EDISI 519 9 FEBRUARI 2014
!
PENGEMBANGAN RENCANA STRATEGIS SISTEM INFORMASI: KAJIAN KEBUTUHAN BISNIS
Mempelajari Tren Teknologi
Prof. Richardus Eko Indrajit – [email protected]
Ketika ditanyakan mengenai kebutuhan teknologi informasi, tidak jarang justru jawaban yang diberikan adalah sebuah daftar atau list yang sangat panjang dari pemangku kepentingan yang antusias. Apalagi jika pendekatan yang dibergunakan adalah brainstorming, dimana setiap individu diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengusulkan aplikasi yang ingin dibangun. Artinya adalah seorang perancang sistem informasi harus berani melakukan pemilahan (filter) mengenai mana yang harus didahulukan atau dipilih mana yang tidak. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan analisa cost-benefit.
!
Analisa cost-benefit di sini berbeda dengan yang dilakukan kelak pada penentuan prioritas perusahaan. Aktivitas ini pada dasarnya bertujuan memancing mereka yang ingin mendifinisikan kebutuhan berdasarkan kelayakan pengembangan dengan mengacu pada manfaat yang didapat dengan alokasi biaya yang perlu didedikasikan. Tentu saja untuk dapat melakukan hal ini, yang bersangkutan perlu memiliki pemahaman yang utuh dan menyeluruh mengenai kondisi riil perusahaan, agar ide ataupun gagasannya tidak mengada-ngada.
EDISI 519 9 FEBRUARI 2014
Biasanya, langkah analisa dilakukan dengan melakukan brainstorming terhadap manfaat penerapan aplikasi teknologi informasi yang diharapkan untuk dinikmati perusahaan, seperti:
• Menurunkan biaya atau pengeluaran bisnis; • Meningkatkan revenue perusahaan;
• Menghilangkan kesalahan perhitungan keuangan; • Mengurangi jumlah pegawai kontrak;
• Meniadakan aset gudang atau tanah; • Mentransfer risiko bisnis; dan lain-lain.
Agar target manfaat tersebut dapat tercapai, maka perlu dikembangkan aplikasi teknologi informasi. Untuk merancang, membangun, hingga menerapkannya, tentu saja dibutuhkan biaya tertentu. Paling tidak biaya yang dimaksud dibagi menjadi dua, investasi dan operasional. Biaya investasi misalnya diperlukan untuk membeli perangkat hardware, membuat software, membayar programmer, membangun data center, dan lain sebagainya. Sementara untuk operasional diperlukan biaya untuk kebutuhan pemeliharaan sistem, pembayaran lisensi, pemutakhiran data, pengadaan listrik, pengawasan fasilitas, dan lain sebagainya.
Secara heuristik atau perkiraan, mereka yang mendifinisikan kebutuhan sistem informasi dapat membayangkannya di pikiran mengenai kedua hal di atas, yaitu perbandingan antara manfaat dan biaya. Dengan berbekal pengetahuan tersebut maka dapat didefinisikan kebutuhan yang lebih pragmatis (tidak terlalu berlebihan atau terkadang dibilang sebagai mimpi) untuk ke depannya.
akhir dokumen