39
BAB IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Data
Dalam penelitian ini dibahas mengenai Pembelajaran Menceritakan Gambar Berseri menggunakan model picture and picture Pada Siswa Kelas I SD N Dukutalit 01 Tahun Ajaran 2015/2016. Setelah kegiatan penelitian dilakukan, data yang diperoleh kemudian dijabarkan secara deskriptif dan dianalisis seacara kualitatif.
Dalam penelitian ini digunakan teknik tes kepada siswa kelas I SD Tahun ajaran 2015/2016. Untuk mengetahui tepat atau tidaknya model Model picture and picture dalam Pembelajaran Menceritakan Gambar Berseri Pada Siswa Kelas I SD N Dukutalit 01 Tahun Ajaran 2015/2016. Pada akhir pembelajaran kelas tersebut diberikan postest agar diketahui hasil belajar siswa setalah dilakukan pembelajaran dan diberikan perlakuan. Dari hasil tes tersebut, data dianalisis secara kualitatif untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan belajar.
Penyajian deskripsi data menceritakan gambar berseri meliputi : tabel hasil tes kemampuan menyimak berita, respon siswa terhadap penggunaaan model picture and picture dalam pembelajaran menceritakan gambar berseri dan grafik histogram, yaitu sebagai berikut.
1. Kemampuan Siswa dalam Pembelajaran Menceritakan Gambar Berseri Menggunakan Model picture and picture
Sebelum dilakukan kegiatan pembelajaran menggunakan model picture and picture, dilakukan kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran tradisional, yaitu model pembelajaran yang biasa dilakukan disekolah tersebut (menggunakan metode ceramah dan tanya jawab). Data perbedaan hasil Kemampuan Siswa dalam menceritakan gambar berseri dari sebelum dan sesudah penerapan Model picture and picture dapat dilihat pada Tabel 4.1 di bawah ini.
40
Tabel 4.1
PENILAIAN SIKLUS I
Ketuntasan Jumlah Anak Nilai Presentase
Tuntas 20 - 58%
Belum Tuntas 14 - 42%
Maksimal - 90 -
Minimal - 50 -
Rata-Rata - 72,1 -
Gambar Diagram Siklus I
Tabel 4.3
HASIL PEMBELAJARAN TEMATIK SIKLUS I
No Nama Siswa Jenis Kelamin Nilai Ketuntasan Belajar L/P T B 1 A P 60 − √ 2 B P 50 − √ 3 C P 60 − √ 4 D P 80 √ − 5 E P 75 √ − 6 F P 75 √ − 7 G L 60 − √
58%
42%
Tuntas
Belum Tuntas
2641 No Nama Siswa Jenis Kelamin Nilai Ketuntasan Belajar L/P T B 8 H L 60 − √ 9 I P 80 √ − 10 J P 80 √ − 11 K L 55 − √ 12 L L 80 √ − 13 M P 80 √ − 14 N P 65 − √ 15 O L 90 √ − 16 P L 70 − √ 17 Q L 80 √ − 18 R L 80 √ − 19 S L 60 − √ 20 T P 75 √ − 21 U L 80 √ − 22 V P 80 √ − 23 W L 80 √ − 24 Y L 75 √ − 25 X L 70 − √ 26 Z L 70 − √ 27 Z1 L 50 − √ 28 Z2 P 50 − √ 29 Z3 L 75 √ − 30 Z4 P 80 √ − 31 Z5 P 85 √ − 32 Z6 L 80 √ − 33 Z7 L 90 √ − 34 Z8 55 − √ 27
42 No Nama Siswa Jenis Kelamin Nilai Ketuntasan Belajar L/P T B JUMLAH 2435 58% 42% RATA_RATA 72,1 PERSENTASE Tabel 4.4 PENILAIAN SIKLUS I
Ketuntasan Jumlah Anak Nilai Presentase
Tuntas 26 - 73%
Belum Tuntas 8 - 27%
Maksimal - 100 -
Minimal - 65 -
Rata-Rata - 80 -
Gambar Diagram Siklus II
73%
27%
Tuntas
Belum Tuntas
43 Tabel 4.4
HASIL PEMBELAJARAN TEMATIK SIKLUS II
No Nama Siswa Jenis Kelamin Nilai Ketuntasan Belajar L/P T B 1 A P 85 √ − 2 B P 65 − √ 3 C P 75 √ − 4 D P 75 √ − 5 E P 80 √ − 6 F P 100 √ − 7 G L 85 √ − 8 H L 85 √ − 9 I P 75 √ − 10 J P 100 √ − 11 K L 85 √ − 12 L L 65 − √ 13 M P 85 √ − 14 N P 80 √ − 15 O L 80 √ − 16 P L 65 − √ 17 Q L 100 √ − 18 R L 90 √ − 19 S L 70 − √ 20 T P 100 √ − 21 U L 75 √ − 22 V P 90 √ − 23 W L 65 − √ 24 Y L 75 √ − 29 26
44 No Nama Siswa Jenis Kelamin Nilai Ketuntasan Belajar L/P T B 25 X L 80 √ − 26 Z L 80 √ − 27 Z1 L 75 − √ 28 Z2 P 80 − √ 29 Z3 L 65 − √ 30 Z4 P 50 − √ 31 Z5 P 100 √ − 32 Z6 L 80 √ − 33 Z7 L 80 √ − 34 Z8 80 √ − JUMLAH 2710 RATA_RATA 80,0 PERSENTASE 73% 27%
2. Respon Siswa terhadap Penerapan Model Picture and Picture dalam
Pembelajaran Menceritakan Gambar Berseri
Data respon siswa terhadap penerapan model Picture and Picture) dalam Pembelajaran Menceritakan Gambar Berseri didapat melalui kegiatan wawancara tertutup. Jumlah siswa yang dijadikan responden dalam kegiatan wawancara yaitu 34 siswa. Data hasil wawancara dapat dilihat pada Tabel 4.3 di bawah ini.
45 Tabel 4.3
Data Hasil Respon Siswa terhadap Penerapan Model Picture and Picture dalam Pembelajaran Menceritakan Gambar Berseri
Daftar Pertanyaan Kriteria Jawaban
Jumlah
Siswa Persentase
Bagaimana kesan kamu terhadap pembelajaran Menceritakan Gambar Berseri menggunakan model Picture and Picture dalam yang baru saja berlangsung?
Senang 28 82 %
Tidak senang 6 28 %
Apakah kamu merasa kesulitan mengikuti kegiatan pembelajaran menceritakan gambar berseri menggunakan model
pembelajaran Picture and Picture Tidak sama sekali (makin mempermudah) 25 73 % Sedikit merasa kesulitan 5 15 % Sangat kesulitan 4 12 %
Apakah penjelasan guru tentang menceritakan gambar berseri mudah untuk dipahami
Mudah dipahami
26 76 %
Sulit dipahami 8 24 %
46
Daftar Pertanyaan Kriteria Jawaban
Jumlah
Siswa Persentase
Apa sajakah kelebihan pembelajaran menceritakan gambar berseri dengan
menggunakan model Picture and Picture Lebih memudahkan memahami materi, lebih memotivasi untuk belajar, menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan 29 85 % Tidak ada 5 15 %
Respon siswa terhadap penerapan model Picture and Picture dalam pembelajaran menceritakan gambar berseri diperoleh dari hasil wawancara. Hal tersebut menunjukkan bahwa dari 34 siswa dengan 5 pertanyaan menghasilkan:
a. Dari keseluruhan 34 siswa, 28 siswa (82 %) yang merasa senang dalam pembelajaran menceritakan gambar berseri dengan menggunakan model Picture and Picture, 6 siswa (28 %) merasa tidak senang dalam pembelajaran menyimak berita dengan menggunakan model Picture and Picture.
b. Ada 25 siswa (73 %) yang tidak sama sekali merasa kesulitan dalam mengikuti pembelajaran menceritakan gambar berseri dengan menggunakan model Picture and Picture, 5 siswa (15 %) sedikit merasa kesulitan, dan 4 siswa (12 % ) yang merasa sangat kesulitan.
c. Ada 26 siswa (76 %) yang mersa mudah paham dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model Picture and Picture, dan ada 8
47
siswa (24 %) siswa merasa sulit memahami pembelajaran menceritakan gambar berseri dengan menggunakan model Picture and Picture.
d. Ada 30 siswa (88 %) siswa yang merasa lebih dipermudah adanya pembelajaran menceritakan gambar berseri dengan menggunakan model Picture and Picture, dan ada 4 siswa (12 %) yang merasa lebih mempersulit adanya pembelajaran menceritakan gambar berseri dengan menggunakan model Picture and Picture.
e. Ada 29 siswa (85 %) merasa adanya pembelajaran menceritakan gambar berseri dengan menggunakan model Picture and Picture siswa merasa memudahkan dalam memahami materi, lebih memotivasi untuk belajar, menjadi pembelajaran lebih menyenangkan, dan ada 5 siswa (15 %) siswa tidak merasa kesulitan.
3. Penerapan Model Picture and Picture dalam Pembelajaran Menceritakan
Gambar Berseri
Deskripsi data mengenai penerapan model Picture and Picture dalam pembelajaran menceritakan gambar berseri didapatkan dari hasil observasi terhadap aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa. Observasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Observasi bertujuan untuk mengetahui aktivitas pembelajaran yang dilakukan oleh siswa dan guru.
Kegiatan yang diamati dalam observasi ini terdiri atas kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Keterlaksanaan penerapan pembelajaran menggunakan model Picture and Picture) dalam pembelajaran menceritakan gambar berseri berdasarkan hasil observasi, dapat dilihat pada Tabel 4.4
48 Tabel 4.4
Hasil Observasi Keterlaksanaan Kegiatan Pembelajaran
No. Kegiatan yang diamati
Hasil
Pengamatan Ket. Ya Tidak
1. Pembuka
(Apersepsi)
1. Memberi salam dan mengajak siswa berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
2. Absensi.
3. Menuliskan judul materi di papan tulis dan menyampaikan tujuan sesuai indikator yang akan dicapai.
4. Siswa diajak menyanyi
“Membaca Buku”
5. Guru menggali materi prasyarat dengan bertanya : - Apakah kalian pernah
membaca buku?
- Apa saja yang ada didalam buku bacaan?
6. Guru Menyampaikan masalah kontekstual : √ √ √ √ √ √ 34
49
No. Kegiatan yang diamati
Hasil
Pengamatan Ket. Ya Tidak
Suatu hari sewaktu belajar, Mina membuka-buka buku bacaan, dalam membaca Mina menemukan ada beberapa gambar berwarna warni.
Coba terka gambar apa itu ?
7. Siswa diberi kesempatan untuk
menyelesaikan masalah
kontekstual yang disampaikan guru.
√
Inti 60 menit
1. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang gambar tunggal/seri yang ada di buku..
2. Siswa menebak gambar tunggal/seri yang ditunjukkan guru.
3. Siswa mengurutkan gambar seri dengan tepat.
4. Siswa menyebutkan ciri-ciri benda atau gambar disekitar mengenai ( nama, bentuk, warna dan bahan ).
5. Siswa bertanya jawab tentang gambar tunggal/seri tersebut. 6. Siswa menjelaskan / mengungkapakan perasaan √ √ √ √ √ √ 35
50
No. Kegiatan yang diamati
Hasil
Pengamatan Ket. Ya Tidak
sesuai gambar dengan bahasa yang mudah di mengerti secara lesan dan tulisan.
7. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang pengertian hak.
8. Guru menyebutkan hak-hak anak di sekolah.
9. Siswa memberi contoh hak anak bermain dengan gembira. 10. Siswa memberi contoh hak
anak belajar dengan gembira. 11. Siswa memperhatikan
penjelasan guru tentang hak meminjam buku di
perpustakaan dan menerima nilai Rapor.
12. Siswa membentuk kelompok dan mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dibagikan oleh guru.
13. Siswa membahas dan melaporkan hasil kerja kelompoknya kepada siswa/kelompok yang lain. 14. Siswa mengerjakan Lembar
Tugas Siswa (LTS) yang telah diberikan oleh guru.
√ √ √ √ √ √ √ √ 36
51
No. Kegiatan yang diamati
Hasil
Pengamatan Ket. Ya Tidak
15. Siswa dan guru membahas hasil tugas yang diberikan oleh guru 16. Guru membimbing siswa
sekaligus sebagai penguatan mengaplikasikan dari konsep hasil simpulan untuk
menyelesaikan permasalahan kontekstual. √ √ Kegiatan Akhir (penutup
1. Siswa memajangkan hasil karya kelompoknya pada papan pajangan
2. Menekankan kembali simpulan sebagai konsep pemecahan masalah kontekstual.
3. Evaluasi ( Post Test ) 4. Tindak lanjut berupa PR. 5. Menutup Pembelajaran. √ √ √ √ √
Secara umum, penerapan model pembelajaran Model Picture and Picture dalam Pembelajaran Menceritakan Gambar Berseri sudah terlaksana sesuai dengan tahapan-tahapan yang dirancang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hal tersebut dibuktikan dengan hasil pengamatan Observaser yang mengisi seluruh kolom tabel “Ya” pada lembar observasi yang disediakan. Aktivitas pembelajaran dimulai dari kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
Pada kegiatan pembuka, aktivitas diawali oleh Guru dengan mengucapkan salam. Kemudian, guru menyuruh peserta didik untuk berdoa
52
menurut agama dan kepercayaan masing-masing dengan dipimpin oleh ketua ketua kelas. Tahapan akhir dari kegiatan pembuka yaitu Guru menanyakan kehadiran siswa. Ketiga tahapan kegiatan pembuka, dilakukan untuk memusatkan perhatian siswa agar lebih siap dalam memulai kegiatan belajar mengajar.
Setelah kegiatan pembuka berakhir, selanjutnya Guru melakukan kegiatan inti dalam proses belajar mengajar. Pada model Model Picture and Picture, kegiatan inti yang dilakukan dibagi dalam tiga tahapan, yaitu tahapan eksplorasi, tahapan elaborasi, dan tahapan konfirmasi.
Kegiatan terakhir yang dilakukan yaitu kegiatan penutup. Pada tahapan ini, aktivitas yang dilakukan yaitu (1) guru bersama siswa melakukan refleksi dan penguatan dengan menanyakan apa yang telah dan belum dikuasai tekait dengan kompetensi merumuskan teknik dan hal-hal yang harus diperhatikan saat menceritakan gambar berseri, (2) guru mengucapkan salam sebelum meninggalkan kelas.
4.2 Pebandingan Antara Siklus I dan II
Secara umum, penerapan Model Picture and Picture dalam Pembelajaran Menceritakan Gambar Berseri sudah terlaksana sesuai dengan tahapan-tahapan yang dirancang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hal tersebut dibuktikan dengan hasil pengamatan Observaser yang mengisi seluruh kolom tabel “Ya” pada lembar observasi yang disediakan. Aktivitas pembelajaran dimulai dari kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
Pada kegiatan pembuka, aktivitas diawali oleh Guru dengan mengucapkan salam. Kemudian, guru menyuruh peserta didik untuk berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing dengan dipimpin oleh ketua ketua kelas. Tahapan akhir dari kegiatan pembuka yaitu Guru menanyakan kehadiran siswa. Ketiga tahapan kegiatan pembuka, dilakukan untuk memusatkan perhatian siswa agar lebih siap dalam memulai kegiatan belajar mengajar dengan cara guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran.
53
Setelah kegiatan pembuka berakhir, selanjutnya Guru melakukan kegiatan inti yaitu, (1) Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang gambar tunggal/seri yang ada di buku., (2) Siswa menebak gambar tunggal/seri yang ditunjukkan guru. (3) Siswa mengurutkan gambar seri dengan tepat. (4) Siswa menyebutkan ciri-ciri benda atau gambar disekitar mengenai ( nama, bentuk, warna dan bahan), (5) Siswa bertanya jawab tentang gambar tunggal/seri tersebut, (6) Siswa menjelaskan / mengungkapakan perasaan sesuai gambar dengan bahasa yang mudah di mengerti secara lesan dan tulisan, (7) Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang pengertian hak, (8) Guru menyebutkan hak-hak anak di sekolah, (9) Siswa memberi contoh hak anak bermain dengan gembira, (10) Siswa memberi contoh hak anak belajar dengan gembira, (11) Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang hak meminjam buku di perpustakaan dan menerima nilai Rapor, (12) Siswa membentuk kelompok dan mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dibagikan oleh guru, (13) Siswa membahas dan melaporkan hasil kerja kelompoknya kepada siswa/kelompok yang lain, (14) Siswa mengerjakan Lembar Tugas Siswa (LTS) yang telah diberikan oleh guru, (15) Siswa dan guru membahas hasil tugas yang diberikan oleh guru, (16) Guru membimbing siswa sekaligus sebagai penguatan mengaplikasikan dari konsep hasil simpulan untuk menyelesaikan permasalahan kontekstual.
Kegiatan terakhir yang dilakukan yaitu kegiatan penutup. Pada tahapan ini, aktivitas yang dilakukan yaitu (1) Siswa memajangkan hasil karya kelompoknya pada papan pajangan, (2) Menekankan kembali simpulan sebagai konsep pemecahan masalah, (3) evaluasi, (4) tindak lanjut berupa PR, dan (5) guru mengucapkan salam sebelum meninggalkan kelas.
Berdasarkan data pada deskripsi data di atas, secara umum melalui penerapan model picture and picture dalam kegiatan pembelajaran dapat sesuai dengan kemampuan Siswa dalam menceritakan gambar berseri. Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.4, sebesar 62 % (21 siswa) dari seluruh jumlah siswa mengalami kenaikan, sebesar 32 % (11 siswa) dari seluruh jumlah siswa mengalami penurunan, dan sebesar 6 % (2 siswa) tidak mengalami kenaikan atau penurunan (tetap). Kenaikan kemampuan Siswa dalam menuliskan kembali isi
54
berita dari hasil simakan juga dapat dilihat berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh siswa antara sebelum dengan sesudah diterapkan model picture and picture. Diagram kenaikkan dan penurunan nilai siswa dapat dilihat pada gambar 4.1 di bawah ini.
Gambar 4.1 Diagram Jumlah Kenaikan dan Penurunan Nilai Siswa
Kenaikan nilai siswa karena penerapan model picture and picture juga dapat dilihat berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh siswa antara sebelum dan sesudah diterapkannya model picture and picture. Berdasarkan Tabel 4.2, rata-rata nilai siswa sebelum diterapkan model picture and picture sebesar 72.1 dan rata-rata nilai siswa sesudah diterapkan model picture and picture sebesar 80.0. Gambar kenaikan nilai rata-rata yang diperoleh siswa antara sebelum dan sesudah diterapkannya model picture and picture dapat dilihat pada Gambar 4.2 berikut ini.
55
Gambar 4.2
Diagram Kenaikan Nilai Rata-rata yang Diperoleh Siswa
Antara Sebelum dan Sesudah Diterapkannya Model Picture And Picture
Kenaikan nilai rata-rata siswa setelah diterapkannya model picture and picture oleh kegiatan pembelajaran yang ada pada model picture and picture dapat membuat siswa menjadi lebih senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.. Berdasarkan data hasil wawancara, sebesar 82 % (28 siswa) dari seluruh jumlah siswa mengatakan bahwa model pembelajaran picture and picture membuat mereka menjadi lebih senang mengikuti kegiatan belajar mengajar, sedangkan hanya 18 % (6 siswa) dari seluruh jumlah siswa yang tidak senang terhadap kegiatan pembelajaran.
Selain karena merasa senang, kegiatan pembelajaran menggunakan model picture and picture juga membuat siswa menjadi lebih mudah memahami materi yang diajarkan. Hasil wawancara dengan siswa menunjukkan bahwa sebesar 73 % (25 siswa) dari seluruh jumlah siswa menganggap kegiatan pembelajaran menggunakan model picture and picture) membuat siswa menjadi makin mempermudah memahami materi, sedangkan hanya 15 % (5 siswa) dari seluruh jumlah siswa yang menganggap kegiatan pembelajaran menggunakan model picture and picture sedikit mempersulit siswa, dan 12 % (4 siswa) menganggap kegiatan pembelajaran menggunakan model picture and picture sangat mempersulit siswa.
56
Disamping kedua faktor di atas, kenaikkan nilai siswa juga disebabkan oleh lebih mudahnya guru dalam menyampaikan materi menggunakan model picture and picture dalam kegiatan belajar mengajarnya. Hal ini didasarkan pada hasil wawancara dengan siswa, yaitu sebesar 76 % (26 siswa) dari seluruh jumlah siswa mengatakan bahwa penjelasan guru menjadi lebih mudah untuk dipahaami, sedangkan sisanya 24 % (9 siswa) dari seluruh jumlah siswa merasa bahwa penjelasan guru menjadi sulit untuk dipahami setelah menggunakan model picture and picture dalam kegiatan pembelajarannya.
Kegiatan pembelajaran yang dilakukan menggunakan model picture and picture banyak memiliki kelebihan. Berdasarkan hasil wawancara, sebanyak 85 % (29 siswa) dari seluruh jumlah siswa mengatakan bahwa model picture and picture memiliki kelebihan diantaranya lebih memudahkan siswa untuk memahami materi, lebih memotivasi untuk belajar, dan menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan. Sedangkan, 15 % (5 siswa) dari seluruh jumlah siswa mengatakan bahwa model picture and picture tidak memiliki kelebihan.
Kategori rentang nilai yang diperoleh siswa antara sebelum diterapkan model picture and picture dengan sesudah diterapkan model picture and picture dapat dilihat pada Gambar 4.2 dan 4.3.
Berdasarkan Gambar 4.3, terjadi kenaikan jumlah siswa yang memiliki nilai dengan kategori sangat baik. Jumlah siswa yang mengalami kenaikan dengan kategori sangat baik sebesar 9 siswa. Untuk kategori baik, cukup, dan kurang mengalami penurunan, hal ini dikarenakan siswa yang memiliki rantang nilai baik, cukup, dan kurang sebelum diterapkan model picture and picture mengalami kenaikan, sehingga nilai yang diperoleh setelah diterapkan model picture and picture dalam pembelajaran naik dengan kategori sangat baik.
57
Kategori Nilai Siswa
Gambar 4.3
Diagram rentang nilai yang diperoleh siswa antara sebelum diterapkan model picture and picture dengan sesudah diterapkan model picture and picture
Naiknya kategori nilai sangat baik selain disebabkan oleh model picture and picture yang diterapkan, juga disebabkan oleh pemberian media sebagai inovasi yang disisipkan pada kegiatan pembelajaran menggunakan model picture and picture. Hal ini didasarkan pada hasil wawancara dengan siswa, yaitu sebesar 88 % (30 siswa) dari seluruh jumlah siswa mengatakan bahwa media gambar yang disisipkan dalam kegiatan pembelajaran membantu memudahkan siswa memahami materi, sedangkan hanya 12 % (4 siswa) yang mengatakan bahwa media video yang disisipkan dalam kegiatan pembelajaran lebih mempersulit memahami materi. 3 17 9 5 12 13 8 1 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18
Sangat Baik Baik Cukup Kurang
Ju m la h S isw a Sebelum Diterapkan Model Picture And Picture
Sesudah diterapkan model picture and picture