal 35

Sekolah melakukan pengisian dan pemutakhiran data peserta didik dan rombongan belajar dalam Dapodik secara berkala paling sedikit 1 ( satu) kali dalam 1 (satu) semester.

BAB IX

PERPINDAHAN PESERTA DIDIK Pasal 36

(1)

Perpindahan peserta didik antar satuan pendidikan dalam kabupaten atau

antar kabupaten/kota dalam satu provinsi atau antar provinsi dilaksanakan atas dasar persetujuan kepala satuan pendidikan asal dan kepala satuan pendidikan yang dituju serta disetujui oleh Kepala Dinas atau Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tegal sesuai dengan kewenangannya.

(2)

Dalam hal terdapat perpindahan peserta didik sebagaimana dimaksud pada

ayat (1), maka sekolah yang bersangkutan wajib memperbaharui Dapodik.

(3)

Perpindahan peserta didik hanya dapat diajukan apabila peserta didik yang

bersangkutan telah memiliki nilai raport dari sekolah asal.

(4)

Perpindahan peserta didik dari satuan pendidikan Indonesia di luar negeri

dilaksanakan atas persetujuan kepala satuan pendidikan asal dan kepala satuan pendidikan yang dituju dan disetujui oleh Kepala Dinas atau Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal sesuai dengan kewenangannya dengan sebelumnya mendapat rekomendasi/persetujuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

(5)

Dalam hal sekolah yang menerima peserta didik warga negara asing tidak

melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dikenai sanksi administratif berupa peringatan tertuli

(22)

BAB X PEMBIAYAAN

Pasal 37

(1)

Satuan Pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah dilarang

melakukan pungutan dan/atau sumbangan yang terkait dengan pelaksanaan PPDB maupun perpindahan peserta didik.

(2)

Satuan Pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat yang telah

menerima bantuan operasional sekolah dilarang memungut biaya.

BAB XI

PEMBINAAN, PENGAWASAN, DAN PELAPORAN Bagian Kesatu

Pembinaan dan Pengawasan Pasal 38

Dinas melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan PPDB.

Bagian Kedua Pelaporan

Pasal 39

(1) Sekolah melaporkan laman pendaftaran PPDB paling lambat 1 (satu) minggu sebelum pelaksanaan PPDB.

(2) Sekolah melaporkan jurnal harian penerimaan calon peserta didik setiap harinya kepada Dinas melalui Bidang Pembinaan SMP pada laman

www.pdkkabtegal.com.

(3)

Sekolah melaporkan pengumuman hasil PPDB paling lambat 1 (satu) hari

sebelum pelaksanaan pengumuman akhir kepada Dinas melalui Bidang Pembinaan SMP pada laman www.pdkkabtegal.com.

(4)

Sekolah melaporkan jumlah rombongan belajar, jumlah siswa, dan laporan

terkait pelaksanaan PPDB kepada Dinas paling lambat 1 (satu) bulan setelah pelaksanaan.

Pasal 40

Sekolah melaporkan perpindahan peserta didik antarsekolah setiap tahun pelajaran kepada Dinas sesuai dengan kewenangannya.

(23)
(24)

PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Jln. Gajah Mada No. 2 Telp. (0283) 491270 Slawi 52416 Email. : dikbud@tegalkab.go.id http://www.dikbud.tegalkab.go.id

KEPUTUSAN

KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN TEGAL NOMOR: 422.1/04/08442

TENTANG

PENETAPAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI PELAKSANA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SECARA LUAR JARINGAN

TAHUN PELAJARAN 2021/2022

KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN TEGAL,

Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam Pasal 10 ayat (2) Peraturan Bupati Tegal Nomor 36 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak – Kanak, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama, perlu menetapkan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal tentang Penetapan Sekolah Menengah Pertama Negeri Pelaksana Penerimaan Peserta Didik Baru Secara Luar Jaringan Tahun Pelajaran 2021/2022.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah - Daerah Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 42);

2.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

3.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

4.

Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 Tentang Wajib Belajar Pendidikan Dasar;

(25)

5.

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Daerah Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan ;

6.

Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 99, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5149);

7.

Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 114 Tahun 2016, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);

8.

Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.

9.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 50 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Pemerintah Daerah

10.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota ;

11.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 28 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1263).

12.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan.

13.

Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 04/KB/2020, Nomor 737 Tahun 2020, Nomor HK.01.08/Menkes/7093/2020, Nomor 420-3987 Tahun 2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

14.

Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Ujian Nasional

(26)
(27)
(28)

PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Jln. Gajah Mada No. 2 Telp. (0283) 491270 Slawi 52416 Email. : dikbud@tegalkab.go.id http://www.dikbud.tegalkab.go.id

KEPUTUSAN

KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN TEGAL NOMOR : 422.1/04/09285

TENTANG

PENETAPAN PEMETAAN WILAYAH ZONASI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KABUPATEN TEGAL TAHUN PELAJARAN 2021/2022

KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN TEGAL,

Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam Pasal 20 ayat (1) Peraturan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 01 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak – Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah - Daerah Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 42);

2.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

3.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

4.

Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 Tentang Wajib Belajar Pendidikan Dasar;

5.

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Daerah Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

(29)

5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan ;

6.

Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 99, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5149);

7.

Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 114 Tahun 2016, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);

8.

Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.

9.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 50 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Pemerintah Daerah

10.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota ;

11.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 28 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1263).

12.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan.

13.

Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 04/KB/2020, Nomor 737 Tahun 2020, Nomor HK.01.08/Menkes/7093/2020, Nomor 420-3987 Tahun 2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

14.

Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta pelaksanaan Ujian Sekolah dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Disease 19 ( Covid-19);

(30)
(31)
(32)

LAMPIRAN

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 422.1/04/09285

TENTANG

PENETAPAN PEMETAAN

WILAYAH ZONASI SEKOLAH

MENENGAH PERTAMA

KABUPATEN TEGAL

TAHUN PELAJARAN 2021/2022

PEMETAAN WILAYAH ZONASI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KABUPATEN TEGAL TAHUN PELAJARAN 2021/2022

ZONA MELIPUTI KECAMATAN

Margasari 1. Margasari 2. Balapulang 3. Pagerbarang 4. Bumijawa Balapulang 1. Balapulang 2. Margasari 3. Pagerbarang 4. Lebaksiu 5. Bumijawa 6. Bojong 7. Jatinegara Pagerbarang 1. Pagerbarang 2. Margasari 3. Balapulang 4. Lebaksiu 5. Dukuhwaru Bumijawa 1. Bumijawa 2. Bojong 3. Balapulang 4. Margasari Bojong 1. Bojong 2. Bumijawa 3. Balapulang 4. Jatinegara

(33)

Lebaksiu 1. Lebaksiu 2. Balapulang 3. Slawi 4. Dukuhwaru 5. Pangkah 6. Jatinegara Dukuhwaru 1. Dukuhwaru 2. Slawi 3. Pagerbarang 4. Lebaksiu 5. Adiwerna Slawi 1. Slawi 2. Dukuhwaru 3. Adiwerna 4. Pangkah 5. Lebaksiu Pangkah 1. Pangkah 2. Slawi 3. Kedungbanteng 4. Tarub 5. Jatinegara Jatinegara 1. Jatinegara 2. Kedungbanteng 3. Pangkah 4. Balapulang 5. Bojong Kedungbanteng 1. Kedungbanteng 2. Pangkah 3. Warureja 4. Tarub 5. Jatinegara 6. Suradadi Adiwerna 1. Adiwerna 2. Slawi 3. Dukuhwaru 4. Dukuhturi 5. Talang 6. Pangkah

(34)
(35)

PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Jln. Gajah Mada No. 2 Telp. (0283) 491270 Slawi 52416 Email. : dikbud@tegalkab.go.id http://www.dikbud.tegalkab.go.id

KEPUTUSAN

KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN TEGAL NOMOR : 422.1/04/09286

TENTANG

PENETAPAN JADWAL PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

TAHUN PELAJARAN 2021/2022

KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN TEGAL,

Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam Pasal 24 ayat (1) Peraturan Bupati Tegal Nomor 36 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak – Kanak, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama, perlu menetapkan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal tentang Penetapan Jadwal Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru Sekolah Menengah Pertama Negeri dan Swasta Tahun Pelajaran 2021/2022.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah - Daerah Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 42);

2.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

3.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

4.

Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 Tentang Wajib Belajar Pendidikan Dasar;

5.

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran

(36)

Daerah Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan ;

6.

Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 99, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5149);

7.

Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 114 Tahun 2016, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);

8.

Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.

9.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 50 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Pemerintah Daerah

10.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota ;

11.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 28 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1263).

12.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan.

13.

Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 04/KB/2020, Nomor 737 Tahun 2020, Nomor HK.01.08/Menkes/7093/2020, Nomor 420-3987 Tahun 2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

14.

Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta pelaksanaan Ujian Sekolah

(37)
(38)

LAMPIRAN

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 422.1/04/09286 TENTANG

PENETAPAN JADWAL PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TAHUN PELAJARAN 2021/2022.

JADWAL PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TAHUN PELAJARAN 2021/2022.

A. SMP Negeri (SMP yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah):

1. Jalur Afirmasi, Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali, dan Prestasi

No Kegiatan Tanggal Waktu

1. Pendaftaran dan Verifikasi Berkas 21 – 23 Juni 2021 08.00 WIB -14.00 WIB

2 Jurnal Harian 21 – 23 Juni

2021 14.30 WIB

3. Analisis dan Penyusunan

Peringkat 24 Juni 2021

4. Pengumuman 25 Juni 2021 09.00 WIB

5. Daftar Ulang 2 – 3 Juli 2021 Jam Dinas

2. Jalur Zonasi

No. Kegiatan Tanggal Waktu

1. Pendaftaran dan

Verifikasi Berkas 26, 28, dan 29 Juni 2021 08.00 WIB -14.00 WIB 2 Jurnal Harian 26, 28, dan 29 Juni

2021 14.30 WIB

3. Analisis dan

Penyusunan Peringkat 30 Juni 2021

4. Pengumuman 1 Juli 2021 10.00 WIB

(39)
(40)

ADMINISTRASI PENDUKUNG

A. Surat Pernyataan Keabsahan Berkas

SURAT PERNYATAAN KEABSAHAN

BERKAS ADMINISTRASI DAN BERKAS PENDUKUNG

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU

TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Saya yang bertandatangan dibawah ini :

1. Nama Lengkap : ...

2. NIK : ... ... 3. Pekerjaran : ...

4. Hubungan Keluarga Ayah/Ibu/Paman/Tante/Kakek/Nenek/...

5. Alamat : ... 6. Nomor Telepon/HP : ...

Adalah Orang Tua/ Wali *) dari calon peserta didik :

2. Nama Lengkap : ...

3. NIK : ... 4. Tempat & Tanggal Lahir : ...

5. Jenis Kelamin : ... 6. Nomor Pendaftaran : ...

Dengan sungguh – sungguh dan penuh kesadaran :

MENYATAKAN

bahwa data dan/atau berkas pendaftaran beserta kelengkapannya telah sesuai dengan keadaan sebenarnya dan sah sesuai dengan peraturan dan perundang – undangan yang berlaku.

Jika kemudian hari, setelah dilakukan verifikasi, terbukti data dan/atau berkas tersebut tidak benar, tidak sah dan/atau palsu, maka saya siap menerima konsekuensinya , yaitu :

1. Calon peserta didik dinyatakan GUGUR dari daftar nominasi calon peserta didik; 2. Apabila calon peserta didik telah ditetapkan sebagai peserta didik, siap

dikeluarkan dari sekolah ;

3. Di proses secara hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar – benarnya dengan penuh tanggung jawab.

,.. ... , ... Juni 2021 Yang membuat pernyataan,

Orang Tua/Wali,

( ...)

(

Materai 10.000

(41)

A. Surat Pernyataan Pencabutan Berkas Pendaftaran

SURAT PERNYATAAN PENCABUTAN BERKAS PENDAFTARAN

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU

TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Saya yang bertandatangan dibawah ini :

1. _ Nama Lengkap : ...

2. _ No. KTP/SIM : ... 3. _ Alamat : ... 4. _ Nomor Pendaftaran : ...

5. _ Asal Sekolah : ...

6. _ Nama Orang Tua : ...

7. _ No. KTP/SIM : ... 8. _ Alamat : ... 9. _ Nomor Telepon : ... 10. Nama Wali : ... 11. No. KTP/SIM : ... 12. Hubungan Keluarga : ... 13. Alamat : ... 14. Nomor Telepon : ...

Dengan sungguh – sungguh dan penuh kesadaran serta tanpa paksaan dari pihak manapun :

MENYATAKAN

Mencabut berkas pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru dari SMP ...karena... ...

Saya siap menerima konsekuensi dari pencabutan berkas ini, yaitu :

1. Dinyatakan MENGUNDURKAN DIRI dari daftar nominasi calon peserta didik 2. Tidak masuk dalam jurnal pendaftaran

3. Tidak diikutkan dalam verifikasi dan seleksi PPDB

4. Tidak akan menuntut untuk diterima menjadi Peserta Didik pada SMP ...

Pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dengan penuh tanggungjwab serta diketahui orangtua/ wali saya.

,.. ... , ... Juni 2021 Yang membuat pernyataan, Orang

Tua/Wali,

( ...)

(42)

C.

Surat Pernyataan Peserta Didik Baru

SURAT PERNYATAAN PESERTA DIDIK BARU

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

1. Nama Lengkap : ... 2. Tempat dan Tanggal Lahir : ... 3. Jenis Kelamin : ... 4. Agama : ... 5. Nomor Pendaftaran : ... 6. Diterima di Kelas : ... 7. Nama Orang Tua : ... 8. Pekerjaan Orang Tua : ...

9. Agama Orang Tua : ... 10. Nama Wali : ... 11. Pekerjaan Wali : ... 12. Hub. Keluarga dengan Wali : ...

13. Alamat Orang Tua/ Wali : ... 14. Nomor Telepon/HP : ...

Dengan sungguh-sungguh dan penuh kesadaran: MENYATAKAN

Bahwa selama menjadi peserta didik di SMP ... saya : 1. Akan belajar dengan tekun dan penuh semangat.

2. Akan menjaga nama baik diri sendiri, keluarga dan sekolah.

3. Sanggup mentaati dan mematuhi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pelaksanaan Wiyata Mandala, OSIS, dan Tata Tertib Sekolah, serta tidak menikah selama mengikuti pendidikan di sekolah.

4. Akan mengikuti Pendidikan Agama...(sesuai dengan Agama yang dianut peserta didik ).

5. Akan mengikuti kegiatan Ekstrakulikuler yang dilaksanakan oleh sekolah.

6. Apabila saya tidak mentaati ketentuan yang ditetapkan oleh sekolah, saya sanggup menerima sanksi , yaitu :

a. Tidak diperkenankan mengikuti pelajaran selama jangka waktu tertentu. b. Dikembalikan kepada orang tua/wali saya.

Pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dengan penuh tanggung jawab serta diketahui orang tua /wali saya.

..., ... Juli 2021 Mengetahui/ Menyetujui Yang membuat Pernyataan Orang tua/Wali

(43)

C.

Surat Pernyataan Kesediaan Menempuh Pendidikan MDTU

SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN MENEMPUH PENDIDIKAN

MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH ULA ( MDTU )

TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Yang bertanda tangan di bawah ini :

1. Nama : ………...

2. Tempat Tanggal Lahir : ………...…

3. N I S N : ………...……… 4. Asal Sekolah/Madrasah : ………...… 5. Alamat : Jalan ……… RT … RW……..

Kelurahan/Desa ………..………

Kecamatan ………...

Kabupaten/Kota ……….………….

Dengan sungguh – sungguh dan penuh kesadaran serta tanpa paksaan dari pihak manapun :

MENYATAKAN

Bersedia menempuh pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula ( MDTU ) 4 (empat) tahun di MDTU ... selama menjadi peserta didik di SMP ...

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dengan penuh tanggungjwab serta diketahui orangtua/ wali saya.

………, ……….…….. Juni 2021

,.. ... , ... Juni 2021 Yang membuat pernyataan,

Orang Tua/Wali, ( ...) ( Materai 10.000 Mengetahui, Kepala MDTU... ... cap ttd ( ...)

(44)

PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SEKOLAH DASAR NEGERI ...

Alamat ……….

SURAT KETERANGAN NILAI RAPOR TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Nomor :

Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala Sekolah Sekolah Dasar Negeri……… , Kecamatan …….., Kabupaten Tegal, menerangkan bahwa :

Nama : Nama Anak

Tempat, Tanggal Lahir : Tegal, 01 Januari 2010 Sekolah Asal : SDN ………..

Nama Orang Tua/ Wali : Orangtua Nomor Induk Siswa : 0000

Nomor Induk Siswa Nasional : 0000000000

Memiliki Nilai Rapor Semester 8 sampai dengan 12 sebagai berikut :

No. Mata Pelajaran Nilai Rapor Jml.

Nilai Rata-rata

S-8 S-9 S-10 S-11 S-12 Kelompok A 1. PABP 70 70 70 70 70 350 70,00 2. PPKn 70 70 70 70 70 350 70,00 3. Bahasa Indonesia 70 70 70 70 70 350 70,00 4. Matematika 70 70 70 70 70 350 70,00

5. Ilmu Pengetahuan Alam 70 70 70 70 70 350 70,00

6. Ilmu Pengetahuan Sosial 70 70 70 70 70 350 70,00

Kelompok B

7. Seni Budaya dan Prakarya 70 70 70 70 70 350 70,00

8. Pendidikan Jasmani,

Olahraga dan Kesehatan 70 70 70 70 70

350 70,00 9. Muatan Lokal a. Bahasa Jawa 70 70 70 70 70 350 70,00 b. ………….. c. ………….. Jumlah 630,0 630,0 630,0 630,0 630,0 3150,0 630,0 Rata-rata 70,00 70,00 70,00 70,00 70,00 350,00 70,00 Peringkat 1 dari 30

Demikian Surat Keterangan Nilai Rapor ini dibuat untuk dapat digunakan sebagai persyaratan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Tarub, 15 Juni 2021 Kepala Sekolah,

__________________________

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2019 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak- Kanak, Sekolah Dasar,

bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 44 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak,

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama,

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak - kanak , Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama,

Peraturan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Tahun 2021 tentang Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru Jenjang Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.44 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak – Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama,

Peraturan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Tahun 2021 tentang Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru Jenjang Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama