Kewirausahaan
Fakultas Sains IT Telkom
Semester Genap 2012-2013
Sistem Tata Nilai Institut Teknologi Telkom
Mata Kuliah Kewirausahaan
Kuliah Wajib
SKS 2
Semester 6
Deskripsi
Mencakup pengenalan dan pengembangan bisnis dengan cara inovasi yang tepat guna sesuai profesi, sekaligus menunjang pelaksanaan keprofesian wira usaha
Tujuan instruksional umum:
Diharapkan mampu menjadikan mahasiswa sebagai profesional yang memiliki kemampuan:
- Menciptakan sesuatu yang bermanfaat
- Dalam menemukenali dan mengoptimalkan potensi diri - Melakukan implementasi ide dasar
Pola pikir Kewirausahaan
Dari kerangka waktu berdasarkan kinerja semester:
Semester-1
Kewirausahaan IK
Kewirausahaan TF
Pengetahuan dasar umum dan
Pengembangan kompetensi inti telah diselesaikan dan difahami dengan baik
Pola Pikir Pembelajaran Kewirausahaan
Strategi pembelajaran
Inventori Knowledge Needs
Identifikasi Sumber pengetahuan
Kumpulan Knowledge
Database and Capture Tools
1. KNOWLEDGE ACQUISITION (Akuisisi)
Knowledge Management
Network 2. KNOWLEDGE SHARING
Sharing Tools Collaborative Tools
Communications Links Network
Internet
pengguna
Working station group
Individual
Dokumen Kerja
Skema rancangan Studi
Materi Inovasi………..
Minggu 1-3
Materi Kewirausahaan…..
Minggu 4-6 dan 7
Simulasi Permainan Usaha Kerja Tim:
Detil usaha, mengacu kepada kelompok keahlian Analisis :
produk usaha dan kemasan prospek pasar
korelasi rancangan bisnis Role playing
Pekan Business Fair
ko
re
las
Menurut Mc Clealend:
Negara akan berkembang bila (Idealnya) 2%
penduduknya terjun sebagai wira usaha
Untuk Indonesia,
— Seharusnya sebanyak 5 juta berperan aktif sebagai wira usaha
— Kondisi saat ini, sekitar 400 – 500 ribu
Alasan utama:
Lingkungan khususnya budaya kurang mendukung
Potret profil karir lulusan perguruan tinggi
Terdapat 8 profil karir utama:
1. Birokrasi
2. BUMN
3. Partai Politik
4. Swasta Nasional, Multinasional
5. Akademika
6. LSM
7. Pengusaha,wirausahawan
PEMAHAMAN
KONSEP DASAR INOVASI
Manfaat Inovasi, Sumber Inovasi, Unsur/Elemen Inovasi
Pengertian Inovasi dan Kewirausahaan
Dalam menjalankan kewirausahaan harus didukung dengan inovasi
yang tepat:
Tepat produk yang dihasilkan
Tepat waktu
Tepat sasaran customers (promosi, kemasan, harga)
• Alasan keuangan • Alasan sosial
• Alasan pelayanan
• Alasan memenuhi kebutuhan diri sendiri MOTIVASI
JIWA / KARAKTER
WIRAUSAHA
Pengertian Inovasi
Inovasi didefinisikan sebagai berikut:
Melakukan atau menghasilkan yang bersifat destruktif (Joseph Schumpeter) Menciptakan nilai bagi customers
Alat atau sarana dari entrepreneur yang mengeksploitasi perubahan sebagai peluang (Peter F. Drucker)
Sesuatu yang dipersepsikan atas sesuatu yang memiliki keunikan (Everett M. Rogers):
Ide,
praktek lapangan atau obyek pokok tertentu
Sebagai kata kunci: - Bersifat destruktif
12
Pendayagunaan sumber daya dengan kapasitas baru untuk
menciptakan kekayaan sebagai terobosan.
Berbagai perubahan terhadap potensi kekayaan yang
memproduksi sumber daya yang telah ada merupakan
inovasi
Bahwa Inovasi terjadi dalam berbagai bentuk dan model,
tidak selalu inovasi teknik
Inovasi Sosial : newspaper, insurance, dan lain-lain.
Inovasi merubah ekonomi dari supply-driven ke
demand-driven.
PEMBAHARUAN ORGANISASI
INOVASI PROSES BISNIS
PEMBERDAYAAN SDM
CARA BARU MELIHAT ORGANISASI
• Visi, Misi, Nilai
• Tujuan
• Struktur
• Budaya
• Proses
• Fokus Pelanggan
• Produk dan Jasa
Untuk berinovasi:
dengan baik,
tepat guna dan
efisien
Ciri-ciri orang yang kreatif adalah :
Mandiri.
Terbuka terhadap sesuatu yang baru. Percaya diri.
Berani mengambil risiko.
Melihat sesuatu dengan tidak biasa. Memiliki rasa ingin tahu yang besar. Dapat menerima perbedaan.
Objektif dalam berpikir dan bertindak.
Kreatifitas dalam Inovasi
Hal-hal yang harus dilakukan
1.
Mempunyai tujuan, sistematik, mulai dari analisis peluang
2.
Inovasi harus konseptual dan perseptual
perhatikan-tanyakan-dengarkan
3.
Inovasi harus efektif dan sederhana/simple
4.
Inovasi yang efektif berawal dari hal-hal kecil dan sederhana
5.
Keberhasilan inovasi sebagai bagian dari kepemimpinan
Yang tidak direkomendasikan untuk dilaksanakan
1. Jangan mencoba berperan sebagai orang yang pandai sendiri.
Inovasi harus ditangani secara bersama dalam lingkungan umum.
2. Tidak direkomendasikan melakukan diversifikasi, dan tidak
diperkenankan mencoba melakukannya terlalu banyak secara serentak
3. Jangan mencoba inovasi untuk masa depan. Tetapi inovasi untuk saat ini
1. Inovasi merupakan suatu pekerjaan, karenanya
memerlukan pengetahuan (knowledge) yang
mencerminkan kecerdikan yang besar.
2. Untuk menyukseskannya, para innovators harus
membangun kekuatannya.
3. Inovasi merupakan efek dalam ekonomi dan
masyarakat
KEWIRAUSAHAAN
reengineering risiko produk layanan
kebijakan modal Sumber daya
Kerja sama Usaha
Manajemen Bisnis
Kelayakan Usaha
Etika Bisnis
Hubungan PAKET LAYANAN
SISTEM BISNIS
Model Proses Inovasi - Kewirausahaan
Aspek legal
Marketing
Bagan proses internal Kewirausahaan
Interaksi: inovasi terhadap kewirausahaan Internal support, share services
External support & infrastructure
Pengertian Inovasi
Inovasi didefinisikan sebagai berikut:
Melakukan atau menghasilkan yang bersifat non-destruktif (Joseph Schumpeter) Menciptakan nilai bagi customers
Adanya eksploitasi perubahan sebagai peluang (Peter F. Drucker)
Upaya yang dipersepsikan atas sesuatu yang memiliki keunikan (Everett M. Rogers):
Ide,
praktek lapangan atau
obyek pokok tertentu
Tujuan Inovasi:
o Melahirkan sesuatu hal yang baru
o Sarana menuangkan kreativitas
20
Pendayagunaan sumber daya dengan kapasitas baru untuk
menciptakan kekayaan sebagai terobosan
–
Kekayaan, karena adanya nilai tambah
Perubahan terhadap potensi kekayaan yang memproduksi
sumber daya yang telah ada merupakan inovasi
Bahwa Inovasi terjadi dalam berbagai bentuk dan model,
tidak selalu inovasi teknik
Inovasi Sosial : newspaper, asuransi, dan lain-lain.
Inovasi merubah aspek ekonomi:
–
dari supply-driven
–
ke demand-driven.
Alur Pengembangan Inovasi
Inovasi dijalankan dalam alur sebagai berikut:
Data potensi dan requirements Analisis peluang
Kajian alternatif jenis inovasi
Analisis kelayakan usaha, korelasi dengan analisis risiko Uji peran fungsi dan penyempunaan sistem
Tata kelola usaha
Aspek inovasi
•Menemukenali aspek Inovasi •Penggalian Ide
•Pengembangan Inovasi
•
Dari berbagai jenis Inovasi yang terjadi, dapat
dikelompokkan ke dalam 5 tipe:
Tipe Inovasi
Produk dan layanan
Proses
Pemasaran
Organisasi
Model bisnis
Tugas kelompok
Untuk berinovasi:
dengan baik,
tepat guna dan
efisien
Orang kreatif selalu mempunyai kelebihan dengan ciri :
Mandiri.
Terbuka terhadap sesuatu yang baru, tidak menutup diri Mempunyai kepercayaan diri.
Berani mengambil risiko.
Melihat sesuatu dengan tidak biasa... Memiliki rasa ingin tahu yang besar. Dapat menerima perbedaan.
Obyektif dalam berpikir dan bertindak.
Kreatifitas dalam Inovasi
Untuk berinovasi dengan baik dan benar, unsur sumber Inovasi
meliputi:
• Individu sebagai bagian dari sistem sosial
• Kelompok/organisasi dalam suatu sistem sosial • Kondisi lingkungan alam (demografis)
Sumber Inovasi
Sumber Inovasi
Lebih spesifik, menurut Pavitt (1994) kategori sumber inovasi dapat dikelompokkan berdasarkan empat kategori industri:
•
Supplier dominated industries
(contoh agriculture, tekstil) sumber inovasinya berasal dari pemasok.•
Specialized supplier industries
(contoh industri instrumen, software) sumber inovasinya berasal dari desain dan pengembangan dan advanced users.•
Scale-intensive industries
(contoh industri baja, mobil) sumber inovasinya berasal rekayasa produksi (production engineering).Azas manfaat dari Inovasi meliputi
• Adanya peningkatan kualitas hidup melalui penemuan-penemuan baru untuk proses pemenuhan kebutuhan.
• Akan meningkatkan keanekaragaman potensi diri • Meningkatkan pelayanan
• Memungkinkan suatu perusahaan meningkatkan penjualan dan keuntungan. • Adanya peningkatan dalam kemampuan mendistribusikan kreativitas kedalam
wadah penciptaan yang baru.
• Adanya turn-over yang lebih cepat
• Adanya keanekaragaman produk dan jenisnya di pasar.
Elemen inovasi yang utama terdiri atas:
•
Tipe atau jenis inovasi
–
Jenis inovasi yang tepat guna
–
Memiliki keunikan
•
Aspek pasar
–
Pasar menyambut positif
–
Sebagai solusi terobosan kebuntuan pasar
Keberhasilan inovasi suatu produk atau layanan ditentukan
oleh elemen utama tersebut
Atribut Inovasi, dalam kaitan untuk memperlancar proses adopsi
(dikemukakan Havelock) , berasal dari:
• Validitas tinggi,
• Kemanfaatan yang besar atau significant
• Tidak kompleks
• Compatible dengan sistem yang lain
Pandangan lain berkaitan dengan Atribut Inovasi, dikemukakan oleh
Rogers (1983) meliputi:
• Keuntungan relatif
• Kesesuaian compatible
• Kerumitan tidak kompleks
• Teruji coba validitas
• Teramati
Dalam memilih jenis inovasi, selain kebutuhan spesifik yang menjadi
sasaran, perlu dipertimbangkan juga beberapa batasan umum:
• Relevansi secara kesisteman • Kesiapan
– Infrastruktur
– Sarana penunjang
– Kebijakan
• Sumber daya
– Cukup, memadahi
– Berkualitas
– Dapat diandalkan
Penghambat inovasi
• Aspek psikologis, puas diri, kemapanan
• Praktis, pelaksanaan fisik operasional :
– waktu,
– sumber daya, – sistem
• Hambatan kekuasaan dan
• Nilai
Dorongan danHambatan Inovasi
inovasi
tantangan
kebutuhan
peluang
+
-
motivasi
plus
Hal-hal yang harus, atau direkomendasikan untuk dilakukan
terhadap inovasi:
1. Mempunyai tujuan, sistematik, mulai dari analisis peluang 2. Inovasi harus konseptual dan perseptual
perhatikan - tanyakan - dengarkan
3. Inovasi harus dilakukan dengan fokus
4. Inovasi harus efektif dan sederhana/simple 5. Murah, relatif
6. Inovasi yang efektif berawal dari hal-hal kecil dan sederhana 7. Keberhasilan inovasi sebagai bagian dari kepemimpinan
1. Jangan mencoba berperan sebagai orang yang pandai sendiri.
Inovasi harus ditangani secara bersama dalam lingkungan bersama.
Akan tetapi, berperanlah sebagai motivator
2. Tidak direkomendasikan melakukan diversifikasi
(perluasan usaha)3. Tidak diperkenankan mencoba melakukannya banyak inovasi
secara serentak
4. Jangan mencoba inovasi untuk masa depan, inovasi harus
dilakukan untuk rentang waktu saat ini
(current situation)Hal Krusial Urgen Strategis dalam Inovasi
(2)
32
Menciptakan nilai Inovasi berdasarkan komitmen dan konsistensi
Konsisten dan Komitmen dalam Inovasi
Dengan komitmen yang dilandasi keimanan, meningkatkan
performansi dari Zero Base……. Dengan konsistensi melaksanakan kewajiban:
terjadi pertumbuhan
mencapai hasil selaras dengan target
Kedudukan-0, awal
Kedudukan-1 Kedudukan-2
1.
Inovasi merupakan suatu pekerjaan, karenanya
memerlukan pengetahuan (knowledge) yang
mencerminkan kecerdikan.
2.
Untuk menyukseskannya, para innovators harus
membangun kekuatannya.
3.
Inovasi merupakan efek dalam ekonomi dan
masyarakat
Kunci Sukses Inovasi dalam Bisnis
Sejalan dengan cita-cita pribadi Saudara dalam studi dan diselaraskan
dengan keahlian dalam Program Studi ‘’
yang dipilih
”, rumuskan jenis inovasi
yang akan Saudara kembangkan
1. Jenis dan tema inovasi yang Saudara pilih
2. Sebutkan alasannya dan tingkat keyakinan akan keberhasilannya 3. Sebutkan karakteristik positif diri Saudara.
Cara menjawab
1. Jawaban ditulis tangan dalam kertas kuarto atau ukuran A4 (boleh bergaris atau polos), antara 400-500 kata
2. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan tanpa ada singkatan (kecuali singkatan baku) dan tanpa coretan atau tanpa koreksi menggunakan tip-ex dan
sejenisnya
3. Cantumkan Nama, Jurusan/Program Studi, NIM, diakhiri dengan tanda tangan 4. Diperbolehkan diskusi dengan mahasiswa pada kelas yang sama
komitmen
elemen Atribut Produk layanan Proses
P
Deskripsi, spesifikasi, tujuan
Support data
Rumusan
Kriteria
Kajian Kesiapan Pengembangan Inovasi
Alur pengembangan Inovasi sebagai berikut:
Inventarisasi syarat pengembangan
• jenis dan
• Kualitatif-kuantitatif
Data potensi dan pendetilan Analisis peluang
Kajian alternatif jenis inovasi
Analisis kelayakan usaha, analisis risiko berikut korelasi Uji peran fungsi dan penyempunaan sistem
Tata kelola usaha
Aspek inovasi
o Menemukenali aspek Inovasi ( mampu meningkatkan performansi yang lebih baik)
o Penggalian Ide
o Pengembangan Inovasi
•
Visi :
–
adalah cita-cita di masa depan yang difikirkan oleh pendiri atau
pemimpin organisasi.
•
Visi dicerminkan :
– seperti sesuatu yang hampir tidak dapat direalisasikan seperti misalnya menggapai bintang terjauh di angkasa.
– Diberlakukan sekurang-kurangnya untuk waktu 100 tahun ke depan
– Visi mengandung untuk sasaran terbaik di areanya
•
Misi:
–
adalah penjabaran visi ke dalam pernyataan organisasi yang
terfokus kepada kebutuhan stakeholdernya.
•
Falsafah atau kredo organisasi:
–
adalah nilai-nilai yang ditanamkan dan dijadikan sebagai acuan
dalam setiap gerak dan langkah perusahaan
• Mampu membangun semangat
• Nilai perusahaan atau oganisasi
Contoh: PT XXX selalu menjunjung tinggi persatuan, kesatuan, kesejahteraan, kemakmuran…….
•
Tujuan perusahaan:
–
adalah pernyataan kualitatif mengenai keadaan atau hasil
yang ingin dicapai di masa yang akan datang
Misi, Kredo dan Tujuan Perusahaan
Prinsip:
Tujuan harus memenuhi kaidah SMART
S
imple :• Tujuan harus dirumuskan dalam suatu yang sederhana dan mudah dimengerti, sehingga dapat dipahami oleh semua anggota organisasi.
M
easurable:• Jelas, kongkrit, terukur dan mampu menjadi motivasi bagi karyawan.
A
pplicable:• Layak atau mampu dilakukan oleh perusahaan.
R
eliable:• Selalu sesuai dengan harapan dan kepentingan stakeholder serta perkembangan zaman atau realita kehidupan.
T
imeable:Dasar penentuan strategi yang
baik
Intuisi + Analisis
Strategi yang diputuskan efektif
didukung tingkat efisiensi
Proses Strategi
Kwalitatif
Tidak selalu bisa dijelaskan
•
Penentuan Visi dan misi organisasi.
•
Perumusan tujuan yang jelas dan terukur
•
Identifikasi kondisi existing baik internal maupun eksternal
yang dihadapi oleh organisasi.
•
Penentuan sumberdaya yang dapat dijadikan sebagai sumber
keunggulan bersaing.
– Pengembangan alternatif-alternatif strategi yang ada dengan mempertimbangkan strategi generik serta variasinya.
– Evaluasi dari tiap alternatif.
– Penentuan pemilihan strategi terbaik dari berbagai alternatif yang tersedia
Diagram SWOT
S
W
I
EXPANSION Mendukung Strategi
Ofensif II
STABILITY Mendukung Strategi
Rasionalisasi
IV
COMBINATION Mendukung Strategi
Diversifikasi III
RETRENCHMENT Mendukung Strategi
Defensif
O
Pertumbuhan Pasar Tinggi
Persaingan Lemah
Persaingan Kuat
1. Pengembangan Pasar 2. Penetrasi Pasar
3. Pengembangan Produk 4. Integrasi ke depan 5. Integrasi horisontal 6. Diversifikasi Konsentrik 1. Peng.Pasar
2. Penet.Pasar 3. Peng.Produk
4. Integrasi horisontal 5. Penciutan bisnis 6. Pengurangan
1. Penciutan bisnis 2. Likuidasi
3. Diversifikasi Konsentrik 4. Diversifikasi Horisontal 5. Diversi Konglomerasi 6. Pengurangan
1. Divers.Konsentrik 2. Diversi.Horisontal 3. Diversi Konglomerasi 4. Usaha Patungan 5. Outsourching 6. Benchmarking
Matriks Manajemen Waktu
Kwadran I.
Aktifitas:
Krisis
Masalah mendesak
Program berbatas waktu
Kwadran III.
Aktifitas:
Interupsi ringan
Pertemuan
Urusan mendesak
Aktifitas populer
Kwadran II.
Aktifitas:
Kegiatan pencegahan
Pengembangan hubungan
Pengenalan peluang baru
Perencanaan
Kwadran IV.
Aktifitas:
Hal-hal sepele
Penyaluran hobi
Pemborosan waktu
Kegiatan menyenangkan
MENDESAK TIDAK MENDESAK
P
1. Kecurigaan pada ide-ide yang datang dari bawah 2. Birokrasi yang panjang
3. Menghadapi kritikan dan tantangan 4. Kritis dari pimpinan
5. Memperlakukan laporan atas suatu masalah sebagai suatu kesalahan 6. Pengendalian terlalu ketat
7. Keputusan rekayasa sistem atau perubahan kebijakan dibahas tertutup dan diperlakukan serba rahasia,
8. Informasi tidak bisa dikeluarkan dan disebarkan dengan mudah, harus diperiksa sangat detil sebelumnya
Potret Inovasi di Indonesia
Bagaimana kondisi Inovasi di Indonesia…?
Sejalan dengan cita-cita pribadi Saudara dalam studi dan diselaraskan
dengan keahlian dalam Program Studi ‘’
yang dipilih
”, rumuskan jenis inovasi
yang akan Saudara kembangkan
1. Jenis dan tema inovasi yang Saudara pilih
2. Sebutkan alasannya dan tingkat keyakinan akan keberhasilannya 3. Sebutkan karakteristik positif diri Saudara.
Cara menjawab
1. Jawaban ditulis tangan dalam kertas kuarto atau ukuran A4 (boleh bergaris atau polos), antara 400-500 kata
2. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan tanpa ada singkatan (kecuali singkatan baku) dan tanpa coretan atau tanpa koreksi menggunakan tip-ex dan
sejenisnya
3. Cantumkan Nama, Jurusan/Program Studi, NIM, diakhiri dengan tanda tangan 4. Diperbolehkan diskusi dengan mahasiswa pada kelas yang sama
PEMAHAMAN
KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN
KEWIRAUSAHAAN
reengineering risiko produk layanan
inovasi
Identifikasi peluang
Kerja sama Usaha
Manajemen Bisnis
Kelayakan Usaha
Etika Bisnis
Hubungan PAKET LAYANAN
SISTEM BISNIS
Model Proses Inovasi - Kewirausahaan
Sistem informasi
Marketing
Bagan proses internal Kewirausahaan
Visi, misi
kebijakan modal Sumber daya Legal
Berbagai hal mengenai Kewirausahaan
Entreprendre
(Bahasa Perancis), berarti
mengambil pekerjaan
(Kuratko and Hodgets, 2001)
Entrepreneurship
:
o
Kemampuan menciptakan sesuatu yang baru
oMelalui pemikiran kreatif dan tindakan
inovatif
o
Untuk terciptanya peluang (Drucker, 1959)
oPeluang usaha dengan memanfaatkan
peluang yang ada
P
Gambler
Mengambil risiko
Innovativeness=
daya inovasiHigh
Low
High Low
Jenis-jenis Entrepreneur Klasifikasi Landau
Peta
Kewirausahaan
Dipetakan
berdasarkan aspek:
Risk bearing
Wirausahawan umumnya memiliki karakteristik utama
mendukung peran sebagai berikut:
•
Kepercayaan diri yang tinggi
•
Inisiatif dan Kreatif
•
Ketekunan
•
Kemampuan kalkulasi risiko, simulasi tepat
•
Fleksibel
•
Kepemimpinan
•
Optimistik
© 1995 Corel Corp.
•
Berbagai hal tentang Wirausaha:
• Wirausaha sangat berperan membantu pemerintah
• Wirausaha adalah salah satu potensi pembangunan, lokal-nasional.
•
Wira = manusia unggul;
– teladan,
– berbudi luhur, – berjiwa besar, – berani,
– Perintis atau pelopor kemajuan.
Hal-hal penting dalam pengembangan usaha, diantaranya:
1.
Mempunyai kemauan kerja keras,
2.
Mampu bekerja sama dengan orang/pihak lain,
3.
Mempunyai penampilan yang baik,
4.
Memiliki keyakinan dengan niat karena Allah,
5.
Piawai dan cerdik membuat keputusan yang tepat,
6.
Berkeinginan menambah ilmu pengetahuan sesuai
perkembangan,
7.
Mempunyai ambisi untuk maju,
8.
Pandai berkomunikasi.
Dream
(Mimpi)
Memiliki visi dan kemampuan mencapai visiDecisiveness
(Ketegasan)
Kecepatan dan ketepatan mengambil keputusanDoers
(Melakukan)
Tidak menunda kesempatan atau peluang yang dapat dimanfaatkan
Determination
(Ketetapan hati)
Bertanggung jawab pada halangan dan rintanganDedication
Pengorbanan yang tinggi untuk kesuksesannya
• Yang memiliki inisiatif • Yang mengorganisir
mekanisme sosial -ekonomi untuk menghasilkan sesuatu yang berguna.
• Yang menerima risiko atau kegagalan.
Tiga tipe utama wirausaha:
1. Ahli: sebagai penemu yang
mengembangkan produk atau layanan,
2. Promotor: mengembangkan usaha baru yang dirintis,
3. General Manager: individu ideal yang mengembangkan keahlian produksi, strategi, pemasaran, keuangan dan pengawasan sesuai bidangnya.
•
Keinginan untuk mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi
•
Keinginan untuk kepuasan karir secara mandiri
•
Keinginan untuk mampu mengelola diri sendiri
•
Keinginan untuk prestise sebagai pemilik bidang usaha
•
Keinginan untuk menjalankan ide atau konsep baru yang lebih
tepat
•
Keinginan untuk membangun dan melestarikan kekayaan
•
Keinginan untuk menciptakan peran optimal kontribusi bagi
masyarakat dan untuk hal-hal khusus
(Dan Steinhoff & John F. Burgess, 1993)
Faktor Alasan Berwirausaha
Ada 10 hal penting yang perlu diperhatikan untuk menjadi
wirausaha sukses
•
Sukses itu sebuah perjalanan bukan tujuan
•
Inovasi tidak berhenti
•
Senantiasa belajar dan belajar
•
Tujuan usaha untuk mencapai kebebasan finansial
•
Mampu menggunakan tenaga dan waktu orang atau pihak lain
untuk mencapai tujuan.
•
Cerdas menggunakan potensi orang lain
•
Mampu membangun bisnis efektif dan efisien
•
Mampu membuat jaringan kerja yg kuat.
•
Mampu mengelola portfolio aset dengan baik
•
Beramal dan mengucapkan syukur.
o
Women entrepreneur:
• Minoritas pada suatu daerah yang mengembangkan usaha sehari-hari.
• Wirausaha berpindah-pindah kemana-mana,
• Wirausaha paruh waktu untuk mengisi waktu kosong,
• Wirausaha Home base di rumah tangga,
• Wirausaha keluarga.
o
Profil wirausahawan (Zimmerer):
• Menyukai dan menikmati tanggung jawab,• Menyukai resiko menengah,
• Yakin untuk berhasil,
• Hasrat atau keinginan untuk mendapatkan umpan balik,
• Tingkat energi yang tinggi,
• Orientasi ke depan,
• Keterampilan mengorganisasi,
• Menilai prestasi lebih tinggi dari uang.
faktor kualitas yang harus diwujudkan dalam layanan
Faktor Kualitas Layanan
Kepercayaan: layanan pasca jual prima dan konsisten
Jaminan: layanan dengan jaminan pasti dan jelas
Responsif: tanggap layanan menyelesaikan masalah pada pelanggan
Empati: memenuhi harapan spesifik kepada pelanggan
Strategi Wirausaha
WIRA USAHA
VERSUSSTRATEGI
Mampu mendayagunakan : 1. potensi diri,
2. potensi lingkungan 3. peluang
Tujuan bisnis
Strategi sebagai kekuatan
•
Mengembangkan rencana bisnis yang matang
•
Menerapkan manajemen strategis
•
Perencanaan sumber daya manusia secara komprehensif
•
Memahami laporan keuangan
•
Pabrikasi selalu berlandaskan dengan manajemen
pengendalian mutu
•
Pemanfaatan pemasaran yang terintegratif
•
Memiliki etika bisnis
•
Mengelola sistem informasi.
•
Strategi yang dijalankan:
–
tingkat korporasi: punya lebih dari satu bisnis
–
tingkat bisnis: organisasi yg menekuni hanya satu jalur bisnis.
–
tingkat fungsional: pada fungsi produksi, pemasaran, Sumber Daya
Manusia, Keuangan
•
Dalam strategi bisnis, terdapat:
–
perumusan strategi,
–
implementasi dan
–
pemantauan.
Efisiensi:
minimal risiko, tingkatkan laba.
Efektiveness:
sesuai tujuan, harapan pasar.
Effulgence:
tampil beda dan bernilai tinggi
Edge:
lebih baik dibanding para pesaingnya.
Exellence:
berjalan mulus tanpa halangan yang berarti
Mempunyai visi dan misi yang tajam.
Mempunyai sistem bisnis yang mengakomodasikan:
–
info bisnis sebagai input,
–
perencanaan dan implementasi yang disepakati,
–
sistem output berupa alternatif untuk diputuskan.
Pentingnya manajemen strategis dan metoda audit yang
diterapkan:
• Manajemen strategik mampu mengantisipasi kondisi yang selalu dinamis berubah.
• Menyediakan sasaran yang jelas untuk jangka panjang. • Membantu manajer membuat keputusan yang tepat guna. • Bila dijalankan dengan baik, akan lebih efektif dan efisien.
Metode audit dengan fokus pada:
customer,
competition,
company,
•
Mengembangkan rencana bisnis yang matang
•
Menerapkan manajemen strategis
•
Perencanaan sumber daya manusia secara komprehensif
•
Memahami laporan keuangan
•
Pabrikasi selalu berlandaskan dengan manajemen
pengendalian mutu
•
Menjalankan pemasaran yang integratif
•
Memiliki dan menjalankan etika bisnis
•
Mengelola sistem informasi.
•
Strategi yang dijalankan:
–
tingkat korporasi: mempunyai lebih dari satu bisnis
–
tingkat bisnis: organisasi yang menekuni hanya satu jalur bisnis.
–
tingkat fungsional:
• Pada fungsi produksi,
• Pemasaran,
• Sumber Daya Manusia, Keuangan
•
Dalam strategi bisnis, terdapat:
–
Perumusan strategi,
–
Implementasi dan
–
Pemantauan detil secara berkesinambungan
Identifikasi Strategi Penguatan Peluang
Sistem Integrasi
1) Integrasi ke depan ke distributor dan pengecer 2) Integrasi ke belakang: kendali bagi mitra
pemasok
3) Integrasi horizontal: kendali atas pesaing
Penetrasi dan pengembangan pasar 1) Penetrasi pasar untuk mencari pasar lebih
besar.
2) Pengembangan pasar bagi pasar yang baru. 3) Pengembangan produk yang baru.
Sistem diversifikasi
1) Diversifikasi konsentrik pada produk terkait 2) Divervikasi konglomerat: menambah produk
baru bagi pelanggan baru.
3) Diversivikasi horizontal: produk baru untuk pelanggan lama.
Rasionalisasi, divestasi, likuidasi 1) Rasionalisasi: mengurangi biaya atau
aset.
2) Divestasi: menjual satu divisi usaha 3) Likuidasi: menjual keseluruhan aset 4) Patungan/kemitraan/konsorsium untuk
dapat meningkatkan peluang.
•
Strategi Keunggulan Biaya:
•
efisiensi,
•
overhead rendah,
•
ketat kelola anggaran,
•
harga rendah
Keunggulan Bersaing Bisnis
Strategi:
Keunggulan biaya Fokus
Differensiasi Fleksibel
Kestabilan bisnis Peluang positif
•
Strategi fokus:
•
Untuk menghindari konfrontasi dengan pesaing,
•
Pasar yang lebih khusus,
•
Spesialisasi.
•
Strategi differensiasi:
•
Mengutamakan dan tanggap kebutuhan pelanggan,
•
Keunggulan kualitas,
•
Produk teknologi unggul,
•
Jaringan luas,
•
Memiliki brand image,
•
Kuat dalam pelayanan.
•
Produk fleksibel:
•
Banyak fitur,
•
Disain teknis,
•
Mudah penggunaan,
•
Nyaman dalam penggunaan,
•
Kecukupan dan keandalan suku cadang.
•
Langkah positif wirausaha:
–
mendirikan,
–
mengelola,
–
mengembangkan,
–
membudayakan,
–
melembagakan.
•
Kinerja usaha:
–
tepat guna,
–
efisiensi usaha,
–
mutu unggul,
–
pembaruan,
–
kepuasan konsumen.
•
Tidak berkembangnya wirausaha di Indonesia karena:
–
kekurangan modal,
–
kurangnya bimbingan pemerintah,
–
dominasi China dan negara serumpun,
–
dominasi konglomerat,
–
dominasi modal kuat.
Perilaku dan Kondisi di Indonesia
•
Pendapatan yang tidak pasti
•
Risiko kehilangan seluruh investasi.
•
Kerja lama dan kerja keras.
•
Mutu hidup yang rendah sampai bisnisnya dirasakan mapan.
•
Ketegangan mental yang lebih tinggi karena tingkat kekawatiran
dan ketakutan.
•
Tanggung jawab penuh.
•
Pengendalian internal
•
Menghargai orang lain
•
Memperhitungkan risiko
•
Nilai pribadi: prinsip diri, agama, budaya
•
Pengetahuan dan implementasinya.
•
Pengalaman: pengamatan dan pengalaman pribadi
•
Tidak puas diri.
•
Usia: semangat, kekuatan, dan fisik.
•
Komitment berupa kesanggupan.
Proses Pengambilan Keputusan
kelebihan
potensi
kelemahan
PROSES
PEMIKIRAN
Keputusan optimala.
Pertanyaan untuk mengetahui kekuatan & kelemahan pesaing
dalam mengembangkan produk :
Tentang kemampuan teknik yang dimiliki pesaing dalam
mengembangkan produk
Catatan prestasi pesaing untuk mencapai sukses
mengembangkan produknya
b.
Pertanyaan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan pesaing
tentang kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki:
•
Kemampuan dan kesediaan pesaing untuk melakukan investasi
dalam mengembangkan produk baru dan produk awal
•
Keunggulan pasar yang dimiliki oleh pesaing
Pintu Peluang Usaha
Langkah assessment untuk Pintu Peluang Usaha
c.
Pertanyaan untuk menentukan ada-tidaknya pintu peluang :
•
Tentang kecepatan perusahaan membawa produk ke pasar
dapat mendahului pesaing
•
Kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki perusahaan cukup
untuk membawa produk ke pasar yang sedang dikuasai pesaing
•
Tentang kekuatan perusahaan yang cukup untuk menguasai
serangan pesaing
Pintu peluang Usaha
(2)
Risiko yang dapat dievaluasi:
•
Risiko pasar / persaingan:
terjadi akibat adanya ketidakpastian pasar, risiko finansial terjadi akibat rendahnya hasil penjualan dan tingginya biaya•
Risiko finansial:
risiko yang timbul sebagai akibat ketidakcukupanfinansial, baik dalam tahap pengembangan produk baru maupun dalam menciptakan dan mempertahankan perusahaan untuk mendukung biaya produk baru
•
Risiko teknik:
terjadi akibat adanya kegagalan teknik.Ketidakpastian pasar terjadi akibat dari berbagai faktor:
lingkungan ekonomi,
teknologi,
demografi dan
sosial-politik
•
Mengembangkan rencana bisnis yang matang
•
Menerapkan manajemen strategis
•
Perencanaan sumber daya manusia secara komprehensif
•
Memahami laporan keuangan
•
Pabrikasi selalu berlandaskan dengan manajemen
pengendalian mutu
•
Menjalankan pemasaran yang integratif
•
Memiliki dan menjalankan etika bisnis
•
Mengelola sistem informasi.
•
Berperilaku jujur dalam menjalankan aktivitas bisnis
.
–
Meliputi seluruh aspek dalam menjalankan usaha;
–
Memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan oleh hukum maupun terkait
customer.
•
Jujur dan terbuka
–
Jujur terbuka,
menyebutkan segala kekurangan dan bahaya yang timbul dari produk–
Jujur dalam berproduksi
,
• mengurangi/menambahkan unsur lain dan
• memasarkan dengan cara yang benar
–
Jujur dan patuh dalam membayar pajak
.Dalam melakukan aktivitas bisnis terdapat:
o
Tata nilai :
o tidak tertulis
o yang berlaku universal
o harus dilaksanakan
o
Universalitas:
o nilai sama – sama untung(win-win),
o saling menghormati,
o memberi tahu,
o mencegah kerugian pihak lain,
o keterbukaan,
o adil,
o santun,
o melayani,
o konsistensi perkataan - perbuatan.
Kepatuhan Tata Nilai
Sinerji kekuatan
untuk pemenuhan
•
Undang-undang
•
Peraturan Pemerintah
•
Keputusan Menteri
•
Keputusan Manajemen/Pimpinan
Landasan Kebijakan dan Legal
Tata kelola
NO. KOMPONEN BOBOT
1 Segmen pasar (konsumen) 14
2 Sumber daya manusia 12
3 Sarana Prasarana 10
4 Aspek teknis teknologi/fasilitas 10
5 Aspek legalitas 10
6 Kelembagaan 8
7 Organisasi 8
8 Dana dan sumbernya 10
9 Operasionalisasi/produksi 10
10 Administrasi 8
JUMLAH 100
•
Ide utama
•
Kemampuan akses keuangan
•
Kontrol
•
Mengembangkan pemikiran
Pemasaran Strategis
Memperhitungkan Tingkat Persaingan
Bisnis
Semua
Keputusan
Pemasaran
bersifat
Strategis
Kecil jadi terfokus Membuat Usaha PEMASARAN :1. Proses sosial dan Manajerial 2. Individu & kelompok
Pemasaran Strategis, Daur Bisnis
PERENCANAAN STRATEGIES
RENCANA PEMASARAN
PENETAPAN SASARAN
SEMUA BISNIS MEMPUNYAI
MASALAH
DAUR BISNIS :
- BARU
- PERTUMBUHAN
- DEWASA
Bisnis idaman
Pesaing Ancaman
Daya Tawar Konsumen
Daya Tawar Penjual Efek
Komplementer Ancaman
Barang Pengganti
Melihat keluar
Melihat ke dalam:
•
Nilai
•
Gaya dan perilaku behaviour
•
Budaya
•
Gaya manajemen
•
Pengetahuan
•
Keahlian
•
Abiliti
Bisnis idaman
Tantangan Gaya hidup & kecenderungannya Tantangan persaingan
global
Tantangan
Pertumbuhan penduduk
Tantangan Etika Tantangan Keanekaragaman
Angkatan kerja
Tantangan Pengangguran
Tantangan
Kemajuan Teknologi Tantangan
Tanggung jawab sosial
Tantangan
Sumberdaya
Kewirausahaan
Sumber Daya Kewirausahaan
•
Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk menghindari keterlanjuran
penanaman modal yang terlalu besar pada peluang bisnis yang
kurang menguntungkan.
•
Untuk memastikan bahwa biaya studi kelayakan ini akan relatif
kecil bila dibandingkan dengan resiko kegagalan dari investasi
bisnis.
Untuk merintis usaha baru, misalnya untuk membuka toko,
membangun pabrik, mendirikan perusahaan jasa, membuka usaha dagang, dan lain sebagainya.
Untuk mengembangkan usaha yang sudah ada, misalnya untuk menambah kapasitas pabrik, untuk memperluas skala usaha, untuk mengganti peralatan/mesin, untuk menambah mesin baru, untuk memperluas cakupan usaha, dan sebagainya.
Untuk memilih jenis usaha atau investasi/proyek yang paling
menguntungkan, misalnya pilihan usaha dagang, pilihan usaha barang atau jasa, pabrikasi proyek dan lain sebagainya
GAGASAN USAHA
TUJUAN
(Visi, Misi dan Deskripsi)
ANALISIS/EVALUASI 1. Pasar
2. Produksi/Operasi 3. Manajemen
4. Keuangan
5. Aspek-aspek Lain
KEPUTUSAN
Proses Studi Kelayakan Usaha
1. Tahap Penemuan Ide atau Perumusan Gagasan
2. Tahap Memformulasikan Tujuan
Studi kelayakan usaha
Ialah penelitian tentang layak tidaknya suatu bisnis
dilaksanakan dengan berhasil dan menguntungkan secara
berkesinambungan
Studi ini pada dasarnya membahas berbagai konsep dasar
yang berkaitan dengan keputusan dan proses pemilihan
proyek bisnis agar mampu memberikan manfaat ekonomis
dan sosial sepanjang waktu.
Dalam studi ini,
pertimbangan-pertimbangan ekonomis dan
teknis
sangat penting sebagai dasar implementasi kegiatan
usaha.
Pihak Wirausaha (Pemilik Perusahaan)
Studi kelayakan sangat penting dilakukan supaya kegiatan bisnisnya tidak mengalami kegagalan dan dapat memberi keuntungan sepanjang waktu.
Pihak Investor dan Penyandang Dana
Studi kelayakan digunakan sebagai bahan pertimbangan layak tidaknya
investasi dilakukan. Apakah investasi yang dilakukannya memberikan jaminan pengembalian investasi (return on invesment) yang memadai atau tidak.
Pihak Masyarakat dan Pemerintah
Studi kelayakan juga diperlukan terutama sebagai bahan kajian apakah usaha yang didirikan atau dikembangkan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya, termasuk juga dampak lingkungan yang terjadi.
Faktor intensitas (kedalaman) dalam studi kelayakan
1. Besarnya modal yang di investasikan
– Umumnya semain besar jumlah modal ditanamkan semakin mendalam studi kelayakan dilakukan.
2. Tingkat ketidakpastian proyek
– Semakin sulit memperkirakan penghasilan penjualan, biaya, aliran kas dan lain-lain, semakin berhati - hati dalam melakukan studi kelayakan.
Intensitas dan Komplesitas Studi Kelayakan Usaha
Kompleksitas elemen
Semakin banyak faktor-fakor yang mempengaruhi implementasi proyek investasi maka semakin berhati-hati melaksanakan studi kelayakan.
Business Plan merupakan dokumen paling penting dalam
membangun kewirausahaan
Merupakan penunjuk arah mulainya usaha hingga dalam beberapa
tahun ke depan:
Sebagai ide struktur usaha
Rumusan sasaran/target
Rencana mendatang
Business plan diartikan pula:
dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha
menggambarkan semua unsur yang relevan, internal-eksternal mengenai perusahaan untuk memulai waktu usaha.
isinya sering merupakan perencanaan terpadu menyangkut pemasaran,
Beberapa pengertian tentang business plan
•
Merupakan suatu dokumen tentang keyakinan kemampuan sebuah bisnis
untuk menjual barang atau jasa dengan menghasilkan keuntungan yang
memuaskan dan menarik bagi penyandang dana.
•
Merupakan dokumen tertulis:
– Yang menjelaskan rencana perusahaan/pengusaha untuk memanfaatkan peluang-peluang usaha(business opportunities) yang terdapat di lingkungan eksternal perusahaan,
– Keunggulan bersaing(competitive advantage) usaha,
– Menjelaskan berbagai langkah yang harus dilakukan untuk menjadikan peluang usaha tersebut menjadi suatu bentuk usaha yang nyata.
•
Sebuah selling document yang mengungkapkan daya tarik dan harapan
sebuah bisnis kepada penyandang dana potensial.
Sekilas UMKM
1. Kekayaan Bersih maksimal Rp 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
2. Penjualan bersih tahunan maksimal Rp 300 juta (maksimal 25 juta per bulan)
1. Kekayaan bersih lebih dari Rp 50 juta sampai dengan Rp 500 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
2. Penjualan bersih tahunan mulai dari Rp 300 juta sampai dengan Rp 2,5 M
1. Kekayaan bersih lebih dari Rp 500 juta sampai dengan Rp 10 M tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
2. Penjualan bersih tahunan mulai dari Rp 300 juta sampai dengan Rp 50 M Menurut Undang-undang UMKM Tahun 2008:
Usaha Mikro Usaha Kecil Usaha Menengah
PENDIRIAN USAHA DAN PENGEMBANGAN USAHA
Orientasi pasar:
Memproduksi barang yang diperlukan masyarakat
Tidak relevan lagi
Keputusan berdasar orientasi produk
Tujuan:
BISNIS TUMBUH DAN BERKELANJUTAN
Konsep Pendirian Pengembangan Usaha
Komitmen
-pertumbuhanKonsisten
1. What
:
Jenis produk yang akan dibuat
2. Why
:
Alasan produk itu dibuat
3. How
:
Cara membuat produk
4. Who
:
Siapa pasarnya/pembelinya
5. When
:
Waktu produk itu harus dibuat
6. Where
:
Tempat produk akan dibuat atau
tempat bisnis akan dilakukan
Ide usaha
Perumusan
konsep usaha
Studi
kelayakan
Penyusunan
Tahapan Pengembangan Business Plan
Langkah utama pengembangan Rencana Bisnis
1 2 3 4
1. Tahap Ide usaha
•
Ide adalah sesuatu yang muncul dan berkembang di dalam pikiran.
•
Ide seperti sebuah bola salju semakin lama bergulir:
– maka ide tersebut akan semakin tumbuh membesar dan
– memberikan motivasi yang lebih kuat untuk diteliti dan diwujudkan.
•
Ide usaha yang kreatif biasanya muncul dari kreativitas pengusaha.
•
Kreativitas adalah
"thingking the new things"
sedangkan
•
Inovasi adalah aktivitas
"doing the new
things”
2. Tahap Perumusan Konsep Usaha
Untuk mewujudkan ide usaha menjadi kenyataan,
Merumuskannya menjadi konsep usaha.
Konsep usaha :
adalah penjabaran suatu ide usaha ke dalam dimensi-dimensi bisnis yang relevan.
3. Tahap Study Kelayakan Usaha/ Feasibility Study
Faktor yang harus dipertimbangkan di dalam melakukan analisis kelayakan usaha, mencakup aspek-aspek :
Kelayakan Pasar dan pemasaran
Potensi pasar,market share. Produk, Harga,distribusi,promosi
Segmenting, Targeting, Positioning (STP)
Kelayakan Operasional/ teknis
Pasokan bahan Proses produksi Mesin dan peralatan
Kebutuhan tenaga skill /unskill
3. Tahap Study Kelayakan Usaha/ Feasibility Study
(lanjutan)
Kelayakan manajemen dan organisasi
Design organisasi Kebutuhan staf
Kelayakan Keuangan
Kebutuhan modal dan sumber pendanaan Proyeksi arus kas, laba rugi
Analisis kelayakan berdasarkan kriteria NPV, IRR, PI, PP dan lain-lain Posisi dalam persaingan
Ancaman pendatang baru, pemasok dan lain-lain
4. Tahap Penyusunan Rencana Bisnis
• Studi kelayakan:
– Mengumpulkan Informasi yang relevan
– Bahan yang sangat berharga bagi proses penyusunan business plan.
– Perbedaan mendasar antara kegiatan study kelayakan usaha dengan penyusunan business plan adalah terletak pada aspek manajemen strategis.
• Dalam studi kelayakan usaha :
– analisis lebih diarahkan pada layak-tidaknya usaha.
– Berdasarkan variable dan asumsi
• Dalam penyusunan business plan
– Pimpinan puncak perusahaan berperan sebagai ahli strategi
– Berperan meletakkan usaha baru sebagai susunan portofolio usaha
– Disesuaikan dengan visi,misi dan tujuan yang ingin dicapai perusahaan dalam jangka panjang.
4. Tahap Penyusunan Rencana Bisnis
• Komponen-komponen rencana bisnis yang harus dibuat oleh antara lain meliputi :
a. Pengembangan Visi, misi, tujuan dan strategi dari usaha baru tersebut.
b. Mengembangkan manajemen perusahaan yang menyangkut kegiatan penetapan pimpinan perusahaan, para manajer utama perusahaan.
c. Mengembangkan lingkungan internal meliputi:
Pengembangan struktur organisasi,
Pengembangan budaya perusahaan, dan Sumber daya utama organisasi/ resources.
4. Tahap Penyusunan Rencana Bisnis
d. Mengembangkan proyeksi kinerja perusahaan yang mencakup antara lain :
Perhitungan titik impas(BEP), Perkiraan dan proyeksi penjualan, Harga pokok produksi dan penjualan, Mengembangkan aspek terkait
e. Berbagai laporan keuangan seperti:
Laba-Rugi, neraca, arus kas,
menetapkan perkiraan pengembalian investasi (payback period).
•
Usahakan rencana bisnis yang disusun:
– Tidak terlalu tebal
– Lengkap
– Mencakup berbagai informasi yang dibutuhkan oleh evaluator pihak investor atau kreditor untuk melakukan pengambilan keputusan.
•
Penampilan harus menarik, membuat kesan pertama positif terhadap
perusahaan.
•
Sampul depan memuat nama perusahaan, alamat, nomor telpon, dan
bulan serta tahun rencana bisnis dikeluarkan.
•
Harus mencantumkan ringkasan eksekutif (executive summary) yang
memuat penjelasan mengenai keadaan usaha.
•
Harus diorganisasikan secara baik dan benar.
•
Mencantumkan risiko utama (critical risk):
– Pencantuman risiko bisnis untuk meningkatkan kewaspadaan dari pengusaha dan investor
– Untuk menyiasati cara meminimalisir risiko bisnis tersebut.
I. Pendahuluan
– Nama dan alamat perusahaan
– Nama dan alamat pemilik
– Nama dan alamat penanggung jawab – Informasi tentang bisnis yang dilakukan II. Rangkuman eksekutif:
Menjelaskan secara lengkap garis besar business plan Tidak lebih dari tiga halaman
III. Visi dan Misi
– Visi wirausahawan terhadap perusahaan – Bergerak dalam bidang apa perusahaan ini? – Nilai-nilai dan prinsip yang dianut perusahaan
– Keunikan yang dimiliki perusahaan
IV. Analisis Industri
– Perspektif masa depan industri
– Analisis persaingan
– Segmentasi pasar yang dimasuki
– Ramalan-ramalan tentang produk yang dihasilkan
V. Deskripsi Usaha
– Produk yang dihasilkan – Jasa pelayanan
– Ruang lingkup bisnis
– Personalia dan perlengkapan kantor – Latar belakang identitas pengusaha
VI. Rencana produksi/operasional – Pemilihan lokasi (plant location)
– Rencana Tata letak (layout) termasuk IMB,
– Analisis mengenai dampak lingkungan dan lain-lain. – Proses produksi
– Keadaan gedung dan perlengkapannya
– Keadaan mesin dan perlengkapannya – Sumber-sumber bahan baku
VII. Rencana Pemasaran
– Segmentasi pasar, target pasar dan posisioning – Penetapan harga
– Pelaksanaan distribusi
– Promosi yang akan dilakukan
VIII. Perencanaan Organisasi
– Bentuk kepemilikan dan struktur organisasi
– Informasi tentang mitra – Uraian tentang kekuasaan
– Latar belakang anggota tim manajemen
– Peranan dan tanggung jawab personalia dalam organisasi
IX. Risiko
– Evaluasi tentang kelemahan bisnis
• Risiko Eksternal
• Risiko Internal
– Gambaran teknologi – Ketentuan asuransi
– Rencana Kontingensi atau darurat
Tata Isi Business Plan
(4)
X. Perencanaan Keuangan
– Sumber dan penggunaan modal
– Laporan Keuangan ( proyeksi L/R Cash Flow,Neraca) – Analisis titik impas
– Rasio keuangan untuk mengetahui kinerja
XI. Apendiks/ Lampiran – Surat-surat
– Data penelitian pasar.
– Surat-surat kontrak dan dokumen perjanjian lainnya. – Daftar harga dari pemasok barang.