PERAN LAYANAN PESAN SINGKAT (SMS) DALAM MENINGKATKAN ANGKA KEPATUHAN
MINUM OBAT ARV DI KENYA
Tugas UTS Sistem Informasi Manajemen oleh Achmad Fauji 1006748425 (Mahasiswa Program Magister Keperawatan kekhususan Keperawatan Medikal Bedah 2010)
Abstrak
Komunikasi berbasis seluler telah dikenal sebagai salah satu metode untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, namun penelitian yang berdasarkan pemanfaatan teknologi untuk menigkatkan hasil yang diinginkan pada pasien masih sangat terbatas. Artikel ini ingin mengkaji apakah komunikasi berbasis seluler antara pekerja kesehatan dalam hal ini perawat dengan pasien yang memulai menkonsumsi obat anti retroviral terapi di Kenya dapat meningkatkan kepatuhan minum obat dan penekanan viral load. Tujuan makalah ini adalah memberikan gambaran penggunaan komunikasi berbasis seluler dalam dunia kesehatan salah satunya untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam pengobatan ARV khususnya pada pasien di Kenya. Metode dalam penulisan ini adalah menggunakan studi literatur. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa pasien yang menerima SMS secara signifikan menunjukkan peningkatan kepatuhan pengobatan ARV dan penekanan viral load dibandingkan pasien dalam kelompok kontrol. Kesimpulan dari penulisan makalah ini adalah komunikasi seluler (SMS) dapat dijadikan sebagai salah satu media efektif untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam pengobatan ARV di Kenya.
Kata kunci: SMS, Kepatuhan pasien, media, pengobatan ARV
Latar Belakang
Program kesehatan yang menggunakan teknologi komunikasi mobile telah hadir dan bertujuan untuk meningkatkan kekuatan sistem kesehatan. Program kerjasama PBB dan WHO dalam HIV/AIDS (UNAIDS) telah menambahkan komunikasi nirkabel kedalam salah satu rencana strategiknya. Saat ini usaha untuk mengontrol pandemi HIV/AIDS termasuk pengobatan dengan Antiretroviral (ART), strategi pencegahan dan perawatan menggunakan metode pencegahan, tetapi kemajuan dari pengontrolan pandemi tersebut masih terkendala dengan minimnya infrastruktur dan mahalnya biaya sistem kesehatan.
Jumlah pengguna telpon seluler saat ini meningkat (diperkirakan ada sekitar 4.5 miliar telpon seluler yang terdaftar diseluruh dunia pada tahun 2012), hal ini karena adanya desakan pasar bebas dan kebutuhan untuk komunikasi nirkabel yang cepat bagi penggunaan individu sehari-hari. Teknologi mobile tersebut menjadi salah satu potensi yang besar untuk digunakan dalam sistem kesehatan
diseluruh dunia. Pelayanan kesehatan dalam rentang yang tidak terbatas dapat ditingkatkan terutama dalam memberikan dukungan yang berpusat pada pasien dan manajemnnya melalui sistem layanan kesehatan.
Kepatuhan dalam meminum obat terutama ARV pada pasien HIV meningkatkan hasil yang baik selain itu juga dapat mencegah terjadinya resistensi obat. Kepatuhan juga penting bagi biaya
pelaksanaan. Jika benar telepon seluler digunakan untuk meningkatkan hasil kesehatan dalam ruang lingkup yang terbatas, teknologi kesehtan seperti ini semestinya disertakan dalam strategi pelayanan kesehatan dan membantu meningkatkan pengembangan tujuan kesehatan itu sendiri.
Sistem Informasi
Sistem informasi merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen dalam organisasi yang berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran informasi. Sistem Informasi mempunyai komponen- komponen yaitu proses, prosedur, struktur organisasi, sumber daya manusia, produk, pelanggan, supplier, dan rekanan. (Hariyati, 2009).
Sistem informasi mengandung tiga aktivitas dasar di dalamnya, yaitu: aktivitas masukan (input), pemrosesan (processing), dan keluaran (output). Tiga aktivitas dasar ini menghasilkan informasi yang dibutuhkan organisasi untuk pengambilan keputusan, pengendalian operasi, analisis permasalahan, dan menciptakan produk atau jasa baru. (Sutanto,2007).
Dewasa ini, sistem informasi yang digunakan lebih berfokus pada sistem informasi berbasis komputer (computer-based information system). Harapan yang ingin diperoleh adalah bahwa dengan penggunaan teknologi informasi atau sistem informasi berbasis komputer, informasi yang dihasilkan dapat lebih akurat berkualitas, dan tepat waktu. Semakin meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap system informasi (software, hardware, database, dan telekomunikasi), perubahan disatu komponen akan mempengaruhi komponen lainnya (Sutanto,2007).
Jaringan yang terluas dan terbesar yang digunakan dalam system informasi adalah internet dan telekomunikasi. Hampir setiap orang di seluruh dunia ini, baik yang bekerja di dunia sains,
pendidikan, pemerintah, kalangan pebisnis maupun ibu rumah tangga dan anak-anak menggunakan jaringan internet dan telekomunikasi untuk bertukar informasi, atau mendapatkan ilmu
pengetahuan, melakukan transaksi bisnis dengan orang atau organisasi lain di seluruh dunia.
HANDPHONE/SELULER
Global system for mobile communication (GSM) merupakan standar yang diterima secara global untuk komunikasi selular digital. GSM adalah nama group standardisasi yang di patenkan pada tahun 1982 untuk menghasilkan standar telepon bergerak di Eropa, digunakan sebagai formula spesifikasi untuk Pan-Eropa system selular radio bergerak yang bekerja pada frekuensi 900 Mhz. Dan diperkirakan banyak negara lainnya diluar Eropa akan turut menggunakan teknologi GSM.
Telepon selular adalah salah satu aplikasi bidang telekomunikasi yang berkembang sangat pesat. Hal tersebut ditunjukkan dengan persentase kenaikan pelanggan baru di seluruh pelosok dunia. Saat ini lebih dari 45 juta pelanggan selular di seluruh dunia, dan sekitar 50 % dari pelanggan tersebut berada di Amerika Serikat. Dan diperkirakan sistem selular dengan menggunakan teknologi digital akan menjadi suatu metode telekomunikasi yang umum. Pada tahun 2005, diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta pelanggan selular di seluruh dunia. Telah diperkirakan beberapa negara mungkin lebih banyak menggunakan telepon bergerak daripada telepon tetap (PSTN) (Setyawan, 2010).
Konsep dari layanan selular adalah dengan menggunakan pemancar berdaya rendah dimana frekuensi dapat digunakan kembali dalam satu area geografi. Ide dari pelayanan radio bergerak di kembangkan di Amerika Serikat di Labs Bell di awal tahun 1970-an. Bagaimanapun, negara-negara Nordic merupakan yang pertama memperkenalkan layanan selular untuk penggunaan komersil dengan pengenalan dari Nordic Mobile Telephone (NMT) pada tahun 1981. (Setyawan, 2010).
SHORT MESSAGE SERVICE/SMS
Short message services – fasilitas yang tepat dari jaringan GSM adalah short message services. Sebuah pesan terdiri dari maksimum 160 karakter alphanumeric dengan beberapa keuntungan. Jika
pelanggan unit mobile mematikan alatnya atau meninggalkan coverage area, pesan akan disimpan dan mengirimkan kembali saat mobile unit telah kembali menyala atau telah memasuki area yang tercakup dalam suatu jaringan. Fungsi ini menjamin suatu pesan akan diterima.
Salah satu layanan yang disediakan oleh ponsel atau telepon genggam dan sedang trend
dimasyarakat adalah short message service/SMS. Keberhasilan dan kepopuleran SMS disebabkan oleh: Pengguna dapat memgirim SMS ke nomor tujuan meskipun ponsel tujuan sedang tidak aktif, SMS layanan yang sudah pasti ada pada setiap ponsel, pengguna tidak dapat menolak SMS yang masuk ke ponselnya, harga yang relative murah, informasi lebih cepat dan mudah.
Kajian Artikel
Dalam artikel disebutkan bahwa penelitian menggunakan sms tersebut dilakukan di tiga klinik HIV yang memberikan pengobatan kepada pasien menggunakan ARV. Dari ketiga klinik tersebut klien dibagi kedalam kelompok kontrol dan kelompok intervensi yang menggunakan SMS dalam
mengingatkan untuk meminum obat. Obat ARV yang diterima oleh pasien merupakan obat-obatan yang diberikan oleh pemerintah setempat dan bantuan dari Amerika berupa kombinasi tiga obat zidovudine atau stavudine, ditambah lamivudine, serta efavirenz atau nevirapine sebagai ARV lini pertama, pemberian ARV berdasarkan panduan nasional yaitu CD4 <250 cells/µl atau berdasarkan WHO satdium III atau IV.
Kelompok intervensi mendapatkan pengarahan singakt penggunaan SMS sebagai bagian dari pengobatan, namun diingatkan bahwa SMS tidak dan bukan merupakan pengganti kepatuhan untuk datang dalam sesi konsultasi atau pelayanan emergensi. Setiap hari senin pada setiap minggu, perawat klinik akan memberikan pesan singkat lewat SMS kepada pasien dari kelompok intervensi untuk menanyakan status dan mengingatkan tentang ketersediaan dukungan berbasis telepon. Biasanya berupa slogan “Mambo?” atau “Apa kabar?”. Pasien dalam kelompok intervensi
diperintahkan untuk memberikan respon dalam 48 jam apakah mereka baik-baik saja atau mereka mengalami masalah. Perawat kemudian menelpon pasien yang mengalami masalah atau gagal dalam memberikan respon dalam 2 hari. Partisipan diberitahu bahwa tenaga kesehatan hanya tersedia untuk berespon selama jam kerja. Semua komunikasi antara perawat/tenaga kesehatan
dengan pasien dicatat. Intervensi diberikan selama masa follow-up 6 – 12 bulan, dan kemudian pasienditanyakan berapa banyak obat yang tidak diminum dalam 30 hari terakhir.
Hasil dari penelitian yang dilakukan di Kenya tersebut menunjukkan bahwa pasien yang menerima pesan dukungan dari SMS secara signifikan menunjukkan kepatuhan dan penekanan viral load dibandingkan dengan pasien kelompok kontrol. Telepon seluler dengan salah satu layanannya berupa pesan singkat (SMS) dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan hasil yang diharapkan pada pasien dalam tatanana dan ruang lingkup yang terbatas.
Kesimpulan
Salah satu kemajuan teknologi informasi saat ini adalah adanya layananan berbasis telepon selular. Kurang lebih hampir separuh penduduk dunia memiliki akses kelayanan tersebut. Salah satu fasilitas yang terdapat dalam telepon selular adalah fasilitas berkirim pesan (SMS). Fasilitas ini merupakan salah satu saran yang murah, cepat dan akan dikirimkan oleh central walaupun telepon selular penerima diluar batas area atau tidak aktif dengan segera bila telepon selular penerima sudah aktif kembali atau berada di jangkauan area layanan, namun tetap saja memiliki keterbatasan seperti terbatasnya pesan yang dikirimkan yaitu hanya 160 karakter. Salah satu penelitian di Kenya yang memanfaatkan layanan SMS ini dalam hal menguji tingkat kepatuhan klien HIV-AIDS dalam meminum pengobatan ARV telah dilakukan, dan menunjukkan hasil yang signifikan bermakna. Sehingga dapat dikatan bahwa layanan SMS dapat meningkatkan layanan kesehatan terutama untuk lingkungan yang terbatas, selain itu juga sms juga merupakan alat yang tepat sebagai saran untuk mningkatkan hasil yang diinginkan terhadap pengobatan klien. Hal tersebut diharapkan dapat digunakan tidak hanya di negara dengan lingkungan yang terbatas namun dapat juga diterapkan di Indonesia dengan peran serta tenaga kesehatan dalam hal ini perawat dan pasien atau keluarga pasien itu sendiri serta adanya dukungan dari pemerintah.
Rekomendasi
Melihat manfaat layanan SMS dalam dunia kesehatan terutama dalam pemberian layanan kesehatan pada pasien maka penulis merasa perlunya dikembangkan layanan kesehatan berbasis SMS di Indonesia terutama mengenai SMS dukungan kesehatan pada pasien dengan pengobatan jangka panjang seperti TB paru, HIV-AIDS dan penyakit kronis lainnya, sehingga diharapkan
terciptanya kerjasama antara institusi terkait dengan para provider layanan telepon selular dan masyarakat Indonesia.
Daftar Pustaka
Cellular-news. Global mobile phone subscriber to reach 4,5 billion by 2012. http://www.cellular-news.com/story/29824.php. Diperoleh tanggal 30 Oktober 2011.
Kaplan WA. Can the ubiquitous power of mobile phones be used to improve health outcomes in developing countries? Global Health 2006; 2: 9
Krishna S, Boren SA, Balas EA. Healthcare via cell phones: a systematic review. Telemed J E Health 2009; 15: 231–40
Lester, R. T., Ritvo, P., Mills, E. J. (et. Al). (2010). Effects of mobile phone short message service on antiretroviral treatment adherence in Kenya (WelTel Kenya1): a randomised trial. Lancet 2010; 376. pp. 1838-1845
Pribadi, E.T. Red Camarid Tesis content . Pemanfaatan SMS sebagai media Promosi Kesehatan.
Setyawan D, Teknologi Seluler GSM dan CDMA: Perkembangan Teknologi Informasi dalam bidang komunikasi. Diperoleh tanggal 30 Oktober 2011.dari (http://en. Wikipedia.org/wiki/GSM
Sutanto, D., dkk (2007). Sistem Informasi Manajemen. Edisi 4. BPKP.
Wijayanto A, Pardede, D.L.C. (2010) Pemanfaatan SMS Gateway dan Email Gatway untuk Pengiriman Informasi di PT. Semesta Cipta. Jurnal Penelitian , Universitas Gunadarma.