• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEJARAH FILSAFAT CINA NEW doc

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SEJARAH FILSAFAT CINA NEW doc"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Kontrak Kuliah:

1. Tujuan Instruksional

› Memahami cara manusia Timur (China) melihat dunia & dirinya dengan metode dan pemahaman yang berbeda dengan cara Barat

› Membuka wawasan bahwa Filsafat China tidak bisa disamakan begitu saja dengan tradisi China. › Meskipun ajaran Konfusius dominan dalam pemikiran China, ia bukan satu-satunya Filsuf di China. › Melihat & mengenal pemikiran filosofis lain, seperti Mozi, Dao, Han Fei Zi, Zhuang Zi, dll. 2. Tujuan Umum

› Supaya mengenal bahwa Filsafat Timur secara umum tidak kalahnilainya & menariknya dari Filsafat Barat.

› Sebagai bekal bagi petugas Pastoral untuk dapat membedakan mana ajaran & pandangan filosofis China dengan tradisi China.

› Melihat lebih mendalam bahwa Filsafat China juga dapat dipakai sebagai sarana yang tepat dalam menjelaskan pokok-pokok iman.

› Mewaspadai kerancuan inkulturasi yang dilakukan oleh sekelompok orang Thionghua dalam Liturgi Gereja.

SEJARAH FILSAFAT CINA 1. Kisah Penciptaan

 Asal mula semesta diperkirakan dimulai tahun 2,229000 SM, dengan proto-manusia: Pan Gu (盘古 páng )ǔ

sebagai pencipta. Pada awal mulanya semesta bagaikan telur, dan di dalam telur ini terjadi chaos. Pan Gu tidur di dalam telur ini sekitar 18.000 tahun.

 Pada suatu hari Pan Gu bangun dan memecahkan telur,, bagian atas menjadi langit, dan bagian bawah menjadi bumi. Pan Gu terus menahan langit spy tdk bersatu dengan bumi selama 18.000 lagi, namun akhirnya dia lelah dan mati.

 Bagian-bagian tubuhnya menjadi pelbagai bentuk dunia: kepala, tangan, kaki, perut, menjadi gunung dan lembah, nafasnya menjadi angin dan awan, suaranya menjadi halilintar, nadinya menjadi sungai, rambutnya menjadi tumbuhan, tulangnya menjadi logam, keringatnya menjadi hujan, matanya menjadi matahari dan bulan. Manusia muncul dari tubuh Pan Gu yang sudah meninggal.

 Mitos ini berbeda dari mitos kebudayaan kuno lain: tidak ada dewa-dewa, elemen-elemen gaib, atau pertentangan antara kebaikan dan kejahatan yang membentuk bumi dan kehidupan. Manusia juga tidak digambarkan berasal dari barang dunia ini.

 Seluruh eksistensi semesta berasal dari Pan Gu.

Kesimpulan: Kemudian ia bangun dari tidurnya dan memecahkan telur tersebut. Bagian atas=Langit; bawah=bumi. Ia pun mati; dan bagian-bagian tubuhnya menjadi pelbagai bentuk dunia.

Tidak ada Tuhan di sini, yang ada hanya seorang proto-manusia. Mitos ini jelas beda dengan mitos dari dunia Barat/kuno lainnya. Asal mula dunia tidak berasal dari barang-barang dunia. Jadi, seluruh eksistensi dunia berasal dari

Pan Gu.

Soal berikutnya: Kalau ada dewa-dwei, darimanakah? Tidak jelas: Miwa – Feminim.

2. Tokoh Utama Pertama

 Setelah itu, perkembangan manusia merupakan jasa dari lima kaisar “surgawi”:

Fúxī伏羲 (2.852 SM):

Mengajarkan musik, tulisan, lukisan, nelayan, pemeliharaan ternak, memelihara ulat sutra, dan perkawinan.

Shénnóng 神農 :

Mengajarkan agrikultur, menciptakan alat bajak, membuat pasar dan perdagangan, mengembangkan pengobatan herbal, minuman the.

Huángdì 黄帝 :

(2)

Yáo尧 :

Teladan dalam sikap penuh sopan santun, kebenaran, pengabdian; menyusun musim tanam, memperhatikan kesejahteraan rakyat.

Shùn 舜 :

Menyusun standard timbangan dan jarak, mengatur pengairan, dan mengorganisir pembagian negara dalam provinsi, terkenal dengan bakti kepada orang tua. Pendiri Dinasti Xia legendaris.

3. Situasi Masyarakat Saat Munculnya Pemikiran Filosofis

 Perkembangan filsafat sistematis dari Laozi dan Kongzi (Konfusius) bertepatan dengan pencarian baru terhadap:

peranan politik dan tata sosialbaru

setelah runtuhnya sistem feodal yang berakibat pada Periode Perang Antar Negara (战国时代 戰國時代 403-221 BC),

 Sebelumnya seluruh daratan China berada di bawah Dinasti Zhou 朝 (1045 BC–256 BC) Masa ini (Periode Perang Antar Negara) biasanya juga dilihat terjadi pada bagian kedua Dinasti Zhou (Zhou Timur), setelah masa Musim Semi dan Gugur (春秋时代). Pada masa ini, raja Zhou hanya simbol kerajaan saja.

 Nama Periode Perang Antar Negara diambil dari Catatan Perang Antar Negara, karya historis yang dikumpulkan pada awal Dinasti Han. Pada masa ini setiap kepala daerah menaklukkan negara-negara kecildi sekitarnya dan membentuk kekuasaan sendiri.

 Proses ini sudah dimulai pada Periode Musim Semi dan Gugur (722 BC and 481 BC), dan pada abad ke 3 BC muncullah 7 negara besar, yaitu:

 Qí (/), Chǔ (), Yān (),

 Hán (/), Zhào (/), Wèi ()

 Qín ().

 Tanda lain perubahan kekuasaan adalah perubahan gelar: penguasa pada masa sebelumnya dipanggil sebagai adipati dukes (gōng) pada Dinasti Zhou, sekarang mulai menyebut dirinya raja (wáng), yang bermakna bahwa mereka sejajar dengan raja Zhou.

 Selain itu, Periode Perang Antar Negara ini juga menjadi masa perkembangan penggunaan barang-barang besi di China, menggantikan perunggu untuk senjata perang. Pelbagai filsafat, yg dikenal sebagai Ratusan Sekolah Pemikiran, berkembang di masa ini, termasuk

 Mèng Z ǐ孟子,

 Sūn Z ǐ孙子 孫子,

 L oz ǎ ǐ老子,

 Zhuāng Z ǐ(莊)子,

 Hán Fēiz ǐ韩非,

 Xún Z ǐ荀子,

 Mòz ǐ墨子.

 Perdagangan juga berkembang dan penting, dan beberapa pedagang memiliki kekuasaan dalam politik. Taktik militer juga berubah, dari kereta kuda kepada gabungan infantri dan pasukan berkuda. Sejak masa ini, kaum bangsawan lebih condong menjadi orang terpelajar daripada tentara.

 Masa ini juga menjadi terkenal karena perkembangan birokrasi yang kompleks dan pemerintahan yang terpusat, juga dengan terbentuknya sistem hukum. Perkembangan politik dan organisasi militer merupakan kekuatan dasar negara Qin, yang kemudian menaklukkan negara-negara lain, dan pada tahun 221 BC menyatukan semuanya di bawah Kekaisaran Qín.

(3)

 Periode transisi, ketidakpastian dan perbedaan.

 Masa perpecahan serta runtuhnya kepercayaan & nilai-nilai kehidupan sosial.

 Periode Perang Antar Negara (战国时代 戰國時代 403-221 BC):

 Periode transisi, ketidakpastian dan perbedaan.

 Masa perpecahan serta runtuhnya kepercayaan & nilai-nilai kehidupan sosial.

NB: Tentara Qín , yang paling buas dari semua tentara pada masa ini, tidak mempedulikan lagi semua aturan peperangan. Kota-kota diambildengan pembasmian seluruh penduduk.

Filsafat yg menjadi pencarian sistematis ratio terhadap struktur tertinggi semesta dan jalan yg memberi inspirasi akan makna kehidupan menjadi terperangah, sewaktu seluruh tatanan hidup runtuh.

4. Periode Filsafat China

Secara umum dibagi 4 periode:

Periode Klasik (Abad 6-2 SM)

Buddhisme (Abad 1-10)

Neo Confusianisme (Abad 11-16)

Kontemporer (Abad 19-20)

1. Periode Klasik (Abad 6-2 SM)

 Periode ini menarik dan menjadi akar dari seluruh filsafat China, di mana terjadi

perdebatan Ratusan Sekolah. Pemikiran filosofis masa ini sangat kuat menekankan konsep moralitas.

 Sekolah-sekolah utama masa ini adalah Confusianisme (Ru Jia 儒家), Daoisme (Dao Jia 道家) dan Mohisme (Mozi 墨子).

Tokoh:

Confucius: Memusatkan perhatian pada etika: kebaikan dan kebenaran ada dalam diri manusia dan dapat dipelajari.

Mencius: Dasar manusia adalah baik. Mengolah kebaikan dan kebenaran itu dalam diri manusia.

Xunzi: Xunzi sebaliknya menyatakan dasar manusia adalah jahat, namun bisa diperbaiki melalui pendidikan.

Laozi : Mengajarkan Dao dan De dalam kitab Daodejing.

Zhuangzi : Mengembangkan ide dao yang mencakup kebebasan dan keadaan asali dengan mengajak hidup harmonis antara semua makhluk.

Mozi : Menggambarkan cinta universal yang dapat mengakhiri seluruh perang dan konflik.

Selain itu masih ada aliran:

a. Legalis: mengkritik dan menentang tradisi dan menawarkan hukum sebagai solusi terhadap kehidupan.

b. Logis: bersemangat dalam penggunaan bahasa dan kata yang tepat. Ungkapan yang cocok bagi mereka adalah: “Kemuliaan adalah kekuatan dari seni yang bertentangan.”

c. Yin-Yang: Sekolah Yin-Yang menyusun konsep bahwa ada dua kekuatan kosmis yang saling melengkapi, yakni yin dan yang.

2. Periode Ke Dua: Buddhisme

 Ditandai dengan masuknya Buddhisme pada abad pertama dari India melalui Jalan Sutra.

 Merasuk ke seluruh lapisan masyarakat mulai dari rakyat jelata kepada Kaisar, sastrawan, seniman dan kaum terpelajar.

(4)

3. Periode Ke Tiga: Neo Konfusianisme

 Dari Abad XI-XVI Neo Konfusianisme tampil sebagai sintese yang luar biasa dari tradisi Konfusianisme, Daoisme dan Buddhisme.

5. Perbandingan Garis Waktu Filsafat China & Barat

6. Kebiasaan Berfilsafat

Sejak kecil sudah diwajibkan menghafalkan:

› SISHU (四書) = EMPAT KITAB

 GREAT LEARNING/UNTAIAN AJARAN 大學: Berisi pelbagai ajaran dan percakapan Confusius. Berasal dari satu Bab Kitab Upacara (LIJI禮記礼记) yang sudah ada sebelum Konfusius, dan sembilan Bab Komentar dari Zengzi曾子, murid Confusius.

Berisi banyak pemikiran filosofis dan politik, pemerintahan, pengolahan diri.

 DOCTRINE OF MEAN/JALAN TENGAH 中庸

Terdiri dari satu Bab Kitab Upacara. Berasal dari Zisi 子思, cucu Konfusius, berfokus pada Jalan Utama mendapatkan keutamaan sejati melalui jalan Dao .

Buku ini berisi panduan pembinaan diri menempuh Jalan Suci dengan berpusat pada Dao, bertindak-laku sebagai seorang Budiman Sejati.

 ANALECTS 論語

Berisi catatan tentang percakapan Confusius & para muridnya, menyangkut banyak hal: moral, keutamaan, kemanusiaan, pengolahan diri, dll.

ANALECTS/PERCAKAPAN KONFUSIUS 論語

Kitab ini terdiri dari 2 jilid, masing-masing 10 Bab (= 20 bab). Kitab ini berisikan kumpulan tulisan ajaran, diskusi, percakapan, komentar dari Konfusius dengan para muridnya dan/atau antar murid setelah Konfusius meninggal.

 MENCIUS 孟子

Kitab ini terdiri dari 7 Jilid A & B, yang berisi percakapan Mencius dengan para pemimpin negara. Berbeda dengan Konfusius yang ringkas dan padat, dialog Mencius panjang dan mendetail.

Koleksi percakapan Mencius dengan pemimpin negara. Berbeda dengan Confusius yang ringkas & padat, doalog Mencius panjang dan mendetail.

› SANZIJING (三字經) = Kitab Tiga Kata oleh WANG YINGLIN (王應麟, 1223-1296) dan/atau OU SHIZI (區適子, 1234-1324) dari Dinasti Song:

1 人之初 = sewaktu lahir

性本善 = manusia pada dasarnya baik

性相近 = pada awalnya sifat mereka sama

習相遠 = lama-kelamaan sifat berbeda

2 苟不教 = bila dilalikan & tidak diajar

性乃遷 = sifat mereka merosot

教之道 = cara benar untuk mengajar

貴以專 = dengan penuh perhatian › DIZIGUI (弟子规) = Aturan seorang murid

弟子规 aturan seorang murid

圣人训 berdasarkan ajaran orang bijak

首孝弟 pertama-tama menjadi anak

次谨信 kemudian hormat dan dipercaya

泛爱众 juga mengasihi semua orang

而亲仁 dan dekat kepada mereka yang berbudi & berhati baik.

有余力 bila masih ada kekuatan

(5)

› PUISI = TANGSHI 300 唐詩三百首

Dinasti Tang (618-907) Puncak Keemasan Kebudayaan.

Li Bai “DALAM KEHENINGAN MALAM”

Kisah-kisah Kepahlawanan

 Perang Musim semi-gugur

 Kisah Tiga negara

 Kisah Yuefei

 Kisah-kisah kepahlawanan dari setiap Dinasti

 dll

___________________________________________________________________________________

TOKOH UTAMA PERTAMA:

1. Fu Xi (2.852sm): yang mengajar musik & tulisan...

2. Shen Nong: mengajarkan agrikultur, menciptakan pasar, dagang, obat-obatan verbal.

3. Huang Di: mengajarkan seni perang, menciptakan magnet & roda, membangun observatorium, menyusun kalender serta membagikan tanah.

4. Yao: teladan dalam sikap penuh sopan santun, benar dan adil.

5. Shun: menyusun standar timbangan – jarak, mengatur pengairan, mengorganisir pembagian negara dalam provinsi, terkenal dengan bakti pada orang tua. Pendiri dinasti Shun.

SITUASI MASYARAKAT SAAT MUNCULNYA PEMIKIRAN FILOSOFIS

 Perkembangan filsafat sistematis dari Laozi & Kongzi (Konfusius) bertepatan dengan pencarian baru: berkaitan dengan peranan politik & tata sosial baru.

 Terjadi perang antarnegara (403-221 BC), bertepatan dengan musim semi & musim gugur (antara 700an-200an BC). Perang ini menyebabkan kekacauan yang luar biasa, merosotnya moralitas manusia.

 Raja Zhou tidak punya kuasa politik sama sekali.

 Dinasti Han berkuasa ± 400 th. Masa ini terjadi perubahan gelar: penguasa disebut Adipati, dengan maksud untuk menyejajarkan dengan Raja Zhou. Pada masa ini juga mulai menggunakan barang-barang besi, khususnya sebagai senjata perang.

 Berkembang pula ratusan sekolah pemikiran/filsafat.

 Pedagang mempunyai kuasa politik. Jadi, Penguasa=pengusaha.

 Namun, anehnya pada masa perang seperti itu, banyak orang tidak mau menjadi tentara. Mereka malah mengembangkan dunia pemikiran dan seni-sastra. Di sini dimunculkan suatu aturan untuk raja; yang akhirnya dilanggar raja sendiri & raja itu dihukum mati. Ini menandakan terbentuknya suatu sistem hukum.

Kesimpulan: periode ini adalah masa transisi, ketidakpastian & perbedaan, sekaligus masa perpecahan hebat. Ingat kejamnya tentara Qin, yang memusnahkan seluruh manusia di suatu kota.

_____________________________________________________________________________________

DARI AGAMA MENUJU FILSAFAT (KOSMOLOGI)

 tidak berbeda dengan filsafat Yunani: Konsep dewa-dewi, interaksi manusia dengan dunia supranatural, dll.

SHANGDI (上帝) = Tuhan diakui eksistensinya, tetapi tidak berurusan dengan manusia. Juga bukan pencipta dunia.

 Sering disebut dan dikena dengan nama TIAN = HEAVEN/LANGIT.

 Dunia dilihat sebagai suatu sistem organis yang saling berhubungan, dengan pusatnya manusia.

 Ada hubungan spiritual antara fenomena dunia & kehidupan manusia à ada irama kehidupan & kosmis.

 Bencana alam merupakan reaksi dari terganggunya harmoni. Jadi, bukan soal baik & buruk.

 Manusia dapat menilai irama kosmis melalui “ramalan” = membaca tanda zaman.

(6)

› Dinasti Zhou (1122-256 BC) memakai buku YIJING () = Kitab Perubahan. Tidak melulu dipakai untuk urusan politik. Tahu mengambil keputusan moral disebut : “Bijaksana” = Keselarasan jiwa manusia dengan jiwa kosmos.

 Dari YIJING muncul konsep YIN () & YANG (), yaitu pada zaman Dinasti Han (207-9).

 KESIMPULAN:

› Dunia adalah keseluruhan organis (langit, bumi, manusia) dalam keteraturan.

› Unsur dasar dari eksistensi kosmos bukan materi, tetapi energi (YING & YANG).

› Orang bijak dapat “MEMBACA” irama kosmis karena pikirannya bersatu dengan kosmos.

› Alam spiritual & materi tidak terpisah, melainkan satu. Karena itu, orang mati & orang hidup bisa saling berkomunikasi.

 Kosmologi Cina didasarkan pada kepercayaan akan hukum kosmik atau pola kosmik.

 Pola kosmik ini bukan saja sumber segala eksistensi, tetapi juga sebagai aturan yang mengendalikan seluruh perkembangan kosmos.

DAO 

1. DAO

 Semesta dilihat sebagai “organisme yang penuh dalam dirinya yang berfungsi menurut pola yang inheren pada dirinya sendiri.

 Pola ini secara umum disebut Dao oleh para filsuf perdana.

Dao sebagai suatu pola yang teratur dalam dirinya sendiri, tidak diciptakan dan tidak diadakan, dia ada dari semula.

 Maka pencapaian Dao menjadi tujuan akhir yang dicari oleh semua filsuf Cina = mencapai kesatuan dengan asal mula eksistensi.

2. Makna

 Menurut analisa Bryan Van Norden: kata dao mempunyai beberapa makna yang berhubungan:

› Makna original = jalan (kata benda yang berarti jalan)

› Menjadi = jalan = jalan yang benar melakukan sesuatu (sebagai terminus moral yang menyatakan cara yang benar melakukan sesuatu)

› Konsep linguistik dari cara menjalankan sesuatu, atau “memberikan arti linguistik” (dipakai sebagai kata kerja yang berarti “berkata”)

› Entitas metafisik yang bertanggungjawab atas cara sesuatu bertindak (dipakai dalam konotasi ontologis yang menunjuk asal mula semesta.)

 Dalam konteks Kosmologi Cina, Dao dipakai untuk “entelechy yang merangkum segala sesuatu”, yaitu

kekuatan pemberi hidup yang bertanggung jawab atas penciptaan segala sesuatu.

Dao dalam arti ini dipakai dalam Yijing dan ajaran Laozi (pencetus Daoisme)

Dao di sini mengendalikan seluruh semesta sejak ada. Karena itu Dao dipahami sebagai aturan kosmos,

(7)

 Jadi Dao =

› Jalan

› Kebenaran

› Realitas

› Prinsip kosmis

3. Dao dan Manusia

 Dalam bahasa Mandarin dikenal kata dao (Jalan) li (Prinsip/Aturan). Bila digabung menjadi  = pengertian atau kebenaran.

 Di bawah pemahaman holistik kosmis, aturan kosmik juga mengatur hidup manusia.

 Karena itu Dao memiliki konotasi moral, sebagai jalan yang benar yang berhubungan dengan urusan dunia manusia.

 Karena Dao adalah “jalan yang benar”, maka Dao menjadi “Jalan yang harus diambil”

 Ajaran Confusius:

Dao adalah prinsip moral tertinggi manusia

 Bahasa harus menunjukkan realitas (kebenaran), dan sebagai kebenaran berarti menggambarkan Jalan.

 Laozi menolak pandangan pembakuan makna semantik Dao:

 

dao ke dao fei chang dao, ming ke ming fei chang ming.

QI

(

)

Dao sering dimengerti sebagai irama atau pola dari aliran qiQi bukan semata-mata:

› Energi

› Energi hidup/murni

› Kekuatan materi/spiritual

› Uap air

› Udara

1. Sifat qi

 Memiliki makna: uap yang memberi kekuatan, menyegarkan, dan menjadi sumber hidup.

Qi bersifat dinamis, senantiasa berubah, ada mendahului materi.

2. Qi dan semesta

 Kondensasi qi membentuk materi.

 Segala sesuatu terdiri dari qi, dan tingkatan kemurnian qi menentukan level eksistensi

 Manusia memiliki unsur qi termurni; unsur qi hewan kurang murni.

3. Aliran qi

Qi tidak mempunyai kehendak sendiri, dan karena itu ciptaan bukan hasil dari yang direncanakan.

Qi memuai dan memadat, namun tidak pernah berhenti atau hilang.

Qi meliputi semesta. Dkl seluruh semesta merupakan totalitas qi dalam gerakan abadi dan perubahan terus menerus.

 Maka kosmos dilihat terdiri dari kekuatan sejumlah besar qi yang tidak memiliki pemikiran/kesadaran dalam dirinya sendiri.

Qi terdiri dari dua bagian: YIN  dan YANG 

YIN & YANG

Yin & Yang menunjukkan secara bersamaan perbedaan fisik maupun simbolik.

 Konsep tentang perbedaan bukan pertentangan

1. Perbedaan Fisik

 Pada tingkat fisik, yin yang saling bersaing sekaligus juga saling melengkapi.

Yin qi dan yang qi merupakan dua kekuatan/energi yang saling bertentangan, dan menyebabkan qi selalu mengalir

 Kedua unsur ini juga saling melengkapi, karena eksistensi keduanya tergantung satu sama lain.

(8)

 Kerjasama/pertentangan antara kedua unsur ini menjadi penyebab perubahan, pertumbuhan, kemerosotan,

Yin menggambarkan wanita, lemah, gelap, basah, dingin, api, dst.

Yangmenggambarkan pria, kuat, terang, kering, panas, air, dst.

3. Sifat-sifat Yin-Yang

Yin-Yang saling bertentangan

Tidak mungkin membicarakan yin-yang tanpa menunjuk pada pertentangan antara keduanya.

Yin-Yang mempunyai akar yang sama

Karena yin-yang muncul begitu saja dari satu gerakan, mereka saling terkait sebagi bagian dari satu keseluruhan. Interaksi keduanya melahirkan hal-hal baru.

Yin-Yang saling mengtransformasi.

Setiap pasang ada surut, demikian juga dengan eksistensi lainnya.

Ying senantiasa mengandung potensi yang, dan yang untuk Timur.

Yin-yang saling seimbang.

› Bagaiaman melakukan hal seara benar

agar tidak mengacaukan aturan kosmis atau menyimpang dari Dao.

 Jadi kelihatan sekali tendensi humanistik pada perkembangan filsafat Cina.

 Humanisme adalah suatu sistem pemikiran yang memfokuskan diri pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat manusia, didasarkan pada nilai-nilai, bukan pada otoritas supranatural

 Para pemikir kuno Cina memiliki kerinduan menemukan cara terbaik dlm:

 Mengambil keputusan politik terbaik

 Menyelesaikan persoalan sosial

 Bertingkah laku dengan pantas

 Dua bidang utama Filsafat Cina:

› Sosial-Politik: Hampir semua filsuf zaman dahulu berupaya mencari struktur sosial politik terbaik dan pedoman moral bagi penguasa dan rakyat

› Etika: sebagai tanggapannya, tindak tanduk dalam struktur sosial, pemerintah, dan masyarakat harus sesuai dengan tata aturan kosmik.

 Pemikiran para filsuf berakar kuat pada kosmologinya, yg banyak ditemukan dalam filosofi Yijing:

› Tidak didorong melulu oleh upaya pencarian intelektual akan pengetahuan demi pengetahuan itu sendiri

› Dengan background bahwa Dao (prinsip utama) mengendalaikan alam semesta dan manusia, menyelidiki alam sebagai sarana pencapaian pengetahuan Dao atau prinsip utama

 A.C.Graham: Dalam padangan Barat, Filsafat Cina pra-Budhisme adalah kedangkalan epistemologi. Sebaliknya bagi orang Cina, tujuan mencari sesuatu di balik banyak hal adalah menemukan, bukan sesuatu yang lebih dari apa yang tertangkap indera, melainkan menemukan Jalan/Cara yang tetap di balik perubahan2 dan pertentangan2 cara hidup dan pemerintahan, yang diperoleh melalui pendidikan sebagai Jalan/Cara para raja bijak

 Berakar pada semangat religius dalam mencari kesejahteraan masyarakat, perhatian para filsuf Cina dipusatkan pada:

› Bagaimana memimpin negara

(9)

Referensi

Dokumen terkait