LAPORAN PELAKSANAAN
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
RERESIK SAMPAH VISUAL KOTA BANDAR LAMPUNG
OLEH:
ABDI DARMAWAN, ST, M.TI M. RIZKY KADAFI, S.DS, M.SN ADE MOUSSADECQ, S.PD, M.SN
INSTITUT INFORMATIKA DAN BISNIS DARMAJAYA
2020
RINGKASAN
RERESIK SAMPAH VISUAL KOTA BANDAR LAMPUNG
Oleh:
Abdi Darmawan, ST, M.TI - M.Rizky Kadafi, S.Ds, M.Sn – Ade Moussadecq, S.Pd, M.Sn
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Desain Komunikasi Visual IIB Darmajaya melakukan kegiatan PkM pada Kota Bandar Lampung. Kota Bandar Lampung merupakan Ibu Kota Provinsi Lampung, yang saat ini memiliki potensi besar dalam perkembangan industri 4.0. Sektor industri kreatif, pariwisata dan UMKM merupakan sektor yang saat ini menjadi geliat utama dalam hal menumbuhkan perekonomian di Provinsi Lampung. Dalam hal mendukung potensi-potensi tersebut dibutuhkan ‘ruang’ untuk advertising (iklan) sebagai media publikasi dan promosi. Kebutuhan pelaku-pelaku dalam sektor- sektor tersebut untuk beriklan sangat berpengaruh pada pola aktifitas dan kegiatan yang digencarkan, baik itu pada advertising offline maupun advertising online. Aktifitas dalam beriklan pada ranah media online menjadi kegiatan yang sepenuhnya dilakukan secara digital pada dunia maya dan minim menimbulkan efek negatif pasca beriklan. Akan tetapi aktifitas dalam beriklan pada ranah media offline atau dapat dikategorikan beriklan pada lingkungan masyarakat dengan media seperti spanduk, poster, baliho dan shop sign terdapat efek negatif dalam implementasinya. Permasalahan yang timbul saat ini banyaknya media spanduk, poster, baliho dan shop sign tersebut dipasang pada ranah yang tidak semestinya. Lalu dengan seiringnya waktu, iklan komersil yang ada di kota Bandar Lampung mencapai puncaknya dan menjadi tidak terkondusif. Hal ini bisa di rasakan dan dilihat pada setiap sudut kota bahwa iklan-iklan komersil tidak sesuai dengan penempatan sebagaimana mestinya. Ada beberapa iklan yang dipasang pada tiang listrik, dipaku di pohon, ditempel secara liar di tembok. Penampakan ini yang menjadikan kota Bandar Lampung tercemar secara visual dan merusak lingkungan hijau.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Desain Komunikasi Visual IIB Darmajaya melihat Fenomena ini berdampak buruk terhadap tata kota Bandar Lampung dan kesadaran kita untuk peduli terhadap ruang publik serta peduli lingkungan hidup yang ramah secara ekologi visual. Oleh karena itu maka dilakukan upaya dan gerakan untuk menggugah kesadaran masyarakat Bandar Lampung, dengan cara melakukan gerakan “Reresik Sampah Visual”. Kesadaran baru akan menghasilkan budaya baru; Budaya yang lebih menghormati lingkungan. Hal ini dapat memulihkan estetika dan visual tata kota Bandar Lampung.
PRAKATA
Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kami Tim Pengabdi Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Bandar Lampung untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (PkM) sebagai salah satu tugas dari Tri Darma Perguruan Tinggi. PkM yang dilaksanakan berjudul Reresik Sampah Visual yang dilaksanakan di Kota Bandar Lampung. Kegiatan PkM tersebut dapat terlaksana berkat dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini perkenankanlah kami menyampaikan terimakasih kepada:
1. Rektor Insitut Informatika dan Bisnis Darmajaya. 2. Dekan Fakultas Ilmu Komputer IIB Darmajaya. 3. Pimpinan LP2M IIB Darmajaya.
4. Berbagai pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah membantu terlaksananya kegiatan PkM ini.
Dengan adanya kegiatan pengabdian ini besar harapan kami dapat memberikan manfaat bagi para siswa/i dan menurut kami perlu kiranya dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini di lain waktu sebagai kelanjutan kegiatan tersebut.
Bandar Lampung, 30 Desember 2020 Ketua Tim Pelaksana,
ABDI DARMAWAN, ST, MTI NIDN. 0221127601
DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN ... ii RINGKASAN ... iii PRAKATA ... iv DAFTAR ISI ... v DAFTAR GAMBAR ... vi
DAFTAR TABEL ... vii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
BAB II TARGET DAN LUARAN ... 3
BAB III METODE PELAKSANAAN ... 3
3.1 Metode ... 3
3.2 Waktu dan Tempat Pelaksaan Kegiatan ... 3
3.3 Peserta ... 4
3.4 Jadwal Pelatihan ... 4
BAB IV KELAYAKAN PERGURUAN TINGGI ... 5
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN ... 8
BAB VI RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA ... 14
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN ... 15
7.1 Kesimpulan ... 15
7.2 Saran ... 15 LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR Gambar 1 ... 8 Gambar 2 ... 8 Gambar 3 ... 9 Gambar 4 ... 9 Gambar 5 ... 10 Gambar 6 ... 11 Gambar 7 ... 12 Gambar 8 ... 13
vii
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Jadwal Pelatihan ... 6 Tabel4.1 Tugas Personil Pengabdian ... 7
BAB I PENDAHULUAN
Dewasa ini, Provinsi Lampung menjadi pintu gerbang utama bagian selatan dari pulau Sumatera. Kota Bandar Lampung merupakan Ibu Kota Provinsi Lampung, yang saat ini memiliki potensi besar dalam perkembangan industri 4.0. Sektor industri kreatif, pariwisata dan UMKM merupakan sektor yang saat ini menjadi geliat utama dalam hal menumbuhkan perekonomian di Provinsi Lampung. Semakin berkembangnya sektor tersebut, pelaku-pelaku lebih gencar dalam aktifitas beriklan pada ranah media online ataupun pada media luar ruang/public sebagai media publikasi dan promosi.
Pembagian iklan sendiri bersumber pada media yang digunakan dibagi jadi 2 tipe (Jaiz,2014: 66) ialah, above the line merupakan media yang bertabiat massa. Maksudnya bisa menjangkau khalayak dengan jumlah yang besar semacam pesan berita, e-majalah, tv, film, radio, serta internet. Sebaliknya below the line merupakan iklan yang memakai media spesial semacam leaflet, poster, spanduk, baliho, bis panel, sticker, shop sign, display dan flyers. Media cetak, media elektronik ataupun media luar ruang atau Out of Home Media telah tidak asing lagi di warga. Aktifitas dalam beriklan pada ranah media above the line menjadi kegiatan yang sepenuhnya dilakukan secara digital pada dunia maya dan minim menimbulkan efek negatif pasca beriklan. Akan tetapi aktifitas dalam beriklan pada ranah below the line atau iklan media luar terdapat efek negatif dalam implementasinya dan menyebabkan adanya fenomena ‘sampah visual’.
Sampah visual ialah kegiatan pemasangan iklan luar ruang yang bertabiat komersial, sosial, ataupun politik yang penempatannya tidak cocok dengan peruntukannya keberadaanya juga cenderung illegal yang diperparah dengan tidak membayar pajak reklame (Tinarbuko, 2015: 237). Hal ini yang pada akhirnya akan memunculkan kebiasaan buruk bagi masyarakat yang tidak memperhatikan estetika Kota Bandar Lampung dan mengindahkan Peraturan Walikota Bandar
2
Lampung Nomor 17 Tahun 2014 tentang Tata Cara Peletakan Titik Reklame dan Pemasangan Reklame. Sedangkan pemasangan media iklan tersebut menjadi salah satu pendapatan daerah yang cukup besar. Dinas yang menjadi tempat pengurusan izin adalah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) pun harus bersusah payah mensosialisasikan tata cara pemasangan iklan dan pengeluran izin akan tetapi tidak juga diindahkan oleh masyarakat di Kota Bandar Lampung.
Permasalahan yang timbul saat ini di Kota Bandar Lampung adalah banyaknya media spanduk, poster, baliho dan shop sign tersebut dipasang pada ranah yang tidak semestinya. Lalu dengan seiringnya waktu, iklan komersil yang ada di kota Bandar Lampung mencapai puncaknya dan menjadi tidak terkondusif. Hal ini bisa di rasakan dan dilihat pada setiap sudut kota bahwa iklan-iklan komersil tersebut banyak menyalahi aturan. Ada beberapa iklan yang dipasang pada tiang listrik, dipaku di pohon, ditempel secara liar di tembok. Penampakan ini yang menjadikan kota Bandar Lampung tercemar secara visual dan merusak lingkungan hijau. Walaupun ada juga iklan-iklan yang berizin dan membayar retribusi pada pemerintah, namun tidak sedikit pula yang asal pasang, tidak jelas kepemilikannya dan tidak berizin.
Peneliti melihat Fenomena ini berdampak buruk terhadap tata kota Bandar Lampung dan kesadaran kita untuk peduli terhadap ruang publik serta peduli lingkungan hidup yang ramah secara ekologi visual. Oleh karena itu maka dilakukan upaya social movement dan bagaima komunikasi persuasif untuk menggugah kesadaran masyarakat Bandar Lampung, dengan cara melakukan gerakan “Reresik Sampah Visual”. Kesadaran baru akan menghasilkan budaya baru; Budaya yang lebih menghormati lingkungan. Revolusi mental yang di ikuti dengan aksi nyata untuk tidak membiarkan lingkungan disekitar tempat tinggal dikuasai sampah visual. Hal ini akan dapat memulihkan estetika dan visual tata kotaBandarLampung.
BAB II
TARGET DAN LUARAN
Target dan luaran yang dicapai setelah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat ini adalah :
1. Membangun kesadaran bersama demi mewujudkan ruang publik tetap menjadi milik publik
2. Kontribusi nyata dalam melestarikan ruang publik Kota Bandar Lampung 3. Terwujudnya Kota Bandar Lampung yang bebas dari polusi sampah visual 4. Memulihkan estetika dan visual tata kota Bandar Lampung.
4 BAB III
METODE PELAKSANAAN
3.1. Metode
Teknik/metode yang diterapkan pada kegiatan Pengabdian kepada masyarakat Reresik Sampah Visual Kota Bandar Lampung, yaitu dengan teori komunikasi persuasif yang mencangkup seluruh prosedur melalui fikiran dan gerakan nyata dalam mempengaruhi dan stimulus orang lain. Serta dengan melakukan upaya new social movement bersama dengan pemerintah, akademisi, dan masyarakat itu sendiri. Gerakan turun ke ruang public untuk membersikan spanduk, baliho, sign, dan poster yang tidak berizin, tidak membayar retribusi, merusak fasilitas public dan lingkungan.
3.2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada :
Tanggal : 22 s/d 26 Desember 2020
Waktu : 07.00 – 14.00 WIB
3.3. Peserta
Pengabdian Masyarakat ini dilakukan oleh Akademisi Program Studi Desain Komunikasi Visual, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandar Lampung, dan Pemda Kota Bandar Lampung
3.4. Jadwal Pelatihan
Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan selama 5 hari yaitu tanggal 22 s/d 26 Desember 2020.
Tabel 3.1. Jadwal Pelaksanaan Pelatihan
Hari/Tanggal Jam Kegiatan PIC
22/12/2020
08:00 – 08.10 Prepare Abdi Darmawan, ST, M.TI
08:10 – 08.30
Apel pagi dengan Satpol PP Kota Bandar Lampung
Abdi Darmawan, ST, M.TI M. Rizky Kadafi, S.Ds, M.sn Ade Moussadecq, S.Pd, M.Sn 08:30 – 11.00
Pembersihan Sampah Visual di Jalan-Jalan Protokol Kota Bandar Lampung
Abdi Darmawan, ST, M.TI M. Rizky Kadafi, S.Ds, M.sn Ade Moussadecq, S.Pd, M.Sn 11.00 – 11.30 Sosialisasi tentang Sampah Visual dengan Masyarakat Ade Moussadecq, S.Pd, M.Sn
11.30 – 11.50 Makan Siang Koor Konsumsi
11.50 – 12.05 Apel Siang dan
Penutup Abdi Darmawan ST, M.TI
23/12/2020 08:00 – 08.10 Prepare
M.Rizky Kadafi, S.Ds, M.Sn 08:10 – 08.30 Apel pagi dengan
Satpol PP Kota Bandar Lampung
M.Rizky Kadafi, S.Ds, M.Sn 08:30 – 11.00 Pembersihan Sampah
Visual di Jalan Way Halim Kota Bandar Lampung M. Rizky Kadafi, S.Ds, M.sn Ade Moussadecq, S.Pd, M.Sn 11.00 – 11.30 Sosialisasi tentang Sampah Visual dengan Masyarakat Ade Moussadecq, S.Pd, M.Sn 11.30 – 11.50 Makan Siang Koor Konsumsi
6
24/12/2020 Prepare
Abdi Darmawan ST, M.TI Apel pagi dengan
Satpol PP Kota Bandar Lampung
Abdi Darmawan, ST, M.TI M. Rizky Kadafi, S.Ds, M.sn Ade Moussadecq, S.Pd, M.Sn Pembersihan Sampah
Visual di Jalan Way Kandis Kota Bandar Lampung M. Rizky Kadafi, S.Ds, M.sn Ade Moussadecq, S.Pd, M.Sn Sosialisasi tentang Sampah Visual dengan Masyarakat M. Rizky Kadafi, S.Ds, M.sn Makan Siang Koor Komsumsi Apel Siang dan
Penutup Abdi Darmawan, ST, M.TI
25/12/2020 Prepare
Ade Moussadecq, S.Pd, M.Sn Apel pagi dengan
Satpol PP Kota Bandar Lampung
M. Rizky Kadafi, S.Ds, M.sn Ade Moussadecq, S.Pd, M.Sn Pembersihan Sampah
Visual di Tanjung Karang Kota Bandar Lampung M. Rizky Kadafi, S.Ds, M.sn Ade Moussadecq, S.Pd, M.Sn Sosialisasi tentang Sampah Visual dengan Masyarakat Ade Moussadecq, S.Pd, M.Sn Makan Siang Koor Komsumsi Apel Siang dan
Penutup Ade Moussadecq, S.Pd, M.Sn
26/12/2020 Prepare
Abdi Darmawan, ST, M.TI Apel pagi dengan
Satpol PP Kota Bandar Lampung
Abdi Darmawan, ST, M.TI M. Rizky Kadafi, S.Ds, M.sn Ade Moussadecq, S.Pd, M.Sn Pembersihan Sampah
Visual di Jalan ZA. Pagar Alam Kota Bandar
Lampung
Abdi Darmawan, ST, M.TI M. Rizky Kadafi, S.Ds, M.sn Ade Moussadecq, S.Pd, M.Sn Sosialisasi tentang Sampah Visual dengan Masyarakat Ade Moussadecq, S.Pd, M.Sn Makan Siang Koor Komsumsi Apel Siang dan
BAB IV
KELAYAKAN PERGURUAN TINGGI
4.1. Kinerja Lembaga P2M
IIB Darmajaya resmi menjadi salah satu perguruan tinggi swasta di Lampung pada tanggal 6 Juli 2000, saat itu masih STMIK-STIE Darmajaya, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darmajaya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 101/D/0/2000 dengan menetapkan status terdaftar untuk program studi: Manajemen (S1), Akuntansi (S1) dan (D3). Melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan No. 167/D/0/2008 Tanggal 20 Agustus 2008, status STMIK-STIE Darmajaya berubah menjadi Informatics and Business Institute (IBI) Darmajaya. Perubahan status ini membuktikan bahwa IIB Darmajaya diakui dan mempunyai keunggulan dibidang Informatika dan Bisnis serta merupakan wujud kepercayaan pemerintah pusat pada IIB Darmajaya. IIB Darmajaya mengelola 8 Jurusan : Manajemen (S1), Akuntansi (S1) dan (D3), Teknik Informasi (S1), Sistem Informasi (S1), Manajemen Informatika (D3), Sistem Komputer (S1) dan Teknik Komputer (D3). Tahun 2010, IIB Darmajaya telah resmi menambah Pascasarjana Untuk Magister Manajemen (MM) dan Magister Teknik Informatika (MTI).
IIB Darmajaya memiliki Lembaga Pengembangan Pembelajaran, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP4M). Dari Tahun 2006 – Sekarang, LP4M telah melakukan penelitian dan pengabdian yang dibiayai oleh pihak institusi (Hibah Institusi) maupun pihak eksternal (TPSDP, PDM DIPA Kopertis, dan Hibah Bersaing). Di Bidang Pengabdian Masyarakat, LP4M telah menjalin kerjasama dengan pihak pakar teknik perindustrian di Lampung atau Sekolah Menengah Teknik Industri Lampung yang dibawahi oleh Kementrian Perindustrian untuk mengadakan pelatihan, baik yang berupa analis kimia, multimedia ataupun manajemen. Termasuk penyuluhan-penyuluhan ke dinas pemerintahan, baik tingkat kelurahan atau kecamatan.
8
Pendidikan di IIB Darmajaya diselenggarakan dengan berbasis kompetensiutama dibidang manajemen meliputi manajemen SDM, manajemen keuangan danmanajemen pemasaran. Kinerja LP4M menciptakan atmosphere memotivasi paradosen untuk menjalankan tri darma perguruan tinggi, kinerja LP4M di tahun 2012yaitu dari 24 proposal hibah dosen muda yang dibiayai DIPA Kopertis Wilayah IIterdapat 12 proposal yang didanai. Sedangkan untuk hibah bersaing dari 4 proposalyang dikirim 3 proposal yang didanai. Bekerjasama dengan Mahasiswa/i Korea ITVolunteer mengadakan pengabdian di desa jati baru dan provinsi Lampung dan sekitarnya, bekerjasama dengan Universitas Padjadjaran untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat, IIB Darmajaya diwakili oleh seorang dosen yang tergabung dalam tim. IIB Darmajaya juga berhasil memenangkan hibah pemerintahan korea dalam bentuk komputer lengkap untuk lab IT yang didanai sebanyak 3 Milyar dan menjadi satu-satunya PT yang menerima hibah tersebut.
IIB Darmajaya juga menadatangani MoU dan MoA terkait kegiatan students mobility dengan Universiti Kebangkasaan Malaysia (UKM) dan sejumlah pemerintah daerah lain diluar kota Bandar lampung yakni kota Metro dan kota Pagar Alam Sumatera Selatan. IIB Darmajaya telah menjadi perguruan tertinggi dan terbaik dalam versi SPMI penjaminan mutu.
4.2 Kualifikasi Tim Pelaksana
Pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat kali ini akan melibatkan 2 (dua) orang dosen/pengabdi dan 8 orang mahasiswa Prodi Desain Komunikasi Visual. Biodata lengkap tim pelaksana dalam kegiatan akan disajikan pada Lampiran 1. Pembagian tugas untuk masing-masing personil dapat diuraikan pada tabel 1 berikut:
Tabel 4.1 Tugas Personil Pengabdian
No Nama Dosen/Pengabdi Bidang Keahlian Peran Utama Keterangan 1. Abdi Darmawan, ST,
M.TI Teknik Informatika
Mengkoordinir semua kegiatan pengabdian Ketua 2. M. Rizky Kadafi, S.Ds, M.Sn DKV Melaksanaan Pelatihan dan bimbingan Anggota 3 Ade Moussadecq, S.Pd, M.Sn DKV Melaksanaan Pelatihan dan bimbingan Anggota 4. Rahmat Akbar DKV Melaksanaan Pelatihan dan bimbingan Anggota
5 Oky Harry Abrian DKV
Melaksanaan Pelatihan dan bimbingan
Anggota
6 Kefas Juan Pramudya DKV
Melaksanaan Pelatihan dan bimbingan Anggota 7. Rahmattulloh Ramadhoni DKV Melaksanaan Pelatihan dan bimbingan Anggota 8. Asadillah Anshor DKV Melaksanaan Pelatihan dan bimbingan Anggota
9 Dwi Maryendi Pranata DKV
Melaksanaan Pelatihan dan bimbingan Anggota 10. Aslia Andini DKV Melaksanaan Pelatihan dan bimbingan Anggota 11. Arif HKS DKV Melaksanaan Pelatihan dan bimbingan Anggota
10 BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambar 1. Apel pagi Satpol PP beserta tim PkM I IB Darmajaya
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Reresik Sampah Visual di Kota Bandar Lampung dimulai dengan Apel pagi yang dipimpin oleh Kepala Satuan Pamong Praja Kota Bandar Lampung dengan diikuti oleh jajaran beserta tim pengmas IIB Darmajaya di halaman Kantor Satuan Pol PP Bandar Lampung Jalan Dr. Susilo, Telukbetung.. Apel bersama dimulai pukul 07.30 WIB dengan pengarahan rute yang akan menjadi titik pembersihan sampah visual dan pengarahan jenis-jenis media spanduk, poster, baliho dan shop sign dll yang tidak berizin ataupun sudah kadarluarsa masa terbitnya.
Setelahnya tim PkM IIB Darmajaya dan Satpol PP Kota Bandar Lampung memulai aksi Reresik Sampah Visual dimulai dari Jalan Rasuna Said menuju Jalan Wolter Mongonsidi dan Jalan Diponogoro. Resesik diawali dengan mencabut beberapa spanduk dan poster yang tidak berizin serta merusak lingkungan dengan dipaku ke pohon dan ditempel ke dinding-dinding.
Gambar 3. Pembersihan spanduk yang di paku ke pohon-pohon
Tim aksi Reresik Sampah Visual berlanjut ke Jalan MS. Batubara - Jalan Laks. Malahayati – Jalan Gatot Soebroto dengan membersihkan poster-poster iklan komersil tidak berizin yang terpasang pada sepanjang tembok-tembok. Spanduk, baliho, dan shop sign pun tak luput untuk ditindak.
12
Gambar 5. Pembersihan Sign Shop yang telah kadaluarsa masa izinnya
Kemudian tim Reresik Sampah Visual berlanjut melakukan pembersihan ke Jalan Jend. Sudirman – Jalan Ahmad. Tak hanya melakukan aksi reresik, adapun tim PkM IIB Darmajaya dan pihak Satpol PP Kota Bandar Lampung pun melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang ada disekitaran jalan-jalan tersebut. Edukasi yang dilakukan dengan memberitahu bagaimana tata cara izin pemasangan iklan dalam bentuk media spanduk, poster, baliho dan shop sign dan memberikan edukasi pemasangan iklan yang tidak merusak fasilitas umum serta lingkungan alam di Kota Bandar Lampung. Hal ini dilakukan agar social movement yang dilakukan oleh tim gabungan berdampak secara langsung kepada masyarakat di Kota Bandar Lampung untuk lebih peduli akan halnya menjaga Kota dan Lingkungan dari dampak negative “Sampah Visual” tersebut. Berlanjut ke spot terakhir pada Jalan MH Thamrin – lalu berakhir di Kantor Satuan Pol PP Bandar Lampung.
Gerakan new social movement Reresik Sampah Visual oleh tim gabungan IIB Darmajaya dan Satpol PP Kota Bandar Lampung terasa berdampak baik oleh masyarakat, dikarenakan tim berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap ruang publik serta peduli lingkungan hidup yang ramah secara ekologi visual. Kondisi ini dirasakan saat tim turun langsung ke lapangan, bagaimana respon dari masyarakat yang antusias bertanya dan mulai memahami bagaimana cara dalam beriklan pada ranah below the line atau iklan media luar.
Gambar 6. Pembersihan Baliho dan Spanduk yang tidak berizin
Tim juga memberika sosialisasi ditengah-tengah kegiatan reresik sampah visual mengenai below the line yang merupakan iklan yang memakai media spesial semacam leaflet, poster, spanduk, baliho, bis panel, sticker, shop sign, display dan flyers serta Peraturan Walikota Bandar Lampung Nomor 17 Tahun 2014 tentang Tata Cara Peletakan Titik Reklame dan Pemasangan Reklame.
Dengan adanya kegiatan ini diharapakan adanya kebiasan baru dalam masyarakat akan peduli dengan ekologi visual di Kota Bandar Lampung dan memiliki pengetahuan baru akan ‘sampah visual’. Hal ini yang akan membuat tata Kota Bandar Lampung menjadi lebih baik dan harmoni serta terhindar dari kota yang tampak kumuh dengan adanya ‘sampah visual’.
14
16 BAB VI
RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA
Rencana tahapan selanjutnya yang telah direncanakan oleh tim gabungan IIB Darmajaya dan Satpol PP Kota Bandar Lampung akan terus berlanjut dengan menjalin kerjasama kembali dengan menyesuaikan perluasan area kegiatan yang akan dilakukan reresik sampah visual dari kegiatan sebelumnya dan akan dilaksanakan kegiatan webinar mengenai aktifitas beriklan di ranah publik. Dengan adanya social movement ini diharapakan tumbuh kesadaran baru akan menghasilkan budaya baru; Budaya yang lebih menghormati lingkungan. Revolusi mental yang di ikuti dengan aksi nyata untuk tidak membiarkan lingkungan disekitar tempat tinggal dikuasai sampah visual. Hal ini akan dapat memulihkan estetika dan visual tata kota Bandar Lampung.
BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN
7.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual IIB Darmajaya dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut;
1. Gerakan new social movement ini telah menimbulkan efek positif dari masyarakat. Masyarakat antusias dalam mengikuti gerakan reresik sampah visual.
2. Gerakan new social movement ini telah menimbulkan efek positif dari sisi tata kota Bandar Lampung yang membuat ibukota ini menjadi rujukan kota yang peduli akan pentingnya kebersihan visual dan menjaga lingkungan dari ‘sampah visual’.
3. Gerakan new social movement ini diharapakan menumbuhkan kesadaran baru ditengah-tengah masyarakat dan akan menghasilkan budaya baru yang positif dalam berkegiatan advertisement di dunia industri kreatif 4.0 pada Provinsi Lampung.
4. Gerakan new social movement ini diharapakan menjadi cerminan bagi masyarakat, komunitas, akademis, pemerintah (pentahelix) untuk memulai kepedulian terhadap ekologi visual kotanya.
7.2. Saran
Saran yang diberikan untuk pemerintah Kota Bandar Lampung untuk dapat terus bersinergi dalam membangun Kota yang terlepas dari bahayanya ‘sampah visual. Serta diharapakan kolektifitas dari berbagai elemen baik dari pemerintah, komunitas, pelaku bisnis, akademis dan pemerintah (pentahelix) untuk mendukung gerakan new social movement.