50
HUBUNGAN PERBEDAAN KONSENTRASI EKSTRAK KUNYIT
PUTIH (Curcuma mangga Val) TERHADAP SIFAT FISIK LOTION
Sri Rahayu*
Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Kalimantan Selatan *Corresponding author email: [email protected]
Abstrak
Latar belakang: Salah satu bahan alam yaitu kunyit putih (Curcuma mangga Val) mengandung senyawa antioksidan.
Penggunaan kunyit putih secara langsung pada kulit tidaklah praktis, untuk itu perlu dilakukan pengembangan kunyit putih menjadi suatu bentuk sediaan topikal dengan mengekstrak kunyit putih dan selanjutnya diformulasikan menjadi bentuk sediaan lotion
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan lotion dari ekstrak kunyit putih dan mengetahui
evaluasi kualitas lotion yang sesuai dengan persyaratan farmasetik berdasarkan variasi konsentrasi ekstrak kunyit putih 0,25%, 0,5% dan 1%.
Metode: Ekstrak etanol Curcuma mangga Val dibuat dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96% : air
(9:1). Ekstrak yang dihasilkan diuapkan hingga kental, kemudian diformulasi menjadi sediaan lotion dengan kadar ekstrak kunyit putih 0,25%, 0,5% dan 1%. Pada pengujian lotion dilakukan uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji viskositas dan uji sensori hedonik.
Hasil penelitian: Hasil yang didapat pada uji organoleptis dilihat dari warna coklat, bentuk sediaan agak kental, dan
bau lotion khas kunyit putih, uji homogenitas lotion dengan konsentrasi 0,25%, 0,5%, dan 1% tidak mengalami penggumpalan atau pemisahan fase, uji pH lotion berkisar 7,63 - 7,69, uji daya sebar lotion berkisar dari 3 cm – 6,6 cm, uji viskositas lotion berkisar dari 5900 Cp – 9050 Cp dan uji sensori hedonik menunjukkan kesukaan dari agak tidak suka sampai agak suka.
Kesimpulan: Lotion esktrak kunyit putih memenuhi uji kualitas lotion yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH,
dan uji daya sebar. Konsentrasi ekstrak berpengaruh terhadap kesukaan panelis dalam hal penampakan dan warna tetapi tidak pada kesan lembab.
Kata kunci: lotion, ekstrak kunyit putih, sifat fisik
1. PENDAHULUAN
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alamnya termasuk tanaman yang berkhasiat obat. Pengobatan tradisional menggunakan tanaman obat digemari masyarakat karena efek sampingnya minimal. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan menyebabkan orang sadar akan keunggulan bahan-bahan alam. Salah satu bahan alam yang berkhasiat adalah kunyit putih (Curcuma mangga Val). Kunyit putih dapat juga digunakan untuk mengobati penyakit kulit seperti bintik-bintik merah yang sangat gatal, dengan cara mengoleskannya pada bagian kulit tersebut1.
Penggunaan kunyit putih secara langsung pada kulit tidaklah praktis, untuk itu perlu dilakukan pengembangan kunyit putih menjadi suatu bentuk sediaan topikal dengan mengekstrak kunyit putih dan selanjutnya diformulasikan
menjadi bentuk sediaan lotion. Penggunaan variasi konsentrasi ekstrak kunyit putih pada evaluasi kualitas lotion diharapkan akan memberikan hasil yang berbeda pada evaluasi kualitas lotion, dapat menghasilkan suatu sediaan
lotion dengan sifat fisik dan kimia yang baik yaitu
memenuhi persyaratan evaluasi kualitas lotion sesuai Farmasetik serta sediaan dapat diterima oleh konsumen.
2. BAHAN DAN METODE 2.1. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rimpang kunyit putih, etanol 96%, basis lotion yaitu asam stearat, keraginan, parafin cair, gliserin, triethanolamin, asam benzoat, parfum dan aquadest dengan kualitas farmasetis.
51
2.2. Metode
2.2.1. Pembuatan Ekstrak Kunyit Putih
Penelitian2 dengan membuat ekstrak
Curcuma mangga Val secara maserasi. Rimpang
kunyit putih dimaserasi dengan penyari etanol: air (1: 4) selama 24 jam dengan penyari etanol 96% : air (9:1). Ekstrak yang diperoleh kemudian diuapkan menjadi ekstrak kental.
2.2.2. Formulasi Lotion
Formulasi lotion disajikan pada tabel 13
dengan konsentrasi ekstrak kunyit putih sebesar
0,25%, 0,5% dan 1%. Pembuatan lotion dilakukan dengan mencampur fase minyak (Asam stearat dan parafin cair) pada suhu C. Bahan-bahan fase air (ekstrak kunyit putih, gliserin, TEA, larutan karaginan dan sisa air) dipanaskan pada suhu C. Fase minyak dan fase air dicampur pada suhu C dan terus dicampur hingga homogen dan mencapai suhu C. Pengawet dan parfum ditambahkan pada suhu
C sampai terbentuk massa yang homogen. Tabel 1. Formulasi bahan penyusun dan konsentrasi yang digunakan dalam lotion3
Bahan F I (%) F II (%) F III (%)
Ekstrak Etanol Kunyit Putih 0.25 0.5 1
Asam stearat 2.5 2.5 2.5 Karagenan 0.5 0.5 0.5 Parafin Cair 7 7 7 Gliserin 5 5 5 Triethanolamin 1 1 1 Asam benzoat 0.2 0.2 0.2 Parfum q.s q.s q.s Aquadest ad 100 ad 100 ad 100 Keterangan : q.s (Secukupnya)
2.2.3. Evaluasi Sifat Fisik Lotion ekstrak kunyit putih.
2.2.3.1 Pengujian pH
Elektroda dicelupkan ke dalam lotion sampai pH meter menunjukkan pembacaan yang tetap. Hasil pembacaan skala dicatat dan setelah selesai pengujian dibilas dengan aquades dan dikeringkan dengan tisu.
2.2.3.2. Pengujian Daya Sebar
Sebanyak 0,1 gram lotion ditimbang dan di letakkan ditengah-tengah kaca bulat, kaca penutup ditimbang, kemudian letakkan di atas
lotion dan biarkan selama satu menit dan diukur
diameter lotion yang menyebar, ditambahkan beban seberat 50 gram di atas kaca penutup, dan dibiarkan selama satu menit, dicatat diameter
lotion yang menyebar. Percobaan dilanjutkan
dengan beban seberat 100 gram, 200 gram dan 500 gram.
2.2.3.3.Pengujian Viskositas
Lotion diamati tingkat kekentalannya
dari masing-masing konsentrasi ekstrak dengan cara sediaan diukur menggunakan viscometer Brook field LV, sediaan dimasukkan ke dalam cup, kemudian dipasang spindle ukuran 4 dan rotor dijalankan dengan kecepatan 30 rpm.
Angka yang diperoleh kemudian dikalikan dengan faktor koreksi 200. Viskositasnya (cp) adalah angka hasil pengukuran x faktor konversi. 2.2.4. Uji sensori hedonik
Uji sensori merupakan identifikasi, pengukuran secara ilmiah, analisis dan interpretasi dari elemen-elemen pada suatu produk yang dapat dirasakan oleh panca indera (penglihatan dan sentuhan). Uji sensori pada penelitian ini menggunakan uji penerimaan atau uji hedonik yang bertujuan untuk mengevaluasi daya terima atau tingkat kesukaan panelis terhadap produk yang dihasilkan. Skala hedonik yang digunakan berkisar antara 1-7 dimana: (1) sangat tidak suka; (2) tidak suka; (3) agak tidak suka; (4) normal; (5) agak suka; (6) suka; (7) sangat suka4.
3. HASIL
Pada penelitian ini digunakan simplisia kunyit putih (Curcuma mangga Val) yang kemudian di ekstrasi dengan metode maserasi. Ekstrak kental yang diperoleh dibuat sediaan
lotion yang kemudian dibuat dalam 3 formulasi
dengan variasi konsentrasi 0,25%, 0,5% dan 1% dan dilakukan pengujian yaitu uji sifat fisik,
52 kimia dan uji sensori hedonik dari sediaan lotion
yang dihasilkan berdasarkan perbedaan konsentrasi ekstrak kunyit putih (Curcuma
mangga Val).
3.1. Evaluasi Sifat Fisik dan Kimia Lotion Ekstrak Kunyit Putih.
Tabel 2. Data uji organoleptis dan homogenitas
Formula Warna Bau Konsistensi Homogenitas
I Putih Kecoklatan Khas kunyit putih sangat sedikit
Agak kental Homogen
II Coklat muda Khas kunyit putih
sedikit
Agak kental Homogen
III Coklat Khas kunyit putih Agak kental Homogen
Keterangan: Formula I : Ekstrak Kunyit putih 0,25% Formula II : Ekstrak Kunyit putih 0,5% Formula III: Ekstrak Kunyit putih 1%
Hasil pengamatan organoleptis pada tabel 2 di atas menunjukkan lotion formula I memiliki warna putih kecoklatan, bau khas kunyit putih sangat sedikit dan konsistensi agak kental. Lotion formula II memiliki warna coklat muda bau khas kunyit putih sedikit dan
konsistensi agak kental. Lotion formula III memiliki warna coklat bau khas kunyit putih dan konsistensi agak kental. Data uji homogenitas pada tabel 2 diperoleh hasil sediaan lotion formula I homogen, lotion formula II homogen dan lotion formula III homogen.
Tabel 3. Data uji pH Formula pH rata- rata
I 7,628
II 7,68
III 7,692
53 Data uji pH dalam tabel 3 dan gambar 1
di atas yaitu sediaan lotion formula I memiliki pH rata-rata 7,628, lotion formula II memiliki pH
rata-rata 7,68, dan lotion formula III memiliki pH rata-rata 7,692.
Tabel 4. Data uji daya sebar Daya Sebar
Formula Tanpa beban 50 gr 100 gr 200 gr 500 gr
I 4,2 cm 5 cm 5,8 cm 6 cm 6,6 cm
II 3 cm 3,4 cm 4 cm 4,2 cm 5 cm
III 4 cm 4,6 cm 5,4 cm 6 cm 6,4 cm
Gambar 2. Profil daya sebar lotion
Data uji daya sebar dalam tabel 4 dan gambar 2 di atas diperoleh hasil daya sebar dari berat tanpa beban sampai penambahan beban
500 gr yaitu pada lotion formula I berkisar 4,2 - 6,6 Cm, formula II berkisar 3 - 5 Cm, dan formula III berkisar 4 – 6,4 Cm.
Tabel 5. Data Viskositas Lotion
Formula Viskositas Cp (Centipoise)
I 5900
II 7800
54 Gambar 3. Histogram viscositas lotion
Data uji viskositas dalam tabel 5 dan gambar 3 di atas menunjukan viskositas lotion formula I sebesar 5900 Cp, formula II sebesar 7800 Cp dan formula III sebesar 9050 Cp. 3.2 Uji Sensori Hedonik
Lotion yang sudah diuji sifat fisik dan
kimianya dilanjutkan dengan uji sensori hedonik. Uji ini bersifat subyektif dan menggunakan skala hedonik dengan panelis tidak terlatih yang
merupakan mahasiswa Universitas
Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) berjumlah 30 orang. Parameter yang diamati antara lain penampakan, warna, dan kesan lembab. Nilai kesukaan panelis yang diperoleh antara agak tidak suka sampai agak suka. dianalisa dengan menggunakan uji Kruskall-wallis.
4. PEMBAHASAN
4.1. Evaluasi Sifat Fisik Lotion ekstrak kunyit putih.
4.1.1. Uji Organoleptis
Uji organoleptis dengan melakukan pengamatan secara visual yaitu melihat warna bau dan bentuk sediaan. Dilihat pada tabel 1 untuk organoleptis yang diperoleh sediaan lotion formula I, II dan III sesuai dengan bentuk, warna dan bau ekstrak kental yang digunakan. Adanya perbedaan aroma dan warna pada sediaan lotion formula I, formula II dan formula III karena sediaan memiliki konsentrasi ekstrak yang berbeda-beda yaitu 0,25%, 0,5% dan 1% sehingga untuk hal ini memberikan perbedaan pada organoleptis sediaan, dikarenakan semakin besar konsentrasi ekstrak yang digunakan warna coklat pada sediaan menjadi lebih mencolok serta aroma sediaan menjadi lebih aromatik.
4.1.2. Uji Homogenitas
Uji homogenitas bertujuan untuk melihat dan mengetahui tercampurnya bahan-bahan sediaan lotion5. Pada evaluasi ini,
homogenitas sediaan diukur menggunakan plat kaca dengan cara sediaan lotion diambil pada masing - masing formula secukupnya dan dioleskan pada plat kaca, diraba dan digosokkan. Dilihat dari tabel 1 diperoleh sediaan lotion formula I, II dan III, memenuhi syarat homogenitas yaitu olesan terlihat rata dan tidak ada partikel kasar yang terasa. Syarat sediaan
lotion yaitu jika dioleskan pada sekeping kaca
tidak menunjukkan adanya pemisahan antara komponen penyusun emulsi tersebut6.
4.1.3. Uji pH
Pada evaluasi ini pH sediaan diukur menggunakan pH meter. Uji ini dilakukan untuk menentukan pH sediaan lotion yang sesuai dengan pH kulit agar tidak mengiritasi kulit pada saat pemakaian, pH yang rendah atau asam dapat mengiritasi kulit, dan sebaliknya jika pH sediaan terlalu tinggi akan mengakibatkan kulit menjadi kering saat penggunaan7. Syarat mutu pH standar
pelembab kulit menurut SNI 16-4399-1996 yaitu berkisar antara 4,0-8,0 dan nilai pH yang dihasilkan pada sediaan lotion formula I, formula II dan formula III dilihat pada tabel 2 berada dalam kisaran nilai tersebut. Uji statistik menunjukkan p> 0.05 sehingga dapat dikatakan perbedaan konsentrasi ekstrak tidak mempengaruhi pH sediaan lotion.
4.1.4. Uji Daya Sebar
Evaluasi daya sebar dilakukan untuk mengetahui luasnya penyebaran lotion pada saat dioleskan di kulit. Permukaan penyebaran yang
55 dihasilkan dengan menaiknya beban ditujukan
untuk menggambarkan suatu karakterisitik daya sebar8. Dimana luas permukaan yang dihasilkan
berbanding lurus dengan kenaikan beban yang ditambahkan9. Hasil penelitian menunjukkan
semakin besar beban yang ditambahkan semakin meningkat daya sebar lotion.
4.1.5. Uji Viskositas
Nilai viskositas yang diperoleh pada
lotion formula I, formula II dan formula III
masuk dalam nilai kisaran viskositas yang
disyaratkan oleh SNI 16-4399-1996 yaitu berada dalam kisaran nilai viskositas 2000-50000 Cp (centipoise). Berdasarkan hasil uji ini semakin tinggi konsentrasi ekstrak kunyit putih viskositasnya semakin tinggi, hal tersebut dimungkinkan karena konsistensi ekstrak kunyit putih yang lebih kental sehingga saat ditambahkan pada sediaan, kekentalannya menjadi bertambah.
4.2. Karakteristik sensori
Gambar 4. Histogram kesukaan panelis Uji sensori terhadap lotion dilakukan
dengan melihat penerimaan konsumen terhadap produk. Panelis diminta mengungkapkan tanggapan pribadinya tentang kesukaan atau sebaliknya terhadap sediaan lotion. Penilaian kesukaan panelis terhadap penampakan dilakukan dengan cara meminta panelis untuk menilai penampilan lotion secara keseluruhan yang dapat terlihat dari luar. Nilai kesukaan panelis terhadap penampakan berkisar antara 3,83 sampai 5,27 yang berarti bahwa panelis memberikan penilaian agak tidak suka sampai agak suka. Penampakan tertinggi terdapat pada lotion dengan konsentrasi ekstrak 0.25% dan terendah konsentrasi 1%, hal ini karena konsentrasi 1% memiliki penampilan yang sangat pekat sehingga diduga penampakannya kurang disukai panelis. Hasil analisis data mengenai penampakan memiliki nilai 0,000 <0,05. Uji Kruskal-Wallis pada taraf α=0,05 menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak memberikan pengaruh terhadap kesukaan panelis pada penampakan lotion.
Warna suatu produk akan
mempengaruhi kesukaan panelis, penilaian
kesukaan panelis terhadap warna dilakukan secara visual dengan melihat warna dari lotion yang dihasilkan. Nilai kesukaan panelis berkisar antara 3,97-5,23 yang berarti bahwa panelis memberikan penilaian agak tidak suka sampai agak suka terhadap warna. Hasil analisis data mengenai warna memiliki nilai 0,006 <0,05. Uji
Kruskal-Wallis pada taraf α=0,05 menunjukkan
bahwa konsentrasi ekstrak memberikan pengaruh terhadap kesukaan panelis pada warna lotion.
Pengujian kesan lembab dilakukan untuk mengetahui kesukaan panelis terhadap kesan lembab yang dirasakan setelah memakai
lotion. Penilaian dilakukan dengan cara mengoleskan lotion ke tangan kemudian panelis diminta tanggapannya tentang kesan lembab yang dirasakan. Nilai kesukaan panelis terhadap kesan lembab berkisar antara 4,50- 4,93 yang berarti bahwa panelis memberikan penilaian normal. Nilai kesukaan panelis menunjukkan bahwa kesan lembab yang diperoleh berasal dari basis lotion yang digunakan. Formula lotion yang divariasikan adalah konsentrasi ekstraknya dengan basis lotion yang sama. Hasil analisis data mengenai penampakan memiliki nilai 0,402
56 > 0,05. Uji Kruskal-Wallis pada taraf α=0,05
menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak tidak memberikan pengaruh terhadap kesukaan panelis pada kesan lembab lotion.
5. KESIMPULAN
Lotion esktrak kunyit putih memenuhi
uji kualitas lotion yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, dan uji daya sebar. Konsentrasi ekstrak berpengaruh terhadap kesukaan panelis dalam hal penampakan dan warna tetapi tidak pada kesan lembab.
UCAPAN TERIMA KASIH
Kami mengucapkan terimakasih kepada pimpinan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin yang telah memfasilitasi penelitian ini dan mahasiswa yang telah membantu jalannya penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
1. Fauziah M. Temu-temuan dan
Empon-emponan. Budidaya dan Manfaatnya.
Yogyakarta: Penerbit Kanisius; 1999
2. Barokah R. Variasi Harga HLB Emulgator
Berdasarkan Perbandingan Tween 80 dan Span 80 terhadap Sifat Fisik dan Kimia Krim Ekstrak Etanol Curcuma mangga Val sebagai Sunscreen. Surakarta: Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret; 2014
3. Nussinovitch A. Hydrocolloid Aplications. London: Blackie Academic and Professional; 1997 in Erungan AC, Purwaningsih S, Anita BS. Aplikasi Karaginan dalam Pembuatan Skin Lotion.
Bogor : Departemen Teknologi dan Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor; 2009.
4. Carpenter RP, Lyon DH, Hasdell TA.
Gridelines for Sensory Analysis in Food Product Development and Quality Control.
Ed ke-2. Maryland: Maryland Aspen Publisher, Inc; 2000 in Anita, SB. Aplikasi Karaginan Dalam Pembuatan Skin Lotion. Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (skripsi); 2008 5. Juwita AP, Paulina VY, Hosea JE.
Formulasi Krim Ekstrak Etanol Daun
Lamun (Syringodium isoetifolium).
Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi- UNSRAT; 2013(2). ISSN 2302 – 2493 6. Erungan AC, Purwaningsih S, Anita BS.
Aplikasi Karaginan dalam Pembuatan Skin Lotion. Bogor : Departemen Teknologi dan
Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor; 2009. 7. Ainaro EP, Amila G, Sani EP. Formulasi
Sediaan Masker Gel Pell-off mengandung Lendir Bekicot (Achatina Fulica Bowdich) sebagai Pelembab Kulit. Fakultas MIPA
Unisba; 2015, ISSN 2460-6472.
8. Voight. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Edisi 5. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 1994.
9. Purwitasari C. Perbandingan Konsentrasi
Lemak Kakao dan Minyak Kelapa Murni sebagai Basis Sediaan Hand and Body Lotion Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa (Scheff.) Boerl).
Surakarta: Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Unversitas Sebelas Maret; 2013.