• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

4 BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

Untuk mendapatkan produk pemesinan pada mesin CNC yang berkualitas dibutuhkan studi eksperimantal penentuan parameter pemesianan yang optimal. Parameter pemesinan yang mempengaruhi kualitas pengerjaan pada mesin CNC milling berupa feeding, spindle speed, toolpath strategy, raw material, tooling desain, coolant, dan lain-lain. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai optimalisasi parameter pemesinan pada pengerjaan produk velg Daihatsu Sigra. Berikut ini akan dijelaskan beberapa telusuran pustaka yang berkaitan dengan optimalisasi proses pemesinan produk pada mesin CNC.

2.1. Penelitian Terdahulu

Adriano Fagali de Souza (2014) membahas tentang mold manufaktur yang mempunyai pengaruh langsung terhadap lead time, biaya dan kualitas dari produk plastik. Untuk mengerjakan mold tersebut melalui proses milling, namun dalam hasilnya mold harus memiliki kekasaran permukaan yang halus dimana kekasaran tersebut biasanya dicapai dengan finishing menggunakan tangan atau manual. Kemudian beliau melakukan penelitian mencapai finishing yang halus dengan mesin CNC HSM dengan di bantu oleh pemilihan toolpath strategy yang tepat dan optimal. Sehingga hasil dari penelitiannya menunjukkan bahwa strategi toolpath memiliki pengaruh yang besar pada waktu milling sebenarnya, kekasaran permukaan, dan waktu finishing tangan dan juga menunjukkan parameter kekasaran tradisional tidak cukup untuk mengukur kekasaran dalam beberapa aplikasi.

Penelitian Sari (2010) membahas tentang perbandingan simulasi pengerjaan pemesinan antara penggunaan PowerMILL 8.0 dan CATIA V5R10. Sari melakukan penelitiannya di PT. Mekar Armada Jaya (MAJ) yang memiliki permasalahan seringnya tabrakan antara cutter dengan benda kerja yang diakibatkan karena kesalahan operator dalam pengoperasian CAD/CAM di perusahaan tersebut. Sari membandingkan hasil machining pada produk Lower Die Draw dengan menggunakan CATIA V5R10 dan CAM PowerMILL. Hasil dari penelitian ini adalah berupa perbandingan hasil pemesinan dan validasi NC Program.

(2)

5

Penelitian Jimmy (2011) membahas tentang optimalisasi toolpath strategy untuk produk seat grip dan pootrest grip yang dikerjakan oleh PT. KJS, Bekasi. Optimalisasi toolpath strategy digunakan untuk memperoleh verifikasi machining strategy yang sesuai dengan permintaan customer menggunakan Vercut 7.1.1 dan memperoleh waktu aktual yang dibutuhkan untuk pemesinan 2 produk tersebut di mesin CNC. Hasil dari penelitian ini adalah prototype seat grip dan pootrest grip yang sesuai dengan permintaan customer.

Penelitian Anggoro dan Yuniarto (2012) membahas tentang simulasi pemesinan prototype konstruksi mold base Honda Freed Mirror dengan material ebalta. Pada penelitian ini menggunakan software PowerSHAPE 2012 dan PowerMILL 2012 untuk membuat simulasinya. Brainstorming digunakan untuk memperoleh ide tentang toolpath strategy. Output yang dihasilkan dari penelitian ini adalah strategy pemesinan yang optimal untuk prototype konstruksi mold base Honda Freed Mirror.

Penelitian Herdiawan (2013) membahas tentang optimalisasi penggunaan mesin CNC YCM EV1020A untuk menghasilkan prototype core cavity blok mesin, kepala budha, core cavity prambanan dan cetakan menara kudus. Permasalah pada penelitian ini adalah terbatasnya material yang dapat dikerjakan oleh mesin Rolland Modela MDX 40R. Penelitian ini mengoptimalisasi toolpath strategy sehingga menghasilkan produk berbahan ebalta dan alumunium yang optimal. Penelitian Edwin (2014) membahas tentang pengaplikasian New High Speed Machining Roughing Strategy pada mesin CNC YCM EV1020A yang ada di Laboratorium Proses Produksi Universitas Atma Jaya Yogyakarta dengan software PowerSHAPE 2014 dan PowerMILL 2014.

Penelitian Nyoman (2015) membahas tentang pengerjaan master produk artistik dengan material logam alumunium. Produk artistik yang dikerjakan berupa gantungan kunci yang memiliki kontur relief prambanan, ratu boko, klenteng magelang, dan produk hiasan dinding dengan relief katedral dan lawang sewu. Pengerjaan master produk tersebut menggunakan PowerSHAPE 2014 dan PowerMILL 2014 dengan menggunakan mesin CNC YCM EV1020A serta menggunakan strategi pemesinan terbaru dari PowerMILL yaitu Vortex Strategy Machining. Hasil master artistik berbahan logam alumunium yang mempunyai kontur relief.

(3)

6

Penelitian Dika (2016) membahas tentang mengoptimalkan parameter proses machining mesin CNC YCM EV1020A terhadap material S45C dan mengetahui factor-faktor yang dapat mempengaruhi kualitas permukaan sehingga hasil dari pemesinan dapat maksimal dari segi kehalusan permukaan dan waktu proses. Pada penelitian ini menggunakan software PowerSHAPE 2014 dan PowerMILL 2014 dengan menggunakan mesin CNC YCM EC1020A yang dimiliki oleh Laboratorium Proses Produksi Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Berdasarkan telusuran diatas masih sedikit penelitian yang membahas tentang optimalisasi proses pemesinan pada produk industri manufaktur dengan menggunakan mesin CNC di bawah standart HSM. Hal ini mendukung perlunya penelitian ini dilakukan untuk melihat kemampuan CNC YCM EV1020A.

2.2. Penelitian Sekarang

Penelitian sekarang dan yang terdahulu memiliki perbedaan yang terletak pada mendapatkan parameter yang optimal untuk proses pemesinan produk otomotif yang menggunakan material S45C. Material S45C biasa digunakan pada standard mold base pada perusahaan perusahaan mold. Pada penelitian ini akan menggunakan software Delcam rilisan terbaru yaitu PowerSHAPE 2016 dan PowerMILL 2016. Penelitian akan membahas pengaturan parameter tool reference pada toolpath corner fisnishing terhadap hasil pemesinan pada bagian corner dengan waktu pemesinan yang paling cepat dan hasil yang halus serta tidak bertingkat menggunakan mesin CNC YCM EV1020A. Mesin CNC yang digunakan merupakan kelas Middle Speed Machine maka dari itu menggunakan kecepatan maksimum saat pengerjaan corner finishing agar hasil dari pemesinan nantinya mendekati seperti hasil High Speed Machining. Hasil akhir penelitian ini diharapkan bisa menjadi toolpath corner finishing acuan terhadap pengerjaan mold suku cadang otomotif pada bagian corner yang bertingkat maupun tidak halus.

2.3. Dasar Teori 2.3.1. Mesin Milling

Mesin milling merupakan mesin perkakas yang sering digunakan pada dunia industri. Mesin milling berfungsi untuk meratakan permukaan benda kerja atau bentuk-bentuk lain (profil, radius, silindris, dan lain-lain) yang diinginkan dengan ukuran dan kualitas permukaan yang sudah ditentukan. Prinsip kerja dari mesin milling adalah benda kerja diam ditempat yang dicekam oleh ragum dengan meja

(4)

7

milling yang bergerak menuju cutter atau alat potong yang berputar pada porosnya. Gerakan meja pada mesin milling ada 3, yaitu:

a. Gerakan Utama

Gerakan cutter yang berputar pada spindle mesin milling. Satuan yang digunakan dalam gerakan utama ini adalah RPM (Rotation per Minute) dengan simbol “n”.

b. Gerakan Pemakanan (Feeding)

Gerakan benda kerja pada waktu proses pemotongan oleh cutter. Satuan yang digunakan dalam gerakan pemakanan ini adalah mm/menit (milimeter per menit) dengan simbol “s”.

c. Depth of Cut

Depth of Cut atau DOC merupakan gerakan memasukkan kedalam pemakanan cutter terhadap benda kerja. Satuan yang digunakan dalam DOC adalah mm (milimeter) dengan simbol “a” atau “t”.

Mesin milling juga memiliki 2 prinsip pemotongan, yaitu: i. Pemotongan Face Cutting

Pemotongan face cutting adalah pemotongan benda kerja dengan menggunakan sisi potong bagian muka (face) pada cutter.

ii. Pemotongan Side Cutting

Pemotongan side cutting adalah pemotongan benda kerja yang menggunakan sisi potong bagian samping pada cutter. Dimana pemotongan side cutting dibedakan menjadi 2, yaitu:

a. Pemotongan Climb

Pemotongan climb merupakan pemotongan benda kerja dengan arah putaran arah cutter searah dengan arah gerakan pemakanan benda kerja yang berada di atas meja mesin milling.

b. Pemotongan Conventional

Pemotongan conventional merupakan pemotongan benda kerja dengan arah putaran cutter berlawanan arah dengan arah gerakan pemakanan benda kerja yang berada di atas meja mesin milling.

(5)

8 2.3.2. Material S45C

Material S45C merupakan salah satu jenis baja machinery steel yang tergolong dalam medium carbon steel. Material S45C memiliki sifat keras, tahan aus, tahan beban puntir dan ulet karena material S45C memiliki kandungan carbon, mangan, dan silizum. Material S45C sering digunakan untuk membuat beberapa komponen mesin seperti gear, shaft, coupling, pulley, standard mold base, dan komponen lainnya.

2.3.3. Numerical Control (NC)

Numerical Control (NC) adalah suatu bentuk dari sistem terotomasi yang menggunakan variable input untuk mengontrol jalannya peralatan produksi. Variable input yang dimaksud berupa serangkaian kode yang berisi angka, huruf dengan simbol yang mendefinisikan sebuah program instruksi untuk menjalankan suatu pekerjaan. Perubahan instruksi tersebut akan berubah sesuai dengan perubahan yang terjadi pada suatu pekerjaan. Kemampuan NC untuk merubah program sesuai dengan pekerjaan menyebabkan NC cocok digunakan untuk produksi dengan volume rendah dan sedang. Aplikasi dari NC terbagi dalam dua kategori, yaitu:

a. Aplikasi pada machine tool, seperti pada mesin drill, mesin milling, mesin turning dan mesin-mesin perkakas lainnya.

b. Aplikasi pada nonmachine tool, misalnya pada assembly, drafting, dan inspeksi.

Komponen utama dalam sistem Numerical Control (NC) adalah program instruksi machine control unit dan peralatan produksi. Program instruksi merupakan detail tiap langkah perintah yang ditujukan untuk menjalankan mesin. Program instruksi ini berupa kode-kode. Machine control unit (MCU) terbagi menjadi dua elemen, yaitu data processing unit (DPU) dan control loops unit (CLU). Dimana DPU memproses kode-kode program instruksi dan memberikan informasi operasi ke CLU. Kemudian CLU mengoperasikan mekanisme gerakan mesin, menerima sinyal feedback dari proses aktual dan memberitahukan ketika sebuah operasi telah selesai dikerjakan. Peralatan produksi, yaitu mesin-mesin yang digunakan adalah komponen pokok ketiga dari suatu system NC.

(6)

9 2.3.4. Computer Numerical Control (CNC)

Computer Numerical Control atau CNC adalah hasil perkembangan dari Numerical Control atau NC. CNC merupakan peralatan elektromekanikal yang membaca dan menginstruksikan program instruksi dan mengubah menjadi tindakan mekanikal pada peralatan mesin dengan menggunakan microprocessor sebagai unit pengontrol.

Mesin-mesin perkakas yang menggunakan CNC disebut dengan mesin CNC. Untuk mengoperasikannya diperlukan software, yang dimana kegunaan software itu untuk operating system menginterprestasikan program korespondensi antara control mesin. Machine interface mengoperasikan link antara NC dan membangkitkan sinyal dengan drive dari software digunakan untuk komputer dan mesin CNC sehingga mesin dapat beroperasi. Mesin CNC terhubung dengan komputer, tidak hanya untuk memungkinkan operator dalam menjalankan program tetapi juga memodifikasi program tersebut, baik setelah diinputkan atau dijalankan.

2.3.5. Mesin Milling CNC

Mesin-mesin produksi saat ini sudah berkembang sesuai dengan tuntutan produksi yang semakin meningkat, salah satunya adalah mesin milling berbasis CNC. Input yang digunakan untuk menjalankan mesin milling CNC adalah program Numerical Control, program ini berupa serangkaian kode-kode yang dinamakan G-Code. Mesin milling CNC dilengkapi dengan Operating Panel untuk memasukkan perintah G-Code, selain itu terdapat main drive yang berupa motor DC.

2.3.6. Delcam

Delcam merupakan perusahaan penyedia software CAD/CAM. Produk software CAD/CAM milik Delcam mampu memberi solusi untuk desain produk di dunia industri manufaktur. Delcam secara resmi berdiri pada tahun 1977, dimana pengembangan pertama kali dilakukan di Cambridge University, Inggris. Pada saat ini Delcam menjadi perusahaan pengembang terbesar software perancangan produk dan manufaktur di Inggris yang memiliki cabang-cabang perusahaan di Amerika, Eropa dan Asia. Software Delcam sudah dipakai oleh lebih dari 15000 perusahaan dan organisasi yang tersebar di 80 negara. Delcam merupakan perusahaan penyedia perangkat lunak yang memberikan solusi paling lengkap, termasuk menyediakan apa yang dibutuhkan oleh konsumen

(7)

10

untuk mendapatkan sumber daya yang spesifik dan dalam hubungan template, macos, dan visual basic programming, atau sebuah kumpulan produk yang berdiri sendiri yang terbaik dikelasnya. Delcam dapat menjadikan suatu desain yang meliputi sistem manufaktur perusahaan secara kontinyu. Ini merupakan suatu hal baru di bidang CAD/CAM yang mana akan menggantikan software dibidang CAD/CAM yang sudah using sebagai alternative. Delcam juga menyediakan program individual untuk perusahaan yang ingin meningkatkan performa system yang ada atau untuk menghilangkan bottlenecks di dalam proses desain dan manufaktur.

Produk Delcam yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1. PowerSHAPE 2016

Software PowerSHAPE merupakan software CAD dari Delcam yang menyediakan “Lingkungan” untuk menjadikan ide-ide produk dari konsep menjadi kenyataan. PowerSHAPE menawarkan kebebasan untuk memanipulasi bentuk permukaan dari model CAD, untuk membangun dari wireframe dan membuat perubahan menyeluruh dengan fitur operasi solid dan editing. PowerSHAPE mengikuti filosofi “simple to create, easy to modify”. PowerSHAPE mencakup semua inti alat untuk pemodelan dan juga sejumlah fitur yang difokuskan khususnya untuk kebutuhan para desainer.

2. PowerMILL 2016

PowerMILL 2016 memiliki apa yang dibutuhkan untuk mengerjakan proses pemesinan yang paling rumit sekalipun. Pada PowerMILL 2016 memperkenalkan proyek mirroring untuk mengurangi waktu pemrograman bagian kanan dan bagian kiri. Perangkat tambahan difokuskan pada mesin agar lebih aman termasuk simulasi penggantian cutter dan tambahan opsi verifikasi tabrakan. Strategi finishing baru untuk pemesinan blades dan ribs memberikan kontrol yang lebih, selagi mengurangi program dan waktu siklus. PowerMILL dapat mengambil gambar dari software desain lain seperti IGES, STEP, Catia, UG, ProEngineer, Rhino, dan lain-lain dalam bentuk simulais pemesinan, G-Code, dan estimasi waktu pemesinan.

2.3.7. Perancangan Eksperimen

Dalam mempertahankan atau meningkatkan kualitas produk dibutuhkan pengukuran dan penentuan parameter-parameter terbaik atau optimal dengan melakukan perancangan eksperimen. Perancangan eksperimen itu sendiri

(8)

11

adalah suatu rancangan eksperimen (dengan tiap langkah tindakan yang betul-betul terdefinisikan) sedemikan sehingga informasi yang berhubungan dengan atau diperlukan untuk persoalan yang sedang diteliti dapat dikumpulkan (Sudjana, 1991). Perancangan eksperimen juga dapat diartikan suatu percobaan atau serangkaian percobaan dimana penyesuaian-penyesuaian tertentu dilakukan terhadap variabel input proses atau sistem, sehingga dapat diteliti dan diidentifikasi sebab-sebab perubahan dari variabel output (Montgomery, D.C., 1997).

Eksperimen merupakan tes atau sekumpulan tes yang membuat perubahan-perubahan yang berguna terhadap variabel input dari suatu proses atau sistem, sehingga dapat mengamati dan mengidentifikasi alasan-alasan perubahan tersebut yang dapat diamati pada respon output. Eksperimen memiliki peranan penting dalam perancangan produk baru, pengembangan proses manufaktur, dan peningkatan proses. Secara umum, eksperimen digunakan untuk mempelajari performansi proses dan sistem.

(9)

12 T ab el 2.1. P erbe da an P en eli tian T e rdah ulu da n Pe ne lit ian S ek aran g D es kri ps i P en eli ti O bj ek P en el it ian S oft w are y an g digun ak an P rot otype To olpath S trat eg y M etode P en el it ian O utpu t P en e lit ian A dria no Fa g al i de S ou z a 2014 M en y e lidi k i e fisi en si st rate g i too lpa th y an g be rbe da un tu k m en y el esa ik an m illi ng de ng an g eo m et ri y an g k o m pl e k s, bi asa ny a di ha da pi da lam ind ustr i ce ta k an . D el cam P ow er M ILL V8 A da 3D O ffse t, S pi ral , R ad ial pa th, R aster P en g a m atan k ua lit as pe rm u k aa n , m en g hi tun g da n m emband in gk an total pe m esi na n de ng an proses po lishi ng pada m asi ng -m asi ng too lpa th . H asi l pe ne lit ian m en un ju kkan ba hw a pi liha n y an g tep at da ri too lpa th da pa t m en g he m at 88 % da ri w ak tu da n 40 % da ri bi ay a unt u k ev a lua si ak hi r ce ta k an , j ik a di ba nd ing k an de n g an pi liha n y an g k u ran g tep a t.

(10)

13 T ab el 2.1. La nj utan P er be da an P en el it ian T e rdah ulu da n P en el it ian S ek aran g D es kri ps i P en eli ti O bj ek P en el it ian S oft w are y an g digun ak an P rot otype To olpath S trat eg y M etode P en el it ian O utpu t P en e lit ian S ari 2010 S im ul asi pe m esi na n, pe m iliha n cutt e r, cutt ing m e tho d dan pe rba nd ing an ha si l pe m esi na n da n w ak tu de ng an sof tw are C A M . D el cam P ow er M ILL 7.0 da n C A T IA V 5R 10 A da 3D O ffse t da n O pti m ised C on st an t Z M etode pem iliha n be rda sar k an w ak tu proses ter cep at da n k ua lit as y an g op tim al m en gg un a k an soft w a re V ericu t 7 .0 S tr ate g i pe m esi na n (too lpa th ) y an g op tim al un tu k p roto type Lo w e r D ie D raw 52185 Ji m m y 2011 O pti m al isasi too lpa th s tr a teg y un tu k pe n g e rjaa n sea t g rip dan foo tr est grip . V ericu t 7.1. 1 A da 3D O ffse t da n O pti m ised C on st an t Z P rotot ype p rod u k sea t g rip dan foo tr est grip P rotot ype p rod u k sea t gr ip dan foo tr es t g rip y an g op tim al da n sesu ai pe rm intaan cus tome r P T. K JS , B e k asi

(11)

14 T ab el 2.1. La nj utan P er be da an P en el it ian T e rdah ulu da n P en el it ian S ek aran g D es kri ps i P en eli ti O bj ek P en el it ian S oft w are y an g digun ak an P rot otype To olpath S trat eg y M etode P en el it ian O utpu t P en e lit ian A ng g oro da n Y un iart o 2012 S im ul asi pe m esi an , prot o type k on st ru k si m ol d ba se H on da Freed M irr o r de n g an m en gg un a k an m ate rial eb al ta . P ow erSH A P E 20 12 da n P ow er M ILL 2012 A da 3D O ffse t dan O pti m iz ed C on st an t Z B rai nstor m ing , O pti m al isasi too lpa th st ra teg y da n ek spe rim en prose s. M an uf aktur di g un a k an un tu k m en en tu k an st ra te g i pe m esi na n y an g pa ling op tim al . S tr ate g i pe m esi na n y an g op tim al un tu k prot o type k on st ru k si m ol d base H on da Freed M irr o r.

(12)

15 T ab el 2.1. La nj utan P er be da an P en el it ian T e rdah ulu da n P en el it ian S ek aran g D es kri ps i P en eli ti O bj ek P en el it ian S oft w are y an g digun ak an P rot otype To olpath S trat eg y M etode P en el it ian O utpu t P en e lit ian H erdi aw an 2013 O pti m al isasi pe ng g un aa n m esi n C N C Y C M E V 10 20 A un tu k m en g ha si lk an prot o type A rtC A M de ng an m a teria l al umuni um. P ow erSH A P E 20 12 da n P ow er M ILL 2012 A da 3D O ffse t, S ha de and sha llow dan O pti m iz es C on st an t Z B rai nstor m ing , o ptimal isasi too lpa th st ra teg y da n ek spe rim en prose s. M an uf aktur di g un a k an un tu k m en en tu k an st ra te g i pe m esi na n y an g pa ling op tim al . P rotot ype co re c avi ty bl ok m esi n, k ep al a bu dh a, co re c avi ty pram ba na n dan ceta k an m en a ra k ud us .

(13)

16 T ab el 2.1. La nj utan P er be da an P en el it ian T e rdah ulu da n P en el it ian S ek aran g D es kri ps i P en eli ti O bj ek P en el it ian S oft w are y an g digun ak an P rot otype To olpath S trat eg y M etode P en el it ian O utpu t P en e lit ian E dw in 2014 S im ul asi pe m esi na n st ra te g i k on v esi on al dan vor tex , k ua lit as pe rm u k aa n prot o type . P ow erSH A P E 20 14 da n P ow er M ILL 2014 A da 3D O ffse t, O pti m iz es C on st an t Z dan V ort e x M etode pem iliha n be rda sar k an w ak tu proses ter cep at da n k ua lit as y an g op tim al m en gg un a k an fasi lit as si m ul asi too lpa th pada soft w a re P ow erM ILL 2014. S tr ate g i pe m esi na n y an g op tim al de n g an m en gg un a k an st rate g i vort ex pada p ro totype he ad lamp , core di es da n cav ity bi s k ui t.

(14)

17 T ab el 2.1. La nj utan P er be da an P en el it ian T e rdah ulu da n P en el it ian S ek aran g D es kri ps i P en eli ti O bj ek P en el it ian S oft w are y an g digun ak an P rot otype To olpath S trat eg y M etode P en el it ian O utpu t P en e lit ian N y oman 2015 O pti m al isasi pe ng g un aa n m esi n C N C Y C M E V 10 20 A un tu k m en g an al isi s ha si l m aste r ceta k an produ k a rti s tik de ng an m a teria l al umuni um. P ow erSH A P E 20 14 da n P ow er M ILL 2014 A da V ort ex , S tep an d sha llow fini shi ng , 3D O ffse t Fi ni shi ng B rai nstor m ing , op tim al isasi too lpa th st ra teg y , cu tte r dan ek spe rim en prose s m an u fa kt ur un tu k m en en tu k an s tr a te g i pe m esi na n y an g pal ing op tim al be rba ha n al umuni um. S tr ate g i pe m esi na n y an g op tim al un tu k m en da pa tk an m aste r produ k ce ta k an sou ven ir lo g am ar tist ik be rba ha n al umuni u m .

(15)

18 T ab el 2.1. La nj utan P er be da an P en el it ian T e rdah ulu da n P en el it ian S ek aran g D es kri ps i P en eli ti O bj ek P en el it ian S oft w are y an g digun ak an P rot otype To olpath S trat eg y M etode P en el it ian O utpu t P en e lit ian D ik a 2016 O pti m al isasi pa rame ter m e si n C N C Y C M E V 10 20 A un tu k m en g an al isa ha si l produ k pa ck a g in g den g an m ate rial S 45 C P ow erSH A P E 20 14 da n P ow er M ILL 2014 A da M od el A rea C lereance , S tr ateg y S tee p and S ha llow dan 3D O ffset Fi ni shi ng B rai nstor m ing , op tim al isasi too lpa th st ra teg y, cu tte r da n ek spe rim en prose s m an u fa kt ur un tu k m en en tu k an s tr a te g i pe m esi na n y an g pal ing op tim al be rba ha n S 45 C . S tr ate g i pe m esi na n y an g op tim al un tu k m en da pa tk an k ua lit as pe rm u k aa n produ k pa ck a g in g te rba ik be rba ha n S 45 C .

(16)

19 T ab el 2.1. La nj utan P er be da an P en el it ian T e rdah ulu da n P en el it ian S ek aran g D es kri ps i P en eli ti O bj ek P en el it ian S oft w are y an g digun ak an P rot otype To olpath S trat eg y M etode P en el it ian O utpu t P en e lit ian Fi fin 2017 O pti m al isasi pa rame ter r e ferensi too l pa da co rne r fini shi n g un tu k m od el m ol d v el g m ob il be rba ha n S 45 C . P ow erSH A P E 20 16 da n P ow er M ILL 2016 A da M od el A rea C lereance , S tee p and S ha llow , C orner Fi ni shi ng B rai nstor m ing , op tim al isasi r e ferensi too l pada co rne r fini shi ng , e k spe rim en proses m an u fa k tu r un tu k m en en tu k an st ra te g i y an g opt im al un tu k ba ha n S 45 C . S tr ate g i pe m esi na n y an g op tim um un tu k m en da pa tk an ha si l corner ti da k te rli ha t be rti n gk at pa da m ol d v el g m ob il be rba ha n S 45 C .

Referensi

Dokumen terkait

Pada bagian tubuh manakah saudara merasakan keluhan nyeri/panas/kejang/mati4. rasa/bengkak/kaku/pegal?.. 24 Pergelangan

Volkswagen Center di Yogyakarta merupakan salah satu perwakilan resmi dari perusahaan mobil Volkswagen yang berpusat di Wolsburg, Jerman sehingga diharapkan dapat secara

Sementara untuk tujuan makalah ini adalah merancang Sinkronisasi dan CS pada audio watermarking, menganalisis kualitas audio yang sudah disisipkan watermark dibandingkan

Berdasarkan ketentuan Pasal 12 ayat (1) Anggaran Dasar Perseroan dan Pasal 27 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, yang memilih lokasi di Kauman Kelurahan Ngupasan Kecamatan Gondomanan Kota Yogyakarta. Data dalam penelitian ini diperoleh dari

Penggunaan komposisi biopestisida cair sesuai klaim 1, efektif untuk mengendalikan patogen dengan konsentrasi 1 10. ml/l sampai dengan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik organoleptik filet ikan patin secara sensori yang diperoleh dari tiga lokasi budidaya

popularitas soft drink Coca Cola di mata remaja. Siaran televisi musik global yang membidik segmen remaja ini telah memiliki kawasan-kawasan yang lebih spesifik seperti