TUGAS
KARYA ILMIAH
EKONOMI PEDESAAN DAN PERTANIAN
Efektivitas Ekonomi Berbasis Pengetahuan terhadap pertumbuhan
Ekonomi China
Disusun Oleh :
Moch Soleh
110231100107
PRODI EKONOMI PEMBANGUNAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar belakang
Dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang sejak negara mulai terbentuk dan manusia mulai mengerti tentang ekonomi, pertumbuhan ekonomi mulai diprioritaskan hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi merupakan pedoman yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta tolak ukur suatu negara, tolak ukur disini merupakan sebuah penilaian terhadap suatu negara dimana negara tersebut layak dikatakan sebagai negara maju ataukah negara yang masih dalam pengembangan atau bisa disebut sebagai negara berkembang serta juga sebagai perbandingan antara negara yang lainnya dan menunjukkan sebagai kekuatan negara tersebut.
Dalam hal banyak pakar – pakar ekonomi mengembangkan formula dimana cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang efektif dan stabil, dengan menciptakan beberapa faktor yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dalam hal ini banyak negara menciptakan sebuah inovasi atau terobosan seperti hal nya di China yang menciptakan konsep ekonomi berbasis pengetahuan dimana hal sangat efektif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi mengingat dulunya ekonomi China sangat jauh dari kata berkembang bahkan lebih parah dari pada sebuah peradaban primitif meski sudah dinyatakan merdeka, china yang merupakan Negara yang masih jauh dari kata berkembang sekarang mampu menyaingi Negara AS yang notabenenya merupakan negara yang menjadi pusat perekonomian dimana ketika Amerika Serikat mengalami penurunuan banyak pula negara yang menerima dampaknya seperti Indonesia itu sendiri, namun kini Negara China mampu menyaingi atau bahkan mampu melebihi ekonomi Amerika Serikat.
mengefisiensikan dengan kecepatan yang tidak sampai menciptakan banyak pengangguran disuatu masa.
Dan juga dalam tingkat haluan china mampu merubahnya dalam bentuk peluang ekonomi di era global dimana diperlukan kemampuan membaca situasi meski dalam situasi kecil hingga menjadi peluang kerja sama dengan negara –negara dunia guna dalam memperbesar peluang ekonomi china.di china dalam terjadinya krisis ekonomi dan financial yang mempengaruhi proses pemulihan negara negara yang baru keluar dari krisis, china sendiri masih dikatakan labil dikarenakan banyak total pdrb dan lain sebagainya untuk mengurangi dampak krisis yang terjadi pada amerika serikat, dalam proses globalisasi dimana akan terus mengalami percepatan baik dari segi ekonomi dan nformasi yang terus bergerak melintasi negara dunia maka china mampu menerapkan ekonomi berbasis pengetahuan dimana basis ini sangat layak dengan tingkat persaingan yang ada, yang kemungkinan besar tingak persaingan akan sangat detail dan lebih rata dengan tingkat resiko yang ada maka china dinyatakan siap dalam menghadapi era globalisasi.
Banyak media dunia memberitakan bahwasannya china aktif dalam beberapa organisasi dimana china bergabung dalam WTO ( World Trade Organization ) china dapat menembus beberapa pasar dunia dimana diantaranya di asean sendiri, tidak hanya itu saja china juga masu bergabung dengan organisasi lainnya dan menjadikan sebgai strategi dalam meningkatkan pendapatan ekonomi china.
Dalam ranah dan waktu yang masih berjalan dimana china masih berbeparan aktif untuk menembus semua pasar dunia hal ini bertujuan mendapatkan keuntungan ekonomu demi menggerakkan roda perekonomian dan jaminan atas keterkaitan dengan kebutuhan pengamanan. Dalam kebutuhan china yang semakin hari semakin meningkat dimana china mulai mengembangkan investasinya ke daratan afrika dimana afrika memiliki kekayaan yang sangat banyak meski masih belum dimaksimalkan secara keseluruhan,
Instrumen instrumen yang digunakan oleh china dalam menangani kekayaan ang masih belum dieksploitasi dengan menyediakan lebih banyak bantuan dan utang serta mempromosikan perdagangan dan menginvestasikan dan memperlakukan forgive debt dan memperlakukan perdagangan bebas dengan afrika dan mendukung aliansi dan memberikan solusi kepemerintahan yang dinilai sangat efektif dalam roda politik afrika.
Dalam reformasi china dengan seiring pergantian kepemimpinan china mampu mengangkat derajat negaranya sebagai negara yang mampu menyaingi negara sekelas amerika serikat, hal ini terkait dengan kebijakan perubahan reformasi sehingga membuat perekonomian china akhirnya berkembang dengan pesat dari tahun ke tahun.
Perkonomian china mampu mempengaruhi perekonomian negara lain dimana hal ini mampu menimbulkan interpedensi diantara kedua negara yakni dengan negara amerika serikat di antara kedua negara. Interdependensi dalam kerjasama sektor finansial dan ekonomi menjadikan Cina sebagai kutub baru yang dijadikan negara-negara berkembang sebagai tumpuan harapan. Cina dalam hal ini memiliki posisi yang unik. Di satu sisi, Cina digolongkan sebagai negara berkembang, sehingga segala upaya pendekatan Cina ke negara-negara berkembang relatif lebih mudah.
1.2.Rumusan Masalah
1. Apakah efektiv ketika ekonomi berbasis pengetahuan terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi?
2. Apakah dampak terhadap pertumbuhan ekonomi terhadap ekonomi berbasis pengetahuan?
1.3.Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui efektivitas daripada ekonomi berbasis pengetahuan terhadap pertumbuhan ekonomi.
2. Untuk mengetahui dampak pertumbuhan ekonomi terhadap ekonomi berbasis pengetahuan.
1.4.Manfaat Penelitian
1. Sebagai perbandingan dan sekaligus pemicu ide positif terhadap ekonomi berbasis pengetahuan yang di terapkan oleh Negara China.
BAB II
Dasar pemikiran dari teori pertumbuhan linear ini adalah evolusi proses pembangunan yang dialami oleh suatu negara selalu melalui tahapan-tahapan tertentu (Mudrajad, 2003:47).
2.2.3. Teori Pertumbuhan Adam Smith
Menurut Adam Smith terdapat dua aspek utama pertumbuhan ekonomi yaitu pertumbuhan output total dan pertumbuhan penduduk. Pada pertumbuhan output total terdapat tiga unsur pokok dari sistem produksi suatu negara ialah sumber daya alam yang tersedia, sumber daya insani dan stok barang modal yang ada. Menurut Adam Smith, sumber daya alam yang tersedia merupakan wadah yang paling mendasar dari kegiatan produksi suatu masyarakat. Jika suatu saat nanti semua sumber daya alam tersebut telah digunakan secara penuh maka pertumbuhan output pun akan berhenti. Sedangkan sumber daya insani memiliki peranan yang pasif dalam proses pertumbuhan output dan stok modal merupakan unsur produksi yang secara aktif menentukan tingkat output. Sedangkan pada pertumbuhan penduduk, jumlah penduduk akan meningkat jika tingkat upah yang berlaku lebih tinggi dari tingkat upah subsisten yaitu tingkat upah yang pas-pasan untuk hidup. Selain itu, Adam Smith dalam pemikirannya membagi pertumbuhan ekonomi menjadi 5 tahap, dimulai dari masa perburuan, masa beternak, masa bercocok tanam, masa perdagangan, dan masa perindustrian.
2.2.4. Teori Marx
Karl Marx mengemukakan teorinya berdasar atas sejarah perkembangan masyarakat dimana perkembangan masyarakat itu melalui 5 tahap yaitu masyarakat komunal, masyarakat perbudakan, masyarakat feodal, masyarakat kapitalis dan masyarakat sosialis. Dalam perkembangan perekonomian di masyarakat, Karl Marx membagi menjadi tiga tahapan yaitu
Marx berpendapat bahwa kemampuan para pengusaha untuk mengakumulasi modal terletak pada kemampuan mereka dalam memanfaatkan nilai lebih produktivitas buruh yang dipekerjakan.
2.2.5. Teori Pertumbuhan Rostow
Rostow membagi proses perkembangan ekonomi suatu Negara menjadi lima tahap; (1) perekonomian tradisional (2) prakondisi tinggal landas (3) tinggal landas (4) menuju kedewasaan, dan (5) konsumsi massa tinggi. (Mudrajad:2003)
(1) Perekonomian Tradisional
Dalam suatu masyarakat tradisional, tingkat produktivitas per pekerja masih rendah, oleh karena itu sebagian besar sumber daya masyarakat digunakan untuk kegiatan sektor pertanian.
(2) Pra Kondisi Tinggal Landas
Tahap prasyarat tinggal landas ini didefinisikan Rostow sebagai suatu masa transisi dimana masyarakat mempersiapkan dirinya untuk mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri (self sustained growth)
Ciri-ciri dan upayanya:
1. Peningkatan investasi di sektor infrastruktur/prasarana terutama transportasi.
2. Revolusi bidang pertanian untuk memenuhi peningkatan permintaan penduduk.
3. Perluasan impor, termasuk impor modal oleh biaya produksi yang efisien dan pemasaran sumber alam untuk ekspor.
(3) Tinggal landas
Tahap tinggal landas sebagai suatu revolusi industri yang berhubungan dengan revolusi metode produksi dan didefinisikan sebagai tiga kondisi yang saling berkaitan,
(4) Tahap Menuju Kedewasaan
Tahap menuju kedewasaan ditandai dengan penerapan teknologi modern secara efektif terhadap sumber daya yang dimiliki. Pada tahap ini terdapat tiga perubahan yang penting :
a. Tenaga kerja berubah dan tidak terdidik menjadi baik
b. Perubahan watak pengusaha dari pekerja dari keras dan kasar berubah menjadi manajer efisien yang halus daN sopan
c. Masyarakat jenuh terhadap indutrialisasi dan menginginkan perubahan lebih jauh.
(5) Tahap Konsumsi Tinggi
2.3. Teori Perubahan Struktural
Teori Perubahan Struktural ini menjelaskan pada pembahasan mekanisme transformasi ekonomi yang dialami oleh Negara sedang berkembang, yang semulanya bersifat subsisten dan menitikberatkan pada sektor pertanian menuju struktur perekonomian yang lebih modern dan sangat didominasi oleh sektor industri dan jasa (Todaro,1991 : 68).
A. Teori Pembangunan Arthur Lewis
Teori ini membahas proses pembangunan yang terjadi antara daerah kota dan desa, yang mengikutsertakan proses urbanisasi yang terjadi di antara kedua tempat tersebut.
B. Teori Pola Pembangunan Chenery
Teori Pola Pembangunan Chenery memfokuskan terhadap perubahan struktur dalam tahapan proses perubahan ekonomi, industri dan struktur institusi dari perekonomian negara yang sedang berkembang, yang mengalami transformasi dari pertanian tradisional beralih ke sektor industri sebagai mesin utama pertumbuhan ekonominya. Menurut Chenery, sejalan dengan peningkatan pendapatan per kapita, perekonomian suatu negara akan bergeser dari yang semula mengandalkan sector pertanian menuju ke sector industry.
DEPEDENSIA, NEOKLASIK (SOLOW-SWAN), ENDOGEN, TEORI-TEORI BARU “(NEW GROWTH TEORY, NGT), (NEW ECONOMIC GEOGRAPHY,
NEG), (NEW TRADE TEORY, NTT)”
3. Teori Depedensia berusaha menjelaskan penyebab keterbelakangan ekonomi yang dialami oleh NSB. Asumsi dasar teori ini adalah pembagian perekonomian dunia menjadi dua golongan, yang pertama adalah perekonomian negara-negara maju dan kedua adalah perekonomian NSB. Andrea Gunder Frank menampilkan tiga hipotesis utama yang relevan, yang berkaitan dengan pola hubungan antara negara maju dan miskin tersebut ( Arief dan Sasono, perkembangan ekonomi yang sehat dan mampu menumbuhkan perkembangan industri yang otonom apabila kaitan dengan metropolis dari dunia kapitalis internasional tidak ada atau sangat lemah.
3. Kawasan-kawasan yang sekarang sangat terbelakang dan berada dalam situasi yang mirip dengan situasi dalam sistem feodal adalah kawasan yang ada pada masa lalu mamiliki kaitan kuat dengan metropolis dari sistem kapitalis internasional. Kawasan-kawasan ini adalah kawasan penghasil komoditas ekspor bahan mentah primer yang terlantar sebagai akibat adanya gelombang konjungtur dalam perdagangan internasional komoditas tersebut.
Dekade 1980-an menandai munculnya teori pembangunan Neo-Klasik yang menjawab sanggahan teori dependensia. Teori pembangunan Neo-Klasik yang anti terhadap pendekatan revolusioner sering disebut sebagai teori sisi penawaran ( supply side theory ). Teori ini merekomendasikan swastanisasi BUMN, meningkatkan peran perencanaan dan penetapan regulasi ekonomi yang menciptakan iklim kondusif bagi peningkatan peran pihak swasta dalam pembangunan. Dengan kata lain, mereka menyatakan bahwa keterbelakangan bukan disebabkan oleh pengaruh eksternal, tetapi lebih pada pengaruh internal dalam NSB tersebut. Besarnya derajat campur tangan pemerintah dalam aktivitas ekonomi, merebaknya korupsi, dan kurangnya intensif ekonomi, serta kesalahan dalam pengalokasian sumberdaya, merupakan sumber utama keterbelakangan itu. Dalam teori ini dikemukakan bahwa alokasi sumber daya yang salah menyebabkan kebijakan penetapan harga menjadi tidak efektif dan ditambah dengan campur tangan pemerintah yang terlalu besar dalam perekonomian.
5. Teori Pertumbuhan Neoklasik (Solow-Swan)
Menurut teori Solow-Swan ini, pertumbuhan ekonomi tergantung pada ketersediaan faktor-faktor produksi (penduduk, tenaga kerja dan akumulasi modal) dan tingkat kemajuan teknologi, berdasarkan penelitiannya Solow (1956) menyatakan bahwa peran dari kemajuan teknologi dalam pertumbuhan ekonomi sangat dominan. Temuan Solow menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS yang mencapai 2,75 persen pertahun pada periode 1909 sampai 1949, lebih dari setengahnya (1,5 %) merupakan sumbangan dari kemajuan teknologi, semuanya itu tergantung pada pertumbuhan penduduk, akumulasi kapital, dan kemajuan teknologi bersifat lebih luas, bukan hanya sekadar modal fisik tetapi juga mencakup modal insani (human capital).
2.4 Teori-Teori “Baru”
2.4.1. Teori Pertumbuhan Baru (NGT)
pertumbuhan endogen karena menganggap pertumbuhan GNP lebih ditentukan oleh sistem proses produksi dan bukan berasal dari luar sistem. Berbeda dengan teori tradisional neoklasik yang menganggap pertumbuhan GNP sebagai akibat dari keseimbangan jangka panjang. Motivasi dasar dari teori NGT adalah menjelaskan perbedaan tingkat pertumbuhan antarnegara dan proporsi yang lebih besar dari pertumbuhan yang diamati.
2.4.2. Teori Geografi Ekonomi Baru (NEG)
Salah satu sumbangan yang paling penting teori neo klasik adalah pengenalan terhadap keuntungan-keuntungan aglomerasi (Preer, 1992:34). Pelopor teori neo klasik mengajukan argumentasi bahwa aglomerasi muncul dari perilaku para pelaku ekonomi dalam mencari penghematan aglomerasi, baik penghematan lokalisasi maupun urbanisasi.
Sebagaimana diidentifikasi oleh Krugman : Pertama, lokasi kegiatan ekonomi dalam suatu negara merupakan topik yang penting dengan sendirinya.... kedua,
garis antara ilmu ekonomi internasional dengan ilmu ekonomi regional menjadi semakin kabur... ketiga, alasan yang paling penting untuk melihat kembali geografi ekonomi adalah laboratorium intelektual dan empiris yang disediakannya (Krugman, 1991:8).
2.4.3. Teori Perdagangan Baru (NTT)
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1.Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian yang digunakan adalah korelasi kuantitatif dimana penelitian ini merupakan penelitian yang menyelidiki sejauh mana variasi – variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi – variasi pada suatu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi, sedangkan yang dimaksud dengan penelitian kuantitatif adalah penelitian dimana data yang digunakan berwujud angka.
Menurut pendekatan waktu rancangan penelitian yang digunakan ialah dengan mengambil beberapa jurnal sebagai induk daripada materi yang nantinya akan dikembangkan melalui kata kata sendiri dan dijadikan sebuah materi dasar dalam menganalisa sebuah study kasus “Efektivitas Ekonomi Berbasis Pengetahuan terhadap Pertumbuhan Ekonomi china” yang melalui jurnal tersebut, dalam hal ini dapat dikatakan sebuah rancangan sendiri tanpa melalui alat atau media dalam merancang penelitian.
3.2. Sampel Penelitian
Arikunto (2002: 109) berpendapat bahwasannya sampel sebagian besar atau wakil dari seluruh rancangan penelitian, dimana sampel yang dimbil melalui jurnal – jurnal yang sudah ada dan dikelola menjadi sebuah artikel dengan analisis – analisis yang sesuai dengan tema yang sudah ditentukan.
3.3. Instrumen Penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN
Cara meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan cara menerapkan ekonomi berbasis pengetahuan dimana tidak hanya pemerintah yang mampu mengaplikasikannya namun juga termasuk masyarakat mampu menungkatkan pertumbuhan ekonomi. Dilanjutkan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah dimana setiap daerah atau kota mempunyai daya saing sehingga dalam pendapatan daerah dinegara china sangat efisiensi khususnya didaeerah yang notabenenya adalah ibu kota atau kota – kota besar tidak hanya itu disisi lain di kota kecildi negara china juga dalam proses mengikuti menyumbangkan PDRB yang ada. Dimana dimulai dari pembangunan industri dan juga keterbukaan terhadap investasi dan melakukan pembangunan skala nasional dalam hal ini didalam konteks internal china mampu meratakan setiap ekonomi dimasing masing daerah serta mampu mengurangi ketimpangan ekonomi dalam setiap aktivitas ekonomi.
Dalam kontek luar china mampu melakukan banyak investasi melalui produk – produk yang mereka jual dimana produk tersebut mampu menembus pasar dunia bahkan hampir mengalahkan produk – produk yang sudah ada di pasar dunia dan yang menggemparkan dunia ialah investasi besar terhadap minyak di afrika dimana minyak afrika yang masih belum tersentuh dan masih belum di eksploitasi oleh manusia dan ternyata sudah diketahui oleh china itu sendiri. China melakukan pendekatan secara emosional terhadap afrika dimana dengan melakukan bantuan kepada rakyat miskin afrika. Lalu memberikan opsi atau pilihan pendapat tentang politik yang terbaik kepada pemerintah afrika hal inilah yang menyebabkan opini buruk dikalangan negara uni eropa dimana china dituding melakukan imperialisasi terhadap negara afrika namun hal ini semuanya telah diluruskan oleh pemerintah afrika itu sendiri sehingga menjadi hal yang positf bagi kalangan pemerintah china dengan memberikan hal yang positif terhadap negara afrika itu sendiri.
ekonomi berbasis pengetahuan ini melibatkan pada keseluruhan aspek. Seperti pada teknologi dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.
Ekonomi berbasis pengetahuan mampu bersaing dengan era globalisasi dengan kapasitas penduduk yang mungkin sesuai dengan harapan pemerintah china serta baik dalm segi ekonomi dan informasi yang terus bergerak melintasi negara dunia.
China yang kini merupakan pusat sentral asia dan sekarang hampir mnguasai sebagian besar eropa merupakan sebuah negara yang mampu memeberikan efek dan juga keuntungan bagi negara yang brioritasnya sama dengan ekonomi china, china mulai menyatukan sumber ekonomi dengan kekuatan militer dan peran politisnya pada akhir tahun 1980an, jika pertumbuhan ekonominya terus berlanjut proses konversi ini akan memberikan kemajuan yang sangat penting, selama tahun 1980an militer china mengalami kemunduran, namun antara pertengahan tahun pengeluaran biaya militer china mengalami kenaikan dua kali lipat dan naik pendapatannya, diera sekarang dalam skenario besar china bertujuan untuk menembus semua pasar dunia agar mendapatkan keuntungan ekonomi demi menggerakkan roda perekonomian dan menjamin atas nasional securty yang terkait dengan kebutuhan keamanan.
BAB V PEMBAHASAN
Di era pengetahuan ini potensi sumber daya alam yang dimiliki sebuah negara tidak menjamin sebuah negara mampu mengembangkan dan
menumbuhkan ekonomi secara berkelanjutan, dalam hal ini banyak negara – negara maju yang juga menerapkan ekonomi berbasis pengetahuan khususnya negara china dimana china mampu menerapkan ekonomi berbasis pengetahuan dan bisa dinyatakan berhasil dan mampu menumbuhkan pertumbuhan
ekonominya dengan baik ,jika dibandingkan dengan negara yang mengikuti basis ekonomi berbasis pengetahuan.
China dalam tingkat perkembangannya yang tak lain dengan menerapkan konsep ekonomi berbasis pengetahuan bisa dibilang sukses dengan melihat tingkat pertumbuhan ekonomi yang setiap tahunnya semakin menunjukkan hasil positif dimana dengan pertumbuhan sebanyak 10% pertumbuhannya
BAB VI PENUTUP