1
LAPORAN
KUNJUNGAN KERJA SPESIFIK KOMISI VIII DPR RI DALAM RANGKA
PENGAWASAN PELAYANA PUBLIK KANTOR URUSAN AGAMA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA BOGOR JAWA BARAT
TANGGAL 03 – 05 FEBRUARI 2021
MASA PERSIDANGAN III TAHUN SIDANG 2020 - 2021
SEKRETARIAT KOMISI VIII DPR RI 2021
2
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN 3
BAB II PELAKSANAAN PENGAWASAN 9
BAB III TEMUAN DAN REKOMENDASI 14
3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Umum
Kantor urusan agama (KUA) sebagai tempat pembinaan penghulu, pelayanan pernikahan, bimbingan perkawinan dan keluarga sakinah, kemasjidan dan musholla, zakat serta wakaf yang berada digarda terdepan dalam pelayanan umat memiliki posisi strategis, wajah pelayanan bidang keagamaan di masyarakat tercermin dari kualitas dari pelayanann KUA, karena itu sarana dan prasarana yang berkualitas kantor KUA juga bagian dari cerminan yang tidak terpisahkan dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Berdasarkan survey Keluarga Sakinah Indonesia, bahwa 90% pernikahan dilakukan di hari libur, hal ini tentunya berpotensi terjadinya gratifikasi, untuk mewujudkan tertib administrasi dan menutup pintu munculnya gratifikasi, perlu adanya pengawasan internal dan juga eksternal.
Pada masa pandemi covid-19, KUA di tuntut untuk menyesuaikan pelayanan kepada masyarakat dengan memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan dalam memberikan izin pernikahan, hal ini penting menjadi perhatian, mengingat dampak dari pelayanan pencatatan pernikahan tidak jarang dilakukan dalam suasana rangkaian acara pesta pernikahan, karena itu, inovasi pelayanan online dan ofline
4
pencatatan pernikahan perlu dikembangkan dengan kemudahan masyarakar mengakses prosedur pelayanan dan bimbingan keluarga sakinah.
Keadaan sarana dan prasarana KUA yang masih terbatas dan ada sebagian kantor KUA yang masih numpang di lahan bukan milik kementerian agama, merupakan persoalan serius yang harus menjadi agenda nasional, sehingga harapan adanya pelayanan yang maksimal dan disesuaikan dengan kondiis saat pandmei covid-19 ini, bisa maksimal dilaksanakan denagn baik.
Langkah mendorong pemerintah daerah intuk mengalokasikan dalam bentuk hibah lahan merupakan bagian dari solusi agar KUA memiliki kantor yang layak dan dapat di usulkan dibangun dengan SBSN.
Posisi KUA yang berada pada setiap kecamatan memiliki tanggungjawab besar dan bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam pelayanan keagamaan, mengacu pada PMA 34 tahun 2016 bahwa ada 8 tugas dan fungsi yang melekat pada setiap KUA.
Dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi DPR RI, sesuai ketentuan peraturan Tata Tertib DPR RI, maka Komisi VIII DPR RI pada Masa Persidangan III Tahun Sidang 2021-2022 melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kota Bogor Provinsi Jawa Barat
5
B. Dasar Kunjungan Kerja
1. Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 20, 20A, Pasal 21, dan Pasal 23 tentang Tugas DPR RI bidang Legislasi, Budget, dan Pengawasan.
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2014, yang telah diubah beberapa kali dan terakhir diubah dengan UU No. 13 Tahun 2019 dan Tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah:
3. Keputusan DPR RI Nomor 01/DPR-RI/I/2014 tentang Peraturan Tata Tertib DPR RI:
4. Keputusan rapat Internal Komisi VIII DPR RI
C. Tujuan
1. Menghimpun data dan aspirasi mengenai efektifitas pengelolaan program pembangunan dan pelayanan di bidang keagamaan, kesejahteraan sosial, penanggulangan bencana, dan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak agar efektif dan efisien 2. Merekomendasikan kebijakan kepada Pemerintah mengenai pengelolaan program pembangunan dan pelayanan di bidang keagamaan, kesejahteraan sosial, penanggulangan bencana, dan pemberdayaan
6
perempuan dan perlindungan anak agar efektif dan efisien.
D. Waktu Pelaksanaan
Kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI ke Kota Bogor Provinsi Jawa Barat pada Masa Persidangan III Tahun Sidang 2020 - 2021 dilaksanakan pada tanggal 03 - 05 Februari 2021.
E. Daftar Nama Tim Kunjungan Kerja Spesifik
NOMOR N A M A JABAT AN FRAKSI DAPIL URU T ANG G 1. A-166
DIAH PITALOKA, S.Sos., M.Si. Ketua Tim PDIP JABAR III 2. A-154
I KOMANG KOHERI, S.E.
Anggota PDIP LAMPU NG II 3.
A-218
INA AMMANIA
Anggota PDIP JATIM VII 4.
A-260
H. ARWAN M. ARAS T.,
S.Kom. Anggota PDIP
SULBA R 5.
A-280
MOHAMMAD SALEH, S.E. Anggota
GOLKAR BENGK ULU 6.
A-298
Hj. ITJE SITI DEWI
KURAESIN, S.Sos., MM. Anggota GOLKAR JABAR IX 7. A-323
MUHAMMAD ALI RIDHA Anggota
GOLKAR JATIM XI
7 8.
A-062
M. HUSNI, SE. Anggota GERIND RA
SUMUT I 9. A-92 Dr. H. JEFRY ROMDONNY, SE., S.Sos, M.Si., MM. Anggota GERIND
RA
JABAR IX 10.
A-098
ABDUL WACHID Anggota GERIND RA
JATENG II 11.
A-559
H. HASANI BIN ZUBER, S.IP
Anggota
NASDEM JATIM XI 12. A-14 H. MAMAN IMANUL HAQ Anggota PKB JABARI
X 13.
A-473
H. IIP MIFTAHUL CHOIRY, S.Pd. I Anggota PPP BANTE N I 14. A-434
Hj. NUR AZIZAH TAMHID,
B.A., M.A. Anggota PKS
JABAR VI 15. - BAMBANG KRISWANTO,
SH. SEKRETARIAT KOMISI VIII
16. - YUSUP KAMALUDIN SEKRETARIAT KOMISI VIII 17. - AHMAD ARI MASYHURI,
M.Ag. TENAGA AHLI
8
BAB II
PELAKSANAAN PENGAWASAN PENYELENGGARAAN PELAYANAN KEAGAMAAN PADA MASA PANDEMI COVID-19
DI KOTA BOGOR
A. Pelayanan Kantor Urusan Agama
Keberadaan Kantor urusan agama (KUA) sebagai tempat publik yang melayani masyarakat umum dalam rangka pernikahan dan pembinaan penghulu, pelayanan pernikahan, bimbingan perkawinan dan keluarga sakinah, kemasjidan dan musholla, zakat serta wakaf yang berada digarda terdepan dalam pelayanan umat memiliki posisi strategis.
Situasi saat ini pandemi covid-19 membuat suasana berbeda, karenanya wajah pelayanan bidang keagamaan di masyarakat tercermin dari kualitas dari pelayanann KUA, faktor sarana dan prasarana yang berkualitas kantor KUA juga bagian
9
dari cerminan yang tidak terpisahkan dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Pelayanan publik di KUA tidka mengenal kata leha, pada situasi pandemi covid-19, tidak menyututkan niat orang untuk melaksanakan pencatatan pernikahan, berdasarkan survey Keluarga Sakinah Indonesia, bahwa 90% pernikahan dilakukan di hari libur, hal ini tentunya berpotensi terjadinya gratifikasi, untuk mewujudkan tertib administrasi dan menutup pintu munculnya gratifikasi, perlu adanya pengawasan internal dan juga eksternal.
Tuntuta untuk menyesuaikan pelayanan kepada masyarakat dengan memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan dalam memberikan izin pernikahan, hal ini penting menjadi perhatian, mengingat dampak dari pelayanan pencatatan pernikahan tidak jarang dilakukan dalam suasana rangkaian acara pesta pernikahan, karena itu, inovasi pelayanan online dan ofline pencatatan pernikahan perlu dikembangkan dengan kemudahan masyarakar mengakses prosedur pelayanan dan bimbingan keluarga sakinah tetap terlaksana secara baik.
Status Kantor KUA yang masih menenmpati lahan pinjam pakai dari pemerintah kota bogor, menyebabkan keterbatasan dan ada sebagian kantor KUA yang masih numpang di lahan bukan milik kementerian agama, merupakan persoalan serius yang harus menjadi agenda nasional, sehingga harapan
10
adanya pelayanan yang maksimal dan disesuaikan dengan kondiis saat pandmei covid-19.
Untuk itu Komisi VIII DPR RI mendorong agar pemerintah daerah intuk mengalokasikan dalam bentuk hibah lahan merupakan bagian dari solusi agar KUA memiliki kantor yang layak dan dapat di usulkan dibangun dengan SBSN atau sumber APBN dan APBD yang bertujuan untuk perbaikan pelayanan keagamaan di Kota Bogor.
Mengingat keberadaan KUA yang berada pada setiap kecamatan memiliki tanggungjawab besar dan bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam pelayanan keagamaan, mengacu pada PMA 34 tahun 2016 bahwa ada 8 tugas dan fungsi yang melekat pada setiap KUA, yakni:
1. Pelaksanaan pelayanan, pengawasan, pencatatan dan pelaporan nikah dan rujuk
2. Pengelolaan statistik layanan dan bimbingan masyarakat Islam
3. Pengelolaan dokumentasi dan sistem informasi manajemen KUA Kecamatan
4. Pelayanan bimbingan kemasjidan
5. Pelayanan bimbingan hisab rukyat dan pembinaan syariah 6. Pelayanan bimbingan dan penerangan Agama Islam
7. Pelayanan Bimbingan Zakat dan Wakaf
8. Pelaksanaan ketatausahaan dan kerumahtanggaan KUA Kecamatan
11
9. Layanan Bimbingan Manasik Haji bagi Jemaah Haji reguler.
B. Revitalisasi Kantor KUA Pada Masa Pandemi Covid-19
Ujung tombak unit pelayanan keagamaan berada di KUA, karena itu langkah revitalisasi sarana dan prasarana kantor KUA merupakan kebutuhan dalam mewujudkan inovasi pelayanan prima.
Saat ini, masih banyaknya kantor KUA yang numpang di lahan pemerintah daerah dan ada sebagian yang sewa di lahan umum, tentunya ini membutuhkan anggaran dan dukungan dari pemerintah daerah, sehingga tepat jika menjadi agenda nasional bidang keagamaan.
Banyaknya permasalahan yang menyangkut Kantor Urusan Agama (KUA) penting mendapat perhatian serius dari Kementerian Agama RI dan dukungan Pemerintah Daerah,
12
agar program targetkan revitalisasi KUA seluruh Indonesia tuntas. Program revitalisasi ini mencakup perbaikan sarana, alokasi operasional KUA dan tunjangan bagi para penghulu.
Revitalisasi KUA tidak hanya menyangkut dengan rehab bangunan KUA, namun KUA diharapkan menjadi bagian penting dalam masyarakat, sehingga pelayanan keagamaan memberikan kenyaman dan pelaksanaan protokol kesehatan terlaksana secara baik.
13
BAB III
TEMUAN DAN REKOMENDASI
No Temuan Rekomendasi Penanggungjawab
1 Pelayanan pencatatan
Nikah di KUA
kecamatan dilakukan normal pada setiap hari kerja pada masa pandemi covid-19
Kantor Kemenag Kota
Bogor harus aktif
mensosialisasikan pentingna pelaksanan
protokol kesehatan
selama masa pandmei
covid-19 dalam
mencegah penularan
virus corona
Kantor Kementerian
Agama Bogor dan
Kanwil Kemenag Propinsi Jabar 2 Pendaftaran pernikahan dapat dilakukan online melalui webisite simkab.kemenag.go.id dan setelah itu masih harus juga datang ke KUA Kecamatan
Kantor Kemenag Kota
Bogor harus meningkatkan pelayanan online pendafataran pernikahan dengan memperbaiki sistem
pelayanan online, dan
pelaksanaan protokol
kesehatan.
Kantor Kementerian
Agama Bogor dan
Kanwil Kemenag
Propinsi Jabar serta
Direktorat Bimas
Islam Kemenag RI
3 Pelaksanaan akad
nikah oleh KUA masih melayani diluar kantor
KUA, ini rentan
berkumpulnya
masyarakat yang
melaksakan akad
nikah,
Kantor Kementerian
Agama Bogor dan
Kanwil Kemenag
Propinsi Jabar, harus membatasi pelayanan
pelaksanaan akad
nikah di luar kantor selama masa pamdemi covid-19
Kantor Kementerian
Agama Bogor dan
Kanwil Kemenag
Propinsi Jabar
4 Pegawai KUA belum
terbiasa dengan
sistem pendaftaran
online pencatatan
pernikahan
Kantor Kementerian
Agama Bogor perlu
meningkatkan pelatihan
pendaftaran online
pencatatan pernikah
Kantor Kementerian
Agama Bogor dan
Kanwil Kemenag Propinsi Jabar 5 KUA kesulitan menerapkan protokol kesehatan ketika kedua mempelai Kantor Kementerian
Agama Bogor dan
Kanwil Kemenag
Propinsi Jabar harus
Kantor Kementerian
Agama Bogor dan
Kanwil Kemenag
14
berbeda zona wilayah
sehingga rawan terjadinya penularan virus corona menegakkan aturan pelaksanaan protokol kesehatan yang mengakibatkan rentan berkumpulnya warga
yang berbeda zona
wilayah
Bimas Islam
Kemenag RI.
6 Seluruh bagunan
kantor KUA masih
pinjam pakai dari
pemerintah kota bogor
Kantor Kementerian
Agama Bogor dan
Kanwil Kemenag
Propinsi Jabar agar
berkoordinasi dengan
Pemerintah kota dan
provinsi untuk
mendapatkan hibah
lahan kantir KUA yang representatif
Kantor Kementerian
Agama Bogor dan
Kanwil Kemenag
Propinsi Jabar dan
Kemenag RI bersinergi bersama Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Propinsi Jawa Barat 7 Angka pencatatan nikah menurun selama masa
pandemi covid-19 dari
biasanya 120
pasanaan setiap
bulan
Peningkatan sosialisasi pedaftaran online, oleh KUA dan kemenag kota bogor, agar masyarakt mudah megakses dan
aman dari resiko
penularan virus corona
Kantor Kementerian
Agama Bogor dan
Kanwil Kemenag
Propinsi Jabar
8 Adanya keluhan
jumlah SDM penghulu
KUA yang belum
memadai Perlu dilakukan evaluasi dan pemenuhan kebutuhan SDM penghulu Kantor Kementerian
Agama Bogor dan
Kanwil Kemenag
15
BAB IV
PENUTUP DAN KLIPING MEDIA
Demikian laporan ini dibuat untuk memberikan gambaran mengenai pelaksanakan kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI ke Kota Bogor Propinsi Jawa barat. Temuan dan rekomendasi yang dirumuskan oleh Komisi VIII DPR RI harus ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait di lingkungan Kementerian Agama RI agar bersinergi dengan Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Propinsi Jawa Barat dalam meningkatan pelayanan keagamaan pada masa pandemi covid-19 terpenuhi secara efektif dan menyeluruh dengan menerapkan protokol kesehatan.