KAMIS, 19 NOVEMBER 2020
www.sumeks.co Alamat Redaksi/Iklan:
Gedung Graha Pena Palembang, Jalan Kol H Barlian No 773 Palembang
MUARA ENIM - Mantan Bupati Muara
Enim periode 2009-2018 Ir H Muzakir Sai Sohar ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi alih fungsi lahan produksi menjadi hutan tetap tahun 2014 dengan kerugian negara Rp5,8 miliar dan berstatus tahanan kota.
Selain Muzakir, tiga orang swasta juga ditetapkan tersangka, yakni mantan Direktur Utama PT Perkebunan Mitra Ogan, Anjapri, mantan Kabag Akuntansi PT Perkebunan Mitra Ogan, Yan Satyananda dan seorang konsultan Abunawar Basyeban. Mereka kini dilakukan penahanan oleh Kejaksaan Tinggi Sumsel.
Kuasa Hukum Ir H Muzakir Sai Sohar, Firmansyah SH MH menjelaskan, sebenarnya alih fungsi ini tidak fiktif tapi yang bisa direkom klien kami waktu menjabat Bupati Muara Enim cuma 4.332 ha dari 8000 ha yang dimohonkan oleh PT Perkebunan Mitra Ogan.
Untuk itu, kata dia, secara administrasi, prosedur rekomendasi memenuhi syarat dan telah dikeluarkan sebagai persyaratan PT Perkebunan Mitra Ogan mengajukan permo-honan ke Kemenhut. “Tapi apakah peneta-pan hutan pengganti tadi disetujui atau tidak oleh Kemenhut, itu yang kita belum tau, be-sar kemungkinan belum disetujui Kemenhut,” jelas Firmansyah didampingi Kuasa Hukum Kris Handoyo SH MH dan beberapa Advokat PKPPI Palembang, Rabu (18/11).
Firmansyah menerangkan, PT Perkebu-nan Mitra Ogan mengajukan permohoPerkebu-nan
kawasan hutan terhadap areal yang dimohon PT Perkebunan Mitra Ogan seluas 4.332 ha diwilayah Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan apabila telah sesuai dengan peraturan dan ketentuan
perundang-undangan yang berlaku.
“Jadi rekomendasi tersebut disetujui atau tidak ada di
Kemenhut dan ini tidak fiktif. Ssebab secara
adminis-trasi, prosedur rekomen-dasi memenuhi syarat,” terangnya.
Keterkaitan Ir H Mu-zakir Sai Sohar, kata dia, dianggap diduga men-erima suap untuk kelan-caran administrasi. Status beliau sampai hari ini tahanan
kota karenan dari hasil rapid test beliau reaktif. Dan menurut keterangan klien kami beliau tidak pernah menerima uang sepeser pun dari PT Perkebunan Mitra Ogan terkait rekomendasi tersebut. “Kita berharap secepatnya kasus tersebut dilimpahkan di pengadilan sehingga kita dapat membuktikannya dalam persidan-gan,” jelasnya.
Tepisah, Plt Bupati Muara Enim H Juarsah SH ketika diminta tanggapannya terkait mantan Bupati Muara Enim ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan enggan berkomentar. “No comment,” tegasnya. (ozi) rekemondasi pelepasan areal pengganti
kepada Bupati Muara Enim terhadap areal hutan produksi konservasi seluas 8000 ha.
Menindak lanjuti permohonan PT Perkebunan Mitra Ogan tersebut, lanjutnya, dikeluarkan surat ditujukan Kemen-terian Kehutanan RI, bahwa berdasarkan indentifikasi dan peninjauan lapangan areal yang dimohon sebagai areal pengganti PT Perkebunan Mitra Ogan di Kabupaten Muara Enim seluas 8000 ha dapat direkomendasikan seluas 4.332 ha berada di hutan produksi yang dapat di konversi (HPK) Gelumbang seluas 2.905 ha berada diareal penundaan pemberiaan izin baru.
Kondisi eksisting penutupan vegestasi
dan penggunaan lahan areal yang direko-mendasikan senagai areal pengganti PT Perkebunan Mitra Ogan berupa rawa, semak belukar dan sebagian kebun masyarakat dengan topografi datar.
Lanjutnya, mengingat areal pengganti PT Perkebunan Mitra Ogan diharapkan mempunyai fungsi sebagai hutan produksi tetap (HP). Menurut pendapat kami (Pem-kab) dapat dipertimbangkan diberikannya rekomendasi bupati untuk perubahan fungsi
SECARA ADMINISTRASI, PROSEDUR
REKOMENDASI MEMENUHI SYARAT
Firmansyah SH MH, Kuasa
KAMIS, 19 NOVEMBER 2020
2
PALEMBANG UPDATE
Email : official@ sumeks.co Email Redaksi : redaksi@ sumeks.co Email Iklan : iklan@ sumeks.co
Susunan Redaksional SUMEKS.CO
Direktur : H. Mahmud
General Manager : H. Iwan Irawan
Penangung Jawab Pemberitaan : Dwitri Kartini
Manager Iklan : Dwitri Kartini (Wiwik) Redaktur : Dendi Romi, Edward Desmamora,
Julheri, Zulhanan, Evrin
Redaktur Foto : M. Hatta Administrasi & Keuangan : Windy Manager IT : Rachmat Aprianto
Wartawan : Wiko, Hetty, Bima, Bun-bun, Deni, Fadly Sekretaris Redaksi : Hilda
REDAKSI PT. RADAR CITRA MEDIA
Alamat Redaksi/Iklan:
Gedung Graha Pena Palembang, Jalan Kol H Barlian No 773 Palembang
Telepon (0711) 420078, 411768, 415263,
415264, 419503. Fax (0711) 420066.
Perwakilan Jakarta:
Komplek Widuri Indah Blok A 1-2, Kl. Palmerah Barat No. 353 Jakarta 12210
Telp. 021-533 3321, 532 7294, 533 0976,
Fax : 021- 532 2629
BERI BANTUAN UNTUK WARGA KORBAN KEBAKARAN
SUMEKS.CO – Wakil Wali Kota
Palembang Fitrianti Agustinda men-gunjungi korban kebakaran di Jalan Faqih Usman, Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu Satu, Rabu (18/11).
Dalam kunjungan itu, Wawako Fitrianti memberikan bantuan seperti sembako, dan lain-lain-nya untuk warga. Musibah keba-karan di Jalan Faqih Usman, RT 20 dan RT 32, RW 003 Kelura-han 1 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, ini menghangus-kan 8 rumah.
“Kunjungan ini dengan harapan mungkin ada hal-hal yang ingin mereka sampaikan. Yang mungkin kemarin ada yang tidak tersampai-kan dengan baik,” ujar Fitrianti.
Ia meminta warga korban keba-karan untuk dapat bersabar atas musibah ini. Selain itu, Pemkot Palembang juga akan mempermu-dah pengurusan dokumen admin-istrasi kependudukan dan
doku-gkatkan kewaspadaan. Apalagi, mayoritas bangunan di Palembang, terutama di kawasan pinggiran, terbuat dari kayu dan seng. (dey) men lainnya bagi warga korban
kebakaran.
Fitrianti juga mengimbau warga Palembang untuk tetap
menin-KAMIS, 19 NOVEMBER 2020
3
SPORTAINMENT
GAJI PEMAIN OKTOBER-DESEMBER
MAKSIMAL SEBESAR 25 PERSEN
SUMEKS.CO - Klub-klub peserta
Liga 1 dan 2 akhirnya punya pijakan terkait dengan masalah kontrak dan gaji skuadnya selama penundaan kompetisi. Sebab, PSSI merilis surat keputusan tentang penundaan kompetisi serta pen-gaturan gaji pemain, pelatih, dan ofisial kemarin (17/11).
Dalam SK tersebut, klub-klub diberi keleluasaan membayar gaji Oktober– Desember maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera dalam perjanjian kerja sampai dimulainya kompetisi.
Jika kompetisi telah efektif untuk bisa dimulai, klub Liga 1 dan 2 bisa membuat kesepakatan ulang bersama pemain dan pelatih atas penyesuaian nilai kon-trak pada perjanjian sebelumnya.
Yaitu, perubahan nilai kontrak untuk Liga 1 dengan kisaran 50 persen dan Liga 2 kisaran 60 persen dari total nilai kontrak. Kesepakatan itu berlaku sebu-lan sebelum kompetisi dimulai.
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menuturkan, SK tersebut bukan-lah hasil pemikiran PSSI saja. Sebelum-nya, ada pembicaraan intensif dengan klub, Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), dan Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI).
’’Karena itu, ada jeda waktu yang panjang. SK ini bukan bahasa federasi ya. Kami mengeluarkan ini dari hasil kesepakatan bersama,’’ katanya.
Masalahnya, SK yang diterbitkan PSSI itu berisiko besar ke depannya. Salah satunya, klub akan teran-cam kehilangan pemain. Terutama pemain asing yang ogah gajinya dipangkas.
’’Masalah itu tanyakan ke klub. Kami secara global mengeluarkan
keputu-keadaan tidak ada kompetisi, klub bisa saja tidak peduli dengan tidak memba-yar gaji pemain. ’’Karena klub juga tidak mendapatkan haknya untuk tampil di kompetisi,’’ ujarnya.
Dia juga mengingatkan pemain dan pelatih agar tidak semena-mena terhadap klub. Sebab, klub, termasuk Madura United, sudah habis-habisan dalam kondisi kompetisi yang tertunda saat ini.
’’Klub sudah bayar sekian persen ke-pada pelatih, pemain, dan ofisial. Lalu, berapa persen yang sudah mereka berikan ke klub?’’ tanyanya.
Dia menegaskan, dalam keadaan yang sama-sama sulit seperti sekarang, semua harus berlaku fair. Baik itu PSSI, PT LIB, klub, pemain, pelatih, maupun ofisial. Istilah yang dipakainya adalah no work, no pay.
’’Jangan hanya melihat isi kontrak tentang hak. Tapi, kewajiban apa yang sudah dijalankan berdasar kontrak? Memangnya mereka dikontrak hanya untuk latihan?’’ ucapnya.
Sayangnya, APPI dan APSSI memilih bungkam setelah SK dari PSSI menge-nai pemotongan gaji dan pembatasan renegosiasi kontrak keluar. General Manager APPI Ponaryo Astaman belum mau berkomentar apa pun. ’’Masih agak
padat ini,’’ ucapnya.
(rid/cj14/ali/jawa-pos.com)
san dari hasil negosiasi dengan klub, pemain, dan pelatih,’’ ujarnya.
Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi men-jelaskan, SK memang dibuat untuk me-lindungi klub selama masa penundaan kompetisi. Selain itu, ada rekomendasi dari FIFA dan AFC agar PSSI bisa membuat batasan hak dan kewajiban klub terhadap pemainnya.
’’Agar klub tidak terlalu tergerogoti oleh keinginan-keinginan ambisius para pemain, terutama pemain asing, kami ingin lindungi klub lewat SK ini,’’ tuturnya.
Selain itu, pemain dan pelatih jangan beranggapan PSSI hanya memikirkan klub. SK yang beberapa kali dikeluarkan mengenai pemotongan gaji juga bertu-juan melindungi pemain dan pelatih.
’’Kami juga ingatkan klub, jangan mentang-mentang tidak ada kompetisi, lantas tidak ada gaji. Ini jalan tengah. Memang tidak semua bisa terpuaskan,’’ tegasnya.
Sementara itu, CEO PSIS Sema-rang Yoyok Sukawi bingung dengan SK yang dikeluarkan PSSI. Terutama soal pemotongan gaji pada renegosiasi kontrak. ’’Tapi, biarlah. Jangan kami yang berkomentar. Kami memilih diam diri dulu saja,’’ katanya.
Hal berbeda disampaikan Direktur Tim Madura United
Haruna Soemitro. Dia mengungkapkan
bahwa SK itu sebe-narnya bisa saja
diprotes klub. Sebab, dalam
Striker Arema FC Dedik Setiawan saat beraksi da-lam laga uji coba melawan Madura United (21/10).
KAMIS, 19 NOVEMBER 2020
4
SUMSEL
748 KG GANJA KERING DIMUSNAHKAN
“Dukungan penuh dan apresiasi kita sampaikan ke Polres Empat Lawang, dalam memberantas pe-nyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba,” katanya.Untuk diketahui, barang bukti 748 kg ganja kering yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap merupakan hasil ungkap kasus tanggal 28 September lalu oleh Polres Empat Lawang.
Barang bukti ditemukan saat penangkapan mobil box yang dike-mudikan tersangka Deni Febrianto, warga Semarang. Kurir ini memba-wa ganja dari Aceh dengan tujuan Lampung. Karena perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 114 dan 111 ayat 2 Undang Narkoita nomor 35 Tahun 2009 dengan hukuman penjara seumur hidup. (kan)
SUMEKS.CO - Polres Empat
Lawang kembali melaksanakan pemusnahan tahap kedua barang bukti ganja 748 kilogram (kg) di halaman Mapolres Empat Lawang, Rabu (18/11/2020).
Sebelumnya, pemusnahan tahap pertama barang bukti ganja tersebut dilakukan pada Rabu (11/11/2020) lalu, dipimpin lang-sung Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri, di lokasi yang sama.
Kapolres Empat Lawang, AKBP Wahyu mengatakan, pada tahap pertama pemusnahan barang bukti ganja, ada sebanyak 200 kg. Saat itu pemusnahan langsung dipimpin Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri.
“Untuk tahap kedua ini, kita musnahkan sisinya dikurangi 10 kg untuk dijadikan barang bukti di
pengadilan,” ungkap AKBP Wahyu didampingi Wakil Bupati Empat La-wang, Yulius Maulana di sela-sela pelaksanaan pemusnahan barang bukti tersebut.
Diapun merincikan, jika tahap pertama ada 200 kg ganja di-musnahkan, ini artinya ada 538 kg ganja yang dimusnakan pada tahap kedua ini. Total 738 kg ganja yang sudah dimusnahkan, sementara 10 kg sisanya akan dibawa ke penga-dilan sebagai barang bukti.
Sementara itu, Wakil Bupati Empat Lawang, Yulius Maulana mengatakan, Pemerintah Kabu-paten (Pemkab) Empat Lawang, mendukung penuh langkah tegas pihak kepolisian dalam melakukan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba, di Empat Lawang.
KAMIS, 19 NOVEMBER 2020
5
KRIMINAL
SADIS, KORBAN DEDEK DITUSUK
DARI BELAKANG KEMUDIAN DIGOROK
LUBUKLINGGAU – Polres
Lubukling-gau Selasa (17/11/2020) merilis kasus perampokan dan pembunuhan beren-cana terhadap Abdie Haqim Perdana alias Dedek (15) warga Jalan Kartini Rt.10 Kelurahan B Srikaton Kecamatan Tugumulyo. Siswa SMAN Tugumulyo ini dibunuh oleh para terlaku dengan cara sadis.
Seperti diketahui ada empat orang tersangka dalam pembunu-han yang diduga secara berencana itu, yakni Ari Munandar alias AR (25) warga Gang Lahat Kelurahan B Srikaton, Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas.
Kemudian RI (17) warga Desa Taba Tinggi Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), Rejang Lebong, Bengkulu dan RA (18) warga Kelura-han Kayu Ara, Kecamatan Lubukling-gau Barat I. Terakhir AL (18) warga Jalan KBS Kelurahan Marga Mulya Kecama-tan Lubuklinggau SelaKecama-tan II.
Wakapolres Lubuklinggau Kompol Raphael BJ Lingga dalam pers rilis men-jelaskan proses eksekusi diduga dilakukan oleh tersangka AL dan WD (buron).
Adapun otak pelaku yakni AL dan WD. Awalnya, Minggu (1/11/2020) siang, WD mengirimkan pesan kepada AL menginformasikan rencana tersebut.
Makanya setelah WD bersama Dedek dan saksi NL tiba kontrakannya, AL
men-ahkan kepada RI untuk dijual. “Sepeda motor dan ponsel milik korban Dedek dijual. Masing-masing mendapatkan pembangian,” tambah Wakapolres.
Sementara itu, tersangka AL men-gakui ia merencanakan pembunuhan bersama WD. Namun ia mengaku sama
sekali tidak kenal dengan Dedek. “WD yang mengajak dia ke kontra-kan saya,” jelasnya, yang mengakui mendapatkan uang Rp1,5 juta dari penjualan sepeda motor dan ponsel.
Sementara tersangka RI, juga mengakui ia menjualkan sepeda mo-tor korban. Sedangkan RA mengakui ikut menguburkan, dan mendapatkan upah Rp150 ribu. RA sendiri diketa-hui resedivis kasus jambret.
Tersangka Ari Munandar, men-gatakan ia sama sekali tidak ikut membunuh dan menguburkan, kendati mengetahui aksi pembunuhan tersebut. “Memang saya yang membawa AL ke Tebo, tapi karena dia hendak ikut,” katanya.
Para tersangka ini, menurut Wakapol-res Lubuklinggau, diancam melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan Undang-undang Perlindungan Anak.
(linggaupos/ckm)
gajak Dedek dan WD pergi. “Saat itu dari kontrakan, korban Dedek diajak pergi dengan alasan hendak mengunjungi bibi AL di dekat bandara,” jelas Wakapolres.
Mereka berboncengan tiga mengen-darai sepeda motor. Sampai di TKP, AL
menusuk punggung Dedek hingga lima kali, kemudian sepeda motor terbalik ke sisi kiri.
AL kemudian menduduki tubuh Dedek, selanjutnya tangan kirinya me-narik rambut Dedek, sementara tangan kanannya menggorok leher korban dua kali. Mereka kemudian meninggalkan kor-ban di jalan, dan pulang ke kontrakan.
Malam harinya, dengan meminta ban-tuan dari RA dan RI, mereka berempat menguburkan jenazah Dedek di kebun karet. Setelah itu sepeda motor
diser-KAMIS, 19 NOVEMBER 2020
6
SELEBRITY
IFAN RESMI MELEPAS NAMA SEVENTEEN
melewati beberapa shalat istikharah dan juga dikarenakan ada pihak yang merasa dirugikan dengan dipakainya nama Sev-enteen, aku dengan ini menyatakan untuk melepas nama Seventeen sebagai sebuah band,” tulisnya lewat unggahan Instagram-nya, Rabu (18/11/2020) siang.
Ifan menyebut pascasendiri setelah bencana tsunami Tanjung Lesung yang menewaskan tiga temannya dirinya akan turut serta mengajak saudara-saudaraku dalam hati maupun dalam semua perhitun-gan (like I always did) @hermanseventeen @baniseventeen @andi_seventeen untuk selalu ikut dalam project apapun selama aku bermusik,” lanjutnya.
Kepada yang merasa dirugikan, Ifan mempersilahkan memakai nama Seventeen. “Tapi tolong jangan pernah lagi mengambil keuntungan dari musibah yang kami alami, aku maupun saudara-saudaraku yang lain telah sepakat untuk tidak pernah menga-tasnamakan drama diatas karya, jadi tolong hargai itu,” tegasnya.
Ifan menjelaskan hampir dua tahun setelah musibah tsunami, tidak ada satupun hal yang dilakukannya untuk mengambil keuntungan atas itu. “Karena itu sama sekali bukan keun-tungan. Bukan kehebohan dan euphoria yang patut digembor-gemporkan,” tukasnya.
Selama ini, Ifan memilih berdiam dan berusaha untuk membentuk proses selanjut-nya, mencoba berdamai dengan kesakitan un-tuk membangun karya lainnya. “Karena kata legend menurutku dinilai dari sebuah karya, bukan dari sebuah kejadian. Dan aku tau be-gitupun menurut saudara-saudaraku. Apapun nama ataupun panggilannya, mereka akan selalu hidup di hati, bukan atas embel-embel atau panggilan apapun. Home is not where you at, but with who you stay,” jelasnya.
“Dan aku secara pribadi tidak akan per-nah membiarkan saudara-saudaraku diingat dengan drama, mas Bani, mas Herman, mas Andi bukan sepantasnya anak band yang diingat karna terkena tsunami. Mereka adalah sosok PAHLAWAN tulang punggung keluarga yang bertanggung jawab sampai saat terakhir nafas mereka, maupun setelah-nya,” tuturnya.
Sebelum postingan ini, baru saja Ifan mengumumkan akan mengubah sejarah yang telah tertulis di Wikipedia, karena Seventeen sama sekali belom berakhir! “Memang hanya ragaku yang masih tersisa di sini, tapi karya kami berempat akan selalu kami inginkan untuk bisa selalu didengar. Besok aku akan suting video klip untuk single baru Seven-teen atas nama kami berempat, bismillah,” ungkapnya. (nin/pojoksatu)
NIAT Riefian Fajarsyah, vokalis
Seven-teen untuk tetap berkarya dengan memakai nama band yang membesarkan namanya, meski tanpa tiga anggota lainnya yang telah meninggal dunia akibat tsunami, tidak berbuah baik.
Riefian Fajarsyah akhirnya memutuskan tak lagi memakai nama band itu setelah mendapati ada yang tidak setuju dan men-gaku dirugikan. Dia sendiri tidak mengung-kapkan siapa yang dimaksudnya tersebut.
Lewat unggahan Instagramnya, Rabu (18/11/2020), Ifan mengatakan mengambil
keputusan melepaskan nama Seven-teen setelah menjalani salat
istikarah.
“Tidak lagi jadi vokalis Seven-teen.
Alham-dulillah setelah
KAMIS, 19 NOVEMBER 2020
7
POLITIK DAN PILKADA
LOGISTIK PILKADA PALI MULAI BERDATANGAN
“Kotak suara dan bilik suara kita masih menggunakan berbahan karton duplex seperti Pemilu 2019 lalu. Namun bahannya khusus anti air,” lanjutnya.
Dikatakanya, untuk kebutuhan logistik, dipastikan sebelum hari H nanti sudah didistribusikan dan sampai ke seluruh TPS yang ada. Namun, dirinya mengatakan bahwa suksesnya Pilkada bukan hanya ketersediaan logistik yang lengkap dan tepat waktu, tapi juga ditentu-kan dengan tingginya partisipasi pemilih.
“Untuk itu, agar jalannya pesta demokrasi di Bumi Serepat berjalan sukses, aman, damai dan sehat kami mengajak masyarakat yang telah masuk syarat jadi pemilih un-tuk datang ke TPS pada tanggal 9 Desember 2020. Gunakan hak pilih anda, karena satu suara menentu-kan masa depan kabupaten PALI,” pungkasnya. (ebi)
PALI - Gelaran Pemilihan Bupati
dan wakil bupati di Bumi Serepat Serasan yang akan digelar ser-entak pada 9 Desember 2020 mendatang tinggal menghitung hari, persia-pan pun telah dilakukan penyelenggara dalam hal ini Komisi Pemili-han Umum (KPU) Ka-bupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang dilakukan sesuai tahapan.
Salah satunya kebu-tuhan logistik Pilkada. Di-mana pada Rabu (18/11), bilik suara dan kotak suara terlihat dibongkar dari sebuah mobil box ekspedisi dan langsung ditempatkan di gudang logistik KPU PALI, jalan Merdeka Kilo-meter 9, Kelurahan Handayani Mulya, dengan pengawalan dari pihak kepolisian juga dipantau Bawaslu PALI.
Ketua KPU Kabupaten PALI
Sunario SE mengatakan, bahwa dalam mempersiapkan Pilkada, kebutuhan logistik berupa kotak suara dan bilik suara yang
telah datang di Bumi Serepat Serasan, selain
itu pihaknya juga telah mencetak kertas suara.
“Adapun jumlah kotak suara sesuai jumlah TPS yang ada, yakni ada 408 buah. Sementara jumlah bilik suara ada 2.040 buah. Dan tidak lama lagi, kertas suara atau surat suara juga akan da-tang dan langsung dilakukan pe-nyortiran dan pelipatan,” ujarnya.
Untuk bahan bilik suara dan kotak suara, pihaknya masih menggunakn bahan karton duplex, karton yang didesain khusus anti air dan anti rayap yang merupakan peraturan KPU Republik Indonesia.
KAMIS, 19 NOVEMBER 2020
8
POLITIK DAN PILKADA
H DEVI SUHARTONI AJAK DIALOG MASYARAKAT
Program Bantuan yang Dijanjikan Berdasar
termiskin dan terbodoh. Pasalnya di wilayah Muratara banyak anak anak putus sekolah karena tidak ada biaya melanjutkan jenjang pendidikan mereka.
“Banyak yang takut dengan saya kalau saya jadi Bupati, karena nanti banyak yang tidak dapat proyek. Kalau saya jadi Bupati, saya yang tangung-jawab dengan rakyat dan tuhan. Kami ada landasan, UUD 1945, aturan presiden, guburnur dan pemerintah,” tegasnya.
Sementara itu, Wariko tokoh masyarakat Jadi Mulya, mengaku program politik yang di ungkapkan H Devi Suhartoni sangat rasional. Karena program itu sejalan dengan program Nasional, maupun Provinsi. Dia men-gaku program pengembangan UMKM dan sektor perkebunan lokal yang di usung palon No1, sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Karena dengan program UMKM dan perkebunan lokal yang terintegrasi ini, masyarakat tidak susah susah lagi men-ingkatkan sektor perekonomian. Karena mulai dari pengembangan, produksi hingga pemasaran di jamin pemerintah,” bebernya.
Dia juga mengungkapkan, program prioritas program keagamaan juga sangat bagus. Terlebih lagi Paslon No1 berani menawarkan beasiswa bagi anak prestasi sekolah sampai keluar negeri seperti di Cairo mesir. “Masalah agama ini penting sekali, kami sangat setuju jika ada putra putri di Muratara bisa sekolah sampai ke luar negeri,” tutupnya. (cj13)
MURATARA - Paslon Bupati-Wakil
Bupati No 1 H Devi Suhartoni-Ustad Innayatullah, laksanakan kegiatan kampanye dialogis tatap muka dengan masyarakat di Desa Jadi Mulya, Keca-matan Nibung, Kabupaten Muratara. Paslon No 1 mengaku sengaja menda-tangi masyarakat di desa Jadi Mulya, untuk menyerap aspirasi sekaligus dan menyampaikan visi misi pencalonan mereka.
H Devi Suhartoni beserta rom-bongan, mendatangi desa jadi Mulya sekitar pukul 16.00 WIB, dia mengata-kan dalam setiap pertarungan politik di Muratara, dia selalu mendapat suport tinggi di masyarakat Ridan Jaya, namun dia belum bisa berbuat banyak untuk masyarakat di sini.
“Saya datang mau menyerap asfirasi masyarakat dan menyampaikan visi misi kami, saya tahu di sini masalah sering di hadapi warga seperti air ber-sih, jalan, dan lapangan kerja,” ujarnya.
Dia mengaku juga mendapatkan informasi warga terkendala masalah lahan, dan banyak warga yang berhenti bekerja diperusahaan perkebunan dan sinyal telekomunikasi. “Tapi insyaal-lah saya terpilih nanti akan saya bantu warga di sini, jalan, air bersih, Wi-Fi gratis, membuka kebun, bantuan pupuk bibit gratis, dan UMKM, dan perkebunan rakyat,” ungkapnya.
Khusus untuk pendidikan pihaknya menjanjikan sekolah gratis dan pem-bagian seragam sekolah setiap tahun, bantuan anak anak sekolah Rp500ribu/ bulan dan program lainnya. Untuk
masalah kesehatan akan disediakan rumah singgah di kota Palembang dan ambulan, serta biaya berobat gratis.
“Dengan sarat punya KTP domisili Muratara dan memiliki kartu sepadan sebagai kontrak politik kami dengan masyarakat. Jadi dalam satu kartu itu mencakup seluruh program kami, dari bantuan gratis, pendidikan, sekolah, kesehatan, bantuan perkebunan dan lainnya,” ucapnya.
Apakah janji ini menipu masyarakat, H Devi Suhartoni menegaskan tentunya tidak. Karena program mereka berlan-daskan UUD 1945, peraturan presiden, Gubernur dan Pemerintah tentunya.
“Anak putus sekolah, orang terlan-tar, pengentasan masalah kemiskinan, kesehatan dan lainnya itu tanggung-jawab pemerintah. Negara memberikan akses untuk membantu masyarakat, tinggal Pemerintah di Daerah yang mengaturnya untuk masyarakat, jadi ini program jelas dan sesuai dengan aturan,” ujarnya.
Dia mencontohkan penerapan kartu berobat gratis, bantuan langsung, dan kartu indonesia pintar. Semuanya sudah berjalan, “ bahkan di padang, Banyuwangi, Surabaya semua sudah diterapkan seperti bantuan seperti ini yang lebih spesifik. Kenapa di Muratara tidak, Ini program jelas dari atas sampai bawah, tinggal kepala daerahnya mau atau tidak membantu rakyatnya,” katanya.
Menurutnya, Muratara mendapat tiga predikat penilaian penting dari pemer-intah pusat. Seperti wilayah tertinggal,