• Tidak ada hasil yang ditemukan

09 RESTRUKTURISASI USAHA DAN KEGAGALAN U

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "09 RESTRUKTURISASI USAHA DAN KEGAGALAN U"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

RESTRUKTURISASI

USAHA DAN

(2)

PENGANTAR

Restrukturisasi Perusahaan (corporate restructuring) adalah perubahan struktur organisasi sebagai akibat ekspansi dan kontraksi usaha. Restrukturisasi akan diikuti pula dengan perubahan pada neraca perusahaan , baik sisi aktiva maupun sisi pasiva.

(3)

Pada kenyataannya perusahaan tidak

selamanya berhasil tumbuh dan

mempertahankan kelangsungan usahanya. Perusahaan yang mengalami kegagalan usaha (business failurei), baik akibat pengaruh internal maupun eksternal, pada akhirnya harus melakukan langkah-langkah

penyelamatan atau reorganisasi

(reorganization), bahkan pembubaran usaha atau likuidasi (liquidation).

(4)

MERGER, KONSOLIDASI,

AKUISISI DAN PERUSAHAAN

INDUK

Merger adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan yang masih mempertahankan salah satu indentitas perusahaan yang bergabung.

Konsolidasi adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan yang menghasilkan identitas yang sepenuhnya baru.

Akuisisi = Bisa dengan akuisisi saham dan akuisisi aktiva

(5)

MOTIF MERGER

 Pertumbuhan atau diversifikasi

 Sinergi (beban overhead semakin berkurang

maka laba meningkat)

 Pencarian Dana

 Peningkatan keterampilan manajerial dan

teknologi

 Pertimbangan pajak

 Peningkatan likuiditas kepemilikan

(6)

JENIS MERGER

Merger Horizontal (horizontal merger)

Merger antara perusahaan yang sama lini bisnisnya. Misal, merger antara sesama sesama pabrik peralatan mesin. Merger jenis itu mampu meningkatkan operasi perusahaan, sekalligus mengurangi pesaing.

Merger Vertical (vertical merger)

(7)

Merger kongenerik (congeneric merger) Merger antara perusahaan yang berbeda lini bisnis dan tidak memiliki hubungan pemasok pelanggan, tetapi masih dalam satu industri yang sama. Misalnya, merger antara pabrik peralatan mesin dengan pabrik sistem peralatan pembawa barang (conveyor).

Keuntungan merger jenis itu adalah penggunaan saluran distribusi secara bersama untuk mengoptimalkan jumlah pelanggan dari kedua perusahaan.

(8)

Merger Konglomerat (conglomerate merger)

Merger antara perusahaan yang berbeda jenis bisnisnya. Contoh, merger antara pabrik peralatan mesin dengan perusahaan makanan siap saji. Merger jenis itu dimaksudkan untuk diversifikasi usaha (mengurangi risiko) akibat perbedaan musim atau pola pendapatan kedua bisnis.

(9)

Akuisisi saham (pengambilalihan saham) adalah dengan membeli hak suara saham secara tunai, penyertaan saham atau surat berharga lainnya. Proses ini sering memulainya sebagai suatu penawaran

tersendiri dari manajemen suatu

perusahaan kepada perusahaan lainnya. Ini dapat dicapai dengan penawaran tender.

Tender ini dilakukan oleh sebuah

perusahaan secara langsung kepada para pemegang saham perusahaan lainnya.

(10)

Suatu perusahaan dapat secara efektif memperoleh perusahaan lain dengan membeli banyak atau semua aktiva-akivanya. Pencapaian ini sama halnya dengan membeli perusahaan. Oleh karena itu, dalam hal ini perusahaan target tidak perlu ada hingga ia akan menjual aktivanya. Nama dan bentuk usahanya akan tetap ada hingga para pemegang sahamnya memilih untuk melepasnya. Oleh karena itu, akuisisi aktiva mungkin melibatkan pemindahan kepemilikan terhadap aktiva-aktiva individu. Proses hukum pemindahan aktiva dapat menjadi sangat mahal.

(11)

Analisis finansial secara khusus mengelompokkan akuisisi ke dalam tiga bentuk :

1. Akuisisi Horisontal, merupakan akuisisi suatu

perusahaan didalam industri yang sama sebagai penawar.

2. Akuisisi Vertikal, suatu akuisisi yg melibatkan

perusahaan yg ada keterkaitan prosesnya dalam proses produksi atau operasional.

3. Akuisisi Konglomerasi, bila antara perusahaan

penawar dan perusahaan target tidak ada hubungannya satu sama lain.

(12)

BELI UTANG (

LEVERAGED

BUYOUT /

LBO)

LBO digolongkan ke dalam merger finansial karena bertujuan meningkatkan arus kas dan harga saham melalui penggunaan leverage keuangan (utang) yang tinggi. . LBO adalah teknik akuisisi yang didanai oleh utang yang besar untuk membeli perushaan target.

(13)

Tiga syarat agar suatu perusahaan menarik dijadikan target akuisisi melalui LBO :

1. Perusahaan mempunyai posisi unggul dalam industrinya, dengan ciri pertumbuhan laba yg sangat baik dalam industrinya.

2. Perusahaan relatif memiliki proporsi utang yang rendah dan mempunyai aktiva yang dapat dijadikan jaminan bank.

3. Arus kas perusahaan stabil dan dapat diprediksikan sehingga mampu memenuhi pembayaran pokok utang serta bunganya dan modal kerja.

BELI UTANG (

LEVERAGED

(14)

DIVESTASI

(15)

METODE ANALISIS MERGER

Metode-metode untuk menganalisi merger

adalah :

1. Penilaian arus kas dari aktiva yg dihasilkan

perusahaan target

2. Pertukaran Saham

Adapun proses negosiasi dalam merger meliputi :

3. Negosiasi Manajemen 4. Penawaran terbuka

(16)

KEGAGALAN USAHA

Tiga situasi kegagalan usaha :

1. Imbal hasil rendah atau negatif

Perusahaan yang terus menerus merugi akan mengalami penurunan harga saham. Lebih lanjut, imbal hasil perusahaan menjadi lebih rendah dari biaya modal.

2. Insolvensi teknis

Perusahaan tidak dapat membayar kewajibannya, tetapi jumlah aktiva masih melebihi jumlah utangnya. Dalam situasi itu, perusahaan dapat dikatakan sudah masukke tahap krisis likuiditas.

3. Kepailitan

(17)

Bilamana perusahaan sudah memasuki kegagalan jenis ketiga dan pihak kreditor menilai perusahaan tidak mungkin lagi melakukan perbaikan,, langkah likuidasi menjadi pilihan terakhir. Beberapa langkah likuidasi ialah: pelunasan utang upah dan gaji, pembayaran pajak, penjualan aktiva

tetap yang menjadi jaminan dan

pelaksanaan semua kewajiban

sebagaimana diatur dalam kontrak utang.

(18)

PT Kuning bermaksud melakukan merger

dengan

PT

Merah.

Sesuai

dengan

kesepakatan di antara kedua perusahaan.

PT kuning Setuju untuk membeli saham PT

Merah dengan harga Rp 22.400 per

lembar. Berikut ini adalah informasi

penting lainnya terkait dengan akuisisi

yang akan dilakukan :

(19)

No

1 Laba bersih untuk pemegang saham

(juta rupiah) 10.000 2.000

2 Jumlah saham biasa yang beredar (ribu lembar)

2.500 400

3 Harga saham per lembar 16.000 15.000

(20)

Diminta :

1. Hitung EPS dan PER tiap-tiap perusahaan

sebelum terjadinya merger.

2. Hitung rasio pertukaran saham.

3. Hitung EPS dan harga saham PT Kuning

setelah merger apabila PER tetap.

4. Hitung EPS dan harga saham PT Merah

setelah merger apabila PER tetap.

5. Apa yang dapat anda katakan untuk kedua

perusahaan tersebut

(21)

Jika untuk merger di soal sebelumnya PT Kuning setuju untuk menukarkan setiap lembar PT Merah dengan dua lembar PT Kuning.

1. Hitung EPS dan harga saham PT Kuning

setelah merger apabila PER tidak berubah.

2. Hitung EPS dan harga saham PT Merah

setelah merger apabila PER tidak berubah

Referensi

Dokumen terkait

Simpan Pinjam di koperasi pegawai Rumah Sakit Hasan Sadikin sendiri terdiri dari 3 (tiga) jenis usaha yang berbeda, yaitu : Multiguna, Khusus dan Biasa. Namun dalam

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif (sekunder) yaitu jumlah unit usaha, upah minimum, dan pertumbuhan ekonomi pada industry besar per-Kota dan Kabupaten