RESTRUKTURISASI
USAHA DAN
PENGANTAR
Restrukturisasi Perusahaan (corporate restructuring) adalah perubahan struktur organisasi sebagai akibat ekspansi dan kontraksi usaha. Restrukturisasi akan diikuti pula dengan perubahan pada neraca perusahaan , baik sisi aktiva maupun sisi pasiva.
Pada kenyataannya perusahaan tidak
selamanya berhasil tumbuh dan
mempertahankan kelangsungan usahanya. Perusahaan yang mengalami kegagalan usaha (business failurei), baik akibat pengaruh internal maupun eksternal, pada akhirnya harus melakukan langkah-langkah
penyelamatan atau reorganisasi
(reorganization), bahkan pembubaran usaha atau likuidasi (liquidation).
MERGER, KONSOLIDASI,
AKUISISI DAN PERUSAHAAN
INDUK
Merger adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan yang masih mempertahankan salah satu indentitas perusahaan yang bergabung.
Konsolidasi adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan yang menghasilkan identitas yang sepenuhnya baru.
Akuisisi = Bisa dengan akuisisi saham dan akuisisi aktiva
MOTIF MERGER
Pertumbuhan atau diversifikasi
Sinergi (beban overhead semakin berkurang
maka laba meningkat)
Pencarian Dana
Peningkatan keterampilan manajerial dan
teknologi
Pertimbangan pajak
Peningkatan likuiditas kepemilikan
JENIS MERGER
Merger Horizontal (horizontal merger)
Merger antara perusahaan yang sama lini bisnisnya. Misal, merger antara sesama sesama pabrik peralatan mesin. Merger jenis itu mampu meningkatkan operasi perusahaan, sekalligus mengurangi pesaing.
Merger Vertical (vertical merger)
Merger kongenerik (congeneric merger) Merger antara perusahaan yang berbeda lini bisnis dan tidak memiliki hubungan pemasok pelanggan, tetapi masih dalam satu industri yang sama. Misalnya, merger antara pabrik peralatan mesin dengan pabrik sistem peralatan pembawa barang (conveyor).
Keuntungan merger jenis itu adalah penggunaan saluran distribusi secara bersama untuk mengoptimalkan jumlah pelanggan dari kedua perusahaan.
Merger Konglomerat (conglomerate merger)
Merger antara perusahaan yang berbeda jenis bisnisnya. Contoh, merger antara pabrik peralatan mesin dengan perusahaan makanan siap saji. Merger jenis itu dimaksudkan untuk diversifikasi usaha (mengurangi risiko) akibat perbedaan musim atau pola pendapatan kedua bisnis.
Akuisisi saham (pengambilalihan saham) adalah dengan membeli hak suara saham secara tunai, penyertaan saham atau surat berharga lainnya. Proses ini sering memulainya sebagai suatu penawaran
tersendiri dari manajemen suatu
perusahaan kepada perusahaan lainnya. Ini dapat dicapai dengan penawaran tender.
Tender ini dilakukan oleh sebuah
perusahaan secara langsung kepada para pemegang saham perusahaan lainnya.
Suatu perusahaan dapat secara efektif memperoleh perusahaan lain dengan membeli banyak atau semua aktiva-akivanya. Pencapaian ini sama halnya dengan membeli perusahaan. Oleh karena itu, dalam hal ini perusahaan target tidak perlu ada hingga ia akan menjual aktivanya. Nama dan bentuk usahanya akan tetap ada hingga para pemegang sahamnya memilih untuk melepasnya. Oleh karena itu, akuisisi aktiva mungkin melibatkan pemindahan kepemilikan terhadap aktiva-aktiva individu. Proses hukum pemindahan aktiva dapat menjadi sangat mahal.
Analisis finansial secara khusus mengelompokkan akuisisi ke dalam tiga bentuk :
1. Akuisisi Horisontal, merupakan akuisisi suatu
perusahaan didalam industri yang sama sebagai penawar.
2. Akuisisi Vertikal, suatu akuisisi yg melibatkan
perusahaan yg ada keterkaitan prosesnya dalam proses produksi atau operasional.
3. Akuisisi Konglomerasi, bila antara perusahaan
penawar dan perusahaan target tidak ada hubungannya satu sama lain.
BELI UTANG (
LEVERAGED
BUYOUT /
LBO)
LBO digolongkan ke dalam merger finansial karena bertujuan meningkatkan arus kas dan harga saham melalui penggunaan leverage keuangan (utang) yang tinggi. . LBO adalah teknik akuisisi yang didanai oleh utang yang besar untuk membeli perushaan target.
Tiga syarat agar suatu perusahaan menarik dijadikan target akuisisi melalui LBO :
1. Perusahaan mempunyai posisi unggul dalam industrinya, dengan ciri pertumbuhan laba yg sangat baik dalam industrinya.
2. Perusahaan relatif memiliki proporsi utang yang rendah dan mempunyai aktiva yang dapat dijadikan jaminan bank.
3. Arus kas perusahaan stabil dan dapat diprediksikan sehingga mampu memenuhi pembayaran pokok utang serta bunganya dan modal kerja.
BELI UTANG (
LEVERAGED
DIVESTASI
METODE ANALISIS MERGER
Metode-metode untuk menganalisi mergeradalah :
1. Penilaian arus kas dari aktiva yg dihasilkan
perusahaan target
2. Pertukaran Saham
Adapun proses negosiasi dalam merger meliputi :
3. Negosiasi Manajemen 4. Penawaran terbuka
KEGAGALAN USAHA
Tiga situasi kegagalan usaha :
1. Imbal hasil rendah atau negatif
Perusahaan yang terus menerus merugi akan mengalami penurunan harga saham. Lebih lanjut, imbal hasil perusahaan menjadi lebih rendah dari biaya modal.
2. Insolvensi teknis
Perusahaan tidak dapat membayar kewajibannya, tetapi jumlah aktiva masih melebihi jumlah utangnya. Dalam situasi itu, perusahaan dapat dikatakan sudah masukke tahap krisis likuiditas.
3. Kepailitan
Bilamana perusahaan sudah memasuki kegagalan jenis ketiga dan pihak kreditor menilai perusahaan tidak mungkin lagi melakukan perbaikan,, langkah likuidasi menjadi pilihan terakhir. Beberapa langkah likuidasi ialah: pelunasan utang upah dan gaji, pembayaran pajak, penjualan aktiva
tetap yang menjadi jaminan dan
pelaksanaan semua kewajiban
sebagaimana diatur dalam kontrak utang.
PT Kuning bermaksud melakukan merger
dengan
PT
Merah.
Sesuai
dengan
kesepakatan di antara kedua perusahaan.
PT kuning Setuju untuk membeli saham PT
Merah dengan harga Rp 22.400 per
lembar. Berikut ini adalah informasi
penting lainnya terkait dengan akuisisi
yang akan dilakukan :
No
1 Laba bersih untuk pemegang saham
(juta rupiah) 10.000 2.000
2 Jumlah saham biasa yang beredar (ribu lembar)
2.500 400
3 Harga saham per lembar 16.000 15.000
Diminta :
1. Hitung EPS dan PER tiap-tiap perusahaan
sebelum terjadinya merger.
2. Hitung rasio pertukaran saham.
3. Hitung EPS dan harga saham PT Kuning
setelah merger apabila PER tetap.
4. Hitung EPS dan harga saham PT Merah
setelah merger apabila PER tetap.
5. Apa yang dapat anda katakan untuk kedua
perusahaan tersebut
Jika untuk merger di soal sebelumnya PT Kuning setuju untuk menukarkan setiap lembar PT Merah dengan dua lembar PT Kuning.
1. Hitung EPS dan harga saham PT Kuning
setelah merger apabila PER tidak berubah.
2. Hitung EPS dan harga saham PT Merah
setelah merger apabila PER tidak berubah