• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK. Kata kunci : pelatihan, kids athletics, megala-gala, kebugaran fisik, aspek afektif.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ABSTRAK. Kata kunci : pelatihan, kids athletics, megala-gala, kebugaran fisik, aspek afektif."

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

ix

PERBEDAAN KEBUGARAN FISIK DAN ASPEK

AFEKTIF SEBAGAI EFEK DARI PELATIHAN KIDS

ATHLETICS DAN PERMAINAN TRADISIONAL

MEGALA-GALA PADA SISWA PUTRA SDN 14

PEMECUTAN DENPASAR

ABSTRAK

Memotivasi anak-anak untuk melakukan aktifitas fisik melalui kegiatan olahraga dan permainan tradisional yang berdampak pada kebugaran fisik dan aspek afektif. Kurangnya aktifitas fisik sering disebabkan oleh motivasi yang kurang serta anak-anak zaman sekarang lebih tertarik pada permainan modern atau game online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kebugaran fisik dan aspek afektif sebagai efek dari pelatihan kids athletics dan permainan tradisional megala-gala pada siswa putra SDN 14 Pemecutan Denpasar.

Jenis penelitian ini experimental dengan rancangan Pre-Post test Control Group Design pada 24 orang siswa yang berumur 10 – 12 tahun. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok dengan menggunakan teknik random alokasi. Kelompok I diberikan pelatihan kids athltics dan Kelompok II diberikan permainan tradisional megala-gala. Pelatihan diberikan 3 kali seminggu selama 6 minggu. Kebugaran fisik diukur sebelum dan sesudah pelatihan sedangkan afektif diukur sesudah pelatihan. Perbedaan rerata kebugaran fisik sebelum dan sesudah pelatihan tiap-tiap kelompok perlakuan diuji dengan uji t-paired,dan rerata kebugaran fisik antar kelompok sebelum dan sesudah perlakuan dan uji t-indepedent, sedangkan aspek afektif diuji dengan uji chi square dengan tingkat kemaknaan 0,05.

Hasil uji beda kebugaran fisik pada Kelompok I data awal 3,24 ± 0,07 menit meningkat menjadi 2,38 ± 0,15 menit dan pada Kelompok II data awal 3,24 ± 0,11 menit meningkat menjadi 2,98 ± 0,11 menit dengan nilai p<0,05. Pada aspek afektif terdapat perbedaan signifikan pada; kerja sama dan tanggung jawab.

Dapat disimpulkan bahwa pelatihan kids athletics lebih meningkatkan kebugaran fisik dibandingkan permainan tradisional megala-gala akan tetapi pelatihan kids athletics tidak lebih member efek dibandingkan permainan tradisional megala-gala pada aspek afektif.

(2)

x

THE DIFFERENCES BETWEN PHYSICAL FITNESS

AND AFFECTIVE ASPECTS

OF TRAINING KIDS ATHLETICS

AND TRADITIONAL GAMES MEGALA-GALA

AMONG STUDENTS AT ELEMENTARY SCHOOL 14

PEMECUTAN DENPASAR

ABSTRACT

Motivating children to do physical activity through sports activities and traditional games that have an impact on physical fitness and affective aspects. Lack of physical activity is often caused by a lack of motivation as well as children today are more interested in modern games or online games. The purpose of this study was to determine differences in physical fitness and affective aspects as the effect of training kids athletics and traditional games Megala-gala on male students of SDN 14 Pemecutan Denpasar.

This type of research with the experimental research Pre test-Post test Control Group Design on 24 students aged 10-12 years. Samples were divided into two groups using random allocation technique. The first group was given training and group II kids athltics given traditional games Megala-gala. Training is given three times a week for 6 weeks. Physical fitness was measured before and after training, while affective measured after training. Mean difference of physical fitness before and after training each treatment group were tested with paired t-test, and the average physical fitness among the groups before and after treatment and indepedent's t-test, whereas affective aspects tested by chi square test with a significance level of 0.05.

Physical fitness test results depending on the Group I preliminary data increased by 3.24 ± 0.07 minutes to 2.38 ± 0.15 minutes and in Group II preliminary data increased by 3.24 ± 0.11 minutes to 2.98 ± 0, 11 minutes with a value of p <0.05. On the affective aspects significant differences in; cooperation and responsibility.

It was concluded that training kids athletics further improve the physical fitness than the traditional game Megala-gala but kids athletics training no more than the effect of traditional games Megala-gala on affective aspects.

(3)

xi DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL PENELITIAN ... ii

HALAMAN PERSYARATAN GELAR ... iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iv

PENGESAHAN PENGUJI ... v

SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT ... vi

UCAPAN TERIMA KASIH ... vii

ABSTRAK ... ix

ABSTRACT ... x

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR TABEL ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 6 1.3 Tujuan ... 6 1.3.1 Tujuan Umum ... 6 1.3.2 Tujuan Khusus ... 7 1.4 Manfaaf Penelitian ... 7 BAB II KAJIAN PUSTAKA

(4)

xii 2.1 Pelatihan ... 9 2.1.1 Pengertian Pelatihan ... 8 2.1.2 Tujuan Pelatihan ... 11 2.1.3 Prinsip-prinsip Pelatihan ... 12 2.1.4 Komponen Pelatihan ... 16

2.1.5 Prosedur Pelatihan Fisik ... 19

2.2 Komponen Biomotorik ... 23

2.3 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kebugaran Fisik ... 28

2.3.1 Faktor Internal ... 28

2.3.2 Faktor Eksternal ... 32

2.4 Kids Athletics ... 33

2.5 Permainan Tradisional Megala-gala ... 35

2.6 Kebugaran Fisik ... 39

2.6 Aspek Afektif ... 40

BAB III KERANGKA BERPIKIR, KONSEP DAN HIPOTESIS 3.1 Kerangka Berpikir ... 43

3.2 Kerangka Konsep ... 45

3.3 Hipotesis Penelitian ... 46

BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian ... 47

4.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 48

(5)

xiii

4.3.1 Populasi ... 48

4.3.2 Sampel ... 48

4.3.3 Teknik Pengambilan Sampel ... 49

4.4 Variabel Penelitian ... 51

4.5 Definisi Operasional Variabel ... 51

4.6 Alat Pengumpulan Data ... 57

4.7 Prosedur Penelitian ... 58

4.8 Alur Penelitian ... 61

4.9 Pengolahan dan Analisis Data ... 62

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Analisis Deskriptif Karakteristik Subjek Penelitian ... 64

5.2 Karakteristik Lingkungan Penelitian... 66

5.3 Uji Normalitas Kedua Kelompok Perlakuan ... 67

5.4 Uji Homogenitas ... 67

5.5 Uji Beda Rerata Kebugaran Fisik Kelompok Perlakuan .... 68

5.6 Uji Beda Rerata Aspek Afektif Kelompok Perlakuan ... 71

5.7 Pembahasan ... 77

5.7.1 Karakeristik Subjek ... 77

5.7.2 Karakteristik Lingkungan... 78

5.7.3 Efek Peningkatan Kebugaran Fisik setelah Pelatihan Kids Athletics dan Permainan Megala-gala ... 79

(6)

xiv

5.7.3 Efek Peningkatan Aspek Afektif setelah Pelatihan

Kids Athletics dan Permainan Megala-gala ... 85

5.7.3 Kelemahan Penelitian ... 88

BAB VI SIMPULAN DAN SARAN 7.1 Simpulan ... 89

7.2 Saran ... 89

DAFTAR PUSTAKA ... 84

LAMPIRAN ... 91

(7)

xv

DAFTAR GAMBAR

Halaman

2.4 Kids Athletics ... 35

2.5 Lapangan Permainan Tradisional Megala-gala ... 38

3.2 Kerangka Konsep ... 45 4.1 Rancangan Penelitian ... 47 4.2 Kanga’s Escape ... 52 4.3 Frog Jump ... 53 4.4 Formula 1 ... 53 4.5 Turbo Throwing ... 54

4.6 Lapangan Permainan Tradisional Megala-gala ... 55

(8)

xvi

DAFTAR TABEL

Halaman

2.1 Kriteria Kebugaran Fisik Anak Usia 10-12 Tahun ... 40

2.2 Klasifikasi Persentase ... 42

4.6 Kriteria Kebugaran Fisik Anak Usia 10-12 Tahun ... 56

5.1 Karakteristik Subjek Penelitian Pada Dua Kelompok ... 65

5.2 Karakteristik Lingkungan Penelitian... 66

5.3 Hasil Uji Normalitas ... 67

5.4 Hasil Uji Homogenitas ... 68

5.1.1 Hasil Uji T-Paired ... 69

5.1.2 Hasil Uji T-Independen ... 70

(9)

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian ... 90

Lampiran 2. Surat Persetujuan Mengikuti Penelitian ... 92

Lampiran 3. Kuisioner Penilaian Aspek Afektif ... 93

Lampiran 4. Data Nama, Umur, BB, TB, IMT, Tes Awal dan Akhir ... 97

Lampiran 5. Data Hasil Jawaban Kuisioner Aspek Afektif ... 98

Lampiran 6. Data Suhu dan Kelembaban ... 101

Lampiran 7. Hasil Deskriptif ... 102

Lampiran 8. Hasil Uji Normalitas ... 103

Lampiran 9. Hasil Uji Homogenitas ... 104

Lampiran 10. Hasil Uji T-Paired ... 105

Lampiran 11. Hasil Uji T-Independen ... 105

Lampiran 12. Hasil Uji Chi Square ... 105

(10)

xviii BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kids athletics adalah salah satu jenis olahraga anak yang dirancang sedemikian rupa berdasarkan kajian ilmu pengetahuan olahraga sehingga dapat mendukung seluruh komponen biomotorik yang menunjang kebugaran fisik. Kids athletics juga merupakan rancangan olahraga anak yang cukup menunjang pertumbuhan serta memperkenalkan anak-anak pada gerak-gerak dasar olahraga yang terdiri dari jalan, lari, lompat, lempar dan loncat. Kids athletics adalah suatu bentuk permainan yang berasal dari pengembangan atletik yang dilakukan oleh orang dewasa, kemudian di kembangkan sebagai model permainan anak-anak untuk mengenalkan atletik sesuai dengan usia pertumbuhan dan perkembangan anak (Rumini, 2014). Menurut Khoerudin (2015) kids athletic adalah jenis dari cabang olahraga atletik yang diperuntukan untuk sekolah dasar. Jenis cabang olahraga ini diperkenalkan pertama kali oleh IAAF (International Association of Athletics Federation). Kemudian disebarkan ke sekolah-sekolah melalui berbagai pendidikan dan pelatihan oleh Pusat Pembinaan Atletik Pelajar (PPAP). Nomor-nomor perlombaan adalah Kanga’s Escape (sprint/ Gawang), Frog Jump (Loncat Katak), Turbo Throwing (Lempar Turbo), dan Formula 1 (Guling depan, Lari, Rintangan, Slalom). Kids athletics adalah seperangkat alat yang ditujukan untuk aktivitas olahraga anak- anak (IAAF,2002). Menurut Suyono (2002) kids athletics memberikan kegembiraan; latihan even-even baru gerakan-gerakan wajib yang

(11)

xix

beragam yang memerlukan penguasaan dalam lingkup satu reg u pada lokasi yang berbeda-beda di dalam arena lomba.

Di era teknologi sekarang ini olahraga tradisional yang merupakan budaya asli Bangsa Indonesia hampir punah karena teknologi modern. Menurut Taro (2010) permainan tradisional merupakan aktivitas budaya dalam bentuk permainan dengan unsur-unsur gerak, seni, sosial, dan budaya. Lebih lanjut Malinovsky (1985) dan Budhisantoso (1981) dalam Taro (2010) mengatakan sebagai aktivitas budaya, permainan itu mengandung sumber dan media informasi yang dapat mewarnai dan memperkaya khazanah kebudayaan nasional maupun daerah, serta pengukuh nilai-nilai kebudayaan yang dapat merangsang ke arah pembaharuan yang kreatif. Hal ini juga sesuai penelitian Swartawan (2014) mengatakan bahwa karakter generasi muda tidak cukup hanya dibentuk melalui pendidikan formal namun juga lewat pendidikan non formal seperti permainan tradisional. Dipertegas oleh (Asriansyah, 2015) permainan tradisional sangat tepat di terapkan di dunia pendidikan olahraga atau kepelatihan untuk menciptakan insan atau calon atlet yang paripurna. Olahraga tradisional saat ini jarang sekali dimainkan oleh anak-anak baik di pedesaan maupun di perkotaan. Hal ini disebabkan karena pada saat ini anak-anak lebih tertarik pada permainan modern, misalnya anak-anak lebih suka bermain play station dan game online daripada permainan tradisional yang dianggap kuno. Padahal permainan modern untuk bermain memerlukan biaya sedangkan permaian tradisional cukup dengan peralatan seadanya bahkan hanya cukup membuat garis-garis seperti permaian megala-gala. Permainan tradisional megala-gala terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok penjaga dan kelompok penyerang. Setiap kelompok penjaga membuat penjagaan berlapis dengan cara

(12)

xx

berbaris ke belakang pada garis jaga masing- masing sambil merentangkan tangan supaya tidak dapat dilalui oleh kelompok penyerang, kelompok penyerang berusaha melewati garis penjagaan dengan menghidari penjaga tanpa tersentuh oleh penjaga untuk mencetak skr/ poin. Megala-gala merupakan suatu permainan tradisonal yang menarik dan memiliki unsur gerak olahraga yang meliputi: kekuatan, kecepatan, kelincahan, keseimbangan kebugaran fisik, dan koordinasi, serta nilai-nilai budaya seperti: disiplin, jujur, tanggung jawab, kerja sama, saling menghargai dan yang terpenting adalah menumbuhkan minat anak-anak untuk mencintai budaya daerah serta melestariakannya.

Kebugaran fisik merupakan hal yang penting dalam kehidupan setiap orang, namum tidak semua orang menyadari akan arti dan manfaat dari kebugaran fisik tersebut. Kebugaran fisik/daya tahan jantung dan paru adalah kesanggupan sistem jantung dan paru-paru dan pembuluh darah untuk berfungsi secara optimal saat melakukan ativitas sehari-hari, dalam waktu yang cukup lama tanpa mengalami kelelahan yang berarti (Widiastuti, 2015). Menurut Sharkey (2011) kebugaran fisik adalah kapasitas maksimal untuk menghirup, menyalurkan, dan menggunakan oksigen. Memilik kebugaran fisik yang prima merupakkan hal yang membahagiakan karena ketika kita melalkukan suatu aktifitas fisik tentunya kebugarn fisik sangat berperan penting pada saat itu, sehingga kita tidak mengalami suatu kelelahan yang berarti pada saat beraktifitas. Bahkan dengan memilki kebugaran fisik yang baik kita dapat terhindar dari beberapa penyakit degeneratif. Diperkuat oleh Giam dan Teh (1992) mereka yang melakukan ativitas fisik secara teratur dapat terhindar dari penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, memiliki fungsi otot dan sendi yang baik, fungsi paru yang baik, cenderung menyesuaikan diri lebih baik

1

(13)

xxi

terhadap stres, mengurangi kegemukan, dan terhindar dari penyakit degeneratif lainnya. Lebih lanjut ditegaskan oleh hasil penelitian Parker (2016) terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kebugaran fisik dengan prestasi akademik. Menurut Chomitz, dkk (2009) ada hubungan yang signifikan antara kebugaran fisik dengan dan prestasi akademik. Ada juga fakta lain yaitu anak-anak sekarang terlalu padat waktu untuk belajar dan les privat sehingga tidak punya waktu untuk melakukan aktivitas fisik, misalnya dari jam 07:00-14:00 waktu belajar di sekolah, dan begitu pulang langsung les di bimbingan belajar, selesai bimbingan belajar dilanjutkan lagi dengan les privat, musik, seperti piano, gitar, biola dan sebagainya. Hal ini sangat menyita waktu anak- anak dan cukup menguras energi sehingga selain tidak cukup waktu untuk berolahraga, anak-anak juga sudah cukup kelelahan karena padatnya aktivitas seharian. Studi pendahuluan (Seran, 2016) menunjukan bahwa denyut nadi latihan siswa yang melakukan pelatihan kids athletics sebesar 130- 190 kali/ menit dan megala-gala sebesar 131-149 kali/ menit. Kurangnya pengetahuan orang tua tentang manfaat olahraga bagi anak usia dini, dan ada beberapa orang tua menganggap olahraga fisik sangat berisiko bagi anak-anak di masa pertumbuhan, juga melatar belakangi kurangnya olahraga pada anak.

Generasi muda yang memiliki daya saing tinggi tinggi tidaklah cukup hanya dengan mengandalkan kecerdasaan akademis semata namun pendidikan karakter sangatlah penting untuk agar dapat tercipta generasi muda yang lengkap dan utuh baik secara akademis maupun karakter yang tertuang dalam sikap, tingkah laku, dan bermoral yang dirangkum di dalam aspek afektif. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai (Annas, 2011). Maka melalui pendidikan jasmani yang merupakan bagian 4

(14)

xxii

dari sistem pendidikan secara menyeluruh yang bertujuan untuk meningkatkan aspek kesehatan, kebugaran fisik, kemampuan berpikir kritis, keterampilan dan moral melalui aktivitas fisik dan olahraga. Hal ini berpedoman pada UU RI No. 26 tahun 2009 tentang kesehatan dan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 18 oktober 1984 0465/U/ KEP/1984 tentang pembinaan kesiswaan. Semua ini dikemas dalam sistem pendidikan yang bertujuan untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya baik kesehatan fisik dan mental. Kebugaran fisik dan dan ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai (Annas, 2011) dapat tecapai melalui kegiatan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sehingga dapat terwujudnya tujuan pendidikan nasional.

Hal ini mendorong peneliti untuk melakukan penelitian dengan mengkaji metode modern dengan permainan tradisional, melalui pelatihan kids athletics dan permainan tradisional megala-gala yang memotivasi anak untuk bergerak sehingga dapat berdampak pada kebugaran fisik dan aspek afektif.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :

1. Apakah pelatihan kids athletics meningkatkan kebugaran fisik pada siswa putra Kelas VI SD N 14 Pemecutan Denpasar?

(15)

xxiii

2. Apakah permainan tradisional megala-gala meningkatkan kebugaran fisik pada siswa putra Kelas VI SD N 14 Pemecutan Denpasar?

3. Apakah pelatihan kids athletics lebih efektif dari pada permainan tradisional megala-gala dalam meningkatkan kebugaran fisik pada siswa putra Kelas VI SD N 14 Pemecutan Denpasar?

4. Apakah terdapat perbedaan bermakna aspek afektif sebagai efek pelatihan kids athletics dan permainan tradisional megala-gala pada siswa putra Kelas VI SD N 14 Pemecutan Denpasar?

1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk membuktikan perbedaan pengaruh pelatihan kids athletics dan permainan tradisional megala-gala dalam meningkatkan kebugaran fisik pada siswa putra Kelas V SD N 14 Pemecutan Denpasar.

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Untuk membuktikan adanya pengaruh pelatihan kids athletics meningkatkan kebugaran fisik pada siswa putra Kelas VI SDN 14 Pemecutan Denpasar.

2. Untuk membuktikan adanya pengaruh permainan tradisional megala-gala meningkatkan kebugaran fisik pada siswa putra Kelas VI SDN 14 Pemecutan Denpasar.

(16)

xxiv

3. Untuk membuktikan pelatihan kids athletics lebih efektif dari pada permainan tradisional megala-gala dalam meningkatkan kebugaran fisik pada siswa putra Kelas VI SDN 14 Pemecutan Denpasar.

4. Untuk membuktikan terdapat perbedaan bermakna aspek afektif sebagai efek pelatihan kids athletics dan permainan tradisional megala-gala pada siswa putra Kelas VI SD N 14 Pemecutan Denpasar

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini meliputi:

1. Manfaat Teoritis

Dengan hasil yang diperoleh dalam penelitan ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pikiran dan pengetahuan kepada siswa, pelatih, dan para guru olahraga berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan kebugaran fisik dan aspek afektif melalui permainan tradisional megala-gala dan kids athletics.

2. Manfaat Praktis

a. Sebagai bahan infirmasi bagi pelaku olahraga (Pembina, pelatih, guru olahraga dan siswa) untuk digunakan sebagai salah satu alternatif pelatihan untuk meningkatkan komponen kebugaran fisik dan aspek afektif yang merupakan landasan dasar bagi kehidupan manusia, dan lendasan dasar bagi pengembangan pendidikan maupun olahraga pendidikan.

(17)

xxv

b. Bagi mahasiswa yang terlibat langsung dalam penelitian ini, akan memperoleh pengalaman langsung dari pelatihan kids athletics dan permainan tradisional megala-gala terhadap peningkatan kebugaran fisik dan perbedaan bermakna aspek afektif.

Referensi

Dokumen terkait

Data !&amp;kus yang berhubungan dengan dispepsia meliputi adanya nyeri perut&#34; rasa pedih di ulu hati&#34; mual kadangkadang muntah&#34; na!su makan berkurang&#34; rasa

Varietas dan jarak tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, total luas daun, bobot kering tanaman, dan laju asimilasi bersih..

Nilai erosi maksimum yang terjadi pada pantai mutiara pada skenario kemunduran garis pantai 0,288 m telah terjadi erosi maksimum 6,058m sedangkan pada nilai kemunduran garis

Siklus II pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 22 Mei 2013. Proses pelaksanaan pembelajaran melibatkan seluruh siswa kelas IV MI Darussalam Kualu Nenas

data latih biasanya diambil lebih dari satu tetangga terdekat dengan data uji kemudian algoritma ini digunakan untuk menentukan kelasnya.. Gambar 3.1 adalah sistematika alur

Dalam tahapan ini, siswa akan diajak untuk berpikir secara luas tanpa perlu membatasi diri untuk bisa atau tidak realisasi dari solusi yang diberikan.. Luaran dari

Bahwa seesuai dengan muatan dalam Peraturan Daerah ini dalam rangka untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Daerah diberikan kewenangan untuk